wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz 10 BPN Agustus 2025

Total questions: 50

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Kondisi pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, dan jejas pada area perut. Telah diberikan Oropharyngeal Airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan Non Rebreathing mask udara alir 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmhg. Kesadaran pasien GCS 214, temperatur 32 °C. Efek hemostasis pada pada pasien dengan kondisi seperti ini bila terjadi hipotermi adalah ?

a)

Menurunkan koagulopati

b)

Meningkatkan disfungsi platelet

c)

Menurunkan fibrinolysis

d)

Menurunkan prothrombin time

e)

Meningkatkan proses enzimatis koagulasi

2.

Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Kondisi pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, dan jejas pada area perut. Telah diberikan Oropharyngeal Airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan Non Rebreathing mask udara alir 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmhg. Kesadaran pasien GCS 214, temperatur 32 °C. Tanda dan gejala dari data diatas menggambarkan pasien sedang mengalami ?

a)

Syok hemoragik

b)

Syok kardiogenik

c)

Syok septik

d)

Syok neurogenik

e)

Syok obstruktif

3.

Pasien laki-laki 70 tahun BB 55 kg, dengan status fisik ASA 3 dengan permasalahan geriatri minikognitif baik, hipertensi st I terkontrol dengan amlodipine 5 mg @24 jam dan CKD st III e,c, pyelonephritis kronik, menjalani operasi ORIF PS untuk fraktur tertutup tibia 1/3 tengah sinistra. Pasien kemudian menjalani tindakan anestesi RA-CSE pada daerah L3-L4 dengan rejimen anestesi spinal bupivacaine 0,5% heavy 7,5 mg lateralisasi dilanjutkan dengan epidural anesthesia bupivacaine 0,25% plain volume 15 ml. Sekitar 30 menit pasca insisi tiba-tiba pasien mengeluhkan telinganya berdenging, kepala terasa berputar dan kesadarannya menurun. Bicaranya melantur dan tampak muscle twitching pada daerah wajah dan ekstremitasnya. TD 80/40 mmHg, N 89x/menit, SpO2 95% RR 14x/menit. Tindakan pada pasien di atas kemudian segera dihentikan lalu pasien dilakukan tindakan resusitasi. Jalan napasnya diambil alih dan dipasang pipa endotrakeal, Vasopresor dipasang dan dilakukan pemberian kristaloid 1000 ml dalam 30 menit. Apa saran untuk terapi definitif selanjutnya?

a)

Bolus propofol 2-8 mg/kg

b)

Local Anesthetic Systemic Toxicity

c)

Lipid emulsion 20% bolus 1,5 ml/kg

d)

Terapi fibrinolitik

e)

Diberikan rocuronium 0,8-1,2 mg/kg

4.

Seorang wanita 35 tahun G1 P0A0 gemelli hamil usia kandungan 35 minggu direncanakan untuk operasi SC elektif. Pada saat dilakukan persiapan di meja operasi pasien diposisikan supine. Kemudian tiba tiba terjadi hipotensi sebelum dilakukan tindakan pembiusan. Penanganan untuk kondisi diatas?

a)

Maintenance pemberian cairan kristaloid sudah cukup

b)

Memberikan oksigen nasal kanul 2 lt/menit

c)

Memiringkan pasien ke kanan

d)

Melakukan left uterine displacement

e)

Mencegah kompresi aorta abdominalis

5.

Wanita primipara usia 25 tahun, akan dilakukan labour analgesia dengan teknik epidural kontinyu. Pasien sudah mengeluh sakit perut hilang timbul. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Dimanakah letak Optimal analgesia yang dibutuhkan dalam persalinan kala 2 fase aktif?

a)

L2-L5

b)

T12-L1

c)

T8-S4

d)

T10-S4

e)

T10-L1

6.

