Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Worksheet: Nanofarmasetika (Drug Delivery System)

Total questions: 69

Worksheet time: 2hrs 18mins

Name
Class
Date
1.

Kitosan banyak dikembangkan dalam NDDS karena …

a)

Bersifat hidrofob

b)

Tidak bermuatan

c)

Bioadhesif dan meningkatkan absorpsi mukosa

d)

Bersifat toksik

e)

Tidak biodegradable

2.

Kombinasi kitosan dengan tripolifosfat membentuk nanopartikel melalui mekanisme …

a)

Emulsifikasi

b)

Koaservasi

c)

Gelasi ionotropik

d)

Presipitasi

e)

Adsorpsi

3.

Muatan positif kitosan berperan penting dalam …

a)

Menurunkan adhesi sel

b)

Meningkatkan interaksi dengan mukosa bermuatan negatif

c)

Menurunkan stabilitas nanopartikel

d)

Menghambat penetrasi obat

e)

Menurunkan bioavailabilitas

4.

Nanopartikel lipid banyak digunakan untuk penghantaran gen/vaksin karena …

a)

Mudah terdegradasi

b)

Tidak berinteraksi dengan sel

c)

Melindungi asam nukleat dari degradasi dan memfasilitasi masuk ke sel

d)

Tidak dapat dimodifikasi

e)

Menghambat ekspresi gen

5.

Hambatan utama dalam sistem penghantaran obat transdermal adalah …

a)

Dermis

b)

Epidermis

c)

Stratum korneum

d)

Hipodermis

e)

Folikel rambut

6.

Teknologi nano pada sistem transdermal dikembangkan untuk …

a)

Menurunkan pH sediaan

b)

Mengurangi dosis hingga nol

c)

Mengatasi hambatan kulit dan meningkatkan penetrasi obat

d)

Menghilangkan basis

e)

Mempercepat pengemasan

7.

Suatu obat bersifat sukar larut air dan mengalami first pass metabolisme tinggi. Sistem paling tepat adalah …

a)

Tablet konvensional

b)

Suspensi

c)

SNEDDS

d)

Sirup

e)

Tablet salut gula

8.

Obat topikal yang diharapkan memiliki retensi tinggi di kulit paling tepat diformulasikan dalam …

a)

Emulsi konvensional

b)

Gel hidrofilik

c)

SLN

d)

Tablet

e)

Sirup

9.

Obat yang mudah terdegradasi di saluran cerna dan memerlukan peningkatan absorpsi mukosa cocok menggunakan …

a)

Liposom

b)

Nanopartikel kitosan

c)

Tablet

d)

Suspensi

e)

Larutan oral

10.

Jika suatu sistem nano menunjukkan PDI > 0,70{,}7 maka dapat disimpulkan bahwa …

a)

Sistem sangat stabil

b)

Distribusi ukuran sangat seragam

c)

Sistem heterogen dan berpotensi tidak stabil

d)

Muatan permukaan tinggi

e)

Bioavailabilitas pasti tinggi

11.

Metode pembuatan liposom yang paling sederhana dan paling sering digunakan adalah

a)

Reverse phase evaporation

b)

Freeze–thaw

c)

Thin film hydration

d)

Detergent removal

e)

Polyol dilution

12.

SNEDDS meningkatkan bioavailabilitas obat terutama karena

a)

Tidak memerlukan surfaktan

b)

Menghasilkan nanoemulsi dengan luas permukaan tinggi

c)

Menurunkan permeabilitas usus

d)

Mengikat protein plasma

e)

Tidak mengalami first-pass metabolisme

13.

Ko-surfaktan pada SNEDDS digunakan untuk

a)

Memperbesar ukuran globul emulsi

b)

Meningkatkan viskositas minyak

c)

Mengganti peran surfaktan utama

d)

Menghilangkan fase minyak sepenuhnya

e)

Menurunkan tegangan antarmuka sehingga globul lebih kecil

14.

