wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ekstraksi Soal Worksheet (Halaman 6-10)

Total questions: 41

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

KONTEN: Transformasi Peradaban Islam INDIKATOR BERBASIS TPACK: — P: Dengan menggunakan pendekatan Meaningful Learning, guru dapat memulai dengan meminta peserta didik untuk berbagi pengalaman tentang pernikahan dalam keluarga masing-masing atau masyarakat, sehingga peserta didik dapat menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Kemudian, guru dapat menjelaskan tujuan pernikahan secara kontekstual, sehingga peserta didik dapat memahami tujuan pernikahan secara lebih mendalam dan bermakna. Pilih pengembangan materi ajar tentang tujuan pernikahan yang paling tepat sesuai konteks di atas.

a)

Guru memulai dengan menjelaskan definisi pernikahan dan tujuan pernikahan secara teoritis, kemudian meminta peserta didik untuk menghafal definisi tersebut.

b)

Guru memulai dengan meminta peserta didik untuk berbagi pengalaman tentang pernikahan keluarganya atau masyarakat, kemudian menjelaskan tujuan pernikahan secara kontekstual.

c)

Guru memulai dengan menampilkan video tentang pernikahan, kemudian meminta peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang tujuan pernikahan.

d)

Guru memulai dengan memberikan tugas kepada peserta didik untuk mencari informasi tentang tujuan pernikahan dari berbagai sumber, kemudian meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasilnya.

e)

Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pernikahan secara umum, kemudian meminta peserta didik untuk mengaplikasikan tujuan pernikahan dalam kehidupan sehari-hari.

2.

KONTEN: Transformasi Peradaban Islam: Kepemimpinan, Dakwah, dan Pendidikan dari Masa Khulafaur Rasyidin hingga Era Modern INDIKATOR BERBASIS TPACK: 11. Disajikan pernyataan praktik pedagogi tentang pelaksanaan materi ajar pada transformasi peradaban Islam secara logis dengan model pelayanan konseling, mahasiswa dapat menentukan alur materi ajar transformasi peradaban Islam dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. P: Salah satu periode penting dalam kepemimpinan Islam adalah dinasti Umayyah. Meski diwarnai dengan berbagai kontroversi, Dinasti Umayyah mampu membawa pengaruh besar terhadap peradaban Islam. Bahkan pengaruh Dinasti Umayyah sampai di benua Eropa. Dinasti Umayyah berhasil memperluas kekuasaannya hingga 3 benua pada wilayah abad modern ini. Sebagai guru PAI, Pak Ahmad ingin melaksanakan materi ajar tentang peradaban Dinasti Umayyah dengan menggunakan model pelayanan konseling. Pak Ahmad ingin menentukan alur materi ajar yang logis dan efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang transformasi peradaban Islam. Alur materi ajar yang tepat terkait transformasi peradaban Islam dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik adalah ...

a)

Mengenal Dinasti Umayyah, memahami peran kepemimpinan, dakwah, dan pendidikan pada masa Dinasti Umayyah, menganalisis contoh kasus historis.

b)

Mengenal konsep kepemimpinan Dinasti Umayyah, memahami peranannya dalam transformasi peradaban, mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

c)

Mengenal konsep dakwah Dinasti Umayyah, memahami strategi dan metode dakwah, mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Mengenal Dinasti Umayyah, memahami perannya dalam transformasi peradaban, mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

e)

Mengenal transformasi Dinasti Umayyah dari masa ke masa, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi, menganalisis dampaknya pada kehidupan modern.

3.

KONTEN: Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter (Nilai-nilai P5) INDIKATOR BERBASIS TPACK: 12. Disajikan pernyataan praktik pedagogi tentang pelaksanaan program penguatan profile pelajar pancasila (P5) secara logis, mahasiswa dapat menentukan pengembangan materi ajar nilai-nilai P5 dalam merencanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. P: Pada materi tentang “Menghadirkan Salat dalam Kehidupan Sehari-hari”, seorang guru ingin menerapkan sikap mandiri sebagai implementasi dari P5 di kelasnya. Guru tersebut ingin mengembangkan materi ajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran. Guru tersebut ingin menggunakan pendekatan yang berbasis pada pengalaman dan kegiatan nyata untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kemandirian agar dapat diterapkan kehidupan sehari-hari. Pengembangan materi ajar nilai-nilai P5 dalam merencanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik adalah ...

a)

Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai mandiri secara terpisah dengan materi salat.

b)

Mengembangkan materi ajar salat yang mengintegrasikan dengan mata pelajaran lain.

c)

Mengembangkan materi ajar salat yang berbasis pada kegiatan nyata dan pengalaman peserta didik.

d)

Mengembangkan materi ajar dengan memperkuat aspek kognitif peserta didik tentang salat.

e)

Mengembangkan materi ajar yang berfokus untuk menggali pendapat para ulama tentang pentingnya salat.

4.

KONTEN: Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter (Nilai-nilai PPRA) INDIKATOR BERBASIS TPACK: 13. Disajikan pernyataan praktik pedagogi tentang pelaksanaan program Penguatan profile pelajar rahmatan lil alami (PPRA) secara logis, mahasiswa dapat menentukan pengembangan materi ajar nilai-nilai PPRA dalam melaksanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. P: Pada materi tentang metode dakwah Rasulullah SAW, guru menekankan tentang poin penting nilai keteladanan (Qudwah) terhadap keberhasilan dakwah Nabi. Seorang guru ingin memperkuat nilai keteladanan tersebut di kelasnya. Guru tersebut ingin menentukan pengembangan materi ajar nilai keteladanan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran. Guru tersebut menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada pengalaman dan refleksi untuk membantu peserta didik memahami dan menerapkan nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan materi ajar nilai keteladanan yang paling tepat untuk melaksanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik adalah ...

a)

Mengembangkan materi ajar yang meminta peserta didik untuk menganalisis dampak nilai keteladanan terhadap kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.

b)

Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada pengembangan keterampilan kepemimpinan dan keteladanan dalam konteks sekolah atau masyarakat.

c)

Mengembangkan materi ajar yang meminta peserta didik untuk membuat portofolio reflektif tentang pengalaman mereka dalam menerapkan nilai keteladanan.

d)

Mengembangkan materi ajar yang meminta peserta didik untuk mengembangkan kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai keteladanan.

e)

Mengembangkan materi ajar yang meminta peserta didik untuk membuat studi kasus tentang keberhasilan penerapan nilai keteladanan dalam konteks organisasi atau komunitas.

5.

