NEW
Font size
WorksheetsUAS DIETETIK 2025
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Tujuan akhir diet energi rendah adalah:
BB sangat kurus
Status gizi normal dan berkelanjutan
Penurunan BB cepat
Penurunan IMT <18,5
Menghilangkan lemak total
Asupan karbohidrat minimal untuk mencegah ketosis pada diet penurunan BB adalah:
30 g/hari
50 g/hari
100 g/hari
150 g/hari
200 g/hari
Serat yang dianjurkan pada diet energi rendah adalah sekitar:
10–15 g/hari
15–20 g/hari
20–35 g/hari
40–50 g/hari
>50 g/hari
Pasien obesitas sering makan sambil bekerja dan tidak menyadari porsi. Strategi yang paling efektif adalah:
Mengganti nasi dengan mie
Menggunakan piring lebih kecil
Menambah saus rendah lemak
Minum sebelum makan
Mengurangi frekuensi makan
Target penurunan berat badan yang realistis pada 6 bulan pertama terapi obesitas adalah:
3–5% dari BB awal
5–8% dari BB awal
10% dari BB awal
15–20% dari BB awal
>25% dari BB awal
Seorang pasien obesitas dengan riwayat depresi dan binge eating. Hal yang harus dikaji secara khusus sebelum intervensi diet adalah:
Asupan vitamin C
Riwayat psikiatrik dan gangguan makan
Asupan serat
Preferensi sayur
Jadwal tidur
Ny. B, 40 tahun, IMT 31 kg/m², ingin menurunkan BB tetapi masih sering ngemil sambil menonton TV malam hari. Intervensi perilaku paling tepat adalah:
Menurunkan protein
Menghilangkan makan malam
Mengontrol stimulus makan
Mengurangi cairan
Puasa intermiten ekstrem
Persentase lemak yang dianjurkan dalam diet energi rendah adalah:
10–15% energi
15–20% energi
20–30% energi
30–40% energi
>40% energi
Tn. C, 45 tahun, obesitas dan hipertensi, sering konsumsi gorengan dan santan. Prinsip diet yang paling penting ditekankan adalah:
Pembatasan protein
Pembatasan lemak jenuh
Pembatasan cairan
Peningkatan natrium
Peningkatan gula sederhana
Tn. D, 38 tahun, BB 110 kg, TB 170 cm, gagal menurunkan BB dengan diet rendah kalori biasa. IMT 38 kg/m². Pendekatan diet yang dapat dipertimbangkan dengan pengawasan ketat adalah:
Diet tinggi lemak
Diet tinggi protein bebas
Diet sangat rendah kalori (VLCD)
Diet bebas karbohidrat jangka panjang
Diet cair tanpa suplemen
Kadar HDL dikatakan rendah bila < … mg/dL
30
35
40
45
50
Dislipidemia adalah kondisi yang ditandai dengan:
Peningkatan kadar glukosa darah
Gangguan metabolisme lipid plasma
Kekurangan enzim pencernaan
Penurunan tekanan darah
Kekurangan protein kronik
Lemak jenuh pada diet dislipidemia dibatasi hingga:
<5% energi
<7% energi
<10% energi
<15% energi
<20% energi
Serat yang paling berperan menurunkan LDL adalah:
Serat tidak larut
Serat larut air
Selulosa
Hemiselulosa
Lignin
Tn. F, 48 tahun, kolesterol total 265 mg/dL, LDL 172 mg/dL, HDL 38 mg/dL. Prioritas diet utama adalah:
Meningkatkan protein
Menurunkan lemak jenuh dan trans
Menurunkan cairan
Menghilangkan karbohidrat
Meningkatkan gula sederhana
Ny. G, 55 tahun, menopause, LDL tinggi, jarang olahraga. Faktor risiko non-modifiable adalah:
Aktivitas fisik rendah
Pola makan
Menopause
Berat badan
Konsumsi lemak
Pasien dislipidemia tetap merokok walaupun diet sudah baik. Dampak utama merokok adalah:
Menurunkan HDL dan mempercepat aterosklerosis
Meningkatkan absorpsi serat
Menurunkan LDL
Menurunkan tekanan darah
Menghambat inflamasi
Lemak jenuh berpengaruh buruk karena:
Menurunkan LDL
Meningkatkan HDL
Meningkatkan LDL dan menurunkan HDL
Menurunkan trigliserida
Tidak berpengaruh pada lipid
Pasien dengan LDL tinggi tetapi BB normal. Target intervensi utama adalah:
Penurunan BB
Modifikasi jenis lemak
Pembatasan protein
Diet cair
Puasa
Dislipidemia disebut faktor risiko primer CVD karena:
Menyebabkan infeksi
Memicu inflamasi sendi
Mempercepat aterosklerosis
Menurunkan massa otot
Mengganggu fungsi ginjal
Pasien gout sulit patuh diet karena kebiasaan keluarga. Faktor utama yang perlu diperbaiki adalah:
Pengetahuan gizi
Dukungan sosial
Status ekonomi
Aktivitas fisik
Asupan cairan
Pasien gout sering minum alkohol. Edukasi utama adalah alkohol:
Tidak berpengaruh
Menurunkan asam urat
Meningkatkan produksi asam urat
Aman bila sedikit
Mengurangi nyeri sendi
Pasien gout dengan gangguan ginjal. Prinsip diet utama adalah:
Protein tinggi
Pembatasan purin dan protein hewani
