NEW
Font size
WorksheetsKegawatdaruratan Klinik Gigi – Lembar Soal
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang pasien tiba-tiba pingsan di ruang tunggu. Dokter gigi segera meminta asisten dental (AD) untuk mengambil kotak P3K. Tindakan pasien pingsan ini merupakan kondisi gawat darurat karena mengancam...
Kenyamanan pasien.
Keberlangsungan hidup pasien.
Reputasi klinik gigi.
Jadwal praktik dokter.
Kualitas tindakan medis.
Tujuan utama (primer) dari penanganan kegawatdaruratan yang harus diprioritaskan oleh AD dalam kasus tersebut adalah...
Memberikan air minum manis.
Memanggil ambulans.
Menjaga dan mengamankan jalan napas (Airway).
Mencatat tanda vital.
Memberikan posisi recovery.
Kotak obat dan alat kegawatdaruratan di klinik gigi jarang dibuka. AD lupa tanggal kadaluwarsa obat-obatan di dalamnya. Sikap AD yang lalai memeriksa stock dan tanggal kadaluwarsa obat melanggar prinsip dasar...
Etika autonomy.
Tujuan pencegahan komplikasi.
Kesiapsiagaan alat dan obat di klinik gigi.
Prinsip non-maleficence.
Prinsip Beneficence.
Soal: Obat paling esensial yang wajib tersedia dan harus dipastikan ketersediaannya oleh AD untuk penanganan syok anafilaktik di klinik gigi adalah...
Diazepam.
Aspirin.
Nifedipine.
Epinephrine (Adrenalin).
Paracetamol.
Selama penanganan pasien yang tersedak, dokter gigi meminta AD untuk tetap tenang dan fokus. Prinsip dasar kegawatdaruratan yang diutamakan dalam instruksi dokter tersebut adalah...
Kecepatan tindakan.
Ketepatan tindakan.
Pemberian cairan IV.
Penanganan perdarahan.
Imobilisasi fraktur.
Soal: Sikap profesional yang harus ditunjukkan oleh AD selama situasi gawat darurat adalah...
Mencatat semua kejadian untuk dokumentasi.
Mengikuti instruksi dokter dengan tenang dan melaporkan perubahan kondisi pasien.
Segera memanggil semua staf untuk membantu.
Berteriak meminta bantuan ke luar klinik.
Menanyakan riwayat penyakit pasien.
Seorang AD menduga pasiennya mengalami reaksi alergi ringan terhadap bahan cetak baru. Langkah pertama yang harus diambil AD sesuai tanggung jawab etika dalam kondisi gawat darurat adalah...
Memberikan obat antihistamin tanpa izin dokter.
Melaporkan temuan tersebut kepada dokter gigi dan mengawasi pasien.
Membiarkan pasien dan melanjutkan tindakan.
Mencatatnya sebagai alergi obat.
Segera memindahkan pasien ke ruang tunggu.
Tujuan penanganan kegawatdaruratan yang berkaitan dengan pencegahan kondisi memburuk disebut...
Pencegahan komplikasi.
Pengurangan nyeri.
Pemberian terapi definitif.
Peningkatan kenyamanan.
Perekaman medis.
AD melihat bahwa alat Sphygmomanometer (tensimeter) yang sering dipakai sudah menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Dalam konteks kesiapsiagaan alat, tindakan yang paling bertanggung jawab yang harus dilakukan AD adalah...
Tetap menggunakan sambil dikalibrasi sendiri.
Melaporkan ke atasan dan segera mengatur kalibrasi ulang atau penggantian.
Hanya mencatat hasil nadi dan suhu saja.
Menyimpannya di tempat aman agar tidak rusak lebih lanjut.
Yang termasuk komponen utama dalam kotak obat kegawatdaruratan (Emergency Kit) di klinik gigi, selain epinefrin, adalah obat untuk mengatasi kondisi pernapasan seperti...
Antidepresan.
Bronkodilator (misalnya salbutamol).
Antijamur.
Antipiretik.
Vitamin C.
Tn. R (55 tahun), perokok berat, akan menjalani operasi gigi bungsu. Hasil pemeriksaan: tekanan darah 145/90 mmHg, nadi 102 x/menit, dan napas 24 x/menit. Kondisi nadi Tn. R (102 x/menit) disebut...
Bradikardi.
Takikardi.
Sinus normal.
Aritmia.
Fibrilasi.
Berdasarkan hasil tekanan darah (145/90 mmHg), interpretasi yang paling tepat adalah...
Normotensi.
Hipertensi optimal.
Hipertensi Stage 1.
Hipertensi Stage 2.
Hipotensi.
