wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BIOFARMASETIKA1

Total questions: 46

Worksheet time: 46mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang terjadi apabila proses sekresi aktif obat di ginjal mengalami kelebihan kapasitas?

a)

Sekresi obat menjadi tidak efisien

b)

Reabsorpsi obat meningkat secara drastis

c)

Kejenuhan pada transporter terjadi

d)

Filtrasi glomerulus meningkat

e)

pH urine berpengaruh besar

2.

Bagaimana pengaruh pH urine terhadap eliminasi obat asam salisilat?

a)

Menurunkan reabsorpsi melalui peningkatan ionisasi

b)

Meningkatkan eliminasi jika pH urine meningkat

c)

Mengurangi sekresi aktif secara signifikan

d)

Tidak berpengaruh pada eliminasi obat

e)

Menurunkan kecepatan filtrasi glomerulus

3.

Jelaskan mengapa dosis tinggi obat tertentu dapat menyebabkan kejenuhan proses metabolisme?

a)

Karena enzim yang bertanggung jawab terbatas jumlahnya

b)

Karena proses absorpsi menjadi lebih lambat

c)

Karena pH saluran pencernaan menurun

d)

Karena ginjal menurun filtrasinya

e)

Karena enzim menjadi jenuh

4.

Mengapa klirens obat yang mengalami kejenuhan proses sekresi menjadi tidak proporsional terhadap kenaikan dosis?

a)

Karena filtrasi tetap meningkat sementara sekresi tidak mengikuti proses kejenuhan

b)

Karena reabsorpsi obat otomatis meningkat

c)

Karena proses sekresi mencapai kapasitas maksimum dan menjadi terbatas

d)

Karena pH urin mengurangi efisiensi sekresi

e)

Karena volume darah yang dialirkan menurun

5.

Manakah dari berikut ini adalah contoh obat yang menunjukkan kinetika non-linier karena proses absorpsi yang jenuh?

a)

Rifampicin

b)

Amoksisilin

c)

Fenitoin

d)

Propranolol

e)

Gabapentin

6.

Apa faktor utama yang menyebabkan perubahan dari kinetika orde 1 ke orde 0 dalam pengelolaan obat jangka panjang?

a)

Peningkatan pH saluran pencernaan

b)

Akumulasi metabolit aktif

c)

Kejenuhan enzim metabolisme

d)

Fluktuasi dalam volume distribusi

e)

Penurunan laju filtrasi glomerulus

7.

Bagaimana pengaruh kejenuhan proses metabolisme terhadap waktu paruh obat?

a)

Meningkatkan kecepatan eliminasi

b)

Menurunkan half-life obat

c)

Memperpanjang waktu paruh

d)

Tidak berpengaruh pada waktu paruh

e)

Menurunkan volume distribusi

8.

Jelaskan kenapa reaksi farmakokinetik tertentu dapat menunjukkan karakteristik campuran order?

a)

Karena filter ginjal dan sekresi aktif berjalan bersamaan

b)

Karena pH urin memengaruhi proses absorpsi secara simultan sehingga adanya kinetika order 0 dan 1

c)

Karena proses absorpsi dan metabolisme keduanya bisa terjadi secara bersamaan dengan mekanisme yang berbeda

d)

Karena enzim yang bertanggung jawab berfungsi secara non-spesifik

e)

Karena sistem transport dipengaruhi oleh suhu tubuh

9.

Kenapa obat dengan rasio first-pass metabolism rendah memiliki bioavailabilitas tinggi?

a)

Karena proses eliminasi melalui ginjal sangat lambat

b)

Karena proses metabolisme pertama di hati terbatas

c)

Karena absorpsi di usus sangat lambat

d)

Karena pH lambung mempengaruhi proses absorpsi

e)

Karena enzim di hati tidak aktif

10.

