wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS TEK.FORMULASI LIQUID & SEMISOLID

Total questions: 70

Worksheet time: 53mins

Name
Class
Date
1.
Suatu zat terlarut tidak dapat dipisahkan dari pelarut dengan filtrasi biasa, tetapi dapat dipisahkan melalui proses penguapan. Analisis yang paling tepat terhadap sistem tersebut adalah …
a)
Suspensi
b)
Emulsi
c)
Koloid
d)
Larutan sejati
e)
Dispersi kasar
2.
Perbedaan utama antara larutan sejati dan koloid jika dianalisis dari ukuran partikel adalah …
a)
Larutan sejati memiliki ukuran partikel lebih besae
b)
Koloid memiliki ukuran partikel < 1 nm
c)
Larutan sejati memiliki ukuran partikel < 1 nm
d)
Keduanya memiliki ukuran partikel sama
e)
Ukuran partikel tidak memengaruhi sifat sistem
3.
Emulgator merupakan suatu bahan yang digunakan untuk pembuatan sediaan emulsi. Berdasarkan sumbernya emulgator umumnya dibagi menjadi emulgator alam dan buatan. Sementara emulgator alam dapat berasal dari tumbuhan hewan dan tanah mineral. Manakah dibawah ini yang merupakan contoh emulgator yang berasal dari hewan ?
a)
Gom arab
b)
Tragakan
c)
Kasein
d)
Veegum
e)
Magnesium silikat
4.
Suatu sediaan suspensi yang baik harus memiliki nilai F = 1 atau mendekati 1. Seorang mahasiswa farmasi Unfari sedang melakukan pengamatan volume sedimentasi dari sediaan suspensi yang dibuatnya saat praktikum pada hari ke 7. Setelah pengamatan diperoleh data V0 = 8 cm dan Vu = 2 cm. Berapakah nilai F dari sediaan suspensi yang dibuat oleh mahasiswa tersebut?
a)
1
b)
0.8
c)
0.7
d)
0.75
e)
0.6
5.
Seorang peneliti sedang membuat emulsi dengan menggunakan gabungan dua emulgator sebagai berikut. Tween 80 sebanyak 60% dengan nilai HLB 10, span 80 sebanyak 40 % dengan nilai HLB 5. Berpakah HLB Campuran dari emulsi yang dibuatnya?
a)
8
b)
9
c)
10
d)
7
e)
6
6.
Dalam praktek pembuatan sediaan emulsi perlu dilakukan pemeriksaan/ uji stabilitas. Manakah dibawah ini yang merupakan contoh ketidakstabilan emulsi, KECUALI…
a)
Creaming
b)
Coalescence
c)
Sedimentation
d)
Floculation
e)
Breaking
7.
Pada pembuatan 100  ml emulsi tipe o/w diperlukan emulgator dengan nilai HLB 12 sebagai emulgator digunakan campuran span 20 dengan nilai (HLB 10 dan tween 20 dengan nilai (HLB 18) sebanyak 5 gram. Berapa gramkah Tween 20 yang di timbang pada saat pembuatan emulsi tersebut…
a)
5 gram
b)
1,5 gram
c)
3,75 gram
d)
1,25 gram
e)
2 gram
8.
Dari bahan-bahan dibawah ini yang termasuk bahan pensuspensi golongan GOM adalah…
a)
Pulvis gummosus
b)
Natrium CMC
c)
Methyl selulosa
d)
Selulosa mikrokristal
e)
Natrium alginat
9.
Sifat tiksotropik adalah perilaku material (cairan) yang menjadi lebih encer (viskositasnya turun) saat diberi tekanan atau diaduk (tegangan geser), tetapi akan kembali mengental setelah dibiarkan diam (tegangan geser dihilangkan). Suspending agent tanah liat yang mempunyai sifat tiksotropik adalah…
a)
Bentonit
b)
Algin
c)
Gom arab
d)
Chondrus
e)
Tragakan
10.
Dalam sediaan solutio terdapat zat aktif kamfer dengan kelarutan praktis tak larut air dan mudah larut dalam etanol. Metode pembuatan suspensi tersebut adalah dengan cara kamfer dilarutkan dahulu dengan etanol sebelum ditambahkan bahan pensuspensi, metode ini disebut…
a)
Caking
b)
Dispersi
c)
Flokulasi
d)
Presipitasi
e)
Deflokulasi
11.
Salah satu sifat partikel pada suspensi sistem flokulasi adalah…
a)
Sedimentasi terbentuk cepat
b)
Sedimentasi terbentuk lambat
c)
Partikel dalam keadaan terpisah
d)
Wujud suspensi menyenangkan
e)
Sedimentasi akan membentuk cake
12.
Sebagai pensuspensi, pemakaian lazim dari bentonit adalah..
a)

