NEW
Font size
WorksheetsSoal UAS Pemenuhan dan Kebutuhan Dasar Manusia (Praktikum)
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang mahasiswa keperawatan semester 1 akan memeriksa tanda vital pasien flu. APD sederhana pertama yang dipakai sebelum masuk ruangan adalah?
Sarung tangan
Masker bedah
Jas lab
Sepatu boot
Face shield
Mahasiswa hendak memakai sarung tangan untuk menyentuh pasien demam. Langkah cuci tangan 6 langkah WHO yang pertama adalah?
Gosok punggung tangan
Gosok telapak tangan dengan telapak tangan
Gosok ibu jari
Gosok sela jari
Gosok ujung jari
Setelah cuci tangan, mahasiswa memakai sarung tangan non-steril untuk observasi pasien. Teknik benar untuk tangan kanan adalah?
Sentuh bagian luar sarung tangan dengan tangan kiri
Masukkan tangan ke sarung tangan, tarik manset ke atas pergelangan
Gosok sarung tangan dengan sabun
Pakai dua sarung tangan sekaligus
Lepas perhiasan setelah memakai
Selesai memeriksa pasien batuk, mahasiswa melepas APD di luar kamar. Urutan pelepasan yang benar untuk APD sederhana adalah?
Masker, sarung tangan
Sarung tangan, masker
Sarung tangan, cuci tangan, masker
Masker, cuci tangan
Cuci tangan dulu baru lepas
Mahasiswa semester 1 observasi pasien COVID ringan. Kesalahan pemakaian APD sederhana yang menyebabkan kontaminasi adalah?
Cuci tangan sebelum pakai masker dan sarung tangan
Sentuh wajah setelah lepas sarung tangan
Pakai masker menutup hidung dan mulut
Ganti sarung tangan untuk pasien berbeda
Cuci tangan setelah lepas APD
Seorang pasien pria 45 tahun istirahat setelah makan. Perawat diamati dada naik-turun 16 kali dalam 1 menit. Teknik pengukuran frekuensi pernapasan yang benar adalah?
Hitung denyut nadi radial dan kalikan 2
Observasi dada selama 15 detik, kalikan 4
Hitung selama 1 menit penuh tanpa pasien sadar
Gunakan stetoskop pada dada
Hitung gerakan abdomen saja
Mahasiswa keperawatan mengukur pernapasan pasien lansia sehat: 18 kali/menit, ritme teratur, kedalaman normal. Nilai ini dikategorikan sebagai?
Bradipne
Pernapasan normal dewasa
Takipne
Dispne dengan usaha berat
Apne 10 detik
Pasien PPOK dengan SpO2 88% memerlukan oksigen 2 L/menit. Langkah persiapan pemberian nasal kanul setelah cuci tangan adalah?
Pasang kanul tanpa humidifier
Isi humidifier air steril, sambung ke flowmeter
Set flow 10 L/menit langsung
Tempelkan kanul di mulut
Lepas kanul setelah 1 jam
Perawat beri oksigen masker sederhana pada pasien pasca-operasi dengan hipoksia. Flow rate aman untuk FiO2 40-60% adalah?
1-2 L/menit
5-8 L/menit
10-15 L/menit
0,5 L/menit
20 L/menit
Setelah pasang nasal kanul 4 L/menit pada pasien asma, perawat evaluasi. Tindakan lanjutan benar jika SpO2 naik ke 95% adalah?
Tingkatkan flow ke 6 L/menit
Cek humidifier setiap 8 jam, catat saturasi
Lepas oksigen segera
Ganti ke masker non-rebreather
Abaikan jika pasien nyaman
Pasien stroke tidak sadar memerlukan nutrisi formula 200 ml via NGT. Langkah pertama setelah verifikasi posisi NGT dengan aspirasi adalah?
Beri makanan langsung tanpa bilas
Posisi semi-Fowler 30-45 derajat
Berbaring datar
Aspirasi residu >500 ml lanjut beri
Gunakan spuit 10 ml
Perawat beri nutrisi enteral bolus 250 ml dalam 15 menit. Setelah habis, tindakan lanjutan benar adalah?
