wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quis Falsafah 1B_Gowi

Total questions: 100

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki 48 tahun dirawat dengan diagnosis ulkus diabetikum grade II. Pasien sering tampak lelah, tidur tidak nyenyak, dan mengeluh nyeri luka. Ia enggan bergerak karena takut nyeri bertambah. Luka tampak merah dan penyembuhan lambat. Berdasarkan Teori Konservasi Levine, prinsip konservasi utama yang paling terganggu pada kasus tersebut adalah:

a)

Konservasi integritas personal

b)

Konservasi energi

c)

Konservasi integritas struktur

d)

Konservasi integritas sosial

e)

Konservasi adaptasi lingkungan

2.

Pasien perempuan 72 tahun pasca stroke mengalami kelemahan ekstremitas kanan. Ia merasa malu dan tidak percaya diri saat dibantu berjalan, serta lebih memilih berbaring seharian. Masalah keperawatan yang paling sesuai berdasarkan prinsip Levine adalah:

a)

Gangguan konservasi energi

b)

Gangguan integritas sosial

c)

Gangguan integritas personal

d)

Gangguan integritas struktur

e)

Gangguan adaptasi psikososial

3.

Seorang pasien post apendektomi mengeluh nyeri hebat dan memilih tetap tirah baring. Perawat memberikan: Mobilisasi dini bertahap, Teknik napas dalam, Edukasi relaksasi, dan dukungan keluarga. Evaluasi yang paling tepat berdasarkan Teori Levine adalah:

a)

Intervensi tidak tepat karena pasien seharusnya istirahat total

b)

Intervensi fokus hanya pada konservasi struktur

c)

Intervensi belum memenuhi konservasi personal

d)

Intervensi sudah memenuhi seluruh prinsip konservasi

e)

Intervensi tidak sesuai karena mobilisasi memperberat nyeri

4.

Seorang mahasiswa 21 tahun menderita TB paru dan sering menolak minum obat karena takut diketahui teman kos. Berat badan menurun dan pasien menghindari interaksi sosial. Intervensi prioritas menurut Teori Levine adalah:

a)

Pemenuhan nutrisi untuk meningkatkan energi

b)

Edukasi pencegahan penularan TB

c)

Konseling peningkatan kepercayaan diri

5.

Pasien skizofrenia terlihat menarik diri, tidak mau makan, berat badan turun 5 kg dalam 1 bulan, dan jarang berbicara dengan orang lain. Prinsip konservasi Levine yang paling dominan terganggu adalah:

a)

Integritas personal dan sosial

b)

Energi dan struktur

c)

Personal dan adaptasi

d)

Energi dan personal

e)

Sosial dan lingkungan

6.

Pasien pasca operasi fraktur femur enggan berinteraksi dengan keluarga, menolak latihan ROM karena takut nyeri, dan tampak cemas terhadap kondisi fisiknya. Masalah utama berbasis Teori Levine adalah:

a)

Gangguan integritas struktur

b)

Gangguan adaptasi lingkungan

c)

Gangguan integritas personal dan sosial

d)

Gangguan konservasi energi

e)

Gangguan persepsi tubuh

7.

Pasien dengan gagal ginjal kronik tampak lemah dan penurunan aktivitas. Intervensi paling sesuai sesuai Levine untuk konservasi energi adalah:

a)

Mengatur jadwal istirahat dan aktivitas

b)

Memberikan isolasi lingkungan

c)

Meningkatkan kontak sosial

d)

Membatasi dukungan keluarga

e)

Latihan ambulation dini intensif

8.

Seorang laki-laki 25 tahun, dirawat di RSU karena mengalami fraktur femur akibat kecelakaan lalu lintas. Hasil pengkajian Pasien pasca operasi tampak lemah, sulit tidur, dan sering mengeluh nyeri. Prinsip Levine yang terganggu:

a)

Personal

b)

Energi

c)

Struktur

d)

Sosial

e)

Adaptasi

9.

Seorang laki-laki 36 tahun, dirawat di RSU dengan stroke non haemorrhagic. Hasil pengkajian pasien mengalami hemiplegi pada extremitas sebelah kanan. Apakah Prinsip model Levine yang terganggu?

a)

Personal

b)

Energi

c)

Struktur

d)

Sosial

e)

Lingkungan

10.

Seorang perempuan, 30 tahun dirawat di RSJ dengan alasan sering menangis tanpa sebab setelah melahirkan anak pertama. Menurut keluarga sejak suaminya ditugaskan di daerah terpencil, pasien sering melamun dan tidak merawat diri. Hasil pengkajian, pasien menolak makan karena depresi dan berat badan turun. Apakah prinsip Teori Levine yang terganggu?

a)

Energi

b)

Sosial

c)

Struktur

d)

Lingkungan

e)

Role

11.

