wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PENDAHULUAN

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Sebutkan salah satu tujuan instruksional khusus setelah mengikuti proses belajar di laboratorium!

a)

Mengkomunikasikan kepada pasien tentang maksud dan tujuan dilakukan pemeriksaan fisik dengan jelas

b)

Menunda proses pemeriksaan fisik tanpa alasan yang jelas

c)

Mengabaikan prosedur keselamatan di laboratorium

d)

Melakukan pemeriksaan fisik tanpa memperhatikan etika profesi

2.

Apa saja tahapan pemeriksaan fisik yang termasuk dalam materi?

a)

Pemeriksaan Kepala dan Leher, Pemeriksaan Thoraks, Pemeriksaan Abdomen, Pemeriksaan Muskuloskeletal, Pemeriksaan Neurologis, Pemeriksaan Genetalia

b)

Pemeriksaan Mata, Pemeriksaan Telinga, Pemeriksaan Gigi, Pemeriksaan Kuku

c)

Pemeriksaan Jantung, Pemeriksaan Paru, Pemeriksaan Hati, Pemeriksaan Ginjal

d)

Pemeriksaan Darah, Pemeriksaan Urin, Pemeriksaan Feses, Pemeriksaan Kulit

3.

Alat apa saja yang diperlukan dalam pemeriksaan fisik menurut daftar alat dan bahan?

a)

Status pasien, Alat tulis dan buku catatan perawat, Meja dorong atau baki

b)

Termometer, Timbangan digital, Stetoskop elektronik

c)

Lampu operasi, Mesin EKG, Alat USG

d)

Kursi roda, Infus set, Alat suntik

4.

Jelaskan pada pasien maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan.

a)

Menjelaskan kepada pasien tentang maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan.

b)

Memberikan obat tanpa penjelasan kepada pasien.

c)

Melakukan tindakan tanpa persetujuan pasien.

d)

Mengabaikan pertanyaan pasien tentang tindakan yang akan dilakukan.

5.

Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan sesuai dengan pemeriksaan. Jangan lupa universal precaution!

a)

Mendekatkan alat-alat yang dibutuhkan dan melakukan universal precaution.

b)

Meninggalkan alat-alat di tempat asal dan tidak melakukan universal precaution.

c)

Menggunakan alat-alat tanpa memperhatikan universal precaution.

d)

Mendekatkan alat-alat yang tidak dibutuhkan dan mengabaikan universal precaution.

6.

Pastikan lingkungan sekitar pasien aman dan pasien merasa nyaman.

a)

Lingkungan sekitar pasien harus aman dan pasien merasa nyaman.

b)

Lingkungan sekitar pasien boleh tidak aman asalkan pasien nyaman.

c)

Pasien tidak perlu merasa nyaman selama lingkungan aman.

d)

Lingkungan sekitar pasien harus berisik agar pasien terjaga.

7.

Posisi pasien sebaiknya duduk, kepala tegak lurus.

a)

Pasien sebaiknya duduk dengan kepala tegak lurus.

b)

Pasien sebaiknya tidur telentang dengan kepala miring.

c)

Pasien sebaiknya berdiri dengan kepala menunduk.

d)

Pasien sebaiknya duduk dengan kepala menoleh ke samping.

8.

Catat hasil pemeriksaan dengan jelas dan tepat.

a)

Hasil pemeriksaan harus dicatat dengan jelas dan tepat.

b)

Hasil pemeriksaan boleh dicatat secara sembarangan.

c)

Hasil pemeriksaan tidak perlu dicatat.

d)

Hasil pemeriksaan hanya dicatat jika diperlukan.

9.

Inspeksi: Bagaimana bentuk kepala pasien?

a)

Bulat, lonjong, benjol, besar, kecil, simetris, atau tidak simetris.

b)

Panjang, pipih, berwarna biru, dan berbulu lebat.

c)

Segitiga, berlapis, dan bercahaya terang.

d)

Kotak, berwarna merah, dan berbentuk prisma.

10.

