wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pre Test Obsgyn 2 Intensif Batch Mei 2026

Total questions: 30

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan usia 21 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 33 minggu, datang ke klinik dengan keluhan keluar cairan jernih dari vagina sejak 8 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 88 x/menit, frekuensi nafas 16 x/menit dan suhu 36,50C. Pada pemeriksaan inspekulo ditemukan cairan jernih menggenang di fornix posterior. Servix tertutup. Nitrazin test (+). Apakah diagnosis yang tepat?

a)

A. Abortus imminen

b)

B. Abortus incomplete

c)

C. Kala 1 fase aktif

d)

D. Kala 1 fase laten

e)

E. KPD

2.

Seorang G2P1A0 hamil 32 minggu datang dengan keluhan rembes air dari jalan lahir sejak 6 jam yang lalu. Pasien tidak merasa mulas. TD 110/70 mmHg, Nadi 84x/menit, Suhu 36,8°C. DJJ 144x/menit, kontraksi (-). Pemeriksaan inspekulo mengonfirmasi KPD. Apa langkah manajemen yang paling tepat dilakukan?

a)

A. Induksi persalinan dengan oksitosin

b)

B. Seksio sesarea atas indikasi prematuritas

c)

C. Antibiotik, Kortikosteroid, dan observasi

d)

D. Terminasi kehamilan karena risiko infeksi tinggi

e)

E. Pemberian misoprostol pervaginam

3.

Seorang wanita usia 30 tahun G3P1A1 usia kehamilan 37 minggu datang ke IGD dengan keluar rembesan air dari jalan lahir sejak 1 jam SMRS. Keluarnya air menetes, warna agak kekuningan disertai bau busuk. Keluhan nyeri dan kontraksi pada pasien disangkal. Pada pemeriksaan fisik TTV TD 110/70, N: 110, RR 20, T 38,3. Dokter IGD melakukan pemeriksaan dengan tes lakmus dan didapatkan hasil kertas berubah menjadi berwarna biru. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan dan ditemukan gambaran pakis. Tatalaksana yang tepat pada kasus di atas adalah ...

a)

A. Pemberian tokolitik dan dexamethasone

b)

B. Terapi suportif dan antibiotic

c)

C. Terminasi kehamilan

d)

D. Pemberian MgSO4

e)

E. Resusitasi cairan

4.

Seorang perempuan G1P0A0 hamil 12 minggu datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan rutin kehamilan. Pasien mengeluh sering merasa lemas dan terkadang timbul benjolan di leher yang tidak nyeri. Pasien memiliki riwayat memelihara banyak kucing di rumahnya. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan serologi TORCH. Didapatkan hasil IgG Anti-Toxoplasma (-) dan IgM Anti-Toxoplasma (+). Dokter kemudian menyarankan pemeriksaan ulang 2 minggu kemudian dan didapatkan hasil kadar IgG (+). Apa diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

A. Infeksi Toksoplasmosis kronis

b)

B. Infeksi Toksoplasmosis akut

c)

C. False positive pemeriksaan IgM

d)

D. Infeksi Toksoplasmosis reaktivasi

e)

E. Paparan Toksoplasmosis non-spesifik

5.

Seorang wanita P2A0 berusia 26 tahun datang ke IGD dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak 2 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat melahirkan normal 5 hari yang lalu di dukun bayi. Pasien juga mengeluh badan terasa panas dingin dan nyeri pada perut bawah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70 mmHg, Nadi 102x/menit, Suhu 38,7°C. Pada pemeriksaan palpasi, TFU teraba sepusat, konsistensi lembek, dan nyeri tekan fundus (+). Pemeriksaan inspekulo menunjukkan cairan keluar dari ostium uteri berwarna kecokelatan dan berbau menyengat. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien ?

a)

A. Ampisilin + Metronidazol

b)

B. Clindamisin + Gentamisin

c)

C. Ampisilin + Gentamisin

d)

D. Clindamisin + Metronidazol

e)

E. Ampisilin Tunggal

6.