Seorang laki-laki, 37 tahun di rawat di RSU karena fraktur akibat kecelakaan lalu lintas. Menurut keluarga pasien harus dilakukan amputasi karena kondisi luka yang tidak dapat dipertahankan. Dua hari post amputasi, pasien menarik diri dan jarang berinteraksi. Apakah prinsip Teori Levine yang terganggu?

a)

Energi

b)

Struktur

c)

Sosial

d)

Personal

e)

Lingkungan

12.

Seorang laki-laki, 37 tahun di rawat di RSU karena fraktur akibat kecelakaan lalu lintas. Menurut keluarga pasien harus dilakukan amputasi karena kondisi luka yang tidak dapat dipertahankan. Dua hari post amputasi, pasien merasa rendah diri hingga menolak latihan mobilisasi. Apakah prinsip Teori Levine yang terganggu?

a)

Sosial

b)

Energi

c)

Personal

13.

Di ruang rawat inap, angka kejadian infeksi luka meningkat dalam tiga bulan terakhir. Audit menunjukkan ketidakpatuhan perawat terhadap prosedur hand hygiene. Perawat kepala menyimpulkan perlu segera dilakukan perubahan praktik kerja. Manakah Analisis yang menunjukkan kebutuhan untuk berubah paling tepat adalah:

a)

Jumlah perawat terbatas sehingga sulit melaksanakan prosedur

b)

Terjadi kesenjangan antara standar pelayanan dan praktik aktual

c)

Pasien banyak menuntut pelayanan cepat

d)

Ketersediaan alat pelindung diri tidak lengkap

e)

Beban kerja perawat meningkat

14.

Seorang perawat pelaksana aktif mengajak rekan kerja berdiskusi, memberikan contoh praktik hand hygiene, mengkoordinasi pelatihan singkat, serta memotivasi tim. Peran utama perawat tersebut adalah:

a)

Koordinator pelayanan

b)

Manajer unit

c)

Agen perubahan

d)

Supervisor klinik

e)

Edukator pasien

15.

Dalam upaya meningkatkan budaya patient safety, perawat kepala memulai dengan: Mendiskusikan masalah keselamatan pasien dan Membangun kesadaran akan perlunya perubahan. Tahap perubahan yang sedang berlangsung menurut teori Lewin–Levine adalah:

a)

Refreezing

b)

Changing

c)

Evaluating

d)

Unfreezing

e)

Controlling

16.

Setelah sosialisasi SOP hand hygiene, dilakukan pelatihan praktik cuci tangan dan simulasi. Tahap yang sedang terjadi adalah:

a)

Refreezing

b)

Unfreezing

c)

Planning

17.

Unit rawat inap di sebuah RS telah rutin menerapkan SOP baru dan menjadikannya standar kerja tetap. Apakah Tahap perubahan yang sedang dilakukan unit tersebut?

a)

Planning

b)

Changing

c)

Evaluasi

d)

Unfreezing

e)

Refreezing

18.

Di sebuah RS, sebagian perawat menolak SOP baru karena nyaman dengan cara lama. Apakah hambatan utama dalam perubahan tersebut?

a)

Faktor ekonomi

b)

Kurangnya fasilitas

c)

Resistensi terhadap perubahan

d)

Komunikasi tidak efektif

e)

Beban kerja tinggi

19.

Di sebuah RS, sebagian perawat menolak SOP baru karena nyaman dengan cara lama. Apakah tindakan untuk mengatasi hambatan tersebut?

a)

Memberikan sanksi

b)

Mengganti seluruh tim lama

c)

Meningkatkan komunikasi & partisipasi

d)

Membatasi jam kerja

e)

Memotong insentif

20.

Seorang manajer memastikan pelatihan rutin, monitoring kepatuhan SOP, serta memberikan motivasi pada staf. Evaluasi peran manajer tersebut Adalah...

a)

Administrator

b)

Edukator

c)

Change leader

d)

Koordinator pelayanan

e)

Supervisor teknis

21.

Tindakan yang tepat sesuai teori perubahan ketika kepala ruangan melaporkan tingginya error dokumentasi di ruang perawatan kepada manajer keperawatan adalah...

a)

Melakukan analisis penyebab dan merencanakan intervensi perbaikan

b)

Memberikan sanksi langsung kepada perawat

c)

Mengabaikan laporan tersebut

d)

Memindahkan seluruh staf ke ruangan lain

22.

