NEW
Font size
WorksheetsPENYAKIT DALAM (DIABETES MELITUS)
Total questions: 51
Worksheet time: 26mins
DM tipe 2 terutama disebabkan oleh:
Kekurangan insulin total akibat destruksi sel beta
Resistensi insulin dan disfungsi sel beta
Autoimunitas terhadap reseptor insulin
Kekurangan sekresi glukagon
Gejala klasik yang sering ditemukan pada DM tipe 2 adalah:
Bradikardia
Polidipsia, poliuria, polifagia
Penurunan urin
Hipotermia
Ciri utama DM adalah:
Hipoglikemia kronik
Hiperglikemia kronik
Hiponatremia
Ketosis akut
Hiperglikemia pada DM tipe 2 terjadi akibat dua kelainan utama, yaitu:
Penurunan glukagon & resistensi leptin
Resistensi insulin & disfungsi sel beta
Defisiensi insulin absolut
Peningkatan produksi keton
Komplikasi makrovaskular DM meliputi:
Retinopati
Gagal ginjal
Penyakit jantung koroner
Neuropati sensorik
Komplikasi mikrovaskular DM meliputi, kecuali:
Retinopati
Nefropati
Penyakit arteri perifer
Neuropati
Retinopati diabetik merupakan penyebab utama dari:
Stroke
Kebutaan pada dewasa
Gagal jantung
Hepatitis
Nefropati diabetik merupakan penyebab utama:
End-stage renal disease
Hepatorenal syndrome
Glomerulonefritis akut
Batu ginjal
Komplikasi makroangiopati yang meningkatkan mortalitas 2–4 kali pada DM adalah:
Retinopati
Nefropati
Stroke
Neuropati
Faktor risiko utama DM tipe 2 berikut benar, kecuali:
Riwayat keluarga DM
Aktivitas fisik tinggi
Hipertensi
Dislipidemia
Wanita yang pernah melahirkan bayi > 4 kg memiliki risiko mengalami:
DM tipe 1
Gestational diabetes di kehamilan berikutnya
Hipotiroid
Penyakit jantung kongenital
Sindrom ovarium polikistik (PCOS) meningkatkan risiko DM tipe 2 karena:
Peningkatan hormon tiroid
Resistensi insulin
Defisiensi androgen
Hipokortisolemia
Faktor tetap (non-modifiable) untuk DM tipe 2 adalah berikut, kecuali:
Usia
Jenis kelamin
Aktivitas fisik
Riwayat keluarga
Faktor intermediet yang meningkatkan risiko DM tipe 2 meliputi:
Obesitas
Riwayat pekerjaan
Tingkat pendidikan
Konsumsi karbohidrat
Faktor perilaku yang memengaruhi risiko DM tipe 2:
Genetik
Konsumsi zat gizi dan aktivitas fisik
Status ekonomi
Suku
Komplikasi jangka panjang DM yang berhubungan dengan risiko renal adalah:
Stroke
CKD
Angina
TIA
Faktor berikut paling berpengaruh terhadap peningkatan risiko kejadian kardiovaskular pada DM:
Tidak konsumsi vitamin
Perubahan pola tidur
Hipertensi & dislipidemia
Hipotermia
Diagnosis DM dapat ditegakkan berdasarkan:
Glukosuria saja
Kadar glukosa darah
Pemeriksaan urine rutin
Pemeriksaan kolesterol
Diagnosis DM dapat ditegakkan berdasarkan:
Glukosuria saja
Kadar glukosa darah
Pemeriksaan urine rutin
Pemeriksaan kolesterol
Metode terbaik untuk mengukur glukosa darah adalah:
Darah kapiler metode cepat
Tes urin
Metode enzimatik darah vena
Pemeriksaan keton
Seseorang dengan glukosa puasa 110 mg/dL termasuk kategori:
Normal
Prediabetes
Diabetes
Hipoglikemia
Kriteria HbA1c untuk diagnosis DM adalah:
≥ 5.7%
5.7–6.4%
≥ 6.5%
4–5%
Glukosa plasma 2 jam setelah TTGO ≥ 200 mg/dL menunjukkan:
Hipoglikemia
Prediabetes
Normal
Diabetes
Pasien dengan poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan patut dicurigai:
Hipertiroid
DM tipe 2
Addison disease
Anemia aplastik
Intervensi pertama yang harus dilakukan pada pasien baru DM tipe 2 adalah:
Memulai insulin
Menghentikan semua karbohidrat
Modifikasi gaya hidup
Operasi pankreas
Obat lini pertama pada DM tipe 2 adalah:
Sulfonilurea
Insulin basal
Metformin
Acarbose
Jika HbA1c ≥ 9% dengan gejala hiperglikemia, maka terapi yang direkomendasikan adalah:
