WorksheetsWorksheet: Nanofarmasetika (Drug Delivery System)
Total questions: 69
Worksheet time: 2hrs 18mins
Kitosan banyak dikembangkan dalam NDDS karena …
Bersifat hidrofob
Tidak bermuatan
Bioadhesif dan meningkatkan absorpsi mukosa
Bersifat toksik
Tidak biodegradable
Kombinasi kitosan dengan tripolifosfat membentuk nanopartikel melalui mekanisme …
Emulsifikasi
Koaservasi
Gelasi ionotropik
Presipitasi
Adsorpsi
Muatan positif kitosan berperan penting dalam …
Menurunkan adhesi sel
Meningkatkan interaksi dengan mukosa bermuatan negatif
Menurunkan stabilitas nanopartikel
Menghambat penetrasi obat
Menurunkan bioavailabilitas
Nanopartikel lipid banyak digunakan untuk penghantaran gen/vaksin karena …
Mudah terdegradasi
Tidak berinteraksi dengan sel
Melindungi asam nukleat dari degradasi dan memfasilitasi masuk ke sel
Tidak dapat dimodifikasi
Menghambat ekspresi gen
Hambatan utama dalam sistem penghantaran obat transdermal adalah …
Dermis
Epidermis
Stratum korneum
Hipodermis
Folikel rambut
Teknologi nano pada sistem transdermal dikembangkan untuk …
Menurunkan pH sediaan
Mengurangi dosis hingga nol
Mengatasi hambatan kulit dan meningkatkan penetrasi obat
Menghilangkan basis
Mempercepat pengemasan
Suatu obat bersifat sukar larut air dan mengalami first pass metabolisme tinggi. Sistem paling tepat adalah …
Tablet konvensional
Suspensi
SNEDDS
Sirup
Tablet salut gula
Obat topikal yang diharapkan memiliki retensi tinggi di kulit paling tepat diformulasikan dalam …
Emulsi konvensional
Gel hidrofilik
SLN
Tablet
Sirup
Obat yang mudah terdegradasi di saluran cerna dan memerlukan peningkatan absorpsi mukosa cocok menggunakan …
Liposom
Nanopartikel kitosan
Tablet
Suspensi
Larutan oral
Jika suatu sistem nano menunjukkan PDI > 0,7 maka dapat disimpulkan bahwa …
Sistem sangat stabil
Distribusi ukuran sangat seragam
Sistem heterogen dan berpotensi tidak stabil
Muatan permukaan tinggi
Bioavailabilitas pasti tinggi
Metode pembuatan liposom yang paling sederhana dan paling sering digunakan adalah
Reverse phase evaporation
Freeze–thaw
Thin film hydration
Detergent removal
Polyol dilution
SNEDDS meningkatkan bioavailabilitas obat terutama karena
Tidak memerlukan surfaktan
Menghasilkan nanoemulsi dengan luas permukaan tinggi
Menurunkan permeabilitas usus
Mengikat protein plasma
Tidak mengalami first-pass metabolisme
Ko-surfaktan pada SNEDDS digunakan untuk
Memperbesar ukuran globul emulsi
Meningkatkan viskositas minyak
Mengganti peran surfaktan utama
Menghilangkan fase minyak sepenuhnya
Menurunkan tegangan antarmuka sehingga globul lebih kecil
Parameter karakterisasi penting pada SLN yang menentukan kestabilan dispersi adalah
Zeta potensial
Viskositas lipid
Warna formulasi
Bentuk wadah penyimpanan
Suhu pengeringan freeze-dryer
Keuntungan penggunaan High Shear Homogenization (HSH) + sonikasi pada pembuatan SLN adalah
Tidak menggunakan alat apapun
Cocok untuk skala industri besar
Menghasilkan PDI yang sangat kecil
Mudah dilakukan pada penelitian awal di laboratorium
Tidak memerlukan energi mekanik
Salah satu keuntungan liposom dibandingkan sistem konvensional adalah
Hanya cocok untuk obat lipofilik
Tidak dapat melindungi obat dari degradasi
Dapat mengenkapsulasi senyawa hidrofilik dan hidrofobik
Tidak memiliki kemampuan targeted delivery
Tidak dapat digunakan sebagai injeksi
Metode pembuatan SLN yang menghasilkan ukuran paling kecil dan paling sempit distribusinya adalah
Solvent evaporation
High shear homogenization + sonikasi
Stirring konvensional
Hot melt extrusion
High Pressure Homogenization (HPH)
Pada metode ethanol injection untuk pembuatan liposom, kelebihan utamanya adalah
Tidak memerlukan pelarut organik
Dapat menghasilkan vesikel berukuran sangat kecil (±30 nm)
Tidak perlu proses pemurnian