Di ruang rawat inap ditemukan angka kesalahan pemberian obat meningkat dalam 3 bulan terakhir. SOP sudah tersedia, namun kepatuhan staf rendah. Berdasarkan konsep kebutuhan untuk berubah, penyebab utama yang menentukan perlunya perubahan adalah...

a)

Keterbatasan jumlah perawat

b)

Tingginya beban kerja

c)

Kesenjangan antara standar prosedur dan praktik aktual

d)

Kurangnya pengawasan dari manajer

e)

Kurangnya fasilitas pelayanan

23.

Di ruang rawat inap terjadi peningkatan kejadian medication error. Manajer unit mengumpulkan staf, memaparkan data insiden, serta mengajak diskusi mengenai pentingnya perubahan praktik kerja. Tahap perubahan yang sedang terjadi menurut Teori Lewin-Levine adalah:

a)

Refreezing

b)

Changing

c)

Preparation

d)

Unfreezing

e)

Evaluation

24.

SOP pemberian obat baru telah dijalankan secara konsisten dan menjadi standar kerja unit. Tahap perubahan berdasarkan teori Lewin-Levine adalah:

a)

Planning

b)

Changing

c)

Controlling

d)

Refreezing

e)

Evaluation

25.

Setelah manajer menyampaikan perlunya perubahan komunikasi SBAR, staf mulai mempertanyakan kebiasaan lama dan menunjukkan keterbukaan terhadap ide baru. Proses perubahan yang terjadi adalah:

a)

Changing

b)

Maintaining

c)

Ignoring

d)

Rejecting

26.

Manajer mendorong staf mengikuti workshop komunikasi efektif dan melakukan mentoring praktik SBAR. Tahap proses perubahan yang sedang diterapkan adalah:

a)

Refreezing

b)

Unfreezing

c)

Evaluasi

d)

Maintaining change

e)

Moving/Changing

27.

Manajer langsung menetapkan SOP baru tanpa sosialisasi atau diskusi sebelumnya. Evaluasi pendekatan tersebut menurut teori Lewin-Levine adalah:

a)

Tepat karena mempercepat refreezing

b)

Kurang tepat karena melewati tahap unfreezing

c)

Tepat jika didukung reward

d)

Efektif mencegah resistensi

e)

Optimal untuk jangka panjang

28.

Di ruang rawat inap, angka kejadian jatuh pasien meningkat. Kepala ruangan memaparkan data insiden, mendiskusikan dampaknya, dan menumbuhkan kesadaran staf bahwa praktik lama tidak lagi aman. Apakah Tahap perubahan menurut Teori Levine yang sedang dilakukan?

a)

Refreeze

b)

Change

c)

Evaluasi

d)

Unfreeze

e)

Implementasi

29.

Setelah sosialisasi, perawat mulai mencoba prosedur pencegahan jatuh yang baru melalui simulasi dan praktik langsung di ruang perawatan. Apakah Tahap perubahan yang sedang berlangsung?

a)

Refreeze

b)

Unfreeze

c)

Change

30.

A. Evaluasi perilaku lama B. Penerimaan perubahan C. Kesadaran akan kebutuhan berubah D. Stabilitas perilaku E. Implementasi kebijakan

a)

A. Evaluasi perilaku lama

b)

B. Penerimaan perubahan

c)

C. Kesadaran akan kebutuhan berubah

d)

D. Stabilitas perilaku

e)

E. Implementasi kebijakan

31.

Prosedur pencegahan jatuh telah diterapkan secara konsisten, diawasi secara rutin, dan menjadi kebiasaan kerja harian perawat. Apakah Tahap perubahan tersebut?

a)

Change

b)

Unfreeze

c)

Refreeze

d)

Implementasi

e)

Adaptasi

32.

Beberapa perawat mulai mempertanyakan cara kerja lama dan menunjukkan keterbukaan terhadap prosedur baru setelah dilakukan diskusi bersama. Apakah Kondisi yang sesuai dengan proses tersebut?

a)

Evaluasi hasil

b)

Stabilisasi perubahan

c)

Kesadaran kebutuhan berubah

d)

Implementasi kebijakan

e)

Penguatan perilaku baru

33.

Teori Orem menekankan bahwa tujuan utama keperawatan adalah...

a)

Membantu pasien meningkatkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan dasar

b)

Menyediakan pelayanan medis yang komprehensif

c)

Mencegah penyakit melalui edukasi

d)

Mengurangi ketergantungan pasien terhadap keluarga

e)

Menyediakan peralatan kesehatan yang memadai

34.