Apa yang menyebabkan peningkatan konsentrasi obat saat steady state menjadi tidak proporsional terhadap dosis yang diberikan?

a)

Peningkatan volume distribusi

b)

Penurunan pH darah secara drastis

c)

Kejenuhan proses metabolisme atau eliminasi

d)

Peningkatan firslasi glomerulus

e)

Peningkatan laju sekresi aktif

11.

Bagaimana karakteristik kinetika farmakokinetik ketika enzim metabolisme mengalami kejenuhan?

a)

Reaksi menjadi ireversibel

b)

Kecepatan eliminasi meningkat secara linier

c)

Laju eliminasi berkurang dan menjadi tidak linear

d)

Waktu paruh menjadi lebih singkat

e)

Filtrasi ginjal meningkat

12.

Jelaskan mengapa peningkatan dosis obat tertentu tidak menyebabkan peningkatan ekskresi yang sebanding?

a)

Karena pH urin menurun secara signifikan

b)

Karena proses absorpsi mulai terhambat

c)

Karena proses eliminasi mencapai batas maksimalnya

d)

Karena volume darah yang diproses oleh ginjal berkurang

e)

Karena kejenuhan pada proses eliminasi terjadi

13.

Kenapa proses reabsorpsi ginjal pada obat tertentu menurun saat pH urine meningkat?

a)

Karena reabsorpsi bersifat pH-bergenesis

b)

Karena pengaruh enzim di tubulus ginjal menurun

c)

Karena meningkatnya ionisasi obat memudahkan reabsorpsi

d)

Karena ionisasi obat meningkat, mengurangi reabsorpsi

e)

Karena filtrasi glomerulus menurun

14.

Apa yang dimaksud dengan klirens dalam proses ekskresi obat?

a)

Volume plasma yang diproses oleh hati setiap menit

b)

Proses metabolisme obat melalui enzim hati

c)

Parameter yang menunjukkan kecepatan eliminasi obat dari tubuh

d)

Jumlah obat yang tersisa dalam ginjal setelah filtrasi

e)

Volume plasma yang secara teoritis dibersihkan dari obat dalam waktu tertentu

15.

Bagaimana ginjal mempengaruhi parameter klirens obat?

a)

Melalui proses sekresi dan reabsorpsi di dalam nefron

b)

Dengan mengurangi filtrasi plasma secara otomatis

c)

Melalui penurunan aktivitas enzim di hepatosit

d)

Dengan menurunkan حجم urine yang dihasilkan setiap hari

e)

Melalui mekanisme filtrasi, sekresi aktif, dan reabsorpsi pada tubulus ginjal

16.

Jelaskan mengapa klirens kreatinin sering digunakan dalam menilai fungsi ginjal?

a)

Karena kreatinin terikat kuat pada protein plasma dan tidak difiltrasi

b)

Karena tingkat kreatinin dalam urine sangat bervariasi dan sulit diukur

c)

Karena kreatinin dihindari oleh proses reabsorpsi ginjal secara efektif

d)

Karena kreatinin diproduksi oleh otot secara stabil dan diekskresi secara konsisten

e)

Karena kreatinin bersifat lipofilik dan mudah melewati membran ginjal

17.

Mengapa proses reabsorpsi tubular dapat mengurangi jumlah obat yang diekskresikan ke urine?

a)

Karena reabsorpsi menyebabkan obesitas ginjal

b)

Karena memicu aktivitas enzim hati yang menurunkan kadar obat dalam plasma

c)

Karena obat yang reabsorpsi kembali ke darah dan tidak dibuang melalui urine

d)

Karena proses reabsorpsi berhenti saat kadar obat tinggi di plasma

e)

Karena obat yang bersifat lipofilik mampu melewati membran kembali ke aliran darah

18.

Kenapa ekskresi obat melalui ginjal disebut proses yang paling cepat?

a)

Karena melalui proses filtrasi dan sekresi aktif yang efisien

b)

Karena kadar obat dalam urine selalu tinggi dibandingkan organ lain

c)

Karena ginjal memiliki volume filtrasi terbesar dibanding organ lainnya

d)

Karena ekskresi melalui ginjal tidak dipengaruhi oleh sifat kimia obat

e)

Karena melalui filtrasi glomerulus dan sekresi aktif yang bekerja secara simultan

19.

