Font size
WorksheetsWorksheet: Preformulasi dan Formulasi Kosmetik Herbal
Total questions: 90
Worksheet time: 3hrs 0mins
Preformulasi dalam pengembangan sediaan kosmetika didefinisikan sebagai …
Proses produksi massal
Tahap akhir pengemasan
Tahap awal sebelum formulasi untuk mengkaji sifat bahan
Proses uji klinik
Evaluasi produk jadi
Tujuan utama preformulasi adalah …
Mempercepat produksi
Menentukan harga produk
Menghasilkan produk yang stabil, aman, dan efektif
Mengurangi jumlah eksipien
Meningkatkan aroma
Aspek preformulasi yang mengkaji kelarutan, log P, dan stabilitas kimia termasuk aspek …
Farmakologi
Terapetik
Fisokimia
Biologis
Pemasaran
Koefisien partisi (Log P) pada preformulasi sediaan topikal berperan untuk menilai …
Stabilitas oksidatif
Derajat ionisasi
Kemampuan penetrasi melalui stratum korneum
Aroma bahan
Warna sediaan
Zat aktif dengan gugus ester perlu diperhatikan karena …
Sangat stabil terhadap air
Rentan mengalami hidrolisis
Bersifat sangat lipofilik
Sulit teroksidasi
Tidak memengaruhi stabilitas
Gel berbasis Carbopol akan membentuk struktur gel stabil setelah dilakukan …
Pemanasan
Penambahan humektan
Netralisasi menggunakan basa
Pendinginan cepat
Penambahan pengawet
Carbopol termasuk ke dalam jenis polimer …
Nonionik
Kationik
Anionik
Amfoter
Hidrofob
Nilai daya sebar gel kosmetik yang ideal berada pada rentang …
1–2 cm
3–4 cm
5–7 cm
8–10 cm
>10 cm
Pengaruh viskositas terhadap pelepasan zat aktif pada gel adalah …
Semakin tinggi viskositas, pelepasan semakin cepat
Tidak berpengaruh
Semakin tinggi viskositas, pelepasan semakin lambat
Dipengaruhi hanya oleh pH
Dipengaruhi aroma
pH ideal gel kosmetik agar aman untuk kulit adalah …
2,0–3,5
3,0–4,0
4,5–6,5
7,5–9,0
>9
Krim tipe O/W memiliki karakteristik utama …
Sangat oklusif
Sulit dicuci air
Menggunakan emulgator HLB tinggi
Dominan fase minyak
Lengket
Bentuk sediaan yang paling sesuai untuk zat aktif lipofilik yang membutuhkan waktu kontak lama adalah …
Gel hidrofil
Larutan
Krim W/O
Spray
Lotion
Kriteria emulgator yang baik adalah …
Menurunkan pH
Bersifat iritatif
Mencegah coalescence dan meningkatkan stabilitas
Mudah menguap
Tidak memengaruhi sistem
Flavonoid melindungi kulit dari UV melalui mekanisme …
Pendinginan kulit
Menyerap UV dan aktivitas antioksidan
Memperbesar partikel
Menghambat emulsasi
Mengubah warna krim
Metode yang umum digunakan untuk penentuan SPF secara in vitro adalah …
DPPH
FRAP
Spektrofotometri UV
ABTS
Uji mikroba
Kombinasi vitamin E dengan UV filter memberikan keuntungan berupa …
Peningkatan aroma
Penurunan viskositas
Efek fotoproteksi sinergis
Eliminasi uji stabilitas
Pengurangan fase minyak
Jika perlindungan UV tabir surya herbal kurang optimal, strategi rasional adalah …
Menambah pewangi
Mengurangi air
Mengombinasikan dengan ZnO atau TiO2
Mengganti basis
Menurunkan emulgator
Fungsi utama propelan pada sediaan deodoran aerosol adalah …
Antibakteri
Antiperspiran
Mendorong keluarnya sediaan dan membentuk semprotan
Menstabilkan pH
Mengawetkan produk
Penurunan viskositas gel akibat zat aktif elektrolit dapat diatasi dengan …
Menambah air
Mengganti polimer toleran elektrolit
Menurunkan pH
Menambah emulgator
