WorksheetsUntitled Quiz
Total questions: 78
Worksheet time: 2hrs 57mins
Pabrik "TechFast" membagi tugas perakitan menjadi langkah-langkah yang sangat kecil dan berulang. Awalnya efisiensi naik, namun lama-kelamaan produktivitas turun karena karyawan bosan, stres, dan banyak yang keluar. Fenomena apa yang terjadi?
Economies of Scale.
Human Diseconomies of Scale
Peningkatan Span of Control.
Job Enrichment.
Sebuah perusahaan mengelompokkan karyawannya berdasarkan keahlian: semua akuntan di Departemen Keuangan, semua insinyur di Departemen Teknik, dan semua tenaga penjual di Departemen Pemasaran. Jenis departementalisasi apa ini?
Produk.
Geografis.
Fungsional
Proses.
Seorang karyawan bingung karena ia menerima perintah yang bertentangan dari dua atasan berbeda (Manajer Produksi dan Manajer Kualitas) untuk tugas yang sama. Prinsip manajemen klasik apa yang dilanggar di sini?
Unity of Command
Span of Control.
Centralization.
Staff Authority.
Perusahaan "StartUp X" ingin mempercepat pengambilan keputusan dan memberdayakan karyawan. CEO memutuskan untuk mengurangi jumlah manajer sehingga setiap manajer membawahi lebih banyak karyawan (misal: 1 manajer untuk 20 orang). Strategi ini disebut:
Mempersempit rentang kendali
Memperlebar rentang kendali
Sentralisasi.
Formalisasi tinggi.
Di Perusahaan A, segala keputusan mulai dari pembelian alat tulis hingga strategi besar harus disetujui CEO. Di Perusahaan B, manajer cabang diberi wewenang penuh mengambil keputusan operasional harian. Perbedaan kedua perusahaan ini terletak pada:
Perusahaan A Desentralisasi; Perusahaan B Sentralisasi.
Perusahaan A Sentralisasi; Perusahaan B Desentralisasi.
Keduanya menggunakan Struktur Matriks.
Perusahaan A lebih Organik daripada B.
Rumah Sakit memberlakukan prosedur operasi standar (SOP) yang sangat ketat dan tertulis untuk setiap tindakan medis demi keselamatan pasien. Tidak ada toleransi untuk penyimpangan prosedur. Tingkat formalisasi di RS ini adalah:
Tinggi
Rendah.
Moderat.
Tidak ada formalisasi.
Perusahaan "Inovasi Digital" beroperasi di industri yang berubah sangat cepat. Mereka butuh fleksibilitas, komunikasi informal, dan tim yang bisa beradaptasi instan. Struktur apa yang paling cocok?
Mekanistik.
Organik
Birokrasi Fungsional.
Lini dan Staf.
Perusahaan menghapus batas departemen tradisional dan membentuk tim-tim lintas fungsi untuk menangani proyek dari awal sampai akhir. Karyawan lebih loyal pada tim daripada departemen asal. Apa kelemahan potensial struktur ini?
Keputusan terlalu lambat di pusat.
Konflik loyalitas dan kebingungan peran jika tidak dikelola dengan baik
Biaya gaji manajer terlalu tinggi.
Kurangnya kolaborasi.
Dalam sebuah proyek konstruksi, seorang arsitek harus melapor kepada Kepala Departemen Desain (atasan fungsional) dan juga kepada Manajer Proyek Gedung A (atasan proyek). Struktur yang memiliki "dua bos" ini disebut:
Struktur Divisi.
Struktur Matriks.
Struktur Virtual.
Struktur Sederhana.
CEO perusahaan menganggap departemen HR hanya bertugas mengurus administrasi gaji, sementara pesaing mereka menggunakan HR untuk merekrut talenta inovatif yang meningkatkan profit. Pola pikir apa yang harus diubah CEO tersebut?
Menganggap karyawan sebagai biaya (cost) yang harus ditekan.
Mengakui karyawan sebagai aset strategis untuk keunggulan kompetitif.