Berdasarkan frekuensi napas Tn. R (24 x/menit), interpretasi yang paling tepat adalah...
Eupnea (normal).
Bradipnea.
Takipnea.
Apnea.
Dispnea.
Sebelum tindakan, AD mencatat suhu tubuh pasien anak, Fany (6 tahun), menggunakan termometer digital di aksila (ketiak) dan mendapatkan hasil 37,8°C. Interpretasi hasil suhu tubuh Fany (37,8°C) pada anak adalah...
Suhu normal.
Hipotermia.
Subfebris/Demam ringan.
Hiperpireksia.
Suhu tidak valid.
Sebelum melaporkan hasil kepada dokter, AD harus memastikan akurasi hasil tekanan darah. Alat pemeriksaan yang digunakan untuk mendengar bunyi Korotkoff saat mengukur tekanan darah adalah...
Sphygmomanometer.
Termometer.
Stetoskop.
Oksimeter.
Jam tangan.
Ny. P (45 tahun) memiliki riwayat sinkop (pingsan) saat melihat jarum. Saat diperiksa tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 55 x/menit, napas 16 x/menit. Kondisi nadi Ny. P (55 x/menit) disebut...
Takikardi.
Bradikardi.
Normal.
Sinus.
Aritmia.
Interpretasi yang tepat tentang tekanan darah Ny. P (100/70 mmHg) adalah...
Hipertensi.
Hipotensi ringan.
Normotensi.
Hipertensi Stage 1.
Krisis hipertensi.
AD sedang mengukur frekuensi napas pasien tanpa sepengetahuan pasien agar hasilnya akurat. Alat bantu utama yang paling diperlukan oleh AD untuk mengukur frekuensi napas adalah...
Stetoskop.
Termometer.
Oksimeter.
Jam tangan dengan second hand (jarum detik).
Sphygmomanometer.
Dalam prosedur pemeriksaan tanda vital, AD harus selalu mendokumentasikan hasil. Tujuan utama pemeriksaan tanda vital sebelum tindakan medis gigi adalah...
Menentukan biaya tindakan.
Menilai status fisiologis dasar pasien dan mengidentifikasi risiko kegawatdaruratan
Mendeteksi adanya karies gigi.
Memastikan pasien sudah sarapan.
Menilai tingkat kebersihan mulut.
Jika AD menemukan denyut nadi pasien sangat lemah dan ireguler (tidak teratur), langkah pertama yang harus dilakukan adalah...
Segera memanggil ambulans.
Melanjutkan tindakan gigi.
Melaporkan kepada dokter gigi dan memeriksa ulang tanda vital.
Memberikan oksigen.
Mengukur suhu tubuh kembali.
Seorang pasien lansia mengeluh sulit makan karena gigi tiruan yang longgar. Akibatnya, ia menjadi pemalu dan jarang bersosialisasi. Kebutuhan dasar manusia yang terganggu akibat gigi tiruan longgar dan memengaruhi pola makan pasien termasuk aspek...
Fisik (Nutrisi dan Kenyamanan).
Spiritual.
Sosial.
Psikologis (Harga diri).
Budaya.
Masalah hilangnya kepercayaan diri dan penarikan diri dari lingkungan sosial yang dialami pasien lansia tersebut merupakan gangguan pada kebutuhan dasar manusia aspek...
Fisik.
Spiritual.
Sosial dan Psikologis.
Kenyamanan.
Biologis.
Seorang pasien anak sangat takut dan menangis histeris saat di klinik gigi. Kekhawatiran dan ketakutan ekstrem yang dialami pasien anak tersebut mengganggu kebutuhan dasar manusia aspek...
Fisik (Bernapas).
Sosial (Afiliasi).
Psikologis (Rasa Aman).
Spiritual (Ketenangan Batin).
Nutrisi.
Faktor utama yang paling memengaruhi kesehatan mulut pasien dari perspektif kebutuhan dasar manusia adalah...
Status pekerjaan.
Tingkat pendidikan.
Perilaku (Personal Hygiene) dan Akses Air Bersih.
Kepercayaan agama.
Hobi.
Kondisi nyeri gigi kronis yang menghambat tidur dan istirahat pasien secara berkepanjangan akan mengganggu kebutuhan dasar...
Keseimbangan istirahat dan tidur.
Kebutuhan eliminasi.
Kebutuhan sosialisasi.
Kebutuhan aktualisasi diri.
Kebutuhan seksual.
Tn. S (65 tahun) memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan sedang menjalani pengobatan Beta-Blocker. Ia datang untuk scaling. Risiko utama yang harus diwaspadai oleh AD dan dokter gigi selama tindakan pada Tn. S adalah...