Menghilangkan humektan
Obat dengan Log P terlalu tinggi cenderung …
Mudah menembus kulit
Tertahan di stratum korneum
Cepat ke sirkulasi sistemik
Mudah dieliminasi
Tidak berpenetrasi sama sekali
Tabir surya digunakan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari terutama karena radiasi …
Infra merah
Sinar tampak
Ultraviolet (UV)
Gelombang mikro
Gelombang radio
SPF (Sun Protection Factor) didefinisikan sebagai perbandingan antara …
Dosis toksik dan dosis terapi
MED kulit terlindungi dan MED kulit tidak terlindungi
UVA dan UVB
Panjang gelombang UV
Intensitas sinar matahari
Faktor yang tidak memengaruhi nilai SPF adalah …
Jenis kulit
Ketebalan tabir surya
Waktu pemakaian
Warna pakaian
Sistem penghantaran
Krim dengan tipe emulsi minyak dalam air (M/A atau O/W) mempunyai sifat …
Lebih oklusif
Sulit dicuci
Ringan dan mudah dicuci
Mengandung lebih banyak minyak
Tidak mengandung air
Emulgator nonionik memiliki keunggulan karena …
Bersifat iritatif
Tidak stabil pada pH ekstrem
Tidak terionisasi dan stabil pada berbagai pH
Hanya larut dalam minyak
Hanya larut dalam air
Bentuk sediaan tabir surya yang paling umum digunakan adalah …
Serbuk
Tablet
Krim
Supositoria
Injeksi
Fungsi utama emulgator dalam sediaan krim adalah …
Mengentalkan krim
Menstabilkan pH
Memberi warna
Menghambat mikroba
Menurunkan tegangan antarmuka minyak dan air
Uji homogenitas sediaan krim dilakukan dengan cara …
Mengamati warna dalam botol
Mengoleskan krim pada kaca objek
Menimbang krim
Mengukur pH
Mengukur viskositas
Metode penentuan SPF secara in vitro yang paling umum digunakan adalah …
Metode DPPH
Metode spektrofotometri UV
Metode titrasi
Metode difusi
Metode mikrobiologi
Salah satu contoh humektan dalam formulasi krim adalah …
Asam stearat
Cetyl alcohol
Gliserin
Span 80
Titanium dioksida
Sistem penghantaran obat yang menggunakan pembawa berbasis fosfolipid seperti liposom dan transfersom termasuk dalam kelompok …
Sistem konvensional
Sistem emulsi biasa
Novel Drug Delivery System (NDDS)
Sistem suspensi
Sistem larutan sederhana
Sediaan gel dibandingkan dengan krim memiliki karakteristik utama berupa …
Kandungan fase minyak lebih besar
Kandungannya utamanya adalah air
Bersifat sangat oklusif
Tidak menggunakan bahan tambahan
Tidak memerlukan pengawet
Nilai HLB suatu emulgator digunakan untuk menentukan …
Warna sediaan
Derajat keasaman krim
Jenis pengawet yang digunakan
Tipe emulsi yang akan terbentuk
Daya lekat sediaan
Parameter evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan krim menempel pada kulit adalah uji …
Daya sebar
Homogenitas
Daya lekat
Viskositas
Organoleptik
Salah satu tujuan utama penggunaan teknologi nano dalam sistem penghantaran obat topikal adalah …
Menurunkan stabilitas obat
Mengurangi efektivitas terapi
Memperlambat penetrasi obat
Menghambat pelepasan obat
Meningkatkan penetrasi dan efektivitas obat
Seorang formulator ingin membuat sunscreen herbal untuk kulit sensitif dengan risiko iritasi seminimal mungkin. Filter UV yang paling tepat dipilih adalah …
PABA 5%
Oxybenzone
Cinnamate
Zinc oxide
Salicylate
Pada evaluasi krim, diperoleh hasil daya sebar hanya 3 cm. Jika standar daya sebar krim adalah 5–7 cm, maka perbaikan yang paling tepat dilakukan adalah …
