wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TO_Hikbar

Total questions: 86

Worksheet time: 43hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis peserta didik dalam memahami implementasi moderasi beragama dalam konteks kehidupan sehari-hari dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis TPACK. Materi yang dipilih adalah tentang prinsip-prinsip moderasi beragama dalam Islam dan implementasinya dalam masyarakat. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis TPACK yang sesuai dengan materi pembelajaran adalah...

a)

Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat blog tentang implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk tulisan

b)

Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat infografis tentang prinsip-prinsip moderasi beragama dalam Islam, dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk visual

c)

Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat video tentang moderasi beragama, dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk video

d)

Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat proyek multimedia tentang implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk video atau infografis

e)

Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang moderasi beragama dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk slide presentasi

2.

Guru ingin menyajikan materi kajian tafsir bi al-Ra'yi tentang penafsiran Al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada metode penafsiran klasik tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip metodologi tafsir kontemporer dan isu-isu etis yang terkait dengan penafsiran subjektif dalam konteks masyarakat modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menganalisis kasus-kasus penafsiran Al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi dan mempertimbangkan implikasi etisnya dalam konteks masyarakat modern

b)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menghafal metode penafsiran klasik tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip metodologi tafsir kontemporer

3.

Guru ingin menyajikan materi klasifikasi hadis tentang kategori hadis sahih, hasan, dan dhaif. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada definisi dan contoh-contoh hadis klasik tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari dan aplikasi praktisnya dalam masyarakat modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.

b)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menghafal definisi dan contoh-contoh hadis sahih, hasan, dan dhaif tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.

c)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari.

d)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.

e)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menganalisis contoh-contoh hadis sahih, hasan, dan dhaif dalam konteks kehidupan sehari-hari dan mempresentasikan hasilnya dalam bentuk laporan atau presentasi.

4.

Guru ingin menyajikan materi tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada konsep takdir dan hari akhir secara teoritis tanpa mempertimbangkan implikasi dan aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana konsep takdir mempengaruhi perilaku dan keputusan seseorang dalam menghadapi tantangan zaman modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan DBL (Discovery-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah..

a)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik menemukan contoh-contoh bagaimana konsep takdir mempengaruhi perilaku dan keputusan seseorang dalam menghadapi tantangan zaman modern melalui diskusi dan penelitian.

b)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik menghafal konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.

c)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan implikasi praktisnya.

d)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari.

e)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.

5.

Guru ingin menyajikan materi tentang sihir, namun materinya hanya berfokus pada cerita-cerita rakyat dan mitos tentang sihir tanpa mempertimbangkan penjelasan ilmiah dan logis tentang fenomena yang sering dikaitkan dengan sihir. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana membedakan antara sihir sebagai kepercayaan dan praktik yang berpotensi merugikan dengan penjelasan rasional tentang fenomena alam dan psikologi. Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berpendekatan DL (Discovery Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang akomodatif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik menghafal cerita-cerita rakyat dan mitos tentang sihir tanpa mempertimbangkan penjelasan ilmiah dan logis.

b)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang sihir berdasarkan ceritacerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari

c)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang sihir berdasarkan cerita-cerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan penjelasan rasional

d)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik mencari dan menganalisis penjelasan ilmiah dan logis tentang fenomena yang sering dikaitkan dengan sihir, serta membedakan antara sihir sebagai kepercayaan dan praktik yang berpotensi merugikan.

e)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang sihir berdasarkan cerita-cerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.

6.

Guru ingin menyajikan materi tentang pembentukan akhlak karimah, namun materinya hanya berfokus pada nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini, seperti penggunaan media sosial, globalisasi, dan isu-isu lingkungan. Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berpendekatan TPACK (Technological Pedagogical And Content Knowledge) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik membuat video tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang adaptif.

b)

Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik menghafal nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern.

c)

Menggunakan TPACK untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran pembentukan akhlak karimah, seperti menggunakan media sosial untuk membahas nilai-nilai moral dalam konteks kehidupan modern.

d)

Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan isu-isu lingkungan dan globalisasi

e)

Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan penggunaan teknologi yang efektif.

7.

Model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling yang kurang tepat jika guru hanya membahas definisi dan hukum riba dalam konteks klasik tanpa mengaitkan dengan aplikasi riba dalam sistem keuangan modern adalah:

a)

Model pembelajaran kontekstual

b)

Model pembelajaran berbasis masalah

c)

Model pembelajaran berbasis proyek

d)

Model pembelajaran ceramah

8.

Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berbasis bimbingan konseling yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah....

a)

Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk membantu peserta didik menganalisis aplikasi fikih riba dalam konteks keuangan modern dan ekonomi global, serta memberikan bimbingan untuk mengembangkan karakter unggul.

b)

Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik menghafal definisi dan hukum riba dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan aplikasi praktis

c)

Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang fikih riba tanpa mempertimbangkan konteks keuangan modern

d)

Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang fikih riba tanpa mempertimbangkan isu-isu keuangan kontemporer.

e)

Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang fikih riba tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang progresif.

9.

Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang paling sesuai untuk menciptakan lingkungan belajar yang akomodatif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah..

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk membantu peserta didik dengan kebutuhan khusus memahami hak-hak rakyat dalam perspektif Islam dan mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari yang inklusif.

b)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik menghafal konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan kebutuhan khusus.

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer.

d)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern.

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang inklusi.

10.

Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal sejarah khulafaur rasyidin tanpa mempertimbangkan konteks kepemimpinan modern

b)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis diskusi kelompok untuk meminta peserta didik membandingkan peran pemimpin Islam klasik dan pemimpin Islam modern dalam masyarakat global

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang kepemimpinan Islam dalam konteks transformasional dan situasional

d)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis tanya jawab untuk meminta peserta didik menjawab soal-soal tentang sejarah khulafaur rasyidin tanpa mempertimbangkan relevansi kepemimpinan masa kini

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis hafalan untuk meminta peserta didik menghafal nama-nama pemimpin Islam tanpa mengaitkan dengan peran kepemimpinan dalam masyarakat global

11.

Guru ingin menyajikan materi tentang kepemimpinan Islam, namun materinya hanya berfokus pada kepemimpinan klasik tanpa mempertimbangkan dinamika kepemimpinan modern. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus untuk meminta peserta didik menganalisis nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam konteks kehidupan sehari-hari

b)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam kehidupan modern

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis diskusi untuk meminta peserta didik membahas nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer

d)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi untuk meminta peserta didik mempraktikkan nilai-nilai tradisional dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan dinamika kehidupan modern

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan peserta didik mengembangkan nilai-nilai kontemporer seperti toleransi, empati, dan kesadaran lingkungan melalui kegiatan nyata dalam komunitas.

12.

Guru ingin menyajikan materi tentang pendidikan nilai atau karakter, namun materinya hanya berfokus pada nilai-nilai tradisional seperti patuh pada otoritas dan hierarki sosial tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kontemporer seperti toleransi, empati, dan kesadaran lingkungan. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks kehidupan modern yang kompleks dan beragam. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus untuk meminta peserta didik menganalisis nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam konteks kehidupan sehari-hari

b)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam kehidupan modern

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis diskusi untuk meminta peserta didik membahas nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer

d)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi untuk meminta peserta didik mempraktikkan nilai-nilai tradisional dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan dinamika kehidupan modern

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan peserta didik mengembangkan nilai-nilai kontemporer seperti toleransi, empati, dan kesadaran lingkungan melalui kegiatan nyata dalam komunitas.

13.