Dapat menghasilkan liposom dalam bentuk gel
Menghasilkan liposom tanpa fosfolipid
Salah satu tujuan penggunaan surfaktan dalam SNEDDS adalah
Meningkatkan kristalisasi obat
Membentuk lapisan padat pada permukaan minyak
Menurunkan tegangan antarmuka untuk mempermudah emulsifikasi
Mengubah fase minyak menjadi padatan
Menurunkan pH sistem secara drastis
Salah satu alasan kenapa SNEDDS dapat menghindari first-pass metabolisme adalah
Surfaktan mengendapkan obat di lambung
Obat diarahkan melalui jalur limfatik oleh komponen lipid
Nanoemulsi tidak dapat diserap oleh usus
Minyak dalam SNEDDS menurunkan pH sehingga enzim tidak aktif
SNEDDS mengubah obat menjadi bentuk padat
SNEDDS merupakan sistem yang terbentuk secara spontan ketika
Dicampur dengan surfaktan padat
Bertemu fase air dengan agitasi ringan
Dihomogenisasi pada tekanan tinggi
Difiltrasi menggunakan membran
Dipanaskan hingga titik leleh lipid
Komponen minyak yang paling mudah teremulsi dalam SNEDDS adalah
Trigliserida rantai panjang
Minyak nabati
Trigliserida rantai menengah (C6–C12)
Asam lemak jenuh rantai panjang
Minyak esensial aromatik
Surfaktan yang paling banyak digunakan dalam SNEDDS karena aman dan tidak dipengaruhi pH adalah
Surfaktan kationik
Surfaktan nonionik
Surfaktan anionik
Surfaktan kationik–anionik
Surfaktan amfoter
Parameter yang menunjukkan keseragaman ukuran globul pada SNEDDS adalah
Efisiensi penjerapan
Potensial zeta
Polydispersity index (PDI)
Viskositas
Kejernihan nanoemulsi
Nilai zeta potensial ≥ ±30 mV menunjukkan bahwa liposom
Sangat mudah menggumpal
Tidak stabil secara koloid
Stabil karena adanya gaya tolak-menolak
Memiliki permeabilitas rendah
Mudah rusak oleh enzim usus
Obat sangat lipofilik dan ingin menghindari first-pass metabolisme. Komponen mana yang paling membantu
Surfaktan HLB tinggi
Ko-surfaktan alkohol
Minyak MCT
Minyak trigliserida rantai panjang
Surfaktan alami
Jika ingin produksi skala industri, ukuran partikel kecil, dan tanpa pelarut organik, metode terbaik adalah
HSH + sonikasi
Solvent evaporation
HPH
Pengadukan biasa
Pengeringan semprot
Formula SNEDDS memiliki PDI 0,45 dan zeta potensial −5 mV. Mengapa mudah menggumpal
Ukuran globul kecil
PDI tinggi
Zeta potensial terlalu negatif
Surfaktan terlalu banyak
Obat terlalu jenuh
Obat hanya larut baik di minyak rantai panjang, tetapi minyak ini sulit teremulsi. Strategi terbaik apa yang perlu dilakukan
Kurangi surfaktan
Tambah surfaktan HLB tinggi + ko-surfaktan
Gunakan pelarut organik
Panaskan tinggi
Ganti dengan minyak esensial
Obat tidak stabil di saluran cerna dan butuh penargetan spesifik. Sistem yang paling sesuai
Liposom/transfersom
Transdermal patch
Tablet pelepasan
SNEDDS
Mikrokapsul biasa
Sebuah formula nanoemulsi menghasilkan ukuran globul sangat kecil (18 nm), tetapi waktu emulsifikasinya lama. Komponen mana yang paling mungkin perlu diperbaiki
Jenis minyak
Konsentrasi surfaktan
Ko-surfaktan
Suhu pembuatan
Waktu sentrifugasi
Dalam skrining SNEDDS, kelarutan obat tinggi pada Capryol dan sedang pada Labrafac, tetapi daerah nanoemulsi justru lebih luas saat memakai Labrafac. Formula mana yang lebih logis dipilih
Capryol, karena kelarutan tertinggi
Labrafac, karena stabilitas emulsi lebih baik
Capryol, karena rantai karbon lebih pendek
Keduanya setara
Tidak bisa digunakan keduanya
Sebuah SLN dibuat menggunakan HSH + sonikasi, tetapi ukurannya tidak kunjung mengecil (tetap >500 nm). Langkah paling efektif untuk memperbaikinya
Menambah jumlah pelarut organik
Memperlama sonikasi dengan mode pulse
Menurunkan suhu selama proses
Mengurangi surfaktan
Mengurangi kecepatan homogenizer
Pada uji zeta potensial, sistem o/w memiliki nilai −2 mV, namun secara visual tampak stabil selama 1 minggu. Interpretasi paling tepat?