Klem NGT dan tarik selang
Bilas selang dengan 30-50 ml air steril
Tinggikan kepala pasien 1 jam
Beri obat encer dulu
Matikan pompa infus
Pasien wanita 50 tahun, BB 55 kg, TB 160 cm. Cara menghitung IMT yang tepat adalah?
55/1.60
55/(1.60)2
1.60/55
55×1.60
55+1.60
Hasil pengukuran antropometri pasien pria: BB 70 kg, TB 170 cm, IMT = 24,2. Status gizi menurut klasifikasi Asia Tenggara adalah?
Kurus (underweight)
Normal
Kelebihan berat badan (overweight)
Obesitas I
Kurang gizi akut
Pasien nutrisi NGT mengeluh mual setelah pemberian 300 ml. Penyebab utama dan tindakan adalah?
Residu lambung tinggi >200 ml, stop dan konsultasi
Posisi kepala rendah, lanjutkan
Formula terlalu dingin, panaskan ulang
Selang tersumbat, tarik paksa
Berat badan pasien naik, kurangi volume
Dokter order NaCl 500 ml infus selama 4 jam dengan set makro (20 gtt/ml). Jumlah tetesan per menit adalah?
20 tetes
42 tetes
25 tetes
83 tetes
10 tetes
Pasien anak diberi D5% 250 ml selama 5 jam, set mikro (60 gtt/ml). Kecepatan tetesan per menit yang benar adalah?
25 tetes
50 tetes
15 tetes
83 tetes
40 tetes
Infus RL 1000 ml habis dalam 8 jam, set makro 20 gtt/ml. Jika tersisa 100 ml setelah 1 jam, tetesan per menit untuk mengejar adalah?
28 tetes
42 tetes
20 tetes
35 tetes
50 tetes
Perawat hitung tetesan 30/menit untuk dewasa. Langkah pengaturan rolset setelah hitung adalah
Putar rolset penuh tanpa hitung
Hitung tetesan 1 menit, sesuaikan rolset
Gunakan pompa infus selalu
Abaikan drop chamber
Ganti set setiap 30 menit
Pasien jantung gagal diberi infus 33 tetes/menit (500 ml/5 jam, makro). Jika pembengkakan kaki muncul, tindakan pertama adalah?
Tingkatkan tetesan
Clamp infus, evaluasi volume total
Tambah diuretik
Lanjutkan tanpa cek
Ganti cairan ke D5%
Infus NaCl 500 ml hampir habis pada pasien dehidrasi. Langkah pertama penggantian setelah cuci tangan dan pakai sarung tangan adalah?
Lepas selang lama langsung
Matikan klem infus lama, swab mulut botol baru dengan alkohol
Gantung botol baru tanpa buka tutup
Tambah obat ke botol lama
Cek tetesan tanpa ganti
Perawat periksa luka infus harian: ada kemerahan ringan. Prosedur perawatan luka yang benar adalah?
Biarkan terbuka
Basahi plester dengan NaCl, lepas balutan, bersihkan dari pusat ke pinggir, tutup kasa steril
Olesi iodin dulu
Ganti selang setiap jam
Tekan keras 10 menit
Infus selesai pada pasien stabil. Setelah matikan klem dan lepas selang, langkah pelepasan jarum IV cannula adalah?
Tarik cepat tanpa tekan
Tekan bekas tusuk dengan kapas alkohol 2-5 menit, tutup plester
Biarkan berdarah sebentar
Potong selang dulu
Pakai bengkok tanpa kapas
Pasca ganti cairan RL 1000 ml, perawat observasi. Tanda sukses penggantian adalah?
Udara di selang
Tidak ada udara di selang, tetesan sesuai hitung, tidak bocor
Botol tergantung rendah
Pasien demam
Selang kusut
Pasien dengan infus 2 hari ada bengkak di luka. Tindakan integrasi perawatan dan pelepasan adalah?