Manakah faktor berikut yang paling mempengaruhi laju ekskresi obat di ginjal?

a)

Warna urin yang dihasilkan

b)

Tingkat oksigenasi ginjal secara keseluruhan

c)

Jumlah enzim dalam hati yang terlibat dalam metabolisme obat

d)

Tingkat protein plasma yang terikat pada obat

e)

Kecepatan filtrasi glomerulus dan aktivitas transport aktif di tubulus

20.

Apa sebabnya obat yang bersifat lipofilik lebih sulit dieliminasi melalui ginjal?

a)

Karena dia larut dalam air sehingga sulit untuk difiltrasi

b)

Karena dia cepat diubah menjadi metabolit yang larut air oleh ginjal

c)

Karena dia mudah terikat oleh protein plasma dan melewati reabsorpsi tubular

d)

Karena dia lebih cepat dimetabolisme di hati

e)

Karena dia dapat kembali ke aliran darah melalui reabsorpsi tubular

21.

Jelaskan mengapa adanya kompetisi antara obat-obat tertentu dapat mengganggu proses ekskresi?

a)

Karena hanya satu jenis obat yang bisa melewati filtrasi glomerulus setiap waktu

b)

Karena obat yang menghambat kerja enzim ginjal menyebabkan gangguan ekskresi

c)

Karena obat lain bisa meningkatkan urine secara tidak terkendali

d)

Karena semua obat bersaing dalam proses metabolisme hati

e)

Karena obat mendapatkan transport aktif pada sel tubulus yang sama, menyebabkan inhibisi

22.

Mengapa penting memahami sifat fisiko-kimia obat dalam proses ekskresi ginjal?

a)

Untuk memperkirakan kemungkinan adanya ikatan dengan enzim hati

b)

Untuk menilai kemungkinan metabolisme di organ lain selain ginjal

c)

Untuk menentukan apakah obat dapat larut dalam urine dan diekskresikan atau tidak

d)

Untuk memprediksi tingkat ikatan obat dengan reseptor di jaringan target

e)

Karena sifat ini menentukan jalur eliminasi dan kecepatan ekskresi obat

23.

Apa yang dapat terjadi jika ginjal mengalami gangguan fungsi terhadap proses ekskresi obat?

a)

Meningkatkan efektivitas obat secara otomatis

b)

Menurunkan metabolisme obat di hati secara signifikan

c)

Mengakibatkan penurunan jumlah obat dalam plasma

24.

Jelaskan mengapa obat yang memfermentasi lambat di hati lebih banyak diekskresikan melalui ginjal?

a)

Karena mereka langsung menumpuk di jaringan ginjal dan diubah menjadi metabolit aktif

b)

Karena mereka cepat disekresikan melalui air seni tanpa perlu melalui metabolisme hati

c)

Karena mereka larut dalam lemak dan tidak perlu disekresikan melalui ginjal

d)

Karena mereka memiliki berat molekul yang tinggi dan tidak bisa disaring di glomerulus

e)

Karena mereka memiliki sifat larut air dan mengalami filtrasi serta sekresi tubular tanpa banyak mengalami biotransformasi

25.

Mengapa sistem transport aktif di ginjal sangat penting dalam proses ekskresi obat?

a)

Karena memungkinkan terjadinya filtrasi obat secara pasif di glomerulus

b)

Karena memudahkan pemindahan obat dari urin ke dalam darah

c)

Karena membantu menurunkan tingkat albumin di plasma darah

d)

Karena menyediakan energi untuk proses filtrasi di glomerulus

e)

Karena memindahkan obat aktif dari plasma ke lumen tubulus secara efisien, terutama untuk obat yang terikat protein

26.