Fokus hanya pada kepatuhan hukum agar tidak dituntut.
Menyerahkan seluruh tugas HR kepada manajer operasional.
Seorang manajer menolak pelamar berkursi roda untuk posisi administrasi (kerja di meja), padahal pelamar tersebut memiliki kualifikasi terbaik. Manajer beralasan kantornya sempit. Tindakan ini adalah:
Sah, karena kenyamanan kantor adalah prioritas bisnis.
Diskriminasi, karena pelamar mampu melakukan fungsi esensial pekerjaan.
Tindakan Affirmative Action yang salah.
Sah, karena pelamar difabel wajib memiliki asisten pribadi.
Banyak karyawan baru mengundurkan diri dalam sebulan karena ternyata pekerjaan mereka menuntut fisik yang sangat berat, padahal saat wawancara hal itu tidak disebutkan. Proses HR mana yang bermasalah?
Job Analysis & Description (Deskripsi tugas tidak sesuai realita).
Performance Appraisal (Penilaian kinerja).
Compensation (Gaji terlalu kecil).
Recruitment (Pengurangan karyawan).
Demi menghindari "karyawan buruk", Bank X membuat tes seleksi yang sangat susah dan panjang. Akibatnya, banyak kandidat jenius yang justru mundur dan pindah ke pesaing. Risiko apa yang dialami Bank X?
Accept Error (Menerima orang yang salah).
Reject Error (Menolak/kehilangan orang yang sebenarnya berkualitas).
Biaya pelatihan yang membengkak.
Pelanggaran privasi pelamar.
Pewawancara A hanya mengobrol santai tentang hobi. Pewawancara B menanyakan pertanyaan baku yang sama persis ke setiap pelamar (Structured Interview). Mengapa metode B lebih disarankan?
Lebih adil, reliabel, dan valid memprediksi kinerja.
Lebih baik untuk melihat kepribadian asli.
Lebih cepat selesai sehingga hemat waktu.
Mengurangi ketegangan pelamar secara signifikan.
Sebuah pekerjaan memiliki tingkat stres tinggi. Saat rekrutmen, HR sengaja memperlihatkan sisi negatif pekerjaan tersebut kepada pelamar agar mereka tidak kaget nanti. Apa tujuan strategi ini?
Menakut-nakuti pelamar agar tidak ada yang melamar.
Mengelola ekspektasi agar karyawan yang diterima lebih tangguh dan tidak mudah resign.
Menunjukkan manajemen tidak peduli.
Menguji kesabaran pelamar.
Dalam pelatihan militer, identitas lama rekrutan "dilucuti" (gundul, seragam sama) untuk membentuk kepatuhan mutlak. Pendekatan sosialisasi ini disebut:
Investiture.
Divestiture
Sosialisasi Informal.
Sosialisasi Individual.
Karyawan A dilatih cara pakai mesin baru (untuk tugas besok). Karyawan B dimentori dan dirotasi ke berbagai divisi (untuk persiapan jadi manajer 5 tahun lagi). Apa perbedaannya?
A adalah Pengembangan; B adalah Pelatihan.
A adalah Pelatihan (fokus tugas saat ini); B adalah Pengembangan (fokus karir masa depan).
Keduanya adalah orientasi.
Aktivitas B tidak penting.
Bos memberikan nilai buruk kepada karyawan teladan hanya karena karyawan tersebut melakukan satu kesalahan kecil kemarin sore. Bias penilaian apa ini?
Leniency Error.
Recency Bias.
Central Tendency.
Halo Effect.
Pabrik mengubah sistem gaji: Karyawan dibayar lebih tinggi jika menguasai lebih banyak mesin/keahlian, bukan berdasarkan jabatan. Apa dampak positifnya?
Karyawan jadi malas belajar.
Mendorong fleksibilitas tenaga kerja dan motivasi belajar.
Menghemat anggaran gaji drastis.
Menjamin senioritas adalah segalanya.
