Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Page 1

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Jatmikaningtyas dan Pratiwi adalah wirausaha pengolahan tempe yang menyadari ada banyak waktu terbuang saat memindahkan kedelai dari tahap perendaman ke tahap perebusan. Penerapan prinsip Kaizen yang paling mendasar mengharuskan mereka untuk:

a)

Membeli mesin perebusan dengan kapasitas 10 kali lipat lebih besar.

b)

Menyewa lebih banyak tenaga kerja untuk memindahkan kedelai secara bersamaan.

c)

Mengabaikan pemborosan tersebut karena dianggap kecil.

d)

Mengganti bahan baku kedelai dengan komoditas lain yang lebih mudah dipindahkan.

e)

Menganalisis tata letak stasiun kerja dan mencari cara termudah (misalnya, membuat jalur atau memindahkan wadah) untuk mengurangi gerakan yang tidak perlu.

2.

Setelah melakukan perbaikan kecil (Kaizen) dalam proses pengemasan (misalnya, menata ulang alat), usaha keripik singkong milik CHIKA dan JULIA berhasil mengurangi waktu pengemasan per batch sebanyak 15%. Dampak utama dari peningkatan efisiensi ini terhadap Profit Margin adalah:

a)

Biaya investasi awal (ROI) akan meningkat drastis.

b)

Biaya bahan baku singkong akan naik.

c)

Margin laba akan turun karena produk dijual lebih cepat.

d)

Margin laba akan meningkat karena biaya tenaga kerja/operasional per unit produk yang dihasilkan menjadi lebih rendah.

e)

Penjualan akan turun karena konsumen tidak menghargai kecepatan.

3.

CHIKA dan JULIA sedang melakukan pengolahan sambal kemasan di laboratorium. Saat memindahkan produk dari tangki pemasak ke mesin pengisi, mereka sering mengalami produk tumpah. Dalam terminologi Kaizen, tumpahan ini termasuk kategori pemborosan (Muda) jenis:

a)

Cacat (Defects)

b)

Waktu tunggu (Waiting)

c)

Proses berlebih (Over-processing)

d)

Gerakan/Transportasi (Motion/Transport)

e)

Persediaan (Inventory)

4.

NURUL dan ARIYANTI memiliki usaha rumahan yang membuat kue kering dari tepung mocaf (modifikasi singkong). Untuk mengidentifikasi peluang perbaikan (Kaizen), mereka secara rutin mencatat keluhan terkecil dari konsumen (rasa terlalu manis, kemasan sulit dibuka). Kegiatan ini secara strategis bertujuan untuk:

a)

Menghasilkan produk yang selalu sama dengan pesaing.

b)

Menjadikan data umpan balik sebagai dasar perbaikan berkelanjutan pada kualitas produk dan desain.

c)

Menghentikan produksi karena terlalu banyak keluhan.

d)

Fokus hanya pada peningkatan kuantitas produksi.

e)

Menurunkan harga jual kue kering secara drastis.

5.

Aliya dan NUR adalah wirausaha pengolahan tahu yang menerapkan standar 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) di dapur mereka. Value-addition yang paling signifikan dari penerapan 5S ini adalah:

a)

Mendapat sertifikat kebersihan dari pemerintah.

b)

Mempercepat proses distribusi produk.

c)

Meningkatkan kebersihan, keamanan pangan, dan efisiensi alur kerja, yang meningkatkan kepercayaan konsumen dan kualitas produk.

d)

Mengurangi total biaya pemasaran secara signifikan.

e)

Meningkatkan kuantitas pembelian bahan baku.

6.

Usaha keripik sayuran milik NUR dan Aliya memiliki ROI 15%. Mereka ingin meningkatkan ROI melalui Kaizen. Langkah mana yang paling efektif dalam meningkatkan ROI melalui pengurangan pemborosan (Muda)?

a)

Mengganti seluruh mesin lama dengan mesin baru yang berharga mahal.

b)

Memperbanyak iklan tanpa mengubah proses produksi.

c)

Menjual produk dalam volume yang lebih besar dengan harga diskon.

d)

Melakukan perbaikan mikro pada setiap tahap proses untuk mengurangi sisa bahan baku terbuang dan meminimalkan waktu idle mesin.

e)

Mengganti seluruh tim produksi dengan tenaga kerja baru.

7.

Dalam rantai pasok Kaizen, penting untuk mengurangi pemborosan waktu tunggu (Waiting). Untuk pengolahan buah kering, di mana waktu tunggu sering terjadi, manajer seperti NURUL dan Aliya harus fokus pada:

a)

Mengubah kemasan menjadi botol kaca.

b)

Membeli buah-buahan dari pemasok yang jauh.

c)

Mengganti semua buah dengan sayuran.

d)

Sinkronisasi waktu panen dengan kapasitas pengeringan (drying capacity) untuk meminimalkan waktu buah tersimpan di gudang.

e)

Meningkatkan biaya logistik secara signifikan.

8.

Dalam proposal bisnis awal, CHIKA dan NURUL sebagai wirausaha menerapkan Kaizen. Alokasi dana "Modal Kerja" yang besar sangat penting untuk mendukung Kaizen karena:

a)

Kaizen selalu membutuhkan pembelian mesin baru yang mahal.

b)

Dana diperlukan untuk proses trial-and-error perbaikan kecil yang berkelanjutan tanpa mengganggu operasional.

c)

Modal kerja hanya untuk membayar biaya iklan.

d)

Kaizen berfokus pada penghematan modal, bukan penggunaannya.

e)

Dana ini digunakan untuk memastikan kelancaran operasional saat tim melakukan evaluasi proses (pengumpulan data, pelatihan, dan penyesuaian alur kerja).

