wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAP

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang mahasiswa melakukan uji aktivitas amilase menggunakan pati dan uji iodin. Pada suhu 100°C warna biru tetap muncul pekat. Kesimpulan paling tepat adalah ...

a)

Substrat mengalami gelatinisasi

b)

Energi kinetik molekul meningkat

c)

Enzim mengalami denaturasi

d)

Afinitas enzim–substrat meningkat

e)

Reaksi mencapai Vmax

2.

Pada pH 3, aktivitas amilase menurun drastis dibanding pH 6. Penyebab utama fenomena ini adalah ...

a)

Penurunan energi kinetik

b)

Perubahan muatan residu sisi aktif

c)

Penurunan konsentrasi substrat

d)

Penghambatan kompetitif

e)

Kerusakan ikatan kovalen enzim

3.

Dalam percobaan, laju hidrolisis pati meningkat hingga 40°C lalu menurun tajam. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh ...

a)

Inhibisi oleh produk

b)

Penurunan kelarutan pati

c)

Denaturasi struktur tersier enzim

d)

Kekurangan substrat

e)

Penurunan pH sistem

4.

Seorang peneliti menemukan bahwa pada suhu rendah aktivitas enzim menurun tetapi dapat kembali normal saat suhu dinaikkan. Hal ini menunjukkan bahwa ...

a)

Enzim rusak permanen

b)

Denaturasi irreversibel

c)

Hambatan difusi substrat

d)

Perubahan energi kinetik sementara

e)

Kerusakan sisi aktif

5.

Pada uji iodin berkala, sampel pada pH 6 kehilangan warna biru paling cepat. Interpretasi terbaik adalah ...

a)

pH 6 menyebabkan pati tidak bereaksi dengan iodin

b)

Amilase bekerja optimal pada pH 6

c)

pH 6 merusak struktur pati

d)

Iodin tereduksi pada pH 6

e)

Terjadi inhibisi nonkompetitif

6.

Jika suatu enzim kehilangan aktivitas karena pH ekstrem, perubahan yang paling mungkin terjadi adalah ...

a)

Putusnya ikatan peptida

b)

Perubahan ionisasi gugus katalitik

c)

Pengendapan substrat

d)

Reaksi adisi

e)

Perubahan konsentrasi enzim

7.

Dalam metode “waktu titik akhir”, aktivitas relatif enzim dinyatakan sebagai 1/t. Interpretasi konsep ini adalah ...

a)

Semakin lama waktu, semakin aktif enzim

b)

Waktu berbanding lurus dengan aktivitas

c)

Aktivitas berbanding terbalik dengan waktu reaksi

d)

Waktu tidak memengaruhi aktivitas

e)

Aktivitas ditentukan oleh pH

8.

Jika warna iodin tidak pernah berubah walau waktu inkubasi diperpanjang, kemungkinan kesalahan terbesar adalah ...

a)

Substrat berlebih

b)

Enzim tidak aktif

c)

pH terlalu optimum

d)

Suhu terlalu rendah

e)

Konsentrasi iodin terlalu kecil

9.

Dalam reaksi enzimatik, peran utama sisi aktif adalah ...

a)

Menyimpan energi

b)

Menentukan kelarutan enzim

c)

Mengikat substrat secara spesifik

d)

Menstabilkan produk

e)

Menghambat reaksi

10.

Jika enzim dipanaskan hingga 100ºC lalu didinginkan dan aktivitas tidak kembali, maka sifat denaturasi yang terjadi adalah ...

a)

Reversibel

b)

Sementara

c)

Adaptif

d)

Irreversibel

e)

Parsial

11.

Penurunan aktivitas enzim pada pH ekstrem disebabkan oleh gangguan pada ...

a)

Ikatan kovalen

b)

Ikatan hidrogen dan ionik

c)

Ikatan disulfida

d)

Ikatan peptida

e)

Ikatan ester

12.

Jika konsentrasi substrat terus ditingkatkan tetapi laju reaksi tidak bertambah, maka kondisi enzim adalah ...

a)

Inhibisi kompetitif

b)

Denaturasi

c)

Jenuh (Vmax)

d)

Inaktif

e)

Teroksidasi

13.

Mekanisme peningkatan laju reaksi enzim pada suhu optimum berkaitan langsung dengan ...

a)

Penurunan energi kinetik

b)

Penurunan energi aktivasi

c)

Peningkatan tekanan

d)

Penurunan pH

e)

Penurunan substrat

14.

