NEW
Font size
WorksheetsPPGD NURUL HIKMAH
Total questions: 10
Worksheet time: 3mins
Tujuan utama pembalutan adalah, kecuali
Menahan penutup luka agar tidak bergeser
Memberikan tekanan untuk mengurangi perdarahan
Melindungi bagian tubuh yang cedera
Mempercepat penyambungan tulang yang patah
Memberikan support pada bagian tubuh yang cedera
Prinsip pembalutan yang benar adalah
Balutan harus seerat mungkin agar tidak bergerak
Balutan dipasang longgar agar tidak menimbulkan nyeri
Ujung jari ditutup untuk menjaga kehangatan
Balutan harus rapat, rapi, dan tidak mengganggu sirkulasi
Balutan dipasang tanpa perlu evaluasi ulang
Tanda gangguan sirkulasi akibat balutan terlalu ketat adalah
Kulit terasa hangat dan kemerahan
Jari dapat digerakkan bebas
Kulit pucat, dingin, dan terasa kebas
Nyeri berkurang setelah pembalutan
Perdarahan berhenti sempurna
Pernyataan yang benar tentang bidai adalah
Bidai hanya menahan satu sendi yang mengalami cedera
Bidai dipasang sependek mungkin agar praktis
Bidai harus melampaui dua sendi yang membatasi tulang patah
Bidai boleh dipasang tanpa bantalan
Bidai dipasang seketat mungkin untuk mencegah pergerakan
Hal yang perlu diperhatikan saat pemasangan bidai adalah
Nyeri tidak memengaruhi kondisi korban
Pemasangan bidai yang salah dapat memperparah cedera
Bidai hanya dipasang jika korban sadar
Bidai tidak berhubungan dengan risiko syok
Bidai hanya digunakan pada luka terbuka
Dalam BLS, langkah pertama yang harus dilakukan penolong adalah
Melakukan kompresi dada
Memberikan napas buatan
Memastikan keamanan lokasi, korban, dan penolong
Mengecek tekanan darah
Memposisikan korban telentang
Evaluasi respons korban pada BLS dilakukan dengan cara
Mengukur tekanan darah
Memberikan minum
Menilai nyeri dan pernapasan
Langsung melakukan RJP
Mengangkat kedua tangan korban
Rasio kompresi dada dan ventilasi pada RJP dewasa adalah
15 : 2
20 : 2
30 : 1
30 : 2
40 : 2
Kedalaman dan kecepatan kompresi dada yang benar pada BLS adalah
Kedalaman 2–3 cm, kecepatan 60x/menit
Kedalaman 3–4 cm, kecepatan 80x/menit
Kedalaman 5–10 cm, kecepatan 100–120x/menit
Kedalaman 10–12 cm, kecepatan 140x/menit
Kedalaman 1–2 cm, kecepatan bebas
Jika korban tidak bernapas tetapi nadi masih teraba, tindakan yang tepat adalah
Menghentikan pertolongan
Melakukan kompresi dada terus-menerus
Memberikan rescue breathing ±10 kali per menit
Menempatkan korban pada posisi duduk
Menunggu bantuan tanpa tindakan