Inspeksi: Bagaimana posisi kepala terhadap tubuh?

a)

Tegak lurus dan digaris tengah tubuh atau tidak.

b)

Miring ke kanan secara permanen.

c)

Selalu menunduk ke depan.

d)

Selalu menengadah ke atas.

11.

Bagaimana kondisi kulit kepala pasien?

a)

Ada luka/tidak, bersih/kotor, berbau/tidak, ada ketombe/tidak, ada kutu/tidak.

b)

Hanya warna rambut pasien.

c)

Panjang rambut pasien saja.

d)

Bentuk telinga pasien.

12.

Inspeksi: Bagaimana penyebaran atau pertumbuhan rambut pasien?

a)

Rata atau tidak rata.

b)

Selalu lebat di seluruh tubuh.

c)

Hanya tumbuh di telapak tangan.

d)

Tidak pernah tumbuh sama sekali.

13.

Inspeksi: Bagaimana keadaan rambut pasien?

a)

Rontok, pecah-pecah, kusam.

b)

Lembut, berkilau, tidak rontok.

c)

Basah, berminyak, dan berwarna hijau.

d)

Kering, lurus, dan berwarna biru.

14.

Inspeksi: Bagaimana warna rambut pasien?

a)

Hitam, merah, beruban, atau menggunakan cat rambut.

b)

Coklat, biru, hijau, atau tanpa warna.

c)

Kuning, ungu, jingga, atau transparan.

d)

Putih, biru muda, merah muda, atau emas.

15.

Inspeksi: Apakah rambut pasien berbau? Jika ya, apa penyebabnya?

a)

Berbau atau tidak, dan penyebabnya jika berbau.

b)

Hanya warna rambut pasien.

c)

Panjang rambut pasien saja.

d)

Tekstur rambut tanpa bau.

16.

Inspeksi: Bagaimana warna kulit wajah pasien?

a)

Pucat, kemerahan, kebiruan.

b)

Kuning, coklat, hitam.

c)

Hijau, ungu, jingga.

d)

Putih, merah muda, abu-abu.

17.

Inspeksi: Bagaimana struktur wajah pasien?

a)

Simetris/tidak, ada luka/tidak, ada ruam dan pembengkakan/tidak, ada kesan sembab/tidak, ada kelumpuhan otot-otot fasialis/tidak.

b)

Bentuk hidung dan telinga, warna bibir, dan panjang dagu.

c)

Panjang rambut, warna mata, dan bentuk alis.

d)

Ukuran kepala, warna kulit, dan bentuk leher.

18.

Bagaimana bentuk ubun-ubun pasien?

a)

Datar, cekung, atau cembung.

b)

Bulat, lonjong, atau segitiga.

c)

Kasar, halus, atau berkerut.

d)

Kering, basah, atau berminyak.

19.

Palpasi: Apakah ada yang dirasakan pada ubun-ubun?

a)

Ada/tidak, nyeri tekan, benjolan, tumor.

b)

Hanya suhu yang berubah.

c)

Warna kulit berubah.

d)

Tidak ada perubahan sama sekali.

20.

Palpasi: Apakah ubun-ubun sudah menutup?

a)

Sudah

b)

Belum

c)

Sebagian

d)

Tidak dapat dinilai

21.

Bagaimana kelengkapan dan kesimetrian mata pasien?

a)

Lengkap/tidak, simetris/tidak.

b)

Besar/kecil, bulat/tidak.

c)

Jernih/keruh, merah/putih.

d)

Tajam/tumpul, lebar/sempit.

22.

Bagaimana pertumbuhan dan posisi alis mata dan bulu mata pasien?

a)

Lebat/rontok, simetris/tidak.

b)

Tipis, tidak simetris.

c)

Tidak ada bulu mata, alis tebal.

d)

Alis dan bulu mata berwarna berbeda.

23.

Inspeksi dan Palpasi: Apakah ada kelainan pada kelopak mata pasien?

a)

Ada/tidak, lesi, edema, peradangan, benjolan, ptosis.

b)

Ada/tidak, luka bakar, fraktur, dislokasi, hematoma.

c)

Ada/tidak, katarak, glaukoma, miopia, astigmatisme.

d)

Ada/tidak, perdarahan, nekrosis, abses, fistula.