Parameter karakterisasi penting pada SLN yang menentukan kestabilan dispersi adalah

a)

Zeta potensial

b)

Viskositas lipid

c)

Warna formulasi

d)

Bentuk wadah penyimpanan

e)

Suhu pengeringan freeze-dryer

15.

Keuntungan penggunaan High Shear Homogenization (HSH) + sonikasi pada pembuatan SLN adalah

a)

Tidak menggunakan alat apapun

b)

Cocok untuk skala industri besar

c)

Menghasilkan PDI yang sangat kecil

d)

Mudah dilakukan pada penelitian awal di laboratorium

e)

Tidak memerlukan energi mekanik

16.

Salah satu keuntungan liposom dibandingkan sistem konvensional adalah

a)

Hanya cocok untuk obat lipofilik

b)

Tidak dapat melindungi obat dari degradasi

c)

Dapat mengenkapsulasi senyawa hidrofilik dan hidrofobik

d)

Tidak memiliki kemampuan targeted delivery

e)

Tidak dapat digunakan sebagai injeksi

17.

Metode pembuatan SLN yang menghasilkan ukuran paling kecil dan paling sempit distribusinya adalah

a)

Solvent evaporation

b)

High shear homogenization + sonikasi

c)

Stirring konvensional

d)

Hot melt extrusion

e)

High Pressure Homogenization (HPH)

18.

Pada metode ethanol injection untuk pembuatan liposom, kelebihan utamanya adalah

a)

Tidak memerlukan pelarut organik

b)

Dapat menghasilkan vesikel berukuran sangat kecil (±30 nm)

c)

Tidak perlu proses pemurnian

d)

Dapat menghasilkan liposom dalam bentuk gel

e)

Menghasilkan liposom tanpa fosfolipid

19.

Salah satu tujuan penggunaan surfaktan dalam SNEDDS adalah

a)

Meningkatkan kristalisasi obat

b)

Membentuk lapisan padat pada permukaan minyak

c)

Menurunkan tegangan antarmuka untuk mempermudah emulsifikasi

d)

Mengubah fase minyak menjadi padatan

e)

Menurunkan pH sistem secara drastis

20.

Salah satu alasan kenapa SNEDDS dapat menghindari first-pass metabolisme adalah

a)

Surfaktan mengendapkan obat di lambung

b)

Obat diarahkan melalui jalur limfatik oleh komponen lipid

c)

Nanoemulsi tidak dapat diserap oleh usus

d)

Minyak dalam SNEDDS menurunkan pH sehingga enzim tidak aktif

e)

SNEDDS mengubah obat menjadi bentuk padat

21.

SNEDDS merupakan sistem yang terbentuk secara spontan ketika

a)

Dicampur dengan surfaktan padat

b)

Bertemu fase air dengan agitasi ringan

c)

Dihomogenisasi pada tekanan tinggi

d)

Difiltrasi menggunakan membran

e)

Dipanaskan hingga titik leleh lipid

22.

Komponen minyak yang paling mudah teremulsi dalam SNEDDS adalah

a)

Trigliserida rantai panjang

b)

Minyak nabati

c)

Trigliserida rantai menengah (C6–C12)

d)

Asam lemak jenuh rantai panjang

e)

Minyak esensial aromatik

23.

Surfaktan yang paling banyak digunakan dalam SNEDDS karena aman dan tidak dipengaruhi pH adalah

a)

Surfaktan kationik

b)

Surfaktan nonionik

c)

Surfaktan anionik

d)

Surfaktan kationik–anionik

e)

Surfaktan amfoter

24.

Parameter yang menunjukkan keseragaman ukuran globul pada SNEDDS adalah

a)

Efisiensi penjerapan

b)

Potensial zeta

c)

Polydispersity index (PDI)

d)

Viskositas

e)

Kejernihan nanoemulsi

25.

Nilai zeta potensial ≥ ±30 mV menunjukkan bahwa liposom

a)

Sangat mudah menggumpal

b)

Tidak stabil secara koloid

c)

Stabil karena adanya gaya tolak-menolak

d)

Memiliki permeabilitas rendah

e)

Mudah rusak oleh enzim usus

26.