Seorang manajer lingkungan yang sangat peduli pada pelestarian alam terpaksa menandatangani izin proyek yang akan menebang hutan lindung demi keuntungan perusahaan. Ia merasa sangat tidak nyaman dan stres. Ketidaknyamanan psikologis akibat ketidaksesuaian antara sikap (nilai pribadi) dan perilaku ini disebut:
Selective Perception
Cognitive Dissonance
Self-Serving Bias
Halo Effect
Perusahaan mencari kandidat sales yang harus bertemu banyak orang baru setiap hari, ramah, asertif, dan penuh energi. Berdasarkan Model Big Five, dimensi kepribadian mana yang paling krusial untuk posisi ini?
Conscientiousness (Kehati-hatian)
Emotional Stability (Stabilitas Emosi)
Extraversion (Ekstraversi)
Openness to Experience (Keterbukaan)
Seorang CEO baru sangat karismatik tetapi juga sangat narsis, merasa dirinya pusat dunia, dan sering memanipulasi orang lain tanpa rasa bersalah demi mencapai tujuannya sendiri. Kombinasi sifat toksik (Machiavellianism, Narcissism, Psychopathy) ini dikenal sebagai:
The Dark Triad
Type A Personality
External Locus of Control
Self-Monitoring
Ketika seorang karyawan berkinerja tinggi tiba-tiba datang terlambat, manajer berpikir "Pasti ada macet parah atau musibah" (faktor eksternal). Namun, ketika karyawan yang berkinerja rendah terlambat, manajer berpikir "Dasar pemalas" (faktor internal). Kecenderungan menilai orang lain berdasarkan faktor internal dan meremehkan faktor eksternal disebut:
Self-Serving Bias
Fundamental Attribution Error
Assumed Similarity
Stereotyping
Saat wawancara, pewawancara sangat terkesan dengan penampilan pelamar yang rapi dan cara bicaranya yang sopan. Akibat satu kesan positif ini, pewawancara berasumsi bahwa pelamar tersebut juga cerdas, rajin, dan kompeten secara teknis, padahal belum tentu. Bias persepsi ini disebut:
Contrast Effect
Halo Effect
Stereotyping
Selective Perception
Budi percaya bahwa kesuksesannya bergantung pada kerja kerasnya sendiri. Anto percaya bahwa kesuksesan bergantung pada keberuntungan atau "nasib baik" dan koneksi orang dalam. Perbedaan pola pikir ini menunjukkan perbedaan dalam:
Self-Esteem
Locus of Control
Risk-Taking
Self-Monitoring
Seorang pemimpin tim sangat hebat dalam memotivasi anggotanya saat mereka sedang down, mampu membaca suasana hati ruangan, dan mengelola emosinya sendiri agar tidak meledak saat marah. Kemampuan ini disebut:
Cognitive Intelligence
Emotional Intelligence
Machiavellianism
Resilience
Setiap kali staf penjualan mencapai target, manajer langsung memberikan bonus tunai. Akibatnya, staf tersebut semakin rajin mengejar target di bulan berikutnya. Konsep perilaku yang diperkuat oleh konsekuensi positif ini adalah inti dari:
Operant Conditioning
Social Learning Theory
Classical Conditioning
Attribution Theory
Karyawan baru belajar cara menangani pelanggan yang marah bukan dengan membaca manual, tetapi dengan mengamati manajer senior mereka menyelesaikan masalah tersebut dengan tenang. Metode belajar melalui pengamatan model ini disebut:
Shaping Behavior
Social Learning
Reflexive Learning
Negative Reinforcement
Manajer senior (Baby Boomers) sering menganggap kerja jarak jauh (remote work) kurang produktif, sementara karyawan muda (Gen Z/Millennial) menganggapnya penting untuk keseimbangan hidup. Perbedaan pandangan terhadap objek yang sama ini dipengaruhi oleh faktor persepsi yaitu:
Target
Konteks
Karakteristik Pemersesi
Situasi
Manajer A selalu mengawasi karyawannya setiap menit karena yakin mereka malas dan akan curi-curi waktu jika tidak diawasi. Manajer B membiarkan timnya bekerja mandiri karena yakin mereka menikmati pekerjaan dan bertanggung jawab. Manajer A menganut teori apa?