0.0025 (0,25%)

b)

0.025 (2,5%)

c)

0.05(5%)

d)

0.25 (25%)

e)

0.3 (30%)

13.
Salah satu sifat partikel pada suspensi sistem deflokulasi adalah…
a)
Sedimentasi terbentuk cepat
b)
Sedimentasi terbentuk lambat
c)
Partikel dalam keadaan terpisah
d)
Wujud suspensi menyenangkan
e)
Sedimentasi akan membentuk cake
14.
Suspensi untuk injeksi adalah sediaan berupa suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak boleh disuntikan secara…
a)
Intradermal
b)
Intravena
c)
Subcutan
d)
Intramuscular
e)
Intraperitoneal
15.
Yang tidak termasuk kedalam jenis evaluasi pada sediaan suspensi adalah…
a)
Pengujian pH
b)
Pengujian viskositas dan sifat alir
c)
Penentuan tipe suspensi
d)
Pengujian stabilitas sediaan
e)
Pengujian kecepatan sedimentasi
16.
Seorang farmasis melakukan percobaan dengan melihat kelarutan minyak atsiri dalam air, farmasis tersebut menambahkan NaCl dengan tujuan untuk memisahkan minyak atsiri dan air. Farktor apakah yang sedang dilakukan seorang farmasis tersebut?
a)
Salting in
b)
Salting out
c)
Polaritas
d)
Co solvensi
e)
Kompleksometri
17.
Seorang farmasis ingin meningkatkan kelarutan obat A kedalam air, dan ditambahkan basa NH4 pada obat A tersebut. Metode apakah yang sedang dilakukan?
a)
Salting in
b)
Salting out
c)
Polaritas
d)
Co solvensi
e)
Kompleksometri
18.
Berdasarkan monograf dinyatakan bahwa obat A dapat terlarut pada temperatur 160 derajat celcius, sehingga dilakukan proses pemanasan (zat terlarut+pelarut+panas > larutan). Metode tersebut berdasarkan…
a)
Salting out
b)
Polaritas
c)
Co solvensi
d)
Temperatur
e)
Kompleksi
19.
Pada sediaan liquid membutuhkan antimicrobial preservative, dimana yang sering digunakan adalah asam benzoate. Berapa persenkah penggunaan asam benzoate sebagai preservative?
a)
0,3% - 0,4%
b)
0,1% - 0,2%
c)
0,5% - 0,6%
d)
0,6% - 0,7%
e)
0,8% - 0,9%
20.
Solute yang polar akan larut dalam solvent yang polar, solute yang non polar akan larut dalam solvent yang bersifat non polar. Merupakan dari faktor apakah pengertian diatas?
a)
Co solvensi
b)
Kompleksasi
c)
Salting in
d)
Like dissolves like
e)
Salting out
21.
Mahasiswa Unfari sedang membuat sediaan emulsi dan mendapati adanya partiket rusak dan butir-butir minyak menyatu menjadi fase tunggal yang memisah serta adanya jamur sedikit pada sediaan emulsi tersebut. Kerusakan apa yang terjadi pada kasus tersebut?
a)
Inversi
b)
Caking
c)
Creaming
d)
Crumbling
e)
Cracking
22.
Mahasiswa ingin membuat suplemen makanan anak yang dapat membuat anak menjadi lebih kuat, cerdas dan sehat. Suplemen ini akan dibuat dari campuran minyak ikan kod yang mengandung asam lemak omega-3, vitamin A,vitamin K dan kalsium serta tambahan bahan lainnya. Suplemen ini akan dibuat dalam sediaan emulsi. Faktor apa yang harus diperhatikan oleh mahasiswa tersebut agar mutu dan kestabilan emulsi terjamin ?
a)
Pemilihan emulgator
b)
Pemilihan pengawet
c)
Pemilihan pelarut
d)
Pemilihan zat aktif
e)
Pemilihan tipe emulsi
23.
Evaluasi sediaan gel perlu dilakukan agar dapat menjamin kualitas sediaan yang dihasilkan. Berikut ini yang termasuk dalam evaluasi spesifik sediaan yang dilakukan terhadap sediaan gel adalah…
a)
Homogenitas
b)
Daya sebar
c)
Sineresis
d)
Daya lekat
e)
Viskositas
24.
Salah satu evaluasi yang dilakukan pada sediaan suspensi adalah uji volume sedimentasi yang dinyatakan dengan nilai ‘F’. sediaan suspensi yang baik memiliki nilai…
a)
F > 1
b)
F < 0,5
c)
F = 1
d)
F > 2
e)
F< 2
25.
Seorang formulator sedang melakukan evaluasi pada sediaan suspensi dengan cara mengocok sediaan untuk melihat kemudahan sediaan untuk didispersikan kembali dan menghasilkan sistem yang homogen. Evaluasi ini disebut dengan…
