Font size
WorksheetsQuis Falsafah 1B_Gowi
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 40mins
Seorang laki-laki 48 tahun dirawat dengan diagnosis ulkus diabetikum grade II. Pasien sering tampak lelah, tidur tidak nyenyak, dan mengeluh nyeri luka. Ia enggan bergerak karena takut nyeri bertambah. Luka tampak merah dan penyembuhan lambat. Berdasarkan Teori Konservasi Levine, prinsip konservasi utama yang paling terganggu pada kasus tersebut adalah:
Konservasi integritas personal
Konservasi energi
Konservasi integritas struktur
Konservasi integritas sosial
Konservasi adaptasi lingkungan
Pasien perempuan 72 tahun pasca stroke mengalami kelemahan ekstremitas kanan. Ia merasa malu dan tidak percaya diri saat dibantu berjalan, serta lebih memilih berbaring seharian. Masalah keperawatan yang paling sesuai berdasarkan prinsip Levine adalah:
Gangguan konservasi energi
Gangguan integritas sosial
Gangguan integritas personal
Gangguan integritas struktur
Gangguan adaptasi psikososial
Seorang pasien post apendektomi mengeluh nyeri hebat dan memilih tetap tirah baring. Perawat memberikan: Mobilisasi dini bertahap, Teknik napas dalam, Edukasi relaksasi, dan dukungan keluarga. Evaluasi yang paling tepat berdasarkan Teori Levine adalah:
Intervensi tidak tepat karena pasien seharusnya istirahat total
Intervensi fokus hanya pada konservasi struktur
Intervensi belum memenuhi konservasi personal
Intervensi sudah memenuhi seluruh prinsip konservasi
Intervensi tidak sesuai karena mobilisasi memperberat nyeri
Seorang mahasiswa 21 tahun menderita TB paru dan sering menolak minum obat karena takut diketahui teman kos. Berat badan menurun dan pasien menghindari interaksi sosial. Intervensi prioritas menurut Teori Levine adalah:
Pemenuhan nutrisi untuk meningkatkan energi
Edukasi pencegahan penularan TB
Konseling peningkatan kepercayaan diri
Pasien skizofrenia terlihat menarik diri, tidak mau makan, berat badan turun 5 kg dalam 1 bulan, dan jarang berbicara dengan orang lain. Prinsip konservasi Levine yang paling dominan terganggu adalah:
Integritas personal dan sosial
Energi dan struktur
Personal dan adaptasi
Energi dan personal
Sosial dan lingkungan
Pasien pasca operasi fraktur femur enggan berinteraksi dengan keluarga, menolak latihan ROM karena takut nyeri, dan tampak cemas terhadap kondisi fisiknya. Masalah utama berbasis Teori Levine adalah:
Gangguan integritas struktur
Gangguan adaptasi lingkungan
Gangguan integritas personal dan sosial
Gangguan konservasi energi
Gangguan persepsi tubuh
Pasien dengan gagal ginjal kronik tampak lemah dan penurunan aktivitas. Intervensi paling sesuai sesuai Levine untuk konservasi energi adalah:
Mengatur jadwal istirahat dan aktivitas
Memberikan isolasi lingkungan
Meningkatkan kontak sosial
Membatasi dukungan keluarga
Latihan ambulation dini intensif
Seorang laki-laki 25 tahun, dirawat di RSU karena mengalami fraktur femur akibat kecelakaan lalu lintas. Hasil pengkajian Pasien pasca operasi tampak lemah, sulit tidur, dan sering mengeluh nyeri. Prinsip Levine yang terganggu:
Personal
Energi
Struktur
Sosial
Adaptasi
Seorang laki-laki 36 tahun, dirawat di RSU dengan stroke non haemorrhagic. Hasil pengkajian pasien mengalami hemiplegi pada extremitas sebelah kanan. Apakah Prinsip model Levine yang terganggu?