Guru ingin menyajikan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat, namun materinya hanya berfokus pada konsep moderasi dalam teks-teks klasik tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer seperti radikalisme, intoleransi, dan pluralisme dalam masyarakat modern. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana konsep moderasi Islam dapat diaplikasikan dalam konteks kehidupan sehari-hari untuk mempromosikan kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus yang memungkinkan peserta didik menganalisis dan mengaplikasikan konsep moderasi Islam dalam konteks kehidupan sehari-hari untuk mempromosikan kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama

b)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal konsep moderasi Islam tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam kehidupan modern

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis diskusi untuk meminta peserta didik membahas konsep moderasi Islam tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer

d)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi untuk meminta peserta didik mempraktikkan konsep moderasi Islam dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan dinamika kehidupan modern

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan peserta didik mengembangkan konsep moderasi Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan nyata dalam komunitas.

14.

Guru menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) untuk mengajarkan materi kajian tafsir terkait metode tafsir tahlili. Peserta didik diminta untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an dengan menggunakan metode tafsir tahlili dan mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleransi dan empati melalui diskusi kelompok. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...

a)

Menggunakan teknik asesmen tes tertulis untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengingat konsep metode tafsir tahlili

b)

Menggunakan teknik asesmen observasi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleransi dan empati selama diskusi kelompok

c)

Menggunakan teknik asesmen proyek untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan aplikasi metode tafsir tahlili dalam konteks kehidupan sehari-hari

d)

Menggunakan teknik asesmen portofolio untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an dengan metode tafsir tahlili

e)

Menggunakan teknik asesmen self-assessment untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.

15.

Guru menggunakan pendekatan PjBL untuk mengajarkan materi hadis daif. Peserta didik diminta untuk membuat proyek yang menganalisis contoh hadis daif dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam memahami konsep hadis daif dan prinsip-prinsipnya. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek pengetahuan adalah...

a)

A. Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam berdiskusi tentang hadis daif

b)

B. Penilaian proyek yang menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis contoh hadis daif

c)

C. Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan definisi dan karakteristik hadis daif

d)

D. Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran

e)

E. Self-assessment yang menilai kemampuan peserta didik dalam menilai diri sendiri.

16.

Soal ini terpotong dan tidak lengkap, sehingga tidak dapat diekstrak secara penuh.

a)

Soal ini terpotong dan tidak lengkap.

b)

Soal ini lengkap dan jelas.

c)

Soal ini hanya sebagian terpotong.

d)

Soal ini dapat diekstrak sepenuhnya.

17.

Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek keterampilan adalah...

a)

A. Observasi terhadap partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok.

b)

B. Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi konsep takdir dan hari akhir dalam kehidupan sehari-hari.

c)

C. Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep takdir dan hari akhir

d)

D. Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.

e)

E. Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri

18.

Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada pengalaman dan refleksi untuk mengajarkan materi karamah. Peserta didik diminta untuk menganalisis contoh-contoh karamah dan merefleksikan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap karamah. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...

a)

Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan definisi karamah

b)

Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran

c)

Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi karamah dalam kehidupan sehari-hari

d)

Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap karamah

e)

Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri

19.

Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada pengalaman dan refleksi untuk mengajarkan materi pembentukan akhlak karimah. Peserta didik diminta untuk menganalisis contoh-contoh perilaku yang baik dan mulia, serta merefleksikan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam memahami konsep akhlak karimah dan prinsip-prinsipnya. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek pengetahuan adalah...

a)

A. Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif.

b)

B. Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari

c)

C. Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep akhlak karimah dan prinsip-prinsipnya.

d)

D. Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.

e)

E. Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri

20.

Guru menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus untuk mengajarkan materi fiqih kontemporer tentang perbankan syariah. Apa yang ingin dinilai guru dari peserta didik melalui pendekatan ini?

a)

Kemampuan menganalisis kasus dan mengembangkan solusi sesuai prinsip syariah

b)

Kemampuan menghafal teori perbankan syariah

c)

Kemampuan membuat laporan keuangan bank konvensional

d)

Kemampuan mempromosikan produk perbankan

21.

Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek keterampilan adalah..

a)

Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam.

b)

Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi hak-hak rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

c)

Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap hak atas keadilan

d)

Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran

e)

Penilaian presentasi yang meminta peserta didik mempresentasikan solusi untuk kasus-kasus perbankan syariah

22.

Guru telah melakukan asesmen sebelumnya dan menemukan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam. Namun, guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap hak atas keadilan. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada diskusi dan refleksi untuk mengajarkan materi ini. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...

a)

Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam

b)

Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi hak-hak rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

c)

Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap hak atas keadilan

d)

Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran

e)

Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri

23.

Guru telah melakukan asesmen sebelumnya dan menemukan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang konsep kepemimpinan Islam. Sekarang, guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam memahami secara mendalam tentang kepemimpinan Umar bin Khattab dan prinsip-prinsipnya. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada studi kasus untuk mengajarkan materi ini. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek pengetahuan adalah...

a)

Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif.

b)

Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi kepemimpinan Umar bin Khattab dalam kehidupan sehari-hari

c)

Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan secara mendalam tentang kepemimpinan Umar bin Khattab dan prinsip-prinsipnya

d)

Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran

24.

Guru telah melakukan asesmen awal dan menemukan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang konsep nilai kejujuran. Sekarang, guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan nilai kejujuran dalam situasi nyata. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada simulasi untuk mengajarkan materi ini. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek keterampilan adalah...

a)

Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep nilai kejujuran.

b)

Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap kejujuran.

c)

Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran

d)

Penilaian simulasi yang meminta peserta didik mendemonstrasikan perilaku jujur dalam situasi yang disimulasikan

25.

Guru telah melakukan asesmen awal dan menemukan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang konsep tasamuh dalam Islam. Sekarang, guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleran terhadap perbedaan dalam masyarakat. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada diskusi dan refleksi untuk mengajarkan materi ini. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...

a)

Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep tasamuh dalam Islam

b)

Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi tasamuh dalam kehidupan sehari-hari.

c)

Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran

d)

Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleran terhadap perbedaan

26.

Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada studi kasus untuk mengajarkan materi fikih kontemporer terkait poligami. Namun, guru hanya menggunakan metode ceramah dan tidak memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, guru tidak mempertimbangkan keragaman latar belakang peserta didik dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan narasi di atas, praktik baik/best practice dalam merencanakan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan adalah..

a)

Menggunakan metode ceramah sebagai satu-satunya metode pembelajaran

b)

Mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempertimbangkan keragaman latar belakang peserta didik

c)

Tidak mempertimbangkan keragaman latar belakang peserta didik dalam merencanakan pembelajarannr

d)

Fokus hanya pada aspek konten tanpa mempertimbangkan aspek pedagogi dan teknologi.

27.

Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada studi kasus dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil analisis mereka tentang kepemimpinan Dinasti Umayyah. Berdasarkan narasi di atas, identifikasi praktik baik/best practice dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan.

a)

Tidak melakukan evaluasi pembelajaran secara berkala

b)

Mengintegrasikan teknologi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil analisis mereka

c)

Fokus hanya pada aspek konten tanpa mempertimbangkan aspek pedagogi dan teknologi.

d)

Tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil kerja mereka

e)

Menggunakan metode ceramah sebagai satu-satunya metode pembelajaran

28.

