WorksheetsUjian Praktikum Kimia organik
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Senyawa organik umumnya memiliki ikatan yang dominan bersifat kovalen. Manakah sifat berikut yang paling tepat menggambarkan karakteristik umum senyawa organik?
Stabil pada pemanasan suhu yang sangat tinggi
Sangat mudah larut dalam pelarut polar seperti air
Umumnya mudah terbakar karena mengandung karbon dan hidrogen
Reaksi kimianya berlangsung sangat cepat secara ionik
Alkohol sekunder jika dioksidasi dengan asam kromat (H2CrO4) akan menghasilkan senyawa...
Eter
Aldehida
Keton
Asam Karboksilat
Pernyataan manakah yang benar mengenai kelarutan alkohol dalam air?
Fenol lebih mudah larut dalam air dingin daripada metanol
Kelarutan alkohol tidak dipengaruhi oleh gugus hidroksil
Kelarutan meningkat seiring bertambahnya rantai karbon
Alkohol lebih larut dalam air dibandingkan n-heksana
Aldehid dengan pereaksi Tollens (oksidator lemah) dioksidasi menjasi asam karboksilat yang ditandai dengan terbentuknya endapan
Cermin perak
MnO2
MnO4
Cu2O
Berdasarkan prosedur eksperimen "Reaksi Adisi" yang diberikan, penambahan larutan bromin 1% ke dalam sampel hidrokarbon bertujuan untuk menguji adanya sifat ketidakjenuhan (ikatan rangkap atau ganda) pada senyawa tersebut. Perubahan yang diharapkan terjadi pada larutan yang mengandung ikatan tak jenuh adalah:
Terbentuknya endapan putih pada dasar tabung reaksi.
Perubahan warna larutan dari bening menjadi merah muda.
Warna cokelat/kuning dari air brom menghilang (terdekolorisasi)
Terbentuknya gelembung gas yang menandakan reaksi netralisasi
Dalam kimia organik, klasifikasi senyawa alkohol (primer, sekunder, atau tersier) sangat bergantung pada karakteristik atom karbon tetrahedral yang mengikat gugus hidroksil (-OH). Jika sebuah molekul memiliki gugus -OH yang terikat pada atom karbon pusat, dan atom karbon pusat tersebut diketahui berikatan langsung dengan dua buah gugus alkil atau atom karbon lainnya, maka berdasarkan aturan nomenklatur dan struktur, senyawa tersebut diklasifikasikan sebagai...
Alkohol primer
Alkohol sekunder
Alkohol tersier
Alkohol butier
Fenol dan alkohol sama-sama memiliki gugus fungsi hidroksil, namun keduanya menunjukkan perilaku kimia yang berbeda secara signifikan dalam hal keasaman. Fenol diketahui jauh lebih mudah melepaskan ion H+ (proton) dibandingkan alkohol biasa. Fenomena ini secara teoritis dijelaskan melalui keberadaan cincin benzena yang memungkinkan terjadinya stabilisasi muatan melalui proses...
Delokalisasi elektron
Polimerisasi
Hidrogenasi
Oksidasi
Uji lucas dilakukan untuk membedakan alkohol primer, sekunder dan tersier yang dapat larut dalam air. Reagen Lucas merupakan suatu campuran asam klorida (HCl) pekat dengan seng klorida (ZnCl2). Senyawa ZnCl2 merupakan suatu asam Lewis yang apabila ditambahkan asam klorida pekat akan terbentuk larutan yang menjadi lebih asam. Jenis alkohol yang tidak bereaksi dengan reagen lucas ini adalah
alkohol primer
alkohol sekunder
alkohol tersier
alkohol butier
Pada uji Asam Kromat, alkohol primer dapat teroksidasi menjadi asam karboksilat dengan adanya penambahan asam kromat berlebih. Bilangan oksidasi Cr+6 pada asam kromat yang bewarna merah kecoklatan tereduksi menjadi Cr+3 yang bewarna
merah
kuning
hijau
biru
Pada uji Liebermann’s Test, ambil larutan natrium nitrat, tambahkan senyawa sampel (, isopropil alkohol, gliserin, metanol) lalu dipanaskan. Lalu larutan ini didinginkan. Tambahkan asam sulfat pekat, akan terbentuk warna hijau atau biru lalu tambahkan aquadest (larutan akan menjadi warna merah). Lalu tambahkan larutan NaOH (larutan menjadi bewarna biru atau hijau) menandakan terdapatnya gugus
Fenol
isopropil alkohol
metanol
gliserin
Pada test Iodoform, sampel (seperti Fenol, isopropil alkohol, gliserin, metanol) sebanyak 1 mL dimasukan kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 5 tetes larutan Iodin dan larutan NaOH encer sampai terbentuk perubahan dari warna coklat lalu panaskan. Terbentuk endapan bewarna apakah yang menandakan terdapatnya gugus fungsi alkohol?