Monoterapi
Kombinasi 2 obat
Insulin segera
Tidak perlu terapi
Menurut ADA, early combination therapy dipertimbangkan untuk:
Semua pasien
Pasien dengan kontrol baik
Pasien yang berisiko gagal terapi awal
Pasien anak
Metformin bekerja sebagai:
Insulin secretagogue
Insulin sensitizer
Inhibitor absorpsi glukosa usus
Pemicu pelepasan glukagon
Golongan obat yang meningkatkan pelepasan insulin adalah:
Sulfonilurea
Metformin
SGLT-2 inhibitor
Acarbose
Obat golongan SGLT-2 bekerja dengan cara:
Menghambat reabsorpsi glukosa di ginjal
Meningkatkan sekresi insulin
Menghambat absorpsi karbohidrat di usus
Meningkatkan sensitivitas insulin
Menurut semua guideline internasional (ADA, NICE, ESC/EASD, IDF), terapi lini pertama untuk DM tipe 2 adalah:
Sulfonilurea
Metformin
SGLT-2 inhibitor
Insulin basal
Menurut ESC/EASD 2019, pasien dengan very high cardiovascular risk dapat langsung diberikan monoterapi:
GLP-1 RA atau SGLT-2 inhibitor
Metformin XR
DPP-4 inhibitor
Thiazolidinedione
Menurut ADA/EASD (2019), pemilihan obat intensifikasi sangat dipengaruhi oleh:
Harga obat saja
Kebutuhan pasien untuk menurunkan berat badan dan menghindari hipoglikemia
Warna kemasan obat
Usia pasien saja
Jika metformin tidak cukup untuk mencapai target, NICE menyarankan kombinasi berikut kecuali:
Metformin + DPP-4i
Metform
Jika metformin tidak cukup untuk mencapai target, NICE menyarankan kombinasi berikut kecuali:
Metformin + DPP-4i
Metformin + SU
Metformin + pioglitazone
Metformin + vitamin D
Obat dengan penurunan HbA1c relatif lebih tinggi adalah:
Acarbose
DPP-4 inhibitor
GLP-1 RA (semaglutide)
Alpha-glucosidase inhibitor
Obat berikut termasuk comparatively less efficacious dalam menurunkan HbA1c, kecuali:
DPP-4 inhibitor
Alpha-glucosidase inhibitor
Metformin
SGLT-2 inhibitor
Obat yang memiliki risiko hipoglikemia paling tinggi adalah:
Sulfonilurea
DPP-4 inhibitor
SGLT-2 inhibitor
GLP-1 receptor agonist
Thiazolidinediones memiliki efek samping mayor berupa:
Hipoglikemia berat
Retensi cairan dan fraktur tulang
Ketoasidosis
Hiperkalemia
Obat dengan efek penurunan berat badan adalah:
SU
TZD
SGLT-2 inhibitor
Insulin
Obat dengan risiko hipoglikemia tertinggi pada DM tipe 2 adalah:
Metformin
SGLT-2 inhibitor
Sulfonilurea
DPP-4 inhibitor
Golongan obat berikut dapat menyebabkan peningkatan berat badan, kecuali:
Thiazolidinediones
Sulfonilurea
Metformin
Insulin
Obat dengan efek paling konsisten untuk penurunan berat badan adalah:
TZD
Alpha-glucosidase inhibitor
GLP-1 RA
SU
Komplikasi mikroangiopati yang paling sering pada pasien DM Indonesia adalah:
Retinopati
Neuropati
Nefropati
Penyakit arteri perifer
Contoh komplikasi makroangiopati adalah:
Retinopati
Neuropati
Coronary artery disease
Nefropati
Biaya tertinggi DM umumnya terjadi pada pasien dengan:
Tanpa komplikasi
Komplikasi mikroangiopati saja
Komplikasi makroangiopati saja
Komplikasi mikro + makroangiopati
Prediabetes berisiko tinggi berkembang menjadi DM tipe 2 terutama bila:
Pasien selalu kurus
Tidak dilakukan perubahan gaya hidup
Pasien tidak memiliki faktor risiko
HbA1c < 5%
Prediabetes dapat menyebabkan komplikasi berikut, kecuali:
Penyakit jantung
Stroke
Hipertiroid
Gangguan pembuluh darah
Penurunan HbA1c sebesar 1% terkait dengan penurunan risiko terbesar pada:
Stroke
Amputasi atau penyakit pembuluh perifer
Gagal jantung
Kanker
Prediabetes umumnya:
Menunjukkan gejala jelas
Asimtomatik selama bertahun-tahun
Berlangsung akut
Selalu disertai hipoglikemia