Personal
Energi
Struktur
Sosial
Lingkungan
Seorang perempuan, 30 tahun dirawat di RSJ dengan alasan sering menangis tanpa sebab setelah melahirkan anak pertama. Menurut keluarga sejak suaminya ditugaskan di daerah terpencil, pasien sering melamun dan tidak merawat diri. Hasil pengkajian, pasien menolak makan karena depresi dan berat badan turun. Apakah prinsip Teori Levine yang terganggu?
Energi
Sosial
Struktur
Lingkungan
Role
Seorang laki-laki, 37 tahun di rawat di RSU karena fraktur akibat kecelakaan lalu lintas. Menurut keluarga pasien harus dilakukan amputasi karena kondisi luka yang tidak dapat dipertahankan. Dua hari post amputasi, pasien menarik diri dan jarang berinteraksi. Apakah prinsip Teori Levine yang terganggu?
Energi
Struktur
Sosial
Personal
Lingkungan
Seorang laki-laki, 37 tahun di rawat di RSU karena fraktur akibat kecelakaan lalu lintas. Menurut keluarga pasien harus dilakukan amputasi karena kondisi luka yang tidak dapat dipertahankan. Dua hari post amputasi, pasien merasa rendah diri hingga menolak latihan mobilisasi. Apakah prinsip Teori Levine yang terganggu?
Sosial
Energi
Personal
Di ruang rawat inap, angka kejadian infeksi luka meningkat dalam tiga bulan terakhir. Audit menunjukkan ketidakpatuhan perawat terhadap prosedur hand hygiene. Perawat kepala menyimpulkan perlu segera dilakukan perubahan praktik kerja. Manakah Analisis yang menunjukkan kebutuhan untuk berubah paling tepat adalah:
Jumlah perawat terbatas sehingga sulit melaksanakan prosedur
Terjadi kesenjangan antara standar pelayanan dan praktik aktual
Pasien banyak menuntut pelayanan cepat
Ketersediaan alat pelindung diri tidak lengkap
Beban kerja perawat meningkat
Seorang perawat pelaksana aktif mengajak rekan kerja berdiskusi, memberikan contoh praktik hand hygiene, mengkoordinasi pelatihan singkat, serta memotivasi tim. Peran utama perawat tersebut adalah:
Koordinator pelayanan
Manajer unit
Agen perubahan
Supervisor klinik
Edukator pasien
Dalam upaya meningkatkan budaya patient safety, perawat kepala memulai dengan: Mendiskusikan masalah keselamatan pasien dan Membangun kesadaran akan perlunya perubahan. Tahap perubahan yang sedang berlangsung menurut teori Lewin–Levine adalah:
Refreezing
Changing
Evaluating
Unfreezing
Controlling
Setelah sosialisasi SOP hand hygiene, dilakukan pelatihan praktik cuci tangan dan simulasi. Tahap yang sedang terjadi adalah:
Refreezing
Unfreezing
Planning
Unit rawat inap di sebuah RS telah rutin menerapkan SOP baru dan menjadikannya standar kerja tetap. Apakah Tahap perubahan yang sedang dilakukan unit tersebut?
Planning
Changing
Evaluasi
Unfreezing
Refreezing
Di sebuah RS, sebagian perawat menolak SOP baru karena nyaman dengan cara lama. Apakah hambatan utama dalam perubahan tersebut?
Faktor ekonomi
Kurangnya fasilitas
Resistensi terhadap perubahan
Komunikasi tidak efektif
Beban kerja tinggi
Di sebuah RS, sebagian perawat menolak SOP baru karena nyaman dengan cara lama. Apakah tindakan untuk mengatasi hambatan tersebut?
Memberikan sanksi
Mengganti seluruh tim lama
Meningkatkan komunikasi & partisipasi
Membatasi jam kerja
Memotong insentif
Seorang manajer memastikan pelatihan rutin, monitoring kepatuhan SOP, serta memberikan motivasi pada staf. Evaluasi peran manajer tersebut Adalah...
Administrator
Edukator
Change leader
Koordinator pelayanan
Supervisor teknis
Tindakan yang tepat sesuai teori perubahan ketika kepala ruangan melaporkan tingginya error dokumentasi di ruang perawatan kepada manajer keperawatan adalah...
