WorksheetsUAP
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang mahasiswa melakukan uji aktivitas amilase menggunakan pati dan uji iodin. Pada suhu 100°C warna biru tetap muncul pekat. Kesimpulan paling tepat adalah ...
Substrat mengalami gelatinisasi
Energi kinetik molekul meningkat
Enzim mengalami denaturasi
Afinitas enzim–substrat meningkat
Reaksi mencapai Vmax
Pada pH 3, aktivitas amilase menurun drastis dibanding pH 6. Penyebab utama fenomena ini adalah ...
Penurunan energi kinetik
Perubahan muatan residu sisi aktif
Penurunan konsentrasi substrat
Penghambatan kompetitif
Kerusakan ikatan kovalen enzim
Dalam percobaan, laju hidrolisis pati meningkat hingga 40°C lalu menurun tajam. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh ...
Inhibisi oleh produk
Penurunan kelarutan pati
Denaturasi struktur tersier enzim
Kekurangan substrat
Penurunan pH sistem
Seorang peneliti menemukan bahwa pada suhu rendah aktivitas enzim menurun tetapi dapat kembali normal saat suhu dinaikkan. Hal ini menunjukkan bahwa ...
Enzim rusak permanen
Denaturasi irreversibel
Hambatan difusi substrat
Perubahan energi kinetik sementara
Kerusakan sisi aktif
Pada uji iodin berkala, sampel pada pH 6 kehilangan warna biru paling cepat. Interpretasi terbaik adalah ...
pH 6 menyebabkan pati tidak bereaksi dengan iodin
Amilase bekerja optimal pada pH 6
pH 6 merusak struktur pati
Iodin tereduksi pada pH 6
Terjadi inhibisi nonkompetitif
Jika suatu enzim kehilangan aktivitas karena pH ekstrem, perubahan yang paling mungkin terjadi adalah ...
Putusnya ikatan peptida
Perubahan ionisasi gugus katalitik
Pengendapan substrat
Reaksi adisi
Perubahan konsentrasi enzim
Dalam metode “waktu titik akhir”, aktivitas relatif enzim dinyatakan sebagai 1/t. Interpretasi konsep ini adalah ...
Semakin lama waktu, semakin aktif enzim
Waktu berbanding lurus dengan aktivitas
Aktivitas berbanding terbalik dengan waktu reaksi
Waktu tidak memengaruhi aktivitas
Aktivitas ditentukan oleh pH
Jika warna iodin tidak pernah berubah walau waktu inkubasi diperpanjang, kemungkinan kesalahan terbesar adalah ...
Substrat berlebih
Enzim tidak aktif
pH terlalu optimum
Suhu terlalu rendah
Konsentrasi iodin terlalu kecil
Dalam reaksi enzimatik, peran utama sisi aktif adalah ...
Menyimpan energi
Menentukan kelarutan enzim
Mengikat substrat secara spesifik
Menstabilkan produk
Menghambat reaksi
Jika enzim dipanaskan hingga 100ºC lalu didinginkan dan aktivitas tidak kembali, maka sifat denaturasi yang terjadi adalah ...
Reversibel
Sementara
Adaptif
Irreversibel
Parsial
Penurunan aktivitas enzim pada pH ekstrem disebabkan oleh gangguan pada ...
Ikatan kovalen
Ikatan hidrogen dan ionik
Ikatan disulfida
Ikatan peptida
Ikatan ester
Jika konsentrasi substrat terus ditingkatkan tetapi laju reaksi tidak bertambah, maka kondisi enzim adalah ...
Inhibisi kompetitif
Denaturasi
Jenuh (Vmax)
Inaktif
Teroksidasi
Mekanisme peningkatan laju reaksi enzim pada suhu optimum berkaitan langsung dengan ...
Penurunan energi kinetik
Penurunan energi aktivasi
Peningkatan tekanan
Penurunan pH
Penurunan substrat
Jika enzim dipindahkan ke lingkungan dengan pH berbeda tanpa buffer, maka yang paling cepat berubah adalah ...
Konsentrasi substrat
Muatan residu asam amino
Berat molekul enzim
Struktur primer
Panjang rantai substrat
Percobaan menunjukkan hasil duplo tidak konsisten. Faktor paling mungkin adalah ...
Struktur kimia pati
Teknik pengambilan sampel
Jenis enzim
Warna iodin
Jenis tabung reaksi
Jika substrat pati dihidrolisis sempurna, warna iodin yang diharapkan adalah ...
Biru tua
Ungu
Cokelat tua
Cokelat muda
Kuning
Peran buffer dalam uji pH enzim adalah ...
Menghambat enzim
Menstabilkan suhu
Menjaga pH reaksi
Meningkatkan warna iodin
Mengikat substrat
Jika residu katalitik enzim kehilangan kemampuan mendonorkan proton, maka yang terganggu adalah ...
Ikatan peptida
Mekanisme katalisis
Kelarutan substrat
Pembentukan kompleks ES
Struktur primer
Penurunan aktivitas enzim pada suhu rendah bersifat ...
Permanen
Irreversibel
Sementara
Merusak sisi aktif
Menghilangkan substrat
Perubahan warna iodin mencerminkan ...
Jumlah enzim
pH larutan
Jumlah pati tersisa
Suhu inkubasi
Konsentrasi iodin
Jika enzim tidak spesifik terhadap substrat, maka akan terjadi ...
Reaksi sangat cepat
Tidak ada reaksi
Banyak reaksi samping
Produk tunggal
Denaturasi cepat
Penambahan logam berat pada reaksi enzim kemungkinan menyebabkan ...
