wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UAB Patologi Anatomi 3.4

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Radang didefinisikan sebagai respons protektif tubuh yang bertujuan utama untuk

a)

Memperbaiki jaringan parut

b)

Mengeliminasi penyebab jejas dan memulai pemulihan

c)

Menghancurkan jaringan normal

d)

Mencegah proliferasi sel

e)

Mengaktifkan sistem saraf

2.

Komponen utama yang terlibat dalam proses inflamasi adalah, KECUALI

a)

Sel radang

b)

Pembuluh darah

c)

Protein plasma

d)

Sel tumor

e)

Mediator kimia

3.

Manakah yang termasuk stimulus penyebab jejas seluler

a)

Hipoksia

b)

Infeksi

c)

Reaksi imun

d)

Faktor genetik

e)

Semua benar

4.

Perbedaan utama antara etiologi dan patogenesis adalah

a)

Etiologi menjelaskan bagaimana penyakit berkembang

b)

Patogenesis menjelaskan penyebab penyakit

c)

Etiologi menjawab mengapa penyakit terjadi

d)

Patogenesis hanya membahas gambaran klinis

e)

Etiologi menjelaskan prognosis

5.

Tanda klinis klasik radang tidak termasuk

a)

Rubor

b)

Calor

c)

Dolor

d)

Tumor

e)

Pallor

6.

Tambahan tanda kelima radang menurut Virchow adalah

a)

Edema

b)

Nekrosis

c)

Functio laesa

d)

Supurasi

e)

Iskemia

7.

Sel yang dominan pada radang akut adalah

a)

Limfosit

b)

Plasma cell

c)

Neutrofil

d)

Eosinofil

e)

Monosit

8.

Sel yang dominan pada radang kronik adalah

a)

Neutrofil

b)

Limfosit dan makrofag

c)

Basofil

d)

Eosinofil

e)

Mast cell saja

9.

Radang serosum ditandai oleh

a)

Eksudat fibrin

b)

Akumulasi nanah

c)

Efusi cairan jernih

d)

Nekrosis luas

e)

Granuloma

10.

Radang fibrinosa paling sering ditemukan pada

a)

Mukosa usus

b)

Kulit

c)

Serosa (misal perikardium)

d)

Parenkim hati

e)

Paru alveoli

11.

Radang supuratif ditandai dengan

a)

Eksudat serosum

b)

Dominasi limfosit

c)

Pembentukan abses

d)

Fibrosis luas

e)

Granuloma

12.

Abses secara histologis berisi dominan

a)

Limfosit

b)

Makrofag epitelioid

c)

Neutrofil dan debris sel

d)

Sel datia

e)

Fibroblas

13.

Ulkus didefinisikan sebagai

a)

Nekrosis superfisial

b)

Kehilangan jaringan permukaan hingga jaringan lebih dalam

c)

Fibrosis kronik

d)

Granuloma

e)

Hiperplasia epitel

14.

Radang kronik ditandai oleh, KECUALI

a)

Destruksi jaringan

b)

Fibrosis

c)

Angiogenesis

d)

Dominasi neutrofil

e)

Infiltrasi limfosit

15.

Granuloma tuberculosis khas memiliki

a)

Nekrosis koagulatf

b)

Nekrosis kaseosa

c)

Nekrosis lemak

d)

Nekrosis likuefaktif

e)

Tidak ada nekrosis

16.

Sel datia pada granuloma berasal dari fusi

a)

Neutrofil

b)

Limfosit

c)

Makrofag

d)

Fibroblas

e)

Sel epitel

17.

Granuloma non-kaseosa sering ditemukan pada

a)

Tuberkulosis

b)

Sarkoidosis

c)

Sifilis

d)

Lepra

e)

Aktinomikosis

18.

Istilah “radang kronik aktif” berarti

a)

Radang akut murni

b)

Radang kronik tanpa aktivitas

c)

Radang kronik dengan eksaserbasi akut

d)

Fibrosis total

e)

Resolusi sempurna

19.

Tujuan utama pemeriksaan Patologi Anatomi adalah, KECUALI

a)

Menegakkan diagnosis

b)

Menentukan prognosis

c)

Menentukan terapi

d)

Menentukan status psikologis pasien

e)

Evaluasi morfologi jaringan

20.

Pemeriksaan histopatologi dilakukan terhadap

a)

Sel tunggal saja

b)

Cairan tubuh saja

c)

Jaringan utuh

d)

DNA bebas

e)

Serum darah

21.