Obat sangat lipofilik dan ingin menghindari first-pass metabolisme. Komponen mana yang paling membantu

a)

Surfaktan HLB tinggi

b)

Ko-surfaktan alkohol

c)

Minyak MCT

d)

Minyak trigliserida rantai panjang

e)

Surfaktan alami

27.

Jika ingin produksi skala industri, ukuran partikel kecil, dan tanpa pelarut organik, metode terbaik adalah

a)

HSH + sonikasi

b)

Solvent evaporation

c)

HPH

d)

Pengadukan biasa

e)

Pengeringan semprot

28.

Formula SNEDDS memiliki PDI 0,45 dan zeta potensial −5 mV. Mengapa mudah menggumpal

a)

Ukuran globul kecil

b)

PDI tinggi

c)

Zeta potensial terlalu negatif

d)

Surfaktan terlalu banyak

e)

Obat terlalu jenuh

29.

Obat hanya larut baik di minyak rantai panjang, tetapi minyak ini sulit teremulsi. Strategi terbaik apa yang perlu dilakukan

a)

Kurangi surfaktan

b)

Tambah surfaktan HLB tinggi + ko-surfaktan

c)

Gunakan pelarut organik

d)

Panaskan tinggi

e)

Ganti dengan minyak esensial

30.

Obat tidak stabil di saluran cerna dan butuh penargetan spesifik. Sistem yang paling sesuai

a)

Liposom/transfersom

b)

Transdermal patch

c)

Tablet pelepasan

d)

SNEDDS

e)

Mikrokapsul biasa

31.

Sebuah formula nanoemulsi menghasilkan ukuran globul sangat kecil (18 nm), tetapi waktu emulsifikasinya lama. Komponen mana yang paling mungkin perlu diperbaiki

a)

Jenis minyak

b)

Konsentrasi surfaktan

c)

Ko-surfaktan

d)

Suhu pembuatan

e)

Waktu sentrifugasi

32.

Dalam skrining SNEDDS, kelarutan obat tinggi pada Capryol dan sedang pada Labrafac, tetapi daerah nanoemulsi justru lebih luas saat memakai Labrafac. Formula mana yang lebih logis dipilih

a)

Capryol, karena kelarutan tertinggi

b)

Labrafac, karena stabilitas emulsi lebih baik

c)

Capryol, karena rantai karbon lebih pendek

d)

Keduanya setara

e)

Tidak bisa digunakan keduanya

33.

Sebuah SLN dibuat menggunakan HSH + sonikasi, tetapi ukurannya tidak kunjung mengecil (tetap >500 nm). Langkah paling efektif untuk memperbaikinya

a)

Menambah jumlah pelarut organik

b)

Memperlama sonikasi dengan mode pulse

c)

Menurunkan suhu selama proses

d)

Mengurangi surfaktan

e)

Mengurangi kecepatan homogenizer

34.

Pada uji zeta potensial, sistem o/w memiliki nilai −2 mV, namun secara visual tampak stabil selama 1 minggu. Interpretasi paling tepat?

a)

Sistem sangat stabil

b)

Sistem stabil karena ukuran globul sangat kecil

c)

Sistem tidak stabil, hanya terlihat stabil sementara

d)

Sistem bermuatan positif

e)

Sistem tidak bisa dinilai dari zeta potensial

35.

Seorang formulator ingin membuat SNEDDS untuk obat lipofilik, namun ingin menurunkan risiko iritasi dari surfaktan konsentrasi tinggi. Strategi terbaik?

a)

Menurunkan surfaktan dan meningkatkan ko-surfaktan

b)

Mengganti minyak menjadi MCT

c)

Menambah etanol sebagai pelarut utama

d)

Mengurangi agitasi

e)

Membuat sistem w/o

36.

