wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL UAS MANAJEMEN KEPERAWATAN

Total questions: 105

Worksheet time: 1hrs 19mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah rumah sakit akan mengimplementasikan sistem rekam medis elektronik (EMR) menggantikan sistem manual yang telah digunakan selama 15 tahun. Banyak perawat senior menunjukkan kekhawatiran dan penolakan terhadap perubahan ini. Sebagai kepala bidang keperawatan, langkah pertama yang paling tepat sesuai Model Dasar Perubahan adalah:

a)

Langsung melatih semua perawat menggunakan sistem EMR baru

b)

Melakukan tahap "unfreeze" dengan mengidentifikasi dan memecah hambatan terhadap perubahan

c)

Memberikan sanksi kepada perawat yang menolak perubahan

d)

Melakukan tahap "refreeze" dengan menetapkan kebijakan penggunaan EMR

e)

Menunda implementasi hingga semua perawat setuju

2.

Seorang direktur keperawatan merencanakan perubahan besar dalam sistem keperawatan primer. Untuk memastikan keberhasilan, peran eksekutif yang paling penting adalah:

a)

Hanya mengawasi dari jauh tanpa terlibat langsung

b)

Mendelegasikan semua tanggung jawab kepada staf

c)

Menjadi pemimpin perubahan, memfasilitasi sumber daya dan mengatasi kendala

d)

Menunggu hasil tanpa intervensi

e)

Fokus hanya pada aspek finansial

3.

Sebuah rumah sakit merencanakan untuk mengubah metode pemberian obat dari sistem manual ke sistem barcode. Sebelum implementasi, dilakukan analisis dampak perubahan. Tujuan utama analisis dampak perubahan adalah:

a)

Mencari alasan untuk membatalkan perubahan

b)

Memahami bagaimana perubahan akan memengaruhi pemangku kepentingan, alur kerja, sistem, dan peran

c)

Hanya untuk memenuhi persyaratan administratif

d)

Menunda implementasi selama mungkin

e)

Mengurangi biaya implementasi tanpa mempertimbangkan dampaknya

4.

Di sebuah klinik rawat jalan, staf keperawatan menolak penggunaan aplikasi mobile untuk dokumentasi karena merasa tidak memiliki keterampilan teknologi yang memadai. Strategi paling tepat untuk mengatasi hambatan ini adalah:

a)

Memaksa penggunaan aplikasi tanpa pelatihan

b)

Mengganti semua staf dengan yang lebih muda

c)

Menyediakan program pelatihan keterampilan teknis dan perilaku yang diperlukan

d)

Membatalkan perubahan secara permanen

e)

Memberikan sanksi bagi yang tidak bisa menggunakan

5.

Rumah sakit Anda mengadopsi teknologi telemedicine sebagai respons terhadap pandemi dan meningkatnya permintaan layanan jarak jauh. Ini merupakan contoh perubahan yang dipicu oleh sumber:

a)

Internal - restrukturisasi organisasi

b)

Eksternal - kemajuan teknologi disruptif dan perubahan pasar

c)

Internal - perubahan kebijakan internal

d)

Internal - pergantian manajemen

e)

Eksternal - regulasi pemerintah

6.

Untuk memastikan bahwa perubahan implementasi protokol pencegahan jatuh bertahan dalam jangka panjang, tindakan keberlanjutan yang paling efektif adalah:

a)

Hanya melakukan pelatihan satu kali di awal

b)

Mengintegrasikan protokol ke dalam sistem penghargaan, kebijakan, dan praktik sehari-hari dengan pelatihan berkelanjutan

c)

Menghentikan monitoring setelah bulan pertama

d)

Hanya mengandalkan poster dan pengumuman

e)

Tidak melakukan evaluasi berkala

7.

Dalam proses implementasi model asuhan keperawatan berbasis tim, komunikasi dua arah antara manajemen dan staf sangat penting. Manfaat utama komunikasi dua arah dalam konteks ini adalah:

a)

Hanya untuk memenuhi formalitas

b)

Membangun kepercayaan dan keterlibatan, serta membuat staf merasa dihargai

c)

Memaksa staf untuk menerima perubahan

d)

Menunda proses implementasi

e)

Menghindari tanggung jawab manajemen

8.

Seorang kepala ruangan mengimplementasikan perubahan jadwal dinas dengan melibatkan staf dalam proses pengambilan keputusan dan mendengarkan feedback mereka. Strategi ini efektif untuk:

a)

Meningkatkan resistensi terhadap perubahan

b)

Mengurangi resistensi dengan membuat pemangku kepentingan merasa dihargai dan terinformasi

c)

Memperlambat proses perubahan secara tidak perlu

d)

Mengalihkan tanggung jawab kepada staf

e)

Menciptakan konflik dalam tim

9.

Untuk mempersiapkan perawat menghadapi implementasi sistem pencatatan asuhan keperawatan elektronik, fokus program pelatihan yang paling tepat adalah:

a)

Hanya aspek teknis tanpa aspek perilaku

b)

Hanya teori tanpa praktik

c)

Kompetensi teknis dan perilaku yang diperlukan di status baru

d)

Hanya untuk perawat junior, senior tidak perlu

e)

Pelatihan umum tanpa kaitan dengan sistem baru

10.

Setelah 3 bulan implementasi protokol hand hygiene baru, rumah sakit perlu melakukan evaluasi. Pendekatan evaluasi yang paling komprehensif adalah:

a)

Hanya menghitung jumlah hand sanitizer yang digunakan

b)

Pemantauan berkelanjutan terhadap tingkat adopsi dan dampak terhadap angka infeksi nosokomial

c)

Hanya bertanya kepada kepala ruangan

d)

Tidak perlu evaluasi jika tidak ada komplain

e)

Evaluasi hanya di bulan pertama saja

11.

Sebuah puskesmas akan mengubah sistem pendaftaran pasien dari manual ke online. Banyak petugas lansia yang merasa cemas karena tidak familiar dengan teknologi. Akar resistensi dalam kasus ini adalah:

a)

Ketidaksetujuan terhadap kebijakan manajemen

b)

Ketakutan dan persepsi ancaman terhadap kemampuan melakukan pekerjaan

c)

Keinginan untuk pindah kerja

d)

Masalah gaji dan tunjangan

e)

Konflik antar petugas

12.

Untuk memastikan perubahan protokol pemberian obat high alert dapat dipertahankan, organisasi harus:

a)

Hanya mengandalkan pengawasan ketat sementara

b)

Menciptakan rencana komunikasi satu arah

c)

Mencegah kembalinya kebiasaan lama melalui integrasi dalam sistem penghargaan dan kebijakan

d)

Menghentikan semua pelatihan setelah implementasi

e)

Fokus hanya pada sanksi bagi pelanggar

13.

Dalam mengimplementasikan sistem keselamatan pasien baru, strategi untuk mengurangi resistensi yang paling efektif melibatkan:

a)

Komunikasi satu arah dari manajemen ke staf

b)

Komunikasi proaktif dan partisipasi inklusif

c)

Mengabaikan kekhawatiran staf

d)

Implementasi tiba-tiba tanpa pemberitahuan

e)

Fokus pada aspek hukuman

14.

