wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Persalinan dan Gawat Janin

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Seorang ibu G2P1 usia 28 tahun mengalami persalinan kala I fase aktif lebih dari 18 jam. Bidan mencurigai partus lama. Apakah definisi partus lama?

a)

Persalinan kala I lebih dari 8 jam

b)

Persalinan kala I lebih dari 12 jam

c)

Persalinan kala I fase aktif lebih dari 18 jam

d)

Persalinan kala II lebih dari 30 menit

e)

Persalinan kala II lebih dari 1 jam

2.

Faktor risiko berikut yang paling sering menyebabkan partus lama adalah:

a)

Kehamilan multipel

b)

Malposisi janin

c)

Usia ibu >40 tahun

d)

Riwayat hipertensi

e)

Persalinan prematur

3.

Komplikasi partus lama yang paling berbahaya bagi ibu adalah:

a)

Anemia

b)

Perdarahan postpartum

c)

Infeksi puerperium

d)

Ruptur uteri

e)

Retensio plasenta

4.

Seorang bidan mencurigai partus lama. Tanda dini yang dapat diamati adalah:

a)

DJJ <110 x/menit

b)

Pembukaan serviks tidak bertambah setelah 4 jam observasi

c)

Ketuban pecah dini

d)

Kepala janin sudah tampak di perineum

e)

Plasenta belum lahir setelah 30 menit

5.

Definisi gawat janin adalah:

a)

Janin lahir dengan skor Apgar rendah

b)

Keadaan janin yang tidak mampu bertahan hidup di dalam rahim

c)

Janin mengalami hipoksia dan asidosis intrauterin

d)

Janin dengan berat lahir <2500 gram

e)

Janin yang meninggal intrauterin

6.

Seorang ibu 35 tahun hamil dengan preeklamsia berat, saat pemantauan CTG ditemukan late decelerasi berulang. Faktor risiko gawat janin pada kasus ini adalah:

a)

Usia ibu >30 tahun

b)

Preeklamsia

c)

Riwayat sectio caesarea

d)

Persalinan multipara

e)

Hipertiroid

7.

Yang merupakan tanda klinis gawat janin adalah:

a)

DJJ 110-160 x/menit

b)

DJJ <110 x/menit atau >160 x/menit

c)

Kepala janin sudah masuk PAP

d)

Gerakan janin aktif

e)

Ketuban jernih

8.

Distosia bahu didefinisikan sebagai:

a)

Kepala janin tidak bisa lahir

b)

Bahu janin tersangkut di PAP setelah kepala lahir

c)

Janin besar dengan berat >4000 gram

d)

Malposisi kepala janin

e)

Persalinan dengan kala II lama

9.

Komplikasi utama distosia bahu pada bayi adalah:

a)

Asfiksia

b)

Fraktur klavikula

c)

Cedera pleksus brakialis

d)

Sepsis neonatorum

e)

Hipoglikemia

10.

Seorang ibu hamil 37 minggu datang dengan hasil pemeriksaan letak sungsang. Faktor risiko yang paling sering terkait kondisi ini adalah:

a)

Usia ibu tua

b)

Kelainan bentuk rahim (uterus bikornis)

c)

Paritas tinggi

d)

Bayi besar (makrosomia)

e)

Ketuban sedikit

11.

Pada pemeriksaan Leopold, bagian teraba di fundus uteri keras, bulat, melenting, sedangkan di bawah terasa lunak tidak melenting. Apakah diagnosisnya?

a)

Letak kepala

b)

Letak lintang

c)

Letak sungsang

d)

Malposisi kepala

e)

Hidrosefalus

12.

Komplikasi letak sungsang pada janin yang paling sering terjadi adalah:

a)

Asfiksia lahir

b)

Berat lahir rendah

c)

Cedera pleksus brakialis

d)

Infeksi neonatal

e)

Prematuritas

13.

Deteksi dini letak sungsang yang paling tepat pada usia kehamilan >36 minggu adalah:

a)

Pemeriksaan dalam

b)

USG

c)

Palpasi Leopold

d)

CTG

e)

Amniosentesis

14.