Melakukan analisis penyebab dan merencanakan intervensi perbaikan
Memberikan sanksi langsung kepada perawat
Mengabaikan laporan tersebut
Memindahkan seluruh staf ke ruangan lain
Di ruang rawat inap ditemukan angka kesalahan pemberian obat meningkat dalam 3 bulan terakhir. SOP sudah tersedia, namun kepatuhan staf rendah. Berdasarkan konsep kebutuhan untuk berubah, penyebab utama yang menentukan perlunya perubahan adalah...
Keterbatasan jumlah perawat
Tingginya beban kerja
Kesenjangan antara standar prosedur dan praktik aktual
Kurangnya pengawasan dari manajer
Kurangnya fasilitas pelayanan
Di ruang rawat inap terjadi peningkatan kejadian medication error. Manajer unit mengumpulkan staf, memaparkan data insiden, serta mengajak diskusi mengenai pentingnya perubahan praktik kerja. Tahap perubahan yang sedang terjadi menurut Teori Lewin-Levine adalah:
Refreezing
Changing
Preparation
Unfreezing
Evaluation
SOP pemberian obat baru telah dijalankan secara konsisten dan menjadi standar kerja unit. Tahap perubahan berdasarkan teori Lewin-Levine adalah:
Planning
Changing
Controlling
Refreezing
Evaluation
Setelah manajer menyampaikan perlunya perubahan komunikasi SBAR, staf mulai mempertanyakan kebiasaan lama dan menunjukkan keterbukaan terhadap ide baru. Proses perubahan yang terjadi adalah:
Changing
Maintaining
Ignoring
Rejecting
Manajer mendorong staf mengikuti workshop komunikasi efektif dan melakukan mentoring praktik SBAR. Tahap proses perubahan yang sedang diterapkan adalah:
Refreezing
Unfreezing
Evaluasi
Maintaining change
Moving/Changing
Manajer langsung menetapkan SOP baru tanpa sosialisasi atau diskusi sebelumnya. Evaluasi pendekatan tersebut menurut teori Lewin-Levine adalah:
Tepat karena mempercepat refreezing
Kurang tepat karena melewati tahap unfreezing
Tepat jika didukung reward
Efektif mencegah resistensi
Optimal untuk jangka panjang
Di ruang rawat inap, angka kejadian jatuh pasien meningkat. Kepala ruangan memaparkan data insiden, mendiskusikan dampaknya, dan menumbuhkan kesadaran staf bahwa praktik lama tidak lagi aman. Apakah Tahap perubahan menurut Teori Levine yang sedang dilakukan?
Refreeze
Change
Evaluasi
Unfreeze
Implementasi
Setelah sosialisasi, perawat mulai mencoba prosedur pencegahan jatuh yang baru melalui simulasi dan praktik langsung di ruang perawatan. Apakah Tahap perubahan yang sedang berlangsung?
Refreeze
Unfreeze
Change
A. Evaluasi perilaku lama B. Penerimaan perubahan C. Kesadaran akan kebutuhan berubah D. Stabilitas perilaku E. Implementasi kebijakan
A. Evaluasi perilaku lama
B. Penerimaan perubahan
C. Kesadaran akan kebutuhan berubah
D. Stabilitas perilaku
E. Implementasi kebijakan
Prosedur pencegahan jatuh telah diterapkan secara konsisten, diawasi secara rutin, dan menjadi kebiasaan kerja harian perawat. Apakah Tahap perubahan tersebut?
Change
Unfreeze
Refreeze
Implementasi
Adaptasi
Beberapa perawat mulai mempertanyakan cara kerja lama dan menunjukkan keterbukaan terhadap prosedur baru setelah dilakukan diskusi bersama. Apakah Kondisi yang sesuai dengan proses tersebut?
Evaluasi hasil
Stabilisasi perubahan
Kesadaran kebutuhan berubah
Implementasi kebijakan
Penguatan perilaku baru
Teori Orem menekankan bahwa tujuan utama keperawatan adalah...
Membantu pasien meningkatkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan dasar
Menyediakan pelayanan medis yang komprehensif
Mencegah penyakit melalui edukasi
Mengurangi ketergantungan pasien terhadap keluarga
Menyediakan peralatan kesehatan yang memadai
Self-care menurut Orem diartikan sebagai...
