Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS HEALTH DISASTER

Total questions: 28

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Apa komponen utama dalam pengorganisasian klaster kesehatan untuk menjamin efektivitas penanggulangan bencana?

a)

Satu komando, koordinasi, dan integrasi antar sub-klaster

b)

Fokus hanya pada pengobatan kuratif di rumah sakit pusat

c)

Pemisahan tugas mutlak antar instansi pemerintah dan swasta

d)

Penyerahan seluruh wewenang kepada relawan internasional

2.

Kapan Rencana Kontinjensi kesehatan secara resmi diaktifkan menjadi Rencana Operasi?

a)

Saat anggaran dari pemerintah pusat sudah cair

b)

Ketika jumlah pengungsi sudah melebihi 1.000 orang

c)

Saat status keadaan darurat bencana ditetapkan oleh otoritas berwenang

d)

Setelah proses rehabilitasi fisik bangunan dimulai

3.

Fungsi utama dari Sub-klaster Logistik Kesehatan dalam manajemen krisis adalah...

a)

Mencari korban yang hilang di reruntuhan

b)

Mengelola distribusi obat, alat kesehatan, dan sarana penunjang medis

c)

Melakukan pemeriksaan psikologis pada pengungsi

d)

Membangun infrastruktur jalan yang rusak

4.

Akses jalan ke desa terdampak putus total. Dalam manajemen logistik, langkah koordinasi apa yang paling tepat?

a)

Koordinasi dengan Klaster Logistik/Transportasi (TNI/Polri) untuk pengiriman via udara

b)

Meminta pengungsi berenang keluar desa untuk mengambil obat

c)

Menunggu banjir surut meskipun stok obat di desa habis

d)

Menyuruh tenaga kesehatan di desa tersebut membuat obat tradisional saja

5.

Seorang Kepala Dinas Kesehatan ingin menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) untuk operasional darurat. Prosedur manajemen yang benar adalah...

a)

Mengambil uang kas pribadi lalu diganti kemudian

b)

Koordinasi dengan BPBD setempat setelah penetapan status tanggap darurat

c)

Meminta sumbangan langsung dari keluarga korban

d)

Menunggu proses lelang pengadaan barang selama 3 bulan

6.

Terjadi perbedaan data korban meninggal antara RS dan BPBD. Tindakan manajer Pusdalopkes yang benar adalah...

a)

Memilih data yang angkanya paling kecil agar masyarakat tidak panik

b)

Mengabaikan kedua data tersebut dan membuat perkiraan sendiri

c)

Menyalahkan media massa karena salah mengutip berita

d)

Melakukan rekonsiliasi data melalui proses identifikasi (DVI) satu pintu

7.

Bupati menetapkan Status Tanggap Darurat. Apa tindakan pertama manajerial Dinas Kesehatan?

a)

Membubarkan seluruh staf agar bisa menyelamatkan diri masing-masing

b)

Mengaktifkan Pusat Kendali Operasi (Pusdalopkes) Kesehatan 24 jam

c)

Melakukan renovasi gedung kantor yang retak sedikit

d)

Menunggu perintah dari Kementerian Kesehatan di Jakarta

8.

Jika Puskesmas tidak bisa digunakan karena faktor keamanan, bagaimana manajemen pelayanan tetap berjalan?

a)

Menghentikan pelayanan hingga konflik selesai total

b)

Memaksa nakes tetap bekerja di lokasi berbahaya tanpa pengawalan

c)

Memindahkan seluruh pasien ke luar provinsi menggunakan pesawat komersil

d)

Mendirikan Pos Kesehatan Lapangan di zona aman (Ring 2 atau 3)

9.

Banyak donasi obat datang tanpa label bahasa yang dimengerti petugas lokal. Tindakan manajemen logistik adalah...

a)

Langsung membagikan obat tersebut kepada pengungsi agar tidak mubazir

b)

Menyisihkan obat tersebut untuk disortir dan diberi label ulang oleh apoteker

c)

Membuang semua obat tersebut ke sungai karena dianggap beracun

d)

Menjual obat tersebut untuk menambah kas daerah

10.

Dalam struktur klaster kesehatan, siapa yang bertanggung jawab mengoordinasikan bantuan dari NGO internasional?

a)

Kepala Desa setempat

b)

Penanggung jawab Klaster Kesehatan (Dinkes) dalam koordinasi dengan Pusat Krisis

c)

Komandan Tim SAR di lapangan

d)

Sopir ambulans yang paling senior

e)

Tenaga medis

11.

Siapa juru bicara resmi klaster kesehatan?

a)

Siapa saja yang sedang memegang mikrofon

b)

Pimpinan komando klaster kesehatan atau pejabat yang ditunjuk resmi

c)

Keluarga korban yang paling terdampak

d)

Wartawan yang pertama kali sampai di lokasi

12.

Pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan (lansia, bayi, ibu hamil) diprioritaskan karena...

a)

Mereka memiliki risiko kesehatan dan kesulitan mobilitas yang lebih tinggi saat krisis

b)

Mereka memiliki uang lebih banyak

c)

Mereka tidak bisa memasak sendiri

d)

Mereka sering masuk televisi

13.

Ditemukan banyak pengungsi mengalami sesak napas akibat abu vulkanik. Tindakan medis awal yang tepat adalah...

a)

Memberikan obat sakit perut

b)

Memberikan bantuan oksigen, masker N95, dan nebulizer jika diperlukan

c)

Menyuruh pengungsi lari menjauhi gunung tanpa alat pelindung

d)

Melakukan operasi bedah jantung segera

14.