Kenapa ekskresi melalui organ-organ selain ginjal, seperti hati dan paru-paru, memiliki peran yang lebih kecil?

a)

Karena organ tersebut tidak mampu melakukan proses eliminasi secara efektif

b)

Karena zat-zat metabolit sering kali tidak larut air dan sulit diekskresikan tanpa ginjal

c)

Karena keberadaan organ ini hanya untuk proses metabolisme tanpa pengeluaran langsung ke lingkungan

d)

Karena proses ekskresi utama di tubuh bergantung pada kekuatan filtrasi ginjal dan sekresi aktifnya

e)

Karena organ ini berperan sebagai organ metabolisme utama, tetapi tidak seefisien ginjal dalam ekskresi langsung

27.

Apa yang menyebabkan obat tertentu memerlukan penyesuaian dosis saat fungsi ginjal menurun?

a)

Karena ginjal tidak lagi mampu memproses zat-zat non-essensial dalam darah

b)

Karena penurunan fungsi ginjal meningkatkan filtrasi glomerulus secara tidak terkendali

c)

Karena cukup berpengaruh pada metabolisme di hati yang menurunan secara paralel

d)

Karena menurunnya tingkat sekresi aktif dan efisiensi reabsorpsi di ginjal

e)

Karena penurunan laju filtrasi dan sekresi aktif menyebabkan akumulasi obat dalam plasma

28.

Apa yang mempengaruhi kecepatan distribusi obat ke jaringan otak, terutama pada kasus penghalang darah-otak?

a)

Rasio ikatan obat dengan protein plasma akan cenderung tinggi sehingga obat mampu menembus penghalang

b)

Ukuran dan lipofilikitas molekul

c)

Transporter membran yang diekspresikan pada permukaan sel

d)

pH lingkungan sekitar jaringan otak

e)

Jumlah transporter yang ada di jaringan otak

29.

Bagaimana proses transport maksimum obat melewati penghalang darah-otak?

a)

Melalui difusi pasif yang dipercepat oleh konsentrasi tinggi tanpa melihat lipofilisitas obat

b)

Dengan mengandalkan ikatan kuat pada protein plasma

c)

Melalui transporter membran spesifik yang mengangkut zat tertentu

d)

Dengan meningkatkan volume distribusi obat secara keseluruhan

e)

Mengurangi ikatan obat pada protein plasma

30.

Jelaskan mengapa levodopa berhasil digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson, padahal dopamin sendiri tidak dapat menembus sawar darah-otak?

a)

Karena levodopa berukuran kecil dan lipofilik dan melintasi sawar darah-otak oleh transporter lemak

b)

Karena levodopa mengalami difusi pasif yang besar di otak

c)

Karena levodopa ditransportasikan melintasi sawar darah-otak oleh transporter asam amino

d)

Karena levodopa bersifat lipid-soluble dan sangat kecil

e)

Karena levodopa direaksikan dengan enzim spesifik di otak

31.

Mengapa ikatan obat dengan protein plasma seperti albumin berpengaruh terhadap distribusi obat?

a)

Karena ikatan ini menyebabkan obat menjadi lebih lipofilik

b)

Karena objek transport yang lebih besar dan cepat bergerak ke jaringan

c)

Karena ikatan ini bersifat reversibel dan hanya obat bebas yang aktif secara farmakologis

d)

Karena ikatan ini meningkatkan kecepatan eliminasi urin obat

e)

Karena ikatan obat akan meningkatkan metabolisme obat di hati sehingga kadar obat aktif cenderung meningkat

32.

Kenapa molekul besar seperti antibodi monoklonal sulit menembus membran sel darah merah dan penghalang darah-otak?

a)

Karena molekul ini berpenetrasi melalui difusi pasif di jaringan dan karena cukup besar butuh waktu penetrasi cukup lama

b)

Karena molekul ini bersifat sangat lipofilik dan larut dalam lipid jaringan otak

c)

Karena molekul ini memiliki ionisasi yang tinggi dan muatan besar

d)

Karena molekul ini terlalu besar dan biasanya tidak berikatan dengan protein plasma

e)

Karena molekul ini memiliki afinitas tinggi terhadap transporter efluks

33.