Lanjutkan infus
Lepas infus, bersihkan NaCl, kompres hangat, dokumentasi phlebitis
Ganti situs baru tanpa lepas
Beri antibiotik oral
Tutup rapat tanpa observasi
Pasien pre-operasi cemas dengan HR 110 bpm. Perawat ajarkan tarik nafas dalam: langkah awal adalah?
Hembus cepat melalui hidung
Tarik nafas perlahan melalui hidung 4 detik
Tahan nafas 10 detik
Tutup mata tanpa nafas
Gerak bahu naik-turun
Pasien anxiety serang panik di ruang rawat. Urutan teknik deep breathing 4-4-4 yang benar adalah?
Tarik 4, hembus 4, tahan 4
Tarik nafas 4 detik, tahan 4 detik, hembus 4 detik
Hembus 4, tarik 4, tahan 8
Tarik cepat 2 detik, hembus lambat
Napas dada dangkal
Lansia stres pasca-diagnosis kanker, perawat pandu: posisi duduk rileks, pejam mata, tarik nafas dalam. Manfaat utama adalah?
Tingkatkan tekanan darah
Kurangi kecemasan, aktifkan parasimpatis
Tingkatkan napas cepat
Hilangkan nyeri fisik
Tingkatkan kortisol
Pasien ICU ventilasi spontan diajari deep breathing untuk stress. Frekuensi latihan yang direkomendasikan adalah?
1 kali sehari
Ulangi 5-10 siklus, 3-5 menit, 2-3 kali/hari
Terus-menerus 30 menit
Hanya malam hari
Setelah makan
Setelah 10 menit deep breathing, pasien melaporkan rileks, HR turun 100 ke 85 bpm. Tindakan lanjutan perawat adalah?
Hentikan latihan
Ajarkan pasien lakukan mandiri, evaluasi ulang 1 jam
Beri obat anxiolytic
Abaikan perubahan HR
Ganti ke meditasi
Pasien post-CS nyeri perut skala 6/10. Pertanyaan PQRST untuk "P" yang tepat adalah?
Nyeri seperti apa rasanya?
Apa yang membuat nyeri memburuk atau membaik?
Nyeri di mana tepatnya?
Pasien batu ginjal nyeri pinggang menjalar ke kaki. Komponen "Q" dalam PQRST menanyakan?
Pemicu nyeri apa?
Seperti apa sifat nyerinya (tajam, tumpul, menusuk)?
Nyeri menjalar ke mana?
Nyeri datang berapa kali sehari?
Skala nyeri berapa?
Pasien artritis nyeri lutut kiri. Pertanyaan "R" PQRST adalah?
Apa yang memicu nyeri?
Nyeri terasa seperti apa?
Di mana tepat lokasi nyeri dan apakah menyebar?
Kapan nyeri dimulai dan berlangsung?
Seberapa parah nyerinya?
Pasien migrain kronis, setelah analgetik nyeri turun dari 8/10 ke 4/10 . "S" dalam PQRST mengevaluasi?
Pemicu nyeri
Karakter nyeri
Tingkat keparahan nyeri (0–10)
Durasi nyeri
Lokasi nyeri
Pasien kanker tulang nyeri malam hari >2 jam. Komponen "T" PQRST mencakup?
Apa yang meredakan nyeri?
Nyeri seperti apa?
Nyeri di mana?
Kapan nyeri datang, berapa lama, dan pola waktu?
Seberapa kuat nyerinya?
Pasien pasca-op dengan Foleys kateter 2 hari, urine keruh. Langkah perawatan meatus pria yang benar adalah?
Bersihkan dari luar ke meatus
Bersihkan uretra ke luar dengan kapas, bilas
Olesi iodin kasar
Tarik selang saat bersih
Biarkan kering sendiri
Kateter urin pasien akan dilepas setelah 3 hari. Setelah deflasi balon spuit 10 ml, tindakan selanjutnya adalah?