Emboli air ketuban adalah:

a)

Masuknya udara ke dalam pembuluh darah ibu

b)

Masuknya cairan ketuban, sel janin, atau rambut janin ke dalam sirkulasi maternal

c)

Emboli trombus yang terjadi pada ibu bersalin

d)

Tersumbatnya vena oleh cairan amnion

e)

Hipertensi mendadak pad

15.

Faktor risiko utama terjadinya emboli air ketuban adalah:

a)

Kehamilan prematur

b)

Induksi persalinan dengan oksitosin

c)

Sectio caesarea

d)

Persalinan lama dan traumatik

e)

Semua benar

16.

Seorang ibu saat kala II tiba-tiba sesak napas hebat, batuk darah, kejang, dan tidak sadar. Kondisi ini paling mungkin disebabkan oleh:

a)

Eklampsia

b)

Emboli udara

c)

Emboli air ketuban

d)

Emboli paru akibat trombus

e)

Syok septik

17.

Ruptur uteri adalah:

a)

Sobekan dinding rahim setelah persalinan

b)

Sobekan dinding rahim akibat trauma tumpul

c)

Robekan dinding uterus saat kehamilan atau persalinan

d)

Luka pada serviks saat persalinan

e)

Robekan perineum saat persalinan

18.

Faktor risiko paling sering untuk rupture uteri adalah:

a)

Grandemultipara

b)

Riwayat sectio caesarea sebelumnya

c)

Induksi persalinan dengan oksitosin

d)

Partus lama

e)

Semua benar

19.

Seorang ibu bersalin tiba-tiba mengeluh nyeri hebat, kontraksi hilang, denyut jantung janin tidak terdengar, bagian janin mudah teraba dan teraba seperti lingkaran cincin di perut. Kondisi ini menunjukkan:

a)

Solusio plasenta

b)

Ruptur uteri

c)

Emboli air ketuban

d)

Eklampsia

e)

Partus lama

20.

Komplikasi paling berbahaya dari rupture uteri adalah:

a)

Perdarahan postpartum sekunder

b)

Syok hipovolemik

c)

Infeksi puerperium

d)

Subinvolusi uteri

e)

Retensio plasenta

21.

Seorang ibu 10 hari postpartum datang dengan keluhan perdarahan banyak, darah berwarna merah segar dengan gumpalan. Pemeriksaan: uterus subinvolusi, teraba lunak, suhu 38°C. Apakah penyebab paling mungkin?

a)

Retensio plasenta

b)

Subinvolusi uteri karena infeksi

c)

Trauma jalan lahir

d)

Gangguan koagulasi

e)

Ruptur uteri

22.

Ibu nifas 2 minggu postpartum mengalami perdarahan banyak. Riwayat persalinan lama, plasenta lahir lengkap. Faktor risiko yang paling berperan?

a)

Persalinan lama/trauma jalan lahir

b)

Retensio plasenta

c)

Ketuban pecah dini

d)

Anemia

e)

Operasi sesar

23.

Seorang ibu 14 hari postpartum mengalami perdarahan mendadak. Tindakan awal bidan adalah:

a)

Segera kuretase

b)

Stabilisasi pasang infus, pemberian oksigen dan segera rujuk

c)

Pemberian antibiotik

d)

Menjahit laserasi

e)

Observasi saja

24.

Ibu postpartum hari ke-5 mengeluh nyeri pada perineum. Pemeriksaan: luka episiotomi tampak kemerahan, bengkak, ada pus, suhu 38,5°C. Apa diagnosisnya?

a)

Luka perineum normal

b)

Hematoma perineum

c)

Infeksi perineum

d)

Mastitis

e)

Tromboflebitis

25.

Faktor risiko utama yang dapat menyebabkan infeksi perineum adalah:

a)

Luka episiotomi yang tidak dirawat dengan baik

b)

Pemberian antibiotik profilaksis

c)

Perdarahan postpartum

d)

Persalinan normal tanpa robekan

e)

Riwayat operasi sesar

26.

Seorang ibu nifas dengan infeksi perineum tidak tertangani. Komplikasi yang dapat terjadi adalah:

a)

Perdarahan postpartum primer

b)

Penyebaran infeksi → sepsis

c)

Tromboflebitis profunda

d)

Abses payudara

e)

Subinvolusi uteri

27.