Pemulihan jaringan terjadi sebagai respons terhadap:

a)

Penuaan fisiologis

b)

Jejas sel dan jaringan

c)

Hipertrofi organ

d)

Metaplasia

e)

Apoptosis fisiologis

22.

Dua mekanisme utama pemulihan jaringan adalah:

a)

Nekrosis dan apoptosis

b)

Regenerasi dan fibrosis

c)

Hipertrofi dan hiperplasia

d)

Inflamasi dan degenerasi

e)

Metaplasia dan displasia

23.

Pemulihan melalui regenerasi terjadi bila:

a)

Kerusakan jaringan ikat berat

b)

Sel parenkim tidak mampu membelah

c)

Kerusakan ringan dan kerangka ECM utuh

d)

Terjadi nekrosis luas

e)

Terjadi infeksi kronik

24.

Fibrosis ditandai oleh:

a)

Penggantian jaringan oleh sel identik

b)

Pembentukan jaringan ikat parut

c)

Resolusi sempurna tanpa sisa

d)

Proliferasi epitel saja

e)

Apoptosis masif

25.

Organ berikut paling sering mengalami fibrosis setelah jejas kronik, KECUALI:

a)

Paru

b)

Hati

c)

Ginjal

d)

Otak

e)

Miokard

26.

Regenerasi paling optimal terjadi pada jaringan:

a)

Permanen

b)

Stabil

c)

Labil

d)

Saraf

e)

Otot jantung

27.

Contoh jaringan labil adalah:

a)

Neuron

b)

Otot jantung

c)

Epitel usus

d)

Hepatosit

e)

Fibroblas

28.

Jaringan stabil memiliki karakteristik:

a)

Tidak dapat membelah

b)

Selalu membelah

c)

Membelah setelah stimulasi jejas

d)

Mengalami mitosis cepat

e)

Tidak pernah regenerasi

29.

Jaringan permanen bila rusak akan mengalami:

a)

Regenerasi sempurna

b)

Hiperplasia

c)

Fibrosis

d)

Metaplasia

e)

Resolusi total

30.

Sel punca embrionik bersifat:

a)

Multipoten

b)

Unipoten

c)

Pluripoten

d)

Terminally differentiated

e)

Non-proliferatif

31.

Sel punca dewasa ditemukan pada:

a)

Blastosis

b)

Jaringan dewasa

c)

Cairan plasma

d)

Sistem imun saja

e)

Jaringan tumor

32.

Keunggulan sel punca embrionik adalah:

a)

Tidak dapat berdiferensiasi

b)

Bertahan lama tanpa membelah

c)

Mampu membentuk semua lapisan germinal

d)

Hanya membentuk satu jenis sel

e)

Tidak dapat dikultur

33.

iPS (induced pluripotent stem cell) diperoleh melalui:

a)

Fusi sel

b)

Apoptosis terkontrol

c)

Reprogramming genetik

d)

Mutasi spontan

e)

Inflamasi kronik

34.

Faktor pertumbuhan bekerja melalui mekanisme:

a)

Endositosis pasif

b)

Ikatan reseptor permukaan

c)

Difusi bebas

d)

Nekrosis sel

e)

Inaktivasi DNA

35.

EGF dan HGF bekerja melalui reseptor dengan:

a)

GPCR

b)

Aktivitas kinase intrinsik

c)

Reseptor nuklear

d)

Kanal ion

e)

Reseptor tanpa sinyal

36.

MAP kinase pathway berperan dalam:

a)

Apoptosis

b)

Migrasi leukosit

c)

Aktivasi transkripsi dan replikasi DNA

d)

Degradasi ECM

e)

Nekrosis sel

37.

Komponen utama ECM KECUALI:

a)

Kolagen

b)

Elastin

c)

Proteoglikan

d)

DNA

e)

Glikoprotein adhesif

38.

Fungsi utama ECM adalah:

a)

Media inflamasi

b)

Penyimpanan energi

c)

Penopang mekanis dan regulasi sel

d)

Produksi hormon

e)

Pertahanan imun

39.

Kerusakan ECM akan menyebabkan:

a)

Regenerasi meningkat

b)

Pemulihan sempurna

c)

Kegagalan regenerasi

d)

Apoptosis fisiologis

e)

Metaplasia

40.

Jaringan granulasi ditandai oleh:

a)

Kolagen matur padat

b)

Banyak pembuluh darah baru

c)

Tidak ada sel radang

d)

Nekrosis luas

e)

Minim fibroblas

41.