Seorang G2P1A0 hamil 32 minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin sejak 2 hari yang lalu. Riwayat trauma disangkal. Pada pemeriksaan fisik, tanda vital ibu dalam batas normal, tinggi fundus uteri (TFU) 28 cm. Pada pemeriksaan auskultasi dengan Doppler, denyut jantung janin (DJJ) tidak ditemukan. Apa langkah diagnostik selanjutnya yang paling tepat untuk mengonfirmasi kondisi tersebut?

a)

A. Foto polos abdomen

b)

B. Melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG)

c)

C. Melakukan Non-Stress Test (NST)

d)

D. Menunggu 24 jam untuk pemeriksaan Doppler ulang

e)

E. Melakukan pemeriksaan kadar hCG serial

7.

Seorang perempuan G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu datang ke RS dengan keluhan gerakan janin berhenti dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik, DJJ tidak ditemukan dengan Doppler. Karena alat USG di RS tersebut sedang dalam perbaikan, dokter memutuskan melakukan pemeriksaan rontgen abdomen untuk mencari tanda kematian janin. Hasil radiologi menunjukkan adanya gambaran gas (udara) yang mengisi struktur jantung dan pembuluh darah besar pada tubuh janin. Apakah nama tanda radiologis yang paling tepat pada kasus di atas?

a)

A. Ball Sign

b)

B. Robert’s Sign

c)

C. Gerhard Sign

d)

D. Naujokes Sign

e)

E. Spalding sign

8.

Seorang perempuan G3P2A0 usia kehamilan 36 minggu datang dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin sejak 5 hari yang lalu. Setelah dilakukan konfirmasi dengan USG, dinyatakan janin telah meninggal (IUFD). Pasien kemudian menjalani induksi dan melahirkan bayi laki-laki secara pervaginam. Pada pemeriksaan fisik bayi, ditemukan kondisi kulit yang mengelupas secara luas (deskuamasi), terdapat bula berisi cairan kemerahan, dan jaringan tubuh yang teraba sangat lunak serta rapuh. Apakah istilah medis yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi perubahan pada tubuh bayi tersebut?

a)

A. Korioamnionitis

b)

B. Rigor Mortis

c)

C. Maserasi

d)

D. Mumifikasi

e)

E. Adiposa

9.

Seorang perempuan berusia 35 tahun, G1P0A0 hamil 38 minggu datang ke rumah sakit atas rujukan bidan dengan kepala terasa sakit, pasien mengeluh pandangan kabur, nyeri ulu hati. Pemeriksaan fisik tekanan darah 180/90 mmHg, jantung dan paru dalam batas normal, edema tungkai (+). Pada pemeriksaan obstetri didapatkan tinggi fundus 2 jari dibawah processus xyphoideus, denyut jantung janin 110 kali/menit. Protein urin ++. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?

a)

A. Preeklampsia berat

b)

B. Superimposed preeklampsia

c)

C. Eklampsia

d)

D. Hipertensi kronis

e)

E. Preeklampsia

10.

Seorang perempuan G1P0A0 hamil 34 minggu datang dengan keluhan sakit kepala. TD didapatkan 170/110 mmHg, protein urin (+3). Pasien belum inpartu. Manakah obat antihipertensi lini pertama yang paling tepat diberikan pada pasien ini?

a)

A. Captopril

b)

B. Valsartan

c)

C. Nifedipine

d)

D. Amlodipine

e)

E. Spironolakton

11.

Seorang perempuan G2P1A0 hamil 38 minggu dengan Preeklampsia Berat sedang dalam persiapan untuk terminasi. Untuk mencegah terjadinya kejang (eklamsia), dokter memberikan MgSO4 40%. Berapakah dosis awal (loading dose) dan cara pemberian yang paling tepat sesuai protokol?

a)

A. 2 gr IV bolus cepat

b)

B. 4 gr IV sebagai larutan 40% selama 5–10 menit

c)

C. 10 gr IM pada bokong kanan dan kiri

d)

D. 4 gr IV sebagai larutan 20% selama 5–10 menit

e)

E. 2 gr/jam melalui infus pump

12.

Seorang perempuan berusia 32 tahun, G2P1A0 hamil 34 minggu, dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri hebat pada ulu hati disertai mual dan muntah sejak 6 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 170/110 mmHg, Nadi 104x/menit, dan terdapat edema pada wajah serta ekstremitas. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9,5 g/dL, bilirubin total 1,5 mg/dL, SGOT/SGPT 180/210 U/L, Trombosit 62.000, Protein urit +3. Apa yang sedang dialami oleh pasien ?

a)

A. Acute Fatty Liver of Pregnancy

b)

B. Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP) dalam kehamilan

c)

C. Sindrom HELLP

d)

D. Thrombotic Thrombocytopenic Purpura (TTP)

e)

E. Hepatitis Viral Akut dalam kehamilan

13.

Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0 hamil 37 minggu, didiagnosis dengan Preeklampsia tanpa gejala berat dengan tekanan darah 145/95 mmHg dan proteinuria +1. Pasien dan keluarga bertanya apakah kehamilan masih bisa diteruskan hingga mencapai 40 minggu (tanggal taksiran persalinan). Apa rencana manajemen yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

A. Pertahankan kehamilan sampai 40 minggu

b)

B. Terminasi kehamilan

c)

C. Observasi 1 minggu

d)

D. Rawat jalan dan kontrol tiap 2 minggu

e)

E. Berikan pematangan paru dan tunggu 48 jam

14.

Seorang perempuan berusia 24 tahun, G1P0A0 hamil 10 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan mual dan muntah yang sangat hebat lebih dari 10 kali sehari. Pasien mengaku tidak bisa makan atau minum sama sekali karena apa yang dikonsumsi selalu dimuntahkan kembali. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak lemas, mata cekung, lidah kering, serta turgor kulit menurun. Berat badan pasien diketahui turun sebanyak 3 kg dibandingkan sebelum hamil. Pada pemeriksaan laboratorium urin, ditemukan hasil keton (+2). Diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini adalah...

a)

A. Emesis Gravidarum

b)

B. Hiperemesis Gravidarum Grade I

c)

C. Hiperemesis Gravidarum Grade II

d)

D. Hiperemesis Gravidarum Grade III

e)

E. Gastritis Akut dalam kehamilan

15.

Seorang perempuan 24 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 10 minggu, datang ke IGD dengan keluhan mual dan muntah hebat sejak 5 hari terakhir. Pasien muntah lebih dari 10 kali per hari. Pasien mengaku tidak bisa makan atau minum sama sekali karena apa yang dikonsumsi selalu dimuntahkan kembali. Pasien masih sadar compos mentis. PF : TD 110/70 mmHg, Nadi 98x/menit, RR 18x/menit, Suhu 36,7 C. Lab : ketonuria (+). Apakah tatalaksana yang paling tepat ?

a)

A. Piridoksin + Doksilamin per oral

b)

B. Multivitamin + Dimenhidrinat per oral

c)

C. Difenhidramin per oral

d)

D. Multivitamin + Dimenhidrinat intravena

e)

E. Ondansetron intravena

16.

Seorang perempuan 28 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 30 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan mudah lelah dan berdebar sejak 2 minggu terakhir. Pasien tidak mengeluhkan perdarahan. Riwayat konsumsi sehari-hari jarang mengonsumsi daging merah. Pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, nadi 90 x/menit, konjungtiva pucat (+). Pemeriksaan laboratorium: Hb 10 g/dL. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat pada pasien ini?

a)

A. Transfusi PRC 1 kolf

b)

B. Pemberian zat besi per oral

c)

C. Pemberian zat besi intravena

d)

D. Pemberian asam folat dosis tinggi

e)

E. Observasi dan kontrol ulang 4 minggu

17.

Seorang perempuan berusia 28 tahun, G2P1A0 hamil 26 minggu, datang untuk kontrol rutin. Pasien tidak memiliki riwayat DM sebelumnya. Saat ini pasien mengelum lebih sering kencing dan cepat merasa haus. Dokter melakukan skrining menggunakan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban 75 gram glukosa. Manakah hasil laboratorium di bawah ini yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis Diabetes Melitus Gestasional menurut kriteria IADPSG?

a)

A. GDP ≥ 92 mg/dL, 1 jam ≥ 180 mg/dL, atau 2 jam ≥ 153 mg/dL

b)

B. GDP ≥ 126126 mg/dL dan GD 22 jam PP ≥ 200200 mg/dL

c)

C. GDP ≥ 100100 mg/dL saja

d)

D. GD sewaktu ≥ 180180 mg/dL tanpa puasa

e)

E. HbA1c ≥ 6,0%6{,}0\% pada trimester kedua

18.

