WorksheetsUAS (UJIAN AKHIR SEMESTER) KEPERAWATAN KOMUNITAS
Total questions: 44
Worksheet time: 1hrs 6mins
Name
Class
Date
1.
NAMA LENGKAP
4 lines
2.
NOMOR INDUK MAHASISWA (NIM)
4 lines
3.
KELAS
a)
3A
b)
3B
4.
MATA KULIAH
a)
KEPERAWATAN KELUARGA
b)
KEPERAWATAN KOMUNITAS
5.
Sekelompok orang berkumpul di suatu lapangan sedang mendengarkan orang yang sedang menyampaikan kampanye secara bersama-sama, setiap orang tidak mengenal satu sama lain, tidak memiliki kebiasaan atau adat yang sama, mereka berminat dalam melihat calon Presiden yang akan datang. Data yang menunjukkan bahwa kelompok tersebut tidak dapat di sebut komunitas adalah
a)
Sekelompok orang berkumpul di suatu lapangan
b)
mendengarkan orang yang sedang menyampaikan kampanye secara bersama-sama
c)
setiap orang tidak mengenal satu sama lain
d)
tidak memiliki kebiasaan adat yang sama
e)
berminat dalam melihat calon Presiden yang akan datang
6.
Perawat memberikan pelayanan perawatan profesional kepada klien. Menjalankan kunjungan rumah pada klien yang memiliki gangguan jiwa. Perawat melakukan pendidikan kesehatan pada pasien cara meminum obat, pendidikan kesehatan kepada keluarga terkait perawatan di rumah, perawat mendemonstrasikan cara perawatan di rumah, perawat memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mendukung pemulihan jiwa pasien. Dari kasus tersebut kegiatan perawat manakah yang masuk ke dalam kegiatan keperawatan komunitas?
a)
Menjalankan kunjungan rumah pada klien yang memiliki gangguan jiwa
b)
Perawat melakukan pendidikan kesehatan pada pasien cara meminum obat
c)
Pendidikan kesehatan kepada keluarga terkait perawatan di rumah
d)
Perawat mendemonstrasikan cara perawatan di rumah
e)
Perawat memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mendukung pemulihan jiwa pasien
7.
Perawat melaksanakan survei dari rumah ke rumah warga RT01 sambil melihat lingkungan sekitar dan melaksanakan skrining kesehatan warga RT01 kemudian mengadakan Rapat dengan Ketua RT dan tokoh masyarakat menyampaikan hasil pengkajiannya. Dari kasus tersebut apakah tujuan utama kegiatan perawat komunitas tersebut?
a)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatan di lingkungan RT01
b)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat menetapkan masalah kesehatan di lingkungan RT01
c)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan di lingkungan RT01
d)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat menentukan diagnosa keperawatan masalah kesehatan di lingkungan RT01
e)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat mengevaluasi masalah kesehatan di lingkungan RT01
8.
Perawat bersama-sama masyarakat membersihkan lingkungan sekitar dan membuat jalur limbah rumah tangga di lingkungan RT01, perawat mengadakan pendidikan kesehatan terkait rumah sehat dan pengelolaan sampah organik. Dari kasus tersebut apakah tujuan utama kegiatan perawat komunitas tersebut?
a)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatan di lingkungan RT01
b)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat menetapkan masalah kesehatan di lingkungan RT01
c)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan di lingkungan RT01
d)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat menentukan diagnosa keperawatan masalah kesehatan di lingkungan RT01
e)
Perawat bersama-sama dengan masyarakat mengevaluasi masalah kesehatan di lingkungan RT01
9.
Hasil data menunjukkan bahwa masyarakat memiliki perilaku beresiko terkena penyakit hipertensi, tindakan Perawat memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat RT01 terkait pencegahan agar tidak terjadi hipertensi. Tindakan pencegahan Perawat pada kasus tersebut termasuk ke dalam level pencegahan apakah?
a)
Primer
b)
Sekunder
c)
Tersier
d)
Prevention
e)
Promotion
10.
Hasil pengkajian di satu dusun dihasilkan data dari 450 jiwa terdapat lansia sebanyak 21%, lansia mengatakan memeriksakan kesehatan jika sakit, tidak adanya posbindu, keluhan penyakit lansia antara lain : hipertensi 30%, rematik 25%, Asam Urat 14%, katarak 11 %, DM 8% penyakit jantung 2% lain-lain 10% . Penggunaan waktu senggang pada lansia tidak ada kegiatan 40%, 35% berkebun/pekerjaan rumah, 10 % jalan-jalan, 10% olah raga, 5% lain-lain. Apakah masalah keperawatan yang muncul
a)
Kurangnya pengetahuan lansia
b)
Potensial pemberdayaan potensi lansia
c)
Potensial peningkatan kesehatan lansia
d)
Resiko terjadinya peningkatan penyakit vaskular
e)
Resiko terjadinya penurunan kualitas hidup lansia
11.
