wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS 2025 2026 Kespro Situasi Bencana

Total questions: 25

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah gempa bumi berkekuatan 7,0 SR baru saja melanda sebuah provinsi, menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah dan ribuan pengungsi. Tim kesehatan reproduksi (Kespro) tiba di lokasi pada hari ke-2. Langkah pertama dan paling prioritas yang harus dilakukan oleh koordinator tim Kespro dalam fase awal tanggap darurat ini adalah:

a)

Mengadakan pelatihan jangka panjang bagi bidan desa.

b)

Mengidentifikasi Koordinator Kespro dan mengaktifkan mekanisme koordinasi.

c)

Melakukan survei kepuasan pengungsi terhadap layanan kesehatan.

d)

Mendirikan klinik fertilitas untuk pasangan yang ingin segera hamil.

e)

Membagikan brosur tentang metode kontrasepsi jangka panjang (IUD/Implan).

2.

Di sebuah kamp pengungsian banjir bandang, seorang bidan menemukan bahwa banyak ibu hamil yang akan melahirkan dalam waktu dekat, namun akses ke fasilitas kesehatan terputus total. Untuk mencegah infeksi pada saat persalinan darurat yang mungkin terjadi di tenda pengungsi, alat apa yang paling tepat didistribusikan kepada ibu hamil trimester akhir?

a)

RH Kit 2 (Kit Persalinan Bersih Perorangan)

b)

Paket Suplemen Besi dan Folat

c)

RH Kit 6 (Kit Persalinan Klinik)

d)

Dignity Kit (Paket Kebersihan Wanita)

e)

RH Kit 11 (Kit Rujukan Tingkat Rumah Sakit)

3.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke pos kesehatan di pengungsian dengan mengaku telah diperkosa oleh orang tak dikenal saat mengambil air bersih 3 jam yang lalu. Petugas kesehatan harus segera memberikan penanganan medis. Tindakan medis prioritas apa yang harus diberikan dalam kurun waktu <72 jam?

a)

Melaporkan kejadian kepada polisi sebelum tindakan medis.

b)

Pemeriksaan USG untuk melihat kondisi rahim.

c)

Kontrasepsi darurat dan profilaksis pasca pajanan (PEP) HIV.

d)

Visum et repertum untuk keperluan hukum.

e)

Pemberian konseling rohani mendalam.

4.

Berdasarkan Rapid Health Assessment (RHA) di lokasi bencana dengan populasi pengungsi 50.000 jiwa, diperkirakan angka kelahiran kasar (CBR) adalah 4%. Tim logistik perlu menghitung estimasi jumlah wanita hamil di pengungsian tersebut untuk penyediaan suplementasi dan perencanaan persalinan. Berapa estimasi jumlah wanita hamil yang ada?

a)

200 orang

b)

2.000 orang

c)

500 orang

d)

5.000 orang

e)

1.000 orang

5.

Di penampungan pengungsi, dilaporkan bahwa toilet wanita letaknya jauh di ujung kamp, gelap di malam hari, dan pintunya tidak bisa dikunci. Beberapa wanita melaporkan merasa tidak aman. Intervensi apa yang paling tepat untuk mencegah Kekerasan Berbasis Gender (KBG) terkait situasi ini?

a)

Memindahkan semua pengungsi pria ke kamp yang berbeda.

b)

Berkoordinasi dengan sektor Air dan Sanitasi (WASH) untuk memperbaiki penerangan dan memasang kunci toilet.

c)

Membagikan alat semprot merica kepada setiap wanita.

d)

Melarang wanita keluar tenda setelah matahari terbenam.

e)

Menyuruh wanita hanya menggunakan toilet di siang hari.

6.

Seorang ibu hamil 34 minggu di pengungsian mengalami kejang-kejang dan tekanan darah 170/110 mmHg. Bidan di pos kesehatan mendiagnosis eklampsia. Apa tindakan awal (loading dose) yang harus diberikan sebelum merujuk pasien tersebut?

a)

Pemberian Magnesium Sulfat (MgSO4) sesuai prosedur.

b)

Infus cairan Dextrose 5% secepat mungkin.

c)

Melakukan persalinan vakum segera di tempat.

d)

Pemberian tablet tambah darah (Fe).

e)

Injeksi Oksitosin 10 IU IM.

7.

Dalam situasi bencana, stok obat antiretroviral (ARV) di rumah sakit daerah menipis. Seorang pasien ODHIV (Orang Dengan HIV) datang ke pos kesehatan karena obatnya habis. Apa prioritas tindakan terkait HIV dalam kerangka PPAM?

a)

Memastikan keberlanjutan pengobatan ARV bagi pasien yang sudah terdiagnosis sebelumnya.

b)

Memulai skrining massal HIV pada seluruh pengungsi.

c)

Mengisolasi pasien HIV dari pengungsi lain.

d)

Melakukan sunat massal untuk pencegahan HIV.

e)

Menghentikan pengobatan sementara sampai situasi stabil.

8.