Salah satu kekurangan metode HSH + ultrasonikasi pada pembuatan SLN adalah?

a)

Tidak dapat menghasilkan partikel berukuran nano

b)

Risiko overheating dan kontaminasi logam dari probe

c)

Membutuhkan alat bertekanan tinggi

d)

Tidak dapat digunakan untuk penelitian skala laboratorium

37.

Peran ko-surfaktan dalam formulasi SNEDDS adalah?

a)

Meningkatkan viskositas sehingga emulsi lebih stabil

b)

Menurunkan tegangan antarmuka dan membantu mengecilkan ukuran globul

c)

Menggantikan fungsi minyak dalam melarutkan obat

d)

Memperbesar ukuran partikel agar lebih mudah diserap

38.

Indeks polidispersi (PDI) digunakan untuk?

a)

Menentukan potensi degradasi obat akibat tekanan

b)

Mengukur homogenitas distribusi ukuran globul nanoemulsi

c)

Menentukan kelarutan obat dalam minyak

d)

Mengukur zeta potensial dari emulsi

39.

Minyak dengan trigliserida rantai panjang dalam SNEDDS memiliki keunggulan?

a)

Lebih mudah teremulsifikasi dibanding rantai menengah

b)

Meningkatkan transport obat melalui jalur limfatik

c)

Menghasilkan ukuran globul lebih kecil

d)

Tidak memerlukan surfaktan tinggi

40.

Dalam karakterisasi SNEDDS, semakin kecil ukuran globul maka?

a)

Kecepatan absorpsi obat meningkat

b)

Sistem semakin tidak stabil

c)

Waktu emulsifikasi menjadi lebih lama

d)

Zeta potensial otomatis meningkat

41.

Liposom kationik sering digunakan untuk?

a)

Obat hidrofobik

b)

Meningkatkan interaksi dengan membran sel

c)

Mengurangi efisiensi enkapsulasi

d)

Menghasilkan sistem gel

e)

Mengurangi stabilitas

42.

Peran surfaktan pada SLN adalah untuk?

a)

Mengkristalkan lipid

b)

Menghambat pembentukan globul

c)

Menstabilkan permukaan partikel

d)

Mengganti lipid

e)

Menghilangkan air

43.

Pada SNEDDS, rasio surfaktan yang terlalu tinggi biasanya menyebabkan?

a)

Globul lebih besar

b)

PDI meningkat

c)

Risiko iritasi meningkat

d)

Penurunan kejernihan

e)

Obat sulit larut

44.

Metode HPH bekerja dengan prinsip?

a)

Mengaduk perlahan untuk mengurangi ukuran

b)

Pemanasan lipid hingga menguap

c)

Gaya geser dan tekanan sangat tinggi

d)

Evaporasi pelarut

e)

Kristalisasi lambat

45.

Sistem nanoemulsi dapat menjadi keruh jika?

a)

Ukuran globul < 50 nm

b)

Terbentuk kristal obat kembali

c)

Surfaktan HLB tinggi

d)

Minyak rantai menengah digunakan

e)

PDI rendah

46.

Liposom multilamellar (MLV) memiliki ciri khas?

a)

Satu bilayer

b)

Banyak bilayer konsentris

c)

Berukuran < 50 nm

d)

Tidak dapat membawa obat hidrofilik

e)

Tidak stabil dalam air

47.

Keuntungan utama dari penggunaan liposom dalam penghantaran obat adalah?

a)

Meningkatkan bau sediaan

b)

Menurunkan stabilitas obat

c)

Meningkatkan penyerapan dan mengurangi toksisitas

d)

Membuat obat lebih cepat teroksidasi

e)

Meningkatkan toksisitas obat

48.

Jenis surfaktan yang paling baik untuk SNEDDS pada umumnya adalah

a)

Anionik kuat

b)

Kationik kuat

c)

Nonionik HLB tinggi

d)

Surfaktan anorganik

e)

Protein

49.

SNEDDS akan gagal membentuk nanoemulsi jika?

a)

HLB surfaktan terlalu tinggi

b)

Rasio minyak terlalu besar dibanding surfaktan

c)

Ko-surfaktan ditingkatkan

d)

Minyak MCT digunakan

e)

pH media netral

50.