Setelah rumah sakit berhasil mengimplementasikan metode asuhan keperawatan baru, langkah untuk memastikan metode ini menjadi "cara kita bekerja" adalah:

a)

Menghentikan semua program pelatihan

b)

Kembali menerapkan metode lama secara bertahap

c)

Mengintegrasikan metode baru ke dalam budaya organisasi dan praktik sehari-hari

d)

Hanya memantau di unit percontohan

e)

Membiarkan setiap unit memilih metode sendiri

15.

Untuk mengevaluasi apakah perubahan sistem triase di IGD berhasil, metode yang paling komprehensif adalah:

a)

Hanya menghitung biaya implementasi

b)

Mengevaluasi seberapa cepat perubahan diadopsi dan seberapa baik staf memenuhi standar baru

c)

Hanya melihat jumlah komplain yang berkurang

d)

Tidak perlu evaluasi formal

e)

Hanya bertanya kepada kepala IGD

16.

Seorang perawat ICU mengamati bahwa angka Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) pada pasien dengan ETT di unitnya cukup tinggi. Ia ingin menerapkan EBP untuk mengatasi masalah ini. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Langsung mengganti semua protokol perawatan mulut

b)

Mengumpulkan data internal tentang praktik perawatan mulut saat ini dan membandingkannya dengan data eksternal

c)

Menyalahkan perawat shift lain

d)

Menunggu instruksi dari dokter

e)

Mengabaikan masalah karena dianggap normal di ICU

17.

Sebuah tim keperawatan di ruang bedah telah mengidentifikasi masalah tingginya infeksi luka operasi. Setelah mengumpulkan data internal dan eksternal, mereka menemukan gap yang signifikan. Langkah EBP selanjutnya yang tepat adalah:

a)

Langsung mengubah semua prosedur tanpa kajian literatur

b)

Menunda penanganan masalah

c)

Mengidentifikasi jenis dan sumber evidence dengan mengkaji konsep riset dan merencanakan kajian literatur

d)

Menyalahkan dokter bedah

e)

Menunggu rumah sakit lain menyelesaikan masalah serupa

18.

Perawat telah menemukan 5 artikel penelitian tentang penggunaan chlorhexidine untuk oral care pada pasien ventilator. Sebelum menerapkannya, langkah kritis yang harus dilakukan adalah:

a)

Langsung implementasi tanpa evaluasi kualitas artikel

b)

Memilih artikel yang paling baru tanpa pertimbangan lain

c)

Mengabaikan artikel yang hasilnya berbeda

d)

Menganalisis evidence secara kritis: menilai dan memberi bobot evidence, sintesis evidence terbaik, dan mengkaji kemungkinan pelaksanaan

e)

Hanya membaca abstrak tanpa membaca keseluruhan artikel

19.

Setelah menganalisis bukti penelitian tentang protokol pencegahan jatuh, kepala ruangan perlu menyusun rencana implementasi. Aktivitas yang termasuk dalam mendesain perubahan praktik adalah:

a)

Langsung implementasi tanpa perencanaan

b)

Hanya memberitahu staf tentang perubahan

c)

Menunggu persetujuan dari semua pihak tanpa batas waktu

d)

Mengabaikan kebutuhan sumber daya

e)

Mendefinisikan perubahan, mengidentifikasi sumber yang diperlukan, mendesain penilaian uji coba, dan mendesain rencana pelaksanaan

20.

Rumah sakit akan mengimplementasikan protokol hand hygiene berbasis bukti. Setelah desain selesai, langkah yang harus dilakukan adalah:

a)

Menunda implementasi tanpa alasan

b)

Langsung menerapkan di seluruh rumah sakit tanpa uji coba

c)

Hanya menerapkan di satu ruangan tanpa evaluasi

d)

Melakukan uji coba, mengkaji seluruh proses, hasil akhir (outcome) dan biaya, kemudian membuat kesimpulan dan rekomendasi

e)

Menunggu rumah sakit lain berhasil terlebih dahulu

21.

Setelah uji coba protokol pencegahan dekubitus berbasis bukti berhasil menunjukkan penurunan angka dekubitus, langkah terakhir yang harus dilakukan adalah:

a)

Menghentikan semua aktivitas terkait program

b)

Kembali ke metode lama

c)

Mengintegrasikan dan mempertahankan perubahan dengan mengkomunikasikan pada stakeholder, mengintegrasikan dalam standar praktik, dan memantau proses serta outcome

d)

Hanya melaporkan ke manajemen tanpa tindak lanjut

e)

Menunggu masalah baru muncul

22.

Seorang perawat ingin menyusun pertanyaan klinik menggunakan format PICO tentang efektivitas terapi musik untuk menurunkan kecemasan pasien pre-operasi. Komponen PICO yang tepat adalah:

a)

P: semua pasien rumah sakit, I: terapi musik, C: tidak ada, O: kepuasan pasien

b)

P: pasien pre-operasi, I: terapi musik, C: perawatan standar tanpa musik, O: tingkat kecemasan

c)

P: perawat, I: pelatihan, C: tidak ada pelatihan, O: kinerja

d)

P: dokter, I: konsultasi, C: tidak ada konsultasi, O: diagnosis

e)

P: keluarga pasien, I: edukasi, C: tidak ada edukasi, O: pengetahuan

23.

Dalam hierarki bukti (pyramid of evidence), seorang perawat menemukan berbagai jenis publikasi tentang perawatan luka. Urutan dari kualitas bukti TERTINGGI ke TERENDAH adalah:

a)

Opini pakar - Laporan kasus - RCT - Systematic review

b)

Systematic review - RCT - Studi kohort - Studi kontrol kasus - Laporan kasus - Opini pakar

c)

RCT - Systematic review - Opini pakar - Studi kohort

d)

Laporan kasus - Studi kohort - RCT - Systematic review

e)

Opini pakar - Systematic review - RCT - Laporan kasus

24.

Seorang manajer keperawatan ingin menerapkan hasil penelitian tentang penggunaan sarung tangan bersih versus steril untuk perawatan luka post-operasi. Model utilisasi riset yang berfokus pada penerapan di tingkat praktisi individual dengan penekanan pada pemikiran kritis adalah:

a)

Model Iowa

b)

Model Stetler

c)

Model Rogers

d)

Model PRECEDE-PROCEED

e)

Model Difusi Inovasi

25.

Sebuah rumah sakit ingin menerapkan riset ke dalam praktik organisasi secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas asuhan. Model utilisasi riset yang paling sesuai adalah:

a)

Model Stetler (fokus individual)

b)

Model Iowa (fokus organisasi)

c)

Model teori Peplau

d)

Model Henderson

e)

Model Orem

26.

Perawat di ruang rawat inap menghadapi tantangan dari keluarga pasien yang sering mempertanyakan alasan intervensi keperawatan berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari internet. Respons profesional yang tepat sesuai prinsip EBP adalah:

a)

Menyatakan bahwa informasi internet tidak valid tanpa penjelasan

b)

Mengabaikan pertanyaan keluarga

c)

Menjadi marah karena otoritas perawat dipertanyakan

d)

Menjelaskan bahwa praktik yang dilakukan berbasis pada bukti ilmiah terbaik, kepekaan klinik, dan mempertimbangkan nilai serta preferensi pasien

e)

Menyerahkan semua pertanyaan kepada dokter

27.