Bidan di posko pengungsian menerima keluhan dari banyak remaja putri dan wanita dewasa bahwa mereka kesulitan menjaga kebersihan diri saat menstruasi karena tidak ada pembalut, sehingga mereka malu keluar tenda. Apa intervensi yang tepat untuk masalah ini?

a)

Menyarankan penggunaan kain kotor bekas.

b)

Memberikan penyuluhan tentang anatomi reproduksi.

c)

Merujuk ke rumah sakit jiwa untuk masalah psikologis.

d)

Mendistribusikan 'Dignity Kit' (Kit Kebersihan/Martabat).

e)

Membagikan kondom secara gratis.

9.

Seorang ibu pasca melahirkan 3 hari yang lalu di tenda pengungsian mengalami demam tinggi (39°C), nyeri perut bawah, dan keluar cairan berbau busuk dari jalan lahir. Kondisi sanitasi di tenda sangat buruk. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Bendungan ASI

b)

Sepsis Puerperalis (Infeksi Nifas)

c)

Depresi Postpartum

d)

Subinvolusi Uteri tanpa infeksi

e)

Preeklampsia Postpartum

10.

Fase akut bencana telah berlalu dan situasi mulai stabil (sekitar 3 bulan pasca bencana). Layanan kesehatan dasar sudah pulih. Apa langkah selanjutnya terkait program kesehatan reproduksi?

a)

Membubarkan tim kesehatan dan pulang.

b)

Transisi dari PPAM ke Pelayanan Kesehatan Reproduksi Komprehensif (PKRK).

c)

Menghentikan semua layanan kesehatan reproduksi.

d)

Terus menjalankan Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) selamanya.

e)

Hanya fokus pada kesehatan lingkungan.

11.

Seorang pria datang ke tenda medis dengan keluhan kencing nanah dan nyeri. Fasilitas laboratorium mikroskopis hancur akibat gempa. Bagaimana pendekatan pengobatan yang tepat untuk pasien ini sesuai pedoman situasi bencana?

a)

Memberikan parasetamol saja.

b)

Menunggu sampai laboratorium dibangun kembali.

c)

Meminta pasien minum jamu herbal.

d)

Merujuk pasien ke luar pulau.

e)

Menggunakan Pendekatan Sindrom (Syndromic Approach).

12.

Dalam sebuah posko kesehatan, seorang perawat kehabisan sarung tangan steril saat merawat luka terbuka pengungsi. Ia memutuskan untuk mencuci sarung tangan bekas pakai dan menggunakannya kembali ke pasien lain. Prinsip apa yang dilanggar dalam Tujuan 3 PPAM (Pencegahan HIV)?

a)

Manajemen Sindrom IMS.

b)

Kekerasan Berbasis Gender.

c)

Transfusi Darah Aman.

d)

Kewaspadaan Standar (Standard Precautions).

e)

Distribusi Kondom.

13.

Seorang akseptor KB Pil datang ke posko kesehatan dan mengatakan pil KB-nya hilang terbawa banjir. Ia ingin tetap menunda kehamilan. Stok pil KB tersedia di posko. Tindakan apa yang paling tepat?

a)

Menolak memberikan karena bukan kasus gawat darurat.

b)

Memaksa ibu tersebut mengganti metode ke IUD.

c)

Memberikan kondom sebagai satu-satunya pilihan.

d)

Memberikan suplai pil KB untuk melanjutkan pemakaian.

e)

Menyuruh ibu tersebut pantang berkala saja.

14.

Seorang bayi baru lahir di tenda darurat tampak biru dan tidak bernapas spontan. Bidan segera melakukan langkah resusitasi. Langkah awal yang paling krusial untuk menjaga suhu tubuh bayi agar tidak hipotermia adalah:

a)

Memberikan susu formula hangat.

b)

Membungkus dengan kain basah.

c)

Mengeringkan bayi dan melakukan kontak kulit-ke-kulit (Inisiasi Menyusu Dini).

d)

Memandikan bayi segera agar bersih.

e)

Meniup-niup tubuh bayi.

15.

Sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) asing datang membawa bantuan berupa ribuan kaleng susu formula dan botol susu untuk bayi di pengungsian. Apa respon yang tepat dari koordinator kesehatan berdasarkan pedoman pemberian makan bayi dan anak (PMBA) dalam situasi bencana?

a)

Mewajibkan ibu menyusui berhenti menyusui dan beralih ke susu formula.

b)

Mencampur susu formula dengan makanan pengungsi dewasa.

c)

Menerima dan menyimpannya, serta melakukan pengawasan ketat distribusinya hanya untuk bayi yang benar-benar membutuhkan (piatu/indikasi medis).

d)

Menjual susu formula tersebut untuk dana operasional.

e)

Segera membagikan susu formula kepada semua bayi.

16.

Seorang wanita mengalami perdarahan hebat setelah melahirkan di rumah sakit lapangan. Bidan mendiagnosis Atonia Uteri. Tindakan pertama yang harus dilakukan sambil mempersiapkan infus dan obat-obatan adalah:

a)

Melakukan kuretase.

b)

Kompresi Bimanual (KBI/KBE) atau Masase Uterus.

c)

Memberikan minum air gula.

d)

Merujuk langsung tanpa tindakan.

e)

Mencari donor darah.