merah
kuning
hijau
biru
Termasuk prosedur pengujian apakah ini: masukkan masing-masing sampel (Fenol, isopropil alkohol, gliserin, metanol) sebanyak 1 mL kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 1 mL asam asetat glasial lalu dipanaskan. Setelah panas, tuangkan campuran kedalam beker gelas yang berisi aquadest. Amati bau yang muncul.
Uji keasaman
Uji esterifikasi
Uji besi (III) klorida
Uji Asam Kromat
Pada percobaan 3, senyawa karbonil (aldehid, keton dan asam karboksilat) dan amina, dilakukan uji
tes Benedict, dimana pada tes ini aldehid dioksidasi menjadi
alkohol primer
alkohol sekunder
asam karboksilat
ester
Pada tes 2,4-dinitrilfenilhidrazin (2,4-DNPH) terbentuk endapan berwarna, dimana warna yang terbentuk bervariasi mulai dari kuning hingga merah. Reaksi ini umum digunakan untuk identifikasi senyawa
alkohol primer
alkohol sekunder
fenol
aldehid
Pada pecobaan 4 identifikasi lemak dan minyak, pada reaksi penyabunan, antara sabun
cair dan sabun padat yang berbeda adalah basa yang digunakan. Dimana pada sabun padat basa yang digunakan adalah
NaOH
KOH
NH3
Mg(OH)2
Pada pecobaan 4 identifikasi lemak dan minyak, pada reaksi penyabunan, antara sabun
cair dan sabun padat yang berbeda adalah basa yang digunakan. Dimana pada sabun cair basa yang digunakan adalah
NaOH
KOH
NH3
Mg(OH)2
Asam lemak adalah asam karboksilat yang diperoleh dari hidrolisis lemak/minyak. Asam lemak beratom karbon genap misalnya 12, 14, 16, 18, dan 20. Asam-asam lemak yang beratom C12 disebut dengan
asam laurat
asam miristat
asam palmitat
asam stearat
Trigliserida sebagian besar terdiri atas asam lemak jenuh, pada suhu kamar akan berwujud padat dan sebagian besar asam lemak tak jenuh berwujud cair. Semakin besar ikatan ganda pada asam lemak maka semakin cair lemak tersebut. Minyak dengan ikatan ganda yang lebih banyak lebih baik kualitasnya dan lebih baik untuk kesehatan apabila dikonsumsi. Trigliserida yang berwujud padat disebut
lemak
minyak
asam lemak
pati
Trigliserida sebagian besar terdiri atas asam lemak jenuh, pada suhu kamar akan berwujud padat dan sebagian besar asam lemak tak jenuh berwujud cair. Semakin besar ikatan ganda pada asam lemak maka semakin cair lemak tersebut. Minyak dengan ikatan ganda yang lebih banyak lebih baik kualitasnya dan lebih baik untuk kesehatan apabila dikonsumsi. Asam lemak tak jenuh berwujud cair disebut
lemak
minyak
asam lemak
pati
Pada minyak dan lemak, reaksi halogenasi digunakan untuk
membuat sabun
untuk menguji ada tidaknya ikatan rangkap
untuk pembuatan margarin atau mentega tiruan
untuk menguji ada tidaknya gugus hidroksil
Pada minyak dan lemak, reaksi hidrogenasi digunakan untuk
membuat sabun
untuk menguji ada tidaknya ikatan rangkap
untuk pembuatan margarin atau mentega tiruan
untuk menguji ada tidaknya gugus hidroksil
Apa nama pengujian yang dilakukan dengan prosedur ini: buat larutan sabun cair (0.1 mL sabun + 10 mL aquades) dan larutan pembanding deterjen (0.3 g sabun + 10 mL air) dalam tabung reaksi lalu diaduk pelan-pelan. Tambahkan 4 tetes larutan CaCl2 2 M pada masing-masing tabung, kocok campuran selama 15 detik dan biarkan selama 30 detik. Amati perubahan (endapan) yang terbentuk.