Guru mengajarkan materi Imam Al-Ghazali dengan ceramah dan penguasaan menghafal konsep. Namun, tidak ada diskusi, presentasi, atau pemanfaatan teknologi. Evaluasi hanya dilakukan di akhir semester. Berdasarkan narasi di atas, identifikasi praktik baik/best practice dalam evaluasi pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan

a)

Evaluasi hanya dilakukan di akhir semester tanpa umpan balik.

b)

Evaluasi berfokus pada hafalan tanpa mempertimbangkan pemahaman.

c)

Evaluasi berkala dengan umpan balik konstruktif dan pemanfaatan teknologi.

d)

Evaluasi hanya berfokus pada aspek konten tanpa pedagogi dan teknologi.

e)

Tidak ada evaluasi pembelajaran yang dilakukan.

29.

Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki kemampuan yang baik dalam menguasai materi tentang karakteristik guru profesional di era digital dan AI. Namun, guru tersebut belum dapat mengintegrasikan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran secara efektif. Berdasarkan narasi di atas, nilai kemampuan guru sebagai modal pengembangan diri guru secara berkelanjutan

a)

Guru sudah memiliki kemampuan yang memadai dalam penguasaan materi dan teknologi digital, sehingga tidak perlu pengembangan diri lagi.

b)

Guru perlu meningkatkan kemampuan dalam penguasaan materi agama Islam saja.

c)

Guru tidak perlu melakukan pengembangan diri karena sudah memiliki pengalaman yang cukup.

d)

Guru harus fokus pada penguasaan materi agama Islam tanpa mempertimbangkan teknologi digital dan AI.

e)

Guru memiliki kemampuan yang baik dalam penguasaan materi, namun perlu meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk pembelajaran.

30.

Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menggunakan AI untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan personal. Namun, beberapa peserta didik Gen Z dan Alpha merasa bahwa pembelajaran menjadi kurang menarik karena AI tidak dapat memahami gaya belajar mereka yang unik. Berdasarkan narasi di atas, identifikasi masalah dan solusi yang tepat untuk menunjukkan jati diri sebagai guru profesional sesuai dengan karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik Gen Z dan Alpha

a)

Masalahnya adalah AI tidak dapat memahami gaya belajar unik peserta didik Gen Z dan Alpha, solusinya adalah mengintegrasikan data gaya belajar peserta didik ke dalam sistem AI untuk membuat pembelajaran lebih personal dan adaptif.

b)

Masalahnya adalah kurangnya interaktivitas, solusinya adalah menambahkan lebih banyak fitur interaktif dalam pembelajaran AI.

c)

Masalahnya adalah AI tidak dapat memahami gaya belajar peserta didik, solusinya adalah mengganti AI dengan metode pembelajaran tradisional.

d)

Masalahnya adalah peserta didik tidak terbiasa dengan AI, solusinya adalah memberikan pelatihan kepada peserta didik tentang cara menggunakan AI.

e)

Masalahnya adalah AI tidak dapat menggantikan peran guru, solusinya adalah mengurangi penggunaan AI dalam pembelajaran.

31.

Seorang siswa dari keluarga miskin tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru PAI. Komentar Anda sebagai seorang guru agama dalam kejadian tersebut adalah...

a)

Apakah kamu tidak bosan berkali-kali mendapatkan hukuman dari saya karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah? Kamu anak kualat

b)

Anak yang tidak patuh sama guru. Kamu berdosa, sudah tahu guru memberikan pekerjaan rumah supaya siswa belajar di rumah, tetapi tetap saja tidak mau mengerjakannya.

c)

Saya sedih melihat kamu mendapatkan hukuman karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Adakah yang dapat kita lakukan bersama sehingga kamu dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu?

d)

Saya tidak senang melihat kamu berkali-kali mendapatkan hukuman karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Apakah yang seharusnya kamu lakukan agar dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu?

e)

Anak pemalas! Masak setiap kali saya memberikan pekerjaan rumah kamu tidak pernah mengerjakannya.

32.

Seorang siswa datang terlambat datang ke sekolah, siswa tersebut beralasan bahwa jalanan macet. Pertanyaan yang dapat disampaikan oleh guru untuk membantu menyadari keterlambatannya adalah...

a)

biasanya pada pukul berapa kamu tidur tadi malam?

b)

bagaimana kamu mengatur tidur sehingga terlambat sekolah?

c)

apakah kamu belum mengetahui pukul berapa masuk sekolah?

d)

pada pukul berapa kamu persiapan sekolah dan sarapan pagi?

e)

berapa lama waktu tempuh perjalanan ke sekolah?

33.

Munculnya pemberitaan bullying di beberapa daerah membuat resah para guru. Beberapa informasi dari siswa yang saling mengejek temannya sudah terdengar namun perlu dianalisis kebenarannya. Apakah langkah yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengetahui kecenderungan perilaku bullying di sekolah?

a)

Mendatangkan ahli untuk menekan perilaku bullying

b)

Mengembangkan instrumen bullying

c)

Melakukan survey untuk mengukur kecenderungan perilaku bullying

d)

Melakukan kajian literatur tentang perilaku bullying

e)

Mengidentifikasi responden yang akan diukur perilakunya

34.

Perilaku siswa yang buruk, motivasi yang rendah dan ketidakdisiplinan merupakan penyebab guru merasa lentekan (stress). Guru juga mungkin menghadapi situasi yang lebih kompleks seperti beban kerja yang berlebih, etos kerja yang kurang baik, kondisi kerja/sumber daya yang kurang serta prospek masa depan. Sebagai seorang guru, situasi tersebut harus dihadapi. Hal yang perlu disiapkan untuk tetap komitmen mendidik siswa adalah ....

a)

Menggunakan teknik self-he/p yang membantu untuk lebih rileks

b)

Menggunakan strategi koping melalui respons-respons emosi maupun kognitif

c)

Menggunakan keterampilan koping dan manajemen diri

d)

Menggunakan kemampuan mengelola kejenuhan akibat kelelahan mental

e)

Menggunakan strategi koping dalam mengelola stress interpersonal, emosional

35.

Bentuk kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan oleh seorang guru adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam......

a)

menyampaikan pembelajaran dan penugasan

b)

berkomunikasi sehari-hari di dalam masyarakat

c)

menyambut orang tua ketika diundang sekolah

d)

berkomunikasi secara akrab dengan siswa-siswinya

e)

menyapa teman guru dan staf sehari-hari di sekolah

36.

Tidak semua pembiayaan untuk memajukan sekolah dapat dicukupi oleh sekolah sendiri, sehingga sekolah berinisiatif memberdayakan orang tua untuk memecahkan masalah pembiayaan tersebut. Sebagai guru yang diundang dalam pertemuan tersebut, sikap yang sebaiknya diambil adalah

a)

mengikuti pertemuan pembahasan keuangan sekolah dengan orang tua dan mentaati keputusannya

b)

tidak mempermasalahkan adanya pertemuan orang tua siswa yang membahas keuangan sekolah

c)

mengusulkan pembatalan pertemuan tersebut karena keputusannya memberatkan orang tua siswa

37.

Ketika mengetahui adanya seorang siswa yang sering membuang sisa makanan yang dibawa dari rumah, tindakan yang selayaknya dilakukan oleh guru adalah ..... Oleh karena itu tahapan yang harus ditempuh oleh guru adalah

a)

membiarkan karena tahu kalau orang tua dari siswa tersebut sangat berkecukupan

b)

menasihati bahwa makanan adalah salah satu sumber daya alam yang perlu dihemat

c)

menasihati supaya tidak membawa makanan yang berlebihan ke sekolah

d)

membiarkan karena tidak ada hubungannya dengan bidang studi yang diajarkannya

e)

menasihati agar sisa makanan yang dibawa bisa dibagikan kepada teman satu kelas

38.