a)
Uji bobot jenis
b)
Uji homogenitas
c)
Uji organoleptis
d)
Uji kemampuan redispersi
e)
Uji distribusi ukuran partikel
26.
Evaluasi pada sediaan larutan oral dengan suspensi yang dilakukan untuk melihat kesesuaian volume sediaan jika dipindahkan dari wadah asli dengan volume yang tertera pada etiket adalah evaluasi…
a)
Bobot jenis
b)
Volume sedimentasi
c)
Viskositas
d)
Keseragaman sediaan
e)
Volume terpindahkan
27.
Evaluasi yang dilakukan harus menyesuaikan dengan persyaratan pada CPOB dan FI. Salah satu evaluasi yang dilakukan secara kualitatif untuk memastikan bahwa bahan aktif yang ada dalam sediaan adalah bahan aktif yang diinginkan adalah…
a)
Identifikasi zat aktif dalam sediaan
b)
Penentuan kadar zat aktif sediaan
c)
Uji mikrobiologi
d)
Uji efektivitas pengawet
e)
Uji potensi antibiotik
28.
Mahasiswa Unfari melakukan evaluasi tipe emulsi dengan menggunakan pewarna metilen biru dan diperoleh hasil seperti yang tercantum di gambar. Jika dihasilkan emulsi dengan tipe air dalam minyak, maka warna biru akan berada pada fase…
a)
Tidak dapat ditentukan
b)
A
c)
B
d)
A dan B
e)
Tidak berada dalam A dan B
29.
Evaluasi kejernihan larutan dapat dilakukan dengan metode visual dan metode instrument. Salah satu metode instrument yang dilakukan untuk melihat kejernihan larutan dengan cara memberikan cahaya pada sampel dapat dilakukan dengan menggunakan metode…
a)
Piknometer
b)
HPLC
c)
Turbidimetri
d)
pH meter
e)
Viskometer
30.
Salah Salah satu evaluasi pada sediaan semisolid, khususnya untuk produk topikal, dilakukan dengan cara memberikan sampel pada subjek uji kemudian subjek uji mengisi kuisioner untuk menilai setiap kriteria, misalnya kriteria kelembutan yang dinilai berdasarkan tingkat kelembutan sediaan. Evaluasi ini disebut dengan…
a)
Uji daya lekat
b)
Uji daya sebar
c)
Uji homogenitas
d)
Uji asetabilitas sediaan
e)
Uji ukuran droplet
31.
Pada evaluasi sediaan larutan wadah dosis ganda persyaratannya adalah volume rata-rata dari 10 wadah tidak kurang dari 100% dan tidak ada satu wadah yang volumenya <95% dari volume yang tertera di etiket. Susan melakukan evaluasi pada 10 wadah dengan volume 100 mL dan ternyata 1 wadah memiliki volume 97 mL. Hasil ini berarti…
a)
Seluruh sediaan tidak memenuhi syarat
b)
Sediaan tidak memenuhi syarat, perlu diuji ulang
c)
Sediaan tidak memenuhi syarat, perlu penambahan jumlah sampel
d)
Sediaan memenuhi syarat volume terpindahkan
e)
Sediaan memenuhi syarat asalkan wadah dengan volume 97 mL diabaikan
32.
Evaluasi sediaan semisolid yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat kemampuan penyebaran sediaan pada kulit adalah…
a)
Uji daya lekat
b)
Uji homogenitas
c)
Uji ukuran drplet
d)
Uji asetabilitas
e)
Uji daya sebar
33.
Apoteker di industri farmasi akan melakukan uji stabilitas pada sediaan emulsi minyak ikan 120 ml yang telah disimpan selama beberapa bulan setelah diproduksi. Pada emulsi tersebut terbentuk tetesan minyak baru yg kecil, jika dilakukan pengocokan tetesan minyak tersebut dapat terdispersi kembali. Apa nama kondisi yg terbentuk pada sediaan emulsi tersebut …
a)
Inversi fase
b)
Breaking
c)
Creaming
d)
Koalesens
e)
Flokulasi
34.
Apoteker di suatu industri farmasi akan membuat sediaan suspensi AlOH MgOH 60 ml. Berdasarkan studi literatur kedua zat aktif tersebut sukar larut dalam air, oleh karena itu apoteker menambahkan surfaktan ke dalam sediaan. Apa nama metode peningkatan kelarutan yg dilakukan oleh apoteker tersebut…
a)