Lemak tinggi
Cairan rendah
Diet bebas karbohidrat
Obat yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah:
Antibiotik
Diuretik
Antasida
Vitamin C
Probiotik
Pasien gout juga obesitas. Strategi diet terbaik adalah:
Diet tinggi protein
Penurunan BB bertahap
Diet sangat rendah kalori
Puasa ekstrem
Diet tinggi lemak
Protein yang dianjurkan pada diet gout adalah sekitar:
<0,5 g/kg BB
0,6 g/kg BB
1,0–1,2 g/kg BB
>1,5 g/kg BB
Tidak dibatasi
Ny. K, 50 tahun, asam urat 8,5 mg/dL, sering konsumsi jeroan. Intervensi utama adalah:
Menambah protein
Menghindari purin tinggi
Diet tinggi lemak
Mengurangi cairan
Puasa
Lokasi nyeri paling sering pada gout adalah:
Bahu
Lutut dan jari kaki
Pergelangan tangan
Punggung
Leher
Nilai normal asam urat pada laki-laki adalah:
1–3 mg/dL
2–4 mg/dL
3–7 mg/dL
5–9 mg/dL
>7 mg/dL
Asupan cairan yang dianjurkan pada penderita gout adalah:
<1 L/hari
1–1,5 L/hari
2–2,5 L/hari
3–4 L/hari
Tidak perlu diatur
Gangguan kesehatan mental didefinisikan sebagai:
Kelainan struktural otak bawaan
Perubahan fungsi otak dan sistem saraf yang memengaruhi perilaku
Kekurangan zat gizi mikro
Penyakit infeksi saraf
Dampak gangguan pencernaan kronik
Neurotransmiter yang sering rendah pada pasien depresi adalah:
Dopamin
GABA
Serotonin
Glutamat
Asetilkolin
Tujuan utama diet pada pasien gangguan mental adalah:
Menurunkan berat badan cepat
Meningkatkan massa otot
Mencapai status gizi optimal dan mendukung fungsi otak
Mengurangi cairan
Menghilangkan lemak total
Vitamin yang berperan penting dalam metabolisme neurotransmiter adalah:
Vitamin A
Vitamin D
Vitamin B kompleks
Vitamin K
Vitamin E
Efek samping obat antidepresan yang sering memengaruhi status gizi adalah:
Diare akut
Penurunan nafsu makan ekstrem
Peningkatan nafsu makan
Dehidrasi berat
Malabsorpsi
Pasien gangguan mental dengan CRP meningkat menunjukkan adanya:
Infeksi akut
Inflamasi kronik
Dehidrasi
Kekurangan protein
Hipoglikemia
Pasien bipolar dalam fase depresi mendapat suplementasi omega-3. Manfaat utama yang diharapkan adalah:
Menurunkan berat badan
Mengurangi fluktuasi mood
Menurunkan tekanan darah
Meningkatkan nafsu makan
Menghilangkan kebutuhan obat
Tn. B, 45 tahun, skizofrenia, IMT 31kg/m2 akibat obat. Strategi diet utama adalah:
Diet tinggi lemak
Diet rendah energi bertahap
Diet rendah gula
Diet puasa intermiten ekstrem
Diet rendah lemak
Mineral yang defisiensinya sering dikaitkan dengan gangguan mood adalah:
Natrium
Kalsium
Selenium
Klorida
Fosfor
Pasien dengan gangguan kecemasan sering mengonsumsi kafein berlebih. Edukasi utama adalah:
Kafein meningkatkan relaksasi
Kafein memperburuk kecemasan
Kafein tidak berpengaruh
Kafein meningkatkan serotonin
Kafein menurunkan stress
Sindrom nefrotik ditandai oleh proteinuria ≥:
1 g/hari
2 g/hari
3,5 g/hari
4,5 g/hari
5 g/hari
Ciri utama sindrom nefrotik adalah, KECUALI:
Edema
Hipoalbuminemia
Hiperlipidemia
Hipoglikemia
Proteinuria
Tujuan diet utama sindrom nefrotik adalah:
Menurunkan protein
Mengganti kehilangan albumin
Membatasi energi
Mengurangi kalium
Mengurangi cairan total
Asupan natrium pada sindrom nefrotik dibatasi untuk membantu mengontrol:
Hipertensi dan edema
Hipoglikemia
Anemia
Hiperkalemia
Asidosis
Indikator keberhasilan diet sindrom nefrotik adalah:
BB turun cepat
Edema berkurang dan albumin membaik
Protein urin meningkat
Tekanan darah naik
Nafsu makan menurun
Pasien batu ginjal berulang dengan volume urin rendah. Faktor risiko utama adalah:
Protein
Lemak
Kurang cairan
Kalium
Serat
Batu sistin terjadi akibat:
Infeksi bakteri
Kelainan transport asam amino
Konsumsi oksalat tinggi
Kelebihan kalsium
Dehidrasi akut
Sindrom nefrotik dengan penggunaan diuretik jangka panjang memerlukan perhatian khusus terhadap:
Natrium
Kalium
Glukosa
Lemak
Serat
Vitamin C dosis tinggi pada pasien ginjal berisiko karena:
Menurunkan imunitas
Meningkatkan oksalat urin
Menurunkan kalsium
Menurunkan pH darah
Meningkatkan albumin
Pasien batu kalsium dengan natrium tinggi. Hubungan natrium dan batu ginjal adalah:
Natrium menurunkan kalsium urin
Natrium meningkatkan ekskresi kalsium urin
Natrium tidak berpengaruh
Natrium menurunkan risiko batu
Natrium mengikat oksalat