KONTEN: Nilai-nilai Islam sebagai agama yang moderat, konsep wasathiyyah, dan implementasi moderasi beragama. INDIKATOR BERBASIS TPACK: 14. Disajikan pernyataan praktik pedagogi atau praktek di masyarakat tentang implementasi nilai-nilai moderasi beragama secara logis, mahasiswa dapat menentukan pengembangan materi ajar nilai-nilai Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah yang tepat sesuai dengan implementasi moderasi beragama dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. P: Sebagai guru PAI, Bu Siti ingin mengembangkan materi ajar tentang musawah (kesetaraan) terhadap peserta didik. Melalui materi tersebut, diharapkan peserta didik dapat memiliki sikap yang tidak membeda-bedakan manusia, baik melalui status sosial, jabatan, maupun kekayaan, semuanya sama dihadapan Allah SWT. Bu Siti ingin menentukan pengembangan materi ajar yang tepat untuk mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. Bu Siti menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada pengalaman dan refleksi untuk membantu peserta didik memahami dan menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan materi ajar nilai-nilai Islam sebagai implementasi moderasi beragama yang paling tepat untuk mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik adalah ...

a)

Mengembangkan materi ajar yang meminta peserta didik untuk menganalisis contoh-contoh penerapan konsep musawah dalam konteks masyarakat multikultural.

b)

Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam menerapkan konsep musawah.

c)

Mengembangkan materi ajar yang meminta peserta didik untuk membuat proyek komunitas yang menerapkan konsep musawah antarumat beragama.

d)

Mengembangkan materi ajar yang meminta peserta didik untuk merefleksikan pengalaman pribadi mereka tentang penerapan konsep musawah dalam kehidupan sehari-hari.

e)

Mengembangkan materi ajar yang meminta peserta didik untuk mengembangkan rencana aksi yang menerapkan konsep musawah di lingkungan sekolah.

6.

KONTEN: Urgensi Islam sebagai agama yang moderat, konsep wasathiyyah, dan implementasi moderasi beragama. INDIKATOR BERBASIS TPACK: 15. Disajikan pernyataan praktik pedagogi atau praktek di masyarakat tentang alasan implementasi nilai-nilai moderasi beragama, mahasiswa dapat menilai pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah dengan alasan yang tepat sesuai dengan implementasi moderasi beragama. P: Pada mata pelajaran PAI, Pak Cecep ingin menilai pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah yang sesuai dengan alasan yang tepat sesuai dengan implementasi moderasi beragama. Pak Cecep ingin menggunakan pendekatan yang berbasis pada pengalaman dan kegiatan nyata untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang nilai-nilai moderasi beragama. Pak Cecep juga ingin menekankan pentingnya nilai-nilai wasathiyyah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah dengan alasan yang tepat sesuai dengan implementasi moderasi beragama adalah ...

a)

Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah diperlukan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

b)

Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah diperlukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan nilai-nilai wasathiyyah dalam kehidupan sehari-hari.

c)

Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah diperlukan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep wasathiyyah dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah tidak diperlukan karena tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.

e)

Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyyah hanya diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang teori wasathiyyah.

7.

KONTEN: Kajian Tafsir: bi bi al-Ma’tsur dan bi al-Ra’yi dan Metode tafsir: tahlili, Ijmali, Maudhui dan Muqaran. INDIKATOR BERBASIS TPACK: 16. Disajikan deskripsi penerapan pembelajaran dengan materi kajian tafsir sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan materi pembelajaran. P: Salah satu metode penafsiran ayat Al-Qur’an adalah dengan analitis yang dikenal dengan Metode Tahlili. Yakni suatu metode dalam menjelaskan ayat Al-Qur’an dengan cara menguraikan ayat demi ayat, surat demi surat, sesuai tata urutan dengan penjelasan yang cukup terperinci sesuai dengan kecenderungan masing-masing mufassir terhadap aspek-aspek yang ingin disampaikan. Misalnya, menjelaskan ayat disertai aspek qira’at, asbab al-nuzul, munasabah, balaghah, hukum dan lain sebagainya. Sebagai guru PAI, Anda ingin merancang pembelajaran dengan materi tafsir tahlili menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Anda meminta peserta didik untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait dengan isu-isu kontemporer, seperti keadilan sosial dan toleransi, dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Strategi pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan analisis peserta didik dalam menerapkan metode tafsir tahlili adalah ...

a)

Menyajikan contoh kasus tafsir ayat Al-Qur’an dan meminta peserta didik untuk menganalisis dan memahami makna yang terkandung di dalamnya.

b)

Membuat pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan materi kajian tafsir dan meminta peserta didik untuk menjawabnya berdasarkan pengetahuan dan pemahaman mereka.

c)

Membuat proyek penelitian tentang tafsir ayat Al-Qur’an dan meminta peserta didik untuk melakukan penelitian dan analisis secara mandiri.

d)

Membuat diskusi kelompok tentang materi kajian tafsir dan meminta peserta didik untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil diskusi mereka.

e)

Meminta peserta didik untuk membaca dan menelaah konsep tafsir tahlili lalu bertukar pengetahuan dengan teman kelasnya tentang konsep tafsir tahlili.

8.

KONTEN: Klasifikasi hadis berdasarkan kesahihan dan Fungsi hadis terhadap Al-Qur’an INDIKATOR BERBASIS TPACK: 17. Disajikan pernyataan penerapan pembelajaran dengan materi klasifikasi hadis sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan pengetahuan pedagogik. P: Pada mata pelajaran PAI, Anda ingin merancang pembelajaran dengan materi klasifikasi hadis berdasarkan kesahihan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Anda meminta peserta didik untuk menganalisis contoh-contoh hadis yang terkait dengan isu-isu kontemporer, seperti toleransi dan keadilan sosial, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan kesahihan dan memahami implikasi praktisnya. Strategi pembelajaran yang paling inovatif untuk meningkatkan kemampuan analisis kritis peserta didik dalam mengklasifikasikan hadis berdasarkan kesahihan dan memahami implikasi praktisnya dalam konteks kehidupan nyata adalah ...

a)

Menggunakan platform blog untuk menyajikan proses klasifikasi hadis berdasarkan kesahihan dalam konteks kehidupan nyata.

b)

Mengadakan diskusi kelompok untuk bertukar pendapat dari apa yang peserta didik ketahui tentang kesahihan hadis.

c)

Membuat video tentang kesahihan hadis-hadis yang terkait dengan isu-isu kontemporer dan implikasi praktisnya.

d)

Mengadakan debat tentang kesahihan hadis-hadis yang terkait dengan isu-isu kontemporer dan implikasi praktisnya.

e)

Menggunakan metode pembelajaran berbasis game untuk meminta peserta didik menganalisis kesahihan hadis-hadis yang terkait dengan isu-isu kontemporer.

9.

KONTEN: Hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir INDIKATOR BERBASIS TPACK: 18. Disajikan deskripsi kasus penerapan pembelajaran dengan materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan pengetahuan teknologi. P: Hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir dalam Islam sangat erat dan saling terkait. Keyakinan akan takdir dan hari akhir dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam menjalani hidupnya, memotivasi mereka untuk berbuat baik, dan meningkatkan kualitas ibadah mereka. Dengan memahami hubungan antara takdir dan hari akhir, seseorang dapat lebih memahami ajaran Islam dan meningkatkan kualitas keimanan mereka. Seorang guru PAI ingin merancang pembelajaran dengan materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir yang sesuai dengan struktur keilmuan. Guru tersebut menggunakan tayangan animasi tentang salah satu gambaran hari akhir yang sesuai dengan struktur keilmuan. Guru tersebut meminta peserta didik untuk menganalisis dan memahami materi tersebut. Rancangan pembelajaran berbasis masalah yang sesuai dengan pengetahuan teknologi untuk materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir adalah ...

a)

Menonton video animasi yang memberikan gambaran terjadinya hari akhir.

b)

Menonton video penjelasan tentang konsep hubungan antara takdir dan hari akhir.

c)

Membuat rangkuman tulisan hubungan antara takdir dan hari akhir dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Berdiskusi tentang konsep hubungan antara takdir dan hari akhir melalui online meeting.

e)

Menghubungkan antara hikmah hari akhir dengan masalah yang ada pada takdir.