24.

Inspeksi dan Palpasi: Tarik kelopak mata bagian bawah dan amati konjungtiva, sklera, dan adakah peradangan pada konjungtiva.

a)

Pucat/tidak, kuning/tidak, warna kemerahan.

b)

Bengkak/tidak, biru/tidak, warna kehitaman.

c)

Kering/tidak, abu-abu/tidak, warna kehijauan.

d)

Basah/tidak, ungu/tidak, warna kecoklatan.

25.

Pupil: bagaimana refleks pupil terhadap cahaya, besar pupil kanan-kiri, pupil mengecil / melebar. Jawablah dengan memilih salah satu opsi yang sesuai.

a)

mengecil

b)

tidak

c)

sama

d)

tidak

e)

baik

26.

Kornea dan iris: peradangan (ada / tidak), bagaimana gerakan bola mata (normal / tidak). Jawablah dengan memilih salah satu opsi yang sesuai.

a)

ada

b)

tidak

c)

normal

d)

tidak normal

27.

Lakukan test ketajaman penglihatan. Periksa visus Okuli Dekstra (OD) dan Okuli Sinistra (OS) — Dengan grafik alfabet Snellen di jarak 5 – 6 meter. 5/5 atau 6/6 = normal. 1/60 = (Normal) Mampu melihat dengan hitung jari. 1/300 = (Normal) Mampu melihat dengan lambaian tangan. 1/~ = (Normal) Mampu melihat gelap dan terang. 0 = Tidak mampu melihat. Berapakah hasil pemeriksaan visus normal?

a)

5/5 atau 6/6

b)

1/60

c)

1/300

d)

0

28.

Berapakah nilai normal tekanan intra okuli?

a)

11 – 21 mmHg

b)

5 – 10 mmHg

c)

22 – 30 mmHg

d)

31 – 40 mmHg

29.

Telinga: bentuk, ukuran, nyeri. Jawablah dengan memilih salah satu opsi yang sesuai.

a)

sedang

b)

simetris

c)

kecil

d)

lebar

e)

tidak

30.

Lubang telinga, kalau perlu gunakan otoskop (periksa ada / tidak): serumen, benda asing, perdarahan. Apakah ada serumen, benda asing, atau perdarahan?

a)

ada

b)

tidak

31.

Membran telinga (utuh / tidak). Jawablah dengan memilih salah satu opsi yang sesuai.

a)

utuh

b)

tidak

32.

Berapa jarak yang digunakan untuk test bisikan?

a)

4,5 – 6 m

b)

1 – 2 m

c)

10 – 12 m

d)

0,5 – 1 m

33.

Berapa jarak yang digunakan untuk test arloji?

a)

30 cm

b)

10 cm

c)

50 cm

d)

100 cm

34.

Pemeriksaan Rinne: Pemeriksaan Rinne merupakan pemeriksaan pendengaran menggunakan garpu tala untuk membandingkan hantaran melalui udara dan hantaran melalui tulang pada telinga yang diperiksa. Normalnya suara getaran masih dapat didengar karena konduksi udara lebih baik daripada konduksi tulang. Apakah hasil normal pada pemeriksaan Rinne?

a)

Konduksi udara lebih baik daripada konduksi tulang

b)

Konduksi tulang lebih baik daripada konduksi udara

c)

Konduksi udara dan tulang sama baiknya

d)

Tidak ada suara yang terdengar sama sekali

35.

Pemeriksaan Weber: Pemeriksaan Weber merupakan pemeriksaan pendengaran menggunakan garpu tala untuk membandingkan hantaran tulang telinga kiri dengan telinga kanan. Apa tujuan pemeriksaan Weber?

a)

Membandingkan hantaran tulang telinga kiri dengan telinga kanan

b)

Menilai fungsi retina mata kiri dan kanan

c)

Mengukur tekanan darah pada kedua lengan

d)

Mengetahui kadar gula darah dalam tubuh

36.