Ibu pasca sectio caesarea hari ke-6 mengeluh nyeri tungkai kiri, kemerahan, hangat, dan bengkak. Apa faktor risiko paling berperan?

a)

Aktivitas fisik berlebih

b)

Hiperkoagulabilitas nifas + bed rest lama

c)

Pemberian antibiotik

d)

Hipotensi

e)

Diet tinggi lemak

28.

Jika tidak ditangani, komplikasi paling berbahaya dari kasus tromboflebitis adalah:

a)

Edema tungkai permanen

b)

Emboli paru

c)

Varises

d)

Sepsis

e)

Gangrene

29.

Seorang ibu nifas dengan tromboflebitis superfisialis. Tindakan awal yang tepat adalah:

a)

Bed rest total

b)

Mobilisasi dini, kompres hangat, analgesik

c)

Operasi pengangkatan vena

d)

Antibiotik intravena

e)

Transfusi darah

30.

Seorang ibu menyusui bayi 3 minggu datang dengan payudara kanan nyeri, panas, merah, dan keras. Suhu 39°C. Apa diagnosisnya?

a)

Bendungan ASI

b)

Mastitis

c)

Abses payudara

d)

Galaktokel

e)

Tumor payudara

31.

Faktor risiko utama terjadinya mastitis adalah:

a)

Posisi menyusui salah sehingga terjadi stasis ASI

b)

Menyusui terlalu sering

c)

Bayi terlalu cepat minum

d)

Payudara kecil

e)

Pemberian ASI eksklusif

32.

Seorang ibu dengan mastitis tidak tertangani dengan baik. Komplikasi yang dapat terjadi adalah:

a)

Galaktokel

b)

Abses payudara

c)

Bendungan ASI

d)

Kanker payudara

e)

Retensio plasenta

33.

Ibu postpartum dengan riwayat mastitis datang dengan benjolan nyeri, fluktuatif, ada pus. Apakah diagnosisnya?

a)

Fibroadenoma

b)

Galaktokel

c)

Abses payudara

d)

Bendungan ASI

e)

Lipoma

34.

Tindakan utama pada kasus abses payudara adalah:

a)

Kompres hangat

b)

Drainase abses + antibiotik

c)

Massage payudara

d)

Menyusui dihentikan total

e)

Observasi saja

35.

Komplikasi yang dapat terjadi pada abses payudara bila tidak ditangani adalah:

a)

Galaktokel

b)

Kerusakan jaringan permanen + gangguan menyusui

c)

Varises

d)

Tromboflebitis

e)

Bendungan ASI

36.

Seorang bidan desa menghadapi ibu dengan eklampsia. Bidan memberikan stabilisasi awal sebelum merujuk. Tindakan bidan ini mencerminkan prinsip rujukan, yaitu:

a)

Mengalihkan tanggung jawab sepenuhnya

b)

Memberi pelayanan sesuai kompetensi, rujuk bila kasus di luar kewenangan

c)

Segera kirim tanpa penanganan

d)

Memastikan keluarga yang bertanggung jawab

e)

Mengutamakan biaya rendah

37.

Seorang ibu dengan perdarahan postpartum harus segera dirujuk ke rumah sakit. Tujuan utama rujukan ini adalah:

a)

Memberikan pelayanan kesehatan lanjutan sesuai kebutuhan

b)

Memindahkan pasien agar bidan tidak repot

c)

Mencegah keluarga menyalahkan bidan

d)

Memenuhi syarat administrasi

e)

Menambah pengalaman mahasiswa koas

38.

Ibu hamil dengan plasenta previa dirujuk dari Puskesmas ke RSUD. Mekanisme rujukan ini termasuk sistem:

a)

Horizontal

b)

Vertikal

c)

Internal

d)

Mandiri

e)

Terbuka

39.

Seorang bidan kesulitan merujuk ibu dengan preeklampsia berat karena akses jalan rusak dan tidak ada transportasi malam hari. Hambatan rujukan ini termasuk faktor:

a)

Sosial budaya

b)

Geografis dan sarana transportasi

c)

Ekonomi keluarga

d)

Keterampilan tenaga kesehatan

e)

Administrasi rujukan

40.