10.

KONTEN: Mu’jizat. INDIKATOR BERBASIS TPACK: Disajikan pernyataan kasus tentang perancangan pembelajaran PAI dengan materi kajian Mu’jizat menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu. P: Mu’jizat merupakan kejadian luar biasa yang diberikan kepada para utusan Allah Swt yang berfungsi untuk melemahkan orang yang menentang ajaran para Nabi. Pak Tatang ingin merancang pembelajaran PAI dengan materi kajian Mu’jizat menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu. Pak Tatang meminta peserta didik untuk menganalisis Mu’jizat Nabi Muhammad SAW dan Mu’jizat Nabi lainnya, serta memahami makna dan hikmah di balik Mu’jizat tersebut. Rancangan pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan analisis peserta didik dalam memahami Mu’jizat adalah ...

a)

Menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang Mu’jizat Nabi Muhammad SAW dan Mu’jizat Nabi lainnya

b)

Membuat kelompok-kelompok kecil dengan kemampuan yang beragam untuk mendiskusikan Mu’jizat dan makna di baliknya

c)

Menggunakan teknologi multimedia untuk memvisualisasikan Mu’jizat dan meminta peserta didik untuk menganalisisnya secara individu

d)

Mengadakan debat tentang makna dan hikmah Mu’jizat dengan mempertimbangkan perbedaan pendapat dan perspektif

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah untuk meminta peserta didik menganalisis kasus-kasus yang terkait dengan Mu’jizat

11.

No. 20 KONTEN: Pengetahuan akhlak Karimah dan Pembentukan karakter individu dan bangsa. INDIKATOR BERBASIS TPACK: Disajikan pernyataan kasus penerapan pembelajaran dengan materi pembentukan akhlak karimah sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu sesuai dengan pengetahuan pedagogi. P: Peserta didik harus dilatih untuk membentuk iffah yang merupakan Quwwah asy-Syahwah yang baik. Seseorang dikatakan memiliki iffah jika ia mampu menahan diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah Swt. Jadi, orang yang ‘afi falah adalah orang yang sabar dan taat sepenuhnya kepada Allah Swt., baik dalam menjalankan perintah-Nya maupun meninggalkan larangan-Nya, meskipun dorongan syahwatnya sangat kuat untuk melanggarnya. Seorang guru PAI ingin merancang pembelajaran dengan materi pembentukan sifat iffah menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu. Guru tersebut meminta Peserta didik untuk menganalisis contoh-contoh perilaku iffah dalam kehidupan sehari-hari dan memahami pentingnya sifat iffah dalam membentuk karakter yang baik. Rancangan pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan Peserta didik dalam memahami materi iffah adalah ...

a)

Menggunakan metode pembelajaran berbasis pengalaman lapangan untuk meminta Peserta didik mengamati dan menganalisis contoh-contoh perilaku iffah dalam masyarakat

b)

Membuat simulasi kehidupan nyata untuk meminta Peserta didik menganalisis dan mengatasi situasi yang memerlukan sifat iffah

c)

Menggunakan media sosial untuk memvisualisasikan contoh-contoh perilaku iffah dalam konteks kehidupan nyata

d)

Mengadakan workshop karakter untuk meminta peserta didik mempraktikkan sifat iffah dalam berbagai situasi

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis komunitas untuk meminta Peserta didik bekerja sama dengan masyarakat dalam mempromosikan sifat iffah

12.

No. 21 KONTEN: Fiqih Kontemporer: pernikahan, zakat produktif, perbankan syariah, konsep riba dalam ekonomi Islam. INDIKATOR BERBASIS TPACK: Disajikan pernyataan penerapan pembelajaran dengan materi fiqih kontemporer sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu sesuai dengan pengetahuan teknologi. P: Rasyid Ridha menyatakan bahwa: “Islam memandang poligami lebih banyak membawa mudharat daripada manfaatnya, karena manusia itu menurut fitrahnya mempunyai watak cemburu, iri hati dan suka mengeluh. Watak-watak tersebut akan mudah timbul, jika hidup dalam kehidupan keluarga yang poligami. Dengan demikian poligami dapat menjadi sumber konflik, baik antara isteri dengan suami, isteri dengan isteri lainnya atau anak-anak dari isteri-isteri yang berbeda”. Sebagai guru PAI, Pak Mahmud ingin merancang pembelajaran dengan materi poligami menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu dan memanfaatkan teknologi. Pak Mahmud meminta Peserta didik untuk menganalisis konsep poligami dan implikasinya dalam masyarakat modern. Rancangan pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan Peserta didik dalam memahami materi poligami adalah ...

a)

Menggunakan platform pembelajaran online untuk meminta Peserta didik menganalisis kasus-kasus poligami dan berdiskusi secara daring

b)

Membuat video animasi tentang konsep poligami dan meminta Peserta didik untuk menganalisisnya secara individu

c)

Menonton film tentang poligami untuk memvisualisasikan contoh-contoh poligami dalam masyarakat dan meminta Peserta didik untuk menganalisisnya

d)

Mengadakan debat online tentang implikasi poligami dalam masyarakat modern

e)

Menggunakan aplikasi mind mapping untuk meminta Peserta didik membuat peta konsep tentang poligami

13.

No. 22 KONTEN: Hak-hak rakyat dalam perspektif Islam. INDIKATOR BERBASIS TPACK: Disajikan narasi kasus penerapan pembelajaran dengan materi hak-hak rakyat dalam perspektif Islam sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan materi pembelajaran. P: Selain ada hak rakyat, dalam perspektif islam ada juga kewajiban rakyat. Salah satunya adalah taat kepada pemimpinan. Ketaatan kepada pemimpin merupakan kewajiban bagi setiap Muslim selama perintah yang diberikan tidak bertentangan dengan syariat Islam atau mengarah pada kemaksiatan. Rasulullah menekankan pentingnya mendengar dan mematuhi pemimpin dalam Sabdanya yang berbunyi: “Dengarkanlah dan taatilah olehmu selagi pemimpin seorang habsy yang seolah-olah kepalanya bagaikan anggur (kering).” (H.R Bukhari). Namun, jika pemimpin memerintahkan sesuatu yang melanggar ajaran agama, maka tidak ada kewajiban untuk mendengar atau menaati perintah tersebut. Seorang Guru PAI meminta peserta didik untuk menganalisis contoh-contoh kewajiban rakyat taat kepada pemimpin dan memahami pentingnya memenuhi kewajiban tersebut dalam membangun masyarakat yang harmonis. Rancangan pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan Peserta didik dalam memahami materi kewajiban rakyat taat kepada pemimpin dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam adalah ...

a)

Menggunakan metode studi kasus untuk meminta Peserta didik menganalisis contoh-contoh kewajiban rakyat taat kepada pemimpin

b)

Membuat proyek penelitian untuk meminta Peserta didik meneliti dampak kewajiban rakyat taat kepada pemimpin terhadap masyarakat

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah untuk meminta Peserta didik menganalisis kasus-kasus yang terkait dengan kewajiban rakyat taat kepada pemimpin

d)

Mengadakan debat tentang pentingnya kewajiban rakyat taat kepada pemimpin dalam membangun masyarakat yang harmonis

e)

Menggunakan pembelajaran berbasis layanan masyarakat untuk meminta Peserta didik menerapkan prinsip kewajiban rakyat taat kepada pemimpin dalam kegiatan sosial

14.