Self-care menurut Orem diartikan sebagai...

a)

Upaya profesional perawat untuk meningkatkan kesehatan pasien

b)

Kemampuan individu untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari tanpa bantuan

c)

Kegiatan terapeutik yang dilakukan perawat kepada pasien

d)

Pemenuhan kebutuhan dasar melalui intervensi medis

e)

Proses adaptasi fisiologis terhadap penyakit

35.

Manakah yang termasuk dalam self-care requisites menurut Orem?

a)

Regulasi emosi

b)

Universal, developmental, dan health deviation

c)

Tingkat stres individu

d)

Keadaan keseimbangan psikososial

36.

Seorang pasien stroke mengalami kelumpuhan di sisi kiri tubuh dan tidak mampu mandi sendiri. Menurut teori Orem, sistem keperawatan yang sesuai adalah...

a)

Sistem pendukung-edukatif

b)

Sistem konsultatif

c)

Sistem sebagian kompensasi

d)

Sistem total kompensasi

e)

Sistem rehabilitatif

37.

Dalam teori Orem, therapeutic self-care demand mengacu pada...

a)

Seluruh kegiatan perawat dalam memberikan bantuan

b)

Tingkat kemampuan pasien melakukan aktivitas sehari-hari

c)

Kebutuhan perawatan diri yang diperlukan dalam periode tertentu

d)

Upaya keluarga dalam memenuhi kebutuhan pasien

e)

Rencana medis dokter bagi pasien

38.

Perawat memberikan edukasi kepada pasien hipertensi mengenai diet rendah garam agar pasien bisa merawat diri secara mandiri. Intervensi tersebut termasuk dalam sistem...

a)

Sistem total kompensasi

b)

Sistem sebagian kompensasi

c)

Sistem pendukung-edukatif

d)

Sistem pemenuhan kebutuhan

e)

Sistem penguatan adaptasi

39.

Seorang pasien pascaoperasi laparotomi masih lemah dan tidak mampu bangun dari tempat tidur. Perawat membantu memandikan pasien di tempat tidur. Berdasarkan teori Orem, tindakan tersebut termasuk dalam...

a)

Self-care deficit

b)

Sistem pendukung-edukatif

c)

Sistem total kompensasi

d)

Sistem sebagian kompensasi

e)

Universal self-care

40.

Seorang ibu dengan DM tipe 2 mampu melakukan perawatan kaki sendiri setelah diajarkan oleh perawat. Namun, ia meminta perawat mengevaluasi tekniknya. Ini menunjukkan sistem keperawatan...

a)

Total kompensasi

b)

Penguatan adaptif

c)

Pendukung-edukatif

d)

Sebagian kompensasi

41.

Perawat menilai bahwa pasien lansia mengalami kesulitan mengontrol buang air kecil karena kelemahan otot. Menurut Orem, kondisi ini termasuk dalam...

a)

Universal self-care requisites

b)

Developmental requisites

c)

Health deviation self-care requisites

d)

Self-care agency

e)

Self-care deficit

42.

Pasien gagal jantung diminta membatasi konsumsi cairan maksimal 1500 ml/hari. Perawat memonitor jumlah cairan yang diminum pasien setiap shift. Tindakan perawat ini merupakan bentuk...

a)

Pengawasan dalam sistem pendukung-edukatif

b)

Pemenuhan kebutuhan universal

c)

Kompensasi total

d)

Intervensi agen perawat

e)

Health deviation self-care support

43.

Seorang pasien stroke sudah mampu makan sendiri, tetapi terkadang tangan masih tremor sehingga ia memerlukan bantuan saat menuang air. Menurut teori Orem, sistem keperawatan yang tepat adalah...

a)

Total kompensasi

b)

Sebagian kompensasi

c)

Pendukung-edukatif

d)

Perawatan rehabilitative

e)

Perawatan promotif

44.

Perawat memberikan latihan kepada pasien pascaoperasi untuk melakukan teknik pernapasan dalam dan batuk efektif agar tidak terjadi komplikasi. Tindakan ini termasuk...

a)

Pemenuhan universal self-care

b)

Health deviation self-care requisites

c)

Caring promotive

d)

Self-care agency enhancement

e)

Sistem total kompensasi

45.

Seorang pasien dengan anemia kronis mengeluh cepat lelah sehingga tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Perawat menilai tingkat kemampuan pasien dan merencanakan intervensi agar pasien dapat kembali mandiri. Proses ini merupakan...

a)

a. Penilaian self-care agency

b)

b. Penentuan self-care universal

46.

Seorang pasien dengan luka operasi mengalami keterbatasan dalam bergerak sehingga tidak dapat mengganti balutan sendiri. Perawat membantu mengganti balutan sambil mengajarkan teknik menjaga kebersihan luka. Sistem keperawatan menurut Orem yang sesuai adalah...

a)

Total kompensasi

b)

Health deviation self-care

c)

Universal self-care

d)

Sebagian kompensasi

e)

Pendukung-edukatif

47.