Seorang perempuan primigravida umur kehamilan 31-32 minggu yang direncanakan

akan dilakukan SC emergensi karena pecah ketuban dan gawat janin, pasien mengeluh

nafas cepat dan agak berat saat tidur terlentang, pasien didapatkan dengan status fisik

ASA 2 karena kehamilan. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal

haemostasis dalam batas normal. Apa kondisi fisiologis kardiovaskuler yang mengarah

pada kondisi di atas?

a)

Anemia yang timbul akibat produksi sel darah merah yang hypervol kurang.

b)

Penurunan produksi renin, angiotensin dan hypervolemi sehingga terjadi retensi air

c)

Sampai kehamilan aterm volume plasma dapat meningkat sampai 30 persen

d)

Hormon hypervolemia berhubungan dengan dengan peningkatan konsentrasi protein plasma

e)

Peningkatan absorpsi Natrium dan retensi air sehingga terjadi relative hypervolemia

7.

Pasien Primigravida umur 27 tahun, hamil usia gestasi 37 minggu masuk kamar bersalin

dengan keluhan pusing , mata kabur dan confuse.

Pemeriksaan selanjutnya , tekanan darah 190/110, refleks refleks

meningkat , clonus dan proteinuria 3+. Terapi yang tepat untuk kondisi pasien tersebut

adalah

a)

Methyldopa tablet

b)

Hydralazine dan magnesium

c)

Observasi ketat , terapi segera diberikan jika kondisi memburuk

d)

Labetalol tablet

e)

Kehamilan segera diterminasi

8.

Laki-laki, 60 tahun hendak menjalani operasi operasi , pasien sebelumnya memiliki

Riwayat jantung, dimana dia sering merasa sesak jika aktivitas seperti naik tangga, dan

membaik saat istirahat. Saat dilakukan pemeriksaan TD 120/90, nadi 91x/menit, RR

24x/menit, SpO2 95% dengan room air. Di bawah ini yang mempengaruhi

keseimbangan oksigen supply dan demand pada myocardial kecuali…

a)

Heart rate

b)

Coronary perfusion

c)

Kontraktiliti

d)

Artery oksigen content

e)

Vena oksigen content

9.

Seorang Anak pereempuan usia 1 hari lahir dengan kebiruan seluruh tubuh, setelah

dilakukan pemeriksaan dokter mendiagonis dengan Tetralogy Of Fallot, Kemudian

pasien akan dilakukan operasi. Berikut ini kelainan yang terjadi dalam kasus tersebut,

Kecuali

a)

Overriding Aorta

b)

Patent Ductus Arteriosus

c)

Right Ventricular Hypertrophy

d)

Ventricular Septal Defect

e)

Pulmonary Stenosis

10.

Laki-laki 55 tahun datang dengan tidak sadarkan diri, sebelumnya pasien mengeluh

sesak dan jantung ber debar debar, setelah dilakaukan pemeriksaan didapatkan Atrial

Fibrilasi, Pasien direncanakan untuk Cardioversi. Pernyataan yang tepat terkait

Pernyataan diatas adalah

a)

Dosis yang dibutuhkan adalah 120-200 J

b)

Cardioversi dapat diberikan pada semua pasien dengan arritmia

c)

Dalam kasus tersebut akses intravena tidak diperlukan

d)

Komplikasi dapat berupa Emboli Arteri

e)

Pemberian Amiodaron merupakan Terapi utama pasien tersebut

11.

Laki-laki 25 tahun kecelakaan motor 2 jam sebelum masuk ke unit gawat darurat.

pasien datang dengan keadaan tidak sadar dan terdapat luka di daerah kepala dan

bengkak di paha kanan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien curiga trauma kepala

berat dan fraktur tertutup femur kanan. USG fast dilakukan hasilnya negative . Setelah

dilakukan resusitasi cairan dengan kristaloid pada pasien ini, hasil pemeriksaan

didapatkan tekanan darah 80/40 mmhg, frekuensi nadi 40 bpm, suhu 36,5 C, frekuensi

nafas 40 x. menit. Gangguan pernafasan pada pasien dicuriga terjadi karena?

a)

Hipoksia akibat perdarahan akibat kerusakan a. femoralis

b)

Penurunan tekanan parsial carbon dioksida

c)

Cedera pada medulla spinalis cervikalis diatas C2

d)

Pasien memiliki riwayat chronic obstructive pulmonary disease

e)

Gangguan pada fungsi nervus phrenicus

12.