Berdasarkan tabel hasil pemeriksaan Schwabach, jika hasil Rinne positif, Weber tidak ada lateralisasi, dan Schwabach sama dengan pemeriksa, maka hasil akhirnya adalah:

a)

Tuli konduktif

b)

Tuli sensorineural

c)

Normal

d)

Memanjang

37.

Berdasarkan tabel hasil pemeriksaan Schwabach, jika hasil Rinne negatif, Weber lateralisasi ke telinga yang sakit, dan Schwabach memanjang, maka hasil akhirnya adalah:

a)

Normal

b)

Tuli konduktif

c)

Tuli sensorineural

d)

Memendek

38.

Berdasarkan tabel hasil pemeriksaan Schwabach, jika hasil Rinne positif, Weber lateralisasi ke telinga yang sehat, dan Schwabach memendek, maka hasil akhirnya adalah:

a)

Normal

b)

Tuli konduktif

c)

Tuli sensorineural

d)

Sama dengan pemeriksa

39.

Pada pemeriksaan hidung, apa saja yang perlu diperhatikan saat melakukan inspeksi lubang hidung?

a)

Ada sekret/tidak, ada sumbatan/tidak

b)

Warna rambut di sekitar hidung

c)

Bentuk telinga

d)

Kebersihan gigi

40.

Langkah pertama dalam pemeriksaan Schwabach adalah memastikan bahwa pemeriksa harus _________.

a)

memiliki pendengaran yang normal

b)

memakai alat bantu dengar

c)

berada di ruangan bising

d)

menutup kedua telinga

41.

Inspeksi Mulut: Apakah bibir pasien sianosis / tidak, kering / basah, ada luka / tidak, sumbing / tidak?

a)

Jawaban dapat berupa: sianosis/tidak, kering/basah, ada luka/tidak, sumbing/tidak.

b)

Jawaban dapat berupa: pucat/merah, lembab/kering, ada nanah/tidak, berdarah/tidak.

c)

Jawaban dapat berupa: bengkak/tidak, basah/kering, ada benjolan/tidak, pecah/tidak.

d)

Jawaban dapat berupa: normal/tidak, basah/lembab, ada luka/tidak, sumbing/tidak.

42.

Inspeksi Mulut: Apakah gusi dan gigi pasien normal / tidak? Jika tidak, apa kelainannya?

a)

Normal/tidak, dan jika tidak, sebutkan kelainannya.

b)

Selalu normal tanpa pengecualian.

c)

Tidak perlu diperiksa karena tidak penting.

d)

Semua pasien pasti memiliki kelainan gusi dan gigi.

43.

Inspeksi Mulut: Apakah ada sisa-sisa makanan?

a)

Ada

b)

Tidak

c)

Bersih seluruhnya

d)

Bau mulut

e)

Gigi berlubang

44.

Inspeksi Mulut: Apakah ada caries?

a)

Ada/tidak, dan jika ada, jelaskan detailnya.

b)

Tidak perlu diperiksa, semua gigi pasti sehat.

c)

Caries hanya terjadi pada anak-anak saja.

d)

Caries hanya bisa dideteksi dengan rontgen.

45.

Inspeksi Mulut: Apakah ada karang gigi?

a)

Ada/tidak, dan jika ada, jelaskan detailnya.

b)

Hanya periksa gusi saja.

c)

Tidak perlu memeriksa karang gigi.

d)

Langsung lakukan pembersihan tanpa inspeksi.

46.

Inspeksi Mulut: Apakah ada perdarahan?

a)

Ada

b)

Tidak

c)

Bengkak

d)

Kering

47.

Inspeksi Mulut: Apakah ada abses?

a)

Ada/tidak, dan jika ada, jelaskan detailnya.

b)

Tidak perlu diperiksa.

c)

Hanya periksa gigi saja.

d)

Abaikan jika tidak ada keluhan.

48.

Inspeksi Mulut: Bagaimana kondisi lidah pasien?

a)

Normal/tidak, bercak putih/bersih/kotor, warna merata/tidak

b)

Bengkak dan berdarah

c)

Terdapat luka terbuka

d)

Lidah sangat kering dan pecah-pecah

49.