Pendarahan hebat.
Serangan angina atau infark miokard (serangan jantung).
Reaksi alergi parah.
Patah tulang rahang.
Gula darah turun drastis.
Untuk mencegah risiko tersebut, AD harus memastikan...
Pasien dalam kondisi stabil (misalnya sudah mengonsumsi obat anti-angina, jika diperlukan) dan membatasi jumlah epinefrin dalam anestesi.
Memberikan pasien dosis tinggi antibiotik.
Tindakan dilakukan di sore hari.
Pasien berdiri selama tindakan.
Suhu ruangan sangat dingin.
Ny. M (50 tahun) memiliki riwayat Hipertensi yang tidak terkontrol (TD 165/100 mmHg). Ia memerlukan pencabutan gigi. Pemberian anestesi lokal yang mengandung epinefrin pada Ny. M berisiko menyebabkan...
Tekanan darah turun drastis.
Tekanan darah naik mendadak (krisis hipertensi) karena efek vasokonstriktor epinefrin.
Gagal napas.
Infeksi luka pasca-cabut.
Mual dan muntah.
Tindakan paling tepat yang harus disarankan AD sebelum tindakan dimulai adalah...
Memberikan obat penenang.
Menunda tindakan dan meminta pasien berkonsultasi dengan dokter umum untuk menstabilkan TD.
Tetap melakukan tindakan dengan anestesi double dose.
Hanya menggunakan anestesi topical.
Memberikan posisi semi-Fowler.
Tn. B (40 tahun), penderita Diabetes Mellitus (DM) yang gula darahnya sering fluktuatif, baru saja menjalani odontektomi. Komplikasi pasca-odontektomi yang paling mungkin dialami oleh Tn. B terkait DM-nya adalah...
Infeksi luka berkepanjangan dan penyembuhan luka yang lambat.
Serangan jantung.
Perdarahan hebat yang tidak berhenti.
Krisis hipertensi.
Reaksi alergi anestesi.
Sebelum tindakan, AD harus menanyakan status gula darah terakhir Tn. B. Gula darah yang ideal untuk tindakan bedah minor gigi adalah...
Di atas 250 mg/dL.
Di bawah 50 mg/dL.
Terkontrol (misalnya 80-180 mg/dL).
Tidak relevan dengan tindakan gigi.
Di atas 300 mg/dL.
Pasien anak (8 tahun) memiliki riwayat asma yang dipicu oleh stres dan debu. Ia sangat cemas di klinik gigi. Sebelum tindakan dimulai, AD harus memastikan pasien...
Sudah minum antibiotik.
Membawa dan meletakkan inhaler (bronkodilator) di dekatnya.
Memiliki TD normal.
Sudah makan banyak.
Mengenakan pakaian ketat.
Jika pasien tiba-tiba mengalami serangan asma, posisi paling tepat yang harus diinstruksikan AD dan dokter adalah...
Supinasi (berbaring datar).
Trendelenburg (kaki lebih tinggi).
Duduk tegak (Semi-Fowler) untuk memfasilitasi pernapasan.
Telungkup.
Recovery (miring).
Pasien Tn. W (35 tahun) terdiagnosis HIV/AIDS. Dokter gigi akan melakukan tindakan restorasi. Pencegahan penularan yang paling penting yang harus dipastikan oleh AD, sesuai Universal Precaution, adalah...
Memberikan pasien masker khusus.
Hanya menggunakan alat disposable.
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan penanganan limbah tajam sesuai protokol.
Menunda tindakan sampai status imun membaik.
Mencuci alat hanya dengan air sabun.
Risiko penularan infeksi silang (cross-infection) paling tinggi di klinik gigi terjadi melalui...
Percikan air ludah saat bicara.
Sentuhan pada gagang pintu.
Kontaminasi alat tajam (jarum, bur) dan aerosol.
Melalui udara AC.
Melalui kertas rekam medis.
Pasien datang dengan keluhan batuk-batuk kronis yang dicurigai TBC aktif. Jika tindakan gigi harus dilakukan, pencegahan penularan melalui udara yang harus diterapkan adalah...
Menggunakan face shield saja.
Memastikan ventilasi ruangan optimal dan menggunakan masker N95.
Tidak menggunakan air irrigation.
Hanya melakukan tindakan di luar ruangan.
Memberikan pasien mouthwash.
Anestesi lokal dapat menyebabkan peningkatan TD pada pasien hipertensi yang tidak terkontrol karena adanya...
Epinefrin (vasokonstriktor).
Benzokain.
Lidokain.
Air steril.
NaCl.