SNEDDS dikategorikan sebagai sistem “self-nanoemulsifying” karena?

a)

Dihomogenisasi tanpa panas

b)

Menghasilkan emulsi tanpa energi eksternal besar

c)

Tidak menggunakan surfaktan

d)

Tidak perlu minyak

e)

Terbentuk saat dipanaskan

51.

Pada sistem nanoemulsi, peningkatan ukuran globul biasanya akan menyebabkan?

a)

Peningkatan kejernihan emulsi

b)

Penurunan stabilitas fisik

c)

Penurunan risiko flokulasi

d)

Peningkatan kecepatan difusi obat

e)

Emulsi berubah menjadi gel

52.

Keuntungan utama penggunaan MCT (Medium Chain Triglyceride) dalam SNEDDS adalah?

a)

Memiliki viskositas yang sangat tinggi

b)

Menghasilkan ukuran emulsi yang lebih besar

c)

Lebih mudah teremulsifikasi dibandingkan minyak rantai panjang

d)

Tidak memerlukan surfaktan

e)

Tidak dapat melarutkan obat lipofilik

53.

Pada pembuatan SLN, pemilihan lipid yang memiliki titik leleh tinggi dapat?

a)

Menurunkan kristalisasi

b)

Meningkatkan stabilitas partikel

c)

Memperbesar ukuran partikel

d)

Mengurangi efisiensi penjerapan obat

e)

Mengubah bentuk partikel menjadi vesikel

54.

Salah satu kelemahan utama liposom multilamellar (MLV) adalah?

a)

Tidak dapat mengen kapsulasi obat hidrofobik

b)

Tidak bisa digunakan sebagai injeksi

c)

Memiliki ukuran yang besar dan distribusi ukuran yang lebar

d)

Tidak mengandung fosfolipid

e)

Tidak dapat dibuat tanpa pelarut organik

55.

Dalam SNEDDS, peningkatan jumlah ko-surfaktan tanpa diimbangi surfaktan biasanya mengakibatkan?

a)

Emulsifikasi lebih cepat

b)

Ukuran globul sangat kecil

c)

Sistem menjadi terlalu encer dan kurang stabil

d)

Zeta potensial meningkat drastis

e)

Sistem berubah menjadi mikroemulsi padat

56.

SNEDDS termasuk dalam system penghantaran obat yang bekerja dengan cara?

a)

Mengkristalkan obat dalam ukuran nano

b)

Mengemulsi sendiri membentuk nanoemulsi di saluran cerna

c)

Menghasilkan partikel padat berlapis lipid

d)

Mengubah obat menjadi bentuk mikroser

e)

Menstabilkan obat dalam matriks polimer

57.

Komponen yang tidak termasuk dalam formulasi dasar SNEDDS adalah?

a)

Minyak

b)

Surfaktan

c)

Ko-surfaktan

d)

Polimer pengikat

e)

Obat lipofilik

58.

Keuntungan utama SNEDDS dalam meningkatkan bioavailabilitas obat lipofilik adalah?

a)

Menurunkan permeasi usus

b)

Meningkatkan ukuran droplet

c)

Meningkatkan luas permukaan obat untuk absorpsi

d)

Meningkatkan metabolisme first-pass

e)

Mengurangi kelarutan obat dalam lipid

59.

Parameter evaluasi penting untuk SNEDDS, kecuali?

a)

Ukuran droplet

b)

Efisiensi enkapsulasi

c)

Spontaneity emulsification

d)

Kejernihan nanoemulsi

e)

Robustness to dilution

60.

Faktor yang paling berpengaruh terhadap ukuran partikel SLN adalah?

a)

Jenis lipid

b)

Konsentrasi surfaktan

c)

Kecepatan homogenisasi

d)

Suhu proses

e)

Semua jawaban benar

61.

