WorksheetsLATIHAN PERBAIKAN BLOK 3
Total questions: 91
Worksheet time: 46mins
Name
Class
Date
1.
Aktivitas osteoblast dan osteoklast berubah seiring usia. Pada lansia, osteoklast lebih aktif dibanding osteoblast. Konsekuensi utama yang paling tepat dari kondisi ini adalah…
a)
Terjadi peningkatan penebalan tulang panjang
b)
Terjadi penurunan proses remodeling tulang
c)
Menurunnya kepadatan tulang sehingga risiko fraktur meningkat
d)
Terbentuknya tulang woven secara berlebihan
2.
Fraktur pada area lempeng epifisis (growth plate) pada anak dapat menyebabkan…
a)
Tidak ada perubahan karena growth plate tidak berpengaruh terhadap panjang tulang
b)
Gangguan pertumbuhan tulang panjang pada sisi yang cedera
c)
Pertambahan massa tulang pada bagian diafisis secara kompensasi
d)
Percepatan pertumbuhan tulang akibat peningkatan osteoblas
3.
Hiperaktivitas hormon paratiroid dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan…
a)
Hiperkalsemia dan penurunan densitas tulang
b)
Hipokalsemia dan peningkatan densitas tulang
c)
Hiperkalsemia dan peningkatan aktivitas osteoblast
d)
Hipokalsemia dan peningkatan aktivitas osteoklast
4.
Jika unsur organik pada tulang (kolagen) terganggu tetapi unsur anorganik tetap normal, maka tulang cenderung menjadi…
a)
Lebih lunak dan mudah bengkok seperti pada rakitis
b)
Lebih keras tetapi rapuh mudah patah seperti pada osteoporosis
c)
Lebih cepat mengalami regenerasi karena peningkatan remodeling
d)
Tidak berubah karena kolagen tidak mempengaruhi sifat mekanik tulang
5.
Sel epitel usus halus memiliki kebutuhan transport ion yang tinggi. Organela mana yang paling banyak ditemukan pada sel tersebut untuk mendukung fungsi tersebut?
a)
Lisosom
b)
Mitokondria
c)
Peroksisom
d)
Ribosom bebas
6.
Mutasi pada protein connexin dapat menyebabkan gangguan komunikasi antar sel pada jaringan otot jantung. Struktur membran mana yang akan paling terdampak?
a)
Tight junction
b)
Zonula adherens
c)
Desmosom
d)
Gap junction
7.
Sebuah obat baru diketahui menghambat fungsi kompleks Golgi. Efek paling mungkin yang terjadi pada sel adalah…
a)
Protein tidak dapat digunakan dalam sitoplasma
b)
Transport vesikel menuju lisosom terhambat
c)
DNA tidak dapat ditranskripsi menjadi RNA
d)
Tidak terjadi pembentukan ATP dalam jumlah adekuat
8.
Jika sel fagosit (misalnya makrofag) kehilangan kemampuan untuk mempertahankan kondisi asam pada suatu organel, maka proses fagositosis akan terganggu. Organel yang dimaksud adalah…
a)
Lisosom
b)
RER
c)
SER
d)
Ribosom
9.
Pada kondisi tertentu, sel mengalami perpindahan air dari lingkungan dengan tekanan osmotik rendah ke lingkungan dengan tekanan osmotik tinggi melalui membran semipermeabel. Mekanisme ini disebut…
a)
Difusi sederhana
b)
Osmosis
c)
Filtrasi
d)
Transport aktif
10.
Pompa Na⁺/K⁺-ATPase pada membran sel saraf memompa 3 ion Na⁺ keluar dan 2 ion K⁺ masuk sel menggunakan ATP. Pompa ini berperan dalam…
a)
Menghasilkan gradien konsentrasi untuk potensi membran istirahat
b)
Menghasilkan potensial aksi secara langsung
c)
Menjaga pH sitosol tetap stabil
d)
Mengurangi tegangan mekanis pada membran sel
11.
Seorang peneliti memberikan obat yang menghambat semua kanal ion pada membran. Efek paling mungkin pada potensi membran sel adalah…
a)
Potensial membran menjadi lebih negatif
b)
Potensial membran menjadi lebih positif
c)
Tidak terjadi perubahan potensial aksi
d)
Sel kehilangan kemampuan untuk menghasilkan potensial aksi
12.
Sebuah sel perlu memasukkan molekul protein besar dari lingkungan ekstrasel, tetapi molekul tersebut tidak dapat melalui membran secara langsung. Mekanisme paling sesuai adalah…
a)
Difusi terfasilitasi
b)
Pinocytosis
c)
Receptor-mediated endocytosis
d)
Osmosis
13.
Seorang pasien mengalami hipertrofi otot jantung akibat hipertensi kronis. Mekanisme adaptasi yang terjadi pada sel miokard terutama berupa…
a)
Peningkatan jumlah sel
b)
Penurunan ukuran sel
c)
Peningkatan ukuran sel
d)
Perubahan tipe sel yang terdiferensiasi
14.
Kematian jaringan pada pasien TB paru sering memperlihatkan struktur amorf putih kekuningan menyerupai keju. Bentuk nekrosis tersebut dikenal sebagai…
a)
Nekrosis koagulatif
b)
Nekrosis likuefaktif
c)
Nekrosis kaseosa
d)
Nekrosis lemak
15.
Seorang pasien mengalami oklusi arteri sehingga terjadi iskemia pada jaringan ginjal. Pada awal proses, sel ginjal mengalami perburukan fungsi namun masih dapat kembali normal bila perfusi diperbaiki. Kondisi ini disebut…
a)
Irreversible cell injury
b)
Reversible cell injury
c)
Nekrosis koagulatif
d)
Apoptosis fisiologis
16.