Uji ketidakjenuhan minyak
Uji Kelarutan
Uji kesadahan Air
Reaksi Penyabunan
Pada percobaan 5 identifikasi asam amino dan protein, dilakuakn pengujian kimia protein seperti
denaturasi Protein yang dapat dilakukan dengan cara tes pembakaran dan tes .....
Tes Biuret
Tes Pengendapan Logam berat
Tes Millon
Reagen Alkaloidal
Untuk menguji adanya ikatan peptida pada suatu senaywa dimana kita akan mengamati terjadinya perubahan warna violet dapat diuji dengan tes ......
Tes Biuret
Tes Pengendapan Logam berat
Tes Millon
Reagen Alkaloidal
Reaksi warna pada percobaan 5 identifikasi asam amino dan protein, dilakukan pengujian dengan reagen alkaloidal, dimana protein dengan larutan asam pikrat jenuh akan memberikan endapan pikrat yang bewarna
merah
kuning
hijau
biru
Pada percobaan 5 identifikasi asam amino dan protein, dilakukan pengujian denaturasi protein dan reaksi warna. Yang tidak termasuk reaksi warna disini adalah
Tes Millon
Tes Pengendapan Logam berat
Tes Xantoprotein
Reagen Alkaloidal
Pada percobaan 5 identifikasi asam amino dan protein, dilakukan pengujian seperti prosedur berikut: Masukkan kira-kira ± 1 mL larutan albumin kedalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 2 tetes larutan jenuh asam pikrat. Terjadinya endapan kuning menunjukkan terbentuknya pikrat.. Warna ini akan terlihat pada batas permukaan. Tes apakah yang dimaksud disini
Tes Millon
Reagen alkaloidal
Tes Xantoprotein
Reaksi Ninhidrin
Pada percobaan 6, Identifikasi karbohidrat dijelaskan bahwa karbohidrat merupakan senyawa polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton. Berdasarkan ukuran molekul, jumlah atom C penyusun dan gugus fungsi yang dikandungnya, karbohidrat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Sukrosa merupakan contoh senyawa karbohidrat kelompok
Monosakarida
Disakarida
Oligosakarida
Polisakarida
Pada percobaan 6, Identifikasi karbohidrat dijelaskan bahwa karbohidrat merupakan senyawa polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton. Berdasarkan ukuran molekul, jumlah atom C penyusun dan gugus fungsi yang dikandungnya, karbohidrat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Glukosa merupakan contoh senyawa karbohidrat kelompok
Monosakarida
Disakarida
Oligosakarida
Polisakarida
Pada percobaan 6, Identifikasi karbohidrat dilakukan pengujian berdasarakan sifat pereduksi gula menggunakan reagen Benedict. Akan terbentuk endapan berwarna yang menunjukkan tes positif untuk gula pereduksi. Warna apakah yang dimaksud? (kecuali)
merah bata
coklat
kuning
hijau
Pada percobaan 6, Identifikasi karbohidrat Tes yang tidak termasuk test yang didasarkan pada pembentukan Furfural adalah
Tes Mollish
Tes Benedict
Tes Selliwanoff
Tes Bial
Pada percobaan 8, pembuatan asetosal dijelaskan bahwa asetosal digunakan secara luas sebagai obat antipiretik, analgetik, antiinflamasi dan antitrombosis. Khasiat asetosal yang diperoleh ketika digunakan pada dosis rendah adalah
