wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS DIETETIK 2025

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan akhir diet energi rendah adalah:

a)

BB sangat kurus

b)

Status gizi normal dan berkelanjutan

c)

Penurunan BB cepat

d)

Penurunan IMT <18,5

e)

Menghilangkan lemak total

2.

Asupan karbohidrat minimal untuk mencegah ketosis pada diet penurunan BB adalah:

a)

30 g/hari

b)

50 g/hari

c)

100 g/hari

d)

150 g/hari

e)

200 g/hari

3.

Serat yang dianjurkan pada diet energi rendah adalah sekitar:

a)

10–15 g/hari

b)

15–20 g/hari

c)

20–35 g/hari

d)

40–50 g/hari

e)

>50 g/hari

4.

Pasien obesitas sering makan sambil bekerja dan tidak menyadari porsi. Strategi yang paling efektif adalah:

a)

Mengganti nasi dengan mie

b)

Menggunakan piring lebih kecil

c)

Menambah saus rendah lemak

d)

Minum sebelum makan

e)

Mengurangi frekuensi makan

5.

Target penurunan berat badan yang realistis pada 6 bulan pertama terapi obesitas adalah:

a)

3–5% dari BB awal

b)

5–8% dari BB awal

c)

10% dari BB awal

d)

15–20% dari BB awal

e)

>25% dari BB awal

6.

Seorang pasien obesitas dengan riwayat depresi dan binge eating. Hal yang harus dikaji secara khusus sebelum intervensi diet adalah:

a)

Asupan vitamin C

b)

Riwayat psikiatrik dan gangguan makan

c)

Asupan serat

d)

Preferensi sayur

e)

Jadwal tidur

7.

Ny. B, 40 tahun, IMT 31 kg/m², ingin menurunkan BB tetapi masih sering ngemil sambil menonton TV malam hari. Intervensi perilaku paling tepat adalah:

a)

Menurunkan protein

b)

Menghilangkan makan malam

c)

Mengontrol stimulus makan

d)

Mengurangi cairan

e)

Puasa intermiten ekstrem

8.

Persentase lemak yang dianjurkan dalam diet energi rendah adalah:

a)

10–15% energi

b)

15–20% energi

c)

20–30% energi

d)

30–40% energi

e)

>40% energi

9.

Tn. C, 45 tahun, obesitas dan hipertensi, sering konsumsi gorengan dan santan. Prinsip diet yang paling penting ditekankan adalah:

a)

Pembatasan protein

b)

Pembatasan lemak jenuh

c)

Pembatasan cairan

d)

Peningkatan natrium

e)

Peningkatan gula sederhana

10.

Tn. D, 38 tahun, BB 110 kg, TB 170 cm, gagal menurunkan BB dengan diet rendah kalori biasa. IMT 38 kg/m². Pendekatan diet yang dapat dipertimbangkan dengan pengawasan ketat adalah:

a)

Diet tinggi lemak

b)

Diet tinggi protein bebas

c)

Diet sangat rendah kalori (VLCD)

d)

Diet bebas karbohidrat jangka panjang

e)

Diet cair tanpa suplemen

11.

Kadar HDL dikatakan rendah bila < … mg/dL

a)

30

b)

35

c)

40

d)

45

e)

50

12.

Dislipidemia adalah kondisi yang ditandai dengan:

a)

Peningkatan kadar glukosa darah

b)

Gangguan metabolisme lipid plasma

c)

Kekurangan enzim pencernaan

d)

Penurunan tekanan darah

e)

Kekurangan protein kronik

13.

Lemak jenuh pada diet dislipidemia dibatasi hingga:

a)

<5% energi

b)

<7% energi

c)

<10% energi

d)

<15% energi

e)

<20% energi

14.

Serat yang paling berperan menurunkan LDL adalah:

a)

Serat tidak larut

b)

Serat larut air

c)

Selulosa

d)

Hemiselulosa

e)

Lignin

15.

Tn. F, 48 tahun, kolesterol total 265 mg/dL, LDL 172 mg/dL, HDL 38 mg/dL. Prioritas diet utama adalah:

a)

Meningkatkan protein

b)

Menurunkan lemak jenuh dan trans

c)

Menurunkan cairan

d)

Menghilangkan karbohidrat

e)

Meningkatkan gula sederhana

16.

Ny. G, 55 tahun, menopause, LDL tinggi, jarang olahraga. Faktor risiko non-modifiable adalah:

a)

Aktivitas fisik rendah

b)

Pola makan

c)

Menopause

d)

Berat badan

e)

Konsumsi lemak

17.