Ibu dengan perdarahan postpartum ditolak keluarga untuk dirujuk karena alasan adat. Jenis hambatan ini termasuk:

a)

Geografis

b)

Sosial budaya

c)

Ekonomi

d)

Administratif

e)

Sarana prasarana

41.

Tujuan pelayanan maternal dan neonatal adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

Menurunkan AKI

b)

Menurunkan AKB

c)

Meningkatkan akses terhadap pelayanan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat

d)

Memastikan setiap kasus mendapatkan tindakan awal, stabilisasi, lalu rujukan ke fasilitas yang lebih mampu.

e)

Meningkatkan angka morbiditas.

42.

Seorang bayi baru lahir mengalami asfiksia berat. Bidan melakukan resusitasi awal dan merujuk segera. Ini adalah contoh:

a)

Rujukan berencana

b)

Rujukan kegawatdaruratan

c)

Rujukan administratif

d)

Rujukan horizontal

e)

Rujukan edukatif

43.

Ibu dengan plasenta previa totalis diketahui sejak hamil 36 minggu. Bidan menyarankan rujukan sebelum persalinan. Jenis rujukan ini adalah:

a)

Rujukan mendadak

b)

Rujukan kegawatdaruratan

c)

Rujukan berencana

d)

Rujukan insidental

e)

Rujukan sosial

44.

Bidan hendak merujuk ibu dengan perdarahan. Hal yang harus dilakukan sebelum merujuk adalah:

a)

Hanya menghubungi sopir

b)

Mengisi formulir rujukan, menghubungi RS tujuan, memberi penjelasan ke keluarga

c)

Mengirim tanpa keterangan tertulis

d)

Menyerahkan semua pada keluarga

e)

Memberi obat saja

45.

Dalam kasus preeklampsia berat, peran bidan dalam sistem rujukan adalah:

a)

Mengantar pasien tanpa intervensi

b)

Melakukan stabilisasi awal, memberi informasi, dan koordinasi dengan RS tujuan

c)

Menunggu dokter datang

d)

Menunda rujukan sampai kondisi memburuk

e)

Memberi terapi herbal dahulu

46.

Seorang bidan hendak merujuk pasien dengan eklampsia. Sarana prasarana penting yang harus tersedia adalah:

a)

Kendaraan transportasi yang aman

b)

Surat rujukan

c)

Tenaga pendamping

d)

Alat komunikasi

e)

Semua benar

47.

Dalam rujukan maternal, keluarga memiliki peran penting yaitu:

a)

Mengatur administrasi saja

b)

Memberikan dukungan keputusan dan logistik

c)

Menentukan diagnosa

d)

Menggantikan tenaga kesehatan

e)

Menunda rujukan

48.

Di daerah terpencil, masyarakat membuat sistem tabungan bersama untuk biaya transportasi rujukan. Hal ini menunjukkan peran masyarakat dalam:

a)

Pencegahan komplikasi

b)

Dukungan sosial dan finansial untuk rujukan

c)

Pendidikan kesehatan

d)

Administrasi

e)

Perawatan pasien

49.

Bidan ingin merujuk pasien tetapi keluarga menolak karena alasan biaya. Sikap etis bidan adalah:

a)

Memaksa keluarga menandatangani surat persetujuan

b)

Memberikan edukasi, menjelaskan risiko bila tidak dirujuk

c)

Mengabaikan keluarga dan tetap merujuk

d)

Membiarkan pasien di rumah

e)

Menghubungi media

50.

Seorang ibu hamil dengan komplikasi harus dirujuk segera. Komunikasi efektif yang sebaiknya dilakukan bidan adalah:

a)

Memberi penjelasan jelas, singkat, dengan bahasa yang dimengerti pasien dan keluarga

b)

Menggunakan istilah medis rumit

c)

Menyampaikan secara tertulis tanpa penjelasan lisan

d)

Menunda komunikasi sampai di RS

e)

Menghindari komunikasi agar tidak panik