antipiretik
analgetik
antiinflamasi
antitrombosis
Pada percobaan 8, pembuatan asetosal dijelaskan proses pembuatan asetosal : Masukkan 3,5 g asam salisilat kering dan 5 g (4,7 mL) anhidrida asam asetat ke dalam gelas kimia kemudian tambahkan 4 tetes asam dan aduk. Asam yang digunakan pada proses ini adalah
asam sulfat
asam pikrat
asam mefenamat
asam salisilat
Pada percobaan 8, pembuatan asetosal dijelaskan proses pembuatan asetosal : setelah dilakukan pencampuran bahan, selanjutnya dilakukan pemanasan diatas penangas air pada temperatur pada suhu 50-60 ᵒC selama
10 menit
15 menit
60 menit
120 menit
Pada percobaan 8, pembuatan asetosal dijelaskan proses pembuatan asetosal dilakukan melalui proses .......... dari asam salisilat
asetilasi
hidrogenasi
oksidasi
reduksi
Pada percobaan 6, identifikasi karbohidrat dilakukan Tes Asam Mukat, dengan prosedur 0.2 g laktosa, 0.1 g glukosa dan 0.1 g galaktosa dimasukan kedalam tabung reaksi terpisah. Tambahkan 2 mL aquades kedalam masing-masing tabung reaksi sehingga terbentuk larutan (panaskan jika perlu).
Dengan hati-hati, tambahkan 2 mL HNO3 pekat ke dalam masing-masing tabung. Panaskan tabung dalam penangas air selama 1 jam dalam lemari asam. Gas yang terbentuk dari hasil proses ini adalah
CO2
NO2
SO2
CO
Pada percobaan 6, identifikasi karbohidrat dilakukan Tes Iodin untuk Pati. Langkah-langkahnya adalah dengan masukkan masing-masing 2 mL karbohidrat 1 % ke dalam tabung reaksi terpisah. Masukkan 2 mL aquades ke tabung reaksi berbeda sebagai pembanding. Tambahkan 1 tetes larutan Iodin ke dalam setiap tabung reaksi dan amati hasilnya. Hasil positif mengandung pati dengan munculnya warna .......
biru tua
merah
kuning
hijau kekuningan
Pada percobaan 6, identifikasi karbohidrat dilakukan Tes Iodin untuk Pati. Langkah-langkahnya adalah dengan masukkan masing-masing 2 mL karbohidrat 1 % ke dalam tabung reaksi terpisah. Masukkan 2 mL aquades ke tabung reaksi berbeda sebagai pembanding. Tambahkan 1 tetes larutan Iodin ke dalam setiap tabung reaksi dan amati hasilnya. Hasil positif mengandung pati dengan munculnya warna. Selanjutnya pada sampel yang telah ditambahkan larutan Iodin, ditambahkan beberapa tetes Natrium tiosulfat. Apa yang akan terjadi setelah penambahan Natrium tiosulfat?
warna menjadi memudar atau hilang
warna menjadi lebih pekat
tidak terjadi perubahan apa-apa
terbentuknya endapan
Lemak dan minyak merupakan sumber energi yang terdapat dalam makanan. Jika lemak di metabolisme akan menghasilkan energi sebesar .... kkal/gram.
4
7
9
10
Selain lemak dan minyak yang merupakan sumber energi yang terdapat dalam makanan, terdapat juga senyawa karbohidrat dan protein. Jika arbohidrat dan protein di metabolisme akan menghasilkan energi sebesar .... kkal/gram.
4
7
9
10