Kosolvensi

b)
Solubilisasi
c)
Emulsifikasi
d)
Pembentukan garam
e)
Netralisasi
35.
Apoteker di suatu industri farmasi sedang melakukan evaluasi sediaan suspensi rekonstitusi 100 ml. Dari hasil evaluasi yg dilakukan ditemukan tumbuhnya bakteri pada sediaan suspensi. Untuk mengatasi hal tersebut, apoteker harus menambahkan bahan tambahan tertentu ke dalam sediaan. Berdasarkan hal diatas, bahan tambahan apa yg dapat digunakan oleh apoteker?
a)
PGA
b)
Alfa tokoferol
c)
HPMC
d)
Metil paraben
e)
Tween 80
36.
Mahasiswa Unfari yang sedang melakukan penelitian tugas akhir sedang melakukan evaluasi sediaan sirup paracetamol 60 ml. Salah satu formula yg terdapat pada sediaan sirup adalah sukrosa sebagai pemanis. Setelah sirup disimpan selama 1 bulan, terdapat kristal gula pada sekeliling bibir botol sirup. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan bahan tambahan yg sesuai. Disebut apakah masalah yg terjadi pada sediaan sirup tersebut ?
a)
Caking
b)
Koalescen
c)
Creaming
d)
Breaking
e)
Capslocking
37.
Apakah yang dimaksud dengan nilai HLB ?
a)
Nilai HLB adalah ukuran untuk menentukan kepadatan suatu zat
b)
Nilai HLB digunakan untuk mengukur suhu titik didih zat
c)
Nilai HLB adalah parameter untuk menentukan warna suatu zat
d)
Nilai HLB merupakan parameter untuk menentukan keseimbangan sifat hidrofilik dan lipofilik suatu zat
e)
Nilai HLB merupakan parameter untuk menentukan keseimbangan sifat hidrofob dan lipofob suatu zat
38.
Apa yang dimaksud dengan stabilias emulsi…
a)
Stabilitas emulsi adalah kemampuan untuk mengubah warna emulsi
b)
Stabilitas emulasi adalah kemampuan emulsi untuk tetap homogen dan tidak terpisah
c)
Stabilitas emulsi adalah proses pengemulsian bahan aktif
d)
Stabilitas emulsi hanya berlaku untuk minyak dan air
e)
Stabilitas emulsi ketika pH dapat berubah sesuai dengan kondisi sediaan
39.
Sifatnya yang berminyak dapat meninggalkan noda pada pakaian serta sulit tercuci dan sulit dibersihkan pada permukaan kulit, merupakan kekurangan dari basis…
a)
Absorpsi
b)
Hidrokarbon
c)
NaCMC
d)
HPMC
e)
Lanolin
40.
Salep yang berperan hanya untuk menghasilkan efek lokal pada permukaan kulit disebut…
a)
Salep hipodermik
b)
Salep diadermik
c)
Salep endodermik
d)
Salep epidermik
e)
Salep dermik
41.
Apa definisi dari homogenisasi pada emulsi ?
a)
Proses memisahkan dua cairan yang dapat bercampur
b)
Proses mencampurkan dua cairan yang tidak dapat bercampur
c)
Proses memanaskan dua cairan yang dapat bercampur
d)
Proses mendinginkan dua cairan yang dapat bercampur
e)
Proses menguapkan dua cairan yang tidak dapat bercampur
42.
Apa tujuan utama dari proses homogenisasi emulsi ?
a)
Membuat emulsi yang tidak stabil
b)
Memisahkan cairan yang sudah tercampur
c)
Meningkatkan viskositas cairan
d)
Menurunkan viskositas cairan
e)
Membuat emulsi yang stabil
43.
Apa yang dimaksud dengan stabilitas emulsi ?
a)
Kemampuan emulsi untuk tetap homogen dalam jangka waktu tertentu