Pada saat perawat melakukan Promosi kesehatan di balai desa Sagala Herang situasi balai desa ramai dengan tukang dagang dan suara riuh anak-anak SD yang sedang istirahat sekolah. Perawat merasakan hambatan karena tidak ada fasilitas pengeras suara agar dapat memberikan promosi kesehatan dengan baik. Apakah faktor penghambat proses penyampaian informasi dan edukasi kasus di atas
a)
Latar Sosial budaya
b)
Pengetahuan
c)
Pendidikan
d)
Lingkungan
e)
Jarak
12.
Perawat memberikan promosi kesehatan mengenai Penyakit Pneumonia yang diderita Anak A 12 tahun pada keluarga Bapak X 50 tahun, perawat mengumpulkan seluruh keluarga dan melibatkan seluruhnya dalam intervensi masalah di keluarga Bapak X. Apakah tingkatan sasaran yang targetkan oleh perawat tersebut
a)
Primer
b)
Sekunder
c)
Tersier
d)
Individu
e)
Keluarga
13.
Di desa Sukahati terdapat 3 orang warga yang mengalami penyakit DBD jumlah penduduk + 43 KK, dengan rata-rata KK bekerja sebagai buruh tani. Tindakan fogging telah dilakukan oleh Puskesmas namun ternyata tidak efektif, beberapa hari setelah fooging di temukan kembali 2 penderita lagi. Substansi yang tepat untuk pembelajaran masyarakat desa tersebut adalah
a)
Pencegahan level Pertama mengenai kesehatan lingkungan
b)
Pencegahan level pertama mengenai pengetahuan tentang DBD
c)
Pencegahan level kedua mengenai cara tepat melakukan fogging
d)
Pencegahan level Kedua mengenai perawatan keluarga yang sakit DBD
e)
Pencegahan Level Ketiga mengenai Komitmen menjaga lingkungan sehat
14.
Pada saat musyawarah masyarakat desa, perawat menyampaikan data hasil pengkajian dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara dan observasi. Perawat mengajak masyarakat untuk menelaah data kesenjangan data tersebut. Tujuan ajakan perawat tersebut adalah
a)
Mengidentifikasi masalah kesehatan
b)
Menetapkan masalah kesehatan
c)
Memecahkan masalah kesehatan
d)
Memonitoring kegiatan
e)
Mengevaluasi capaian
15.
Saat dilakukan Posyandu Perawat menuliskan berat badan anak dan tinggi badan anak di dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak dan di bagian KMS perawat menggambarkan grafik kenaikan berat badan anak. Pada meja keberapakah kegiatan perawat tersebut dilaksanakan?
a)
Meja 1
b)
Meja 2
c)
Meja 3
d)
Meja 4
e)
Meja 5
16.
Posyandu merupakan kegiatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yang melibatkan sumberdaya profesional dan non profesional, diselenggarakan dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Di salah satu bagian meja dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan dapat juga dilakukan pengobatan. Pada meja keberapakah kegiatan perawat tersebut dilaksanakan?
a)
Meja 1
b)
Meja 2
c)
Meja 3
d)
Meja 4
e)
Meja 5
17.
Perawat bekerjasama dengan puskemas menyelenggarakan upaya peningkatan kesehatan di sekolah berupa penyuluhan dan pemberian informasi diluar jam belajar sekolah mengenai cara menggosok gigi dengan benar. Digolongkan ke dalam kegiatan apakah aktifitas perawat tersebut jika di tinjau dari Trias UKS?
a)
Pendidikan Kesehatan
b)
Pelayanan Kesehatan
c)
Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
d)
Binamitra
e)
Pemberdayaan Masyarakat
18.
Perawat bersama masyarakat memperbaiki dan meningkatkan sanitasi lingkungan masyarakat agar dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Apakah Model konsep teori keperawatan yang diterapkan oleh perawat tersebut?
a)
Jean Watson
b)
Sister Calista Roy
c)
Florence Nightingel
d)
Dorothy Orem
e)
Betty Neuman
19.
Perawat memberikan pelatihan dan demonstrasi kepada masyarakat senam anti stroke agar dapat meningkatkan peredaran darah di pembuluh darah sehingga dapat mandiri mencegah dan terhindar dari serangan Stroke. Apakah Model konsep teori keperawatan yang diterapkan oleh perawat tersebut?
a)
Jean Watson
b)
Sister Calista Roy
c)
Florence Nightingel
d)
Dorothy Orem
e)
Betty Neuman
20.