No. 23 KONTEN: Perkembangan kepemimpinan Islam dari masa awal hingga era modern, termasuk strategi dakwah dan sistem pendidikan Islam. INDIKATOR BERBASIS TPACK: Disajikan narasi kasus penerapan pembelajaran dengan materi perkembangan kepemimpinan Islam sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan pedagogi. P: Pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah. Didirikan Institusi pendidikan, seperti madrasah dan Bait al-Hikmah yang berperan penting dalam penyebaran dan pengembangan keilmuan. Di Bait al-Hikmah, banyak karya-karya ilmiah diterjemahkan dan dipelajari, termasuk karya-karya yang berkaitan dengan hukum dan teologi. Ini menciptakan lingkungan yang subur bagi pertukaran ide dan pemikiran di antara para ulama dari berbagai mazhab. Rancangan pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan Peserta didik dalam memahami materi pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam adalah ...

a)

Menggunakan metode studi kasus untuk menganalisis peran Bait al-Hikmah dalam perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah

b)

Membuat proyek penelitian tentang kontribusi ilmuwan Muslim pada masa Dinasti Abbasiyah dalam bidang pendidikan Islam

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah untuk menganalisis tantangan yang dihadapi oleh pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah

d)

Mengadakan diskusi kelompok tentang peran ulama pada masa Dinasti Abbasiyah dalam mengembangkan pendidikan Islam

e)

Menggunakan pembelajaran berbasis teknologi untuk membuat presentasi multimedia tentang pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah

15.

No. 24 KONTEN: Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter. INDIKATOR BERBASIS TPACK: Disajikan kasus penerapan pembelajaran dengan materi pendidikan nilai atau karakter sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan teknologi. P: Thomas Lickona mendefinisikan pendidikan karakter sebagai usaha yang disengaja untuk membantu seseorang memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. Imam Ghazali berpendapat bahwa pendidikan bertujuan untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Guru meminta peserta didik untuk menganalisis pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk pribadi yang tangguh dan memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran karakter. Rancangan pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan Peserta didik dalam memahami materi pendidikan karakter dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam dan pengetahuan teknologi adalah ...

a)

Memberikan pemahaman kepada peserta didik akan pentingnya Pendidikan karakter

b)

Memberikan contoh-contoh karakter yang serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari

c)

Memberi kesempatan pada peserta didik untuk menceritakan pengalaman baik yang mereka lakukan

d)

Memberi sentuhan psikologi peserta didik agar mau terbuka dalam penanaman karakter

e)

Menggunakan game edukasi untuk mengajarkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik

16.

No. 25 KONTEN: Islam sebagai agama yang moderat, konsep wasathiyyah, dan implementasi moderasi beragama. INDIKATOR BERBASIS TPACK: Disajikan kasus penerapan pembelajaran dengan materi Islam sebagai agama yang moderat sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis TPACK sesuai dengan desain materi pembelajaran. P: Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai ras, suku, dan agama yang masing-masing memiliki keunikan dan tradisi tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan sifat i’trāf al-‘urf (menghargai budaya lokal) selama tidak bertentangan dengan ajaran islam. Seperti adat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Gotong royong itu bukan hanya tidak bertentangan, tapi juga sejalan dengan dengan nilai-nilai keislaman. Rancangan pembelajaran yang paling sesuai untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menghargai budaya lokal dengan menggunakan pendekatan TPACK adalah ...

a)

Menealah nilai yang ada pada budaya lokal melalui film dokumenter

b)

Mengembangkan aplikasi augmented reality untuk mempelajari budaya lokal dan sejarahnya

c)

Membuat komik digital tentang contoh-contoh budaya lokal dan aplikasinya dalam masyarakat

d)

Membuat podcast tentang budaya lokal dan relevansinya dengan nilai-nilai Islam

e)

Mengadakan kompetisi desain tentang budaya lokal dan relevansinya dengan kehidupan modern

17.

No. 26 KONTEN: Kajian Tafsir: bi bi al-Ma’tsur dan bi al-Ra’yi dan Metode tafsir: tahlili, Ijmali, Maudhu’i dan Muqaran. INDIKATOR BERBASIS TPACK: Diberikan kasus penyajian materi kajian tafsir yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan strategi pembelajaran berpendekatan PBL guna menciptakan suasana belajar yang aman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. P: Salah satu metode penafsiran Al-Qur’an adalah Tafsir Maudhu’i. Metode ini bertujuan untuk menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dengan mengangkat tema tertentu. Kelebihan dari metode ini adalah kemampuannya untuk menjawab kebutuhan zaman dengan menyelesaikan masalah secara praktis dan sistematis, menghemat waktu, serta bersifat dinamis sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, metode ini memungkinkan pemahaman yang lebih utuh tentang tema yang dibahas dalam Al-Qur’an. Namun, kekurangannya adalah dalam proses inventarisasi ayat-ayat dengan tema tertentu, bisa saja tidak semua ayat terkait tercakup atau ada kesalahan dalam mengategorikan ayat, yang pada akhirnya bisa membatasi pemahaman terhadap ayat tersebut. Seorang guru PAI ingin mengajarkan materi Tafsir Maudhu’i kepada Peserta didik dengan menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Agar dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman, maka kegiatan pembelajaran yang paling tepat adalah ...

a)

Menggunakan metode diskusi kelompok untuk menganalisis kasus-kasus yang terkait dengan Tafsir Maudhu’i dalam konteks kehidupan modern

b)

Membuat proyek penelitian tentang aplikasi Tafsir Maudhu’i dalam kehidupan sehari-hari

c)

Menggunakan teknologi pembelajaran online untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang Tafsir Maudhu’i dan relevansinya dengan isu-isu kontemporer

d)

Mengadakan debat tentang pentingnya Tafsir Maudhu’i dalam memahami Al-Qur’an dan relevansinya dengan kehidupan modern

e)

Peserta didik diberikan topik untuk dianalisis dan diselesaikan dengan metode Tafsir Maudhu’i

18.