Seorang pasien dengan pankreatitis akut mengalami pelepasan enzim lipase ke rongga peritoneum sehingga terjadi area putih berkapur pada mesenterium. Temuan ini sesuai dengan…
a)
Nekrosis kaseosa
b)
Nekrosis lemak dengan saponifikasi
c)
Nekrosis liquefaktif pada SSP
d)
Gangren basah dengan superinfeksi bakteri
17.
Recombinant insulin menggantikan insulin hewan dalam terapi diabetes karena…
a)
Lebih murah untuk diproduksi secara massal
b)
Tidak menimbulkan reaksi imun karena struktur identik dengan insulin manusia
c)
Dapat diberikan secara oral
d)
Memiliki efek kerja lebih cepat dari hormon fisiologis
18.
Antibodi monoklonal digunakan dalam terapi kanker karena dapat…
a)
Menghancurkan semua jenis sel dengan cepat
b)
Menargetkan antigen spesifik pada sel tumor
c)
Menggantikan kebutuhan kemoterapi
d)
Mencegah proliferasi sel normal
19.
Stem cell dewasa (adult stem cells) lebih sering digunakan dalam terapi regeneratif dibanding embryonic stem cell karena…
a)
Lebih mudah ditemukan dalam semua jaringan
b)
Tidak menimbulkan isu etika dan risiko teratoma lebih rendah
c)
Dapat berubah menjadi semua jenis sel tubuh tanpa batas
d)
Berasal dari jaringan embrio yang berbeda
20.
Teknologi biochip memungkinkan analisis ekspresi gen dalam jumlah besar secara bersamaan. Aplikasi klinis paling relevan adalah…
a)
Menentukan golongan darah
b)
Menilai profil ekspresi gen pada tumor untuk menentukan terapi target
c)
Menilai kadar elektrolit darah
d)
Mengukur tekanan darah otomatis
21.
Seorang pasien mengalami mutasi pada reseptor ryanodine (RyR) di membran retikulum sarkoplasma. Potensial aksi tetap berjalan normal pada sarkolema dan T-tubulus. Dampak paling langsung dari kondisi tersebut terhadap kontraksi otot rangka adalah …
a)
Myosin tidak dapat menghidrolisis ATP
b)
Kalsium tidak dilepaskan ke sitosol sehingga cross-bridge gagal terbentuk
c)
Asetilkolin tidak dilepaskan di neuromuscular junction
d)
Troponin C kehilangan afinitas terhadap aktin
22.
Pada kondisi rigor mortis, otot menjadi kaku dan tidak dapat relaksasi. Mekanisme utama yang menjelaskan fenomena ini adalah …
a)
Tidak adanya kalsium untuk memulai kontraksi
b)
ATP tidak tersedia untuk melepaskan ikatan aktin–myosin
c)
Kerusakan permanen pada filamen aktin
d)
Penurunan aktivitas enzim myosin ATP-ase
23.
Seorang pasien mengalami kerusakan neuron motorik alfa yang menginervasi otot okular. Dampak yang paling mungkin terjadi adalah …
a)
Penurunan kekuatan kontraksi global
b)
Hilangnya kemampuan gerakan halus dan presisi
c)
Kelelahan otot yang lebih cepat saat aktivitas berat
d)
Penurunan produksi ATP mitokondria
24.
Seorang atlet marathon memiliki dominasi serabut otot tipe I. Adaptasi seluler yang paling mendukung performanya adalah …
a)
Aktivitas myosin ATP-ase yang tinggi
b)
Kandungan mioglobin dan enzim oksidatif yang tinggi
c)
Sistem sarkotubular yang sangat berkembang
d)
Ketergantungan utama pada glikolisis anaerob
25.
Seorang peneliti menemukan mikroorganisme dengan ciri: tidak memiliki membran inti, dinding sel mengandung peptidoglikan, dan ribosom berukuran 70S. Berdasarkan karakteristik tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah …
a)
Mikroorganisme tersebut merupakan eukariot uniseluler
b)
Mikroorganisme tersebut tergolong bakteri
c)
Mikroorganisme tersebut termasuk virus beramplop
d)
Mikroorganisme tersebut adalah jamur mikroskopis
26.
Seorang mahasiswa melakukan pewarnaan Gram dan mendapatkan hasil bakteri berwarna merah muda. Struktur yang paling berperan terhadap hasil pewarnaan tersebut adalah …
a)
Lapisan peptidoglikan yang tebal
b)
Tidak adanya membran luar
c)
Kandungan lipid yang tinggi pada dinding sel
d)
Keberadaan asam teikoat
27.
Dalam kondisi lingkungan tanpa oksigen, bakteri tertentu tetap mampu menghasilkan energi untuk bertahan hidup. Mekanisme utama yang memungkinkan hal tersebut adalah …
a)
Fosforilasi oksidatif di mitokondria
b)
Glikolisis yang diikuti fermentasi
c)
Siklus Krebs yang optimal
d)
Transpor elektron menggunakan oksigen
28.
Perbedaan mendasar antara replikasi virus dan pembelahan bakteri yang paling berpengaruh terhadap strategi terapi adalah …
a)
Virus memiliki dinding sel, bakteri tidak
b)
Virus bergantung pada mesin metabolik sel inang
c)
Bakteri tidak memerlukan asam nukleat
d)
Virus dapat melakukan metabolisme mandiri
29.
Seorang pasien diberikan obat antihipertensi secara oral, namun efek terapinya jauh lebih rendah dibandingkan pemberian intravena dengan dosis yang sama. Mekanisme farmakokinetik yang paling bertanggung jawab terhadap perbedaan tersebut adalah …
a)
Distribusi obat ke jaringan perifer
b)
Ikatan obat dengan protein plasma
c)
Metabolisme lintas pertama
d)
Eliminasi obat melalui ginjal
30.