Teori Y
Teori X
Teori Kebutuhan Maslow
Teori Ekuitas
Karyawan mengeluh gaji rendah dan toilet kantor kotor (membuat tidak puas). Manajemen menaikkan gaji dan merenovasi toilet. Menurut Herzberg, tindakan ini akan:
Meningkatkan motivasi kerja secara drastis.
Menghilangkan ketidakpuasan
Membuat karyawan mencapai Self-Actualization.
Menurunkan kinerja.
Seorang karyawan tidak terlalu peduli pada uang atau hubungan pertemanan di kantor, tetapi ia sangat terobsesi untuk memecahkan masalah sulit dan melampaui standar kinerja pribadinya. Karyawan ini memiliki:
High Need for Power (nPow)
High Need for Affiliation (nAff)
High Need for Achievement (nAch)
High Need for Safety
Manajer menyuruh timnya: "Lakukan saja yang terbaik." Hasil kerjanya biasa saja. Bulan depan, ia mengubah instruksi: "Tingkatkan penjualan sebesar 10% sebelum tanggal 30." Kinerja meningkat tajam. Teori apa yang membuktikan bahwa tujuan spesifik dan menantang lebih efektif?
Goal-Setting Theory
Reinforcement Theory
Equity Theory
Job Characteristics Model
Pekerjaan di pabrik perakitan sangat membosankan karena karyawan hanya memasang satu baut seharian. Manajer mengubahnya sehingga satu karyawan merakit satu unit produk utuh dari awal sampai akhir agar mereka melihat hasil kerjanya. Dimensi pekerjaan apa yang ditingkatkan?
Skill Variety
Task Identity
Feedback
Autonomy
Sari bekerja sangat keras tetapi gajinya lebih rendah daripada Budi yang kerjanya santai. Sari merasa tidak adil dan memutuskan untuk mulai datang terlambat dan pulang lebih cepat (mengurangi input). Perilaku Sari adalah respons terhadap:
Under-reward Inequity
Over-reward Inequity
Reinforcement Positif
Job Enrichment
Karyawan ditawari bonus besar (Valence tinggi) jika mencapai target penjualan 1 Miliar. Namun, mereka tidak bergerak karena merasa target itu mustahil dicapai walau bekerja 24 jam sehari (Ekspektasi rendah). Menurut teori ini, motivasi rendah karena:
Karyawan malas.
Hubungan Effort-Performance dianggap lemah/putus.
Hubungan Performance-Reward lemah.
Hadiah tidak menarik.
Seorang karyawan sering melucu di rapat untuk mencari perhatian. Manajer memutuskan untuk sama sekali tidak tertawa dan mengabaikan lelucunya (tidak memberi respons). Lama-lama karyawan itu berhenti melucu. Strategi ini disebut:
Positive Reinforcement
Punishment (Hukuman)
Extinction
Negative Reinforcement
Manajer A menambahkan tugas administratif tambahan ke stafnya (Job Enlargement). Manajer B memberikan wewenang kepada stafnya untuk mengatur jadwal sendiri dan mengontrol kualitas (Job Enrichment). Perbedaan utamanya adalah:
Manajer A meningkatkan Depth (kedalaman); Manajer B meningkatkan Scope (cakupan).
Manajer A meningkatkan Scope (variasi tugas horizontal); Manajer B meningkatkan Depth (kendali/otonomi vertikal).
Keduanya sama saja.
Manajer B menerapkan Teori X.