Upaya profesional perawat untuk meningkatkan kesehatan pasien
Kemampuan individu untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari tanpa bantuan
Kegiatan terapeutik yang dilakukan perawat kepada pasien
Pemenuhan kebutuhan dasar melalui intervensi medis
Proses adaptasi fisiologis terhadap penyakit
Manakah yang termasuk dalam self-care requisites menurut Orem?
Regulasi emosi
Universal, developmental, dan health deviation
Tingkat stres individu
Keadaan keseimbangan psikososial
Seorang pasien stroke mengalami kelumpuhan di sisi kiri tubuh dan tidak mampu mandi sendiri. Menurut teori Orem, sistem keperawatan yang sesuai adalah...
Sistem pendukung-edukatif
Sistem konsultatif
Sistem sebagian kompensasi
Sistem total kompensasi
Sistem rehabilitatif
Dalam teori Orem, therapeutic self-care demand mengacu pada...
Seluruh kegiatan perawat dalam memberikan bantuan
Tingkat kemampuan pasien melakukan aktivitas sehari-hari
Kebutuhan perawatan diri yang diperlukan dalam periode tertentu
Upaya keluarga dalam memenuhi kebutuhan pasien
Rencana medis dokter bagi pasien
Perawat memberikan edukasi kepada pasien hipertensi mengenai diet rendah garam agar pasien bisa merawat diri secara mandiri. Intervensi tersebut termasuk dalam sistem...
Sistem total kompensasi
Sistem sebagian kompensasi
Sistem pendukung-edukatif
Sistem pemenuhan kebutuhan
Sistem penguatan adaptasi
Seorang pasien pascaoperasi laparotomi masih lemah dan tidak mampu bangun dari tempat tidur. Perawat membantu memandikan pasien di tempat tidur. Berdasarkan teori Orem, tindakan tersebut termasuk dalam...
Self-care deficit
Sistem pendukung-edukatif
Sistem total kompensasi
Sistem sebagian kompensasi
Universal self-care
Seorang ibu dengan DM tipe 2 mampu melakukan perawatan kaki sendiri setelah diajarkan oleh perawat. Namun, ia meminta perawat mengevaluasi tekniknya. Ini menunjukkan sistem keperawatan...
Total kompensasi
Penguatan adaptif
Pendukung-edukatif
Sebagian kompensasi
Perawat menilai bahwa pasien lansia mengalami kesulitan mengontrol buang air kecil karena kelemahan otot. Menurut Orem, kondisi ini termasuk dalam...
Universal self-care requisites
Developmental requisites
Health deviation self-care requisites
Self-care agency
Self-care deficit
Pasien gagal jantung diminta membatasi konsumsi cairan maksimal 1500 ml/hari. Perawat memonitor jumlah cairan yang diminum pasien setiap shift. Tindakan perawat ini merupakan bentuk...
Pengawasan dalam sistem pendukung-edukatif
Pemenuhan kebutuhan universal
Kompensasi total
Intervensi agen perawat
Health deviation self-care support
Seorang pasien stroke sudah mampu makan sendiri, tetapi terkadang tangan masih tremor sehingga ia memerlukan bantuan saat menuang air. Menurut teori Orem, sistem keperawatan yang tepat adalah...
Total kompensasi
Sebagian kompensasi
Pendukung-edukatif
Perawatan rehabilitative
Perawatan promotif
Perawat memberikan latihan kepada pasien pascaoperasi untuk melakukan teknik pernapasan dalam dan batuk efektif agar tidak terjadi komplikasi. Tindakan ini termasuk...
Pemenuhan universal self-care
Health deviation self-care requisites
Caring promotive
Self-care agency enhancement
Sistem total kompensasi
Seorang pasien dengan anemia kronis mengeluh cepat lelah sehingga tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Perawat menilai tingkat kemampuan pasien dan merencanakan intervensi agar pasien dapat kembali mandiri. Proses ini merupakan...
a. Penilaian self-care agency
b. Penentuan self-care universal
Seorang pasien dengan luka operasi mengalami keterbatasan dalam bergerak sehingga tidak dapat mengganti balutan sendiri. Perawat membantu mengganti balutan sambil mengajarkan teknik menjaga kebersihan luka. Sistem keperawatan menurut Orem yang sesuai adalah...