Menambah pengawet
Menambah humektan
Menurunkan viskositas basis
Menambah kadar bahan aktif
Mengubah warna krim
Suatu krim tabir surya herbal mengalami pemisahan fase setelah uji freeze–thaw. Penyebab yang paling logis adalah …
Pengawet terlalu tinggi
Nilai HLB emulgator tidak sesuai
Warna ekstrak terlalu pekat
pH terlalu netral
Kadar pewangi terlalu rendah
Seorang peneliti ingin meningkatkan penetrasi zat aktif flavonoid yang sukar larut air ke dalam kulit. Sistem penghantaran yang paling rasional dipilih adalah …
Larutan biasa
Suspensi kasar
Nanoemulsi
Serbuk kering
Salep hidrokarbon
Jika suatu sunscreen memiliki nilai SPF 30, maka secara konsep produk tersebut menunjukkan bahwa …
Menyerap seluruh sinar UV
Melindungi dua kali lebih lama dari kulit normal
Memberikan perlindungan 30 kali MED kulit tanpa pelindung
Hanya melindungi dari UVA
Tidak memerlukan pengulangan pemakaian
Dalam formulasi krim O/W digunakan kombinasi Tween 80 (HLB 15) dan Span 80 (HLB 4,3). Tujuan utama penggunaan kombinasi tersebut adalah …
Menurunkan bau krim
Menyesuaikan pH produk
Mendapatkan HLB yang sesuai dengan fase minyak
Mempercepat absorpsi obat
Menghambat pertumbuhan mikroba
Pada uji homogenitas, masih ditemukan aglomerasi partikel ZnO pada sediaan sunscreen herbal. Dampak farmasetika yang paling mungkin terjadi adalah …
pH menjadi basa
Timbul iritasi kimia
Terjadi white-cast dan penurunan efektivitas proteksi
Daya lekat meningkat drastis
SPF meningkat dua kali lipat
Seorang pengguna mengeluh bahwa krim sunscreen terasa berat dan sangat oklusif di wajah. Jika produk tersebut bertipe emulsi, maka kemungkinan besar krim tersebut bertipe …
O/W (minyak dalam air)
W/O (air dalam minyak)
Suspensi
Gel
Serum
Jika suatu sediaan krim herbal mengandung minyak nabati yang mudah teroksidasi, maka bahan tambahan yang paling diperlukan untuk menjaga stabilitas adalah …
Pewangi
Pengental
Pengawet antimikroba
Antioksidan
Humektan
Penambahan teknologi nanopartikel kitosan pada tabir surya herbal bertujuan utama untuk …
Memberi warna alami
Menambah viskositas sediaan
Meningkatkan penetrasi dan bioavailabilitas bahan aktif
Menurunkan pH sediaan
Mempercepat penguapan air
Fungsi utama humektan dalam sediaan krim adalah untuk …
Menurunkan pH sediaan
Mengawetkan krim
Menarik dan mempertahankan air dalam kulit
Memberi warna pada krim
Menyerap sinar UV
Bahan berikut yang termasuk fase minyak dalam formulasi tabir surya herbal adalah …
Aquadest
Gliserin
Propilen glikol
Cetyl alcohol
Tween 80
Uji yang dilakukan untuk mengetahui ketahanan sediaan krim terhadap perubahan suhu ekstrem adalah …
Uji daya sebar
Uji organoleptik
Uji freeze–thaw
Uji viskositas
Uji homogenitas
Rute utama penetrasi obat melalui kulit yang paling dominan adalah …
Transappendageal
Transselular
Paraselular (interselular)
Intravaskuler
Intradermal
Berikut ini yang merupakan kelemahan utama sunscreen herbal dibandingkan sunscreen sintetis adalah …
Lebih mudah teroksidasi
Nilai SPF cenderung lebih rendah
Lebih beracun
Menyebabkan fotosensitisasi berat
Tidak stabil terhadap cahaya