Di sebuah kamp pengungsian, kasus diare meningkat drastis. Apa langkah surveilans yang harus dilakukan?

a)

Menutup seluruh kantin pengungsian selamanya

b)

Memberikan antibiotik kepada orang yang sehat

c)

Mengabaikan laporan karena diare dianggap hal biasa saat banjir

d)

Investigasi sumber air dan kualitas makanan untuk mencari penyebab penularan

15.

KASUS: SEMERU Seorang anak terus gemetar dan ketakutan setiap mendengar suara gemuruh kecil. Pelayanan apa yang ia butuhkan?

a)

Suntikan vitamin dosis tinggi

b)

Diberikan uang saku tambahan

c)

Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) / PFA

d)

Rawat inap di ruang isolasi penyakit menular

16.

Ibu hamil di pengungsian sudah masuk masa persalinan, namun RS terdekat kebanjiran. Prosedur pelayanan yang benar adalah...

a)

Menyuruh ibu tersebut menahan kelahiran sampai banjir surut

b)

Melakukan persalinan di Pos Kesehatan dengan bantuan bidan atau evakuasi ke RS rujukan yang aman

c)

Meminta warga biasa membantu persalinan menggunakan alat seadanya

d)

Mengirim ibu tersebut ke dukun beranak di desa sebelah

17.

Apa peran utama BNPB dalam kerangka kebijakan manajemen krisis di Indonesia?

a)

Melakukan tindakan medis bedah di lapangan

b)

Perumusan kebijakan, koordinasi, dan penetapan standar penanggulangan bencana

c)

Mengambil alih seluruh fungsi Dinas Kesehatan daerah

d)

Menjual peralatan evakuasi kepada masyarakat

18.

Dalam manajemen krisis, apa yang dimaksud dengan "Akses Kesehatan Segera"?

a)

Memberikan pelayanan hanya bagi yang memiliki asuransi

b)

Membuka apotek 24 jam di mal terdekat

c)

Memberikan pengobatan gratis hanya di hari pertama

d)

Memastikan semua korban bencana mendapatkan perawatan medis yang manusiawi tanpa hambatan birokrasi

19.

Berdasarkan teori, keterlambatan respon pada krisis kesehatan di Indonesia sering disebabkan oleh...

a)

Terlalu banyak jumlah dokter spesialis

b)

Kurangnya koordinasi antar lembaga dan hambatan logistik

c)

Masyarakat yang terlalu mandiri

d)

Penggunaan teknologi yang terlalu canggih

20.

Apa fungsi Kementerian Kesehatan dalam struktur or

4 lines
21.

Apa fungsi Kementerian Kesehatan dalam struktur organisasi manajemen krisis?

4 lines
22.

KASUS: FLU BURUNG 2006: Salah satu kegagalan manajemen saat itu adalah kurangnya transparansi. Apa dampak dari kurangnya transparansi data kesehatan ke publik?

a)

Masyarakat menjadi lebih tenang karena tidak tahu apa-apa

b)

Munculnya ketidakpercayaan publik dan lambatnya respon pencegahan massal

c)

Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara

d)

Virus akan hilang dengan sendirinya

23.

(KASUS: MERAPI 2010) Banyak korban luka bakar tidak tertangani segera karena akses terputus. Tindakan manajemen yang benar sesuai kebijakan Indonesia adalah...

a)

Menunggu instruksi dari PBB

b)

Aktivasi Klaster Kesehatan dan mobilisasi EMT (Emergency Medical Team) ke titik terdekat

c)

Menyuruh korban mencari jalan sendiri ke rumah sakit kota

d)

Menghentikan seluruh aktivitas medis karena berbahaya

24.

(KASUS: BANJIR SUMATERA) Jika terjadi bencana yang melintasi dua provinsi, siapa yang memegang kendali koordinasi menurut undang-undang di Indonesia?

a)

Salah satu Gubernur yang paling senior

b)

Pemerintah Pusat (BNPB & Kemenkes)

c)

Kepala Desa terkecil

d)

Pihak swasta pemenang tender

25.

(KASUS: SEMERU) Terjadi tumpang tindih pemberian instruksi antara BPBD dan Dinkes di lapangan. Langkah koreksi manajemen yang tepat adalah...

a)

Membubarkan salah satu lembaga

b)

Membiarkan masing-masing bekerja sesuai keinginan sendiri

c)

Kembali ke Rencana Kontinjensi yang menetapkan satu komando di Posko Terpadu

d)

Menutup jalur komunikasi agar tidak berdebat

26.

(KASUS: GEMPA) Seorang kepala daerah menolak bantuan dari pemerintah pusat karena merasa sanggup. Namun, angka kematian terus meningkat. Secara etika manajemen krisis, apa yang harus dilakukan?

a)

Pemerintah pusat harus melakukan intervensi demi keselamatan jiwa (humanitarian imperative)

b)

Menghormati keputusan tersebut meski korban terus bertambah

c)

Memberikan sanksi denda kepada kepala daerah tersebut saat itu juga

d)

Menunggu sampai kepala daerah tersebut meminta maaf

27.

Dalam sistem penanganan krisis di Indonesia, keberadaan organisasi internasional (LSM Asing) harus...

a)

Dilarang masuk sama sekali

b)

Bebas bekerja di mana saja tanpa perlu izin

c)

Membayar pajak bencana kepada pemerintah daerah

d)

Melapor dan berkoordinasi dengan pemerintah (Kemenkes/BNPB) agar bantuan tidak mubazir

28.

Pemanfaatan sistem informasi kesehatan canggih dalam erupsi Semeru membantu dalam...

a)

Menentukan siapa yang akan menjadi bupati selanjutnya

b)

Pengumpulan data korban secara real-time untuk alokasi logistik yang tepat

c)

Mengubah arah aliran lahar dengan simulasi komputer

d)

Menghapus data korban yang sudah meninggal