Komponen dalam anestesi lokal yang paling berisiko memicu reaksi alergi (walaupun jarang) pada individu sensitif adalah...
Air.
Vasokonstriktor.
Bahan pengawet (misalnya metilparaben atau sulfite).
Garam.
Pewarna.
Pasien dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) yang sedang menjalani tindakan gigi sebaiknya tidak diberikan posisi...
Semi-Fowler.
Duduk tegak.
Telentang datar (Supinasi) penuh.
Miring.
Posisi recovery.
Jika pasien mengonsumsi antikoagulan (pengencer darah) karena penyakit jantung, risiko utama saat tindakan invasif gigi adalah...
Gagal ginjal.
Infeksi.
Perdarahan berlebihan yang sulit berhenti.
Seorang pasien tiba-tiba tidak sadar dan pernapasan berhenti. Dokter gigi meminta AD untuk memulai Bantuan Hidup Dasar (BHD). Berdasarkan prinsip BHD terbaru (C-A-B), langkah pertama yang harus dilakukan AD setelah mengamankan lokasi dan memastikan tidak ada respons adalah...
Membuka jalan napas (Airway).
Memberikan napas buatan (Breathing).
Memulai kompresi dada (Circulation).
Memanggil bantuan.
Mencari obat-obatan.
Rasio kompresi : ventilasi (napas buatan) yang standar pada resusitasi jantung paru (RJP) dewasa oleh satu atau dua penolong adalah...
5:1
15:2
1:5
30:2
10:1
Pasien mengalami syok anafilaktik (lihat Kasus 8 sebelumnya). Setelah memberikan epinefrin IM, tindakan penanganan syok anafilaktik selanjutnya yang harus disiapkan oleh AD adalah...
Memberikan air gula.
Memberikan oksigen dan memposisikan pasien supine (berbaring) atau Trendelenburg.
Melakukan Heimlich maneuver.
Menyuruh pasien berjalan-jalan.
Memeriksa kadar gula darah.
Saat pencabutan gigi, pasien mengalami perdarahan post-extraction yang sulit berhenti. Teknik pertolongan pertama yang paling efektif untuk menghentikan perdarahan luka pasca-cabut adalah...
Membersihkan luka dengan air.
Penekanan langsung pada luka (tekanan lokal) dengan kasa steril selama minimal 30 menit.
Mengikat leher pasien.
Memberikan es batu di dahi.
Membiarkan perdarahan berhenti sendiri.
Jika perdarahan berasal dari pembuluh darah besar dan terlihat memancar (arteri), jenis perdarahan ini disebut...
Perdarahan kapiler.
Perdarahan vena.
Perdarahan arteri.
Perdarahan intrakranial.
Hematoma.
Sebuah crown gigi tanpa sengaja tertelan oleh pasien. Pasien sadar, batuk keras, tetapi masih bisa berbicara. Kondisi ini menunjukkan...
Tersedak (choking) parsial (sumbatan tidak total).
Tersedak total.
Serangan asma.
Syok anafilaktik.
Dislokasi rahang.
Tindakan pertolongan pertama yang paling tepat untuk pasien tersebut adalah...
Segera melakukan Heimlich maneuver.
Mendorong pasien untuk terus batuk sekuatnya.
Memulai RJP segera.
Memberikan epinefrin IM.
Menekan dada pasien.
Pasien disangka mengalami dislokasi sendi temporomandibular (rahang bergeser) setelah tertawa terlalu lebar. Prinsip pertolongan pertama yang harus diterapkan AD pada dislokasi rahang adalah...
Mencoba mengembalikan rahang secara paksa.
Memberikan makanan cair.
Imobilisasi rahang (misalnya dengan perban Barton) dan segera dirujuk ke dokter gigi/bedah mulut.
Meminta pasien menggerakkan rahangnya.
Memberikan kompres panas segera.
Tiga pasien datang pada saat yang sama ke klinik: Pasien A (nyeri gigi berlubang parah), Pasien B (perdarahan pasca-cabut yang cukup banyak), dan Pasien C (tidak sadar setelah jatuh). Berdasarkan prinsip Triage, urutan prioritas penanganan pasien yang paling tepat (tertinggi ke terendah) adalah
A – B – C
B – C – A
A – C – B
C – B – A
B – A – C
Dalam sistem Triage, pasien yang diklasifikasikan sebagai merah (Prioritas I) adalah kondisi yang
Tidak mengancam nyawa.
Mengancam jiwa (Life-Threatening) dan perlu tindakan segera (seperti gangguan jalan napas).
Dapat ditunda penanganannya hingga 6 jam.
Membutuhkan obat penenang.
Hanya mengalami perdarahan ringan.