Laki-laki 25 tahun kecelakaan motor 2 jam sebelum masuk ke unit gawat darurat. pasien datang

dengan keadaan tidak sadar dan terdapat luka di daerah kepala dan bengkak di paha kanan.

Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien curiga trauma kepala berat dan fraktur tertutup

femur kanan. USG fast dilakukan hasilnya negative . Setelah dilakukan resusitasi cairan dengan

kristaloid pada pasien ini, hasil pemeriksaan didapatkan tekanan darah 80/40 mmhg, frekuensi

nadi 40 bpm, suhu 36,5 C, frekuensi nafas 40 x. menit. Faktor-faktor berikut yang bisa

menimbulkan secondary brain injuries, kecuali?

a)

Sistemik blood pressure < 90 mmHg

b)

PaO2 kurang dari 60 mmHg

c)

PaCO2 kurang dari 60 mmHg

d)

Suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius

e)

MAP < 60 mmHg

13.

Seorang laki-laki 67 tahun, direncanakan operasi open batu ureter kiri, dengan keluhan

nyeri pinggang kiri hilang timbul. Sejak 3 hari sebelum ke poliklinik, ada keluhan mual

muntah hilang timbul. Saat ini muntah tidak ada, masih kadang mual. Tidak ada riwayat

sesak nafas, aktivitas saat ini terbatas karena mual mula nya. Pernah ada riwayat

kencing berdarah 2 bulan yang lalu, tidak pernah ada riwayat keluar batu. Saat diperiksa

tekanan darah pasien 180/100, nadi 92 kali/ menit, sat.O2 97% tanpa oksigen. Pasien

baru diketahui tekanan darahnya tinggi, sebelumnya tidak pernah periksa. Persiapan pra

operatif yang perlu dilakukan adalah?

a)

Segera berikan obat anti hipertensi captopril 50 mg tiap 8 jam untuk menurunkan tekanan darahnya.

b)

Periksa fungsi ginjal (Ureum, Kreatinin), USG Abdomen, ECG, Thoraks foto.

c)

Konsultasi ke dokter Nefrologi untuk persiapan hemodialisa pra operasi

d)

Tunda operasi dan operasi bila tekanan darahnya dibawah 150/90

e)

Edukasi ke pasien dan keluarga tentang rencana persiapan, tindakan, komplikasi

14.

Pada kasus di atas evaluasi ulang 1 hari sebelum operasi pasien masih mual

kadang-kadang, tidak ada muntah, didapatkan tekanan darah 150/90, nadi 90 kali/mnt,

sat o2 97% room air. Hb 10,2, Hematocrit 35, Plt 315.000. Ureum 56, kreatinin 3.

Tindakan anestesi yang akan dilakukan adalah?

a)

Anestesia umum, ETT, dengan kombinasi obat fentanyl, sevoflurane, atracurium

b)

Epidural anesthesia dengan bupivacaine 0,5% 10 cc, dengan kombinasi ketorolac 30 mg tiap 8 jam

c)

Anesthesia umum ETT dengan kombinasi fentanyl, propofol, ketorolac 30 mg

d)

Anesthesia umum ETT dengan kombinasi epidural analgesia bupivacaine 0,25%

e)

Epidural naesthesia dengan bupivacaine 0,5% dengan propofol continue

15.

Seorang laki-laki 70 thn dengan gangguan tidak bisa kencing dan sudah dipasang

kateter urin 2 minggu yg lalu. Pasien dengan USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3.

Tekanan darah pasien 156/89 dengan obat captopril 3x25 mg, Nadi 72 kali/menit, Sat

O2 96% room air. Ureum 56, kreatinin 2,1. Pasien akan direncanakan operasi TURP.

Bahan cairan irigasi yang dipakai adalah?

a)

Cairan glisin 2%

b)

Air steril

c)

Mannitol 3%

d)

Urea 1%

e)

Glukosa 5%

16.

Seorang laki-laki 70 thn dengan gangguan tidak bisa kencing dan sudah dipasang

kateter urin 2 minggu yg lalu. Pasien dengan USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3.