Seorang perempuan 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 34 minggu, datang ke poli antenatal untuk kontrol rutin. Pasien memiliki riwayat hipertensi kronis sejak sebelum hamil. Dari hasil USG ditemukan Lingkar kepala (HC) sesuai usia kehamilan, Lingkar perut (AC) lebih kecil dibandingkan usia kehamilan, Perkiraan berat janin < persentil ke-10. Apakah diagnosis paling tepat pada janin ini?

a)

A. IUGR tipe simetris

b)

B. IUGR tipe asimetris

c)

C. Makrosomia janin

d)

D. Small for gestational age (SGA) konstitusional

e)

E. Restriksi pertumbuhan akibat kelainan kromosom

19.

Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0 hamil 13 minggu, datang ke RS untuk melakukan pemeriksaan USG rutin. Pasien mengeluh perutnya tampak lebih menonjol dibandingkan teman-temannya yang usia kehamilannya sama. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan USG dan terlihat gambaran T-sign. Apakah komplikasi tersering yang dapat terjadi ?

a)

A. Terjerat tali pusat

b)

B. Twin to twin transfusion syndrome

c)

C. Kelainan kongenital berupa conjoined twin

d)

D. Kehamilan lewat waktu (post-term)

e)

E. Tidak ada komplikasi

20.

Seorang perempuan berusia 62 tahun, P5A0, datang ke poliklinik kandungan dengan keluhan merasa ada sesuatu yang mengganjal dan keluar dari kemaluannya sejak 6 bulan terakhir. Keluhan ini dirasakan semakin memberat terutama saat pasien mengejan, batuk lama, atau mengangkat beban berat. Pada pemeriksaan fisik ginekologi dengan posisi litotomi, dokter meminta pasien untuk mengejan. Tampak porsio keluar melewati garis hymen sejauh 2 cm, namun korpus uteri masih berada di dalam vagina. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

A. Prolaps uteri Grade I

b)

B. Prolaps uteri Grade II

c)

C. Prolaps uteri Grade III

d)

D. Prolaps uteri Grade IV

e)

E. Procidentia uteri

21.

Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke poliklinik kandungan dengan keluhan keluar darah dari kemaluannya setiap kali setelah melakukan hubungan seksual dengan suaminya. Pasien juga mengeluhkan adanya keputihan yang berbau busuk dan bercampur darah. Pada pemeriksaan dengan inspekulo terlihat massa rapuh yang mudah berdarah pada porsio serviks dengan permukaan yang tidak rata. Apakah agen penyebab tersering penyakit ini ?

a)

A. Human Papillomavirus tipe 6 dan 11

b)

B. Human Papillomavirus tipe 16 dan 18

c)

C. Herpes Simplex Virus tipe 2

d)

D. Chlamydia trachomatis

e)

E. Treponema pallidum

22.

Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut kanan bawah yang dirasakan mendadak tajam sejak 2 jam yang lalu setelah perform dance. Nyeri dirasakan terus-menerus dan disertai dengan mual hingga muntah sebanyak 3 kali. Pasien menyangkal adanya demam, keputihan, maupun riwayat telat haid. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 104 x/menit, dan suhu 36,8°C. Pemeriksaan abdomen menunjukkan nyeri tekan dan nyeri lepas pada regio kanan bawah disertai adanya massa yang teraba di daerah adneksa. Pemeriksaan penunjang USG Doppler saat ini menunjukkan penurunan aliran darah ke arah ovarium kanan. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

A. Apendisitis akut

b)

B. Penyakit radang panggul (PID)

c)

C. Torsi ovarium

d)

D. Kehamilan ektopik terganggu (KET)

e)

E. Kista ovarium pecah

23.

Seorang Wanita datang dengan keluhan perdarahan dari kemaluannya sejak 1 minggu lalu terutama saat bersenggama dengan suaminya. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya pembesaran abdomen. Pada pemeriksaan inspekulo dijumpai massa bertangkai di servix. Diagnosis yang tepat adalah ?

a)

A. Kanker serviks

b)

B. Kista nabothi

c)

C. Mioma geburt

d)

D. Kista bartolin

e)

E. Polip serviks

24.

Seorang perempuan usia 40 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan jumlah darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya. Sehari bisa sampai 6-8 kali ganti pembalut. Keluhan disertai dengan nyeri perut bagian bawah. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan tes kehamilan (-). Pemeriksaan USG ditemukan adanya pembesaran pada uterus dengan ketebalan endometrium >5mm. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus ini?

a)

Adenomiosis

b)

Mioma uteri

c)

Hiperplasia endometrium

d)

Kista coklat

e)

Endometriosis

25.

Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan siklus menstruasi yang tidak teratur sejak 1 tahun terakhir. Pasien mengaku hanya mengalami menstruasi sebanyak 5 kali dalam setahun. Pasien juga mengeluhkan munculnya jerawat yang sulit sembuh dan seperti tumbuh kumis. Saat dilakukan pemeriksaan TVUS ditemukan gambar seperti berikut. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ?

a)

A. Adenomiosis

b)

B. Endometriosis

c)

C. Kista coklat

d)

D. Mioma uteri

e)

E. PCOS

26.

Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan keluhan nyeri perut bagian bawah yang sangat hebat sejak tadi pagi. Keluhan nyeri perut ini diakui sudah sering muncul setiap bulan selama 4 bulan terakhir, namun biasanya hilang sendiri setelah beberapa hari. Pasien mengaku belum pernah mengalami menstruasi sama sekali. Pertumbuhan payudara dan rambut pubis pasien tumbuh normal sesuai usianya. Pada pemeriksaan anogenital tampak sebuah membran berwarna kebiruan yang menonjol pada introitus vagina yang menutupi seluruh lubang vagina. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

A. Amenore sekunder

b)

B. Agenesis renal

c)

C. Hymen imperforata

d)

D. Septum vagina transversal

e)

E. Sindrom Asherman

27.

Seorang perempuan berusia 24 tahun, P1A0, baru saja melahirkan 1 minggu yang lalu, datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri pada kedua puting payudaranya saat menyusui. Pasien merasa takut untuk memberikan ASI karena rasa perih yang sangat hebat. Pemeriksaan TTV dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik payudara, ditemukan adanya luka seperti retakan dan kemerahan pada kedua puting susu. Apakah tatalaksana yang paling tepat untuk mengatasi keluhan pada puting pasien tersebut?

a)

A. Menghentikan pemberian ASI sementara sampai luka sembuh

b)

B. Memberikan salep antibiotik pada area yang luka

c)

C. Memberikan kompres hangat sebelum menyusui

d)

D. Mengoleskan ASI atau lanolin pada puting dan areola

e)

E. Membersihkan puting dengan alkohol setiap selesai menyusui

28.

Seorang pria datang ke klinik untuk konsultasi hasil analisa spermanya. Hasil uji lab menunjukkan volume ejakulasi adalah 5 ml, jumlah sperma 18 juta/ml, motilitas 20%, jumlah sperma abnormal 3%. Kemungkinan diagnosis pasien adalah ?

a)

A. Oligozoospermia

b)

B. Asthenozoospermia

c)

C. Teratozoospermia

d)

D. Azoospermia

e)

E. Aspermia

29.

Seorang wanita usia 30 tahun P2A0 datang ke klinik untuk konsultasi masalah kontrasepsi. Pasien sebelumnya menggunakan pil kontrasepsi KB yang diminum setiap hari, namun karena Pasien adalah seorang pekerja wanita yang sibuk sehingga kesulitan untuk mengonsumsi pil tersebut. Suami pasien juga mengatakan tidak ingin menggunakan kondom ataupun AKDR karena dianggap mengganggu. Pasien ingin menunda kehamilannya selama 2 tahun. TTV pasien dalam batas normal, hipertensi (-). Edukasi dokter adalah ?

a)

A. Tetap menggunakan pil KB karena itu yang terbaik

b)

B. Menganjurkan tubektomi

c)

C. Mengganti dengan AKDR

d)

D. Mengganti dengan implan

e)

E. Mengganti dengan suntik KB

30.

Seorang perempuan berusia 23 tahun datang ke klinik dengan perasaan sangat cemas. Pasien mengaku telah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan suaminya sekitar 24 jam yang lalu. Pasien saat ini belum menginginkan kehamilan karena masih dalam masa kontrak kerja. Pasien tidak sedang menyusui dan tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Berdasarkan kondisi tersebut, manakah pilihan kontrasepsi darurat yang disarankan ?

a)

A. Tidak perlu menggunakan kontrasepsi

b)

B. Pil kombinasi dosis tinggi 2x2 tablet

c)

C. Pil kombinasi dosis rendah 2x2 tablet

d)

D. Progestin 2x2 tablet

e)

E. Minum jamu saja