Abnormal cell growth ditandai oleh:

a)

Pertumbuhan sesuai kebutuhan jaringan

b)

Terhentinya proliferasi

c)

Kehilangan kontrol regulasi

d)

Apoptosis meningkat

e)

Selalu bersifat kanker

42.

Tidak semua abnormal cell growth berkembang menjadi kanker karena:

a)

Semua bersifat reversibel

b)

Regulasi masih sebagian terjaga

c)

Tidak terjadi mutasi

d)

Tidak melibatkan gen

e)

Tidak terjadi proliferasi

43.

Fase siklus sel yang paling penting dalam regulasi pertumbuhan adalah:

a)

G0

b)

G1

c)

S

d)

G2

e)

M

44.

Checkpoint G1/S berfungsi untuk:

a)

Memastikan mitosis selesai

b)

Mengecek replikasi DNA

c)

Menilai ukuran dan kerusakan DNA

d)

Mengaktifkan apoptosis langsung

e)

Menghentikan metabolisme

45.

Growth factor bekerja dengan cara:

a)

Menonaktifkan reseptor

b)

Mengikat reseptor spesifik

c)

Menghambat siklus sel

d)

Merusak DNA

e)

Menurunkan proliferasi

46.

Gangguan reseptor growth factor akan menyebabkan:

a)

Apoptosis terkontrol

b)

Penurunan proliferasi

c)

Sinyal pertumbuhan tidak terkendali

d)

Regenerasi normal

e)

Nekrosis fisiologis

47.

Hipertrofi ditandai oleh:

a)

Bertambahnya jumlah sel

b)

Bertambahnya ukuran sel

c)

Penurunan ukuran sel

d)

Perubahan jenis sel

e)

Kematian sel

48.

Contoh hipertrofi fisiologis adalah:

a)

Pembesaran jantung hipertensi

b)

Otot rangka atlet

c)

Hiperplasia endometrium

d)

Atrofi otot

e)

Displasia epitel

49.

Hiperplasia hanya dapat terjadi pada jaringan yang:

a)

Permanen

b)

Tidak memiliki sel punca

c)

Mampu membelah

d)

Mengalami nekrosis

e)

Stabil saja

50.

Hiperplasia patologis disebabkan oleh:

a)

Stimulasi hormon berlebihan

b)

Apoptosis meningkat

c)

Penurunan growth factor

d)

Nekrosis jaringan

e)

Iskemia akut

51.

Atrofi bertujuan untuk:

a)

Meningkatkan fungsi sel

b)

Menurunkan kebutuhan metabolik

c)

Menyebabkan kematian sel

d)

Mengganti jaringan

e)

Meningkatkan proliferasi

52.

Mekanisme utama atrofi adalah:

a)

Aktivasi mitosis

b)

Peningkatan sintesis protein

c)

Degradasi protein via ubiquitin-proteasom

d)

Mutasi gen

e)

Fibrosis

53.

Metaplasia merupakan perubahan:

a)

Irreversibel

b)

Maligna

c)

Reversibel

d)

Nekrotik

e)

Displastik

54.

Contoh metaplasia adalah:

a)

Displasia serviks

b)

Barrett esofagus

c)

Karsinoma paru

d)

Hiperplasia prostat

e)

Sarkoma

55.

Metaplasia terjadi akibat:

a)

Kematian sel masif

b)

Pemrograman ulang sel punca

c)

Mutasi genetik permanen

d)

Fibrosis kronik

e)

Nekrosis

56.

Displasia menunjukkan:

a)

Adaptasi normal

b)

Kehilangan kontrol pertumbuhan

c)

Regenerasi fisiologis

d)

Resolusi sempurna

e)

Fibrosis

57.

Faktor genetik abnormal cell growth meliputi:

a)

Aktivasi oncogene

b)

Inaktivasi tumor suppressor

c)

Gangguan DNA repair

d)

Semua benar

e)

Tidak ada

58.

Rokok memicu abnormal cell growth melalui:

a)

Hipoksia saja

b)

Radiasi

c)

Zat karsinogen perusak DNA

d)

Inflamasi akut

e)

Apoptosis

59.

Infeksi yang berhubungan dengan abnormal cell growth adalah:

a)

Influenza

b)

HPV

c)

Campak

d)

Rubella

e)

Dengue

60.

Abnormal cell growth umumnya bersifat:

a)

Tunggal faktor

b)

Multifaktorial

c)

Genetik saja

d)

Lingkungan saja

e)

Spontan