Inspeksi Mulut: Apakah bau nafas pasien berbau / tidak?

a)

Berbau/tidak

b)

Manis/asam

c)

Pedas/pahit

d)

Asin/tawar

50.

Inspeksi Mulut: Apakah ada peradangan atau ada luka di rongga mulut?

a)

Ada/tidak

b)

Tidak tahu

c)

Belum diperiksa

d)

Tidak relevan

51.

Inspeksi Mulut: Apakah uvula simetris / tidak?

a)

Simetris/tidak

b)

Bengkak

c)

Tidak ada uvula

d)

Berwarna biru

52.

Inspeksi Mulut: Apakah tonsil radang / tidak, besar / tidak?

a)

Radang/tidak, besar/tidak

b)

Kecil/tidak, bengkak/tidak

c)

Putih/tidak, kering/tidak

d)

Luka/tidak, berdarah/tidak

53.

Inspeksi Mulut: Bagaimana kondisi selaput lendir?

a)

Kering/basah

b)

Berlendir berlebihan

c)

Berdarah

d)

Bercak putih

54.

Inspeksi Mulut: Apakah ada benda asing?

a)

Ada

b)

Tidak

c)

Terdapat luka

d)

Terdapat pembengkakan

e)

Terdapat cairan

55.

Inspeksi dan Palpasi Leher: Apakah bentuk leher simetris / tidak? Periksa (ada / tidak): lesi, peradangan, massa.

a)

Simetris/tidak, ada/tidak lesi, peradangan, massa

b)

Simetris saja, tanpa peradangan atau massa

c)

Tidak simetris, hanya peradangan

d)

Hanya massa tanpa lesi atau peradangan

56.

Inspeksi dan Palpasi Leher: Periksa kemampuan pergerakan leher secara antefleksi-dorsifleksi, rotasi kanan-kiri, lateral fleksi kanan-kiri.

a)

Jelaskan hasil pemeriksaan pergerakan leher.

b)

Jelaskan hasil pemeriksaan denyut nadi leher.

c)

Jelaskan hasil pemeriksaan tekanan darah.

d)

Jelaskan hasil pemeriksaan suhu tubuh.

57.

Inspeksi dan Palpasi Leher: Apakah ada pembesaran kelenjar tiroid?

a)

Ada/tidak, dan jika ada, sebutkan detailnya.

b)

Selalu ada pembesaran pada setiap pasien.

c)

Tidak perlu dilakukan inspeksi pada leher.

d)

Pembesaran hanya terjadi pada anak-anak.

58.

Inspeksi dan Palpasi Leher: Apakah ada pembesaran kelenjar limfe (terutama pada leher, submandibula, dan sekitar telinga)?

a)

Ada

b)

Tidak

c)

Nyeri tekan

d)

Kemerahan

59.

Inspeksi dan Palpasi Leher: Apakah ada pembesaran vena jugularis?

a)

Ada

b)

Tidak ada

c)

Sulit dinilai

d)

Tidak diperiksa

60.

Inspeksi dan Palpasi Leher: Kaji kemampuan menelan pasien dengan kepala sedikit mendongak.

a)

Jelaskan hasil pemeriksaan kemampuan menelan.

b)

Jelaskan hasil pemeriksaan kemampuan berbicara.

c)

Jelaskan hasil pemeriksaan kemampuan bernapas.

d)

Jelaskan hasil pemeriksaan kemampuan mendengar.

61.

Inspeksi dan Palpasi Leher: Perhatikan adakah perubahan suara dan cari penyebabnya.

a)

Jelaskan hasil pemeriksaan suara dan penyebabnya.

b)

Abaikan perubahan suara yang terjadi.

c)

Fokus hanya pada pembesaran kelenjar tanpa memeriksa suara.

d)

Lakukan pemeriksaan leher tanpa memperhatikan suara pasien.

62.