Total kompensasi
Health deviation self-care
Universal self-care
Sebagian kompensasi
Pendukung-edukatif
Perawat menemukan bahwa pasien gagal ginjal kurang memahami pembatasan cairan. Setelah diberikan edukasi, pasien mampu mencatat asupan cairan harian dengan benar. Kebutuhan perawatan diri yang dipenuhi termasuk...
Universal self-care requisites
Developmental requisites
Health deviation self-care requisites
Self-care agency
Educative agency
Seorang ibu postpartum mengalami kelelahan dan sulit tidur akibat proses persalinan. Perawat menyarankan teknik relaksasi dan manajemen waktu istirahat. Intervensi ini termasuk pada...
Universal self-care requisites
Self-care deficit
Sistem total kompensasi
Developmental requisites
Health deviation
Pasien lansia dengan artritis mampu mandi sendiri tetapi memerlukan bantuan untuk memakai pakaian karena nyeri sendi. Berdasarkan teori Orem, sistem keperawatan yang tepat adalah...
Total kompensasi
Pendukung-edukatif
Sebagian kompensasi
Developmental requisites
Perawatan promotive
Di sebuah ruang rawat inap, kepala ruangan menyampaikan data peningkatan kejadian infeksi nosokomial dan mengajak perawat mendiskusikan risiko jika praktik lama tetap dipertahankan. Tindakan tersebut mencerminkan tahap:
Refreezing
Changing
Unfreezing
Implementasi
Evaluasi
Setelah staf memahami pentingnya perubahan, dilakukan pelatihan cuci tangan 6 langkah WHO dan simulasi praktik di ruang perawatan. Tahap perubahan yang sedang berlangsung adalah:
Refreezing
Changing
Unfreezing
Monitoring
Adaptasi
Beberapa bulan kemudian, praktik hand hygiene telah menjadi kebiasaan, dimasukkan ke dalam SOP, dan dievaluasi secara rutin. Tahap perubahan tersebut termasuk:
Unfreezing
Changing
Refreezing
Evaluasi
Kontrol
Sebagian perawat mengeluh bahwa prosedur baru memperlambat pekerjaan dan merasa lebih nyaman dengan cara lama. Fenomena tersebut paling tepat dianalisis sebagai:
Kegagalan refreezing
Hambatan struktural
Resistensi terhadap perubahan
Kurangnya kompetensi
Masalah kepemimpinan
Perawat mulai mempertanyakan kebiasaan lama dan menunjukkan kesiapan mencoba cara kerja baru setelah dilakukan diskusi kelompok. Kondisi ini menunjukkan proses:
Stabilisasi perubahan
Evaluasi hasil
Kesadaran akan kebutuhan berubah
Internalisasi nilai
Penguatan perilaku
Manajer langsung menerapkan SOP baru tanpa melibatkan staf dalam diskusi atau menjelaskan alasan perubahan. Berdasarkan teori Kurt Lewin, evaluasi tindakan tersebut adalah:
Tepat karena mempercepat perubahan
Tidak tepat karena melewati tahap unfreezing
Tepat jika disertai sanksi
Efektif untuk jangka panjang
Sesuai untuk staf berpengalaman
Setelah perubahan diterapkan, tidak ada supervisi lanjutan sehingga beberapa staf kembali menggunakan cara lama. Kesimpulan yang paling tepat adalah:
Tahap changing tidak diperlukan
Tahap unfreezing tidak efektif
Tahap refreezing tidak optimal
Resistensi tidak dapat dihindari
Perubahan tidak relevan
Seorang perawat senior menjadi teladan dalam menerapkan prosedur baru dan membantu rekan kerja beradaptasi. Dalam konteks teori Kurt Lewin, peran perawat tersebut adalah:
Supervisor
Administrator
Agen perubahan
Evaluator
Koordinator pelayanan
Indikator berikut yang paling tepat menunjukkan keberhasilan tahap refreezing adalah:
Adanya sosialisasi kebijakan baru
Banyaknya pelatihan yang dilakukan
Praktik baru menjadi kebiasaan kerja
Penurunan resistensi sementara
Terbitnya surat keputusan
Manajer ingin memastikan perubahan praktik keperawatan berlangsung berkelanjutan. Tindakan yang paling sesuai dengan teori perubahan Kurt Lewin adalah:
Mengganti staf yang menolak perubahan
Mempercepat tahap changing
Memperkuat refreezing melalui pengawasan dan umpan balik
Mengulangi tahap unfreezing setiap bulan
Mengurangi keterlibatan staf
Di sebuah ruang rawat inap, manajer keperawatan menemukan bahwa praktik lama tidak lagi sesuai dengan standar keselamatan pasien dan perlu diganti dengan cara kerja baru. Analisis tersebut paling sesuai dengan konsep dasar teori perubahan Kurt Lewin bahwa perubahan terjadi karena:
Praktik lama tidak lagi sesuai dengan standar sehingga perlu perubahan (unfreezing).