Pada saat mengikuti posyandu didapatkan data An.A (21 bulan) pemeriksaan bulan Oktober seberat 7800gram dan bulan November 7900 gram, oleh kader di sarankan An.A mengikuti pendidikan kesehatan di meja selanjutnya. Apakah alasan An.A disarankan mengikuti kegiatan penkes tersebut
a)
Tidak ada kenaikan berat badan
b)
Kenaikan berat badan sama dengan KBM
c)
Kebaikan berat badan kurang dari KBM
d)
Anak di bawah garis merah
e)
Prosedur Posyandu
21.
Perawat memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat agar dapat beradaptasi dengan kebiasan baru di masa pandemik. Apakah Model konsep teori keperawatan yang diterapkan oleh perawat tersebut?
a)
Jean Watson
b)
Sister Calista Roy
c)
Florence Nightingel
d)
Dorothy Orem
e)
Betty Neuman
22.
Perawat mengkaji masyarakat dengan menyusun instrumen menggunakan variabel inti komunitas dan 8 sub sistem. Apakah Model konsep teori keperawatan yang diterapkan oleh perawat tersebut?
a)
Jean Watson
b)
Sister Calista Roy
c)
Florence Nightingel
d)
Dorothy Orem
e)
Betty Neuman
23.
Hasil pengkajian di TK Senang Selalu menunjukkan 30% siswa mengalami diare 3 bulan terakhir, 55% siswa tidak tahu tentang mencuci tangan dengan benar, wawancara dengan kepala sekolah belum ada yang pernah memberikan promkes terkait cuci tangan namun menyampaikan sudah masuk dalam program pendidikan. Apakah media yang tepat dalam Promosi kesehatan situasi tersebut tersebut
a)
Slide projector dan film
b)
Poster mencuci tangan
c)
Air Keran dan sabun
d)
Pengeras suara
e)
Hadiah bagi siswa yang menjawab benar
24.
Pada saat perawat melakukan Promosi kesehatan di balai desa Sagala Herang situasi balai desa ramai dengan tukang dagang dan suara riuh anak-anak SD yang sedang istirahat sekolah. Perawat merasakan hambatan karena tidak ada fasilitas pengeras suara agar dapat memberikan promosi kesehatan dengan baik. Apakah faktor penghambat proses penyampaian informasi dan edukasi kasus di atas
a)
Latar Sosial budaya
b)
Pengetahuan
c)
Pendidikan
d)
Lingkungan
e)
Jarak
25.
Apa yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan primer di Indonesia?
a)
Rumah Sakit Khusus
b)
Puskesmas
c)
Rumah Sakit Umum
d)
Klinik Spesialis
e)
Rumah Sakit Pendidikan
26.
Tingkat pelayanan kesehatan yang menangani kasus-kasus rumit adalah:
a)
Pelayanan Primer
b)
Pelayanan Sekunder
c)
Pelayanan Tersier
d)
Pelayanan Dasar
e)
Pelayanan Khusus
27.
Siapa yang biasanya bertanggung jawab untuk melakukan imunisasi di Posyandu?
a)
Dokter
b)
Perawat
c)
Bidan
d)
Tenaga medis
e)
Semua jawaban benar
28.
Salah satu tantangan utama dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia adalah:
a)
Akses yang merata
b)
Kualitas layanan yang tinggi
c)
Kekurangan tenaga kesehatan di daerah terpencil
d)
Banyaknya rumah sakit
e)
Penyuluhan kesehatan yang baik
29.
Pelayanan kesehatan yang bersifat preventif dan promotif biasanya dilakukan di:
a)
Rumah Sakit
b)
Puskesmas
c)
Klinik Spesialis
d)
Laboratorium
e)
Apotek
30.
UU Kesehatan di Indonesia mengatur tentang:
a)
Kewenangan tenaga kesehatan
b)
Hak dan kewajiban masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan
c)
Pendanaan rumah sakit
d)
Penanganan kasus penyakit menular
e)
Semua jawaban benar
31.
Apa yang menjadi fokus utama dari keperawatan komunitas?
a)
Rawat inap
b)
Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit
c)
Pengobatan penyakit kronis
d)
Rujukan ke rumah sakit
e)
Penelitian medis
32.
Yang termasuk dalam pelayanan kesehatan sekunder adalah:
a)
Imunisasi
b)
Puskesmas
c)
Rumah Sakit Umum
d)
Posyandu
e)
Klinik Pribadi
33.