Karakteristik pelayanan profesional yang mencerminkan penerapan EBP adalah:

a)

Mengikuti rutinitas tanpa evaluasi

b)

Hanya berdasarkan instruksi dokter

c)

Mempertahankan layanan berkualitas melalui tindakan inovatif, kreatif berbasis bukti

d)

Menghindari perubahan praktik

e)

Mengutamakan kecepatan tanpa mempertimbangkan kualitas

28.

Bukti terbaik (best evidence) dalam konteks praktik keperawatan profesional digunakan untuk:

a)

Mempersulit proses kerja perawat

b)

Mengurangi otonomi perawat sepenuhnya

c)

Sebagai upaya tenaga profesional mengintegrasikan pengetahuan tentang asuhan terbaik ke dalam praktik untuk meningkatkan kualitas dengan mengutamakan keselamatan pasien

d)

Menggantikan semua praktik lama tanpa pertimbangan

e)

Hanya untuk kepentingan penelitian akademis

29.

Tahap V dalam menumbuhkan budaya ilmiah setelah penerapan hasil riset adalah:

a)

Menghentikan semua kegiatan

b)

Menyimpan hasil tanpa dibagikan

c)

Sosialisasikan/diseminasikan pada pihak-pihak lain

d)

Kembali ke praktik lama

e)

Mengabaikan hasil evaluasi

30.

Seorang pasien datang ke IGD dengan keluhan demam, batuk, dan sesak napas. Pasien memiliki riwayat kontak dengan pasien konfirmasi COVID-19 5 hari yang lalu. Langkah pertama yang harus dilakukan petugas di pintu masuk IGD adalah:

a)

Langsung memasukkan pasien ke ruang tunggu umum

b)

Melakukan skrining dan triase di area khusus terpisah untuk mengidentifikasi suspek COVID-19

c)

Menolak pasien dan menyuruh pulang

d)

Langsung merujuk ke rumah sakit lain tanpa pemeriksaan

e)

Meminta pasien menunggu di luar tanpa pemeriksaan

31.

Berdasarkan hasil triase, pasien dengan saturasi oksigen 88%88\% , frekuensi napas 32x/menit32\,\text{x/menit} , dan distress pernapasan berat dikategorikan dalam label triase:

a)

Hijau (tidak darurat)

b)

Kuning (gawat tidak darurat)

c)

Merah (gawat darurat)

d)

Hitam (meninggal)

e)

Biru (observasi)

32.

Seorang pasien datang dengan gejala ringan flu tanpa sesak, saturasi oksigen 98%98\% , dan dapat berjalan sendiri. Pasien ini memiliki hasil rapid test positif. Dalam sistem triase, pasien dikategorikan:

a)

Merah (prioritas pertama)

b)

Kuning (prioritas kedua)

c)

Hijau (prioritas ketiga)

d)

Hitam (tidak ada harapan)

e)

Putih (tidak perlu penanganan)

33.

Rumah sakit perlu membagi area pelayanan berdasarkan tingkat risiko penularan COVID-19. Zona yang diperuntukkan untuk area perawatan pasien konfirmasi atau suspek COVID-19 adalah:

a)

Zona Hijau

b)

Zona Kuning

c)

Zona Merah

d)

Zona Putih

e)

Zona Biru

34.

Area poliklinik umum, administrasi, dan ruang tunggu pasien non-COVID dikategorikan dalam zona:

a)

Zona Merah (risiko tinggi)

b)

Zona Kuning (risiko sedang)

c)

Zona Hijau (risiko rendah/area bebas)

d)

Zona Oranye (risiko sangat tinggi)

e)

Zona Hitam (area kontaminasi)

35.

Pasien konfirmasi COVID-19 tanpa gejala (asimtomatik) dengan kondisi umum baik, penatalaksanaan yang tepat adalah:

a)

Rawat inap di ICU

b)

Isolasi mandiri di rumah atau RS Darurat minimal 10 hari sejak diagnosis

c)

Tidak perlu isolasi karena tidak ada gejala

d)

Langsung boleh beraktivitas normal dengan masker

e)

Harus rawat inap di rumah sakit rujukan

36.

Rumah sakit dengan keterbatasan SDM dan ruangan untuk pemisahan zona COVID-19 dapat melakukan:

a)

Menolak semua pasien COVID-19

b)

Mencampur pasien COVID-19 dan non-COVID di satu ruangan

c)

Pengaturan jadwal pelayanan, pembagian jam shift, dan dekontaminasi/sterilisasi setelah pelayanan pasien COVID-19

d)

Menutup pelayanan rumah sakit

e)

Tidak perlu protokol khusus

37.

Seorang perawat akan memberikan obat kepada pasien Ny. Siti di ruang rawat inap. Sebelum memberikan obat, perawat harus melakukan identifikasi pasien. Metode identifikasi yang BENAR sesuai Sasaran Keselamatan Pasien adalah:

a)

Menanyakan nomor kamar pasien

b)

Menggunakan dua identitas pasien seperti nama lengkap dan tanggal lahir, tidak boleh menggunakan nomor kamar

c)

Hanya melihat papan nama di tempat tidur

d)

Menanyakan kepada pasien di sebelahnya

e)

Menggunakan nomor urut tempat tidur

38.

Di ruang ICU, dokter memberikan instruksi melalui telepon kepada perawat untuk memberikan dopamin 5mcg/kg/menit5\,\text{mcg/kg/menit} . Prosedur komunikasi efektif yang harus dilakukan perawat adalah:

a)

Langsung melaksanakan instruksi tanpa konfirmasi

b)

Menuliskan perintah secara lengkap, membacakan kembali (read back), dan meminta konfirmasi dari dokter

c)

Hanya mendengarkan tanpa mencatat

d)

Meminta teman sejawat untuk mengkonfirmasi

e)

Menunggu dokter datang langsung

39.

Rumah sakit menyimpan elektrolit konsentrat seperti KCl 7,46%7{,}46\% di unit perawatan umum tanpa pengamanan khusus. Tindakan yang sesuai dengan Sasaran Keselamatan Pasien adalah:

a)

Membiarkan elektrolit konsentrat di semua unit tanpa pembatasan

b)

Memindahkan elektrolit konsentrat dari unit pelayanan pasien ke farmasi

c)

Menyimpan di lemari biasa tanpa label

d)

Memberikan akses bebas kepada semua petugas

e)

Tidak perlu pengaturan khusus

40.

Sebelum operasi appendektomi, tim bedah harus melakukan prosedur "Time Out". Yang dimaksud dengan Time Out adalah:

a)

Istirahat sejenak sebelum operasi

b)

Prosedur yang dilakukan tepat sebelum insisi untuk memverifikasi tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien, dan kelengkapan dokumen oleh seluruh tim operasi

c)

Waktu tunggu pasien di ruang operasi

d)

Waktu makan tim bedah

e)

Diskusi kasus setelah operasi

41.