b)
Kemampuan emulsi untuk tetap terpisah dan homogen kembali
c)
Kekampuan emulsi untuk berubah warna
d)
Kekampuan emulsi untuk menguap dengan cepat
e)
Kemampuan emulsi untuk mengendap
44.
Apa yang dimaksud dengan fase kontinu dalam emulsi ?
a)
Fase yang terdispersi dalam emulsi
b)
Fase yang mengendap di bagian bawah wadah
c)
Fase yang mendominasi dan mengelilingi fase lainnya
d)
Fase yang tidak dapat bercampur dengan fase lainnya
e)
Fase yang menguap saat pemanasan
45.
Dalam formulasi krim tipe minyak dalam air (M/A), eksipien yang berperan penting untuk menstabilkan emulsi dan mencegah pemisahan fase adalah…
a)
Oleum oliva
b)
Cetyl alcohol
c)
Natrium lauril sulfat
d)
Vaselin album
e)
Gliserin
46.
Pada sediaan semisolid yang mengandung air, pemilihan pengawet sangat penting. Kombinasi metil paraben dan propil paraben dipilih karena …
a)
Lebih larut dalam fase minyak
b)
Memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas
c)
Tidak mempengaruhi viskositas sediaan
d)
Dapat meningkatkan penetrasi obat
e)
Bersifat oklusif pada kulit
47.
Seorang formulator ingin membuat krim yang tidak lengket dan mudah dicuci dengan air. Basis dan eksipien yang paling sesuai adalah…
a)
Vaselin alba dan parafin cair
b)
Basis hidrokarbon tanpa air
c)
Basis emulsi minyak dalam air
d)
Basis absorpsi dengan lanolin
e)
Basis oleaginous dengan silikon
48.
Penambahan propilen glikol dalam sediaan semisolid terutama bertujuan untuk …
a)
Meningkatkan viskositas sediaan
b)
Menstabilkan emulsi
c)
Bertindak sebagai humektan dan kosolven
d)
Memberikan efek oklusif
e)
Menghambat oksidasi zat aktif
49.
Pada sediaan pasta dermatologis, kandungan serbuk padat yang tinggi berfungsi utama untuk …
a)
Mempercepat absorpsi obat
b)
Memberikan efek dingin pada kulit
c)
Melindungi kulit dan menyerap eksudat
d)
Menstabilkan zat aktif yang mudah teroksidasi
e)
Meningkatkan daya sebar sediaan
50.
Suatu antibiotik disajikan dalam bentuk serbuk untuk suspensi rekonstitusi karena tidak stabil dalam bentuk cair. Faktor paling menentukan pemilihan bentuk sediaan tersebut adalah …
a)
Rasa obat yang pahit
b)
Daya larut obat dalam air
c)
Kecepatan absorpsi obat
d)
Stabilitas kimia obat dalam bentuk cair
e)
Ukuran partikel zat aktif
51.
Setelah rekonstitusi, pada suspensi terlihat partikel cepat mengendap tetapi mudah terdispersi kembali setelah dikocok ringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa suspensi tersebut bersifat …
a)
Suspensi supersaturasi
b)
Flokulasi yang stabil
c)
Deflokulasi dengan sedimentasi tinggi
d)
Deflokulasi dengan caking
e)
Suspensi jenuh
52.
Dalam formulasi suspensi rekonstitusi, penambahan zat pensuspensi seperti natrium karboksimetil selulosa bertujuan utama untuk …
a)
Mempercepat pelarutan zat aktif
b)
Menghambat pertumbuhan mikroba
c)
Menurunkan viskositas sistem
d)
Memperlambat laju sedimentasi partikel
e)
Meningkatkan kelarutan obat
53.