Pada formulasi SNEDDS, peningkatan luas permukaan droplet setelah proses emulsifikasi terutama akan berdampak pada apa?

a)

Penurunan stabilitas kimia obat

b)

Peningkatan laju disolusi dan absorpsi obat

c)

Penurunan kelarutan obat dalam fase lipid

d)

Peningkatan viskositas sistem

e)

Penurunan stabilitas fisik sediaan

62.

Metode thin film hydration pada pembuatan liposom diawali dengan tahap utama berupa apa?

a)

Homogenisasi tekanan tinggi fase air

b)

Pendinginan cepat suspensi lipid

c)

Penambahan surfaktan nonionik

d)

Penguapan pelarut organik hingga terbentuk lapisan lipid tipis

e)

Sonikasi langsung fosfolipid dalam air

63.

Jika surfaktan pada SLN digunakan dalam jumlah terlalu rendah, efek yang paling mungkin terjadi adalah apa?

a)

Ukuran partikel semakin kecil

b)

Efisiensi penjerapan meningkat

c)

Zeta potensial menjadi sangat tinggi

d)

Terjadi agregasi sehingga sistem menjadi tidak stabil

e)

Terbentuk sistem mikroemulsi

64.

Perbedaan utama antara nanoemulsi dan mikroemulsi adalah apa?

a)

Nanoemulsi tidak membutuhkan surfaktan

b)

Nanoemulsi bersifat termodinamik stabil

c)

Nanoemulsi selalu transparan

d)

Mikroemulsi terbentuk spontan dan bersifat termodinamik stabil

e)

Mikroemulsi tidak mengandung minyak

65.

Sistem penghantaran obat yang paling sesuai untuk meningkatkan stabilitas obat tidak stabil di saluran cerna sekaligus memungkinkan modifikasi permukaan (targeting) adalah apa?

a)

Liposom

b)

Tablet salut enterik

c)

Suspensi konvensional

d)

SNEDDS

e)

Emulsi makro

66.

Seorang peneliti mengembangkan sistem penghantaran obat baru untuk senyawa BCS kelas II yang memiliki kelarutan rendah dan metabolisme lintas pertama yang tinggi. Berdasarkan prinsip dasar sistem pengantaran obat modern, pendekatan yang paling rasional untuk meningkatkan bioavailabilitas obat tersebut adalah …

a)

Mengubah bentuk kristal obat tanpa mengubah sistem penghantaran

b)

Meningkatkan dosis obat dalam sediaan konvensional

c)

Menggunakan sistem nano berbasis lipid untuk memfasilitasi absorpsi dan jalur limfatik

d)

Menambahkan bahan pengisi hidrofilik dalam tablet

e)

Menurunkan ukuran partikel tanpa mempertimbangkan rute absorpsi

67.

Perbedaan mendasar antara sistem penghantaran obat konvensional dan novel drug delivery system (NDDS) terletak pada …

a)

Harga bahan baku yang digunakan

b)

Kompleksitas proses manufaktur semata

c)

Kemampuan sistem dalam mengontrol lokasi, waktu, dan laju pelepasan obat

d)

Stabilitas kimia bahan aktif

e)

Bentuk sediaan akhir

68.

Suatu sediaan nano dikembangkan untuk meningkatkan penetrasi obat topikal yang bersifat hidrofilik. Hambatan utama pada sistem transdermal konvensional yang ingin diatasi melalui teknologi nano adalah …

a)

Metabolisme lintas pertama di hati

b)

Ketidakstabilan obat dalam darah

c)

Hambatan stratum korneum yang sangat selektif

d)

Efek toksik sistemik

e)

Kelarutan obat dalam cairan tubuh

69.

Dalam pengembangan NDDS, pemilihan sistem pembawa harus disesuaikan dengan karakteristik obat. Jika suatu obat mudah terdegradasi oleh enzim gastrointestinal, maka sistem penghantaran yang paling sesuai adalah …

a)

Tablet lepas cepat

b)

Sistem nano yang mampu melindungi obat dari lingkungan saluran cerna

c)

Sirup oral

d)

Suspensi konvensional

e)

Tablet hisap