Perawat menemukan bahwa pasien gagal ginjal kurang memahami pembatasan cairan. Setelah diberikan edukasi, pasien mampu mencatat asupan cairan harian dengan benar. Kebutuhan perawatan diri yang dipenuhi termasuk...

a)

Universal self-care requisites

b)

Developmental requisites

c)

Health deviation self-care requisites

d)

Self-care agency

e)

Educative agency

48.

Seorang ibu postpartum mengalami kelelahan dan sulit tidur akibat proses persalinan. Perawat menyarankan teknik relaksasi dan manajemen waktu istirahat. Intervensi ini termasuk pada...

a)

Universal self-care requisites

b)

Self-care deficit

c)

Sistem total kompensasi

d)

Developmental requisites

e)

Health deviation

49.

Pasien lansia dengan artritis mampu mandi sendiri tetapi memerlukan bantuan untuk memakai pakaian karena nyeri sendi. Berdasarkan teori Orem, sistem keperawatan yang tepat adalah...

a)

Total kompensasi

b)

Pendukung-edukatif

c)

Sebagian kompensasi

d)

Developmental requisites

e)

Perawatan promotive

50.

Di sebuah ruang rawat inap, kepala ruangan menyampaikan data peningkatan kejadian infeksi nosokomial dan mengajak perawat mendiskusikan risiko jika praktik lama tetap dipertahankan. Tindakan tersebut mencerminkan tahap:

a)

Refreezing

b)

Changing

c)

Unfreezing

d)

Implementasi

e)

Evaluasi

51.

Setelah staf memahami pentingnya perubahan, dilakukan pelatihan cuci tangan 6 langkah WHO dan simulasi praktik di ruang perawatan. Tahap perubahan yang sedang berlangsung adalah:

a)

Refreezing

b)

Changing

c)

Unfreezing

d)

Monitoring

e)

Adaptasi

52.

Beberapa bulan kemudian, praktik hand hygiene telah menjadi kebiasaan, dimasukkan ke dalam SOP, dan dievaluasi secara rutin. Tahap perubahan tersebut termasuk:

a)

Unfreezing

b)

Changing

c)

Refreezing

d)

Evaluasi

e)

Kontrol

53.

Sebagian perawat mengeluh bahwa prosedur baru memperlambat pekerjaan dan merasa lebih nyaman dengan cara lama. Fenomena tersebut paling tepat dianalisis sebagai:

a)

Kegagalan refreezing

b)

Hambatan struktural

c)

Resistensi terhadap perubahan

d)

Kurangnya kompetensi

e)

Masalah kepemimpinan

54.

Perawat mulai mempertanyakan kebiasaan lama dan menunjukkan kesiapan mencoba cara kerja baru setelah dilakukan diskusi kelompok. Kondisi ini menunjukkan proses:

a)

Stabilisasi perubahan

b)

Evaluasi hasil

c)

Kesadaran akan kebutuhan berubah

d)

Internalisasi nilai

e)

Penguatan perilaku

55.

Manajer langsung menerapkan SOP baru tanpa melibatkan staf dalam diskusi atau menjelaskan alasan perubahan. Berdasarkan teori Kurt Lewin, evaluasi tindakan tersebut adalah:

a)

Tepat karena mempercepat perubahan

b)

Tidak tepat karena melewati tahap unfreezing

c)

Tepat jika disertai sanksi

d)

Efektif untuk jangka panjang

e)

Sesuai untuk staf berpengalaman

56.

Setelah perubahan diterapkan, tidak ada supervisi lanjutan sehingga beberapa staf kembali menggunakan cara lama. Kesimpulan yang paling tepat adalah:

a)

Tahap changing tidak diperlukan

b)

Tahap unfreezing tidak efektif

c)

Tahap refreezing tidak optimal

d)

Resistensi tidak dapat dihindari

e)

Perubahan tidak relevan

57.

Seorang perawat senior menjadi teladan dalam menerapkan prosedur baru dan membantu rekan kerja beradaptasi. Dalam konteks teori Kurt Lewin, peran perawat tersebut adalah:

a)

Supervisor

b)

Administrator

c)

Agen perubahan

d)

Evaluator

e)

Koordinator pelayanan

58.

Indikator berikut yang paling tepat menunjukkan keberhasilan tahap refreezing adalah:

a)

Adanya sosialisasi kebijakan baru

b)

Banyaknya pelatihan yang dilakukan

c)

Praktik baru menjadi kebiasaan kerja

d)

Penurunan resistensi sementara

e)

Terbitnya surat keputusan

59.