Sistem sangat stabil
Sistem stabil karena ukuran globul sangat kecil
Sistem tidak stabil, hanya terlihat stabil sementara
Sistem bermuatan positif
Sistem tidak bisa dinilai dari zeta potensial
Seorang formulator ingin membuat SNEDDS untuk obat lipofilik, namun ingin menurunkan risiko iritasi dari surfaktan konsentrasi tinggi. Strategi terbaik?
Menurunkan surfaktan dan meningkatkan ko-surfaktan
Mengganti minyak menjadi MCT
Menambah etanol sebagai pelarut utama
Mengurangi agitasi
Membuat sistem w/o
Salah satu kekurangan metode HSH + ultrasonikasi pada pembuatan SLN adalah?
Tidak dapat menghasilkan partikel berukuran nano
Risiko overheating dan kontaminasi logam dari probe
Membutuhkan alat bertekanan tinggi
Tidak dapat digunakan untuk penelitian skala laboratorium
Peran ko-surfaktan dalam formulasi SNEDDS adalah?
Meningkatkan viskositas sehingga emulsi lebih stabil
Menurunkan tegangan antarmuka dan membantu mengecilkan ukuran globul
Menggantikan fungsi minyak dalam melarutkan obat
Memperbesar ukuran partikel agar lebih mudah diserap
Indeks polidispersi (PDI) digunakan untuk?
Menentukan potensi degradasi obat akibat tekanan
Mengukur homogenitas distribusi ukuran globul nanoemulsi
Menentukan kelarutan obat dalam minyak
Mengukur zeta potensial dari emulsi
Minyak dengan trigliserida rantai panjang dalam SNEDDS memiliki keunggulan?
Lebih mudah teremulsifikasi dibanding rantai menengah
Meningkatkan transport obat melalui jalur limfatik
Menghasilkan ukuran globul lebih kecil
Tidak memerlukan surfaktan tinggi
Dalam karakterisasi SNEDDS, semakin kecil ukuran globul maka?
Kecepatan absorpsi obat meningkat
Sistem semakin tidak stabil
Waktu emulsifikasi menjadi lebih lama
Zeta potensial otomatis meningkat
Liposom kationik sering digunakan untuk?
Obat hidrofobik
Meningkatkan interaksi dengan membran sel
Mengurangi efisiensi enkapsulasi
Menghasilkan sistem gel
Mengurangi stabilitas
Peran surfaktan pada SLN adalah untuk?
Mengkristalkan lipid
Menghambat pembentukan globul
Menstabilkan permukaan partikel
Mengganti lipid
Menghilangkan air
Pada SNEDDS, rasio surfaktan yang terlalu tinggi biasanya menyebabkan?
Globul lebih besar
PDI meningkat
Risiko iritasi meningkat
Penurunan kejernihan
Obat sulit larut
Metode HPH bekerja dengan prinsip?