Perubahan terjadi secara tiba-tiba tanpa proses adaptasi.
Manajer keperawatan menolak semua praktik baru tanpa evaluasi.
Perubahan hanya terjadi jika ada tekanan dari luar organisasi.
Dalam teori Kurt Lewin, perubahan perilaku staf rumah sakit dapat terjadi karena:
Adanya konflik antar staf
Keseimbangan antara kekuatan pendorong dan penghambat
Kebutuhan individu untuk berkembang
Tekanan dari pimpinan rumah sakit
Perubahan kebijakan nasional
Setelah beberapa bulan, staf kembali menggunakan cara lama karena tidak ada penguatan lanjutan. Kesimpulan yang paling tepat adalah:
Tahap unfreezing gagal
Tahap changing tidak perlu
Tahap refreezing tidak optimal
Strategi partisipatif tidak efektif
Perubahan tidak sesuai kebutuhan
Di ruang rawat inap, manajer menemukan bahwa kebiasaan lama perawat tidak lagi sesuai dengan standar keselamatan pasien. Ia menyadari perlunya mengubah perilaku kerja staf. Situasi ini mencerminkan konsep dasar teori Kurt Lewin bahwa perubahan terjadi karena:
Tekanan pimpinan
Konflik antar staf
Ketidakseimbangan antara kekuatan pendorong dan penghambat
Tuntutan akreditasi
Kebutuhan individu berkembang
Kepala ruangan memaparkan data insiden keselamatan pasien dan mengajak staf mendiskusikan risiko jika kebiasaan lama dipertahankan. Tahap perubahan yang sedang berlangsung adalah:
Changing
Refreezing
Evaluasi
Unfreezing
Implementasi
Setelah staf memahami perlunya perubahan, dilakukan pelatihan, simulasi, dan pendampingan penerapan SOP baru. Tahap perubahan tersebut adalah:
Refreezing
Unfreezing
Changing
Adaptasi akhir
Evaluasi
Enam bulan kemudian, SOP baru diterapkan konsisten, menjadi kebiasaan, dan tercantum dalam kebijakan ruangan. Tahap perubahan ini termasuk:
Unfreezing
Changing
Refreezing
Manajer mengajak perawat berdiskusi, memberi pelatihan, dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Strategi perubahan yang digunakan adalah:
Koersif
Otoriter
Partisipatif-edukatif
Administratif
Delegatif pasif
Manajer langsung menerapkan aturan baru tanpa sosialisasi dan partisipasi staf. Menurut teori Kurt Lewin, tindakan ini berpotensi:
Mempercepat perubahan
Menurunkan beban kerja
Meningkatkan resistensi
Memperkuat refreezing
Menjamin keberhasilan
Sebagian perawat menolak SOP baru karena merasa cara lama lebih nyaman. Hambatan ini termasuk:
Hambatan struktural
Hambatan ekonomi
Hambatan psikologis
Hambatan teknologi
Hambatan kebijakan
Untuk mengatasi penolakan staf, tindakan paling tepat adalah:
Memberi sanksi tegas
Mengganti staf yang menolak
Meningkatkan komunikasi dan edukasi
Menunda perubahan
Membiarkan adaptasi alami
Perubahan gagal karena kurangnya fasilitas dan dukungan pimpinan. Hambatan ini dikategorikan sebagai:
Hambatan individu
Hambatan psikologis
Hambatan struktural/organisasi
Hambatan interpersonal
Hambatan budaya
Manajer melakukan audit rutin dan supervisi setelah SOP baru diterapkan. Tindakan ini bertujuan untuk:
Memulai unfreezing ulang
Mempercepat changing
Memastikan refreezing
Indikator paling tepat bahwa perubahan berkelanjutan adalah:
Banyaknya pelatihan
Adanya SOP tertulis
Praktik baru menjadi budaya kerja
Berkurangnya keluhan sementara
Tingginya kehadiran rapat
Menurut Kolcaba, relief berarti...