Anda mengetahui bahwa salah satu ketentuan penggunaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) adalah tidak boleh untuk mendanai kegiatan yang dilakukan secara spontan atau kegiatan yang tidak ada dalam program sell pada tahun berjalan. Ketika ada salah satu peserta didik mendapatkan musibah, kepala sekolah memutuskan untuk membantu anak tersebut dengan menggunakan dana BOS. Sikap Anda sebagai guru terhadap kebijakan kepala sekolah tersebut adalah..

a)

mengusulkan kepada kepala sekolah untuk melakukan penggalangan dana

b)

mendukung kebijakan manusiawi kepala sekolah tersebut

c)

mendukung sepenuh hati karena kepala sekolah bertanggung jawab

d)

mengingatkan kepala sekolah bahwa hal tersebut melanggar peraturan

e)

membiarkan agar kepala sekolah menanggung akibatnya kelak

39.

Adakalanya guru mendapatkan kritik dari orang tua siswa dalam mendidik putra-putrinya di sekolah, namun guru harus dapat mengendalikan diri dengan tidak mengedepankan sikap emosional. Dalam hal demikian, tindakan yang semestinya menjadi prioritas guru adalah

a)

menerima semua masukan orang tua untuk segera diterapkan dalam mendidik siswa di sekolah

b)

meniadakan kegiatan ekstrakurikuler menjelang akhir tahun pelajaran, karena menambah beban siswa

c)

memajukan pembelajaran dengan meningkatkan sarana dan prasarana selengkap mungkin

d)

memberikan layanan pendidikan sebaik-baiknya sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan siswa

e)

memberikan layanan pendidikan sebaik-baiknya sesuai permintaan dan kesepakatan dengan orang tua

40.

Seorang guru PAI menghadapi kenyataan bahwa siswa di kelasnya memiliki pemahaman keagamaan yang beragam madzhab. Saat siswa mempelajari materi yang terdapat perbedaan pendapat, bagaimana guru PAI menunjukkan sikap tawassuth?

a)

Memfasilitasi peserta didik untuk mempelajari materi dari berbagai pendapat madzhab

b)

Mengarahkan peserta didik untuk mengikuti satu madzhab tertentu

c)

Mengabaikan perbedaan pendapat yang ada

d)

Melarang peserta didik mendiskusikan perbedaan madzhab

e)

Menyampaikan bahwa hanya satu madzhab yang benar

41.

Seorang guru hendak menyusun soal yang bertujuan membentuk akhlak karimah dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Contoh soal berikut yang paling tepat untuk mengukur tujuan pembelajaran ranah sikap adalah…

a)

Jelaskan pengertian iman, islam, dan ihsan secara lengkap!

b)

Sebutkan lima contoh perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari!

c)

Tuliskan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan perintah berakhlak mulia!

d)

Ceritakan pengalaman pribadimu menunjukkan sikap jujur dalam kehidupan!

e)

Apa akibat dari tidak melaksanakan perintah agama dalam kehidupan sehari-hari?

42.

Pilihlah jawaban yang paling tepat mengenai pengertian iman, islam, dan ihsan!

a)

Iman adalah meyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan; Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan menjalankan syariat-Nya; Ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah.

b)

Iman adalah hanya percaya pada malaikat; Islam adalah hanya mengucapkan syahadat; Ihsan adalah hanya berbuat baik kepada sesama.

c)

Iman adalah menjalankan rukun Islam; Islam adalah percaya kepada rukun iman; Ihsan adalah tidak melakukan dosa.

d)

Iman adalah percaya pada kitab suci; Islam adalah berpuasa saja; Ihsan adalah berzakat saja.

43.

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Membantu teman yang kesulitan

b)

Membolos sekolah tanpa alasan

c)

Berbohong kepada orang tua

d)

Membuang sampah sembarangan

44.

C. Pilih ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan perintah berakhlak mulia!

a)

QS. Al-Hujurat: 13

b)

QS. Al-Fil: 1

c)

QS. Al-Ma'un: 4

d)

QS. Al-Kafirun: 6

45.

Berikut ini adalah contoh sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari adalah...

a)

Mengakui kesalahan saat berbuat salah

b)

Berbohong kepada teman

c)

Menyontek saat ujian

d)

Menyembunyikan barang milik orang lain

46.

Akibat dari tidak melaksanakan perintah agama dalam kehidupan sehari-hari adalah...

a)

Mendapatkan ketenangan batin

b)

Mendapatkan pahala

c)

Menjauh dari nilai-nilai kebaikan

d)

Menjadi teladan yang baik

47.

Seorang gadis berusia 15 tahun dinikahkan oleh orang tuanya karena alasan ekonomi. Dari sudut pandang hukum dan sosial, sebaiknya yang menjadi sikap kritis mahasiswa terhadap kasus tersebut adalah…

a)

Menyalahkan kedua orang tua sepenuhnya karena telah melanggar hukum.

b)

Mengabaikan kasus tersebut karena pernikahan adalah urusan pribadi.

c)

Membenarkan tindakan itu karena kedua belah pihak telah setuju.

d)

Mengkaji aspek hukumnya, dan menyarankan pendekatan edukatif dan preventif.

e)

Mendukung pernikahan tersebut selama berlangsung dengan restu keluarga.

48.

Dalam suatu kelompok, peserta didik diminta untuk menganalisis beberapa hadis dan menentukan mana yang termasuk hadis shahih. Cara yang paling efektif untuk menyelesaikan tugas ini dengan semangat gotong royong adalah…

a)

Masing-masing anggota kelompok menganalisis hadis secara individu dan kemudian membandingkan hasilnya.

b)

Satu orang anggota kelompok yang paling berpengalaman mengerjakannya, sementara yang lain mendukung kebutuhannya.

c)

Mendiskusikan kriteria hadis shahih dan memverifikasinya dengan melibatkan semua anggota kelompok.

d)

Kelompok memilih hadis yang paling mudah dipahami dan memeriksa keabsahannya.

e)

Setiap anggota kelompok memilih suatu hadis favorit dan mendiskusikannya lebih lanjut.

49.

Dalam sebuah diskusi, seorang peserta didik mengungkapkan bahwa ia merasa terbebani dengan takdir hidupnya yang berbeda dengan orang lain, terutama dalam hal latar belakang keluarga dan tradisi yang dijalani. Menurut Anda, sikap yang paling tepat agar peserta didik tersebut dapat menerima takdirnya dengan lebih baik adalah…

a)

Menyuruhnya untuk segera mengubah pandangan hidupnya dan mengikuti standar hidup orang lain

b)

Mendorongnya untuk mengabaikan tradisi dan menciptakan identitas baru yang tidak terikat oleh takdirnya.

c)

Mengajaknya merefleksikan dan menerima takdir sebagai bagian dari perjalanan hidup yang memiliki hikmah.

d)

Menyatakan bahwa takdir adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, jadi lebih baik ia menerima tanpa mempertanyakan apapun.

e)

Memberinya solusi praktis untuk mengubah keadaan keluarganya agar sesuai dengan harapan sosial yang ada

50.

