NEW
Font size
WorksheetsPenilaian Status Gizi
Total questions: 35
Worksheet time: 35mins
Di Posyandu, kader menimbang dan mengukur tinggi badan 40 balita. Beberapa balita mengalami penurunan berat badan dibanding bulan lalu. Puskesmas ingin melakukan deteksi dini masalah gizi dan menentukan kelompok berisiko untuk intervensi cepat. Metode penilaian status gizi yang paling tepat sebagai langkah utama adalah:
Antropometri
Biokimia
Klinis
Biofisik
Statistik vital
Seorang remaja putri 16 tahun mengeluh cepat lelah, pusing, dan tampak pucat. Kader menyimpulkan “pasti anemia” hanya dari pemeriksaan fisik tanpa pemeriksaan lain. Metode penilaian status gizi yang sedang digunakan kader pada kasus tersebut adalah:
Antropometri
Biokimia
Klinis
Biofisik
Survei konsumsi makanan
Di sebuah desa meningkat keluhan “sulit melihat saat senja” pada anak usia sekolah. Tim ingin melakukan pemeriksaan yang menilai fungsi dan perubahan terkait kondisi tersebut untuk peringatan dini. Metode penilaian status gizi yang paling sesuai untuk kasus ini adalah:
Antropometri
Biokimia
Klinis
Biofisik
Faktor ekologi
Dinas Kesehatan kabupaten menyusun prioritas intervensi gizi berdasarkan data kematian, kesakitan, serta laporan penyakit infeksi seperti diare dan TB. Mereka memakai indikator populasi untuk melihat keterkaitan dengan masalah gizi. Metode penilaian status gizi yang paling sesuai dengan penggunaan data tersebut adalah:
Antropometri
Statistik vital
Biofisik
Klinis
Biokimia
Puskesmas ingin mengevaluasi program gizi balita. Pilihan A: survei cepat satu kali pada semua balita bulan ini. Pilihan B: mengikuti balita yang sama setiap 3 bulan selama 1 tahun. Pasangan desain yang benar untuk Pilihan A dan Pilihan B adalah:
A longitudinal, B cross sectional
A cross sectional, B longitudinal
A eksperimen, B cross sectional
A case control, B kohort retrospektif
A kohort prospektif, B case control
Seorang balita lahir 15 Maret 2022 dan diukur pada 10 November 2024 untuk penentuan status gizi. Petugas harus menghitung umur dalam bulan penuh (0 sampai 59 bulan) dengan prinsip pembulatan ke bawah. Umur yang paling tepat dicatat adalah:
30 bulan
31 bulan
32 bulan
33 bulan
34 bulan
Di posyandu, petugas mengukur LiLA balita 3 tahun untuk skrining cepat. Petugas mengukur pada lengan kanan, pita tidak terlalu kencang, tetapi lokasi titik tengah lengan atas belum ditentukan sehingga hasil berbeda-beda. Langkah yang paling benar sebelum mengukur LiLA adalah:
Mengukur dari pergelangan tangan ke siku lalu ambil titik tengahnya
Menentukan titik tengah antara acromion (bahu) dan olecranon (siku), lalu ukur di titik tersebut
Menentukan titik tengah antara bahu dan pergelangan tangan, lalu ukur di titik tersebut
Mengukur di bagian lengan yang paling besar agar hasil maksimal
Mengukur saat lengan menekuk 90 derajat agar pita tidak mudah lepas
Balita sedang skrining gizi dengan pita LiLA. Hasil pengukuran LiLA 12,1 cm. Petugas akan menentukan kategori warna pada pita untuk interpretasi cepat. Kategori warna yang benar adalah:
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Tidak dapat ditentukan karena harus memakai BB dan TB
Pengukuran tinggi badan anak 5 tahun dilakukan dengan microtoise. Petugas melepas sepatu, posisi anak membelakangi dinding, dan membaca angka saat kepala microtoise menyentuh puncak kepala. Namun hasil sering tidak konsisten antar pengukuran. Tindakan yang paling tepat untuk meningkatkan akurasi adalah:
Mengukur pada waktu berbeda agar dapat rata-rata harian
Memastikan anak menempel pada dinding di 5 titik dan pandangan lurus sesuai garis imajiner
Mengizinkan anak memakai topi agar rambut tidak mengganggu
Membaca skala dari samping agar lebih cepat
Mengukur sambil anak berjinjit agar kepala mudah menyentuh alat