Manajer ingin memastikan perubahan praktik keperawatan berlangsung berkelanjutan. Tindakan yang paling sesuai dengan teori perubahan Kurt Lewin adalah:

a)

Mengganti staf yang menolak perubahan

b)

Mempercepat tahap changing

c)

Memperkuat refreezing melalui pengawasan dan umpan balik

d)

Mengulangi tahap unfreezing setiap bulan

e)

Mengurangi keterlibatan staf

60.

Di sebuah ruang rawat inap, manajer keperawatan menemukan bahwa praktik lama tidak lagi sesuai dengan standar keselamatan pasien dan perlu diganti dengan cara kerja baru. Analisis tersebut paling sesuai dengan konsep dasar teori perubahan Kurt Lewin bahwa perubahan terjadi karena:

a)

Praktik lama tidak lagi sesuai dengan standar sehingga perlu perubahan (unfreezing).

b)

Perubahan terjadi secara tiba-tiba tanpa proses adaptasi.

c)

Manajer keperawatan menolak semua praktik baru tanpa evaluasi.

d)

Perubahan hanya terjadi jika ada tekanan dari luar organisasi.

61.

Dalam teori Kurt Lewin, perubahan perilaku staf rumah sakit dapat terjadi karena:

a)

Adanya konflik antar staf

b)

Keseimbangan antara kekuatan pendorong dan penghambat

c)

Kebutuhan individu untuk berkembang

d)

Tekanan dari pimpinan rumah sakit

e)

Perubahan kebijakan nasional

62.

Setelah beberapa bulan, staf kembali menggunakan cara lama karena tidak ada penguatan lanjutan. Kesimpulan yang paling tepat adalah:

a)

Tahap unfreezing gagal

b)

Tahap changing tidak perlu

c)

Tahap refreezing tidak optimal

d)

Strategi partisipatif tidak efektif

e)

Perubahan tidak sesuai kebutuhan

63.

Di ruang rawat inap, manajer menemukan bahwa kebiasaan lama perawat tidak lagi sesuai dengan standar keselamatan pasien. Ia menyadari perlunya mengubah perilaku kerja staf. Situasi ini mencerminkan konsep dasar teori Kurt Lewin bahwa perubahan terjadi karena:

a)

Tekanan pimpinan

b)

Konflik antar staf

c)

Ketidakseimbangan antara kekuatan pendorong dan penghambat

d)

Tuntutan akreditasi

e)

Kebutuhan individu berkembang

64.

Kepala ruangan memaparkan data insiden keselamatan pasien dan mengajak staf mendiskusikan risiko jika kebiasaan lama dipertahankan. Tahap perubahan yang sedang berlangsung adalah:

a)

Changing

b)

Refreezing

c)

Evaluasi

d)

Unfreezing

e)

Implementasi

65.

Setelah staf memahami perlunya perubahan, dilakukan pelatihan, simulasi, dan pendampingan penerapan SOP baru. Tahap perubahan tersebut adalah:

a)

Refreezing

b)

Unfreezing

c)

Changing

d)

Adaptasi akhir

e)

Evaluasi

66.

Enam bulan kemudian, SOP baru diterapkan konsisten, menjadi kebiasaan, dan tercantum dalam kebijakan ruangan. Tahap perubahan ini termasuk:

a)

Unfreezing

b)

Changing

c)

Refreezing

67.

Manajer mengajak perawat berdiskusi, memberi pelatihan, dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Strategi perubahan yang digunakan adalah:

a)

Koersif

b)

Otoriter

c)

Partisipatif-edukatif

d)

Administratif

e)

Delegatif pasif

68.

Manajer langsung menerapkan aturan baru tanpa sosialisasi dan partisipasi staf. Menurut teori Kurt Lewin, tindakan ini berpotensi:

a)

Mempercepat perubahan

b)

Menurunkan beban kerja

c)

Meningkatkan resistensi

d)

Memperkuat refreezing

e)

Menjamin keberhasilan

69.

Sebagian perawat menolak SOP baru karena merasa cara lama lebih nyaman. Hambatan ini termasuk:

a)

Hambatan struktural

b)

Hambatan ekonomi

c)

Hambatan psikologis

d)

Hambatan teknologi

e)

Hambatan kebijakan

70.

Untuk mengatasi penolakan staf, tindakan paling tepat adalah:

a)

Memberi sanksi tegas

b)

Mengganti staf yang menolak

c)

Meningkatkan komunikasi dan edukasi

d)

Menunda perubahan

e)

Membiarkan adaptasi alami

71.