Seorang manajer keperawatan menghadapi konflik antara dua perawat senior yang sama-sama kompeten terkait perbedaan metode dalam memberikan edukasi pasien diabetes. Manajer memutuskan untuk mengadakan diskusi terbuka, mendengarkan kedua pihak, dan bersama-sama mencari solusi yang menggabungkan kelebihan dari kedua metode untuk kepentingan pasien. Proses yang dilakukan manajer pada tahap:

a)

Aftermath

b)

Identifikasi

c)

Pengkajian

d)

Implementasi

e)

Evaluasi

42.

Di IGD yang sangat sibuk, dua perawat memperebutkan penggunaan satu syringe pump terakhir untuk pasien masing-masing. Kepala IGD harus segera memutuskan berdasarkan prioritas medis. Pasien A dalam kondisi kritis membutuhkan obat inotropik segera, sementara pasien B kondisinya lebih stabil. Kepala IGD memutuskan memberikan syringe pump untuk pasien A. Strategi penyelesaian konflik yang digunakan adalah:

a)

Kolaborasi

b)

Kompromi

c)

Kompetisi

d)

Akomodasi

e)

Menghindari

43.

Dua kelompok perawat di ruang anak memiliki perbedaan pendapat tentang jadwal shift. Kelompok A ingin sistem 3 shift, kelompok B ingin sistem 2 shift panjang. Keduanya memiliki argumen yang kuat. Akhirnya kepala ruangan memfasilitasi diskusi dan disepakati sistem 2 shift namun dengan kompensasi libur tambahan sesuai usulan kelompok A. Kedua pihak merasa tidak sepenuhnya puas tetapi menerima keputusan. Strategi yang digunakan adalah:

a)

Kolaborasi

b)

Kompromi

c)

Kompetisi

d)

Akomodasi

e)

Menghindari

44.

Terjadi ketegangan antara perawat X dan Y terkait pembagian tugas kecil yang sebenarnya tidak signifikan. Manajer menilai bahwa ketidaksepakatan ini tidak membahayakan pelayanan pasien, biaya penyelesaian (waktu dan energi untuk mediasi formal) lebih besar daripada manfaatnya, dan masalah kemungkinan bisa terselesaikan sendiri seiring waktu. Strategi yang dipilih manajer adalah:

a)

Menghindari

b)

Kolaborasi

c)

Kompromi

d)

Kompetisi

e)

Akomodasi

45.

Seorang perawat baru menyadari bahwa ia telah salah menegur rekan kerjanya di depan pasien terkait kesalahan yang ternyata bukan kesalahan rekan tersebut. Perawat baru ini ingin memperbaiki hubungan dan belajar dari kesalahan. Ia memutuskan untuk meminta maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya. Strategi yang digunakan adalah:

a)

Kompetisi

b)

Kompromi

c)

Menghindari

d)

Akomodasi

e)

Smoothing

46.

Dalam konflik antara perawat junior dan senior terkait metode perawatan luka, kepala ruangan memutuskan untuk mengalah pada pendapat senior untuk menjaga harmoni tim, meskipun sebenarnya metode junior juga valid. Isu ini tidak terlalu kritis dan kepala ruangan menilai menjaga stabilitas tim lebih penting saat ini. Strategi yang digunakan adalah:

a)

Kompetisi

b)

Kompromi

c)

Akomodasi

d)

Kolaborasi

e)

Menghindari

47.

Dua perawat bertengkar dengan emosi tinggi di ruang perawat. Kepala ruangan segera melakukan intervensi dengan cara berbicara dengan tenang, menyejukkan suasana, dan meminta keduanya untuk cooling down terlebih dahulu sebelum membahas persoalan. Strategi yang digunakan kepala ruangan adalah:

a)

Smoothing

b)

Kompromi

c)

Menghindari

d)

Kompetisi

e)

Akomodasi

48.

Tim keperawatan dan tim farmasi mengalami konflik terkait sistem permintaan dan distribusi obat yang dianggap tidak efisien oleh kedua pihak. Manajer pelayanan mengadakan pertemuan gabungan dimana kedua tim duduk bersama, berbagi perspektif, mengidentifikasi akar masalah bersama-sama, dan merancang sistem baru yang mengintegrasikan kebutuhan kedua pihak. Hasilnya adalah sistem yang lebih baik dan memuaskan semua pihak. Strategi yang digunakan adalah:

a)

Kompetisi

b)

Kompromi

c)

Menghindari

d)

Akomodasi

e)

Kolaborasi

49.

Seorang manajer keperawatan yang efektif dalam menyelesaikan konflik menunjukkan karakteristik: selalu memandang konflik sebagai hal yang wajar dalam organisasi, percaya bahwa semua pihak dapat berkontribusi dalam solusi, bersikap terbuka dalam komunikasi, dan berusaha membuat semua pihak puas tanpa mengorbankan satu pihak. Pendekatan yang digunakan manajer adalah:

a)

Kompetisi

b)

Akomodasi

c)

Kompromi

d)

Kolaborasi

e)

Menghindari

50.

Seorang perawat yang pendiam dan jarang bersuara dalam rapat tim ternyata menjadi korban bullying oleh sekelompok perawat lain. Ia menjadi tempat menampung kehinaan dan perlakuan tidak menyenangkan. Dalam analisa konflik, peran yang dialami perawat ini adalah:

a)

Penyerang

b)

Korban

c)

Penghasut

d)

Mediator

e)

Observator

51.

Seorang perawat tertentu sering memicu pertengkaran antara dua kelompok di ruangannya namun ia sendiri tidak terlibat langsung. Ia suka mengadu-domba dan mengamati konflik yang terjadi. Peran yang dimainkan perawat ini dalam konflik adalah:

a)

Penyerang

b)

Korban

c)

Penghasut

d)

Mediator

e)

Fasilitator

52.

Setelah dilakukan ronde keperawatan pada pasien dengan masalah luka dekubitus, pasien merasa puas dengan hasil pelayanan, masalah dapat teratasi, dan perawat dapat menumbuhkan cara berpikir yang kritis dan sistematis. Aspek evaluasi yang dinilai adalah:

a)

Evaluasi struktur

b)

Evaluasi proses

c)

Evaluasi hasil

d)

Evaluasi input

e)

Evaluasi administratif

53.

Setelah penyajian masalah di nurse station, tim ronde keperawatan mendatangi bed pasien bersama-sama. Di bed pasien, perawat primer, konselor, dan kepala ruangan melakukan pemeriksaan ulang dan menanyakan keluhan pasien secara langsung. Tahap yang dilakukan adalah:

a)

Tahap pra

b)

Tahap penyajian masalah

c)

Tahap validasi data di bed pasien

d)

Tahap kesimpulan

e)

Tahap dokumentasi

54.

Saat pelaksanaan ronde keperawatan di nurse station, perawat primer menjelaskan kasus Ny. Ana dengan pertanyaan: "Apa diagnosis keperawatan? Apa data yang mendukung? Bagaimana intervensi yang sudah dilakukan? Apa hambatan yang ditemui?" Tahap yang sedang dilakukan adalah:

a)

Tahap pra

b)

Tahap pelaksanaan - penyajian masalah di nurse station

c)

Tahap validasi data di bed pasien

d)

Tahap pasca ronde

e)

Tahap evaluasi

55.