9.

Aliya, SYAFANDANI, dan pratiwi bekerja di sebuah perusahaan jus buah cold-pressed. Setelah mereka melakukan penataan ulang 5S (Kaizen), waktu yang dihabiskan untuk mencari alat dan bahan berkurang sebanyak 10 menit per hari. Evaluasi dampaknya terhadap biaya operasional dan efisiensi adalah:

a)

Dampak finansialnya terlalu kecil untuk dipertimbangkan.

b)

Pengurangan 10 menit setiap hari secara kolektif meningkatkan kapasitas produksi harian/mingguan tanpa menambah biaya tenaga kerja.

c)

Biaya listrik meningkat akibat penataan ulang.

d)

Kualitas produk jus akan menurun.

e)

Total investasi awal (ROI) akan menurun.

10.

Untuk menghindari pemborosan cacat (Defects) pada produk saus tomat, Kaizen mengharuskan manajer rantai pasok seperti Aliya dan NUR untuk fokus pada:

a)

Mempercepat proses produksi saus secara drastis.

b)

Menggunakan lebih banyak bahan pengawet kimia.

c)

Menetapkan dan memeriksa standar mutu bahan baku (tomat) secara ketat di pintu masuk pabrik dan pada setiap titik kritis pengolahan.

d)

Mengirim saus dengan transportasi laut yang lambat.

e)

Mengurangi intensitas rasa saus tomat.

11.

SYAFANDANI dan Aliya, dua wirausaha pengolahan beras merah, menghadapi masalah besar produk tumpah ke lantai saat berpindah antar mesin. Dalam konteks Kaizen, rencana nilai tambah yang harus segera diterapkan adalah:

a)

Mengganti kemasan luar produk.

b)

Mengubah produk menjadi tepung beras.

c)

Membuat corong atau chute sederhana untuk memandu material, menghilangkan tumpahan, dan menghemat waktu pembersihan (Seiso).

d)

Membuang semua beras merah yang sudah terlanjur tumpah.

e)

Mempekerjakan lebih banyak orang untuk menyapu tumpahan.

12.

CHIKA dan SYAFANDANI sedang membandingkan dua perusahaan: Perusahaan A (Kaizen-driven, Margin 30%, Fokus pada pengurangan Muda) vs Perusahaan B (Massal, Margin 40%, Fokus pada kuantitas). Potensi skalabilitas jangka panjang terbaik ada pada Perusahaan A karena:

a)

Margin laba Perusahaan B terlalu tinggi untuk dipertahankan.

b)

Filosofi Kaizen memastikan perusahaan memiliki kemampuan adaptasi tinggi, biaya operasional terendah, dan kualitas yang terus membaik, mendukung pertumbuhan yang stabil.

c)

Perusahaan A tidak memerlukan investasi besar.

d)

Konsumen hanya membeli dari perusahaan dengan margin 30%.

e)

Perusahaan A memiliki harga jual yang pasti lebih mahal.

13.

JULIA dan NUR sedang menyusun proposal bisnis berbasis Kaizen untuk usaha kecil mereka. Dalam proyeksi pendapatan, apa yang harus mereka cerminkan?

a)

Asumsi penjualan yang sangat tinggi di tahun pertama.

b)

Kepercayaan bahwa Kaizen akan menggandakan pendapatan dalam 6 bulan.

c)

Peningkatan kapasitas dan laba yang bertahap, didorong oleh efisiensi biaya yang konsisten dan kualitas produk yang semakin baik (perbaikan mikro).

d)

Biaya mesin yang sangat tinggi.

e)

Pengurangan biaya pemasaran hingga nol.

14.

Di sebuah pabrik, tim yang terdiri dari Pratiwi, Aliya, dan JULIA menerapkan Kaizen untuk meningkatkan efisiensi kerja. Penerapan Kaizen mendorong partisipasi seluruh tim dalam mengidentifikasi pemborosan. Ini adalah kunci peluang keuntungan karena:

a)

Ide perbaikan hanya boleh datang dari manajer.

b)

Memanfaatkan pengetahuan kolektif pekerja lini depan untuk menemukan sumber masalah dan solusi mikro yang tidak terlihat oleh manajemen.

c)

Memastikan setiap orang bertanggung jawab atas pemasaran.

d)

Mengurangi kebutuhan akan alat dan mesin.

e)

Membuat produk lebih mahal untuk dibeli.

15.

Usaha pengolahan jamu tradisional milik HELFINA dan SYAFANDANI memiliki ROI 25%25\% . Melalui Kaizen, mereka berinvestasi pada pelatihan tim untuk mengurangi kesalahan resep (Defects). Jika kesalahan resep berkurang 80%80\% , ini akan memengaruhi ROI dengan cara:

a)

Tidak berpengaruh karena Kaizen adalah non-finansial.

b)

Meningkatkan ROI karena berkurangnya cacat berarti berkurangnya pemborosan bahan baku, biaya produksi ulang, dan keluhan pelanggan.

c)

Menurunkan ROI karena biaya pelatihan terlalu tinggi.

d)

Menggandakan biaya operasional.

e)

ROI hanya akan tetap 25%25\% .