Salah satu syarat penting stabilitas tabir surya adalah filter UV harus …
Mudah teroksidasi
Stabil terhadap panas dan cahaya
Tidak larut dalam minyak
Memiliki bau kuat
Berwarna gelap
Pada proses pembuatan krim O/W, fase minyak dan fase air harus dicampur pada suhu yang sama untuk menghindari …
Peningkatan warna krim
Ketengikan minyak
Kegagalan sediaan homogen
Penguapan air
Penurunan pH
Sediaan lotion dibandingkan krim umumnya memiliki karakteristik …
Lebih kental dan lebih oklusif
Lebih encer dan mudah diratakan
Tidak membutuhkan pengawet
Mengandung fase minyak lebih banyak
Selalu berbentuk W/O
Ketidakstabilan warna pada sunscreen herbal biasanya disebabkan oleh …
Penggunaan emulgator berlebih
Oksidasi senyawa fenolik
Viskositas terlalu rendah
Kelebihan humektan
Ukuran partikel terlalu kecil
Untuk meningkatkan kelarutan bahan aktif lipofilik dalam sediaan O/W, digunakan bahan tambahan berupa …
Penyangga pH
Surfaktan
Pengawet
Humektan
Pewangi
Untuk memastikan tabir surya tetap stabil dalam emulsi, nilai HLB emulgator harus disesuaikan dengan …
Warna zat aktif
pH produk
Tipe dan jumlah fase minyak
Ukuran partikel filter UV
Jenis kemasan
Kelebihan utama physical sunscreen dibandingkan chemical sunscreen adalah …
Tidak memerlukan pengawet
Tidak menyebabkan white cast
Mampu memberikan perlindungan langsung setelah aplikasi
Memiliki aroma lebih kuat
Selalu memiliki SPF tinggi
Uji pH pada sediaan krim penting dilakukan untuk memastikan…
Stabilitas warna
Tingkat kelarutan zat aktif
Kompatibilitas dengan pH kulit dan stabilitas emulsi
Sifat oklusif krim
Daya sebar sediaan
Bahan berikut yang berfungsi sebagai antioksidan alami dalam kosmetika herbal adalah…
Fenoksietanol
BHA
Vitamin E (tokoferol)
Natrium klorida
Gliserin
Jika ekstrak herbal bersifat sangat lipofilik, maka bentuk sediaan yang paling cocok adalah…
Gel berbasis air
Lotion O/W
Krim W/O
Serbuk tabur
Gel hidroalkoholik
Dalam formulasi sunscreen herbal, fungsi utama Titanium Dioksida adalah…
Memberikan aroma alami
Bertindak sebagai physical UV filter
Menurunkan viskositas
Menghambat pertumbuhan mikroba
Menambah daya lekat krim
Senyawa flavonoid dalam ekstrak herbal banyak digunakan dalam kosmetik karena memiliki aktivitas…
Emulsifikasi
Antioksidan dan antiinflamasi
Pengental alami
Pewangi alami
Pengawet kimia
Salah satu parameter penting stabilitas emulsi krim herbal adalah creaming. Creaming terjadi ketika…
Terjadi perubahan warna ekstrak
Fase minyak naik ke permukaan tanpa memisah total
Krim mengalami penurunan pH
Bahan aktif mengendap
Terjadi penggumpalan surfaktan
Pemilihan pelarut etanol dalam ekstraksi tanaman herbal umumnya karena alasan…
Tidak dapat melarutkan senyawa polar
Hanya melarutkan minyak
Aman, mudah menguap, dan dapat melarutkan senyawa polar–nonpolar
Lebih murah dibanding air
Tidak memerlukan proses pemanasan
Salah satu keunggulan formulasi nanoemulsi dalam kosmetik herbal adalah…
Viskositas sangat tinggi
Tidak perlu surfaktan
Meningkatkan penetrasi bahan aktif ke kulit
Hanya cocok untuk bahan aktif hidrofilik
Menghasilkan krim yang sangat kering
Zat aktif herbal berikut yang dikenal memiliki efek antioksidan kuat untuk produk anti-aging adalah...