Perubahan gagal karena kurangnya fasilitas dan dukungan pimpinan. Hambatan ini dikategorikan sebagai:

a)

Hambatan individu

b)

Hambatan psikologis

c)

Hambatan struktural/organisasi

d)

Hambatan interpersonal

e)

Hambatan budaya

72.

Manajer melakukan audit rutin dan supervisi setelah SOP baru diterapkan. Tindakan ini bertujuan untuk:

a)

Memulai unfreezing ulang

b)

Mempercepat changing

c)

Memastikan refreezing

73.

Indikator paling tepat bahwa perubahan berkelanjutan adalah:

a)

Banyaknya pelatihan

b)

Adanya SOP tertulis

c)

Praktik baru menjadi budaya kerja

d)

Berkurangnya keluhan sementara

e)

Tingginya kehadiran rapat

74.

Menurut Kolcaba, relief berarti...

a)

Kenyamanan jangka Panjang

b)

Pengurangan atau hilangnya ketidaknyamanan

c)

Upaya mengatasi masalah melalui motivasi

d)

Ketenangan emosional

e)

Kemandirian pasien

75.

Ease dalam teori Kolcaba merujuk pada...

a)

Peningkatan energi spiritual

b)

Kenyamanan yang berkaitan dengan lingkungan

c)

Keadaan tenang atau nyaman

d)

Rasa nyaman karena kebutuhan terpenuhi

e)

Mengatasi depresi antepartum

76.

Transcendence adalah kondisi ketika pasien...

a)

Bebas sepenuhnya dari nyeri

b)

Dapat mempertahankan fungsi meskipun mengalami ketidaknyamanan

c)

Tidak lagi membutuhkan intervensi perawat

d)

Mengalami gangguan spiritual

e)

Mampu melakukan aktivitas tanpa bantuan perawat

77.

Kondisi terpenuhinya kebutuhan pasien secara spesifik dan segera termasuk pada tingkatan kenyamanan…

a)

Ease

b)

Transcendence

c)

Relief

d)

Physical

e)

Psychospiritual

78.

Kebutuhan kenyamanan yang berkaitan dengan keyakinan, makna hidup, dan ketenangan jiwa termasuk konteks...

a)

Physical comfort

b)

Psychospiritual comfort

c)

Sociocultural comfort

d)

Environmental comfort

e)

Relational comfort

79.

Kondisi pasien yang mampu mengatasi ketidaknyamanan dan naik di atas masalahnya merupakan tipe kenyamanan...

a)

Transcendence

b)

Relief

c)

Ease

d)

Security

80.

Kerapian ruangan, cahaya cukup, kebersihan, dan pengurangan kebisingan termasuk intervensi pada konteks...

a)

Physical

b)

Sociocultural

c)

Environmental

d)

Psychospiritual

e)

Holistic

81.

Intervensi berupa edukasi, memberikan harapan, mendengar keluhan pasien, dan dukungan emosional merupakan...

a)

Technical comfort measures

b)

Coaching

c)

Comfort food for the soul

d)

Relaxation therapy

e)

Visualization technique

82.

Pemberian analgesik untuk menurunkan nyeri pada pasien termasuk kategori...

a)

Comfort food

b)

Coaching

c)

Technical comfort measures

d)

Environmental comfort

e)

Psychospiritual comfort

83.

Kebutuhan pasien terkait hubungan keluarga, budaya, dan dukungan sosial merupakan bagian dari...

a)

Physical comfort

b)

Psychospiritual comfort

c)

Environmental comfort

d)

Sociocultural comfort

e)

Transcendence

84.

Saat pasien demam diberikan kompres hangat, peningkatan cairan, dukungan keluarga, dan ruangan nyaman adalah aplikasi dari...

a)

Teori Adaptasi Roy

b)

Teori Caring Watson

c)

Teori Kenyamanan Kolcaba

d)

Teori Self Care Orem

e)

Teori Interpersonal Peplau

85.

Keluarga yang hadir sebagai pendamping pasien memberikan kenyamanan dalam konteks...

a)

Relief

b)

Ease

c)

Transcendence

d)

Environmental

e)

Psychospiritual

86.

Mengatur suhu ruangan untuk kenyamanan pasien adalah contoh kenyamanan…

a)

A. Psikospiritual

b)

B. Fisik

c)

C. Sosial

d)

D. Transcendence

e)

E. Ease

87.

Metode pengukuran kenyamanan Kolcaba yang digunakan dalam penelitian adalah…

a)

Pain Scale 0–10

b)

Visual Analog Scale

c)

General Comfort Questionnaire

d)

Barthel Index

e)

MPPI

88.