KONTEN: Klasifikasi hadis berdasarkan kesahihan dan Fungsi hadis terhadap Al-Qur'an. Artinya: "... Dan Kami turunkan Ad-Dzikr (Al-Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka ..." (QS An-Nahl: 44) Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa Rasulullah ditugaskan untuk memberikan penjelasan atas kalam Allah. Imam Ahmad menandaskan bahwa seseorang tidak akan dapat memahami Al-Qur'an secara keseluruhan tanpa melalui hadis. Imam al-Syathibi mengungkapkan hal sama, bahwa kita tidak akan bisa mengambil dan menentukan hukum dari Al-Qur'an secara langsung tanpa penjelasan hadis. Guru ingin menyajikan materi tersebut dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Maka langkah awal yang dilakukan adalah ...

a)

Guru menjelaskan fungsi hadis terhadap Al-Qur'an

b)

Guru memberi desain proyek penjelasan hadis terhadap Al-Qur'an

c)

Guru memberi masalah ayat Al-Qur'an yang perlu dijelaskan hadis

d)

Guru memberi contoh-contoh hadis penjelas dari Al-Qur'an

e)

Guru memberi desain proyek penelitian hadis pada kehidupan sehari-hari

19.

KONTEN: Hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Pada rangkaian kejadian hari akhir, setelah semua manusia dimatikan melalui proses terjadinya hari kiamat. Maka selanjutnya semua manusia akan dibangkitkan kembali tanpa terkecuali, ini dikenal dengan hari kebangkitan. Untuk menyiapkan materi tersebut, Pak Rahman menggunakan pendekatan Differentiation Based Learning, untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, strategi pembelajaran yang paling sesuai adalah ...

a)

Menyediakan poster yang memuat infografis perjalanan manusia pada hari kebangkitan

b)

Menyediakan pilihan aktivitas pembelajaran, seperti diskusi atau proyek tentang hari kebangkitan

c)

Menggunakan metode ceramah konvensional untuk menyampaikan materi Hari Kebangkitan

d)

Mengadakan debat tentang konsep Hari Kebangkitan tanpa mempertimbangkan kebutuhan individu siswa

e)

Menggunakan teknologi untuk menyajikan materi Hari Kebangkitan secara seragam

20.

KONTEN: Mu'jizat, karamah dan sihir dalam pandangan Islam. Al-Qur'an merupakan mu'jizat yang paling luar biasa diantara mu'jizat yang lain. Tidak hanya terbesar bagi Nabi Muhammad saw, tapi juga bagi seluruh Nabi. Mu'jizat selain Al-Qur'an hanya dapat dirasakan oleh umat saat itu dan hanya memberikan dampak pada saat itu juga. Berbeda dengan Al- Qur'an yang kemukjizatannya berlaku hingga akhir zaman. Guru ingin menggunakan model pembelajaran berpendekatan Joyful Learning dalam menyajikan materi tersebut. Agar tercipta suasana belajar yang akomodatif dan materinya sesuai dengan perkembangan zaman, maka kegiatan pembelajaran yang tepat adalah ...

a)

Menggunakan metode ceramah konvensional untuk menyampaikan materi Mu'jizat Al-Qur'an

b)

Mengadakan kompetisi antar kelompok untuk menganalisis dan mempresentasikan Mu'jizat Al-Qur'an dalam konteks kehidupan modern.

c)

Membuat proyek individu tentang penerapan Mu'jizat Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Menggunakan teknologi virtual reality untuk memvisualisasikan konsep Mu'jizat Al-Qur'an.

e)

Mengadakan diskusi kelompok tentang Mu'jizat Al-Qur'an dengan topik yang telah ditentukan sebelumnya.

21.

KONTEN: Pembentukan akhlak Karimah dan Pembentukan karakter individu dan bangsa. Pemaaf adalah orang yang dengan ikhlas memaafkan kesalahan orang lain tanpa menyimpan rasa benci atau keinginan untuk membalas. Sifat ini berasal dari kata Arab al-'afw, yang berarti maaf, ampun, dan anugerah. Memaafkan sejatinya berarti melupakan kesalahan orang lain, benar-benar menghapusnya dari ingatan kita. Melalui pendekatan TPACK, seorang guru PAI membawakan materi pemaaf untuk menciptakan suasana belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. Maka kegiatan pembelajaran yang tepat adalah ...

a)

Menelaah hikmah yang terdapat pada sifat pemaaf melalui tayangan video tentang sifat pemaaf

b)

Meminta peserta didik menganalisis dan mengaplikasikan Sifat Pemaaf dalam situasi yang relevan dengan kehidupan modern.

c)

Menggunakan platform pembelajaran online untuk meminta peserta didik membuat proyek tentang penerapan Sifat Pemaaf

d)

Mengadakan diskusi online tentang pentingnya memahami Sifat Pemaaf dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

e)

Meminta Peserta didik mengembangkan solusi untuk masalah yang terkait dengan Sifat Pemaaf.

22.

KONTEN: Fiqih Kontemporer: pernikahan, zakat produktif, perbankan syariah, konsep riba dalam ekonomi Islam. Al-Maraghi mengemukakan bahwa pengharaman riba sama dengan pengharaman khamr. Pada awalnya Al-Qur'an hanya menggambarkan kerusakan yang ditimbulkan akibat riba, lalu pada akhirnya turun larangan praktik riba. Agar materi tersebut sesuai dengan perkembangan zaman, Pak Dadan sebagai guru PAI ingin menggunakan model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling untuk menciptakan suasana belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. Maka model kegiatan pembelajaran yang tepat adalah ...

a)

Meminta Peserta didik menganalisis dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan Konsep Riba dalam kehidupan modern.

b)

Membuat simulasi untuk meminta Peserta didik mempraktikkan prinsip-prinsip keuangan Islam yang bebas dari riba.

c)

Meminta Peserta didik membuat presentasi tentang Konsep Riba dan relevansinya dengan isu-isu kontemporer.

d)

Mengadakan diskusi online tentang pentingnya memahami Konsep Riba dalam kehidupan sehari-hari.

e)

Meminta Peserta didik menganalisis dan merefleksikan dampak riba dalam kehidupan pribadi dan masyarakat.

23.

KONTEN: Hak-hak rakyat dalam perspektif Islam. Dalam Islam, rakyat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan melalui musyawarah (syura). Syura merupakan salah satu prinsip fundamental dalam pemerintahan Islam, di mana pemimpin diwajibkan mendengarkan pendapat rakyatnya sebelum membuat keputusan penting. Pendekatan pembelajaran yang efektif berbasis pelayanan ABK pada materi tersebut guna menciptakan lingkungan belajar yang akomodatif yang paling tepat adalah ...

a)

Membaca buku bergambar tentang musyawarah.

b)

Membuat simulasi tentang cara bermusyawarah

c)

Menonton video tentang cara pengambilan keputusan

d)

Memberi ceramah tentang hak rakyat untuk musyawarah

e)

Melakukan semua yang ada pada poin A sampai D

24.

KONTEN: Perkembangan kepemimpinan Islam dari masa awal hingga era modern, termasuk strategi dakwah dan sistem pendidikan Islam. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, kaum muslimin menghadapi krisis kepemimpinan yang serius. Banyak daerah yang memberontak dan melepas diri karena menganggap kepemimpinan islam sudah tidak ada. Abu Bakar melalui musyawarah umat, dipilih menjadi pemimpin pada tahun 632. Walau hanya memimpin dalam kurung waktu 2 tahun saja, Abu Bakar berhasil membangun kembali persatuan umat, dan memperkuat kepemimpinan islam. Agar materi tersebut relevan dan sesuai perkembangan zaman serta menciptakan lingkungan belajar yang adaptif, maka pendekatan pembelajaran yang tepat adalah ...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus untuk menganalisis kepemimpinan Abu Bakar dan relevansinya dengan kehidupan modern.

b)

Membuat proyek penelitian tentang kepemimpinan Abu Bakar dan dampaknya terhadap masyarakat.

c)

Menggunakan teknologi pembelajaran online untuk meminta Peserta didik membuat presentasi tentang kepemimpinan Abu Bakar dan relevansinya dengan isu-isu kontemporer.

d)

Mengadakan diskusi online tentang pentingnya kepemimpinan Abu Bakar dalam sejarah Islam.

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi untuk meminta Peserta didik mempraktikkan kepemimpinan Abu Bakar dalam situasi yang relevan dengan kehidupan modern.

25.

KONTEN: Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter. Salah satu pendidikan nilai dan karakter dalam AL-Qur'an adalah tanggung jawab sosial, yaitu kepedulian terhadap sesama, membantu orang yang membutuhkan, dan bekerja untuk kebaikan bersama. Tanggung jawab sosial ini menjadi dasar pendidikan nilai yang mengarah pada pengembangan masyarakat yang peduli dan saling mendukung. Sebagaimana yang tertera dalam QS Al-Maidah ayat 2 "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan." Pendidikan nilai dalam konteks sosial ini mengajarkan umat Islam untuk bekerja sama dalam kebaikan dan meninggalkan perbuatan yang merugikan masyarakat. Seorang guru PAI ingin mengajarkan materi Tanggung Jawab Sosial kepada peserta didik, namun materinya tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Guru tersebut ingin menentukan pendekatan pembelajaran yang relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. Pendekatan pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan Peserta didik dalam memahami materi Tanggung Jawab Sosial adalah ...

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk meminta Peserta didik menganalisis dan menyelesaikan masalah Tanggung Jawab Sosial yang terkait dengan isu-isu kontemporer.

b)

Membuat video pendek tentang contoh-contoh Tanggung Jawab Sosial dalam kehidupan sehari-hari dan membagikannya di platform online

c)

Menggunakan teknologi pembelajaran online untuk meminta Peserta didik membuat presentasi tentang Tanggung Jawab Sosial dan relevansinya dengan kehidupan modern.

d)

Mengadakan diskusi online tentang pentingnya Tanggung Jawab Sosial dalam kehidupan masyarakat modern.

e)

Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis desain untuk meminta Peserta didik merancang solusi untuk masalah Tanggung Jawab Sosial yang terkait dengan isu-isu kontemporer.

26.

Seorang guru ingin mengajarkan kepada peserta didiknya tentang sikap cinta damai dan mengedepankan cara yang damai dalam menyelesaikan perselisihan. Peserta didik juga diharapkan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan dan main hakim sendiri. Negara sudah menunjuk petugas yang akan menentukan apakah seseorang bersalah atau tidak dan jenis hukum apa yang akan diterima jika seseorang tersebut bersalah. Agar peserta didik dapat lebih memahami dan menginternalisasi sikap cinta damai, maka pendekatan pembelajaran yang paling tepat adalah ...

a)

Pendekatan pembelajaran yang berbasis pada buku dan jurnal penelitian cinta damai

b)

Pendekatan pembelajaran yang berbasis pada diskusi dan analisis kritis kasus

c)

Pendekatan pembelajaran yang berbasis pada ceramah dan hafalan dalil keutamaan cinta damai

d)

Pendekatan pembelajaran yang berbasis pada kegiatan ekstrakurikuler

e)

Pendekatan pembelajaran yang berbasis pada proyek penelitian kasus kekerasan

27.

Metode ijmali adalah salah satu cara dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan menyampaikan maknanya secara garis besar menggunakan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami. Melalui metode ini, mufassir menguraikan inti pesan dari ayat-ayat tersebut secara singkat tanpa penjelasan yang mendalam. Pak Haidar ingin membawakan materi tafsir ijmali dengan pendekatan Project Based Learning (PBL). Teknik asesmen yang tepat untuk mengukur kemampuan peserta didik pada aspek keterampilan adalah ...

a)

Memberikan kuis menggunakan platform online tentang konsep tafsir ijmali

b)

Mengembangkan aplikasi multimedia untuk mempelajari Tafsir Ijmali dan relevansinya dengan kehidupan modern

c)

Membuat esai tentang konsep Tafsir Ijmali dan aplikasinya dalam masyarakat

d)

Presentasi kelompok tentang hasil analisis Tafsir Ijmali dan relevansinya dengan isu-isu kontemporer

e)

Portofolio digital tentang proses pembelajaran dan hasil analisis Tafsir Ijmali

28.

Salah satu fungsi hadis terhadap Al-Qur’an adalah tafshil al-mujmal, yakni menjelaskan secara terperinci dari sesuatu yang umum yang ada pada ayat Al-Qur’an. Sebagai contoh, pada Al-Qur’an hanya tertera perintah untuk melaksanakan salat. Maka melalui hadis dapat diketahui secara rinci tata cara pelaksanaan salat. Seorang guru PAI menyajikan materi tafshil al-mujmal dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL). Maka instrumen asesmen yang tepat sesuai karakter peserta didik pada aspek sikap adalah ...

a)

Melakukan observasi pada proses pembuat proyek tentang fungsi hadis terhadap Al-Qur’an

b)

Melakukan presentasi kelompok untuk menjelaskan fungsi hadis terhadap Al-Qur’an

c)

Melakukan esai tertulis untuk menguji kemampuan siswa dalam tafshil mujmal

d)

Menulis portofolio desain proyek tentang fungsi hadis terhadap Al-Quran

e)

Tanya jawab antara guru dengan peserta didik terkait materi tashil mujmal

29.

Iman kepada hari akhir mempunyai makna bahwa di suatu saat nanti Allah akan menciptakan suatu masa yang disebut hari kiamat dan itu menjadi keyakinan yang dipegang teguh. Hari kiamat adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah. Dengan meyakini hari kiamat, bisa mendorong kita untuk selalu menghindarkan diri dari perbuatan buruk, karena kita sadar bahwa nanti kita akan dituntut di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita. Teknik asesmen yang tepat pada materi tersebut yang disajikan dengan pendekatan Deep Learning pada aspek pengetahuan adalah ...

a)

Tes tertulis untuk menilai pengetahuan peserta didik tentang Iman kepada Hari Akhir

b)

Observasi langsung untuk menilai sikap peserta didik dalam memahami materi Iman kepada Hari Akhir

c)

Proyek reflektif untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep Iman kepada Hari Akhir dalam kehidupan sehari-hari

d)

Presentasi kelompok untuk menilai keterampilan peserta didik dalam menyampaikan materi Iman kepada Hari Akhir

e)

Portofolio asesmen untuk menilai perkembangan kemampuan peserta didik dalam memahami materi Iman kepada Hari Akhir secara holistik

30.