Seorang apoteker menemukan bahwa setelah rekonstitusi dan penyimpanan beberapa hari, suspensi sulit terdispersi kembali walaupun sudah dikocok kuat. Penyebab paling mungkin dari masalah tersebut adalah …
a)
Terbentuknya flok yang besar
b)
Terjadinya caking akibat deflokulasi
c)
pH suspensi terlalu asam
d)
Konsentrasi pengawet terlalu tinggi
e)
Penambahan zat pemanis berlebih
54.
Suatu suspensi antibiotik setelah rekonstitusi mengandung 125 mg/5 mL. Jika dosis anak adalah 250 mg, maka volume yang harus diberikan adalah …
a)
5 mL
b)
7,5 mL
c)
10 mL
d)
12,5 mL
e)
15 mL
55.
Air yang digunakan untuk rekonstitusi suspensi antibiotik oral sebaiknya adalah air matang suhu ruang. Alasan farmasetika yang paling tepat adalah …
a)
Meningkatkan viskositas suspensi
b)
Mencegah kontaminasi dan menjaga stabilitas obat
c)
Mempercepat pembentukan flok
d)
Mengoptimalkan rasa sediaan
e)
Menurunkan ukuran partikel obat
56.
Pada etiket sediaan suspensi rekonstitusi selalu dicantumkan peringatan “Kocok dahulu sebelum digunakan”. Hal ini berkaitan langsung dengan …
a)
Sifat sistem yang heterogen dalam dispersi
b)
Perubahan warna suspensi selama penyimpanan
c)
Risiko degradasi zat aktif
d)
Aktivitas pengawet
e)
Proses penyerapan obat di saluran cerna
57.
Sediaan nanoemulsi dipilih untuk penghantaran obat oral karena stabilitasnya yang baik. Faktor yang paling berperan dalam kestabilan nanoemulsi dibanding emulsi konvensional adalah …
a)
Kandungan fase minyak yang tinggi
b)
Kekentalan fase air
c)
Penambahan zat pengawet
d)
Nilai pH sistem
e)
Ukuran droplet yang sangat kecil
58.
Suatu obat antikanker dengan kelarutan air sangat rendah diformulasikan dalam bentuk nanopartikel untuk meningkatkan efektivitas terapinya. Mekanisme utama peningkatan bioavailabilitas pada sediaan ini adalah …
a)
Penurunan dosis obat yang diberikan
b)
Peningkatan luas permukaan partikel obat
c)
Penurunan laju disolusi obat
d)
Perpanjangan waktu paruh eliminasi obat
e)
Penurunan afinitas obat terhadap reseptor
59.
Suatu nanopartikel polimerik dirancang untuk penghantaran obat secara tertarget (targeted drug delivery). Modifikasi permukaan nanopartikel dilakukan dengan menambahkan ligan tertentu. Tujuan utama modifikasi ini adalah …
a)
Mempercepat degradasi nanopartikel
b)
Mengurangi ukuran partikel
c)
Meningkatkan selektivitas terhadap sel target
d)
Meningkatkan kelarutan obat
e)
Menurunkan toksisitas eksipien
60.
Penggunaan sediaan nanoteknologi dapat meningkatkan efek terapeutik tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko toksisitas. Faktor yang paling berkontribusi terhadap risiko tersebut adalah …
a)
Warna dan bentuk sediaan
b)
Jenis zat pengawet
c)
Stabilitas kimia zat aktif
d)
Ukuran partikel yang sangat kecil
e)
Rute pemberian obat
61.
Basis lemak (misalnya oleum cacao) banyak digunakan pada suppositoria karena …
a)
Larut sempurna dalam cairan rektum
b)
Melebur pada suhu tubuh sehingga melepaskan obat
c)