Pada kurva dose–response, dua obat A dan B memiliki efektivitas maksimal (Emax) yang sama, namun obat A membutuhkan dosis lebih kecil untuk mencapai efek tersebut dibandingkan obat B. Interpretasi yang paling tepat adalah …
a)
Obat A memiliki efikasi lebih tinggi
b)
Obat A memiliki potensi lebih tinggi
c)
Obat B memiliki afinitas reseptor lebih tinggi
d)
Obat B bersifat agonis parsial
31.
Seorang pasien dengan variasi genetik CYP2D6 ultra-rapid metabolizer diberikan kodein sebagai analgesik. Risiko klinis utama yang mungkin terjadi adalah …
a)
Efek analgesik tidak tercapai
b)
Akumulasi kodein yang tidak termetabolisme
c)
Produksi morfin berlebihan yang meningkatkan risiko toksisitas
d)
Hambatan metabolisme fase II di hati
32.
Konsep “right drug, right dose, right patient” dalam precision medicine paling erat kaitannya dengan …
a)
Farmakodinamik saja
b)
Farmakokinetik saja
c)
Farmakogenomik
d)
Toksikologi klinik
33.
Seorang anak usia 3 tahun memiliki berat dan tinggi badan sesuai kurva pertumbuhan WHO, namun belum mampu menyusun kalimat sederhana dan sulit berinteraksi sosial. Interpretasi yang paling tepat terhadap kondisi tersebut adalah …
a)
Anak mengalami gangguan tumbuh
b)
Anak mengalami gangguan kembang
c)
Anak mengalami retardasi pertumbuhan global
d)
Anak mengalami gangguan nutrisi kronik
34.
Pada pemeriksaan DENVER II, seorang anak usia 18 bulan gagal melakukan satu item pada sektor bahasa yang terletak sepenuhnya di sebelah kiri garis usia. Interpretasi yang paling tepat adalah …
a)
Normal
b)
Caution
c)
Delay
d)
Suspect developmental delay
35.
Manakah kondisi berikut yang paling berisiko menyebabkan gangguan tumbuh kembang secara simultan pada anak?
a)
Riwayat persalinan sectio caesarea
b)
Stimulasi lingkungan yang adekuat
c)
Malnutrisi kronik pada 1000 HPK
d)
ASI eksklusif selama 6 bulan
36.
Seorang anak usia 2 tahun menunjukkan hasil “suspect” pada pemeriksaan DENVER II. Tindakan paling tepat selanjutnya adalah …
a)
Menegakkan diagnosis gangguan perkembangan
b)
Memberikan terapi farmakologis segera
c)
Melakukan pemeriksaan ulang dan rujukan bila perlu
d)
Menyimpulkan hasil sebagai variasi normal perkembangan
37.
DNA polimerase hanya dapat menambahkan nukleotida baru pada ujung 3’ dari rantai DNA yang sedang disintesis. Konsekuensi paling penting dari sifat ini terhadap proses replikasi DNA adalah …
a)
Replikasi DNA hanya terjadi pada satu arah
b)
Kedua untai DNA disintesis secara kontinu
c)
Salah satu untai DNA harus disintesis secara diskontinu
d)
DNA tidak memerlukan primer dalam proses replikasi
38.
Sebuah segmen DNA memiliki kandungan basa sitosin (C) yang tinggi. Implikasi struktur yang paling tepat dari kondisi tersebut adalah …
a)
DNA lebih mudah terdenaturasi karena ikatan hidrogen lemah
b)
DNA lebih stabil karena peningkatan ikatan hidrogen
c)
DNA tidak dapat direplikasi secara semikonservatif
d)
DNA akan berbentuk untai tunggal
39.
Perbedaan utama mekanisme replikasi DNA pada sel eukariot dibandingkan prokariot yang paling berperan dalam efisiensi replikasi adalah …
a)
Replikasi DNA eukariot bersifat konservatif
b)
Sel eukariot memiliki banyak origin of replication
c)
DNA eukariot tidak memerlukan enzim helicase
d)
Sel prokariot tidak memerlukan primer RNA
40.
Pemendekan telomer pada sel somatik manusia berhubungan erat dengan …
a)
Aktivasi telomerase yang berlebihan
b)
Ketidakmampuan DNA polimerase memulai sintesis
c)
Keterbatasan kemampuan replikasi sel
d)
Peningkatan mutasi basa nitrogen
41.
Pada sel eukariotik terjadi mutasi yang menyebabkan RNA polimerase II tidak berfungsi, sedangkan RNA polimerase I dan III tetap normal. Dampak yang PALING TEPAT terhadap sintesis protein adalah …
a)
Sel tidak dapat membentuk rRNA sehingga ribosom tidak terbentuk
b)
Sel tidak dapat membentuk tRNA sehingga asam amino tidak dapat diangkut
c)
Sel tidak dapat membentuk mRNA sehingga translasi tidak dapat berlangsung
d)
Sel tidak dapat melakukan splicing intron pada pre-mRNA
42.
Jika suatu gen eukariotik kehilangan seluruh sekuens intronnya akibat mutasi, maka kemungkinan yang terjadi adalah …
a)
mRNA tidak dapat keluar dari inti sel
b)
Proses translasi menjadi lebih lambat
c)
Splicing tidak diperlukan, tetapi protein tetap dapat disintesis normal
d)
Ribosom gagal mengenali mRNA tersebut
43.
Antibiotik eritromisin menghambat translokasi ribosom pada sel prokariotik. Proses yang secara langsung terganggu akibat pemberian antibiotik ini adalah …
a)
Pengikatan tRNA pada situs A ribosom
b)
Pembentukan ikatan peptida antar asam amino
c)
Pergerakan ribosom ke kodon berikutnya pada mRNA
d)
Pengenalan kodon start oleh tRNA inisiator
44.