Sebutkan beberapa kelainan pada kulit yang harus diamati saat pemeriksaan integumen!

a)

Eritema, papula, vesikula, pustule, ulkus, crusta, excoriasi, fissure, cicatrix, petechie, hematoma, naevus pigmentosus, vitiligo, tattoo, hemangioma, spider nevi, lichenifikasi, striae, anemi, sianosis, ikterus

b)

Hanya luka bakar dan luka gores saja

c)

Hanya jerawat dan komedo saja

d)

Hanya ruam merah dan gatal-gatal saja

63.

Apa yang dimaksud dengan Clubbing Fingers dalam pemeriksaan integumen dan kuku?

a)

Clubbing Fingers adalah perubahan bentuk ujung jari yang membulat dan membesar, biasanya terkait dengan penyakit paru-paru atau jantung kronis.

b)

Clubbing Fingers adalah perubahan warna kuku menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

c)

Clubbing Fingers adalah pertumbuhan kuku yang menebal dan melengkung ke bawah.

d)

Clubbing Fingers adalah infeksi pada kuku yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan.

64.

Bagaimana cara memeriksa turgor kulit pada pasien?

a)

Dengan mencubit perut atau punggung tangan pasien, lalu mengamati waktu kembalinya kulit setelah dicubit.

b)

Dengan menekan kuku pasien dan melihat perubahan warna kuku.

c)

Dengan mengukur suhu kulit menggunakan termometer.

d)

Dengan menepuk-nepuk kulit pasien dan mendengarkan suara yang dihasilkan.

65.

Berapa detik waktu normal kembalinya kulit setelah dilakukan pemeriksaan turgor kulit?

a)

Kurang dari 3 detik

b)

3-5 detik

c)

5-10 detik

d)

Lebih dari 10 detik

66.

Apa yang dimaksud dengan Capillary Refill Time (CRT) dan bagaimana cara memeriksanya?

a)

Capillary Refill Time (CRT) adalah waktu yang dibutuhkan kulit untuk kembali ke warna normal setelah ditekan. Pemeriksaannya dilakukan dengan menekan ujung jari pasien.

b)

Capillary Refill Time (CRT) adalah waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku setelah luka. Pemeriksaannya dilakukan dengan menghitung waktu perdarahan berhenti.

c)

Capillary Refill Time (CRT) adalah waktu yang dibutuhkan denyut nadi untuk kembali normal setelah olahraga. Pemeriksaannya dilakukan dengan mengukur denyut nadi.

d)

Capillary Refill Time (CRT) adalah waktu yang dibutuhkan kulit untuk menjadi pucat setelah terkena dingin. Pemeriksaannya dilakukan dengan merendam tangan dalam air dingin.

67.

Kondisi normal pada pemeriksaan Capillary Refill Time (CRT) adalah jika warna kulit kembali kurang dari ... detik.

a)

3

b)

5

c)

10

d)

7

68.

Jelaskan pada pasien maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan saat pemeriksaan thoraks!

a)

Agar pasien memahami prosedur dan merasa nyaman.

b)

Agar pasien dapat melakukan pemeriksaan sendiri di rumah.

c)

Agar pasien tidak perlu mengikuti instruksi dokter.

d)

Agar pemeriksaan dapat dilakukan tanpa persetujuan pasien.

69.

Apa yang harus dilakukan terhadap alat-alat yang dibutuhkan sebelum pemeriksaan thoraks?

a)

Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan sesuai dengan pemeriksaan. Jangan lupa universal precaution!

b)

Simpan alat-alat di tempat yang jauh dari ruang pemeriksaan.

c)

Gunakan alat-alat tanpa memperhatikan kebersihan.

d)

Pinjam alat dari pasien lain tanpa sterilisasi.

70.

Bagaimana posisi pasien yang benar saat melakukan inspeksi paru pada pemeriksaan thoraks?

a)

Posisi pasien duduk.

b)

Posisi pasien tidur telentang.

c)

Posisi pasien berdiri membelakangi pemeriksa.

d)

Posisi pasien tidur miring ke kiri.

71.