Mentol
Tanin
Flavonoid
Saponin
Limonen
Senyawa saponin dalam banyak ekstrak herbal berfungsi sebagai...
Antimikroba dan pewangi
Pewarna alami
Bahan Pengental
Surfaktan alami
Pengawet alami
Jenis surfaktan yang paling cocok untuk pembersih wajah karena sifatnya yang lembut adalah...
Kationik
Anionik
Amfoterik
Nonionik
Polimerik
Fungsi utama surfaktan dalam formulasi kosmetik adalah...
Mengawetkan produk
Menurunkan tegangan antar muka
Menambah warna
Meningkatkan aroma
Menetralkan pH
Tujuan utama penambahan emulgator dalam krim herbal adalah....
Menurunkan kadar air
Membantu menyatukan fase air dan minyak
Menambah aroma
Menghambat pertumbuhan jamur
Meningkatkan stabilitas warna
Salah satu parameter penting dalam evaluasi fisik krim yang menunjukkan kemudahan krim diratakan pada kulit adalah uji …
Viskositas
pH
Daya sebar
Homogenitas
Stabilitas
Perbedaan utama antara chemical sunscreen dan physical sunscreen terletak pada mekanisme kerjanya, yaitu chemical sunscreen bekerja dengan cara …
Memantulkan sinar UV dari permukaan kulit
Menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi energi panas
Menghalangi penetrasi air ke kulit
Meningkatkan kelembapan stratum korneum
Menurunkan pH kulit
Dalam sistem penghantaran topikal modern, penggunaan transfersom memiliki keunggulan utama berupa …
Stabilitas warna yang tinggi
Harga bahan baku yang lebih murah
Tidak memerlukan surfaktan
Kemampuan deformasi tinggi sehingga penetrasi kulit meningkat
Tidak memerlukan pengawet
Apabila suatu sediaan krim menunjukkan penurunan viskositas yang signifikan selama penyimpanan, maka dampak yang paling mungkin terjadi adalah …
Peningkatan daya lekat
Penurunan daya sebar
pH menjadi lebih asam
Mudah terjadi pemisahan fase
Warna krim menjadi lebih cerah
Pada formulasi tabir surya herbal berbasis physical sunscreen, karakteristik utama dari Zinc oxide dan Titanium dioksida adalah …
Memantulkan dan menghamburkan sinar UV di permukaan kulit
Menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas
Bekerja optimal pada pH sangat asam
Memerlukan waktu aktivasi setelah aplikasi
Mudah menyebabkan fotosensitisasi
Pendekatan yang paling tepat untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas sediaan adalah …
Menggunakan basis hidrokarbon tanpa antioksidan
Menurunkan pH sediaan hingga <3
Menambahkan antioksidan dan memilih basis yang melindungi dari oksigen
Menghilangkan semua eksipien hidrofilik
Meningkatkan kadar air agar penetrasi maksimal
Suatu zat aktif topikal memiliki nilai log P = 4,5 dan pKa 8,2. Jika diaplikasikan pada kulit dengan pH 5,5, maka implikasi farmasetik yang paling mungkin terjadi adalah …
Zat aktif dominan terionisasi dan sulit menembus stratum korneum
Zat aktif dominan tidak terionisasi dan mudah berpenetrasi
Zat aktif mudah larut dalam air sehingga cocok untuk hidrogel
Zat aktif tidak memerlukan sistem penghantaran khusus
Zat aktif akan terdegradasi secara fotolitik
Dalam tahap preformulasi, diketahui bahan aktif mengalami hidrolisis cepat pada pH netral. Strategi formulasi yang paling rasional adalah …
Menyimpan sediaan pada suhu tinggi
Menggunakan buffer pH asam yang sesuai dengan kulit
Menambahkan surfaktan anionik konsentrasi tinggi
Mengubah bentuk sediaan menjadi aerosol
Meningkatkan kadar air dalam formula