Mengaduk perlahan untuk mengurangi ukuran
Pemanasan lipid hingga menguap
Gaya geser dan tekanan sangat tinggi
Evaporasi pelarut
Kristalisasi lambat
Sistem nanoemulsi dapat menjadi keruh jika?
Ukuran globul < 50 nm
Terbentuk kristal obat kembali
Surfaktan HLB tinggi
Minyak rantai menengah digunakan
PDI rendah
Liposom multilamellar (MLV) memiliki ciri khas?
Satu bilayer
Banyak bilayer konsentris
Berukuran < 50 nm
Tidak dapat membawa obat hidrofilik
Tidak stabil dalam air
Keuntungan utama dari penggunaan liposom dalam penghantaran obat adalah?
Meningkatkan bau sediaan
Menurunkan stabilitas obat
Meningkatkan penyerapan dan mengurangi toksisitas
Membuat obat lebih cepat teroksidasi
Meningkatkan toksisitas obat
Jenis surfaktan yang paling baik untuk SNEDDS pada umumnya adalah
Anionik kuat
Kationik kuat
Nonionik HLB tinggi
Surfaktan anorganik
Protein
SNEDDS akan gagal membentuk nanoemulsi jika?
HLB surfaktan terlalu tinggi
Rasio minyak terlalu besar dibanding surfaktan
Ko-surfaktan ditingkatkan
Minyak MCT digunakan
pH media netral
SNEDDS dikategorikan sebagai sistem “self-nanoemulsifying” karena?
Dihomogenisasi tanpa panas
Menghasilkan emulsi tanpa energi eksternal besar
Tidak menggunakan surfaktan
Tidak perlu minyak
Terbentuk saat dipanaskan
Pada sistem nanoemulsi, peningkatan ukuran globul biasanya akan menyebabkan?
Peningkatan kejernihan emulsi
Penurunan stabilitas fisik
Penurunan risiko flokulasi
Peningkatan kecepatan difusi obat
Emulsi berubah menjadi gel
Keuntungan utama penggunaan MCT (Medium Chain Triglyceride) dalam SNEDDS adalah?
Memiliki viskositas yang sangat tinggi
Menghasilkan ukuran emulsi yang lebih besar
Lebih mudah teremulsifikasi dibandingkan minyak rantai panjang
Tidak memerlukan surfaktan
Tidak dapat melarutkan obat lipofilik
Pada pembuatan SLN, pemilihan lipid yang memiliki titik leleh tinggi dapat?
Menurunkan kristalisasi
Meningkatkan stabilitas partikel
Memperbesar ukuran partikel
Mengurangi efisiensi penjerapan obat
Mengubah bentuk partikel menjadi vesikel
Salah satu kelemahan utama liposom multilamellar (MLV) adalah?
Tidak dapat mengen kapsulasi obat hidrofobik
Tidak bisa digunakan sebagai injeksi
Memiliki ukuran yang besar dan distribusi ukuran yang lebar
Tidak mengandung fosfolipid
Tidak dapat dibuat tanpa pelarut organik
Dalam SNEDDS, peningkatan jumlah ko-surfaktan tanpa diimbangi surfaktan biasanya mengakibatkan?
Emulsifikasi lebih cepat
Ukuran globul sangat kecil
Sistem menjadi terlalu encer dan kurang stabil
Zeta potensial meningkat drastis
Sistem berubah menjadi mikroemulsi padat
SNEDDS termasuk dalam system penghantaran obat yang bekerja dengan cara?
Mengkristalkan obat dalam ukuran nano
Mengemulsi sendiri membentuk nanoemulsi di saluran cerna
Menghasilkan partikel padat berlapis lipid
Mengubah obat menjadi bentuk mikroser
Menstabilkan obat dalam matriks polimer
Komponen yang tidak termasuk dalam formulasi dasar SNEDDS adalah?
Minyak
Surfaktan
Ko-surfaktan
Polimer pengikat
Obat lipofilik
Keuntungan utama SNEDDS dalam meningkatkan bioavailabilitas obat lipofilik adalah?
Menurunkan permeasi usus
Meningkatkan ukuran droplet
Meningkatkan luas permukaan obat untuk absorpsi
Meningkatkan metabolisme first-pass
Mengurangi kelarutan obat dalam lipid
Parameter evaluasi penting untuk SNEDDS, kecuali?