Perhatikan secara keseluruhan bentuk thorax pasien. Pilih jawaban yang benar:

a)

Normal

b)

Ada kelainan

c)

Tidak dapat dinilai

72.

Gambar berikut menunjukkan bentuk dada apa?

a)

Funnel Chest

b)

Barrel Chest

c)

Pigeon Chest

73.

Gambar berikut menunjukkan bentuk dada apa?

a)

Funnel Chest

b)

Barrel Chest

c)

Pigeon Chest

74.

Gambar berikut menunjukkan bentuk dada apa?

a)

Funnel Chest

b)

Barrel Chest

c)

Pigeon Chest

75.

Apa yang dimaksud dengan takipnea pada pemeriksaan frekuensi pernafasan pasien?

a)

Frekuensi pernafasan yang jumlahnya meningkat di atas frekuensi pernafasan normal.

b)

Frekuensi pernafasan yang jumlahnya menurun di bawah frekuensi pernafasan normal.

c)

Frekuensi pernafasan yang tidak teratur dan disertai suara mengi.

d)

Frekuensi pernafasan yang tetap stabil tanpa perubahan.

76.

Apa yang dimaksud dengan bradipnea pada pemeriksaan frekuensi pernafasan pasien?

a)

Frekuensi pernafasan yang jumlahnya menurun di bawah frekuensi pernafasan normal.

b)

Frekuensi pernafasan yang jumlahnya meningkat di atas frekuensi pernafasan normal.

c)

Frekuensi pernafasan yang tidak teratur dan berubah-ubah.

d)

Frekuensi pernafasan yang berhenti secara tiba-tiba.

77.

Apa posisi pasien yang benar saat melakukan palpasi?

a)

Posisi pasien terlentang

b)

Posisi pasien duduk tegak

c)

Posisi pasien tengkurap

d)

Posisi pasien berdiri

78.

Langkah pertama untuk memeriksa gerakan diafragma dan sensasi rasa nyeri dada adalah:

a)

Pasien diminta bernapas dalam dan kuat

b)

Letakkan kedua telapak tangan pemeriksa dengan merenggangkan jari-jari pada dinding dada depan bagian bawah pasien

c)

Tentukan daerah asal nyeri

d)

Gerakan diafragma normal bila costa depan bagian bawah terangkat pada waktu inspirasi

79.

Gerakan diafragma normal bila costa depan bagian bawah terangkat pada waktu _______.

a)

inspirasi

b)

ekspirasi

c)

relaksasi

d)

apnea

80.

Nyeri dada dapat disebabkan oleh berikut ini, kecuali:

a)

Fraktur tulang iga

b)

Fibrosis otot antar iga

c)

Pleuritis lokal

d)

Infeksi saluran kemih

e)

Iritasi akar syaraf

81.

Untuk palpasi posisi costa, jari yang digunakan adalah:

a)

Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan

b)

Jari telunjuk dan jari manis tangan kiri

c)

Jari kelingking dan jari tengah tangan kiri

d)

Jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan

82.

Palpasi posisi costa dimulai dari _______ ke bawah sepanjang sternum.

a)

fossa suprasternalis

b)

fossa infraclavicularis

c)

processus xiphoideus

d)

angulus sterni

83.

Bagian yang paling menonjol (angulus lodovisi) terletak kira-kira _______ cm di bawah fossa suprasternalis.

a)

5

b)

2

c)

8

d)

12

84.

Sebutkan batas atas paru-paru menurut gambar!

a)

Supraskapularis (seluas 3-4 jari di pundak)

b)

Infraklavikula (di bawah tulang selangka)

c)

Interkostal 5 (di antara tulang rusuk ke-5)

d)

Aksilaris media (di tengah ketiak)

85.

Sebutkan batas bawah paru-paru menurut gambar!

a)

Setinggi vertebra torakal X di garis skapula

b)

Setinggi vertebra lumbal I di garis midaksilaris

c)

Setinggi vertebra servikal VII di garis midklavikula

d)

Setinggi vertebra torakal XII di garis aksilaris posterior

86.