Kenyamanan jangka Panjang
Pengurangan atau hilangnya ketidaknyamanan
Upaya mengatasi masalah melalui motivasi
Ketenangan emosional
Kemandirian pasien
Ease dalam teori Kolcaba merujuk pada...
Peningkatan energi spiritual
Kenyamanan yang berkaitan dengan lingkungan
Keadaan tenang atau nyaman
Rasa nyaman karena kebutuhan terpenuhi
Mengatasi depresi antepartum
Transcendence adalah kondisi ketika pasien...
Bebas sepenuhnya dari nyeri
Dapat mempertahankan fungsi meskipun mengalami ketidaknyamanan
Tidak lagi membutuhkan intervensi perawat
Mengalami gangguan spiritual
Mampu melakukan aktivitas tanpa bantuan perawat
Kondisi terpenuhinya kebutuhan pasien secara spesifik dan segera termasuk pada tingkatan kenyamanan…
Ease
Transcendence
Relief
Physical
Psychospiritual
Kebutuhan kenyamanan yang berkaitan dengan keyakinan, makna hidup, dan ketenangan jiwa termasuk konteks...
Physical comfort
Psychospiritual comfort
Sociocultural comfort
Environmental comfort
Relational comfort
Kondisi pasien yang mampu mengatasi ketidaknyamanan dan naik di atas masalahnya merupakan tipe kenyamanan...
Transcendence
Relief
Ease
Security
Kerapian ruangan, cahaya cukup, kebersihan, dan pengurangan kebisingan termasuk intervensi pada konteks...
Physical
Sociocultural
Environmental
Psychospiritual
Holistic
Intervensi berupa edukasi, memberikan harapan, mendengar keluhan pasien, dan dukungan emosional merupakan...
Technical comfort measures
Coaching
Comfort food for the soul
Relaxation therapy
Visualization technique
Pemberian analgesik untuk menurunkan nyeri pada pasien termasuk kategori...
Comfort food
Coaching
Technical comfort measures
Environmental comfort
Psychospiritual comfort
Kebutuhan pasien terkait hubungan keluarga, budaya, dan dukungan sosial merupakan bagian dari...
Physical comfort
Psychospiritual comfort
Environmental comfort
Sociocultural comfort
Transcendence
Saat pasien demam diberikan kompres hangat, peningkatan cairan, dukungan keluarga, dan ruangan nyaman adalah aplikasi dari...
Teori Adaptasi Roy
Teori Caring Watson
Teori Kenyamanan Kolcaba
Teori Self Care Orem
Teori Interpersonal Peplau
Keluarga yang hadir sebagai pendamping pasien memberikan kenyamanan dalam konteks...
