wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PENYAKIT DALAM (DIABETES MELITUS)

Total questions: 51

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

DM tipe 2 terutama disebabkan oleh:

a)

Kekurangan insulin total akibat destruksi sel beta

b)

Resistensi insulin dan disfungsi sel beta

c)

Autoimunitas terhadap reseptor insulin

d)

Kekurangan sekresi glukagon

2.

Gejala klasik yang sering ditemukan pada DM tipe 2 adalah:

a)

Bradikardia

b)

Polidipsia, poliuria, polifagia

c)

Penurunan urin

d)

Hipotermia

3.

Ciri utama DM adalah:

a)

Hipoglikemia kronik

b)

Hiperglikemia kronik

c)

Hiponatremia

d)

Ketosis akut

4.

Hiperglikemia pada DM tipe 2 terjadi akibat dua kelainan utama, yaitu:

a)

Penurunan glukagon & resistensi leptin

b)

Resistensi insulin & disfungsi sel beta

c)

Defisiensi insulin absolut

d)

Peningkatan produksi keton

5.

Komplikasi makrovaskular DM meliputi:

a)

Retinopati

b)

Gagal ginjal

c)

Penyakit jantung koroner

d)

Neuropati sensorik

6.

Komplikasi mikrovaskular DM meliputi, kecuali:

a)

Retinopati

b)

Nefropati

c)

Penyakit arteri perifer

d)

Neuropati

7.

Retinopati diabetik merupakan penyebab utama dari:

a)

Stroke

b)

Kebutaan pada dewasa

c)

Gagal jantung

d)

Hepatitis

8.

Nefropati diabetik merupakan penyebab utama:

a)

End-stage renal disease

b)

Hepatorenal syndrome

c)

Glomerulonefritis akut

d)

Batu ginjal

9.

Komplikasi makroangiopati yang meningkatkan mortalitas 2–4 kali pada DM adalah:

a)

Retinopati

b)

Nefropati

c)

Stroke

d)

Neuropati

10.

Faktor risiko utama DM tipe 2 berikut benar, kecuali:

a)

Riwayat keluarga DM

b)

Aktivitas fisik tinggi

c)

Hipertensi

d)

Dislipidemia

11.

Wanita yang pernah melahirkan bayi > 4 kg memiliki risiko mengalami:

a)

DM tipe 1

b)

Gestational diabetes di kehamilan berikutnya

c)

Hipotiroid

d)

Penyakit jantung kongenital

12.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) meningkatkan risiko DM tipe 2 karena:

a)

Peningkatan hormon tiroid

b)

Resistensi insulin

c)

Defisiensi androgen

d)

Hipokortisolemia

13.

Faktor tetap (non-modifiable) untuk DM tipe 2 adalah berikut, kecuali:

a)

Usia

b)

Jenis kelamin

c)

Aktivitas fisik

d)

Riwayat keluarga

14.

Faktor intermediet yang meningkatkan risiko DM tipe 2 meliputi:

a)

Obesitas

b)

Riwayat pekerjaan

c)

Tingkat pendidikan

d)

Konsumsi karbohidrat

15.

Faktor perilaku yang memengaruhi risiko DM tipe 2:

a)

Genetik

b)

Konsumsi zat gizi dan aktivitas fisik

c)

Status ekonomi

d)

Suku

16.

Komplikasi jangka panjang DM yang berhubungan dengan risiko renal adalah:

a)

Stroke

b)

CKD

c)

Angina

d)

TIA

17.

Faktor berikut paling berpengaruh terhadap peningkatan risiko kejadian kardiovaskular pada DM:

a)

Tidak konsumsi vitamin

b)

Perubahan pola tidur

c)

Hipertensi & dislipidemia

d)

Hipotermia

18.

Diagnosis DM dapat ditegakkan berdasarkan:

a)

Glukosuria saja

b)

Kadar glukosa darah

c)

Pemeriksaan urine rutin

d)

Pemeriksaan kolesterol

19.

Diagnosis DM dapat ditegakkan berdasarkan:

a)

Glukosuria saja

b)

Kadar glukosa darah

c)

Pemeriksaan urine rutin

d)

Pemeriksaan kolesterol

20.

Metode terbaik untuk mengukur glukosa darah adalah:

a)

Darah kapiler metode cepat

b)

Tes urin

c)

Metode enzimatik darah vena

d)

Pemeriksaan keton

21.

Seseorang dengan glukosa puasa 110 mg/dL termasuk kategori:

a)

Normal

b)

Prediabetes

c)

Diabetes

d)

Hipoglikemia

22.

Kriteria HbA1c untuk diagnosis DM adalah:

a)

≥ 5.7%

b)

5.7–6.4%

c)

≥ 6.5%

d)

4–5%

23.

Glukosa plasma 2 jam setelah TTGO ≥ 200 mg/dL menunjukkan:

a)

Hipoglikemia

b)

Prediabetes

c)

Normal

d)

Diabetes

24.

Pasien dengan poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan patut dicurigai:

a)

Hipertiroid

b)

DM tipe 2

c)

Addison disease

d)

Anemia aplastik

25.

Intervensi pertama yang harus dilakukan pada pasien baru DM tipe 2 adalah:

a)

Memulai insulin

b)

Menghentikan semua karbohidrat

c)

Modifikasi gaya hidup

d)

Operasi pankreas

26.

Obat lini pertama pada DM tipe 2 adalah:

a)

Sulfonilurea

b)

Insulin basal

c)

Metformin

d)

Acarbose

27.