Apa yang menyebabkan peningkatan fraksi obat tidak terikat pada protein plasma dapat meningkatkan distribusi ke jaringan?

a)

Mengurangi jumlah transporter efluks di jaringan target sehingga kadar obat meningkat dengan kecepatan stabil

b)

Mengurangi kecepatan eliminasi obat melalui hati

c)

Meningkatkan fraksi obat bebas yang dapat menembus membran dan masuk ke jaringan

d)

Menurunkan pH darah sehingga obat lebih bersifat ionisasi

e)

Meningkatkan metabolisme obat di organ yang menimbulkan ikatan yang lebih lemah

34.

Jelaskan mengapa pengobatan dengan warfarin harus memperhatikan ikatan dengan protein plasma?

a)

Karena warfarin bersifat sangat lipofilik dan mudah menembus jaringan otak

b)

Karena ikatan warfarin dengan albumin menyebabkan peningkatan aksi farmakologis

c)

Karena tingkat ikatan mempengaruhi kecepatan difusi cross-membran dan non-aktifnya obat yang mengakibatkan kadar naik lalu turun drastis

d)

Karena hanya obat yang tidak terikat pada protein plasma yang aktif secara farmakologis

e)

Karena ikatan ini menyebabkan peningkatan pembuangan oleh ginjal

35.

Bagaimana perubahan ikatan obat dengan protein plasma dapat mempengaruhi efek klinisnya?

a)

Mengurangi jumlah transporter membran di jaringan target

b)

Menurunkan tingkat metabolisme obat di hati sehingga kadar obat menjadi tinggi dan stabil

c)

Meningkatkan fraksi obat bebas yang berpotensi meningkatkan aktivitas farmakologis

d)

Mengurangi toksisitas dari metabolit aktif obat

e)

Membuat obat lebih stabil terhadap enzim pencernaan

36.

Kenapa pemanfaatan transporter membran dalam pengembangan obat menjadi sangat penting dalam pengobatan neurologis?

a)

Transporter membran secara aktif mengurangi efek samping obat di organ lain

b)

Transporter ini meningkatkan metabolisme obat di jaringan target

c)

Transporter ini menentukan seberapa efektif obat dapat menembus penghalang darah-otak

d)

Transporter ini mengurangi kebutuhan dosis obat yang tinggi sehingga keamanan pasien lebih terjaga dan terhindar efek samping

e)

Transporter ini meningkatkan stabilitas farmakokinetik obat dalam plasma

37.

Apa yang menjadi alasan utama penggunaan levodopa dalam terapi Parkinson dibandingkan dopamin langsung?

a)

Dopamin memiliki afinitas lebih tinggi terhadap transporter efluks di otak

b)

Dopamin tidak dapat menembus penghalang darah-otak secara efektif sedangkan levodopa bisa

c)

Dopamin lebih besar ukurannya dibanding levodopa sehingga sulit menembus membrane otak sehingga kadar obat cenderung tidak konstan

d)

Levodopa memiliki indeks lipofilik yang jauh lebih tinggi dari dopamin

e)

Dopamin memiliki pH yang tidak sesuai untuk penembusan ke dalam CNS

38.

Mengapa transporter family seperti OATP dan GLUT sangat penting dalam membuka jalur distribusi obat melalui membran sel?

a)

Karena mereka menyebabkan perubahan pada gen ekspresi transporter menjadi meningkat secara otomatis

b)

Karena mereka mempercepat metabolisme enzim dalam jaringan target

c)

Karena mereka memungkinkan transport zat tertentu secara aktif dan secara fasilitasi

d)

Karena mereka memfasilitasi difusi pasif dari molekul non-spesifik

e)

Karena mereka menurunkan pH di lingkungan sekitar sel

39.