Di ruang penyakit dalam, terdapat pasien Tn. Budi dengan diabetes mellitus yang mengalami luka kaki diabetik yang belum teratasi meskipun sudah dilakukan berbagai tindakan keperawatan. Tim keperawatan memutuskan untuk melakukan kegiatan dimana perawat primer, perawat konselor, dan kepala ruangan mengunjungi pasien bersama-sama untuk mendiskusikan masalah dan mencari solusi. Kegiatan yang dilakukan adalah:

a)

Pre-conference

b)

Post-conference

c)

Timbang terima

d)

Ronde keperawatan

e)

Supervisi individual

56.

Di tengah shift jaga sore (pukul 17.0017.00 ), kepala ruangan mengadakan pertemuan singkat untuk mengevaluasi progress pekerjaan yang sudah dilakukan dan membahas kendala yang dihadapi di paruh waktu shift. Jenis konferensi ini adalah:

a)

Pre-conference

b)

Post-conference

c)

Middle conference

d)

Ronde keperawatan

e)

Konferensi khusus

57.

Penggunaan kombinasi metode keperawatan primer dan metode tim yang disebut tim primer. Termasuk jenis MKPK apakah RS X tersebut?

a)

Model Praktik Keperawatan Professional III

b)

Model Praktik Keperawatan Professional II

c)

Model Praktik Keperawatan Professional I

d)

Model Praktik Keperawatan Professional Pemula

e)

Model Praktik Keperawatan Profesional

58.

Setiap jabatan keperawatan memiliki uraian tugas dan kewenangan yang berbeda, walaupun ada tugas yang beririsan. Matrik penugasan Responsible, Accountable, Consulted, Informed (RACI), Analisa Beban Kerja (ABK) dibuat agar tidak ada pekerjaan yang tumpang tindih, atau ada pekerjaan yang tidak dikerjakan. Termasuk tugas jabatan apakah menyusun rancangan dan pelaksanaan pengembangan pelayanan keperawatan?

a)

Kepala Bidang Keperawatan

b)

Kepala Seksi Keperawatan

c)

Pengawas Keperawatan

d)

Kepala Ruangan

e)

Perawat Primer

59.

Hasil survei kepuasan pelanggan di RSUM Tingginya tingkat keluhan pasien seperti waktu tunggu poliklinik 4 jam, Turn Around Time di IGD > 8 jam, Perawat kurang ramah. Kepala Unit kerja di RSUM mengadakan Rapat Koordinasi untuk membahas konsep-konsep penting dalam analisis strategi manajerial. Bentuk analisis manakah yang paling cocok untuk kasus tersebut?

a)

SWOT Analysis

b)

TOWS Analysis

c)

Matriks SPACE

d)

SWOT

e)

Problem-Based Analysis (PBA)

60.

Banyak kepala ruang di RS Paripurna berasal dari jalur klinis dan tidak memiliki latar belakang manajemen. RS bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk menyelenggarakan pelatihan manajerial keperawatan. Termasuk jenis strategi:

a)

WO Strategy

b)

SO Strategy

c)

WT Strategy

d)

ST Strategy

e)

OW Strategy

61.

Manajer Keperawatan RS H mengidentifikasi Strengths - Weakness Opportunity- Threat (SWOT) perusahaannya. Diperoleh score Strengths 2, Weakness 3, Opportunity 3, Threat 2,35. Berapakah Scor akhir SWOT dan berada pada kuadran apakah RSH tersebut?

a)

-1, +0,65 (Stability)

b)

1, +0,65 (Growth)

c)

+1, -0,65 (Survive)

d)

+1, -0,65 (Diversifikasi)

e)

-1, +0,65 (Defensif)

62.

Sebagai bagian dari evaluasi pengelolaan tenaga keperawatan di sebuah rumah sakit, seorang manajer keperawatan perlu mempertimbangkan kebijakan rumah sakit yang berkaitan dengan penghargaan terhadap staf perawat dan kompetensi. Manajer ini juga harus memikirkan bagaimana kebijakan tersebut dapat membantu mendukung retensi staf dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan. Kebijakan rumah sakit yang baik dalam pengelolaan ketenagaan perawat adalah.....

a)

Tidak perlu memprioritaskan pengelolaan ketenagaan secara komprehensif.

b)

Mengabaikan penghargaan terhadap perawat jika jumlah perawat sudah cukup.

c)

Mencakup penghargaan terhadap staf perawat dan mendokumentasikan kompetensi mereka, serta mempertimbangkan kebutuhan pasien.

d)

Fokus hanya pada pengelolaan staf administratif dan bukan perawat klinis.

e)

Tidak perlu memperhatikan kualitas asuhan keperawatan dalam kebijakan ketenagaan.

63.

Kepala bidang keperawatan menugaskan semua kepala ruangan untuk memilih satu orang perawat untuk diikutsertakan dalam pelatihan keperawatan yang akan dilakukan. Masing-masing kepala ruang memilih perawat yang memiliki kinerja baik diantaranya. Apakah tindakan yang sedang dilakukan oleh kepala bidang keperawatan dalam kasus tersebut?

a)

Membagi tenaga keperawatan sesuai ketergantungan pasien

b)

Memberikan reward kepada kepala ruang

c)

Meningkatkan kualitas ketenagaan keperawatan

d)

Menilai kinerja perawat pelaksana

e)

Memilih perawat terbaik

64.

Seorang kepala ruang ditugaskan untuk menghitung kebutuhan tenaga perawat di ruang rawat. Kepala ruang menghitung jumlah pasien yang masih memerlukan bantuan perawat secara menyeluruh, pasien yang masih memerlukan bantuan perawat sebagian, dan pasien yang mandiri dalam melakukan aktifitasnya. Apakah tindakan yang sedang dilakukan oleh kepala ruang dalam kasus tersebut? Tandai satu oval saja.

a)

Membagi perawat untuk melakukan asuhan keperawatan pada pasien

b)

Menghitung jumlah hari libur perawat per tahun

c)

Membantu pasien melakukan aktifitasnya

d)

Menghitung tingkat ketergantungan pasien

e)

Menghitung beban kerja perawat

65.

Manajer Keperawatan perlu terus berupaya meningkatkan kualitas ketenagaan sesuai standar akreditasi. Menetapkan pengaturan ketenagaan di ruang rawat sesuai dengan kebutuhan pasien berdasarkan klasifikasi ketergantungan pasien serta kebijakan rumah sakit. Termasuk kepada apakah kegiatan tersebut?

a)

Pengelolaan manajemen sumberdaya manusia (SDM) perawat

b)

Pelaksanaan penilaian kinerja staf perawat

c)

Pelaksanaan standar akreditasi rumah sakit

d)

Pendidikan formal Perawat Primer, melakukan pengkajian awal: Ners

e)

Pembentukan komite keperawatan

66.