Perusahaan "Transparan Jaya" membagikan laporan keuangan bulanan kepada semua karyawan dan melatih mereka cara membacanya, agar karyawan mengerti dampak pekerjaan mereka terhadap profit perusahaan. Strategi motivasi ini disebut:
Pay-for-Performance
Open-Book Management
Employee Recognition Program
Gamification
Sebuah tim baru dibentuk. Di minggu kedua, anggota mulai berdebat tentang siapa yang harus memimpin dan metode apa yang harus dipakai. Konflik mulai muncul. Tahap ini disebut:
Forming
Storming
Norming
Performing
Di sebuah tim penjualan, ada aturan tak tertulis: "Jangan bekerja terlalu keras sampai membuat yang lain terlihat malas, tapi jangan terlalu santai juga." Anggota baru yang melanggar aturan ini akan dijauhi. Aturan tak tertulis ini disebut:
Roles
Norms
Policies
Regulations
Dalam rapat dewan direksi, semua orang setuju meluncurkan produk baru yang sebenarnya cacat, hanya karena mereka tidak ingin merusak keharmonisan kelompok atau menentang pemimpin. Fenomena berbahaya ini disebut:
Social Loafing
Groupthink
Brainstorming
Conflict Management
Saat tugas individu, Andi bekerja sangat giat. Saat dimasukkan ke dalam kelompok besar (10 orang) untuk tugas bersama, Andi mengurangi usahanya karena merasa kontribusinya tidak akan terlihat jelas. Fenomena ini disebut:
Group Cohesiveness
Social Loafing
Role Conflict
Synergy
Tim desain sedang berdebat sengit tentang konsep warna terbaik untuk logo baru. Debat ini fokus pada tugas (Task Conflict) dan menghasilkan ide logo yang brilian. Ini adalah contoh:
Dysfunctional Conflict
Relationship Conflict
Functional Conflict
Process Conflict
Sebuah tim sangat kompak (high cohesiveness) dan semua anggotanya berteman baik. Sayangnya, norma kelompok mereka adalah "santai saja, jangan kerja terlalu keras". Dampaknya terhadap produktivitas adalah:
Produktivitas tinggi karena mereka kompak.
Produktivitas rendah
Produktivitas moderat.
Tidak berpengaruh.
Perusahaan mobil membentuk tim khusus yang terdiri dari insinyur mesin, desainer, ahli pemasaran, dan akuntan untuk merancang mobil listrik baru. Jenis tim ini adalah:
Self-Managed Team
Cross-Functional Team
Virtual Team
Problem-Solving Team
Di pabrik X, tim pekerja tidak memiliki supervisor langsung. Mereka mengatur jadwal sendiri, membagi tugas sendiri, dan bertanggung jawab penuh atas hasil produksi harian. Jenis tim ini disebut:
Self-Managed Work Team
Cross-Functional Team
Virtual Team
Task Force
Apa perbedaan mendasar antara Kelompok Kerja (Work Group) dan Tim Kerja (Work Team)?
Kelompok memiliki sinergi positif; Tim bersikap netral.
Kelompok bekerja untuk berbagi informasi; Tim bekerja dengan sinergi untuk tujuan bersama.
Kelompok bertanggung jawab secara kolektif; Tim secara individu.
Tidak ada bedanya.
Tantangan utama mengelola tim yang anggotanya tersebar di berbagai negara dan hanya berkomunikasi lewat video conference adalah:
Terlalu banyak kontak fisik.
Membangun kepercayaan dan mengatasi isolasi sosial tanpa interaksi tatap muka.
Biaya perjalanan yang tinggi.
Groupthink yang berlebihan.
Dewan direksi sedang mencari CEO baru. Salah satu anggota dewan bersikeras memilih kandidat yang "tinggi, berwibawa, dan memiliki suara bariton" karena ia percaya pemimpin dilahirkan dengan ciri fisik tertentu. Anggota dewan lain membantah, mengatakan bahwa yang penting adalah apa yang dilakukan pemimpin tersebut, bukan penampilannya. Perdebatan ini mencerminkan perbedaan antara:
Contingency Theory dan Path-Goal Theory.
Trait Theory dan Behavioral Theory.
Transactional dan Transformational Leadership.
Fiedler Model dan LMX Theory.
Manajer Rina sangat demokratis; ia selalu melibatkan timnya dalam pengambilan keputusan dan peduli pada kesejahteraan mereka (Employee-oriented). Sebaliknya, Manajer Budi sangat otoriter; ia hanya mendikte tugas dan fokus pada target produksi (Production-oriented). Berdasarkan studi perilaku (seperti Ohio State atau University of Michigan), gaya kepemimpinan Rina dikategorikan sebagai:
Initiating Structure.