Tujuan dari sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi adalah:
a)
Memperbesar biaya kesehatan
b)
Mengurangi akses kesehatan
c)
Meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan
d)
Memisahkan antara pelayanan primer dan sekunder
e)
Mengurangi jumlah fasilitas kesehatan
34.
Mengapa anak usia sekolah termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian kesehatan khusus?
a)
Mereka memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dibanding kelompok lain
b)
Mereka merupakan kelompok terbesar di masyarakat
c)
Mereka berisiko terkena berbagai macam penyakit yang dapat mengganggu status kesehatan
d)
Mereka cenderung tidak terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya
e)
Mereka memiliki akses ke pelayanan kesehatan yang lebih baik
35.
Apa peran utama perawat sekolah dalam UKS?
a)
Memberikan obat secara rutin kepada seluruh siswa
b)
Melakukan tindakan medis terhadap semua siswa yang sakit
c)
Mendidik siswa tentang pencegahan masalah kesehatan dan melakukan intervensi kuratif jika diperlukan
d)
Menjaga kebersihan sekolah
e)
Menentukan kebijakan kesehatan di sekolah secara mandiri
36.
Tujuan utama dari pendidikan kesehatan di sekolah adalah...
a)
Meningkatkan keterampilan guru dalam mengajarkan kesehatan
b)
Membantu peserta didik tumbuh kembang secara sehat, baik fisik, mental, sosial, maupun lingkungan
c)
Mengajarkan siswa bagaimana cara memberikan pertolongan pertama
d)
Menanamkan pentingnya imunisasi pada seluruh siswa
e)
Mencegah penularan penyakit di sekolah
37.
Seorang perawat komunitas melakukan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sebuah sekolah dasar. Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada peserta didik tentang cara menjaga kebersihan diri, seperti menggosok gigi dengan benar, menjaga kesehatan kuku, dan merawat luka kecil. Selain itu, perawat juga memberikan informasi mengenai pentingnya pendidikan seks yang sehat untuk siswa-siswi yang mulai beranjak remaja. Apa tujuan umum dari pelaksanaan UKS di sekolah tersebut?
a)
Menurunkan angka kesehatan anak sekolah.
b)
Menciptakan lingkungan sehat yang mendukung pertumbuhan anak.
c)
Mengajarkan siswa tentang kebersihan diri dan perilaku hidup sehat.
d)
Meningkatkan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan diri.
e)
Meningkatkan kesehatan peserta didik, baik fisik, mental, maupun sosial.
38.
Dalam program UKS, perawat komunitas mengadakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan hidup sehat siswa, serta memberikan pengetahuan mengenai cara mencegah penyakit dan menjaga kebersihan diri. Selain itu, program ini juga berfokus pada peningkatan kesehatan mental dan sosial peserta didik melalui pendidikan kesehatan yang menyeluruh.Apa yang menjadi tujuan khusus dari pelaksanaan UKS di sekolah?
a)
Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan seks.
b)
Mengajarkan keterampilan menggosok gigi dan menjaga kebersihan kuku.
c)
Memberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat.
d)
Menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari sampah dan penyakit.
e)
Menyediakan layanan kesehatan dasar untuk anak sekolah.
39.
Seorang perawat melakukan pembinaan di sebuah pusat rehabilitasi anak cacat. Pada tahap persiapan, perawat tersebut melakukan identifikasi terhadap jumlah anak-anak yang ada di pusat rehabilitasi tersebut dan memulai pendekatan dengan petugas untuk menjajaki masalah yang mungkin dihadapi. Setelah itu, perawat mengumpulkan data mengenai kondisi kesehatan anak-anak di pusat rehabilitasi dan menganalisisnya untuk merumuskan prioritas masalah kesehatan. Apa yang merupakan bagian penting dari tahap persiapan dalam perawatan kelompok khusus yang dilakukan oleh perawat?
a)
Menyusun jadwal kunjungan rutin ke pusat rehabilitasi.
b)
Melakukan imunisasi bagi anak-anak di pusat rehabilitasi.
c)
Mengidentifikasi jumlah kelompok khusus dan institusi yang ada.
d)
Melakukan pendidikan dan pelatihan kader kesehatan.
e)
Merujuk anak-anak ke rumah sakit jika diperlukan
40.