Sebutkan batas kiri paru-paru menurut gambar!

a)

ICS VII – VIII

b)

ICS IV – V

c)

ICS IX – X

d)

ICS II – III

87.

Sebutkan batas kanan paru-paru menurut gambar!

a)

ICS IV – V

b)

ICS II – III

c)

ICS VI – VII

d)

ICS VIII – IX

88.

Apa suara perkusi normal pada paru-paru?

a)

Resonan ("dug dug dug")

b)

Timpani ("dang dang dang")

c)

Redup ("duk duk")

d)

Hipersonor ("bong bong bong")

89.

Jenis suara perkusi apa yang terdengar pada tumor paru?

a)

Pekak/dullness ("bleg bleg bleg")

b)

Hipersonor ("bung bung bung")

c)

Timpani ("ting ting ting")

d)

Resonans normal ("sonor")

90.

Pneumothoraks biasanya menghasilkan suara perkusi apa?

a)

Hipersonan ("deng deng deng")

b)

Timpani

c)

Redup

d)

Sonor

91.

Daerah yang berongga akan menghasilkan suara perkusi apa?

a)

Timpani ("dang dang dang")

b)

Redup ("duk duk")

c)

Keras ("tek tek")

d)

Serak ("krak krak")

92.

Jaringan padat seperti jantung dan hati akan menghasilkan suara perkusi apa?

a)

Pekak/datar

b)

Sonor

c)

Hiperresonans

d)

Timpani

93.

Apa fungsi dari teknik ini dalam pemeriksaan paru-paru?

a)

Untuk menilai jenis suara perkusi pada paru-paru dan mendeteksi kelainan seperti tumor, pneumothoraks, atau area berongga.

b)

Untuk mengukur tekanan darah dalam arteri paru-paru.

c)

Untuk menilai kapasitas vital paru-paru secara langsung.

d)

Untuk mendeteksi adanya cairan di rongga perut.

94.

Pada auskultasi paru-paru, suara nafas bronchial/tubular terdengar di bagian mana?

a)

Pada trachea/leher

b)

Pada basis paru-paru

c)

Pada apeks paru-paru

d)

Pada dinding dada posterior bawah

95.

Pada auskultasi paru-paru, suara nafas bronco vesikuler terdengar di bagian mana?

a)

Pada daerah percabangan bronkus trachea (sekitar sternum)

b)

Pada apeks paru-paru

c)

Pada dasar paru-paru posterior

d)

Pada dinding lateral dada bawah

96.

Pada auskultasi paru-paru, suara nafas vesikuler terdengar di bagian mana?

a)

Pada semua lapang paru

b)

Hanya di apex paru

c)

Hanya di basis paru

d)

Hanya di area trakea

97.

Suara tambahan nafas 'rales' memiliki ciri-ciri apa?

a)

Bunyi merintik halus, tidak hilang setelah klien disuruh batuk

b)

Bunyi napas keras saat inspirasi dan ekspirasi

c)

Bunyi napas hilang setelah batuk

d)

Bunyi napas seperti siulan

98.

Suara tambahan nafas 'ronchi' biasanya terdengar akibat apa?

a)

Akibat dari terkumpulnya mucus pada trachea/bronkus besar

b)

Akibat dari penyempitan alveolus oleh udara

c)

Akibat dari kerusakan pleura parietalis

d)

Akibat dari spasme otot interkostal

99.

Suara tambahan nafas 'wheezing' terjadi karena apa?

a)

Terjadi karena eksudat lengket tertiup aliran udara atau penyempitan bronkus

b)

Terjadi karena adanya cairan di alveolus

c)

Terjadi karena kolapsnya trakea

d)

Terjadi karena spasme otot diafragma

100.

Suara tambahan nafas 'pleural friction rub' terdengar seperti apa?

a)

Bunyi yang terdengar 'kering' seperti suara gesekan amplas pada kayu

b)

Bunyi yang terdengar seperti gelembung pecah di bawah air

c)

Bunyi yang terdengar seperti siulan bernada tinggi

d)

Bunyi yang terdengar seperti dengkuran rendah dan kasar