Urutan DNA template suatu gen adalah
3’– TAC GGA TTT ACT –5’
Jika terjadi mutasi sehingga kodon stop muncul lebih awal pada mRNA, dampak PALING MUNGKIN terhadap protein yang dihasilkan adalah …
a)
Protein tidak terbentuk sama sekali
b)
Protein menjadi lebih panjang dari normal
c)
Protein memiliki urutan asam amino yang berbeda tetapi panjangnya sama
d)
Protein menjadi lebih pendek dan kemungkinan tidak berfungsi
45.
Pada persilangan monohibrid intermediet, bunga merah (RR) disilangkan dengan bunga putih (rr) menghasilkan seluruh keturunan F1 berwarna merah muda (Rr). Jika F1 disilangkan sesamanya, perbandingan fenotipe F2 yang paling tepat adalah …
a)
3 merah : 1 putih
b)
1 merah : 2 merah muda : 1 putih
c)
1 merah muda : 1 putih
d)
2 merah : 1 putih
46.
Seorang laki-laki buta warna menikah dengan perempuan normal carrier. Kemungkinan anak yang buta warna adalah …
a)
25% anak laki-laki
b)
50% anak laki-laki
c)
50% dari seluruh anak
d)
75% dari seluruh anak
47.
Suatu gen mengalami mutasi berupa penghapusan satu basa nitrogen pada awal rangkaian kodon. Dampak yang paling mungkin terhadap protein hasil ekspresi gen tersebut adalah …
a)
Tidak terjadi perubahan protein
b)
Terjadi perubahan satu asam amino saja
c)
Protein menjadi lebih pendek tetapi urutan awal tetap sama
d)
Seluruh urutan asam amino setelah mutasi berubah
48.
Dalam suatu populasi besar, frekuensi alel resesif (q) untuk penyakit autosomal adalah 0,2. Jika populasi memenuhi syarat Hardy–Weinberg, maka persentase individu carrier adalah …
a)
4%
b)
16%
c)
32%
d)
64%
49.
Suatu enzim mengalami mutasi sehingga sisi alosteriknya tidak dapat mengikat efektor, tetapi sisi aktif tetap normal. Dampak yang PALING MUNGKIN terhadap aktivitas enzim adalah …
a)
Enzim sama sekali tidak dapat mengikat substrat
b)
Aktivitas enzim tidak dapat diregulasi, tetapi reaksi tetap dapat berlangsung
c)
Enzim kehilangan spesifisitas terhadap substrat
d)
Energi aktivasi reaksi meningkat melebihi kondisi tanpa enzim
50.
Suatu enzim diketahui hanya aktif setelah berikatan dengan ion Mg²⁺. Jika enzim tersebut berada dalam bentuk apoenzim, maka kondisi yang tepat adalah …
a)
Enzim aktif dan mampu mengkatalisis reaksi
b)
Enzim tidak aktif karena belum berikatan dengan kofaktor
c)
Enzim mengalami denaturasi permanen
d)
Enzim hanya dapat bekerja pada pH ekstrem
51.
Pada suatu reaksi enzimatik, penambahan inhibitor menyebabkan penurunan Vmax tanpa mengubah Km, dan efek ini tidak dapat diatasi dengan penambahan substrat. Jenis inhibitor tersebut adalah …
a)
Kompetitif
b)
Nonkompetitif
c)
Unkompetitif
d)
Irreversibel
52.
Suatu enzim menunjukkan peningkatan kecepatan reaksi seiring kenaikan suhu, tetapi setelah melewati suhu optimum, aktivitasnya menurun drastis dan tidak dapat kembali normal walaupun suhu diturunkan. Fenomena ini terjadi karena …
a)
Substrat habis bereaksi
b)
Terjadi inhibisi kompetitif oleh produk
c)
Struktur tersier enzim mengalami kerusakan permanen
d)
Ikatan peptida enzim terputus seluruhnya
53.
Menurut Fluid Mosaic Model, perubahan kadar kolesterol pada membran sel akan paling memengaruhi …
a)
Ketebalan lapisan fosfolipid
b)
Identitas antigenik sel
c)
Fluiditas membran dan mobilitas protein
d)
Jumlah protein integral membran
54.
Kanal kalium memiliki selektivitas tinggi terhadap ion K⁺ dibanding Na⁺. Faktor utama yang menentukan selektivitas tersebut adalah …
a)
Perbedaan berat molekul ion
b)
Muatan listrik membran sel
c)
Struktur filter seleksi yang dilapisi oksigen karbonil
d)
Konsentrasi ion di luar sel
55.
Glukosa diserap oleh sel epitel usus bersama ion natrium melalui mekanisme yang bergantung pada gradien natrium. Mekanisme transport tersebut dikategorikan sebagai …
a)
Difusi sederhana
b)
Difusi terfasilitasi
c)
Transport aktif primer
d)
Transport aktif sekunder (ko-transpor)
56.
Jika aktivitas pompa Na⁺–K⁺ pada sel menurun secara signifikan, dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi adalah …
a)
Sel menjadi hipotonik dan menyusut
b)
Sel membengkak akibat masuknya air secara osmosis
c)
Potensial membran menjadi lebih negatif
d)
Peningkatan difusi pasif ion natrium ke luar sel
57.
Seorang pasien mengalami anemia berat disertai leukopenia dan trombositopenia. Pemeriksaan sumsum tulang menunjukkan hiposelularitas tanpa adanya sel ganas. Mekanisme patofisiologis yang paling mungkin mendasari kondisi ini adalah …
a)
Gangguan diferensiasi unipotent normoblast
b)
Kegagalan self-renewal sel punca hematopoietik
c)
Peningkatan destruksi eritrosit di perifer
d)
Hambatan pelepasan sel darah matang ke sirkulasi
58.