Jelaskan mengapa distribusi obat ke jaringan tertentu dipengaruhi oleh sifat fisiko-kimia obat seperti lipofilikitas?

a)

Karena lipofilikitas mempengaruhi kecepatan ikatan obat terhadap protein plasma sehingga menyebabkan kadar obat cenderung naik turun

b)

Karena molekul lipofilik cenderung terikat lebih kuat pada transporter efluks

c)

Karena molekul lipofilik lebih mudah menembus membran lipid dan mencapai lokasi target

d)

Karena lipofilikitas berpengaruh besar terhadap kecepatan metabolisme di hati

e)

Karena sifat ini meningkatkan pH dalam jaringan target

40.

Mengapa distribusi obat ke jaringan tertentu sangat penting dalam proses pengembangan obat?

a)

Karena distribusi yang lambat membantu mengurangi toksisitas di jaringan normal

b)

Karena distribusi yang luas memudahkan eliminasi dari tubuh secara keseluruhan

c)

Karena distribusi menentukan efektivitas dan keamanan obat di target klinis

d)

Karena distribusi mempengaruhi pH lokal di jaringan target

e)

Karena distribusi yang cepat cenderung mengurangi potensi efek samping

41.

Jelaskan mengapa pengobatan dengan LMWH tidak menembus plasenta dengan mudah, berbeda dengan warfarin?

a)

Karena LMWH memiliki muatan rendah dan lipofilikitas tinggi

b)

Karena warfarin bersifat polar tinggi dan molekulnya besar

c)

Karena LMWH memiliki afinitas rendah terhadap transporter plasma dan ukuran besar

d)

Karena LMWH adalah senyawa polar yang tidak mudah menembus penghalang plasenta

e)

Karena warfarin sangat kecil dan bersifat lipid-soluble

42.

Manakah alasan utama yang mendasari pemilihan LMWH untuk terapi trombosis selama kehamilan?

a)

Karena LMWH menyebabkan peningkatan distribusi obat secara luas ke jaringan otak

b)

Karena LMWH mudah menembus penghalang plasenta dan memiliki profil keamanan tinggi

c)

Karena LMWH berbentuk molekul kecil dan berikatan rapat pada albumin

d)

Karena LMWH berukuran besar dan tidak mudah menembus penghalang plasenta

e)

Karena LMWH mudah menembus penghalang plasenta dan memiliki profil keamanan tinggi

43.

Konsep pH trapping menjelaskan bahwa…

a)

Obat lemah akan terionisasi pada kompartemen dengan pH yang membuatnya bermuatan sehingga terperangkap karena tidak dapat berdifusi balik melalui membran lipid

b)

Obat selalu bergerak mengikuti gradien konsentrasi tanpa pengaruh pH

c)

Obat nonion selalu terakumulasi di kompartemen dengan pH lebih rendah

d)

Perbedaan pH tidak mempengaruhi distribusi karena semua obat tertransport aktif

e)

Hanya protein plasma yang menentukan lokasi akumulasi obat

44.

Alkalinisasi urin digunakan secara klinis untuk meningkatkan ekskresi obat…

a)

Basa lemah

b)

Obat netral

c)

Asam lemah

d)

Obat volatil

e)

Obat dengan ikatan protein tinggi

45.

Obat yang cenderung diekskresikan melalui empedu umumnya memiliki karakteristik…

a)

Hidrofilik dan berat molekul kecil

b)

Tidak mengalami metabolisme

c)

Lipofilik dan berat molekul relatif besar (>300–500 Dalton)

d)

Tidak terionisasi di plasma

e)

Waktu paruh sangat pendek

46.

Fenomena enterohepatic recycling dapat menyebabkan…

a)

Penurunan durasi kerja obat

b)

Penurunan bioavailabilitas obat

c)

Perpanjangan waktu paruh dan efek terapeutik obat

d)

Eliminasi obat menjadi lebih cepat

e)

Obat tidak mengalami metabolisme ulang