Aktivasi enzim
Inhibisi nonkompetitif
Penurunan pH
Penambahan substrat
Reaksi adisi
Enzim bekerja paling efisien ketika ...
Suhu maksimum
pH ekstrem
Struktur sisi aktif optimal
Konsentrasi produk tinggi
Substrat terbatas
Jika uji iodin dilakukan terlalu lama setelah sampling, maka hasil menjadi bias karena ...
Reaksi berhenti
Reaksi tetap berlangsung
Iodin menguap
Substrat mengendap
Enzim menghilang
Prinsip utama penggunaan uji iodin pada analisis enzim adalah ...
Kuantifikasi enzim
Indikasi kualitatif hidrolisis pati
Penentuan pH optimum
Pengukuran suhu
Penentuan berat molekul
Tujuan utama reaksi saponifikasi dalam analisis lipid adalah ...
Mengukur ketengikan
Mengetahui kadar air
Mengubah lemak menjadi sabun
Mengidentifikasi ikatan rangkap
Mengukur pH
Jika minyak direaksikan dengan NaOH dan terbentuk sabun, reaksi tersebut termasuk ...
Oksidasi
Reduksi
Esterifikasi
Hidrolisis basa
Adisi
Penambahan HCl pada sabun hasil saponifikasi bertujuan untuk ...
Menetralisir minyak
Mengendapkan asam lemak
Mengoksidasi lipid
Meningkatkan pH
Membentuk emulsi
Pada uji ketidakjenuhan, hilangnya warna larutan iod menunjukkan ...
Tidak ada lemak
Lemak jenuh
Terjadi reaksi adisi pada ikatan rangkap
Terbentuk sabun
Terjadi oksidasi
Minyak yang membutuhkan tetesan iod paling banyak memiliki sifat ...
Paling jenuh
Paling stabil
Paling tidak jenuh
Paling teroksidasi
Paling asam
Prinsip penentuan asam lemak bebas didasarkan pada ...
Reaksi oksidasi
Reaksi reduksi
Reaksi titrasi asam-basa
Reaksi adisi
Reaksi kondensasi
Nilai FFA tinggi menunjukkan bahwa minyak telah mengalami ...
Hidrogenasi
Esterifikasi
Hidrolisis
Polimerisasi
Emulsifikasi
Indikator PP digunakan pada uji FFA karena ...
Stabil pada pH asam
Berwarna pada suasana netral
Berubah warna pada titik akhir basa
Bereaksi dengan lemak
Mengoksidasi minyak
Angka asam yang tinggi pada minyak menunjukkan ...
Minyak segar
Minyak jenuh
Kerusakan akibat hidrolisis
Tidak ada ikatan rangkap
Kandungan air tinggi
Uji Kreist digunakan untuk mendeteksi ...
Hidrolisis lemak
Ketidakjenuhan
Oksidasi lipid
Penyabunan
Kelarutan lipid
Warna merah muda pada uji Kreist menandakan adanya ...
Asam lemak bebas
Hidroperoksida terdekomposisi
Ikatan rangkap
Sabun
Gliserol
Minyak yang sering dipanaskan berulang cenderung menunjukkan hasil uji Kreist ...
Negatif
Tidak berubah
Positif kuat
Tidak dapat diuji
Jenuh
Pelarut yang paling tepat untuk melarutkan lipid adalah ...
Air
Metanol
Etanol dingin
Kloroform
Buffer fosfat
Ketidaklarutan lipid dalam air disebabkan oleh ...
Gugus polar
Ikatan ionik
Rantai hidrokarbon nonpolar
Ikatan hidrogen
Muatan listrik
Jika minyak membentuk emulsi stabil, kemungkinan terdapat ...
Asam lemak jenuh
Emulsifier
Pelarut nonpolar
Oksidan
Basa kuat
Hidrogenasi minyak bertujuan untuk ...
Meningkatkan ketengikan
Mengubah minyak tak jenuh menjadi jenuh
Menambah FFA
Mengoksidasi lemak
Menghidrolisis ester
Minyak tengik umumnya disebabkan oleh ...
Reduksi
Esterifikasi
Oksidasi asam lemak tak jenuh
Penyabunan
Emulsifikasi
Katalis yang mempercepat ketengikan adalah ...
Na
K
Cu
Ca
Mg
Jika nilai FFA meningkat selama penyimpanan, faktor utama penyebabnya adalah ...
Cahaya
Air
Suhu rendah
Tekanan
pH netral
Tujuan analisis ketidakjenuhan minyak dalam pangan adalah untuk ...
Menentukan kadar air
Menilai stabilitas oksidatif
Menentukan pH
Mengukur densitas
Menghitung energi
Reaksi antara ikatan rangkap dan halogen termasuk reaksi ...
Substitusi
Eliminasi
Adisi
Reduksi
Hidrolisis
Minyak dengan banyak ikatan rangkap cenderung ...
Lebih stabil
Lebih mudah teroksidasi
Tidak bereaksi
Lebih padat
Tidak tengik
Fungsi penambahan alkohol panas pada uji FFA adalah ...
Mengoksidasi lemak
Melarutkan lipid
Mengubah pH
Menetralkan basa
Membentuk emulsi
Minyak dengan bilangan asam rendah menunjukkan kualitas ...
Buruk
Teroksidasi
Baik dan segar
Terhidrolisis
Tidak stabil
Kombinasi uji FFA dan Kreist paling tepat digunakan untuk menilai ...
Kelarutan minyak
Ketidakjenuhan
Kerusakan hidrolitik dan oksidatif
Penyabunan
Emulsifikasi