17.

Dalam manajemen logistik Kespro, terdapat paket obat dan alat yang disebut 'RH Kit'. Kit manakah yang dirancang khusus untuk menangani komplikasi keguguran atau abortus inkomplit di fasilitas kesehatan?

a)

Kit 0 (Administrasi)

b)

Kit 12 (Transfusi Darah)

c)

Kit 4 (Kontrasepsi Oral)

d)

Kit 8 (Penanganan Keguguran/Management of Miscarriage)

e)

Kit 1 (Kondom)

18.

Tim medis menemukan sekelompok remaja di pengungsian yang melakukan perilaku berisiko (seks bebas, penggunaan napza) karena stres dan kurangnya pengawasan. Pendekatan apa yang paling sesuai untuk kelompok remaja ini?

a)

Mengurung mereka di tenda khusus.

b)

Memberikan uang saku lebih.

c)

Mengabaikan karena bukan prioritas.

d)

Pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) dan edukasi teman sebaya.

e)

Menghukum mereka secara fisik.

19.


Seorang jurnalis meminta data nama dan alamat lengkap korban pemerkosaan yang dirawat di klinik lapangan untuk keperluan berita. Apa respon etis petugas kesehatan?

a)

Memberikan data demi publisitas bantuan.

b)

Menolak memberikan identitas demi menjaga kerahasiaan (confidentiality) dan keamanan korban.

c)

Meminta bayaran untuk data tersebut.

d)

Memberikan data asalkan jurnalis berjanji menyamarkan foto.

e)

Menyuruh jurnalis mewawancarai korban langsung saat sedang dirawat.

20.

Di sebuah desa terisolir pasca gempa, ditemukan ibu hamil yang terluka akibat reruntuhan. Status imunisasi tetanusnya tidak diketahui. Tindakan pencegahan apa yang penting diberikan?

a)

Kompres es batu.

b)

Isolasi di ruang steril.

c)

Pemberian Vitamin A dosis tinggi.

d)

Pemberian vaksin Hepatitis B.

e)

Pemberian Tetanus Toksoid (TT) / Anti Tetanus Serum (ATS) sesuai indikasi.

21.

Untuk memastikan pasokan darah aman bagi ibu hamil yang mengalami perdarahan (Hemorrhage) dan membutuhkan transfusi, Kit RH nomor berapa yang harus disediakan di tingkat fasilitas rujukan?

a)

Kit 5

b)

Kit 12

c)

Kit 7

d)

Kit 3

e)

Kit 10

22.

Seorang wanita korban bencana terlihat menarik diri, diam, dan ketakutan. Petugas kesehatan ingin memberikan dukungan awal psikologis. Prinsip 'Psychological First Aid' (PFA) manakah yang benar?

a)

Menjanjikan bahwa semua akan baik-baik saja.

b)

Look, Listen, and Link (Lihat, Dengar, dan Hubungkan).

c)

Meninggalkan korban sendirian agar tenang.

d)

Memberikan diagnosis gangguan jiwa segera.

e)

Memaksa korban menceritakan detail kejadian traumatisnya agar lega.

23.

Dalam situasi bencana, risiko penularan HIV dapat meningkat karena beberapa faktor. Manakah faktor risiko yang BUKAN merupakan dampak langsung situasi bencana?

a)

Mutasi virus HIV menjadi lebih ganas karena gempa.

b)

Peningkatan penggunaan jarum suntik bergantian akibat rusaknya fasilitas.

c)

Adanya seks transaksional demi mendapatkan makanan/bantuan.

d)

Terputusnya akses ke kondom.

e)

Adanya kekerasan seksual.

24.

Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di wilayah bencana rusak berat. Bidan perlu merujuk ibu dengan retensio plasenta ke rumah sakit terdekat yang berjarak 4 jam perjalanan. Apa yang harus disiapkan selama transportasi rujukan?

a)

Menunggu ambulans datang meskipun memakan waktu 1 hari.

b)

Stabilisasi kondisi (pasang infus), dampingi oleh tenaga kesehatan, dan bawa surat rujukan/kit emergensi.

c)

Menyuruh keluarga membawa pasien sendiri naik motor.

d)

Memberikan makan kenyang sebelum berangkat.

e)

Membiarkan pasien tidur tanpa gangguan.

25.

Pada pertemuan koordinasi klaster kesehatan, disepakati bahwa semua lembaga bantuan harus mematuhi standar Sphere Project dalam memberikan layanan kesehatan. Apa indikator kunci terkait kesehatan ibu dalam standar minimal tersebut?

a)

Bidan hanya bekerja pada jam kerja kantor (08.00-16.00).

b)

Persalinan dilakukan di tenda keluarga masing-masing.

c)

Tersedianya akses layanan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

d)

Setiap ibu hamil diberikan uang tunai.

e)

Semua ibu hamil harus melahirkan dengan operasi caesar.