Balita 18 bulan rewel dan tidak bisa berdiri di timbangan injak. Petugas menimbang dengan metode ibu menggendong. BB ibu 52,40 kg. BB ibu menggendong anak 61,85 kg. Berat badan anak yang benar adalah:
8,45 kg
9,15 kg
9,45 kg
10,15 kg
10,45 kg
Seorang ibu hamil trimester I datang ANC dengan BB 45 kg dan TB 1,58 m. Petugas menghitung IMT untuk menilai status gizi awal kehamilan. Kesimpulan yang paling tepat adalah:
IMT normal, tidak berisiko masalah gizi
Berisiko KEK karena IMT kurang dari 18,5 kg/m^2
Overweight karena IMT berada pada 25 sampai 29,9 kg/m^2
Obesitas karena IMT 30kg/m2 atau lebih
Tidak dapat dinilai karena IMT hanya bisa dihitung pada awal kehamilan atau sebelum
Bidan ingin melakukan skrining Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dan memilih indikator yang paling stabil karena tidak banyak dipengaruhi massa janin, cairan ketuban, atau edema. Indikator yang paling tepat adalah:
Berat badan
Tinggi badan
IMT
Lingkar Lengan Atas (LiLA)
Kenaikan berat badan per minggu
Pada kunjungan pertama, LiLA seorang ibu hamil tercatat 23,0 cm. Bidan menilai hasil ini sebagai tanda risiko gizi dan perlu konseling serta pemantauan lebih ketat. Interpretasi yang paling tepat adalah:
Normal karena LiLA di atas 22 cm
KEK karena LiLA kurang dari 23,5 cm dan berisiko melahirkan bayi BBLR
Normal karena LiLA tidak dipakai pada ibu hamil
Anemia karena LiLA selalu mencerminkan kadar hemoglobin
Obesitas karena LiLA menunjukkan lemak berlebih
Sebuah puskesmas menyusun jadwal skrining gizi ibu hamil. Mereka ingin skrining awal dilakukan pada waktu yang tepat, lalu pemantauan rutin dilakukan sesuai standar minimal. Pilihan jadwal yang paling sesuai adalah:
LiLA dan IMT pertama kali dinilai pada trimester II, lalu cukup 1 kali sampai persalinan
LiLA dan IMT pertama kali dinilai pada trimester III, lalu setiap minggu
LiLA dan IMT dinilai sejak trimester I, kemudian kontrol rutin setiap bulan atau minimal 4 kali selama kehamilan
LiLA dinilai setelah persalinan karena saat hamil hasil tidak valid
IMT dihitung hanya saat ada keluhan, bukan bagian skrining
Seorang ibu hamil dinilai perlu kunjungan tambahan di luar jadwal rutin karena ditemukan beberapa indikator risiko gizi. Kombinasi indikator yang paling tepat sebagai alasan kunjungan tambahan adalah:
LiLA 24,0 cm dan IMT sebelum hamil 20,0kg/m2
LiLA kurang dari 23,5 cm pada pengukuran pertama, IMT kurang dari 18,5 kg/m^2 sebelum atau awal kehamilan, kenaikan BB tidak sesuai standar, riwayat bayi BBLR, jarak kehamilan kurang dari 2 tahun
Tinggi badan 160 cm tanpa keluhan lain
Tidak ada riwayat BBLR dan jarak kehamilan lebih dari 2 tahun
IMT 22 kg/m^2 dan LiLA 23,8 cm
Seorang remaja putri 16 tahun datang skrining gizi di sekolah. Petugas ingin menilai risiko obesitas sentral dan risiko metabolik secara cepat. Pengukuran yang paling tepat digunakan adalah
Berat badan
Tinggi badan
Lingkar lengan atas
Lingkar panggul
Lingkar pinggang
Petugas UKS mengukur lingkar pinggang remaja, tetapi ia mengukur saat remaja masih menarik napas dan mengambil titik ukur di atas pusar. Agar prosedur sesuai standar, langkah yang paling benar adalah
Mengukur saat inspirasi maksimal pada garis pusar
Mengukur saat inspirasi maksimal di puncak krista iliaka
Mengukur saat ekspirasi akhir pada titik tengah antara tulang rusuk terbawah dan krista iliaka
Mengukur kapan saja yang penting pita ketat dan menekan kulit
Mengukur pada bagian pinggang yang paling kecil agar hasil konsisten
Seorang remaja putri 15 tahun memiliki lingkar pinggang 82 cm. Berdasarkan batas WHO untuk risiko obesitas sentral pada wanita, interpretasi yang paling tepat adalah
Normal, karena risiko dimulai dari 90 cm
Normal, karena risiko dimulai dari 94 cm