Koefisien partisi obat terhadap minyak/air sebesar 0,3. Interpretasi yang paling tepat terhadap karakter obat tersebut dalam formulasi topikal adalah …
Sangat lipofilik dan mudah terakumulasi di stratum korneum
Bersifat hidrofilik dan memerlukan enhancer penetrasi
Cocok diformulasikan dalam basis salep hidrokarbon
Tidak dapat digunakan secara topikal
Bersifat volatil
Suatu bahan aktif mengandung gugus ester dan katekol. Risiko degradasi utama yang harus diantisipasi pada formulasi topikal adalah …
Isomerisasi termal dan sublimasi
Hidrolisis dan oksidasi
Presipitasi dan sedimentasi
Volatilisasi dan fotopolimerisasi
Reduksi enzimatik
Sebuah gel herbal diformulasikan menggunakan carbopol 940. Setelah penambahan ekstrak yang bersifat asam, gel menjadi encer dan keruh. Penyebab dan solusi paling tepat adalah …
Carbopol tidak cocok untuk gel kosmetik; ganti dengan lanolin
pH turun sehingga carbopol terprotonasi; lakukan netralisasi dengan basa
Ekstrak terlalu kental; tambahkan air
Terjadi oksidasi; tambahkan pewarna
Suhu pencampuran terlalu rendah
Gel dengan viskositas sangat tinggi menunjukkan pelepasan zat aktif yang lambat. Hubungan ini terjadi karena …
Peningkatan tegangan permukaan
Struktur gel menjadi lebih rigid sehingga difusi terhambat
Zat aktif terionisasi sempurna
pH gel meningkat drastis
Gel menjadi sistem dua fase
Pada uji daya sebar, 0,5 g gel menghasilkan diameter 4,2 cm dengan beban 100 g. Berdasarkan standar mutu gel kosmetik, interpretasi yang paling tepat adalah …
Daya sebar sangat baik
Daya sebar memenuhi syarat ideal
Daya sebar kurang dan gel terlalu kental
Gel terlalu encer dan tidak stabil
Hasil tidak dapat dianalisis
Gel herbal mengalami sineresis setelah penyimpanan 2 minggu. Perbaikan formulasi yang paling rasional adalah …
Mengurangi gelling agent
Menambahkan humektan yang sesuai
Meningkatkan suhu penyimpanan
Mengganti air dengan alkohol
Menurunkan pH hingga <4
Sifat alir pseudoplastik dan tiksotropik pada gel memberikan keuntungan utama berupa …
Stabilitas kimia meningkat
Mudah mengalir saat diaplikasikan namun kembali kental setelahnya
Penetrasi sistemik meningkat
Menghambat pelepasan obat
Mengurangi kebutuhan pengawet
Krim O/W lebih disukai untuk kosmetik harian karena …
Lebih oklusif dan berminyak
Sulit dicuci dengan air
Memberikan sensasi ringan dan mudah dibersihkan
Mengandung minyak lebih banyak
Tidak memerlukan emulgator
Emulgator nonionik sering dipilih dalam krim herbal karena …
Bersifat iritatif
Stabil hanya pada pH asam
Kompatibel dengan berbagai bahan dan rentang pH luas
Mudah teroksidasi
Tidak mempengaruhi stabilitas emulsi
Suatu krim membutuhkan HLB 12 dengan total emulgator 6 g. Digunakan Tween 80 (HLB 15) dan Span 80 (HLB 4,3). Jumlah Tween 80 yang dibutuhkan mendekati …
2,1 g
2,8 g
3,6 g
4,2 g
5,1 g
Pada uji freeze–thaw, krim mengalami pemisahan fase. Hal ini menunjukkan …
Stabilitas kimia baik
Ketidakstabilan fisik emulsi
Penurunan aktivitas bahan aktif
Kontaminasi mikroba
Kesalahan pengukuran pH
Krim herbal mengandung ekstrak kurkumin mengalami perubahan warna. Pendekatan formulasi terbaik adalah …
Menurunkan viskositas
Menambahkan antioksidan dan menggunakan kemasan opak
Menaikkan pH hingga lingkungan basa kuat
Menambah surfaktan anionik konsentrasi tinggi