Jika HbA1c ≥ 9% dengan gejala hiperglikemia, maka terapi yang direkomendasikan adalah:

a)

Monoterapi

b)

Kombinasi 2 obat

c)

Insulin segera

d)

Tidak perlu terapi

28.

Menurut ADA, early combination therapy dipertimbangkan untuk:

a)

Semua pasien

b)

Pasien dengan kontrol baik

c)

Pasien yang berisiko gagal terapi awal

d)

Pasien anak

29.

Metformin bekerja sebagai:

a)

Insulin secretagogue

b)

Insulin sensitizer

c)

Inhibitor absorpsi glukosa usus

d)

Pemicu pelepasan glukagon

30.

Golongan obat yang meningkatkan pelepasan insulin adalah:

a)

Sulfonilurea

b)

Metformin

c)

SGLT-2 inhibitor

d)

Acarbose

31.

Obat golongan SGLT-2 bekerja dengan cara:

a)

Menghambat reabsorpsi glukosa di ginjal

b)

Meningkatkan sekresi insulin

c)

Menghambat absorpsi karbohidrat di usus

d)

Meningkatkan sensitivitas insulin

32.

Menurut semua guideline internasional (ADA, NICE, ESC/EASD, IDF), terapi lini pertama untuk DM tipe 2 adalah:

a)

Sulfonilurea

b)

Metformin

c)

SGLT-2 inhibitor

d)

Insulin basal

33.

Menurut ESC/EASD 2019, pasien dengan very high cardiovascular risk dapat langsung diberikan monoterapi:

a)

GLP-1 RA atau SGLT-2 inhibitor

b)

Metformin XR

c)

DPP-4 inhibitor

d)

Thiazolidinedione

34.

Menurut ADA/EASD (2019), pemilihan obat intensifikasi sangat dipengaruhi oleh:

a)

Harga obat saja

b)

Kebutuhan pasien untuk menurunkan berat badan dan menghindari hipoglikemia

c)

Warna kemasan obat

d)

Usia pasien saja

35.

Jika metformin tidak cukup untuk mencapai target, NICE menyarankan kombinasi berikut kecuali:

a)

Metformin + DPP-4i

b)

Metform

36.

Jika metformin tidak cukup untuk mencapai target, NICE menyarankan kombinasi berikut kecuali:

a)

Metformin + DPP-4i

b)

Metformin + SU

c)

Metformin + pioglitazone

d)

Metformin + vitamin D

37.

Obat dengan penurunan HbA1c relatif lebih tinggi adalah:

a)

Acarbose

b)

DPP-4 inhibitor

c)

GLP-1 RA (semaglutide)

d)

Alpha-glucosidase inhibitor

38.

Obat berikut termasuk comparatively less efficacious dalam menurunkan HbA1c, kecuali:

a)

DPP-4 inhibitor

b)

Alpha-glucosidase inhibitor

c)

Metformin

d)

SGLT-2 inhibitor

39.

Obat yang memiliki risiko hipoglikemia paling tinggi adalah:

a)

Sulfonilurea

b)

DPP-4 inhibitor

c)

SGLT-2 inhibitor

d)

GLP-1 receptor agonist

40.

Thiazolidinediones memiliki efek samping mayor berupa:

a)

Hipoglikemia berat

b)

Retensi cairan dan fraktur tulang

c)

Ketoasidosis

d)

Hiperkalemia

41.

Obat dengan efek penurunan berat badan adalah:

a)

SU

b)

TZD

c)

SGLT-2 inhibitor

d)

Insulin

42.

Obat dengan risiko hipoglikemia tertinggi pada DM tipe 2 adalah:

a)

Metformin

b)

SGLT-2 inhibitor

c)

Sulfonilurea

d)

DPP-4 inhibitor

43.

Golongan obat berikut dapat menyebabkan peningkatan berat badan, kecuali:

a)

Thiazolidinediones

b)

Sulfonilurea

c)

Metformin

d)

Insulin

44.

Obat dengan efek paling konsisten untuk penurunan berat badan adalah:

a)

TZD

b)

Alpha-glucosidase inhibitor

c)

GLP-1 RA

d)

SU

45.

Komplikasi mikroangiopati yang paling sering pada pasien DM Indonesia adalah:

a)

Retinopati

b)

Neuropati

c)

Nefropati

d)

Penyakit arteri perifer

46.

Contoh komplikasi makroangiopati adalah:

a)

Retinopati

b)

Neuropati

c)

Coronary artery disease

d)

Nefropati

47.

Biaya tertinggi DM umumnya terjadi pada pasien dengan:

a)

Tanpa komplikasi

b)

Komplikasi mikroangiopati saja

c)

Komplikasi makroangiopati saja

d)

Komplikasi mikro + makroangiopati

48.

Prediabetes berisiko tinggi berkembang menjadi DM tipe 2 terutama bila:

a)

Pasien selalu kurus

b)

Tidak dilakukan perubahan gaya hidup

c)

Pasien tidak memiliki faktor risiko

d)

HbA1c < 5%

49.

Prediabetes dapat menyebabkan komplikasi berikut, kecuali:

a)

Penyakit jantung

b)

Stroke

c)

Hipertiroid

d)

Gangguan pembuluh darah

50.

Penurunan HbA1c sebesar 1% terkait dengan penurunan risiko terbesar pada:

a)

Stroke

b)

Amputasi atau penyakit pembuluh perifer

c)

Gagal jantung

d)

Kanker

51.

Prediabetes umumnya:

a)

Menunjukkan gejala jelas

b)

Asimtomatik selama bertahun-tahun

c)

Berlangsung akut

d)

Selalu disertai hipoglikemia