Relief
Ease
Transcendence
Environmental
Psychospiritual
Mengatur suhu ruangan untuk kenyamanan pasien adalah contoh kenyamanan…
A. Psikospiritual
B. Fisik
C. Sosial
D. Transcendence
E. Ease
Metode pengukuran kenyamanan Kolcaba yang digunakan dalam penelitian adalah…
Pain Scale 0–10
Visual Analog Scale
General Comfort Questionnaire
Barthel Index
MPPI
Tujuan akhir dari teori Keperawatan yang dikemukakan oleh Kolcaba adalah…
Perawatan bebas nyeri
Pasien mandiri
Peningkatan kenyamanan sehingga meningkatkan hasil kesehatan
Mengurangi ketergantungan obat
Mempercepat proses adaptasi pasien
Seorang pasien pasca operasi laparotomi mengeluh nyeri hebat sehingga ia sulit bergerak. Perawat membantu memposisikan pasien dan mengajarkan Teknik napas dalam untuk mengurangi nyeri. Tindakan perawat ini sesuai dengan konservasi:
Konservasi energi
Konservasi integritas struktural
Konservasi integritas personal
Konservasi integritas sosial
Konservasi adaptasi lingkungan
Seorang lansia dirawat karena ulkus dekubitus derajat II. Perawat menjaga kebersihan luka dan memberikan balutan sesuai prosedur untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Konservasi yang diterapkan adalah:
Energi
Integritas personal
Integritas struktural
Integritas sosial
Adaptasi emosional
Pasien baru pertama kali dirawat di rumah sakit dan tampak cemas. Perawat memberikan informasi mengenai prosedur serta mendengarkan kekhawatirannya dengan empati. Hal ini merupakan penerapan:
Konservasi energi
Konservasi integritas personal
Konservasi integritas sosial
Konservasi adaptasi lingkungan
Pasien anemia berat tampak lemah. Perawat menganjurkan pasien untuk istirahat cukup dan membantu pemenuhan nutrisi tinggi zat besi. Tindakan perawat mendukung:
Konservasi integritas sosial
Konservasi energi
Konservasi personal
Konservasi struktural
Konservasi hubungan terapeutik
Seorang pasien stroke mengalami kerusakan kulit di area sakrum. Perawat melakukan reposisi tiap dua jam untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Tindakan ini merupakan penerapan:
Konservasi struktural
Konservasi energi
Konservasi personal
Konservasi sosial
Konservasi kepercayaan
Anak usia 10 tahun dirawat di rumah sakit dan merasa kesepian karena tidak ditemani teman sekolah. Perawat memfasilitasi komunikasi video dengan teman atau keluarga. Ini merupakan upaya:
Konservasi energi
Konservasi integritas personal
Konservasi integritas sosial
Konservasi struktural
Konservasi proses biologis
Pasien pasca operasi mengalami kelelahan karena kurang tidur. Perawat mengatur lingkungan yang tenang dan meminimalkan gangguan. Konservasi yang dituju adalah:
Energi
Integritas struktural
Integritas personal
Integritas sosial
Adaptasi imunologis
Seorang pasien luka bakar mengalami gangguan integritas kulit. Perawat melakukan perawatan luka steril dan mencegah infeksi. Konservasi yang diaplikasikan yaitu:
Konservasi energi
Konservasi struktural
Pasien demam tinggi mengalami takikardi dan kelemahan. Perawat menganjurkan istirahat dan memberikan kompres hangat. Upaya ini berkaitan dengan:
Konservasi personal
Konservasi sosial
Konservasi energi
Konservasi struktural
Konservasi adaptasi psikologis
Pasien baru datang dari IGD dan tampak bingung dengan kondisi perawatan. Perawat memperkenalkan diri serta memberikan orientasi ruangan. Ini merupakan upaya:
Konservasi struktural
Konservasi personal
Konservasi energi
Konservasi sosial
Konservasi adaptasi fisiologis
Seorang pasien pasca fraktur femur tidak boleh bergerak bebas. Perawat memasang side rail untuk mencegah jatuh. Konservasi yang diterapkan adalah:
Energi
Personal
Sosial
Struktural
Adaptasi sosial
Pasien HIV merasa dijauhi oleh beberapa anggota keluarga. Perawat memberikan dukungan dan edukasi kepada keluarga agar tetap memberikan dukungan. Ini adalah contoh:
Konservasi sosial
Konservasi energi
Konservasi personal
Konservasi struktural
Konservasi adaptasi emosional