Normal, karena lingkar pinggang tidak dipakai pada remaja
Berisiko obesitas sentral, karena pada wanita cut off risiko adalah 80 cm atau lebih
Tidak dapat dinilai karena harus memakai IMT dewasa
Tim gizi sekolah menghitung IMT remaja, lalu ingin menginterpretasikan status gizi secara tepat sesuai umur dan jenis kelamin. Langkah berikutnya yang paling benar adalah
Membandingkan IMT dengan cut off dewasa (18,5, 25, 30)
Membandingkan IMT hanya dengan rata rata kelasnya
Mengubah IMT menjadi persen lemak tubuh tanpa alat lain
Menggunakan tabel BB menurut TB seperti pada balita
Memplot IMT pada kurva IMT menurut umur (BMI for age) menggunakan standar referensi seperti WHO 2007
Seorang remaja laki laki 17 tahun adalah atlet. BB 78 kg dan TB 1,72 m. Hasil IMT terlihat tinggi, tetapi pelatih menyatakan massa ototnya memang besar. Pengukuran tambahan yang paling tepat untuk membantu membedakan massa otot dan lemak adalah
Lingkar panggul saja
Tinggi badan ulang tiga kali
Berat badan setelah makan
Pemeriksaan tekanan darah saja
Ketebalan lipatan kulit (skinfold) untuk memperkirakan komposisi lemak tubuh
Seorang karyawan laki laki usia 32 tahun diperiksa di klinik. Berat badan 72 kg, tinggi badan 1,68 m. Petugas menghitung IMT untuk menentukan status gizi. Interpretasi yang paling tepat adalah
Kurus karena IMT kurang dari 18,5 kg/m²
Normal karena IMT 18,5 sampai 24,9 kg/m²
Overweight karena IMT 25,0 sampai 29,9 kg/m²
Obesitas karena IMT 30,0 kg/m² atau lebih
Tidak dapat dinilai karena IMT hanya untuk lansia
Petugas mengukur lingkar pinggang pasien dewasa untuk menilai risiko obesitas sentral. Pasien memakai pakaian tebal dan petugas mengukur saat pasien menarik napas, di titik sembarang yang terlihat kecil. Prosedur yang paling benar adalah
Mengukur saat inspirasi maksimal agar lingkar pinggang tampak jelas
Mengukur di atas pusar karena paling mudah ditemukan
Mengukur dengan pita miring mengikuti kontur tubuh agar pas
Mengukur saat pasien menahan napas agar tidak bergerak
Mengukur saat ekspirasi, pada titik tengah antara iga paling bawah dan penonjolan iliaka superior, dengan pakaian tipis dan pita horizontal
Seorang wanita 40 tahun diukur lingkar pinggang 88 cm dan lingkar panggul 96 cm. Petugas ingin menghitung Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP atau WHR). Nilai RLPP yang paling tepat adalah
0,80
0,85
0,88
0,92
1,09
Di program skrining kantor, komposisi tubuh diukur menggunakan BIA. Hasil menunjukkan pria A memiliki persen lemak 28%, dan wanita B memiliki persen lemak 34%. Pernyataan yang paling tepat adalah
Pria A tidak obesitas, wanita B obesitas
Pria A dan wanita B obesitas
Pria A obesitas, wanita B belum obesitas berdasarkan ambang persen lemak
Pria A underfat, wanita B healthy
Tidak bisa ditentukan karena BIA tidak menilai persen lemak
Seorang petugas baru menggunakan BIA untuk menilai komposisi tubuh, tetapi bingung urutan perhitungan hasil. Ia ingin menghitung persen lemak tubuh dari data alat. Urutan langkah yang paling benar adalah
Langsung klasifikasikan underfat sampai obesitas tanpa hitung apa pun
Hitung IMT dulu, lalu persen lemak tubuh
Hitung RLPP dulu, lalu persen lemak tubuh
Hitung Body Density (kepadatan tubuh) terlebih dahulu, lalu hitung Persen Lemak Tubuh (%BF)
Hitung lingkar pinggang dulu, lalu Body Density
Seorang lansia 76 tahun dengan kifosis sulit berdiri tegak, sehingga tinggi badan berdiri tidak akurat. Petugas tetap membutuhkan estimasi tinggi badan untuk penilaian status gizi. Pengukuran yang paling tepat dipilih adalah
Lingkar kepala
Lingkar dada
Tebal lemak bawah kulit
Tinggi lutut
Lingkar betis saja
Petugas akan mengukur tinggi lutut pada lansia menggunakan kaliper. Agar hasil valid, prosedur yang paling benar adalah