Jika enzim dipindahkan ke lingkungan dengan pH berbeda tanpa buffer, maka yang paling cepat berubah adalah ...

a)

Konsentrasi substrat

b)

Muatan residu asam amino

c)

Berat molekul enzim

d)

Struktur primer

e)

Panjang rantai substrat

15.

Percobaan menunjukkan hasil duplo tidak konsisten. Faktor paling mungkin adalah ...

a)

Struktur kimia pati

b)

Teknik pengambilan sampel

c)

Jenis enzim

d)

Warna iodin

e)

Jenis tabung reaksi

16.

Jika substrat pati dihidrolisis sempurna, warna iodin yang diharapkan adalah ...

a)

Biru tua

b)

Ungu

c)

Cokelat tua

d)

Cokelat muda

e)

Kuning

17.

Peran buffer dalam uji pH enzim adalah ...

a)

Menghambat enzim

b)

Menstabilkan suhu

c)

Menjaga pH reaksi

d)

Meningkatkan warna iodin

e)

Mengikat substrat

18.

Jika residu katalitik enzim kehilangan kemampuan mendonorkan proton, maka yang terganggu adalah ...

a)

Ikatan peptida

b)

Mekanisme katalisis

c)

Kelarutan substrat

d)

Pembentukan kompleks ES

e)

Struktur primer

19.

Penurunan aktivitas enzim pada suhu rendah bersifat ...

a)

Permanen

b)

Irreversibel

c)

Sementara

d)

Merusak sisi aktif

e)

Menghilangkan substrat

20.

Perubahan warna iodin mencerminkan ...

a)

Jumlah enzim

b)

pH larutan

c)

Jumlah pati tersisa

d)

Suhu inkubasi

e)

Konsentrasi iodin

21.

Jika enzim tidak spesifik terhadap substrat, maka akan terjadi ...

a)

Reaksi sangat cepat

b)

Tidak ada reaksi

c)

Banyak reaksi samping

d)

Produk tunggal

e)

Denaturasi cepat

22.

Penambahan logam berat pada reaksi enzim kemungkinan menyebabkan ...

a)

Aktivasi enzim

b)

Inhibisi nonkompetitif

c)

Penurunan pH

d)

Penambahan substrat

e)

Reaksi adisi

23.

Enzim bekerja paling efisien ketika ...

a)

Suhu maksimum

b)

pH ekstrem

c)

Struktur sisi aktif optimal

d)

Konsentrasi produk tinggi

e)

Substrat terbatas

24.

Jika uji iodin dilakukan terlalu lama setelah sampling, maka hasil menjadi bias karena ...

a)

Reaksi berhenti

b)

Reaksi tetap berlangsung

c)

Iodin menguap

d)

Substrat mengendap

e)

Enzim menghilang

25.

Prinsip utama penggunaan uji iodin pada analisis enzim adalah ...

a)

Kuantifikasi enzim

b)

Indikasi kualitatif hidrolisis pati

c)

Penentuan pH optimum

d)

Pengukuran suhu

e)

Penentuan berat molekul

26.

Tujuan utama reaksi saponifikasi dalam analisis lipid adalah ...

a)

Mengukur ketengikan

b)

Mengetahui kadar air

c)

Mengubah lemak menjadi sabun

d)

Mengidentifikasi ikatan rangkap

e)

Mengukur pH

27.

Jika minyak direaksikan dengan NaOH dan terbentuk sabun, reaksi tersebut termasuk ...

a)

Oksidasi

b)

Reduksi

c)

Esterifikasi

d)

Hidrolisis basa

e)

Adisi

28.

Penambahan HCl pada sabun hasil saponifikasi bertujuan untuk ...

a)

Menetralisir minyak

b)

Mengendapkan asam lemak

c)

Mengoksidasi lipid

d)

Meningkatkan pH

e)

Membentuk emulsi

29.

Pada uji ketidakjenuhan, hilangnya warna larutan iod menunjukkan ...

a)

Tidak ada lemak

b)

Lemak jenuh

c)

Terjadi reaksi adisi pada ikatan rangkap

d)

Terbentuk sabun

e)

Terjadi oksidasi

30.

Minyak yang membutuhkan tetesan iod paling banyak memiliki sifat ...

a)

Paling jenuh

b)

Paling stabil

c)

Paling tidak jenuh

d)

Paling teroksidasi

e)

Paling asam

31.

Prinsip penentuan asam lemak bebas didasarkan pada ...

a)

Reaksi oksidasi

b)

Reaksi reduksi

c)

Reaksi titrasi asam-basa

d)

Reaksi adisi

e)

Reaksi kondensasi

32.