Tekanan darah pasien 156/89 dengan obat captopril 3x25 mg, Nadi 72 kali/menit, Sat

O2 96% room air. Ureum 56, kreatinin 2,1. Pasien akan direncanakan operasi TURP.

Durante operasi pasien mengeluh sesak nafas dan gelisah. Tekanan darah turun 75/40.

Nadi 110 kali per menit. Tindakan segera yang dilakukan adalah?

a)

Ganti cairan infus dengan Nacl 7,5%

b)

Stop tindakan, hentikan cairan irigasi

c)

Stop tindakan, cairan irigasi di prostat tetap dilanjutkan

d)

Segera intubasi

e)

Berikan mannitol untuk mempercepat diuresis

17.

Seorang laki-laki usia 72 tahun dengan diagnosa Benign Prostat Hiperplasia (BPH) dan

episode retensi urine berulang, rencana akan dilakukan tindakan transurethral resectionof the prostate (TUR-P). Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang

disimpulkan dengan status fisik ASA 2, dengan geriatric minikognitif baik dan mild

renal impairement. Tindakan general anesthesia atau regional regional anesthesia pada

pembedahan TURP dipilih dengan pertimbangan yang tepat seperti dibawah ini

a)

Tindakan general anestesi dapat menutupi gejala dan tanda dari terjadinya perforasi kandung kemih

b)

Tindakan regional anestesi dapat menutupi gejala dan tanda dari TUR-P Syndrome.

c)

Regional anesthesia dan general anesthesia, keduanya sama-sama mengurangi resiko terjadinya postoperative venous thrombosis.

d)

Spinal atau epidural anesthesia dengan ketinggian level motorik hingga Th 10 memberikan kondisi anesthesia dan operasi yang baik dan adekuat.

e)

Studi klinis menunjukkan terdapat perbedaan pada kejadian post operative cognitive dysfunction pada pilihan anesthesia regional atau general.

18.

Seorang laki-laki usia 72 tahun dengan diagnosa Benign Prostat Hiperplasia (BPH) dan

episode retensi urine berulang, rencana akan dilakukan tindakan transurethral resection

of the prostate (TUR-P). Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang

disimpulkan dengan status fisik ASA 2, dengan geriatric minikognitif baik dan mild

renal impairement. Prosedur TUR-P difasilitasi dengan tindakan anesthesia

subarachnoid block. Prosedur telah selesai dan berlangsung selama 70 menit. Penderita

mengeluh nyeri kepala, kemudian gelisah disertai dengan dypsneu, cyanosis dan

aritmia, 30 menit saat observasi di ruang pemulihan sebelum dikirim ke ruang

perawatan intermediate. Kemungkinan komplikasi yang berhubungan dengan TUR-P

yang terjadi adalah…

a)

Hypothermia

b)

Urinary tract Infection

c)

TURP Syndrome

d)

Bladder perforation

e)

Sepsis dan Disseminated Intravascular Coagulation.

19.

Seorang laki-laki usia 72 tahun dengan diagnosa Benign Prostat Hiperplasia (BPH) dan episode retensi urine berulang, rencana akan dilakukan tindakan transurethral resection of the prostate (TUR-P). Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang disimpulkan dengan status fisik ASA 2, dengan geriatric minikognitif baik dan mild renal impairement. Prosedur TUR-P difasilitasi dengan tindakan anesthesia subarachnoid block. Prosedur telah selesai dan berlangsung selama 70 menit. Penderita mengeluh nyeri kepala, kemudian gelisah disertai dengan dypsneu, cyanosis dan aritmia, 30 menit saat observasi di ruang pemulihan sebelum dikirim ke ruang perawatan intermediate. Tatalaksana awal dan segera yang tepat dilakukan pada pasien ini adalah

a)

Mengirimkan pasien segera ke ruang intermediate untuk memperoleh tatalaksana yang komprehensif.

b)

Mengeluarkan cairan yang terabsorpsi, mengatasi hipoksemia dan hipoperfusi.

c)

Mengambil pemeriksaan laboratorium untuk mencari tanda hiponatremia dan hipoosmolality.

d)

Memberikan analgetik untuk mengatasi nyeri kepala.

e)

Memberikan sedasi agar gelisah pasien berkurang.