Dalam konteks pemahaman ayat-ayat Mutasyabihat yang seringkali menimbulkan multiinterpretasi, bagaimana seharusnya seorang mufassir kontemporer merumuskan pendekatan tafsir terhadap QS. Ali 'Imran [3]: 7 agar tafsir tersebut mampu menjawab isu-isu modern seperti perkembangan sains dan teknologi. Agar diperoleh hasil tafsir yang relevan dengan modernitas tanpa menyimpang dari prinsip-prinsip keislaman, cara berikut yang paling tepat dilakukan adalah…

a)

Dengan mengutamakan takwil rasional sepenuhnya atas ayat mutasyabihat demi relevansi modern.

b)

Dengan mengedepankan ijtihad dengan merujuk pada tafsir klasik untuk merespon dinamika zaman.

c)

Dengan menolak pendekatan takwil terhadap ayat mutasyabihat demi menjaga kesucian makna aslinya.

d)

Dengan mengintegrasikan pemahaman ayat muhkamât dalam menafsirkan ayat mutasyabihat secara kontekstual dan metodologis.

e)

Dengan mengadopsi sepenuhnya tafsir sufistik yang bersifat simbolik untuk memahami pesan tersembunyi ayat mutasyabihat.

51.

Seorang guru merencanakan pembelajaran mengenai ayat muhkamât dan mutasyâbihât dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Dalam konteks ini, guru ingin agar peserta didik dapat menganalisis tafsir atas ayat-ayat tersebut berdasarkan struktur keilmuan dengan tetap mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam. Opsi berikut yang paling tepat dipilih dalam merancang tujuan pembelajaran yang sesuai adalah…

a)

Merancang tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik menghafal tafsir ayat muhkamât dan mutasyâbihât sesuai konteks sosial atau budaya.

b)

Menyusun tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik mampu mengevaluasi tafsir ayat-ayat tersebut berdasarkan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik.

c)

Menyusun tujuan pembelajaran yang menekankan pada hafalan ayat tanpa memperhatikan konteks sosial budaya.

d)

Merancang tujuan pembelajaran yang hanya berfokus pada aspek kognitif tanpa memperhatikan karakteristik peserta didik.

e)

Menyusun tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik menyalin tafsir ayat muhkamât dan mutasyâbihât dari buku teks tanpa analisis lebih lanjut.

52.

Dalam pelaksanaan pembelajaran klasifikasi hadis menggunakan pendekatan project-based learning (PjBL), guru membagi peserta didik dalam kelompok untuk menyusun proyek visual yang menjelaskan perbedaan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif. Berdasarkan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik yang beragam, strategi analitis yang paling tepat dilakukan guru agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif adalah…

a)

Menyerahkan seluruh tanggung jawab proyek kepada siswa tanpa arahan, agar mereka belajar secara mandiri.

b)

Mengarahkan seluruh kelompok untuk membuat proyek dengan format dan isi yang sama agar pembelajaran lebih efisien.

c)

Memberi kebebasan penuh kepada siswa tanpa mengaitkan proyek dengan struktur keilmuan klasifikasi hadis.

d)

Membimbing kelompok sesuai dengan gaya belajar masing-masing, lalu mengevaluasi proyek berdasarkan pemahaman terhadap unsur sanad, matan, dan derajat hadis.

e)

Menyediakan jawaban lengkap di awal agar siswa langsung menyalin dalam proyek mereka tanpa perlu menganalisis isi hadis.

53.

Seorang guru menggunakan pendekatan discovery-based learning (DBL) saat mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi rahasia takdir dan kaitannya dengan iman kepada hari akhir. Berdasarkan pendekatan tersebut dan karakteristik peserta didik yang memiliki latar belakang pemahaman beragam, strategi evaluasi yang paling tepat untuk mendorong analisis kritis peserta didik terhadap materi adalah…

a)

Memberikan soal pilihan ganda dengan jawaban tunggal agar penilaian cepat dan objektif.

b)

Meminta peserta didik menyalin kembali penjelasan guru tentang takdir dan hari akhir sebagai bentuk penguatan hafalan.

c)

Menyuruh peserta didik membaca buku teks dan mencatat poin penting tanpa refleksi atau diskusi.

d)

Menjelaskan langsung hubungan antara takdir dan hari akhir dan memberi ruang eksplorasi kepada peserta didik.

54.

Dalam merancang materi ajar tentang pembentukan akhlak karimah sebagai pilar karakter bangsa menggunakan pendekatan TPACK, guru harus memperhatikan tiga aspek utama: teknologi, pedagogi, dan konten. Berikut langkah awal yang paling logis dalam menyusun alur materi ajar tersebut sesuai dengan karakteristik peserta didik, yaitu…

a)

Menentukan tujuan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai akhlak karimah, pendekatan pembelajaran yang sesuai, dan media teknologi pendukung.

b)

Menentukan aplikasi digital yang populer di kalangan siswa sebelum menentukan isi materi.

c)

Menyusun daftar tokoh bangsa yang berprestasi dan mengaitkan prestasinya dengan nilai akhlak.

d)

Langsung membuat kuis online berdasarkan kompleksitas isi materi pembelajaran.

e)

Menyalin materi dari buku teks lalu membagikannya tanpa adaptasi terhadap kebutuhan siswa.

55.

Seorang guru akan melaksanakan pembelajaran fiqih kontemporer dengan pendekatan deep learning. Agar sesuai dengan karakteristik peserta didik yang aktif dan kritis, guru harus menyusun alur pembelajaran yang logis dan bermakna. Berikut merupakan langkah penerapan yang paling tepat dilakukan guru dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran tersebut, yaitu…

a)

Menyampaikan seluruh materi secara ceramah agar siswa dapat menyerap informasi dengan cepat.

b)

Memberikan rangkuman materi fiqih kontemporer lalu meminta siswa menghafalkannya.

c)

Mengajak siswa mengamati fenomena sosial terkini, lalu membimbing mereka menemukan sendiri konsep fiqih kontemporer yang relevan.

d)

Membagikan materi dalam bentuk artikel ilmiah tanpa penjelasan dan meminta siswa menyelesaikan soal.

e)

Menugaskan siswa untuk membuat presentasi tanpa arahan tentang isi fiqih kontemporer.

56.

Dalam menerapkan model pelayanan konseling untuk materi ajar transformasi peradaban Islam, seorang guru perlu mengevaluasi tujuan pembelajaran agar sesuai karakteristik peserta didik. Berikut adalah urutan (alur) materi ajar yang paling logis untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu…

a)

Mengidentifikasi nilai-nilai peradaban Islam → Menganalisis dampak transformasi sejarah → Menghubungkan dengan konteks kehidupan modern → Merefleksikan relevansinya bagi peserta didik.

b)

Menghafal periode penting peradaban Islam → Menyajikan fakta → Memberikan tugas proyek dengan panduan.

57.

Dalam merencanakan kegiatan aksi pada program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), guru perlu menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Berikut adalah langkah pengembangan materi ajar yang paling tepat untuk mengintegrasikan nilai-nilai P5 secara efektif, yaitu…

a)

Menghafal sila-sila Pancasila → Memberikan contoh kasus → Menilai berdasarkan kuis tertulis.

b)

Mengidentifikasi nilai-nilai P5 yang relevan dengan konteks peserta didik → Merancang proyek kolaboratif berbasis masalah lokal → Mengevaluasi dampak pembelajaran melalui refleksi kritis.

c)

Menyampaikan materi tentang Pancasila → Memberikan tugas individu dengan umpan balik → Memperhatikan konteks sosial peserta didik.

d)

Fokus pada aspek kognitif nilai-nilai P5 → Menggunakan metode pembelajaran sesuai → Melibatkan peserta didik dalam praktik nyata.

e)

Mengadakan lomba cerdas cermat Pancasila → Menekankan kompetisi antar siswa → Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

58.