Pada keadaan anemia defisiensi besi, ditemukan eritrosit berukuran lebih kecil dari normal (mikrositik). Hal ini paling tepat dijelaskan oleh gangguan pada proses …
a)
Komitmen diferensiasi sel multipoten
b)
Sintesis DNA pada tahap normoblast
c)
Pembentukan hemoglobin selama eritropoiesis
d)
Pelepasan eritrosit dari sumsum tulang
59.
Seorang pasien dengan penyakit myeloproliferatif menunjukkan peningkatan granulosit matang dalam darah perifer, sementara sel-sel imatur jarang ditemukan. Fenomena ini paling tepat dijelaskan oleh …
a)
Aktivasi berlebihan faktor pertumbuhan granulosit
b)
Gangguan migrasi sel imatur ke sirkulasi
c)
Hambatan diferensiasi pada tahap blast
d)
Penurunan apoptosis sel granulosit di perifer
60.
Jika niche sumsum tulang mengalami kerusakan berat, dampak paling signifikan terhadap proses hematopoiesis adalah …
a)
Hilangnya potensi diferensiasi sel unipoten
b)
Gangguan interaksi antara stem cell dan mikroenvironment
c)
Penurunan kadar hormon eritropoietin
d)
Hambatan pembentukan sel darah di limpa
61.
Seorang pasien datang dengan keluhan cepat lelah. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan eritrosit dengan ukuran bervariasi dan terdapat eritrosit berbentuk lonjong (ovalosit). Mekanisme yang paling mungkin mendasari temuan darah tepi tersebut adalah …
a)
Gangguan pelepasan eritrosit matang dari sumsum tulang
b)
Kelainan membran eritrosit yang memengaruhi bentuk sel
c)
Penurunan produksi eritropoietin oleh ginjal
d)
Peningkatan destruksi eritrosit oleh limpa
62.
Pada apusan darah tepi ditemukan peningkatan jumlah neutrofil segmen disertai pergeseran ke kiri (left shift). Kondisi ini paling tepat diinterpretasikan sebagai …
a)
Kegagalan diferensiasi granulosit di sumsum tulang
b)
Respons sumsum tulang terhadap kebutuhan perifer yang meningkat
c)
Gangguan migrasi leukosit dari sirkulasi ke jaringan
d)
Penurunan apoptosis neutrofil matang
63.
Seorang pasien dengan trombositopenia memiliki hasil apusan darah tepi yang menunjukkan ukuran trombosit lebih besar dari normal. Temuan ini menunjukkan bahwa …
a)
Produksi trombosit di sumsum tulang berhenti total
b)
Trombosit besar merupakan tanda peningkatan destruksi perifer
c)
Trombosit besar menandakan trombosit yang lebih tua
d)
Tidak terdapat hubungan antara ukuran trombosit dan proses hematopoiesis
64.
Pada anemia megaloblastik, darah tepi menunjukkan eritrosit berukuran besar (makrosit) disertai neutrofil hipersegmentasi. Hubungan temuan tersebut dengan proses hematopoiesis adalah …
a)
Gangguan pematangan inti sel akibat hambatan sintesis DNA
b)
Peningkatan eritropoiesis akibat hipoksia jaringan
c)
Gangguan pembentukan hemoglobin karena defisiensi besi
d)
Destruksi sel darah di limpa yang berlebihan
65.
Seorang peneliti melakukan uji klinis obat baru pada mahasiswa kedokteran di fakultasnya sendiri. Mahasiswa diminta ikut serta setelah peneliti menjelaskan bahwa partisipasi mereka “akan sangat membantu kelulusan penelitian”. Isu etik utama pada kasus tersebut adalah pelanggaran prinsip …
a)
Beneficence
b)
Justice
c)
Autonomy
d)
Non-maleficence
66.
Dalam sebuah penelitian observasional, peneliti mengklaim manfaat besar bagi masyarakat, namun risiko kebocoran data pribadi peserta cukup tinggi dan mekanisme perlindungan data tidak dijelaskan secara rinci. Prinsip etik yang paling relevan untuk mengevaluasi kelayakan penelitian ini adalah …
a)
Justice dan autonomy
b)
Beneficence dan non-maleficence
c)
Autonomy dan confidentiality
d)
Integrity dan honesty
67.
Seorang peneliti menghapus sebagian data yang tidak sesuai dengan hipotesis awal agar hasil penelitian tampak lebih signifikan secara statistik. Tindakan ini dikategorikan sebagai …
a)
Plagiarisme
b)
Fabrication
c)
Falsification
d)
Conflict of interest
68.
Dalam penelitian uji vaksin, semua peserta berasal dari kelompok ekonomi rendah karena dianggap “lebih mudah direkrut”. Tidak ada alasan ilmiah yang mendasari pemilihan kelompok tersebut. Prinsip etik yang paling jelas dilanggar adalah …
a)
Autonomy
b)
Beneficence
c)
Justice
d)
Confidentiality
69.
Seorang jenazah ditemukan di dalam ruangan tertutup dengan suhu lingkungan rendah. Pada pemeriksaan ditemukan rigor mortis sudah menyeluruh, namun livor mortis masih dapat berpindah bila ditekan. Interpretasi paling tepat terkait waktu kematian adalah …
a)
Kematian baru terjadi < 2 jam
b)
Kematian terjadi sekitar 2–4 jam
c)
Kematian terjadi sekitar 6–12 jam
d)
Kematian terjadi > 24 jam
70.
Pada pemeriksaan luar jenazah korban kecelakaan lalu lintas ditemukan livor mortis berwarna merah terang (cherry red). Temuan ini paling mungkin berkaitan dengan …
a)
Kematian akibat perdarahan masif
b)
Keracunan karbon monoksida
c)
Asfiksia mekanik akibat trauma tumpul
d)
Hipotermia berat
71.