Kepala Bidang RSF menetapkan metode dengan pengaturan pelayanan asuhan keperawatan yang dilakukan oleh sekelompok perawat kepada sekelompok pasien dibawah pimpinan seorang perawat profesional yang memiliki pengetahuan yang baik berdasarkan pendidikan dan pengalaman kerja sesuai aturan yang berlaku. Menggunakan model asuhan apakah di RSF tersebut?

a)

Model Asuhan Keperawatan Primer/Utama

b)

Metode Fungsional

c)

Model Asuhan Keperawatan Alokasi Pasien/Total

d)

Model Asuhan Keperawatan TIM/Kelompok

e)

Model Asuhan Keperawatan Modular

67.

Ners A sedang membuat surat kepada Bidang Keperawatan ada beberapa staf perawatnya yang akan asesmen kompetensi untuk kenaikan level perawat klinis. Motivasi untuk meningkatkan level Sebelumnya perawat yang akan naik level tersebut sudah diberikan bimbingan teknis mentoring. Sedang berperan apakah Kepala ruangan tersebut?

a)

Interpersonal

b)

Informasional

c)

Decisional

d)

Role model

e)

Kredensialing

68.

Kepala ruangan Teratai mempunyai 27 staf keperawatan dengan 30 Bed BOR 80%. Untuk meningkatkan kemampuan staf menjalankan fungsi POSAC, kepala ruangan melakukan Acutiting kepada staffnya. Apakah yang termasuk fungsi Acutiting Kepala Ruangan?

a)

Menyusun jadwal dinas perawat

b)

Menghitung kebutuhan perawat di ruang pelayanan

c)

Melakukan penilaian kinerja kepada staff setiap bulan

d)

Motivasi untuk meningkatkan level kompetensi

e)

Memberikan tugas pendelegasian pada saat cuti

69.

Ners H pada tahun 2024 terpilih sebagai kepala ruangan teladan di Tingkat rumah sakit HS. Pengawas keperawatan selalu memberikan nilai tinggi pada capaian kinerja bulanannya. Apakah bentuk indikator kepemimpinan keperawatan yang Efektif dari kepala ruangan tersebut?

a)

Memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik dalam mengarahkan dan memotivasi staf keperawatan

b)

Terdapat sistem pemantauan yang memastikan kualitas pelayanan keperawatan dipertahankan dan ditingkatkan secara berkesinambungan

c)

Staf keperawatan mendapatkan pelatihan berkelanjutan dan kesempatan untuk pengembangan profesional

d)

Adanya sistem yang jelas untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja perawat

e)

Staf keperawatan mengikuti protokol dan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit dan organisasi keperawatan

70.

Tingkat kepuasan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan. Kepuasan pelanggan tergantung kesesuaian antara prestasi produk dengan harapan pembeli. Kepuasan pasien adalah pelayanan yang di berikan dapat diketahui setelah pasien pulang kerumah atau meninggalkan tempat pelayanan Kesehatan. Termasuk indikator apakah hal tersebut?

a)

Indikator Kondisi Pasien

b)

Indikator Mutu Pelayanan

c)

Indikator klinik mutu pelayanan keperawatan

d)

Indikator Mutu Asuhan Keperawatan

e)

Indikator Pengendalian Mutu Pelayanan Keperawatan

71.

Rumah sakit menerapkan proses untuk meningkatkan efektifitas komunikasi lisan dan/ telepon di antara para Profesional Pemberi Asuhan (PPA), proses pelaporan hasil kritis pada pemeriksaan diagnostik dan proses komunikasi saat serah terima. Apakah yang paling tepat dilakukan saat hand over?

a)

Hand over dilakukan hanya antar PPA di rawat inap dan mencatat serah terima telah dilakukan dan kepada siapa tanggung jawab pelayanan diserahterimakan, ada tanda tangan, tanggal dan waktu pencatatan

b)

PPA mencatat serah terima telah dilakukan dan kepada siapa tanggung jawab pelayanan diserahterimakan tanpa mencantumkan nama, ada tanda tangan, tanggal dan waktu pencatatan

c)

PPA mencatat serah terima telah dilakukan dan kepada siapa tanggung jawab pelayanan diserahterimakan, ada tanda tangan, tanggal dan waktu pencatatan

d)

Hand over dilakukan dari IGD ke rawat inap dan mencatat serah terima telah dilakukan dan kepada siapa tanggung jawab pelayanan diserahterimakan, ada tanda tangan dan tanggal

e)

Hand over dilakukan pada saat pergantian dinas perawat dari dinas Pagi, Sore, Malam

72.

Ners melakukan asuhan keperawatan di rumah sakit memiliki risiko klinik. Manajemen dan seluruh staf perlu menyusun risiko dan melakukan antisipasi agar tidak terjadi insiden keselamatan. Risiko klinis apakah yang dapat terjadi pada pelayanan di rumah sakit?

a)

Risiko staf di layanan khusus, tertular pasien, kesehatan kerja

b)

Risiko akibat ketidakseregaman tata kelola dokumen, integritas rekam medis, penggunaan teknologi, risiko IT

c)

Risiko terkait patient flow, risiko ketidakberlanjutan layanan, risiko akibat pulang dengan keinginan sendiri

d)

Populasi lantan yang perlu mendapatkan perlindungan, pentingnya informed consent untuk perlindungan dari tindakan berisiko

e)

Risiko keamanan, keamanan gedung, pra konstruksi kebakaran, bencana, alat kesehatan, dan utilitas

73.

Advokasi merupakan tanggung jawab profesional perawat untuk memberlakukan langkah-langkah pertahanan dan perlindungan bagi pasien. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan advokat dalam manajemen rumah sakit. Termasuk faktor apakah tingkat pendidikan keperawatan tinggi?

a)

Manfaat advokat

b)

Faktor tujuan advokat

c)

Faktor cara advokat

d)

Faktor peran advokat

e)

Faktor Pendukung

74.

Rina adalah seorang mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi di kampus. Ia memiliki jadwal kuliah yang padat, ditambah dengan tugas-tugas dari dosen dan kegiatan organisasi. Rina sering merasa kehabisan waktu untuk menyelesaikan tugasnya, bahkan kadang harus begadang untuk menyelesaikannya. Suatu hari, Rina menghadiri seminar tentang manajemen waktu dan mendapatkan beberapa tips untuk mengatur waktunya dengan lebih baik. Apa yang seharusnya dilakukan Rina agar dapat mengelola waktunya dengan lebih efektif?

a)

Mengabaikan kegiatan organisasi dan fokus hanya pada kuliah.

b)

Membuat daftar tugas harian dan mengatur prioritas berdasarkan deadline.

c)

Menunda semua tugas hingga hari terakhir sebelum deadline.

d)

Menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial untuk relaksasi.

e)

Mencari bantuan dari teman untuk menyelesaikan semua tugas tanpa berusaha sendiri.

75.

Perawat Siti merasa kewalahan dengan jumlah pasien yang harus dirawat setiap hari. Ia sering kali terlambat memberikan obat. Apa yang seharusnya dilakukan Siti untuk meningkatkan manajemen waktunya?

a)

Mengabaikan pasien yang tidak kritis.

b)

Membuat jadwal pemberian obat yang teratur.

c)

Menunggu hingga pasien meminta obat.

d)

Menghabiskan waktu lebih banyak di ruang istirahat.

e)

Meninggalkan catatan medis untuk tugas lain.

76.