Seorang guru hendak mengintegrasikan nilai-nilai Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PPRA) ke dalam pembelajaran IPS di kelas VIII SMP yang mayoritas siswanya berasal dari latar belakang multikultural. Guru ingin menyusun materi ajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Langkah analisis yang paling tepat dilakukan guru untuk memastikan pengembangan materi ajar tersebut sesuai prinsip PPRA, adalah…

a)

Menentukan metode pembelajaran yang menarik minat siswa secara individual dengan tetap mempertimbangkan latar belakang mereka.

b)

Menyesuaikan materi ajar dengan silabus yang berlaku secara umum tanpa memodifikasi kontennya.

c)

Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, lalu menyusun materi ajar yang menanamkan nilai toleransi, keadilan, dan kasih sayang sesuai konteks kehidupan siswa.

d)

Mengambil materi dari sumber ajar yang sudah tersedia setelah melakukan penyesuaian dengan lingkungan belajar siswa.

e)

Mengutamakan pencapaian kognitif siswa dengan fokus pada materi hafalan demi hasil ujian yang maksimal.

59.

Pada suatu sekolah dengan keragaman budaya peserta didik tinggi, guru Pendidikan Agama Islam mengamati adanya kecenderungan sebagian peserta didik memahami ajaran agama secara eksklusif dan kurang terbuka terhadap perbedaan. Berdasarkan praktik moderasi beragama yang berkembang di masyarakat seperti dialog antar umat beragama, pelestarian budaya lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial lintas agama, tindakan guru yang paling tepat dalam mengembangkan materi ajar Islam wasathiyah agar tujuan pembelajaran tercapai sesuai karakteristik peserta didik adalah…

a)

Menambahkan materi fiqih lintas mazhab dan menyuruh siswa memilih mazhab yang paling benar.

b)

Menekankan pentingnya akidah yang benar dan memperkuat identitas kelompok keagamaan.

c)

Mendorong diskusi kelas tentang toleransi dan praktik keberagamaan dengan pendekatan kontekstual.

d)

Mewajibkan peserta didik mengikuti kajian Islam dari tokoh agama setiap pekan.

e)

Menyampaikan perbedaan agama lain secara normatif tanpa perlu dialog atau diskusi.

60.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang pluralistik, praktik moderasi beragama sering diwujudkan melalui kolaborasi lintas agama dalam kegiatan sosial, penguatan toleransi di ruang publik, dan penerimaan terhadap kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Seorang guru meminta peserta didik mengevaluasi pengembangan materi ajar Pendidikan Agama Islam untuk memperkuat karakter Islam wasathiyah di lingkungan sekolah menengah. Dari pernyataan berikut, alasan paling tepat dalam memilih materi ajar Islam sebagai agama moderat sesuai dengan implementasi nilai-nilai moderasi beragama di masyarakat adalah…

a)

A. Agar peserta didik dapat memperkuat identitas keislaman dalam menghadapi pengaruh budaya asing.

b)

B. Untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berdebat mempertahankan kebenaran ajaran Islam.

c)

C. Sebagai upaya membentengi peserta didik dari ideologi lain yang dianggap menyimpang.

d)

D. Untuk menanamkan nilai toleransi, keseimbangan, dan keadilan dalam keberagamaan di tengah masyarakat majemuk.

e)

E. Supaya peserta didik lebih mudah membedakan ajaran Islam yang benar dari kelompok berbeda.

61.

Pendekatan pembelajaran apa yang digunakan guru PAI dalam mengajarkan materi tafsir tematik tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan keadilan sosial di SMA?

a)

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

b)

Pembelajaran Konvensional

c)

Pembelajaran Berbasis Proyek

d)

Pembelajaran Berbasis Ceramah

62.

Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk dikembangkan berdasarkan skenario tersebut adalah…

a)

Guru membimbing siswa menganalisis masalah nyata, mencari solusi berdasarkan pemahaman terhadap tafsir ayat-ayat terkait, dan mempresentasikan hasilnya dalam kelompok.

b)

Guru menyampaikan penjelasan ayat secara klasikal, lalu siswa diberi tugas membuat ringkasan.

c)

Guru meminta siswa membaca teks tafsir dan mengerjakan soal pilihan ganda berdasarkan isi ayat.

d)

Guru membagikan materi ayat dan penjelasannya, lalu meminta siswa menuliskan pendapat pribadi.

e)

Guru mengarahkan siswa menghafal ayat-ayat bertema sosial, lalu menjelaskan artinya secara lisan.

63.

Dalam suatu kelas, guru PAI memberikan topik tentang klasifikasi hadis dari aspek kualitas sanad dan matan. Untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Guru menyajikan kasus di masyarakat tentang penyebaran hadis yang diragukan kesahihannya di media sosial. Rancangan pembelajaran yang paling sesuai untuk situasi ini adalah…

a)

Memberikan daftar hadis dan menugaskan siswa menghafal klasifikasinya berdasarkan kitab-kitab hadis.

b)

Menyajikan kasus penyebaran hadis lemah, lalu membimbing siswa menganalisisnya menggunakan ilmu klasifikasi hadis.

c)

Menjelaskan teori klasifikasi hadis lalu memberi kuis untuk menguji pemahaman siswa secara individu.

d)

Membagi siswa dalam kelompok untuk membahas sanad dan matan hadis dengan panduan teks klasik.

e)

Menyuruh siswa menulis makalah tentang jenis-jenis hadis tanpa dikaitkan dengan masalah kontekstual.

64.

Seorang guru PAI ingin mengembangkan pembelajaran materi "hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir" untuk siswa SMA. Ia menemukan bahwa banyak peserta didik terpengaruh oleh konten media sosial yang menyebarkan fatalisme (pasrah tanpa usaha) dan pemahaman keliru bahwa takdir meniadakan usaha manusia. Guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Rancangan pembelajaran paling tepat yang dapat dibuat guru adalah…

a)

Guru menugaskan siswa menonton video ceramah tentang takdir, lalu membuat ringkasan isi video.

b)

Guru membagikan artikel daring dari sumber keislaman, lalu siswa diminta menjawab soal latihan pilihan ganda.

65.

Dalam pembelajaran materi "Mu'jizat, Karamah, dan Sihir", seorang guru PAI menghadapi keberagaman karakter peserta didik: ada yang unggul secara logis-analitis, ada yang cenderung visual-auditori, dan ada pula yang kuat dalam keterampilan komunikasi. Guru ingin merancang pembelajaran yang menyesuaikan dengan perbedaan individu peserta didik namun tetap sesuai dengan struktur keilmuan akidah Islam. Berikut rancangan strategi pembelajaran yang paling tepat berdasarkan pendekatan berbasis perbedaan individu, yaitu…

a)

Menugaskan semua peserta didik menulis makalah ilmiah tentang perbedaan mu'jizat, karamah, dan sihir dari kitab-kitab klasik.

b)

Memberikan ceramah umum tentang tema, lalu mengadakan ujian tulis standar bagi seluruh siswa.

c)

Membagi siswa ke dalam kelompok sesuai minat dan gaya belajar, lalu memberi pilihan tugas: membuat video penjelasan, debat antar kelompok, atau mind mapping analisis dalil.

d)

Menyuruh siswa membaca materi dari buku ajar dan membuat rangkuman untuk dipresentasikan bergantian.

e)

Memberikan tugas hafalan ayat dan hadis terkait mu'jizat kepada seluruh siswa tanpa variasi metode.

66.

