NEW
Font size
WorksheetsUTS MANAJEMEN RISIKO
Total questions: 45
Worksheet time: 45mins
Risiko klinis selalu berhubungan langsung dengan keselamatan pasien dan mutu pelayanan medis yang diberikan
BENAR
SALAH
Gangguan sistem informasi rekam medis termasuk dalam risiko non klinis karena berkaitan dengan kelancaran operasional rumah sakit
BENAR
SALAH
Kesalahan pemberian dosis obat termasuk dalam risiko non klinis karena menyangkut prosedur administrasi obat
BENAR
SALAH
Risiko non klinis dapat mencakup risiko hukum akibat ketidakpatuhan terhadap regulasi rumah sakit.
BENAR
SALAH
Risiko kehilangan data pasien akibat serangan siber termasuk risiko klinis karena menyangkut informasi pasien
BENAR
SALAH
Konflik antar tenaga medis yang mengganggu koordinasi tim dapat dikategorikan sebagai risiko klinis karena berpotensi menurunkan mutu pelayanan pasien.
BENAR
SALAH
Risiko keuangan karena keterlambatan klaim BPJS adalah bagian dari risiko klinis karena menyangkut pelayanan pasien.
BENAR
SALAH
Pemeliharaan alat medis yang tidak terjadwal termasuk risiko non klinis karena menyangkut teknis peralatan.
BENAR
SALAH
Semua risiko yang tidak berhubungan dengan keuangan termasuk risiko klinis
BENAR
SALAH
Keterlambatan pelayanan karena kekurangan tenaga perawat bisa dikategorikan sebagai risiko klinis.
BENAR
SALAH
Risiko murni adalah risiko yang hasil akhirnya hanya dapat menimbulkan kerugian atau tidak ada kerugian sama sekali.
BENAR
SALAH
Risiko spekulatif hanya menimbulkan kerugian tanpa kemungkinan keuntungan.
BENAR
SALAH
Kegiatan berinvestasi dalam saham termasuk risiko spekulatif karena dapat menghasilkan keuntungan atau kerugian.
BENAR
SALAH
Risiko kehilangan data pasien akibat kesalahan sistem komputer termasuk risiko murni.
BENAR
SALAH
Pembelian alat kesehatan baru yang bisa meningkatkan pelayanan tetapi berisiko rugi finansial adalah risiko murni.
BENAR
SALAH
Risiko infeksi silang di rumah sakit adalah contoh risiko spekulatif.
BENAR
SALAH
Tujuan utama identifikasi risiko adalah menentukan cara pengendalian risiko yang akan dilakukan.
BENAR
SALAH
Dalam proses identifikasi risiko, semakin banyak risiko yang ditemukan maka semakin baik hasil prosesnya.
BENAR
SALAH
Output dari proses identifikasi risiko biasanya berupa daftar risiko (risk register) yang berisi deskripsi dan sumber risiko.
BENAR
SALAH
Dampak potensial dari risiko harus diidentifikasi meskipun kejadian tersebut belum tentu akan terjadi.
BENAR
SALAH
Setelah risiko diidentifikasi, organisasi bisa langsung menentukan pengendalian risiko
BENAR
SALAH
Risiko keuangan hanya terjadi jika organisasi mengalami kerugian akibat tindak kecurangan internal.
BENAR
SALAH
Risiko legal dan risiko fraud adalah dua hal yang sama, karena keduanya sama-sama menimbulkan kerugian finansial.
BENAR
SALAH
Risiko legal muncul ketika rumah sakit menghadapi tuntutan hukum akibat kesalahan prosedur atau pelanggaran hak pasien.
BENAR
SALAH
Proses untuk memahami sifat risiko dan menentukan peringkat risiko disebut evaluasi risiko
BENAR
SALAH
Likelihood dalam analisis risiko menggambarkan seberapa parah dampak yang mungkin ditimbulkan oleh suatu insiden.
BENAR
SALAH
Severity menunjukkan tingkat keparahan atau besarnya kerugian yang dapat terjadi apabila suatu insiden benar-benar terjadi.
BENAR
SALAH
Analisis risiko hanya dilakukan sekali di awal proyek dan tidak perlu diperbarui setelahnya.
BENAR
SALAH
Proses membandingkan antara hasil analisis risiko dengan grading / kriteria / kelompokrisiko sesuai yang ditetapkan untuk menentukan apakah risiko dapat diterima / ditoleransi adalah analisis risiko.
BENAR
SALAH
Evaluasi dapat membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis risiko dan risiko yang memerlukan prioritas penanganan.
BENAR
SALAH
Kepanjangan FMEA adalah Failure Model and Evaluation Analysis
BENAR
SALAH
Occurrence menunjukkan frekuensi atau kemungkinan terjadinya suatu kegagalan.
BENAR
SALAH
Severity menggambarkan seberapa sering kemungkinan yang ditimbulkan dari risiko
BENAR
SALAH
FMEA hanya digunakan setelah terjadi kegagalan untuk mencari penyebabnya.
BENAR
SALAH
Langkah pertama dalam HFMEA adalah membuat diagram proses dari sistem yang akan dianalisis.
BENAR
SALAH
HFMEA bersifat reaktif.
BENAR
SALAH
Salah satu tujuan utama FMEA adalah mencegah terjadinya tragedi kesalahan dengan mengidentifikasi potensi kegagalan sebelum berdampak pada pasien.
BENAR
SALAH
Langkah terakhir dalam HFMEA adalah melakukan tindakan dan mengukur outcome dari rekomendasi perbaikan yang diterapkan.
BENAR
SALAH
Asuransi merupakan contoh nyata dari metode transfer risiko.
BENAR
SALAH
Mitigasi risiko dilakukan setelah risiko terjadi untuk meminimalkan dampaknya.
BENAR
SALAH
Perusahaan yang secara rutin mencadangkan data untuk mengurangi risiko kehilangan data akibat kegagalan sistem adalah bagian dari metode pengendalian risiko dengan cara menghindari.
BENAR
SALAH
Tujuan manajemen risiko klinik terhadap staf adalah agar tenaga kesehatan berani mengambil risiko tinggi demi mempercepat pelayanan pasien.
BENAR
SALAH
Tujuan manajemen risiko klinis adalah meningkatkan hasil asuhan pasien dengan mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya klinis.
BENAR
SALAH
Tujuan manajemen risiko klinis bersifat reaktif
BENAR
SALAH
Risiko adalah sesuatu yang pasti terjadi.
BENAR
SALAH