20.

Pasien perempuan 66 tahun BB 67 kg dengan status fisik ASA 3 dengan permasalahan hipertensi st II terkontrol dengan obat captopril 25 mg dan amlodipine 5 mg dan riwayat SVT dengan rentang HR 120-130x/menit akan menjalani operasi URS dan pemasangan DJ stent ureter kiri. Pasien sedang menjalani terapi heparin drip dengan dosis 5000 IU @ 12 jam untuk mengatasi SVT sesuai saran TS Kardiologi. Selain itu pasien juga rutin mengkonsumsi aspirin 80 mg @24 jam sejak 3 bulan terakhir. Hasil faal hemostasis masih dalam batas normal. Apabila pasien hendak menjalani tindakan anestesi neuraksial, apakah yang sebaiknya dilakukan dalam persiapan preanestesi pasien ini?

a)

Tidak perlu melakukan apapun karena semua kondisi premorbid sudah terkontrol

b)

Menghentikan pemakaian aspirin

c)

Menghentikan pemakaian captopril.

d)

Menunggu 4-6 jam pasca pemberian heparin terakhir baru dapat dilakukan anesthesia neuraksial

e)

Menunggu 12 jam pasca pemberian heparin terakhir baru dapat dilakukan anesthesia neuraksial.

21.

Pasien perempuan 66 tahun BB 67 kg dengan status fisik ASA 3 dengan permasalahan hipertensi st II terkontrol dengan obat captopril 25 mg dan amlodipine 5 mg dan riwayat SVT dengan rentang HR 120-130x/menit akan menjalani operasi URS dan pemasangan DJ stent ureter kiri. Pasien sedang menjalani terapi heparin drip dengan dosis 5000 IU @ 12 jam sesuai saran TS Kardiologi. Selain itu pasien juga rutin mengkonsumsi aspirin 80 mg @24 jam sejak 3 bulan terakhir. Hasil faal hemostasis masih dalam batas normal. Setelah pasien akhirnya dapat dilakukan tindakan anestesi neuraksial, diberikanlah prilocaine 80 mg hiperbarik sebagai rejimen tindakan anestesi tersebut, namun setelah diberikan, ternyata pada saat dilakukan evaluasi dan pin prick test, kedua tungkai pasien masih dapat digerakkan dan tidak didapatkan tanda-tanda kesuksesan blok. Apakah yang sekiranya mempengaruhi hal yang terjadi pada pasien tersebut?

a)

Kurang dosis obat anestesi lokal

b)

Salah jenis obat anestesi lokal

c)

Barisitas obat anestesi lokal

d)

Alergi obat

e)

Salah prosedur pembedahan yang dilakukan

22.

Pasien laki-laki 70 tahun BB 55 kg, dengan status fisik ASA 3 dengan permasalahan geriatri minikognitif baik, hipertensi st I terkontrol dengan amlodipine 5 mg @24 jam dan CKD st III e,c, pyelonephritis kronik, menjalani operasi ORIF PS untuk fraktur tertutup tibia 1/3 tengah sinistra. Pasien kemudian menjalani tindakan anestesi RA-CSE pada daerah L3-L4 dengan rejimen anestesi spinal bupivacaine 0,5% heavy 7,5 mg

lateralisasi dilanjutkan dengan epidural anesthesia bupivacaine 0,25% plain volume 15ml. Sekitar 30 menit pasca insisi tiba-tiba pasien mengeluhkan telinganya berdenging, kepala terasa berputar dan kesadarannya menurun. Bicaranya melantur dan tampak muscle twitching pada daerah wajah dan ekstremitasnya. TD 80/40 mmHg, N 89x/menit, SpO2 95% RR 14x/menit. Apa kira-kira yang menjadi penyebab kejadian ini?

a)

Emboli paru

b)

Local Anesthetic Systemic Toxicity

c)

Alergi obat

d)

Status epilepticus

e)

Cerebrovascular attack

23.