Seorang guru PAI ingin merancang pembelajaran akhlak tentang pentingnya membentuk akhlak terpuji di lingkungan sekolah. Ia menyadari bahwa peserta didik memiliki perbedaan dalam gaya belajar, latar belakang keluarga, serta tingkat kedewasaan sosial-emosional. Sebagai guru yang memahami struktur keilmuan akhlak dan prinsip pedagogi diferensiasi, rancangan pembelajaran manakah yang paling tepat berikut untuk memastikan semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran…

a)

Merancang tugas berbasis proyek dengan diferensiasi pilihan sesuai gaya belajar siswa.

b)

Menyampaikan ceramah moral dan memberi tugas membuat makalah tentang akhlak karimah.

c)

Memberi satu model penugasan berupa hafalan ayat dan hadis akhlak kepada seluruh peserta didik.

d)

Menggunakan metode diskusi terbuka dengan pertanyaan pemantik yang sama untuk semua siswa.

67.

Seorang guru PAI akan mengajar materi fiqih kontemporer tentang transaksi digital (e-commerce) dalam Islam kepada peserta didik yang memiliki latar belakang kemampuan belajar dan akses teknologi yang berbeda. Guru ingin menerapkan pendekatan berbasis perbedaan individu dan memanfaatkan teknologi pendidikan agar pembelajaran berjalan efektif dan inklusif. Berikut adalah rancangan pembelajaran yang tepat, yaitu…

a)

Menugaskan seluruh peserta didik menonton ceramah daring tentang hukum jual beli online, lalu membuat ringkasan dalam bentuk makalah.

b)

Memberi soal kuis daring yang sama kepada seluruh peserta didik melalui platform pembelajaran.

c)

Memberikan bahan bacaan digital yang sama kepada semua siswa dan meminta membuat tanggapan tertulis.

d)

Menyuruh siswa membuat jurnal pembelajaran dari artikel hukum transaksi online tanpa menggunakan media digital.

e)

Menyediakan beberapa pilihan tugas yang sesuai gaya belajar peserta didik lalu mengunggahnya ke platform kelas.

68.

Seorang guru PAI hendak mengajarkan materi tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, seperti hak atas keadilan, keamanan, kebebasan berpendapat, dan kesejahteraan. Guru ingin menerapkan pembelajaran mendalam agar peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menganalisis konteks sosial dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata. Berikut adalah rancangan pembelajaran yang tepat dipilih oleh guru, yaitu…

a)

Menyampaikan ceramah tentang konsep hak-hak rakyat menurut Islam dan menugaskan siswa membuat rangkuman materi.

b)

Menyuruh siswa membaca pasal-pasal hukum Islam tentang hak warga negara, lalu membuat catatan individu.

c)

Menyediakan sumber bacaan primer dan kasus aktual pelanggaran hak rakyat, lalu membimbing siswa dan merancang aksi sosial digital berbasis nilai keadilan Islam.

d)

Memberikan tugas kelompok membuat poster tentang hak-hak rakyat dalam Islam untuk dipajang di kelas.

e)

Menugaskan siswa menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis tentang keadilan sosial.

69.

Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk mengajarkan materi perkembangan kepemimpinan Islam, agar peserta didik memahami konsep kepemimpinan Islam secara mendalam dan dapat menganalisis serta menerapkannya dalam kehidupan nyata adalah…

a)

Menggunakan metode studi kasus dan diskusi kelompok tentang kepemimpinan Islam dari masa Nabi hingga pemimpin kontemporer

b)

Memberikan ceramah satu arah tentang sejarah kepemimpinan Islam

c)

Menyuruh peserta didik membaca buku teks tanpa diskusi

d)

Menayangkan film dokumenter tanpa refleksi atau diskusi

70.

Seorang guru PAI akan mengajarkan materi pendidikan nilai atau karakter dengan fokus pada nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati, serta cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menerapkan pembelajaran mendalam dengan memanfaatkan teknologi untuk memastikan bahwa peserta didik tidak hanya memahami konsep nilai tersebut, tetapi juga mampu menganalisis dan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam konteks sosial yang lebih luas. Guru berharap peserta didik dapat berdiskusi, berefleksi, dan memecahkan masalah secara kreatif melalui media digital dengan merancang pembelajaran…

a)

Menyampaikan materi tentang nilai-nilai karakter secara lisan, lalu menugaskan siswa untuk membuat esai tentang pentingnya karakter dalam kehidupan.

b)

Menggunakan video pendek tentang contoh penerapan nilai karakter di kehidupan nyata, lalu meminta siswa menulis refleksi dan membagikannya di forum kelas daring.

c)

Memberikan tugas membaca artikel tentang karakter, lalu membuat presentasi PowerPoint yang menjelaskan nilai-nilai karakter di kehidupan sehari-hari.

d)

Menyediakan kasus-kasus pelanggaran nilai karakter yang terjadi di masyarakat, lalu mengajak siswa untuk berdiskusi secara tatap muka tanpa menggunakan teknologi.

e)

Menugaskan siswa untuk menghafal definisi nilai karakter, lalu menguji mereka dengan soal pilihan ganda tentang teori-teori pendidikan karakter.

71.

Seorang guru PAI akan mengajarkan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat (wasathiyah), dengan tujuan agar peserta didik dapat memahami prinsip-prinsip toleransi terhadap dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menggunakan pendekatan TPACK, yang mengintegrasikan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten keilmuan secara seimbang, untuk memastikan pembelajaran lebih interaktif, efektif, dan relevan. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru sebaiknya merancang pembelajaran dengan…

a)

Menyampaikan ceramah langsung tentang prinsip-prinsip toleransi, lalu meminta siswa membuat rangkuman dan menugaskan mereka untuk membaca materi tambahan dari buku teks.

b)

Menggunakan platform pembelajaran daring untuk mengunggah materi tentang prinsip-prinsip toleransi dan memberikan soal pilihan ganda terkait teori moderasi beragama.

72.

Guru ingin menyajikan materi kajian tafsir bi al-Ra'yi tentang penafsiran Al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada metode penafsiran klasik tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip metodologi tafsir kontemporer dan isu-isu etis yang terkait dengan penafsiran subjektif dalam konteks masyarakat modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menganalisis kasus-kasus penafsiran Al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi dan mempertimbangkan implikasi etisnya dalam konteks masyarakat modern

b)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menghafal metode penafsiran klasik tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip metodologi tafsir kontemporer

c)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang penafsiran Al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan isu-isu etis

d)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang penafsiran Al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan konteks masyarakat modern

e)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang penafsiran Al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif

73.

Guru ingin menyajikan materi klasifikasi hadis tentang kategori hadis sahih, hasan, dan dhaif. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada definisi dan contoh-contoh hadis klasik tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari dan aplikasi praktisnya dalam masyarakat modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.

b)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menghafal definisi dan contoh-contoh hadis sahih, hasan, dan dhaif tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya

c)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya

74.

Guru ingin menyajikan materi tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada konsep takdir dan hari akhir secara teoretis tanpa mempertimbangkan implikasi dan aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana konsep takdir mempengaruhi perilaku dan keputusan seseorang dalam menghadapi tantangan zaman modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan DBL (Discovery-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah....

a)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik menemukan contoh-contoh bagaimana konsep takdir mempengaruhi perilaku dan keputusan seseorang dalam menghadapi tantangan zaman modern melalui diskusi dan penelitian.

b)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik menghafal konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.

c)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan implikasi praktisnya.

d)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari.

e)

Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.

75.