Laissez-faire.
Consideration.
Production Oriented.
Andi adalah manajer yang sangat task-oriented (berorientasi tugas). Ia sukses besar memimpin tim dalam situasi krisis banjir (situasi sangat tidak menguntungkan). Namun, saat dipindahkan ke departemen R&D yang santai dan penuh diskusi (situasi moderat), kinerjanya memburuk dan timnya stres. Menurut Fred Fiedler, mengapa ini terjadi?
Andi perlu dilatih ulang menjadi relationship-oriented.
Gaya kepemimpinan Andi bersifat tetap (fixed) dan tidak cocok dengan situasi baru (situasi moderat lebih cocok untuk pemimpin relationship-oriented).
Andi mengalami burnout.
Fiedler menyarankan pemimpin harus selalu mengubah gayanya setiap hari.
Andi memiliki karyawan baru, Doni, yang sangat antusias dan mau belajar (Willing), tetapi ia belum memiliki skill atau pengalaman sama sekali (Unable). Doni berada di tahap kesiapan R1/R2. Gaya kepemimpinan apa yang paling efektif untuk Doni menurut Hersey-Blanchard?
Delegating (Membiarkan Doni bekerja sendiri).
Participating (Hanya memberi dukungan emosional).
Telling (Memberikan instruksi spesifik dan pengawasan ketat) atau Selling.
Laissez-faire.
Sebuah tim penjualan mengalami penurunan kinerja karena prosedur pelaporan yang rumit dan membingungkan. Manajer datang bukan untuk memarahi, tetapi untuk menyederhanakan formulir laporan dan menyingkirkan hambatan birokrasi agar tim bisa bekerja lancar. Manajer ini menerapkan:
Path-Goal Theory.
Trait Theory.
Great Man Theory.
Charismatic Leadership.
CEO "TechFuture" tidak hanya menjanjikan bonus jika target tercapai (transaksional). Lebih dari itu, ia memaparkan visi masa depan yang mengubah cara pandang karyawan, menstimulasi mereka untuk berinovasi di luar deskripsi kerja, dan membuat mereka rela berkorban demi misi perusahaan. Gaya kepemimpinan CEO ini adalah:
Transactional Leadership.
Transformational Leadership.
Autocratic Leadership.
Situational Leadership.
Pak Eko bukanlah manajer, tetapi ia satu-satunya orang di kantor yang mengerti cara memperbaiki server utama jika rusak. Karena keahlian langka ini, manajer pun sering meminta saran padanya. Jenis kekuasaan yang dimiliki Pak Eko adalah:
Legitimate Power (Kekuasaan sah karena jabatan).
Coercive Power (Kekuasaan memaksa).
Expert Power (Kekuasaan karena keahlian/pengetahuan khusus).
Reward Power (Kekuasaan memberi imbalan).
Survei internal menunjukkan karyawan tidak mau berbagi ide inovatif karena takut diklaim oleh manajer atau dicemooh. Karyawan juga meragukan kemampuan teknis manajer. Elemen kepemimpinan apa yang hilang dan paling krusial untuk efektivitas tim?
Trust.
Charisma.
Authority.
Intelligence.
Seorang pemimpin mampu membayangkan masa depan yang realistis, kredibel, dan menarik, lalu menjelaskannya dengan cara yang memicu semangat orang lain untuk mewujudkannya. Ini adalah karakteristik utama dari:
Visionary Leadership.
Task-Oriented Leadership.
Laissez-faire Leadership.
Transactional Leadership.
Seorang manajer IT mengirimkan email instruksi pembaruan sistem kepada staf Pemasaran dengan menggunakan banyak istilah teknis seperti "TCP/IP", "latency", dan "packet loss". Staf Pemasaran bingung dan mengabaikan email tersebut, sehingga pembaruan gagal. Di mana letak kegagalan dalam proses komunikasi ini?