Dalam proses identifikasi forensik pada korban bencana massal, metode yang paling akurat dan memiliki nilai pembuktian tertinggi adalah …
a)
Identifikasi visual oleh keluarga
b)
Pemeriksaan golongan darah
c)
Analisis sidik jari
d)
Pemeriksaan DNA
72.
Seorang jenazah ditemukan dengan tanda pembusukan lanjut. Pada kondisi ini, tanda kematian yang masih dapat digunakan secara relatif untuk memperkirakan waktu kematian adalah …
a)
Rigor mortis
b)
Livor mortis
c)
Suhu tubuh
d)
Derajat pembusukan
73.
Seorang dokter menghadapi dilema ketika seorang pasien yang menjalani tes genetik diketahui memiliki mutasi genetik yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit keturunan yang fatal. Pasien tersebut memohon kepada dokter agar tidak memberitahukan hal ini kepada saudara kandungnya yang juga berencana memiliki anak. Berdasarkan prinsip etik kedokteran yang berlaku di Indonesia, tindakan manakah yang paling mencerminkan kompleksitas kewajiban dokter?
a)
Menghormati otonomi pasien secara mutlak dengan tidak memberikan informasi tersebut kepada siapa pun sesuai hak privasi.
b)
Segera memberitahu saudara kandung pasien secara sepihak untuk memenuhi prinsip beneficence dan melindungi orang lain.
c)
Melakukan konseling genetik lanjutan untuk membantu pasien memahami dampak informasi tersebut bagi keluarganya sebelum mengambil keputusan.
d)
Mengabaikan permintaan pasien karena dalam kasus genetika, otonomi pasien selalu dibatasi oleh kepentingan anggota keluarga lainnya.
74.
Kebijakan Siti Fadilah Supari dalam menolak berbagi sampel virus H5N1 ke WHO tanpa mekanisme Benefit Sharing yang jelas didasarkan pada kekhawatiran terhadap "eksploitasi genetik". Jika kebijakan ini dihubungkan dengan prinsip Justice (Keadilan) dalam teknologi genetika, manakah argumen yang paling relevan?
a)
Keadilan hanya dapat dicapai jika semua data genetik dipatenkan oleh negara asal untuk meningkatkan pendapatan nasional.
b)
Pentingnya distribusi manfaat yang adil dan merata atas hasil riset genetik agar tidak terjadi diskriminasi ekonomi terhadap negara berkembang.
c)
Setiap negara memiliki hak mutlak untuk menutup akses informasi genetik demi menjaga kedaulatan tanpa perlu transparansi global.
d)
Prinsip keadilan mewajibkan negara berkembang untuk selalu memberikan sampel secara gratis demi kepentingan kemanusiaan global.
75.
Indonesia memiliki regulasi ketat melalui PP No. 21 Tahun 2005 dan secara umum melarang rekayasa genetika pada manusia karena dianggap melanggar kodrat. Namun, teknologi CRISPR-Cas9 terus berkembang secara global. Apa risiko sosial-budaya terbesar yang mungkin terjadi jika pengeditan genetik pada garis keturunan (germline) dilakukan tanpa pengawasan ketat?
a)
Meningkatnya efisiensi pengobatan penyakit kanker secara personal melalui metode farmakogenomik
b)
Terjadinya homogenitas atau hilangnya keanekaragaman genetik manusia karena fokus hanya pada sifat-sifat yang dianggap "diinginkan".
c)
Mempercepat proses produksi insulin dan vaksin yang lebih murah bagi masyarakat luas melalui modifikasi bakteri.
d)
Meningkatkan kemampuan dokter dalam memprediksi efektivitas obat berdasarkan satu kode genetik pasien.
76.
Seorang peneliti ingin mengembangkan terapi yang sangat personal dengan mempelajari interaksi banyak gen sekaligus untuk melihat respons pasien terhadap obat kanker. Berdasarkan materi, pendekatan ini lebih tepat dikategorikan sebagai...
a)
Farmakogenetik, karena berfokus pada bagaimana satu kode genetik memengaruhi respons tubuh terhadap obat.
b)
Terapi Gen, karena tujuannya adalah memasukkan DNA baru untuk mengganti gen yang rusak secara permanen.
c)
Farmakogenomik, karena mempelajari genom pasien secara luas termasuk interaksi gen yang kompleks untuk pengobatan personal.
d)
Rekayasa Genetika, karena melibatkan penggunaan mikroorganisme untuk memproduksi protein terapeutik.
77.
Perhatikan fragmen urutan basa nitrogen pada rantai DNA sense normal dan mutan yang mengode rantai $\beta$-globin berikut:
Normal: ... GAG ... (Asam amino: Glutamat)
Mutan: ... GTG ... (Asam amino: Valin)
Jika diketahui bahwa perubahan ini menyebabkan penyakit Anemia Sel Sabit (Sickle Cell Anemia), manakah analisis yang paling tepat mengenai dampak perubahan struktur protein tersebut terhadap fungsi fisiologis sel darah merah?
a)
Mutasi tersebut merupakan silent mutation sehingga tidak mengubah bentuk sel darah merah secara signifikan.
b)
Perubahan dari asam amino polar (glutamat) menjadi non-polar (valin) menyebabkan molekul hemoglobin mengendap saat kadar oksigen rendah, sehingga sel darah merah berbentuk sabit.
c)
Mutasi menyebabkan pergeseran rangka (frameshift) yang mengakibatkan rantai globin menjadi lebih pendek dan tidak berfungsi sama sekali.
d)
Penggantian basa nitrogen menyebabkan penghentian prematur proses translasi (kodon stop), sehingga hemoglobin tidak terbentuk.
78.