Seorang perawat bekerja sama dengan petugas panti wreda untuk menyusun perencanaan penanganan masalah kesehatan lansia. Mereka menyusun jadwal kegiatan yang meliputi tujuan, sasaran, jenis pelayanan, biaya, dan kriteria hasil yang diinginkan. Selain itu, mereka merencanakan jadwal kunjungan dan tenaga pelaksana yang akan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Apa komponen penting yang harus disertakan dalam tahap perencanaan perawatan kelompok khusus di institusi seperti panti wreda?
a)
Penyuluhan kesehatan dan pelatihan petugas panti.
b)
Jadwal kegiatan, jadwal kunjungan, dan tenaga pelaksana kegiatan.
c)
Pencatatan dan pelaporan kegiatan pelayanan kesehatan.
d)
Penemuan kasus dini dan rujukan jika diperlukan.
e)
Pengumpulan data kesehatan penghuni panti.
41.
Seorang perawat melakukan kunjungan rutin ke Panti Asuhan yang menampung anak-anak yatim piatu. Perawat tersebut bekerja sama dengan petugas panti dalam memberikan perawatan kesehatan bagi anak-anak, terutama mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Dalam kunjungan ini, ditemukan beberapa anak yang mengalami masalah kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan dan kekurangan gizi. Selain itu, lingkungan panti berpotensi menjadi tempat berkembangnya penyakit karena sanitasi yang kurang memadai. Apa yang seharusnya menjadi prioritas perawat dalam upaya pembinaan kesehatan di Panti Asuhan ini?
a)
Meningkatkan sanitasi lingkungan panti untuk mencegah penyebaran penyakit.
b)
Memberikan penyuluhan kesehatan kepada seluruh anak-anak di panti.
c)
Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap penghuni panti.
d)
Berkolaborasi dengan petugas panti dalam penanganan masalah kesehatan anak-anak.
e)
Mengubah pola makan anak-anak untuk mencegah kekurangan gizi.
42.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kelompok khusus di masyarakat, seorang perawat ditugaskan di sebuah posyandu untuk ibu hamil, bayi, dan balita. Saat kegiatan posyandu berlangsung, ditemukan bahwa beberapa bayi mengalami masalah berat badan rendah dan lingkungan sekitar posyandu terindikasi kurang bersih. Selain itu, beberapa ibu hamil belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai kesehatan selama kehamilan. Tindakan apa yang seharusnya menjadi fokus utama perawat dalam pelayanan kesehatan di posyandu?
a)
Melakukan penyuluhan mengenai pentingnya kebersihan lingkungan posyandu.
b)
Melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar posyandu.
c)
Memberikan penyuluhan gizi kepada ibu hamil dan ibu balita.
d)
Mengganti lokasi posyandu ke tempat yang lebih bersih dan aman.
e)
Memperbaiki sistem pencatatan kesehatan di posyandu.
43.
Seorang perawat komunitas sedang melakukan pembinaan di sebuah Panti Wreda. Di sana, penghuni panti merupakan kelompok prioritas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu penghuni, seorang lansia berusia 75 tahun, mengalami penurunan mobilitas dan perlu dukungan untuk menjaga kesehatannya. Selain itu, perawat juga perlu berkolaborasi dengan petugas di panti yang setiap hari berinteraksi langsung dengan para lansia. Dalam konteks pembinaan di Panti Wreda, apa peran utama petugas panti dalam mendukung kesehatan para lansia?
a)
Memberikan penyuluhan tentang kesehatan secara umum kepada lansia.
b)
Memastikan lingkungan panti selalu bersih dari faktor penyebab penyakit.
c)
Berkolaborasi dengan profesi kesehatan lain dalam menyusun program kesehatan.
d)
Berinteraksi langsung dengan penghuni panti dan mengetahui permasalahan kesehatannya.
e)
Mengatur jadwal kunjungan keluarga penghuni untuk menjaga kesehatan mental lansia.
44.
Seorang perawat di puskesmas melakukan kunjungan ke posyandu di sebuah desa. Di sana, mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, bayi, dan balita. Dalam kunjungan ini, perawat menemukan bahwa salah satu bayi mengalami penurunan berat badan dan kekurangan gizi. Selain itu, lingkungan posyandu terletak di daerah yang dekat dengan saluran air yang tercemar. Dalam kondisi seperti ini, apa yang seharusnya menjadi fokus utama perawat untuk mencegah masalah kesehatan lebih lanjut?
a)
Memberikan penyuluhan gizi kepada ibu bayi yang mengalami kekurangan gizi.
b)
Meningkatkan program penyuluhan kebersihan kepada semua ibu hamil di posyandu.
c)
Melibatkan pemerintah desa untuk membersihkan saluran air yang tercemar.
d)
Mengganti lokasi posyandu ke tempat yang lebih aman dan bersih.
e)
Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk memberikan perawatan khusus kepada bayi.
100 %