Guru ingin menyajikan materi tentang sihir, namun materinya hanya berfokus pada cerita-cerita rakyat dan mitos tentang sihir tanpa mempertimbangkan penjelasan ilmiah dan logis tentang fenomena yang sering dikaitkan dengan sihir. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana membedakan antara sihir sebagai kepercayaan dan praktik yang berpotensi merugikan dengan penjelasan rasional tentang fenomena alam dan psikologi. Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berpendekatan DL (Discovery Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang akomodatif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik menghafal cerita-cerita rakyat dan mitos tentang sihir tanpa mempertimbangkan penjelasan ilmiah dan logis.

b)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang sihir berdasarkan cerita-cerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari.

c)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang sihir berdasarkan cerita-cerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan penjelasan rasional.

d)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang sihir berdasarkan cerita-cerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan penjelasan ilmiah dan logis.

e)

Menggunakan DL untuk meminta peserta didik menemukan penjelasan ilmiah dan logis tentang fenomena yang sering dikaitkan dengan sihir melalui diskusi dan penelitian.

76.

Guru ingin menyajikan materi tentang klasifikasi hadis, namun hanya berfokus pada teori dan hafalan tanpa mempertimbangkan aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna adalah....

a)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menemukan contoh-contoh hadis sahih, hasan, dan daif dalam konteks kehidupan sehari-hari dan mempresentasikan hasilnya dalam bentuk laporan atau presentasi.

b)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menghafal klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.

c)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.

d)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.

e)

Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menganalisis contoh-contoh hadis sahih, hasan, dan daif dalam konteks kehidupan sehari-hari dan mempresentasikan hasilnya dalam bentuk laporan atau presentasi.

77.

Guru ingin menyajikan materi tentang pembentukan akhlak karimah, namun materinya hanya berfokus pada nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini, seperti penggunaan media sosial, globalisasi, dan isu-isu lingkungan. Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berpendekatan TPACK (Technological Pedagogical And Content Knowledge) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik membuat video tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang adaptif.

b)

Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik menghafal nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern.

c)

Menggunakan TPACK untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran pembentukan akhlak karimah, seperti menggunakan media sosial untuk membahas nilai-nilai moral dalam konteks kehidupan modern.

d)

Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan isu-isu lingkungan dan globalisasi.

e)

Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan penggunaan teknologi yang efektif.

78.

Guru ingin menyajikan materi tentang fikih kontemporer terkait riba, namun materinya hanya berfokus pada definisi dan hukum riba dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan aplikasi dan implikasi riba dalam sistem keuangan modern, seperti bank konvensional, investasi, dan produk keuangan lainnya. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana fikih riba dapat diaplikasikan dalam konteks ekonomi global dan keuangan syariah yang berkembang saat ini. Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk membantu peserta didik menganalisis aplikasi fikih riba dalam konteks keuangan modern dan ekonomi global, serta memberikan bimbingan untuk mengembangkan karakter unggul.

b)

Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik menghafal definisi dan hukum riba dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan aplikasi praktis.

c)

Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang fikih riba tanpa mempertimbangkan konteks aplikasi modern.

79.

Guru ingin menyajikan materi tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, namun materinya hanya berfokus pada konsep klasik tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer seperti hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan sosial dalam konteks kehidupan modern. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang paling sesuai untuk menciptakan lingkungan belajar yang akomodatif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk membantu peserta didik dengan kebutuhan khusus memahami hak-hak rakyat dalam perspektif Islam dan mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari yang inklusif.

b)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik menghafal konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan kebutuhan khusus.

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer.

d)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern.

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang inklusif.

80.

Guru ingin menyajikan materi tentang perkembangan kepemimpinan Islam, namun materinya hanya berfokus pada sejarah khulafaur rasyidin dan pemimpin-pemimpin Islam klasik tanpa mempertimbangkan konsep kepemimpinan Islam dalam konteks modern, seperti kepemimpinan transformasional, kepemimpinan situasional, dan peran pemimpin dalam masyarakat global. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal sejarah khulafaur rasyidin tanpa mempertimbangkan konteks kepemimpinan modern

b)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan peserta didik menganalisis konsep kepemimpinan Islam dalam konteks modern dan

81.

Guru ingin menyajikan materi tentang pendidikan nilai atau karakter, namun materinya hanya berfokus pada nilai-nilai tradisional seperti patuh pada otoritas dan hierarki sosial tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kontemporer seperti toleransi, empati, dan kesadaran lingkungan. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks kehidupan modern yang kompleks dan beragam. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus untuk meminta peserta didik menganalisis nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam konteks kehidupan sehari-hari.

b)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam kehidupan modern.

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis diskusi untuk meminta peserta didik membahas nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer.

d)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi untuk meminta peserta didik mempraktikkan nilai-nilai tradisional dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan dinamika kehidupan modern.

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan peserta didik mengembangkan nilai-nilai kontemporer seperti toleransi, empati, dan kesadaran lingkungan melalui kegiatan nyata dalam komunitas.

82.

Pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing dalam konteks pembelajaran moderasi Islam yang mempertimbangkan isu-isu kontemporer adalah...

a)

Pendekatan kontekstual yang mengaitkan materi dengan isu-isu kontemporer dan kehidupan sehari-hari

b)

Pendekatan hafalan terhadap teks-teks klasik tanpa diskusi isu modern

c)

Pendekatan otoriter yang hanya menekankan pada disiplin kelas

d)

Pendekatan individual tanpa kolaborasi antar siswa

83.

Guru menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) untuk mengajarkan materi kajian tafsir terkait metode tafsir tahlili. Peserta didik diminta untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an dengan menggunakan metode tafsir tahlili dan mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleransi dan empati melalui diskusi kelompok. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...

a)

Menggunakan teknik asesmen tes tertulis untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengingat konsep metode tafsir tahlili.

b)

Menggunakan teknik asesmen observasi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleransi dan empati selama diskusi kelompok.

c)

Menggunakan teknik asesmen proyek untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan aplikasi metode tafsir tahlili dalam konteks kehidupan sehari-hari.

d)

Menggunakan teknik asesmen portofolio untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an dengan metode tafsir tahlili.

e)

Menggunakan teknik asesmen self-assessment untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.

84.

Guru menggunakan pendekatan PjBL untuk mengajarkan materi hadis daif. Peserta didik diminta untuk membuat proyek yang menganalisis contoh hadis daif dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam memahami konsep hadis daif dan prinsip-prinsipnya. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek pengetahuan adalah...

a)

Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam berdiskusi tentang hadis daif.

b)

Tes tertulis yang menilai pemahaman peserta didik tentang konsep hadis daif dan prinsip-prinsipnya.

c)

Penilaian proyek yang menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis contoh hadis daif.

d)

Penilaian portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengumpulkan dan merefleksikan informasi tentang hadis daif.

e)

Self-assessment yang menilai refleksi peserta didik terhadap proses pembelajaran hadis daif.

85.

Guru menggunakan pendekatan DL untuk mengajarkan materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Peserta didik diminta untuk mengeksplorasi dan menemukan konsep-konsep yang terkait dengan takdir dan hari akhir melalui diskusi kelompok dan presentasi. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep-konsep tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek keterampilan adalah...

a)

Observasi terhadap partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok.

b)

Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi konsep takdir dan hari akhir dalam kehidupan sehari-hari.

c)

Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep takdir dan hari akhir.

d)

Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.

e)

Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri.

86.

Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada pengalaman dan refleksi untuk mengajarkan materi karamah. Peserta didik diminta untuk menganalisis contoh-contoh karamah dan merefleksikan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap karamah. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...

a)

Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan definisi karamah.

b)

Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.

c)

Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi karamah dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap karamah.

e)

Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri.