wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post Test Hematologi 2 Intensif Batch Mei 2026

Total questions: 30

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Ny. Winter 25 tahun, datang ke puskesmas dengan sering mengeluh mudah lelah, telinga berdenging, dan sakit kepala sejak 1 tahun terakhir. Keluhan kadang disertai nyeri di ekstremitas dan nyeri dada. Wajah pasien juga nampak memerah. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg; nadi 80x/menit; RR 20x/menit; Suhu 37.5 C. Pemeriksaan laboratorium Hb 17; leukosit 18.000; trombosit 500.000; Ht 55%. Diagnosis paling mungkin pada pasien adalah?

a)

A. Leukemia akut

b)

B. Polisitemia vera

c)

C. CML

d)

D. AIHA

e)

E. AML

2.

Seorang pria berusia 55 tahun yang telah didiagnosis menderita Polisitemia Vera datang untuk kontrol rutin dengan keluhan rasa berat di kepala dan telinga berdenging. Pada pemeriksaan fisik ditemukan plethora pada wajah dan splenomegali, sedangkan hasil laboratorium menunjukkan kadar Hemoglobin 19 g/dL dan Hematokrit 58%. Pasien selama ini hanya mengonsumsi Aspirin dosis rendah dan belum pernah mendapatkan terapi lainnya. Manakah langkah tatalaksana segera yang paling tepat dilakukan untuk menurunkan risiko kejadian tromboemboli pada pasien ini?

a)

A. Melakukan prosedur flebotomi hingga target Hematokrit mencapai di bawah 45%

b)

B. Memberikan injeksi Eritropoietin untuk menyeimbangkan produksi sel darah

c)

C. Meningkatkan dosis Aspirin menjadi dua kali lipat untuk mencegah agregasi trombosit

d)

D. Memulai terapi induksi kemoterapi dengan rejimen sitostatika dosis tinggi

e)

E. Menyarankan pasien untuk pindah ke daerah dataran tinggi guna adaptasi oksigen

3.

Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan muncul bintik-bintik kemerahan yang terasa menonjol pada kedua tungkai bawah dan bokong sejak 1 hari yang lalu. Keluhan ini disertai nyeri sendi lutut dan nyeri perut yang hilang timbul. Pasien memiliki riwayat batuk pilek sekitar 1 minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan palpable purpura pada ekstremitas inferior. Hasil laboratorium menunjukkan jumlah trombosit dalam batas normal. Manakah pernyataan yang benar mengenai kondisi di atas?

a)

A. Penyakit ini disebabkan oleh penurunan produksi trombosit di sumsum tulang

b)

B. Kondisi ini merupakan vaskulitis sistemik yang diperantarai oleh kompleks imun IgA

c)

C. Terapi utama yang harus segera diberikan adalah transfusi konsentrat trombosit

d)

D. Diagnosis pasti ditegakkan melalui pemeriksaan masa perdarahan yang memanjang

e)

E. Lesi kulit pada penyakit ini umumnya bersifat gatal, datar, dan tidak dapat diraba

4.

Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan muncul bintik-bintik merah di kedua lengan dan tungkai sejak 2 hari yang lalu. Keluhan ini muncul secara mendadak tanpa disertai demam, nyeri sendi, ataupun perdarahan spontan lainnya. Dari riwayat penyakit, pasien diketahui menderita batuk pilek sekitar 2 minggu yang lalu yang sembuh dengan sendirinya. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan adanya ptekie dan ekimosis yang tersebar di ekstremitas, namun tidak ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening maupun hepatosplenomegali. Hasil pemeriksaan darah tepi menunjukkan kadar Hemoglobin 12 g/dL, Leukosit 7.500/uL, dan Trombosit 28.000/uL. Apakah kemungkinan diagnosis pasien ?

a)

A. Deseminate Intravascular Coagulation

b)

B. Immune thrombocytopenic purpura

c)

C. Iritable bowel disease

d)

D. Henoch schonlein purpura

e)

E. Idiopathic thrombocytopenic purpura

5.

Sizuka usia 6 th datang dengan keluhan sering mimisan, memar, dan gusi berdarah sejak 2 minggu ini. Keluhan sering kambuh sejak pasien kecil. Pasien juga sering pusing, tidak demam. Dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan TTV dalam batas normal. Dilakukan pemeriksaan lanjutan didapatkan Hb = 11.5 g/dl, leukosit 7500, trombosit 275.000. Terdapat penurunan factor VIII, Ristocetin test (+), BT memanjang, PT normal, dan aPTT memanjang. Apakah diagnosis pasien?

a)

A. Hemofilia A

b)

B. Hemofilia B

c)

C. ITP

d)

D. Von Willebrand Disease

e)

E. TTP

6.

Seorang perempuan berusia 19 tahun datang dengan keluhan durasi menstruasi yang sangat lama serta sering mengalami lebam tanpa sebab yang jelas. Pasien juga bercerita bahwa ayahnya memiliki riwayat sering mimisan yang sulit berhenti. Hasil laboratorium awal menunjukkan jumlah trombosit 250.000/uL, kadar Hemoglobin 11 g/dL, dan Bleeding Time (waktu perdarahan) memanjang. Dokter mencurigai adanya von Willebrand Disease. Apakah pemeriksaan penunjang spesifik yang paling tepat diusulkan pada pasien ini?

a)

A. Test Ristocetin

b)

B. Kadar Faktor IX darah

c)

C. Bone Marrow Puncture

d)

D. Clotting Time

e)

E. Rumple Leede

7.

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dengan diagnosis Hemofilia mengalami perdarahan otot psoas. Dokter ingin memastikan jenis Hemofilia yang diderita pasien untuk menentukan terapi pengganti yang tepat. Hasil laboratorium menunjukkan kadar Faktor VIII 2% dan Faktor IX normal. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

A. Hemofilia A

b)

B. Hemofilia B

c)

C. Von Willebrand Disease

d)

B. Hemofilia C

e)

C. Hemofilia D

8.

Seorang pria berusia 20 tahun dengan riwayat Hemofilia A diketahui mengalami perdarahan intrakranial setelah kecelakaan lalu lintas. Pasien membutuhkan peningkatan kadar faktor pembekuan hingga 100% segera sebelum dilakukan operasi dekompresi. Manakah pilihan tatalaksana yang paling tepat jika konsentrat faktor spesifik tidak tersedia di RS tersebut?

a)

A. Transfusi trombosit

b)

B. Transfusi cryoprecipitate

c)

C. Transfusi Fresh Frozen Plasma (FFP)

d)

D. Pemberian vitamin K injeksi

e)

E. Pemberian desmopressin (DDAVP)

9.

Seorang pasien laki-laki berusia 10 tahun dengan riwayat sering mengalami perdarahan otot spontan menjalani pemeriksaan laboratorium. Didapatkan hasil kadar Faktor VIII normal, sedangkan kadar Faktor IX sebesar 3% dari nilai normal. Berdasarkan jenis faktor yang terganggu, apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

A. Penyakit von Willebrand

b)

B. Classic hemofilia

c)

C. Christmas disease

d)

D. Rosenthal syndrome

e)

E. VKDB

10.

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dengan riwayat Hemofilia A derajat berat dibawa ke IGD karena nyeri hebat dan bengkak pada pergelangan kaki kiri setelah melompat dari tangga. Pada pemeriksaan fisik, sendi pergelangan kaki tampak edema, teraba hangat, kemerahan, dan nyeri saat digerakkan. Sambil menunggu persiapan pemberian konsentrat Faktor VIII, apakah tatalaksana non farmakologi awal yang tepat?

a)

A. Melakukan pemijatan (massage) pada area bengkak untuk melancarkan aliran darah

b)

B. Memberikan kompres hangat pada sendi yang bengkak selama 20 menit

c)

C. Mengistirahatkan sendi, memberikan kompres dingin dan membalut dengan perban elastis

d)

D. Melakukan latihan gerak sendi aktif segera untuk mencegah kekakuan

e)

E. Mengoleskan salep antinyeri dan membiarkan kaki menggantung agar tidak tertekan

11.

Seorang bayi berusia 36 jam ditemukan mengalami muntah darah berwarna kehitaman dan buang air besar berdarah. Bayi lahir cukup bulan di dukun dan langsung menangis kuat. Berdasarkan waktu munculnya gejala klinis, termasuk ke dalam klasifikasi manakah kondisi tersebut?

a)

A. Early VKDB

b)

B. Classical VKDB

c)

C. Late VKDB

d)

D. Persistent VKDB

e)

E. Secondary VKDB

12.

Seorang bayi laki-laki usia 4 hari dibawa ke IGD dengan keluhan perdarahan dari tali pusat dan muntah kehitaman sejak pagi hari. Bayi tampak lemas dan pucat. Bayi lahir cukup bulan dengan berat lahir normal, namun dilahirkan di rumah oleh paraji. Sejak lahir bayi mendapat ASI eksklusif. Pemeriksaan fisik menunjukkan perdarahan aktif dari umbilikus. Pemeriksaan laboratorium didapatkan pemanjangan waktu protrombin (PT). Apakah Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan pada kasus ini ?

a)

A. Pemberian ASI eksklusif segera setelah lahir

b)

B. Pemeriksaan faktor pembekuan darah pada neonatus

c)

C. Pemberian vitamin K oral selama masa neonatal

d)

D. Injeksi vitamin K intramuskular segera setelah lahir

e)

E. Transfusi plasma segar beku setelah lahir

13.

Seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0 hamil 38 minggu, membawa keluhan nyeri perut hebat mendadak disertai perdarahan pervaginam kehitaman. Uterus teraba keras seperti papan, TD 80/50 mmHg, HR 120x/menit. Darah merembes dari bekas infus. Lab: Hb 8 g/dL, Trombosit 45.000, PT/APTT memanjang, D-dimer 5,0, Fibrinogen rendah. Apakah langkah selanjutnya yang paling tepat dilakukan?

a)

A. Melakukan pemeriksaan USG abdomen untuk konfirmasi diagnosis

b)

B. Resusitasi cairan kristaloid agresif

c)

C. Memberikan injeksi Vitamin K1 dan Asam Traneksamat intravena

d)

D. Transfusi Packed Red Cells (PRC)

e)

E. Observasi tanda-tanda vital di ruang rawat inap kebidanan

14.

Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ibunya dengan keluhan pucat, lemas, dan sering demam sejak 2 minggu lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan hepatosplenomegali dan limfadenopati. Hasil lab: Hb 7 g/dL, Leukosit 45.000/uL, Trombosit 40.000/uL. Pada aspirasi ditemukan sel limfoblast >20% dengan sitoplasma sedikit dan kromatin halus. Apakah diagnosis yang paling tepat ?

a)

AML

b)

CML

c)

ALL

d)

CLL

e)

Anemia aplastic

15.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun mengeluh gusi sering berdarah dan muncul lebam pada kulit. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis dan ptekie. Hasil laboratorium: Hb 8 g/dL, Leukosit 60.000/uL, Trombosit 30.000/uL. Sediaan apus darah tepi menunjukkan Auer rod.  Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

A. AML

b)

B. CML

c)

C. ALL

d)

D. CLL

e)

E. Anemia aplastic

16.

Seorang laki-laki berusia 70 tahun datang dengan keluhan benjolan di leher dan ketiak yang tidak nyeri. Pasien tidak merasa demam atau berat badan turun. Hasil lab: Hb 12 g/dL, Leukosit 80.000/uL (limfositosis 90%), Trombosit 180.000/uL. Apus darah tepi menunjukkan banyak ditemukan limfosit matur berukuran kecil dan sel rapuh yang pecah (Smudge cell). Apakah diagnosisnya?

a)

A. AML

b)

B. CML

c)

C. ALL

d)

D. CLL

e)

E. Anemia aplastic

17.

Perempuan usia 32 tahun datang dengan keluhan demam tinggi, gusi sering berdarah, dan bintik merah di seluruh tubuh sejak 5 hari. Tekanan darah 100/60 mmHg. Laboratorium menunjukkan Hb 8 g/dL, leukosit 18.000/mm³, trombosit 28.000/mm. Apusan darah tepi tampak seperti pada gambar. Apakah nama sel tersebut?

a)

A. Smudge cell

b)

B. Philadelphia cromosom

c)

C. Auer rod

d)

D. Dwarf megakariosit

e)

E. Basket cell

18.

Seorang laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan mudah lelah, keringat malam, dan rasa penuh di perut kiri atas sejak ±4 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan splenomegali. Hasil pemeriksaan darah tepi didapatkan leukositosis tinggi dengan dominasi sel mieloid pada berbagai tingkat pematangan disertai basofilia. Sel blast <2%. Apakah etiologi yang paling sering ditemukan pada penyakit ini ?

a)

A. Fusi gen BCR-ABL1

b)

B. Delesi kromosom 5q

c)

C. Mutasi gen JAK2

d)

D. Kromosom trisomi 21

e)

E. Mutasi gen p53

19.

Seorang laki-laki usia 28 tahun didiagnosis menderita leukemia mieloblastik akut (AML) satu tahun yang lalu. Pasien telah menjalani kemoterapi induksi dan konsolidasi dengan respons awal yang baik, namun mengalami relaps setelah 8 bulan. Saat ini kondisi umum pasien cukup baik dan tidak terdapat infeksi aktif. Pemeriksaan sumsum tulang kembali menunjukkan dominasi sel blast. Tatalaksana paling tepat pada pasien tersebut adalah …

a)

A. Kemoterapi induksi ulang

b)

B. Pemberian kortikosteroid jangka panjang

c)

C. Transfusi darah berulang

d)

D. Transplantasi sumsum tulang

e)

E. Terapi suportif saja

20.

Seorang perempuan 58 tahun datang dengan keluhan benjolan di ketiak dan lipat paha sejak 4 bulan terakhir. Benjolan tidak nyeri dan bertambah banyak. Pasien juga mengeluh nyeri perut, diare berulang, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan fisik menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening di beberapa regio. CT-scan abdomen menunjukkan massa pada usus halus. Biopsi kelenjar getah bening tidak ditemukan sel Reed-Sternberg. Diagnosis paling mungkin adalah …

a)

A. Limfoma Hodgkin

b)

B. Limfoma non-Hodgkin

c)

C. Limfadenitis kronik

d)

D. Leukemia mielositik kronik

e)

E. Metastasis keganasan gastrointestinal

21.

Seorang anak laki-laki usia 8 tahun dibawa orang tuanya ke rumah sakit dengan keluhan pembengkakan cepat pada rahang kanan sejak 2 minggu terakhir. Pembengkakan bertambah besar dalam waktu singkat dan menyebabkan wajah tampak asimetris. Hasil biopsi menunjukkan gambaran sel limfoid proliferatif dengan makrofag tersebar di antaranya sehingga membentuk pola starry sky appearance seperti digambar ini. Diagnosis paling mungkin adalah …

a)

A. Limfoma Hodgkin

b)

B. Limfoma non-Hodgkin tipe difus

c)

C. Limfoma Burkitt

d)

D. Leukemia limfoblastik akut

e)

E. Osteosarkoma mandibula

22.

Seorang laki-laki usia 21 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher kanan sejak ±2 bulan yang lalu. Benjolan tidak nyeri dan semakin membesar. Pasien juga mengeluh demam hilang timbul, keringat malam, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan histopatologi kelenjar getah bening menunjukkan hasil seperti berikut. Apakah nama sel yang paling sesuai dengan gambaran histopatologi tersebut?

a)

A. Limfoblas

b)

B. Sel plasma

c)

C. Sel Reed-Sternberg

d)

D. Sel blast mieloid

e)

E. Sel histiosit

23.

Seorang laki-laki usia 70 tahun dirawat dengan keluhan bengkak pada kedua tungkai, urin berkurang, dan nyeri tulang punggung sejak beberapa bulan terakhir. Pasien juga mengeluh cepat lelah dan sering haus. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin meningkat, kalsium serum meningkat, dan anemia. Urinalisis menunjukkan proteinuria, namun pemeriksaan albumin urin dengan dipstick menunjukkan hasil negatif. Temuan urin yang paling mungkin ditemukan pada kondisi ini adalah …

a)

A. Albuminuria masif

b)

B. Bence Jones protein

c)

C. Hematuria mikroskopik

d)

D. Silinder eritrosit

e)

E. Glukosuria

24.

Seorang laki-laki usia 61 tahun datang dengan keluhan mudah lelah, nyeri tulang punggung, dan penurunan berat badan sejak ±6 bulan terakhir. Pasien juga sering mengalami infeksi saluran napas berulang. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 8,7 g/dL, leukosit dan trombosit dalam batas normal, serta laju endap darah sangat meningkat. Pemeriksaan elektroforesis protein serum temukan M spike protein. Pada pemeriksaan hapusan darah tepi ditemukan gambaran berikut. Apakah nama sel yang paling sesuai dengan gambaran tersebut ?

a)

A. Gambaran rouleaux

b)

B. Fried egg appearance

c)

C. Starry sky

d)

D. Tear drop cell

e)

E. Reed-Sternberg cell

25.

Seorang anak laki-laki usia 10 tahun dibawa orang tuanya ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher kanan sejak 5 hari terakhir. Benjolan awalnya kecil, kemudian membesar dan terasa nyeri, terutama saat ditekan atau saat anak menoleh. Pasien juga mengeluh demam dan nyeri tenggorokan sejak seminggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,3°C. Teraba pembesaran kelenjar getah bening servikal anterior, diameter ±2 cm, nyeri tekan, konsistensi lunak, dan kulit di atasnya tampak agak kemerahan. Tidak ditemukan penurunan berat badan, keringat malam, atau pembesaran kelenjar di lokasi lain. Diagnosis paling tepat pada pasien ini adalah …

a)

A. Limfoma Hodgkin

b)

B. Limfoma non-Hodgkin

c)

C. Limfadenitis akut

d)

D. Limfadenitis tuberkulosis

e)

E. Metastasis keganasan

26.

Seorang perempuan usia 32 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas berat, bengkak pada bibir dan kelopak mata, serta ruam gatal di seluruh tubuh yang muncul ±10 menit setelah mengonsumsi obat antibiotik. Pasien tampak gelisah dan sulit berbicara. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 85/55 mmHg, nadi 128 kali/menit, RR 30 kali/menit, dan saturasi oksigen 90% dengan udara ruangan. Pada auskultasi paru terdengar wheezing difus. Apakah tatalaksana selanjutnya yang tepat ?

a)

A. Epinefrin 0,1 mg intravena bolus perlahan

b)

B. Epinefrin 0,3–0,5 mg intramuskular

c)

C. Epinefrin 0,1 mg subkutan di lengan atas

d)

D. Epinefrin 1 mg intramuskular di deltoid

e)

E. Epinefrin inhalasi melalui nebulizer

27.

Seorang perempuan usia 24 tahun datang ke IGD dengan keluhan gatal-gatal seluruh tubuh, biduran, dan bengkak pada bibir serta kelopak mata yang muncul sekitar 15 menit setelah mengonsumsi kacang. Pasien juga mengeluh sesak napas dan terasa berdebar. Riwayat alergi sebelumnya tidak diketahui. Pada pemeriksaan fisik didapatkan urtikaria difus, wheezing pada kedua lapang paru, dan tekanan darah cenderung menurun. Keluhan muncul cepat setelah pajanan alergen. Reaksi hipersensitivitas yang terjadi pada pasien ini diperantarai oleh …

a)

A. IgG

b)

B. IgM

c)

C. Kompleks imun

d)

D. Sel T sitotoksik

e)

E. IgE

28.

Seorang perempuan usia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dan bengkak pada tungkai kiri sejak 2 hari terakhir. Nyeri dirasakan semakin memberat saat berjalan. Pasien baru saja menjalani perjalanan jauh dengan bus selama ±12 jam satu minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tungkai kiri tampak lebih besar dibandingkan kanan, terasa hangat, dan nyeri pada betis saat dilakukan dorsofleksi. Tidak ditemukan luka atau tanda infeksi lokal. Tanda vital dalam batas normal. Diagnosis paling mungkin pada pasien ini adalah …

a)

A. Selulitis

b)

B. Tromboflebitis superfisial

c)

C. DVT

d)

D. Limfedema

e)

E. CVI

29.

Seorang perempuan usia 32 tahun, hamil 26 minggu, datang ke IGD dengan keluhan nyeri dan bengkak pada tungkai kiri sejak 2 hari terakhir. Pasien merasa betis kiri lebih besar dan nyeri saat berjalan. Riwayat kehamilan sebelumnya tidak ada kelainan. Pemeriksaan fisik menunjukkan tungkai kiri edema, hangat, dan nyeri tekan. Pemeriksaan USG Doppler vena menunjukkan adanya trombus pada vena femoralis kiri. Tatalaksana paling tepat pada pasien ini adalah …

a)

A. Warfarin oral

b)

B. Aspirin dosis rendah

c)

C. Unfractionated heparin oral

d)

D. Low molecular weight heparin

e)

E. Tidak diberikan antikoagulan karena hamil

30.

Bapak steven 76 tahun datang dengan keluhan nyeri pada jari-jari kaki, yang didahului oleh rasa kesemutan. Pasien mengeluh jari-jarinya kemerahan dan teraba panas. Pasien tidak ada keluhan demam atau tanda-tanda infeksi sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/90, Nadi 88 x/m, RR 22 x/m dan Temperatur 36,7 C. Tidak didapatkan pembesaran organ. Pada pemeriksaan pembuluh darah di kaki, masih teraba pulsasi arteri. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 20 mg/dL, Ht 66 %, Leukosit 13.000 /µL, trombosit 550.000 /µL MCV 78 fl, MCH 23 pg. Pasien kemudian dilakukan tindakan flebotomi 3x seminggu dan diberikan aspirin. Berapakah target Hb dan Hematokrit pada pasien ini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut?

a)

A. Hemoglobin 12 g/dl, Hematokrit <42 %

b)

B. Hemoglobin 15 g/dL, Hematokrit <40 %

c)

C. Hemoglobin 14 g/dl, Hematokrit <45 %

d)

D. Hemoglobin 13 g/dL, Hematokrit <44 %

e)

E. Hemoglobin 12 g/dl, Hematokrit 40 %