Tujuan akhir dari teori Keperawatan yang dikemukakan oleh Kolcaba adalah…

a)

Perawatan bebas nyeri

b)

Pasien mandiri

c)

Peningkatan kenyamanan sehingga meningkatkan hasil kesehatan

d)

Mengurangi ketergantungan obat

e)

Mempercepat proses adaptasi pasien

89.

Seorang pasien pasca operasi laparotomi mengeluh nyeri hebat sehingga ia sulit bergerak. Perawat membantu memposisikan pasien dan mengajarkan Teknik napas dalam untuk mengurangi nyeri. Tindakan perawat ini sesuai dengan konservasi:

a)

Konservasi energi

b)

Konservasi integritas struktural

c)

Konservasi integritas personal

d)

Konservasi integritas sosial

e)

Konservasi adaptasi lingkungan

90.

Seorang lansia dirawat karena ulkus dekubitus derajat II. Perawat menjaga kebersihan luka dan memberikan balutan sesuai prosedur untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Konservasi yang diterapkan adalah:

a)

Energi

b)

Integritas personal

c)

Integritas struktural

d)

Integritas sosial

e)

Adaptasi emosional

91.

Pasien baru pertama kali dirawat di rumah sakit dan tampak cemas. Perawat memberikan informasi mengenai prosedur serta mendengarkan kekhawatirannya dengan empati. Hal ini merupakan penerapan:

a)

Konservasi energi

b)

Konservasi integritas personal

c)

Konservasi integritas sosial

d)

Konservasi adaptasi lingkungan

92.

Pasien anemia berat tampak lemah. Perawat menganjurkan pasien untuk istirahat cukup dan membantu pemenuhan nutrisi tinggi zat besi. Tindakan perawat mendukung:

a)

Konservasi integritas sosial

b)

Konservasi energi

c)

Konservasi personal

d)

Konservasi struktural

e)

Konservasi hubungan terapeutik

93.

Seorang pasien stroke mengalami kerusakan kulit di area sakrum. Perawat melakukan reposisi tiap dua jam untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Tindakan ini merupakan penerapan:

a)

Konservasi struktural

b)

Konservasi energi

c)

Konservasi personal

d)

Konservasi sosial

e)

Konservasi kepercayaan

94.

Anak usia 10 tahun dirawat di rumah sakit dan merasa kesepian karena tidak ditemani teman sekolah. Perawat memfasilitasi komunikasi video dengan teman atau keluarga. Ini merupakan upaya:

a)

Konservasi energi

b)

Konservasi integritas personal

c)

Konservasi integritas sosial

d)

Konservasi struktural

e)

Konservasi proses biologis

95.

Pasien pasca operasi mengalami kelelahan karena kurang tidur. Perawat mengatur lingkungan yang tenang dan meminimalkan gangguan. Konservasi yang dituju adalah:

a)

Energi

b)

Integritas struktural

c)

Integritas personal

d)

Integritas sosial

e)

Adaptasi imunologis

96.

Seorang pasien luka bakar mengalami gangguan integritas kulit. Perawat melakukan perawatan luka steril dan mencegah infeksi. Konservasi yang diaplikasikan yaitu:

a)

Konservasi energi

b)

Konservasi struktural

97.

Pasien demam tinggi mengalami takikardi dan kelemahan. Perawat menganjurkan istirahat dan memberikan kompres hangat. Upaya ini berkaitan dengan:

a)

Konservasi personal

b)

Konservasi sosial

c)

Konservasi energi

d)

Konservasi struktural

e)

Konservasi adaptasi psikologis

98.

Pasien baru datang dari IGD dan tampak bingung dengan kondisi perawatan. Perawat memperkenalkan diri serta memberikan orientasi ruangan. Ini merupakan upaya:

a)

Konservasi struktural

b)

Konservasi personal

c)

Konservasi energi

d)

Konservasi sosial

e)

Konservasi adaptasi fisiologis

99.

Seorang pasien pasca fraktur femur tidak boleh bergerak bebas. Perawat memasang side rail untuk mencegah jatuh. Konservasi yang diterapkan adalah:

a)

Energi

b)

Personal

c)

Sosial

d)

Struktural

e)

Adaptasi sosial

100.

Pasien HIV merasa dijauhi oleh beberapa anggota keluarga. Perawat memberikan dukungan dan edukasi kepada keluarga agar tetap memberikan dukungan. Ini adalah contoh:

a)

Konservasi sosial

b)

Konservasi energi

c)

Konservasi personal

d)

Konservasi struktural

e)

Konservasi adaptasi emosional