Nilai FFA tinggi menunjukkan bahwa minyak telah mengalami ...

a)

Hidrogenasi

b)

Esterifikasi

c)

Hidrolisis

d)

Polimerisasi

e)

Emulsifikasi

33.

Indikator PP digunakan pada uji FFA karena ...

a)

Stabil pada pH asam

b)

Berwarna pada suasana netral

c)

Berubah warna pada titik akhir basa

d)

Bereaksi dengan lemak

e)

Mengoksidasi minyak

34.

Angka asam yang tinggi pada minyak menunjukkan ...

a)

Minyak segar

b)

Minyak jenuh

c)

Kerusakan akibat hidrolisis

d)

Tidak ada ikatan rangkap

e)

Kandungan air tinggi

35.

Uji Kreist digunakan untuk mendeteksi ...

a)

Hidrolisis lemak

b)

Ketidakjenuhan

c)

Oksidasi lipid

d)

Penyabunan

e)

Kelarutan lipid

36.

Warna merah muda pada uji Kreist menandakan adanya ...

a)

Asam lemak bebas

b)

Hidroperoksida terdekomposisi

c)

Ikatan rangkap

d)

Sabun

e)

Gliserol

37.

Minyak yang sering dipanaskan berulang cenderung menunjukkan hasil uji Kreist ...

a)

Negatif

b)

Tidak berubah

c)

Positif kuat

d)

Tidak dapat diuji

e)

Jenuh

38.

Pelarut yang paling tepat untuk melarutkan lipid adalah ...

a)

Air

b)

Metanol

c)

Etanol dingin

d)

Kloroform

e)

Buffer fosfat

39.

Ketidaklarutan lipid dalam air disebabkan oleh ...

a)

Gugus polar

b)

Ikatan ionik

c)

Rantai hidrokarbon nonpolar

d)

Ikatan hidrogen

e)

Muatan listrik

40.

Jika minyak membentuk emulsi stabil, kemungkinan terdapat ...

a)

Asam lemak jenuh

b)

Emulsifier

c)

Pelarut nonpolar

d)

Oksidan

e)

Basa kuat

41.

Hidrogenasi minyak bertujuan untuk ...

a)

Meningkatkan ketengikan

b)

Mengubah minyak tak jenuh menjadi jenuh

c)

Menambah FFA

d)

Mengoksidasi lemak

e)

Menghidrolisis ester

42.

Minyak tengik umumnya disebabkan oleh ...

a)

Reduksi

b)

Esterifikasi

c)

Oksidasi asam lemak tak jenuh

d)

Penyabunan

e)

Emulsifikasi

43.

Katalis yang mempercepat ketengikan adalah ...

a)

Na

b)

K

c)

Cu

d)

Ca

e)

Mg

44.

Jika nilai FFA meningkat selama penyimpanan, faktor utama penyebabnya adalah ...

a)

Cahaya

b)

Air

c)

Suhu rendah

d)

Tekanan

e)

pH netral

45.

Tujuan analisis ketidakjenuhan minyak dalam pangan adalah untuk ...

a)

Menentukan kadar air

b)

Menilai stabilitas oksidatif

c)

Menentukan pH

d)

Mengukur densitas

e)

Menghitung energi

46.

Reaksi antara ikatan rangkap dan halogen termasuk reaksi ...

a)

Substitusi

b)

Eliminasi

c)

Adisi

d)

Reduksi

e)

Hidrolisis

47.

Minyak dengan banyak ikatan rangkap cenderung ...

a)

Lebih stabil

b)

Lebih mudah teroksidasi

c)

Tidak bereaksi

d)

Lebih padat

e)

Tidak tengik

48.

Fungsi penambahan alkohol panas pada uji FFA adalah ...

a)

Mengoksidasi lemak

b)

Melarutkan lipid

c)

Mengubah pH

d)

Menetralkan basa

e)

Membentuk emulsi

49.

Minyak dengan bilangan asam rendah menunjukkan kualitas ...

a)

Buruk

b)

Teroksidasi

c)

Baik dan segar

d)

Terhidrolisis

e)

Tidak stabil

50.

Kombinasi uji FFA dan Kreist paling tepat digunakan untuk menilai ...

a)

Kelarutan minyak

b)

Ketidakjenuhan

c)

Kerusakan hidrolitik dan oksidatif

d)

Penyabunan

e)

Emulsifikasi