Ukuran droplet
Efisiensi enkapsulasi
Spontaneity emulsification
Kejernihan nanoemulsi
Robustness to dilution
Faktor yang paling berpengaruh terhadap ukuran partikel SLN adalah?
Jenis lipid
Konsentrasi surfaktan
Kecepatan homogenisasi
Suhu proses
Semua jawaban benar
Pada formulasi SNEDDS, peningkatan luas permukaan droplet setelah proses emulsifikasi terutama akan berdampak pada apa?
Penurunan stabilitas kimia obat
Peningkatan laju disolusi dan absorpsi obat
Penurunan kelarutan obat dalam fase lipid
Peningkatan viskositas sistem
Penurunan stabilitas fisik sediaan
Metode thin film hydration pada pembuatan liposom diawali dengan tahap utama berupa apa?
Homogenisasi tekanan tinggi fase air
Pendinginan cepat suspensi lipid
Penambahan surfaktan nonionik
Penguapan pelarut organik hingga terbentuk lapisan lipid tipis
Sonikasi langsung fosfolipid dalam air
Jika surfaktan pada SLN digunakan dalam jumlah terlalu rendah, efek yang paling mungkin terjadi adalah apa?
Ukuran partikel semakin kecil
Efisiensi penjerapan meningkat
Zeta potensial menjadi sangat tinggi
Terjadi agregasi sehingga sistem menjadi tidak stabil
Terbentuk sistem mikroemulsi
Perbedaan utama antara nanoemulsi dan mikroemulsi adalah apa?
Nanoemulsi tidak membutuhkan surfaktan
Nanoemulsi bersifat termodinamik stabil
Nanoemulsi selalu transparan
Mikroemulsi terbentuk spontan dan bersifat termodinamik stabil
Mikroemulsi tidak mengandung minyak
Sistem penghantaran obat yang paling sesuai untuk meningkatkan stabilitas obat tidak stabil di saluran cerna sekaligus memungkinkan modifikasi permukaan (targeting) adalah apa?
Liposom
Tablet salut enterik
Suspensi konvensional
SNEDDS
Emulsi makro
Seorang peneliti mengembangkan sistem penghantaran obat baru untuk senyawa BCS kelas II yang memiliki kelarutan rendah dan metabolisme lintas pertama yang tinggi. Berdasarkan prinsip dasar sistem pengantaran obat modern, pendekatan yang paling rasional untuk meningkatkan bioavailabilitas obat tersebut adalah …
Mengubah bentuk kristal obat tanpa mengubah sistem penghantaran
Meningkatkan dosis obat dalam sediaan konvensional
Menggunakan sistem nano berbasis lipid untuk memfasilitasi absorpsi dan jalur limfatik
Menambahkan bahan pengisi hidrofilik dalam tablet
Menurunkan ukuran partikel tanpa mempertimbangkan rute absorpsi
Perbedaan mendasar antara sistem penghantaran obat konvensional dan novel drug delivery system (NDDS) terletak pada …
Harga bahan baku yang digunakan
Kompleksitas proses manufaktur semata
Kemampuan sistem dalam mengontrol lokasi, waktu, dan laju pelepasan obat
Stabilitas kimia bahan aktif
Bentuk sediaan akhir
Suatu sediaan nano dikembangkan untuk meningkatkan penetrasi obat topikal yang bersifat hidrofilik. Hambatan utama pada sistem transdermal konvensional yang ingin diatasi melalui teknologi nano adalah …
Metabolisme lintas pertama di hati
Ketidakstabilan obat dalam darah
Hambatan stratum korneum yang sangat selektif
Efek toksik sistemik
Kelarutan obat dalam cairan tubuh
Dalam pengembangan NDDS, pemilihan sistem pembawa harus disesuaikan dengan karakteristik obat. Jika suatu obat mudah terdegradasi oleh enzim gastrointestinal, maka sistem penghantaran yang paling sesuai adalah …
Tablet lepas cepat
Sistem nano yang mampu melindungi obat dari lingkungan saluran cerna
Sirup oral
Suspensi konvensional
Tablet hisap