Terdapat perbedaan pendapat para ulama’ terkait pengertian sihir. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa sihir adalah benar-benar terjadi “riil”, dan memiliki hakikat. Artinya, sihir memiliki pengaruh yang benar-benar terjadi dan dirasakan oleh orang yang terkena sihir. Namun terdapat ulama’ lain yang menjelaskan bahwa sihir hanyalah pengelabuhan dan tipuan mata semata, tanpa adanya hakikat. Instrumen asesmen yang paling sesuai untuk mengukur keterampilan peserta didik dalam memahami materi sihir adalah ...

a)

Tes tertulis untuk menilai pengetahuan peserta didik tentang sihir

b)

Presentasi kelompok untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menyampaikan materi sihir

c)

Proyek penelitian untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis dan mengevaluasi konsep sihir

d)

Lembar refleksi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran tentang sihir

e)

Debat untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis dan mengevaluasi argumen tentang sihir

31.

Dari beberapa potensi yang dimiliki peserta didik, salah satunya adalah potensi marah (Quwwah al-Ghadhab). Melalui Quwwah al-Ghadhab ini, peserta didik dapat melatih keberaniannya (Syaja’ah). Menurut Imam Ghazali, melalui syaja’ah ini, akan timbul sifat turunannya, seperti santun, baik budi, dan juga suka tolong menolong. Teknik asesmen yang tepat sesuai tujuan pembelajaran pada aspek pengetahuan materi pembentukan syaja’ah adalah ...

a)

Tes tertulis untuk menilai pengetahuan peserta didik tentang konsep keberanian

b)

Observasi langsung untuk menilai perilaku pemberani peserta didik

c)

Presentasi kelompok untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menyampaikan materi keberanian

d)

Proyek penelitian untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis konsep keberanian

e)

Lembar refleksi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan pengalaman terkait keberanian

32.

Bank konvensional, yang beroperasi di luar kerangka prinsip-prinsip Islam, dicirikan sebagai lembaga keuangan yang terutama ditugaskan menghimpun dana dan yang kemudian dialokasikan kepada individu atau organisasi yang membutuhkan untuk tujuan investasi (investasi modal) dan perusahaan produktif, semuanya diatur oleh sistem berbasis bunga. Sebaliknya, bank Islam didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang fungsi utamanya melibatkan pengumpulan dana untuk kemudian dialokasikan kepada individu atau organisasi yang membutuhkan bantuan keuangan, yang dilaksanakan di bawah sistem tanpa bunga. Sebagai guru PAI, Bu Tika ingin menyajikan materi perbankan syariah dalam konteks kehidupan modern dan meminta peserta didik untuk memahami konsep dan prinsip yang terkait dengan materi tersebut. Instrumen asesmen aspek sikap yang tepat untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep fiqih kontemporer dalam kehidupan sehari-hari adalah ...

a)

Tes tertulis untuk menilai pengetahuan peserta didik tentang bank konvensional

b)

Lembar observasi untuk menilai sikap peserta didik dalam diskusi tentang bank konvensional

c)

Proyek kelompok untuk menilai kemampuan peserta didik dalam bekerja sama terkait bank konvensional

d)

Presentasi individu untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menyampaikan materi bank konvensional

e)

Lembar refleksi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran tentang bank konvensional

33.

Piagam Madinah adalah bukti nyata bagaimana pemerintahan Islam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Piagam ini menetapkan bahwa orang-orang non-Muslim memiliki kedudukan yang setara dengan kaum Muslimin, sehingga mereka diakui sebagai warga negara dengan hak yang sama. Mereka juga memiliki kewajiban yang serupa dengan kewajiban kaum Muslim, dan keduanya bebas untuk menjalankan agama masing-masing. Piagam ini juga menegaskan bahwa setiap individu berhak memberi dan menerima nasihat, serta berbuat baik dan menghindari perbuatan jahat. Piagam Madinah merupakan contoh hanya ada hak rakyat dalam urusan perlindungan. Guru menjelaskan konsep hak rakyat dalam perspektif Islam dengan konteks modern. Untuk mengetahui sejauh mana keterampilan peserta didik tentang materi hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, maka metode yang tepat adalah ...

a)

Studi kasus untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis Piagam Madinah

b)

Proyek simulasi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep Piagam Madinah

c)

Presentasi individu untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menyampaikan materi Piagam Madinah

d)

Diskusi kelompok untuk menilai kemampuan peserta didik dalam berkolaborasi dan menganalisis Piagam Madinah

e)

Portofolio untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran tentang Piagam Madinah

34.

Metode dakwah yang digunakan oleh Wali Songo sangat beragam, berfokus pada akulturasi budaya dan penggunaan media tradisional seperti wayang kulit yang dimodifikasi untuk menyampaikan nilai-nilai Islam. Wali Songo berhasil mengintegrasikan budaya lokal dengan ajaran Islam, sehingga pesan dakwah diterima baik oleh masyarakat; mereka juga menghormati dan melestarikan budaya lokal. Untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang metode dakwah Wali Songo, tentukan instrumen asesmen yang paling tepat.

34.

Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang metode dakwah Wali Songo adalah

a)

Tes esai untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menjelaskan strategi dakwah Wali Songo

b)

Presentasi individu untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menyampaikan materi dakwah Wali Songo

c)

Proyek penelitian untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis strategi dakwah Wali Songo

d)

Kuis online untuk menilai pengetahuan peserta didik tentang sejarah dakwah Wali Songo

e)

Lembar refleksi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran tentang dakwah Wali Songo

35.

Ada beberapa prinsip pendidikan karakter menurut KH. Hasyim Asy’ari: Adab di atas ilmu; keteladanan guru; serta keterpaduan agama dan kehidupan sehari-hari sejak dini. Di satu kelas, peserta didik memiliki latar belakang beragam sehingga pemahaman dan praktik adab berbeda-beda. Tentukan teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan prinsip pendidikan karakter secara nyata.

35.

Teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik menerapkan prinsip pendidikan karakter dalam situasi nyata adalah

a)

Tes tertulis untuk menilai pengetahuan peserta didik tentang prinsip pendidikan karakter

b)

Proyek simulasi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan prinsip pendidikan karakter

c)

Presentasi individu untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menyampaikan materi prinsip pendidikan karakter

d)

Portofolio untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran tentang prinsip pendidikan karakter

e)

Observasi langsung untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan prinsip pendidikan karakter dalam situasi nyata

36.

Pada Q.S. Al-Baqarah ayat 143, umat Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai Ummatan Wasathan (adil). Praktik wasath mencakup: (1) Aqidah yang tidak tunduk pada khurafat; (2) Tasawuf yang tidak berlebihan, menyeimbangkan ibadah dan hak-hak lain; (3) Pembentukan syariat yang mempertimbangkan kemanfaatan dan kemadharatan. Saat asesmen awal, guru menemukan kemampuan peserta didik berbeda-beda dalam memahami konsep wasathiyyah. Tentukan instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai pemahaman secara lebih akurat.

36.

Instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai pemahaman peserta didik tentang konsep wasathiyyah secara lebih akurat adalah

a)

Tes tertulis untuk menilai pengetahuan peserta didik tentang konsep wasathiyyah

b)

Wawancara terhadap peserta didik tentang implementasi wasathiyyah dalam kehidupan sehari-hari

c)

Diskusi kelompok untuk menilai kemampuan peserta didik dalam membahas konsep wasathiyyah

d)

Proyek untuk meminta peserta didik mengembangkan contoh penerapan wasathiyyah dalam masyarakat

e)

Rubrik asesmen untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep wasathiyyah dalam berbagai situasi

37.