Seorang ibu yang hamil di usia di atas 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak dengan Down Syndrome (Trisomi 21). Secara sitogenetik, anak tersebut memiliki jumlah kromosom 47. Manakah pernyataan di bawah ini yang menjelaskan mekanisme kegagalan pembelahan sel yang paling mungkin melandasi kondisi tersebut?
a)
Terjadinya pindah silang tidak seimbang (unequal crossing over) pada saat profase I meiosis.
b)
Adanya mutasi pada gen penyandi enzim DNA repair sehingga kerusakan DNA pada sel telur tidak bisa diperbaiki.
c)
Peristiwa nondisjunction (gagal berpisah) pada pasangan kromosom ke-21 selama proses oogenesis akibat penurunan kualitas sel telur.
d)
Delesi pada lengan pendek kromosom nomor 5 yang mengakibatkan gangguan perkembangan saraf pusat.
79.
Diberikan urutan mRNA normal: 5'- AGA CAA CUC GAC UUG UGC -3'. Jika terjadi mutasi berupa insersi satu basa nitrogen G setelah urutan AGA (kodon pertama), maka urutan baru menjadi: 5'- AGA GCA ACU CGA CUU GUG C -3'. Berdasarkan konsep frameshift mutation, apa konsekuensi logis dari perubahan tersebut terhadap protein yang dihasilkan?
a)
Hanya satu asam amino yang berubah, sedangkan asam amino lainnya tetap sama (missense mutation).
b)
Tidak ada perubahan pada urutan asam amino karena kodon baru mengode asam amino yang sama (silent mutation).
c)
Terjadi perubahan pada seluruh urutan asam amino setelah titik insersi, yang kemungkinan besar mengubah struktur dan fungsi protein secara drastis.
d)
Proses translasi akan berhenti tepat di titik insersi karena terbentuknya kodon stop secara instan.
80.
Penyakit Cystic Fibrosis disebabkan oleh mutasi pada gen CFTR (Cystic Fibrosis Transmembrane Regulator) yang mengakibatkan hilangnya satu kodon penyandi fenilalanin (DeltaF508)1212. Kondisi ini menyebabkan protein pengatur pertukaran ion Na dan Cl tidak berfungsi dengan baik1313. Manakah analisis gejala klinis yang paling konsisten dengan gangguan transpor ion tersebut berdasarkan materi?
a)
Produksi lendir (sekret) pada saluran pernapasan dan pencernaan menjadi sangat kental dan lengket, memicu infeksi paru dan gangguan absorbsi nutrisi.
b)
Terjadi penumpukan asam amino fenilalanin dalam darah yang menyebabkan kerusakan jaringan otak dan retardasi mental.
c)
Kegagalan pembentukan tulang panjang sehingga penderita memiliki tubuh pendek namun dengan proporsi kepala yang besar.
d)
Darah sulit membeku saat terjadi luka karena kekurangan faktor pembekuan VIII atau IX.
81.
Plasmodium falciparum memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imun inang melalui mekanisme variasi antigenik yang melibatkan ekspresi gen var yang menyandi protein PfEMP1. Jika sebuah populasi parasit kehilangan kemampuan untuk melakukan switching (perpindahan) ekspresi gen var dan hanya mengekspresikan satu jenis varian PfEMP1 secara permanen, manakah konsekuensi klinis yang paling mungkin terjadi pada inang?
a)
Parasit akan lebih mudah menembus jaringan parenkim organ dalam karena ekspresi protein yang stabil.
b)
Tubuh inang akan lebih cepat membentuk antibodi spesifik yang mampu mengeradikasi infeksi secara total setelah paparan awal.
c)
Laju mutasi genetik parasit akan meningkat drastis sebagai kompensasi atas hilangnya variasi antigenik.
d)
Parasit akan menjadi resisten terhadap semua jenis obat antimalaria karena protein permukaan yang tidak berubah.
82.
Banyak parasit protozoa menggunakan strategi penekanan imun (immune suppression) selama infeksi kronis. Manakah dari mekanisme berikut yang menjelaskan bagaimana strategi ini secara molekuler menguntungkan kelangsungan hidup parasit di dalam jaringan inang?
a)
Meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi untuk mempercepat lisis sel inang.
b)
Menstimulasi proliferasi sel limfosit B secara berlebihan agar terjadi kelelahan metabolik pada inang.
c)
Menginduksi apoptosis pada sel-sel imun atau memodulasi pelepasan sitokin anti-inflamasi (seperti IL-10) untuk menghambat respon sitotoksik.
d)
Mengubah struktur membran plasma parasit menjadi mirip dengan kolesterol sel inang agar tidak terdeteksi oleh makrofag.
83.
Dalam invasi jaringan, beberapa helminth mengeluarkan enzim protease ke lingkungan ekstraseluler. Berdasarkan analisis biologi molekuler, jika enzim protease ini dihambat secara kompetitif, dampak langsung apa yang akan dialami oleh parasit tersebut?
a)
Kegagalan dalam proses replikasi DNA inti sel parasit.
b)
Ketidakmampuan parasit untuk menembus matriks ekstraseluler dan membran basal jaringan inang.
c)
Parasit tidak dapat menyerap glukosa dari aliran darah inang karena saluran transporter tersumbat.
d)
Gangguan pada sistem ekskresi parasit yang menyebabkan akumulasi amonia dalam tubuh parasit.
84.
Keanekaragaman genetik pada parasit sering kali menjadi tantangan utama dalam pengembangan vaksin. Mengapa parasit dengan tingkat polimorfisme genetik yang tinggi pada protein permukaannya lebih sulit ditargetkan oleh vaksin dibandingkan parasit dengan genom yang stabil?
a)
Vaksin tidak dapat memicu respon sel T memori pada organisme dengan genom polimorfik.
b)
Protein permukaan yang polimorfik biasanya memiliki berat molekul yang terlalu kecil untuk dikenali sistem imun.
c)
Epitop yang dikenali oleh sistem imun terus berubah antar strain, sehingga antibodi hasil vaksinasi hanya efektif melawan sebagian kecil populasi parasit.
d)
Genom yang tidak stabil menyebabkan parasit dapat mengubah jenis asam nukleatnya dari DNA menjadi RNA untuk menghindari deteksi.