Saluran (Channel) yang salah.
Kesalahan Encoding (manajer menggunakan bahasa/jargon yang tidak dipahami penerima).
Gangguan fisik (Noise) pada jaringan internet.
Penerima menolak pesan dengan sengaja.
Manajer cabang tahu bahwa target penjualan bulan ini tidak tercapai. Namun, saat melaporkan ke kantor pusat, ia hanya menonjolkan keberhasilan kecil dan menyembunyikan data kerugian agar tidak dimarahi bos. Hambatan komunikasi ini disebut:
Selective Perception.
Information Overload.
Filtering.
Defensiveness.
Seorang eksekutif menerima 500 email, 50 pesan chat, dan 10 panggilan telepon setiap hari. Akibatnya, ia sering melewatkan pesan penting dari klien prioritas dan mudah lupa instruksi. Fenomena ini disebut:
Filtering.
Information Overload.
Locus of Control.
Active Listening.
Saat rapat evaluasi kinerja, seorang karyawan berkata, "Saya sangat senang menerima masukan Anda," namun tangannya bersedekap kaku, wajahnya merah, dan ia tidak melakukan kontak mata. Manajer menyimpulkan bahwa karyawan tersebut sebenarnya marah. Mengapa manajer lebih percaya bahasa tubuh?
Komunikasi verbal selalu bohong.
Komunikasi nonverbal seringkali membawa dampak/makna lebih besar daripada kata-kata.
Manajer memiliki prasangka buruk.
Itu adalah contoh Filtering.
Manajer Pemasaran berdiskusi langsung dengan Manajer Produksi untuk menyelaraskan jadwal peluncuran produk baru agar tidak ada keterlambatan stok. Jenis komunikasi ini disebut:
Downward Communication (ke bawah).
Upward Communication (ke atas).
Lateral/Horizontal Communication (antar karyawan/unit pada level yang sama).
Diagonal Communication.
Meskipun manajemen belum mengumumkan PHK secara resmi, gosip sudah menyebar ke seluruh kantor bahwa pabrik akan ditutup. Informasi ini menyebar sangat cepat melalui obrolan makan siang dan grup WhatsApp tidak resmi. Jaringan komunikasi informal ini disebut:
Chain Network.
The Grapevine.
Wheel Network.
Formal Channel.
Saat karyawan sedang curhat tentang masalah pekerjaan, manajer tidak memotong pembicaraan, melakukan kontak mata, dan sesekali mengulangi inti ucapan karyawan ("Jadi, kamu merasa beban kerjamu terlalu berat ya?") untuk memastikan pemahaman. Teknik ini adalah:
Passive Hearing.
Active Listening.
Selective Perception.
Filtering.
Setelah memberikan instruksi rumit, Pak Budi bertanya kepada timnya, "Apakah ada pertanyaan?" Semua diam. Pak Budi menganggap semua paham. Ternyata banyak kesalahan terjadi. Apa yang seharusnya dilakukan Pak Budi untuk memastikan komunikasi efektif?
Meminta feedback yang lebih spesifik atau meminta karyawan menjelaskan ulang instruksinya.
Mengirim instruksi lewat surat resmi.
Memarahi karyawan yang diam saja.
Menganggap diam berarti setuju.
Seorang manajer dari AS (budaya Low Context) yang suka bicara to the point merasa frustrasi saat bernegosiasi dengan manajer dari Jepang (budaya High Context) yang komunikasinya berputar-putar dan sangat mementingkan tata krama serta isyarat nonverbal. Masalah ini disebabkan oleh:
Hambatan bahasa.
Perbedaan budaya nasional dalam gaya komunikasi.
Ketidakmampuan manajer Jepang.
Ketidakmampuan manajer AS.
Sinta baru saja menerima email teguran keras yang membuatnya sangat marah. Ia ingin segera membalas email itu dengan kata-kata kasar. Cara terbaik untuk mengatasi hambatan emosi dalam komunikasi ini adalah:
Segera kirim balasan agar lega.