Perawat Joko memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas. Ia sering merasa bingung harus mulai dari mana. Apa saran terbaik untuk Joko?

a)

Menyelesaikan tugas yang paling mudah terlebih dahulu.

b)

Mengabaikan tugas yang tidak penting.

c)

Menggunakan teknik prioritas untuk menentukan tugas yang paling mendesak.

d)

Menghabiskan waktu untuk berbincang dengan rekan kerja.

e)

Menetapkan waktu untuk bersantai sebelum mulai bekerja.

77.

Perawat Ana sering kali merasa stres karena tugasnya menumpuk menjelang akhir shift. Apa yang sebaiknya ia lakukan untuk mencegah hal ini?

a)

Menyelesaikan semua tugas di akhir shift.

b)

Membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil dan menyelesaikannya secara bertahap.

c)

Mengeluh kepada rekan kerja.

d)

Meninggalkan beberapa tugas untuk hari berikutnya.

e)

Mengabaikan tugas yang tidak mendesak.

78.

Perawat Budi bertugas di unit gawat darurat dan sering kali harus beralih dari satu pasien ke pasien lain dengan cepat. Apa yang bisa Budi lakukan untuk meningkatkan efisiensi kerjanya?

a)

Mencatat semua informasi pasien di kertas terpisah.

b)

Menggunakan teknologi untuk mencatat dan mengingat informasi pasien.

c)

Mengabaikan penggunaan alat bantu.

d)

Menghabiskan waktu untuk menjelaskan kepada setiap pasien mengenai prosedur.

79.

Perawat Lisa memiliki banyak janji temu dengan pasien. Ia sering kali terlambat karena tidak memperhitungkan waktu perjalanan. Apa yang seharusnya dia lakukan?

a)

Mengabaikan waktu perjalanan dan hanya fokus pada pasien.

b)

Mencatat waktu perjalanan dan menyesuaikan jadwal janji temu.

c)

Mengabaikan pasien untuk datang tepat waktu.

d)

Membuat semua pasien menunggu.

e)

Mengambil rute yang lebih lambat.

80.

Perawat Rudi merasa sulit tidur karena memikirkan semua tugas yang harus diselesaikan. Apa yang seharusnya ia lakukan untuk mengelola stresnya?

a)

Mengabaikan semua tugas hingga keesokan harinya.

b)

Membuat daftar tugas sebelum tidur untuk merencanakan hari berikutnya.

c)

Menghabiskan waktu di media sosial.

d)

Mengeluh kepada rekan kerja.

e)

Tidak memikirkan tugas sama sekali.

81.

Perawat Maya sering merasa tidak ada cukup waktu untuk memberikan perhatian penuh kepada pasien. Apa yang bisa dia lakukan?

a)

Menerima lebih sedikit pasien.

b)

Menghabiskan lebih banyak waktu dengan tugas administratif.

c)

Mengabaikan pasien yang membutuhkan perhatian lebih.

d)

Menggunakan teknik komunikasi yang efisien.

e)

Mengurangi waktu istirahat.

82.

Perawat Andi sering kali kesulitan dalam kolaborasi dengan tim medis. Apa yang bisa Andi lakukan untuk meningkatkan manajemen waktu dalam timnya?

a)

Mengabaikan pendapat anggota tim lain.

b)

Mengadakan satu anggota tim untuk semua tugas.

c)

Bekerja sendiri tanpa melibatkan tim.

d)

Menunda komunikasi hingga ada masalah.

e)

Menghadiri rapat tim secara rutin untuk berbagi informasi.

83.

Perawat Rina memiliki jadwal yang sangat padat, dan ia sering kali melewatkan sesi pelatihan. Apa yang sebaiknya dilakukan Rina?

a)

Mengabaikan pelatihan dan fokus pada tugas harian.

b)

Mengadakan rekan kerja untuk memberi tahu apa yang dia lewatkan.

c)

Mengatur ulang jadwal untuk menyertakan waktu pelatihan.

d)

Menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial.

e)

Mengabaikan pelatihan yang tidak bersifat wajib.

84.

Perawat Taufik merasa kesulitan dalam mengatur waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Apa yang sebaiknya dilakukan Taufik?

a)

Mengabaikan kehidupan pribadi demi pekerjaan.

b)

Mengatur batasan waktu untuk pekerjaan dan waktu pribadi.

c)

Menerima semua tugas tambahan yang ditawarkan.

d)

Menghabiskan waktu lebih banyak di tempat kerja.

e)

Mengeluh kepada rekan kerja tentang kesibukannya.

85.

Perawat Fira sering menghabiskan waktu untuk menyusun laporan medis. Apa yang bisa dia lakukan untuk menghemat waktu di sini?

a)

Menggunakan template laporan untuk mempercepat proses.

b)

Menyusun laporan pada akhir hari tanpa mencatat sepanjang hari.

c)

Mengabaikan laporan jika tidak ada waktu.

d)

Menghabiskan waktu untuk detail yang tidak penting.

e)

Mengandalkan ingatan untuk laporan.

86.

Perawat Dika merasa lelah karena sering bekerja lembur. Apa yang sebaiknya dia lakukan untuk mengatur waktu kerjanya?

a)

Mengambil shift lembur secara rutin.

b)

Mengabaikan kesehatan pribadi.

c)

Mengabaikan waktu istirahat.

d)

Menghabiskan waktu di ruang istirahat lebih lama.

e)

Mempelajari cara mengatakan tidak pada tugas tambahan jika sudah cukup.

87.

Perawat Lila sering merasa kesulitan dalam mengingat semua obat yang harus diberikan kepada pasien. Apa yang bisa dia lakukan?

a)

Mengandalkan ingatan sepenuhnya.

b)

Menggunakan aplikasi atau catatan untuk mencatat jadwal obat.

c)

Mengabaikan pasien yang tidak kritis.

d)

Menunda pemberian obat hingga pasien meminta.

e)

Menghabiskan waktu lebih banyak berbincang dengan pasien.

88.

Perawat Siti mengalami konflik dengan dokter mengenai metode perawatan pasien. Apa langkah pertama yang seharusnya diambil Siti untuk menyelesaikan konflik ini?

a)

Mengabaikan masalah dan melanjutkan tugas.

b)

Menghadapi dokter secara langsung dengan sikap defensif.

c)

Mencari waktu yang tepat untuk berdiskusi secara terbuka.

d)

Mengeluh kepada rekan kerja.

e)

Mengancam untuk melaporkan dokter.

89.

Perawat Roni memiliki banyak pasien dengan kebutuhan yang berbeda. Apa yang sebaiknya dia lakukan untuk mengelola waktu dengan baik?

a)

Mengabaikan pasien dengan kebutuhan rendah.

b)

Membagi waktu dengan adil antara semua pasien.

c)

Menghabiskan semua waktu dengan pasien yang paling kritis.

d)

Mengandalkan rekan kerja untuk menangani pasien lain.

e)

Menunda interaksi dengan pasien.

90.