85.
Seorang petani terpapar residu pestisida secara kronis yang memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) di dalam sel tubuhnya. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya peningkatan kadar 8-oxo-deoxyguanosine (8-oxo-dG) yang signifikan. Berdasarkan mekanisme proteksi seluler, jalur perbaikan DNA manakah yang paling aktif bekerja untuk mengatasi kerusakan spesifik tersebut?
a)
Nucleotide Excision Repair (NER) karena menangani kerusakan yang mengubah struktur heliks secara masif.
b)
Base Excision Repair (BER) melalui peran enzim spesifik seperti OGG1 untuk mengenali modifikasi basa tunggal.
c)
Non-Homologous End Joining (NHEJ) untuk menyambung kembali untai DNA yang putus akibat oksidasi.
d)
Homologous Recombination (HR) dengan menggunakan kromatid saudara sebagai cetakan perbaikan basa.
86.
Seorang pekerja di industri pengolahan kayu sering terpapar asap pembakaran yang mengandung Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH) seperti benzo[a]pyrene. Jika pekerja tersebut memiliki kelainan genetik yang menyebabkan defisiensi pada mekanisme Nucleotide Excision Repair (NER), risiko kesehatan yang paling relevan dan berbahaya adalah...
a)
Akumulasi single-strand breaks (SSB) yang dengan cepat memicu apoptosis seluler.
b)
Terbentuknya bulky adducts yang tidak terperbaiki, sehingga meningkatkan risiko karsinogenesis.
c)
Terjadinya kegagalan replikasi total akibat hambatan pada aktivitas enzim topoisomerase.
d)
Peningkatan mutasi herediter yang akan langsung diturunkan kepada keturunannya.
87.
Dalam sebuah penelitian agromedis, peneliti ingin mengukur tingkat fragmentasi DNA pada sel darah putih petani yang terpapar herbisida secara langsung. Peneliti membutuhkan metode yang dapat memvisualisasikan "ekor" DNA yang bermigrasi keluar dari inti sel akibat kerusakan untai. Teknik pemeriksaan yang paling tepat dipilih adalah...
a)
Polymerase Chain Reaction (PCR)
b)
Flowcytometry
c)
Comet Assay
d)
DNA Sequencing
88.
Proses metabolisme xenobiotik di dalam tubuh dapat mengubah suatu zat menjadi lebih toksik atau kurang toksik. Apabila seorang individu terpapar toksikan lingkungan dan mengalami aktivasi berlebihan pada sistem Cytochrome P-450 tanpa diimbangi oleh reaksi Fase II (seperti konjugasi glutation), konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada makromolekul DNA adalah...
a)
Percepatan ekskresi toksikan melalui ginjal karena sifatnya menjadi lebih polar.
b)
Peningkatan interaksi metabolit reaktif dengan DNA yang memicu kerusakan genetik.
c)
Stabilisasi struktur heliks DNA karena adanya ikatan kovalen dengan polar group.
d)
Penurunan ambang batas (threshold effect) sehingga tubuh menjadi lebih toleran terhadap dosis tinggi.
89.
Analisis Pewarisan Alel Dalam sebuah uji paternitas, hasil pemeriksaan pada satu lokus genetik menunjukkan data sebagai berikut:
Ibu: Genotipe (12, 14)
Anak: Genotipe (12, 11)
Terduga Ayah A: Genotipe (11, 15)
Terduga Ayah B: Genotipe (12, 14)
Berdasarkan prinsip dasar paternitas, kesimpulan yang paling tepat adalah...
a)
Terduga Ayah B adalah ayah biologis karena memiliki alel 12 yang sama dengan anak.
b)
Terduga Ayah A tidak mungkin menjadi ayah biologis karena tidak memiliki alel 12.
c)
Terduga Ayah A adalah kandidat ayah biologis karena anak memiliki alel 11 yang tidak berasal dari ibu.
d)
Kedua terduga ayah memiliki peluang yang sama karena keduanya berbagi setidaknya satu alel dengan anak.
90.
Seorang ibu hamil ingin melakukan uji paternitas sebelum bayinya lahir, namun ia memiliki kekhawatiran tinggi terhadap risiko keguguran karena riwayat medis sebelumnya. Metode manakah yang paling direkomendasikan secara medis untuk kasus ini, dan apa alasannya?
a)
Amniosintesis, karena dapat sekaligus mendiagnosis kelainan genetik seperti Down Syndrome.
b)
Pengambilan sampel darah tepi ibu (cfDNA), karena bersifat non-invasif dan tidak berisiko bagi janin.
c)
Analisis usap bukal janin, karena memberikan akurasi profil DNA hingga 99,99%
d)
Pengambilan cairan ketuban, karena mengandung sel janin yang lebih banyak untuk analisis STR.
91.
Komposisi Genom dalam Forensik Berdasarkan diagram struktur genom manusia, mengapa analisis forensik dan paternity test lebih banyak memanfaatkan daerah DNA non-coding dibandingkan daerah coding (gen)?
a)
Daerah coding tidak mengandung informasi genetik yang bisa diwariskan dari orang tua.
b)
Daerah non-coding (seperti STR) memiliki variasi (polimorfisme) yang sangat tinggi antar individu.
c)
Hanya daerah non-coding yang memiliki struktur kromosom homolog dalam sel somatik.
d)
Daerah coding terlalu pendek (hanya 1.5% dari genom) sehingga sulit untuk diekstraksi.
100 %