Menenangkan diri dulu (cool down) sebelum merespons agar emosi tidak mengaburkan pesan rasional.
Mengabaikan email itu selamanya.
Menyebarkan email itu ke rekan kerja lain.
Manajer toko menetapkan target penjualan harian Rp10 juta. Di akhir hari, ia melihat laporan penjualan hanya mencapai Rp8 juta. Langkah manajer membandingkan angka realisasi (8 juta) dengan standar (10 juta) ini termasuk tahap mana dalam proses pengendalian?
Measuring (mengukur kinerja aktual).
Comparing (membandingkan kinerja aktual dengan standar).
Taking Managerial Action (mengambil tindakan).
Planning.
Sebuah maskapai penerbangan melakukan pemeriksaan perawatan pesawat yang sangat ketat sebelum pesawat diizinkan lepas landas untuk mencegah kecelakaan. Jenis kontrol yang dilakukan sebelum kegiatan dimulai ini disebut:
Feedback Control.
Concurrent Control.
Feedforward Control.
Reactive Control.
Seorang supervisor pabrik berjalan keliling lantai produksi untuk memantau karyawan. Jika ia melihat karyawan salah cara memegang alat, ia langsung menegur dan membetulkannya saat itu juga. Ini adalah contoh:
Feedforward Control.
Concurrent Control.
Feedback Control.
Bureaucratic Control.
Restoran "Lezat" meminta pelanggan mengisi survei kepuasan setelah mereka selesai makan dan membayar. Informasi ini digunakan untuk memperbaiki layanan di masa depan. Kelemahan utama jenis kontrol ini adalah:
Masalah sudah terjadi sebelum diketahui.
Biayanya paling mahal.
Karyawan tidak menyukainya.
Sangat sulit dilakukan.
Manajer menetapkan bahwa biaya produksi boleh naik turun maksimal 5% dari anggaran. Jika biaya naik 2%, manajer diam saja. Jika biaya naik 10%, manajer baru turun tangan menyelidiki. Prinsip manajemen ini disebut:
Micromanagement.
Management by Walking Around.
Control by Exception.
Total Quality Management.
Mesin produksi tiba-tiba macet. Manajer A hanya menyiram air agar mesin dingin dan bisa jalan lagi sebentar (Immediate Corrective Action). Manajer B menyelidiki kenapa mesin sering panas dan mengganti suku cadang yang rusak permanen (Basic Corrective Action). Apa kelebihan tindakan Manajer B?
Lebih cepat.
Menyelesaikan akar masalah agar tidak terulang.
Lebih murah di jangka pendek.
Tidak mengganggu produksi.
CEO tidak hanya ingin menilai perusahaan dari keuntungan finansial semata. Ia juga ingin melihat kepuasan pelanggan, efisiensi proses internal, dan inovasi/pembelajaran karyawan. Alat ukur kinerja komprehensif ini disebut:
Financial Statement Analysis.
Benchmarking.
Balanced Scorecard.
Gantt Chart.
Rumah Sakit A mempelajari prosedur layanan pasien di Hotel Bintang Lima (industri berbeda) untuk meniru standar keramahan mereka guna meningkatkan kepuasan pasien RS. Proses belajar dari praktik terbaik pihak lain ini disebut:
Spying.
Benchmarking.
Outsourcing.
Downsizing.
Manajer ritel menyadari stok barang sering hilang. Untuk mengendalikannya, ia memasang CCTV, melakukan pemeriksaan tas karyawan saat pulang, dan menerapkan aturan rotasi stok yang ketat. Ini adalah upaya mengendalikan:
Workplace Violence.
Employee Theft.
Customer Churn.
Supply Chain Issues.
Karyawan yang terlambat pertama kali hanya ditegur lisan. Jika terlambat lagi, diberi surat peringatan 1. Jika masih terus terlambat, diberi skorsing, dan akhirnya dipecat. Pendekatan disiplin bertahap ini disebut:
Immediate Dismissal.
Progressive Disciplinary Action.
Laissez-faire.
Positive Reinforcement.