Tarik cepat
Instruksikan napas dalam, tarik perlahan, bersihkan meatus dengan kapas alkohol
Potong selang dulu
Lepas balon tanpa spuit
Biarkan pasien tarik sendiri
Pasien imobilisasi minta BAK. Prosedur membantu urine pot pria di tempat tidur adalah?
Letakkan urine pot di bawah penis tanpa alas
Tutup selimut privasi, posisi dorsal recumbent, angkat bokong, pasang urine pot
Pasien berdiri
Cuci genital setelah tanpa air
Pasien stroke bantu BAB atas tempat tidur dengan pispot. Langkah pembersihan wanita setelahnya adalah?
Bersihkan dari anus ke depan
Usap dari depan ke belakang genital-anus dengan tisu basah, ulang hingga bersih
Gosok kasar
Biarkan kering
Cuci tangan dulu baru bersihkan
Observasi perawatan kateter: selang di atas bawah kandung kemih. Tindakan koreksi untuk cegah UTI adalah?
Lipat selang tinggi
Fiksasi selang rendah atau dibawah kandung kemih, jaga kering meatus, catat volume urine
Ganti kateter harian
Beri antibiotik rutin
Abaikan jika urine jernih
Pasien stroke hemiparese akan dipindah dari tempat tidur ke kursi roda. Langkah awal perawat adalah?
Langsung angkat pasien
Kaji kekuatan otot, jelaskan prosedur, kunci rem tempat tidur/kursi
Pindah sendirian
Biarkan pasien sendiri
Gunakan selimut saja
Pasien post-op ortopedi lemah, bantu dari rebahan ke duduk. Teknik benar menggunakan?
Tarik lengan pasien
Roll pasien ke sisi, pinggul ke pinggir kasur, swing kaki turun, dorong tangan pasien berdiri
Angkat kaki dulu
Tarik selimut
Dorong dari belakang
Pasien pneumonia dyspnea, SpO 2 92% . Posisi pengaturan optimal adalah?
Supine datar
Semi-Fowler 30–45∘ , bantal punggung, lutut fleksi
Prone
Trendelenburg
Sims lateral
Pasien tirah baring total, ubah posisi setiap 2 jam. Alasan pengaturan posisi adalah?
Tingkatkan nyeri
Cegah ulkus dekubitus, pneumonia, kontraktur
Kurangi mobilitas
Tinggi kepala
Hanya malam hari
Pasien obesitas dari kasur ke brankar. Posisi perawat saat angkat adalah?
Semua di kaki
Perawat 1 kepala, 2 pinggang, 3 kaki; angkat serentak
Satu orang saja
Tarik lengan
Dorong dari samping
Pasien koma 3 hari, mulut kering plak. Langkah oral hygiene dengan sikat gigi adalah?
Sikat gerakan bulat kasar
Gosok gigi atas-bawah luar-dalam, bersihkan gusi.
Pakai sabun colek
Biarkan tanpa kumur
Sikat 1 menit saja
Pasien chemotherapy stomatitis, oral hygiene harian. Urutan benar membersihkan rongga mulut adalah?
Bibir, pipi, lidah, gigi
Bibir-pipi-gusi-gigi-lidah, oles gliserin bibir
Gigi dulu baru lidah
Hanya kumur
Gunakan iodin
Ibu nifas hari 2 laktasi, lochia merah. Teknik vulva hygiene wanita adalah?
Usap anus ke vulva
Depan ke belakang: labia majora-minora, mons pubis, perineum dengan kapas NaCl
Gosok zigzag kasar
Biarkan kering
Cuci sabun berbusa
Pasien bedrest minta vulva hygiene. Posisi dan privasi yang benar adalah?
Fowler 90∘
Dorsal recumbent, selimut privasi, alas pispot di bawah bokong
Prone
Duduk
Standing
Pasien ventilasi mulut, observasi jamur. Tindakan oral hygiene pencegahan adalah?
Hanya kumur pagi
2x/hari sikat gigi NaCl, suction sekresi, pelembab bibir, dokumentasi
Pakai alkohol
Hindari suction
1x seminggu