Pasien dislipidemia tetap merokok walaupun diet sudah baik. Dampak utama merokok adalah:

a)

Menurunkan HDL dan mempercepat aterosklerosis

b)

Meningkatkan absorpsi serat

c)

Menurunkan LDL

d)

Menurunkan tekanan darah

e)

Menghambat inflamasi

18.

Lemak jenuh berpengaruh buruk karena:

a)

Menurunkan LDL

b)

Meningkatkan HDL

c)

Meningkatkan LDL dan menurunkan HDL

d)

Menurunkan trigliserida

e)

Tidak berpengaruh pada lipid

19.

Pasien dengan LDL tinggi tetapi BB normal. Target intervensi utama adalah:

a)

Penurunan BB

b)

Modifikasi jenis lemak

c)

Pembatasan protein

d)

Diet cair

e)

Puasa

20.

Dislipidemia disebut faktor risiko primer CVD karena:

a)

Menyebabkan infeksi

b)

Memicu inflamasi sendi

c)

Mempercepat aterosklerosis

d)

Menurunkan massa otot

e)

Mengganggu fungsi ginjal

21.

Pasien gout sulit patuh diet karena kebiasaan keluarga. Faktor utama yang perlu diperbaiki adalah:

a)

Pengetahuan gizi

b)

Dukungan sosial

c)

Status ekonomi

d)

Aktivitas fisik

e)

Asupan cairan

22.

Pasien gout sering minum alkohol. Edukasi utama adalah alkohol:

a)

Tidak berpengaruh

b)

Menurunkan asam urat

c)

Meningkatkan produksi asam urat

d)

Aman bila sedikit

e)

Mengurangi nyeri sendi

23.

Pasien gout dengan gangguan ginjal. Prinsip diet utama adalah:

a)

Protein tinggi

b)

Pembatasan purin dan protein hewani

c)

Lemak tinggi

d)

Cairan rendah

e)

Diet bebas karbohidrat

24.

Obat yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah:

a)

Antibiotik

b)

Diuretik

c)

Antasida

d)

Vitamin C

e)

Probiotik

25.

Pasien gout juga obesitas. Strategi diet terbaik adalah:

a)

Diet tinggi protein

b)

Penurunan BB bertahap

c)

Diet sangat rendah kalori

d)

Puasa ekstrem

e)

Diet tinggi lemak

26.

Protein yang dianjurkan pada diet gout adalah sekitar:

a)

<0,5 g/kg BB

b)

0,6 g/kg BB

c)

1,0–1,2 g/kg BB

d)

>1,5 g/kg BB

e)

Tidak dibatasi

27.

Ny. K, 50 tahun, asam urat 8,5 mg/dL, sering konsumsi jeroan. Intervensi utama adalah:

a)

Menambah protein

b)

Menghindari purin tinggi

c)

Diet tinggi lemak

d)

Mengurangi cairan

e)

Puasa

28.

Lokasi nyeri paling sering pada gout adalah:

a)

Bahu

b)

Lutut dan jari kaki

c)

Pergelangan tangan

d)

Punggung

e)

Leher

29.

Nilai normal asam urat pada laki-laki adalah:

a)

1–3 mg/dL

b)

2–4 mg/dL

c)

3–7 mg/dL

d)

5–9 mg/dL

e)

>7 mg/dL

30.

Asupan cairan yang dianjurkan pada penderita gout adalah:

a)

<1 L/hari

b)

1–1,5 L/hari

c)

2–2,5 L/hari

d)

3–4 L/hari

e)

Tidak perlu diatur

31.

Gangguan kesehatan mental didefinisikan sebagai:

a)

Kelainan struktural otak bawaan

b)

Perubahan fungsi otak dan sistem saraf yang memengaruhi perilaku

c)

Kekurangan zat gizi mikro

d)

Penyakit infeksi saraf

e)

Dampak gangguan pencernaan kronik

32.

Neurotransmiter yang sering rendah pada pasien depresi adalah:

a)

Dopamin

b)

GABA

c)

Serotonin

d)

Glutamat

e)

Asetilkolin

33.

Tujuan utama diet pada pasien gangguan mental adalah:

a)

Menurunkan berat badan cepat

b)

Meningkatkan massa otot

c)

Mencapai status gizi optimal dan mendukung fungsi otak

d)

Mengurangi cairan

e)

Menghilangkan lemak total

34.