Perawat Joko dan perawat Rina sering berselisih tentang cara menangani pasien. Apa yang seharusnya mereka lakukan untuk mengatasi konflik ini?

a)

Mengabaikan satu sama lain.

b)

Mengadakan pertemuan untuk membahas perbedaan pandangan.

c)

Mengadalkan manajer untuk menyelesaikan masalah.

d)

Berusaha menunjukkan siapa yang lebih baik.

e)

Mengeluh kepada pasien tentang rekan kerja.

91.

Perawat Ana merasa bahwa dia tidak dihargai oleh timnya. Dia merasa terasing dan frustasi. Apa langkah yang seharusnya diambil Ana?

a)

Menghadapi semua anggota tim dengan kemarahan.

b)

Membicarakan perasaannya dengan tim secara terbuka.

c)

Mengabaikan perasaan dan melanjutkan pekerjaan.

d)

Menyalahkan rekan kerja atas ketidakpuasan.

e)

Mengundurkan diri dari tim.

92.

Perawat Budi dan dokter sering bertengkar mengenai rencana perawatan pasien. Apa pendekatan yang terbaik untuk menyelesaikan konflik ini?

a)

Mengabaikan pendapat satu sama lain.

b)

Menggunakan pendekatan kolaboratif untuk mencapai kesepakatan.

c)

Menghentikan komunikasi dan bekerja secara terpisah.

d)

Menyalahkan satu sama lain.

e)

Meminta bantuan pihak ketiga yang netral.

93.

Perawat Lila menemukan bahwa pasien merasa bingung dengan instruksi yang diberikan oleh tim medis. Apa yang seharusnya dilakukan Lila untuk mengatasi konflik ini?

a)

Mengabaikan kekhawatiran pasien.

b)

Mengklarifikasi instruksi dan memastikan pasien paham.

c)

Mengeluh kepada rekan kerja tentang pasien.

d)

Meminta pasien untuk mencari informasi sendiri.

e)

Menyalahkan tim medis lainnya.

94.

Dalam sebuah rapat, perawat Taufik merasa bahwa ide-idenya diabaikan oleh manajer. Apa yang seharusnya dilakukan Taufik?

a)

Menghentikan partisipasi dalam rapat.

b)

Menyampaikan pendapat dengan tenang dan meminta umpan balik.

c)

Mengeluh kepada rekan kerja setelah rapat.

d)

Menyalahkan manajer.

e)

Meninggalkan tim.

95.

Perawat Rudi bekerja dengan seorang rekan yang memiliki gaya kerja berbeda. Apa yang seharusnya dia lakukan untuk menghindari konflik?

a)

Mengabaikan perbedaan dan terus bekerja.

b)

Mengadukan rekan kerja kepada manajer.

c)

Menyalahkan rekan kerja atas kesalahan.

d)

Menghindari komunikasi.

e)

Membicarakan perbedaan gaya kerja secara terbuka.

96.

Perawat Fira dan perawat Dika terlibat dalam konflik terkait pembagian tugas. Apa yang sebaiknya mereka lakukan?

a)

Mengabaikan permasalahan dan melanjutkan pekerjaan.

b)

Mengadakan diskusi untuk merundingkan pembagian tugas yang adil.

c)

Mengeluh kepada pasien.

d)

Menyalahkan satu sama lain.

e)

Mengadalkan manajer untuk memutuskan.

97.

Perawat Nia merasa tidak nyaman karena rekannya sering berbicara tentangnya di belakang. Apa yang seharusnya dia lakukan?

a)

Menghadapi rekan tersebut secara langsung dan membahas perasaannya.

b)

Mengabaikan masalah dan tidak berkomunikasi.

c)

Mengeluh kepada rekan kerja lain.

d)

Menyalahkan orang lain atas tindakan rekan tersebut.

e)

Mengundurkan diri dari tim.

98.

Rumah Sakit Harapan Sehat mencatat tingkat hunian tempat tidur (BOR) yang tinggi, namun waktu pelayanan keperawatan lambat dan keluhan pasien meningkat. Manajer Keperawatan merencanakan efisiensi pelayanan dengan mengadopsi sistem modular nursing dan pelatihan ulang tim perawat. Strategi TOWS apakah yang paling sesuai? Pilih satu jawaban saja.

a)

SO Strategy

b)

WO Strategy

c)

ST Strategy

d)

WT Strategy

e)

OW Strategy

99.

RS Mitra Citra mengalami kesulitan merekrut perawat baru karena keterbatasan anggaran, sementara beban kerja meningkat. Direktur Keperawatan merencanakan mengoptimalkan penggunaan teknologi telemonitoring dan sistem asuhan kolaboratif. Jenis strategi dalam TOWS yang digunakan adalah: Pilih satu jawaban saja.

a)

WT Strategy

b)

WO Strategy

c)

SO Strategy

d)

ST Strategy

e)

OW Strategy

100.

RS Sentosa melaporkan turnover perawat mencapai 25% per tahun. Penyebab utamanya adalah kurangnya jenjang karier dan program pengembangan profesional. Manajemen merespons dengan merancang career ladder dan beasiswa S2 keperawatan. Pendekatan strategi yang digunakan termasuk:

a)

WT Strategy

b)

WO Strategy

c)

SO Strategy

d)

ST Strategy

e)

OW Strategy

101.

Manajemen RSU Sumber Kasih menyadari rendahnya citra profesi perawat di mata masyarakat. Mereka merancang program branding profesi perawat melalui media sosial dan seminar publik. Jenis strategi dalam TOWS yang diterapkan adalah:

a)

SO Strategy

b)

WT Strategy

c)

ST Strategy

d)

WO Strategy

e)

OW Strategy

102.

RSUD Bintang Timur mengalami pemangkasan anggaran operasional, terutama pada unit keperawatan. Untuk menjaga mutu pelayanan, kepala ruangan menerapkan sistem task shifting dan penjadwalan fleksibel. Strategi ini termasuk dalam:

a)

WT Strategy

b)

WO Strategy

c)

SO Strategy

d)

ST Strategy

e)

OW Strategy

103.

Pemerintah memberikan subsidi alat bedside monitoring canggih untuk rumah sakit. RS Cahaya Sehat memanfaatkannya untuk meningkatkan kecepatan respon perawat dalam perawatan pasien akut. Strategi yang paling sesuai adalah:

a)

SO Strategy

b)

WT Strategy

c)

WO Strategy

d)

ST Strategy

e)

OW Strategy

104.

Dalam situasi darurat, perawat Tia dan perawat Rina memiliki pandangan berbeda tentang tindakan yang harus diambil. Apa yang seharusnya mereka lakukan?

a)

Mengabaikan pendapat satu sama lain dan bertindak sesuai pemikiran masing-masing.

b)

Mengambil keputusan secara cepat tanpa diskusi.

c)

Mengumpulkan informasi dan merundingkan keputusan bersama.

d)

Menyalahkan satu sama lain setelah situasi selesai.

e)

Mengadalkan instruksi dari pihak ketiga.

105.

46. Setelah validasi data di bed pasien, tim ronde kembali ke nurse station untuk melakukan:

a)

A. Istirahat dan mengakhiri ronde

b)

B. Diskusi lanjutan dan kesimpulan

c)

C. Mendokumentasikan tanpa diskusi

d)

D. Langsung ke pasien berikutnya

e)

E. Melakukan timbang terima