Secara umum, riba terbagi menjadi riba nasi’ah dan riba fadhl. Riba nasi’ah mencakup tambahan pembayaran atas modal pinjaman, tambahan tersebut tidak terkait risiko kecuali imbalan tenggang waktu, dan tambahan disyaratkan dalam pemberian piutang serta tenggang waktu. Riba fadhl adalah kelebihan dalam tukar-menukar barang sejenis seperti emas dengan emas atau perak dengan perak. Guru ingin peserta didik memahami perbedaan praktik keduanya dan menayangkan video tentang beberapa jenis transaksi. Tentukan pendekatan yang tepat agar pembelajaran berkualitas secara berkelanjutan untuk materi riba.

37.

Pendekatan yang tepat agar pembelajaran tentang riba nasi’ah dan riba fadhl berkualitas secara berkelanjutan adalah

a)

Studi kasus untuk meminta peserta didik menganalisis contoh aplikasi fiqih kontemporer

b)

Diskusi kelompok untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membahas konsep fiqih kontemporer

c)

Asesmen autentik untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep fiqih kontemporer

d)

Pembelajaran berbasis proyek untuk meminta peserta didik mengembangkan solusi berbasis fiqih kontemporer

e)

Pemanfaatan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif

38.

Umar bin Khattab, khalifah kedua (634–644 M), dikenal dengan kepemimpinan tegas dan transparan, menerapkan prinsip keadilan dan keterbukaan hingga dihormati rakyatnya. Guru PAI menayangkan potongan film Umar bin Khattab untuk mempresentasikan perkembangan kepemimpinan Islam dan meminta peserta didik membuat proyek tentang strategi dakwah yang efektif, namun sebagian peserta didik kesulitan memahami konsep kepemimpinan Umar bin Khattab. Tentukan metode yang tepat agar pelaksanaan pembelajaran dapat meningkatkan kualitas secara berkelanjutan.

38.

Metode yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan pada materi kepemimpinan Umar bin Khattab adalah

a)

Pembelajaran berbasis proyek untuk meminta peserta didik mengembangkan strategi dakwah yang efektif

b)

Mengembangkan kurikulum berbasis prinsip-prinsip kepemimpinan Umar bin Khattab untuk meningkatkan kesadaran peserta didik

c)

Pemanfaatan teknologi untuk memfasilitasi diskusi online dan berbagi sumber daya tentang kepemimpinan Umar bin Khattab

d)

Penilaian formatif tentang materi kepemimpinan Umar bin Khattab untuk memantau kemajuan peserta didik secara berkelanjutan

e)

Asesmen portofolio untuk menilai kemajuan peserta didik dalam memahami konsep kepemimpinan Umar bin Khattab

39.

Akhlak yang mulia menjadi benteng terhadap perilaku buruk seperti ketidakjujuran, korupsi, kekerasan, kebohongan, dan diskriminasi. Seorang guru mengajarkan materi tentang akhlak sebagai pencegah perbuatan negatif dan meminta peserta didik membuat video pengalaman mereka dalam mengamalkan akhlak karimah untuk diunggah di media sosial. Ditemukan beberapa peserta didik videonya tersebar tanpa izin dan ada yang tidak sesuai dengan harapan. Tentukan cara evaluasi yang tepat agar pembelajaran berkualitas secara berkelanjutan pada materi pembentukan akhlak mulia.

39.

Cara evaluasi yang paling tepat agar pembelajaran tentang pembentukan akhlak mulia berkualitas secara berkelanjutan adalah

a)

Portofolio untuk menilai kemajuan peserta didik dalam menerapkan akhlak karimah

b)

Proyek kolaboratif untuk menilai kemampuan peserta didik dalam bekerja sama dan menerapkan akhlak karimah

c)

Asesmen reflektif untuk meminta peserta didik merefleksikan pengalaman belajar mereka

d)

Penilaian autentik untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan akhlak karimah dalam situasi nyata

e)

Umpan balik berkelanjutan untuk memantau kemajuan peserta didik dan memberikan dukungan yang tepat

40.

Seorang guru PAI meningkatkan kemampuan dirinya dalam penguasaan materi di era digital dan AI, menggunakan teknologi digital dan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di kelas; mengikuti pelatihan dan workshop; mengembangkan diri melalui berbagai aplikasi dan platform pembelajaran online; serta membuat konten pembelajaran interaktif dan menarik. Tentukan gambaran kemampuan yang dapat dinilai sebagai modal pengembangan diri guru secara berkelanjutan.

40.

Gambaran kemampuan yang paling tepat dinilai sebagai modal pengembangan diri guru secara berkelanjutan adalah

a)

Guru menunjukkan kemampuan baik dalam menggunakan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran, namun perlu meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan konten pembelajaran yang lebih interaktif

b)

Guru memiliki kemampuan sangat baik dalam penguasaan materi di era digital dan AI, dan dapat menjadi contoh bagi guru lain dalam mengembangkan diri secara berkelanjutan

c)

Guru perlu meningkatkan kemampuan dirinya menggunakan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran, karena kemampuannya masih terbatas

d)

Guru menunjukkan kemampuan baik dalam mengembangkan konten pembelajaran yang interaktif, namun perlu meningkatkan kemampuan dirinya menggunakan teknologi digital dan AI dalam pelaksanaan pembelajaran

e)

Guru memiliki kemampuan baik dalam penguasaan materi di era digital dan AI, namun perlu meningkatkan kemampuan dirinya dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif

41.

Gen Z dan Alpha sangat akrab dengan digitalisasi; kehadiran AI memperkuat kedekatan tersebut dan mempengaruhi gaya belajar yang visual dan interaktif. Guru PAI harus menyesuaikan konten agar sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar mereka. Tentukan permasalahan yang dihadapi guru PAI terkait gaya belajar Gen Z dan Alpha serta solusi yang tepat dari kasus tersebut.

41.

Permasalahan yang dihadapi guru PAI terhadap gaya belajar Gen Z dan Alpha serta solusi yang tepat adalah

a)

Masalah: Kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan AI untuk membuat konten pembelajaran interaktif. Solusi: Mengikuti pelatihan dan workshop penggunaan AI dalam pembelajaran

b)

Masalah: Ketidaksesuaian konten pembelajaran dengan karakteristik dan gaya belajar peserta didik Gen Z dan Alpha. Solusi: Menggunakan AI untuk membuat konten pembelajaran yang lebih visual dan interaktif

c)

Masalah: Kurangnya motivasi peserta didik dalam belajar. Solusi: Menggunakan AI untuk membuat permainan edukatif yang menarik

d)

Masalah: Ketergantungan peserta didik pada teknologi. Solusi: Menggunakan AI untuk membuat konten pembelajaran berbasis kegiatan offline

e)

Masalah: Kurangnya kemampuan guru dalam menilai kemampuan peserta didik. Solusi: Menggunakan AI untuk membuat sistem penilaian yang lebih objektif