Vitamin yang berperan penting dalam metabolisme neurotransmiter adalah:

a)

Vitamin A

b)

Vitamin D

c)

Vitamin B kompleks

d)

Vitamin K

e)

Vitamin E

35.

Efek samping obat antidepresan yang sering memengaruhi status gizi adalah:

a)

Diare akut

b)

Penurunan nafsu makan ekstrem

c)

Peningkatan nafsu makan

d)

Dehidrasi berat

e)

Malabsorpsi

36.

Pasien gangguan mental dengan CRP meningkat menunjukkan adanya:

a)

Infeksi akut

b)

Inflamasi kronik

c)

Dehidrasi

d)

Kekurangan protein

e)

Hipoglikemia

37.

Pasien bipolar dalam fase depresi mendapat suplementasi omega-3. Manfaat utama yang diharapkan adalah:

a)

Menurunkan berat badan

b)

Mengurangi fluktuasi mood

c)

Menurunkan tekanan darah

d)

Meningkatkan nafsu makan

e)

Menghilangkan kebutuhan obat

38.

Tn. B, 45 tahun, skizofrenia, IMT 31kg/m231\,\text{kg}/\text{m}^2 akibat obat. Strategi diet utama adalah:

a)

Diet tinggi lemak

b)

Diet rendah energi bertahap

c)

Diet rendah gula

d)

Diet puasa intermiten ekstrem

e)

Diet rendah lemak

39.

Mineral yang defisiensinya sering dikaitkan dengan gangguan mood adalah:

a)

Natrium

b)

Kalsium

c)

Selenium

d)

Klorida

e)

Fosfor

40.

Pasien dengan gangguan kecemasan sering mengonsumsi kafein berlebih. Edukasi utama adalah:

a)

Kafein meningkatkan relaksasi

b)

Kafein memperburuk kecemasan

c)

Kafein tidak berpengaruh

d)

Kafein meningkatkan serotonin

e)

Kafein menurunkan stress

41.

Sindrom nefrotik ditandai oleh proteinuria ≥:

a)

1 g/hari

b)

2 g/hari

c)

3,5 g/hari

d)

4,5 g/hari

e)

5 g/hari

42.

Ciri utama sindrom nefrotik adalah, KECUALI:

a)

Edema

b)

Hipoalbuminemia

c)

Hiperlipidemia

d)

Hipoglikemia

e)

Proteinuria

43.

Tujuan diet utama sindrom nefrotik adalah:

a)

Menurunkan protein

b)

Mengganti kehilangan albumin

c)

Membatasi energi

d)

Mengurangi kalium

e)

Mengurangi cairan total

44.

Asupan natrium pada sindrom nefrotik dibatasi untuk membantu mengontrol:

a)

Hipertensi dan edema

b)

Hipoglikemia

c)

Anemia

d)

Hiperkalemia

e)

Asidosis

45.

Indikator keberhasilan diet sindrom nefrotik adalah:

a)

BB turun cepat

b)

Edema berkurang dan albumin membaik

c)

Protein urin meningkat

d)

Tekanan darah naik

e)

Nafsu makan menurun

46.

Pasien batu ginjal berulang dengan volume urin rendah. Faktor risiko utama adalah:

a)

Protein

b)

Lemak

c)

Kurang cairan

d)

Kalium

e)

Serat

47.

Batu sistin terjadi akibat:

a)

Infeksi bakteri

b)

Kelainan transport asam amino

c)

Konsumsi oksalat tinggi

d)

Kelebihan kalsium

e)

Dehidrasi akut

48.

Sindrom nefrotik dengan penggunaan diuretik jangka panjang memerlukan perhatian khusus terhadap:

a)

Natrium

b)

Kalium

c)

Glukosa

d)

Lemak

e)

Serat

49.

Vitamin C dosis tinggi pada pasien ginjal berisiko karena:

a)

Menurunkan imunitas

b)

Meningkatkan oksalat urin

c)

Menurunkan kalsium

d)

Menurunkan pH darah

e)

Meningkatkan albumin

50.

Pasien batu kalsium dengan natrium tinggi. Hubungan natrium dan batu ginjal adalah:

a)

Natrium menurunkan kalsium urin

b)

Natrium meningkatkan ekskresi kalsium urin

c)

Natrium tidak berpengaruh

d)

Natrium menurunkan risiko batu

e)

Natrium mengikat oksalat