Bersifat higroskopis
d)
Memberikan efek oklusif pada mukosa
e)
Stabil pada suhu tinggi
62.
Seorang formulator menemukan bahwa ovula dengan basis lemak meleleh terlalu cepat saat penyimpanan di daerah tropis. Masalah ini paling mungkin disebabkan oleh …
a)
Konsentrasi zat aktif terlalu tinggi
b)
Kelembaban udara yang rendah
c)
Titik leleh basis yang mendekati suhu lingkungan
d)
Ukuran ovula terlalu besar
e)
pH cairan vagina
63.
Suatu obat bersifat mudah terhidrolisis dalam air namun harus diformulasikan dalam bentuk larutan sejati. Upaya paling tepat untuk meningkatkan stabilitas sediaan tersebut adalah …
a)
Meningkatkan konsentrasi zat aktif
b)
Menambahkan zat pensuspensi
c)
Mengatur pH larutan pada rentang optimum
d)
Memperkecil ukuran partikel obat
e)
Menambahkan zat pewarna
64.
Dalam formulasi larutan oral sejati, obat memiliki kelarutan rendah dalam air. Pendekatan paling rasional agar obat tetap berada dalam bentuk larutan adalah …
a)
Menambahkan zat pengawet
b)
Menggunakan kosolven seperti propilen glikol
c)
Menurunkan volume pelarut
d)
Menambahkan zat pensuspensi
e)
Mengentalkan larutan
65.
Suatu larutan sejati menunjukkan endapan setelah penyimpanan beberapa hari. Hal ini paling mungkin disebabkan oleh …
a)
Terjadinya flokulasi
b)
Perubahan pH yang menurunkan kelarutan obat
c)
Ukuran partikel obat terlalu besar
d)
Konsentrasi zat aktif terlalu rendah
e)
Penambahan zat pengawet berlebih
66.
Pada larutan sejati untuk penggunaan parenteral, persyaratan paling kritis yang membedakannya dari larutan oral adalah …
a)
Kejernihan larutan
b)
Rasa sediaan
c)
Kesesuaian pH dengan mukosa
d)
Sterilitas dan bebas pirogen
e)
Penambahan zat pemanis
67.
Suatu larutan sejati mengandung obat yang mudah teroksidasi. Kombinasi eksipien paling tepat untuk meningkatkan stabilitas adalah …
a)
Zat pengawet dan pemanis
b)
Antioksidan dan zat pengkelat
c)
Kosolven dan pewarna
d)
Pengental dan surfaktan
e)
Buffer dan zat pensuspensi
68.
Dalam formulasi obat kumur, alkohol sering ditambahkan. Fungsi utama alkohol dalam sediaan ini adalah …
a)
Memberikan rasa manis
b)
Meningkatkan viskositas
c)
Bertindak sebagai pelarut dan meningkatkan efek antimikroba
d)
Menurunkan pH sediaan
e)
Memberikan warna jernih
69.
Suatu obat kumur diformulasikan tanpa alkohol untuk pasien anak dan pengguna jangka panjang. Konsekuensi farmasetika yang paling perlu diperhatikan adalah …
a)
Penurunan kelarutan dan stabilitas komponen aktif tertentu
b)
Efek antiseptik menjadi lebih cepat
c)
Rasa menjadi terlalu manis
d)
Peningkatan viskositas sediaan
e)
Terjadinya sedimentasi zat pemanis
70.
Pada etiket obat kumur selalu dicantumkan peringatan “tidak untuk ditelan”. Hal ini terutama disebabkan oleh …
a)
Rasa sediaan yang tidak enak
b)
pH sediaan yang rendah
c)
Bahan aktif dan eksipien ditujukan untuk absorbsi sistemik
d)
Volume penggunaan yang kecil
e)
Bahan aktif dan eksipien tidak ditujukan untuk absorpsi sistemik