Mengukur pada kaki kanan lurus, dari mata kaki ke tempurung lutut
Mengukur pada kaki kiri lurus, dari tumit ke pangkal paha
Mengukur pada kaki kiri dengan lutut ditekuk membentuk sudut 90 derajat, kaliper ditempatkan dari tumit sampai bagian proksimal patela, pembacaan ketelitian 0,1 cm
Mengukur pada kaki mana saja, yang penting pasien berdiri
Mengukur jarak dari lutut ke pinggul karena paling mudah
Seorang lansia laki laki umur 78 tahun memiliki tinggi lutut 52 cm. Estimasi tinggi badan menggunakan rumus: TB = 64,19 - (0,04 x usia) + (2,02 x tinggi lutut). Hasil estimasi TB yang paling tepat adalah
156,11 cm
160,11 cm
166,11 cm
172,11 cm
176,11 cm
Seorang lansia memiliki BB 62 kg bulan lalu dan saat ini 58 kg (selang 1 bulan). Keluarga mengira penurunan ini wajar karena nafsu makan menurun. Interpretasi yang paling tepat adalah
Normal pada lansia, tidak perlu perhatian khusus
Tidak bermakna karena harus dinilai per 6 bulan saja
Berisiko malnutrisi karena penurunan BB lebih dari 5% dalam 1 bulan dan perlu intervensi segera
Berisiko hanya bila disertai edema, tanpa edema dianggap aman
Hanya menunjukkan dehidrasi, tidak berkaitan dengan status gizi
Seorang lansia datang ke posyandu lansia untuk pemeriksaan rutin. Saat akan menimbang berat badan, petugas melihat lansia memakai jaket tebal dan membawa tas. Tindakan yang paling tepat agar hasil penimbangan lebih akurat adalah
Menimbang apa adanya agar cepat
Menimbang setelah makan supaya berat stabil
Menimbang sambil memegang pegangan timbangan agar tidak jatuh
Menimbang sambil memakai sepatu agar tidak kedinginan
Meminta melepas jaket tebal, tas, dan benda di kantong sebelum ditimbang
Seorang petugas gizi ingin menilai asupan makan seorang mahasiswa secara kuantitatif. Ia melakukan wawancara terstruktur dan meminta responden mengingat semua makanan dan minuman yang dikonsumsi sejak bangun tidur sampai tidur kembali dalam 24 jam terakhir. Petugas juga melakukan probing untuk cemilan dan bumbu. Metode yang paling tepat adalah
Food list tingkat rumah tangga
Food inventory
Dietary history
Recall 24 jam (24-hour recall)
Food balance sheet
Peneliti ingin mengetahui pola kebiasaan makan remaja selama 1 bulan terakhir, terutama frekuensi konsumsi makanan tertentu. Ia memakai kuesioner berisi daftar 50 sampai 150 jenis makanan dengan pilihan frekuensi seperti tidak pernah, 1 sampai 3 kali per bulan, 1 kali per minggu, 1 kali per hari, dan lebih dari 2 kali per hari. Metode yang paling sesuai adalah
Food weighing
Food record
FFQ (Food Frequency Questionnaire)
Recall 24 jam
Food account
Seorang ibu hamil diminta menilai konsumsi aktualnya secara paling akurat untuk 1 hari. Petugas menimbang dan mencatat semua makanan yang dikonsumsi, serta menimbang sisa makanan agar diketahui jumlah yang benar-benar dimakan. Metode yang paling tepat adalah
Dietary history
FFQ
Food list
Recall 24 jam
Food weighing (penimbangan makanan)
Sebuah survei ingin menilai konsumsi makanan tingkat rumah tangga selama 3 sampai 7 hari. Setiap anggota keluarga mencatat semua makanan dan bahan makanan yang dimakan dalam satuan URT, termasuk cara pengolahannya, serta mencatat makanan yang dikonsumsi di luar rumah. Sisa makanan atau makanan terbuang tidak dihitung. Metode yang dimaksud adalah
Food account
Food inventory
Food balance sheet
Household food record
Food frequency list tanpa porsi
Pemerintah ingin memperkirakan ketersediaan pangan nasional per kapita per tahun. Data dihitung dari produksi, stok, impor, lalu dikurangi penggunaan untuk bibit, ekspor, kerusakan pascapanen, pakan ternak, dan cadangan, kemudian dibagi jumlah penduduk. Metode yang paling tepat adalah?
Household food record
Food inventory
Food account
Dietary history
Food balance sheet