Pasien laki-laki 70 tahun BB 55 kg, dengan status fisik ASA 3 dengan permasalahan geriatri minikognitif baik, hipertensi st I terkontrol dengan amlodipine 5 mg @24 jam dan CKD st III e,c, pyelonephritis kronik, menjalani operasi ORIF PS untuk fraktur tertutup tibia 1/3 tengah sinistra. Pasien kemudian menjalani tindakan anestesi RA-CSE pada daerah L3-L4 dengan rejimen anestesi spinal bupivacaine 0,5% heavy 7,5 mg lateralisasi dilanjutkan dengan epidural anesthesia bupivacaine 0,25% plain volume 15 ml. Sekitar 30 menit pasca insisi tiba-tiba pasien mengeluhkan telinganya berdenging, kepala terasa berputar dan kesadarannya menurun. Bicaranya melantur dan tampak muscle twitching pada daerah wajah dan ekstremitasnya. TD 80/40 mmHg, N 89x/menit, SpO2 95% RR 14x/menit. Tindakan pada pasien di atas kemudian segera dihentikan lalu pasien dilakukan tindakan resusitasi. Jalan napasnya diambil alih dan dipasang pipa endotrakeal, Vasopresor dipasang dan dilakukan pemberian kristaloid 1000 ml dalam 30 menit. Apa saran untuk terapi definitif selanjutnya?

a)

Bolus propofol 2-8 mg/kg

b)

Local Anesthetic Systemic Toxicity

c)

Lipid emulsion 20% bolus 1,5 ml/kg

d)

Terapi fibrinolitik

e)

Diberikan rocuronium 0,8-1,2 mg/kg

24.

Pada kasus ditemukan hasil Ureum 101, kretinin 12,3, AST 92, Alt 88,

USG Urologi ditemukan batu di ureter proximal kiri dengan hidronefrosis berat kiri dan

batu ginjal kanan dengan hidronefrosis sedang kanan, Thoraks foto kardiomegali CTR

57%. Pasien di edukasi untuk operasi urgen. Persiapan yang akan dilakukan adalah?

a)

Kontrol hipertensi dengan obat kombinasi golongan ACE inhibitor dan beta blocker

b)

Hemodialisa preoperasi

c)

Hemodialisa post operasi

d)

Persiapan komponen darah karena operasi mayor

e)

Konsultasi tambahan ke Kardiologi

25.

Seorang laki-laki usia 72 tahun dengan diagnosa Benign Prostat Hiperplasia (BPH) dan episode retensi urine berulang, rencana akan dilakukan tindakan transurethral resection of the prostate (TUR-P). Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang disimpulkan dengan status fisik ASA 2, dengan geriatric minikognitif baik dan mild renal impairement. Prosedur TUR-P difasilitasi dengan tindakan anesthesia subarachnoid block. Prosedur telah selesai dan berlangsung selama 70 menit. Penderita mengeluh nyeri kepala, kemudian gelisah disertai dengan dypsneu, cyanosis dan aritmia, 30 menit saat observasi di ruang pemulihan sebelum dikirim ke ruang perawatan intermediate. Kemungkinan komplikasi yang berhubungan dengan TUR-P yang terjadi adalah...

a)

Hypothermia

b)

Urinary tract Infection

c)

TURP Syndrome

d)

Bladder perforation

e)

Sepsis dan Disseminated Intravascular Coagulation.

26.

Seorang laki-laki 61 tahun kecelakaan mobil 2 jam sebelum masuk ke Unit Gawat

Darurat. Pasien datang dengan keadaan lemah dan mengeluh nyeri perut. Riwayat perut

pasien terbentur stir mobil saat KLL terjadi. Nyeri kepala, pandangan kabur, nyeri dada,

sesak napas disangkal. Alergi obat dan riwayat penyakit disangkal. Pasien makan dan

minum terakhir 10 jam sebelum KLL. Pemeriksaan fisik didapatkan GCS E3V5M6,

tekanan darah awal 53/30 mmHg, HR 125x/menit teraba lemah reguler, RR

24-26x/menit, SpO2 95% dengan udara ruang posisi supine. Dari pemeriksaan

laboratorium didapatkan Hb 7.2, fibrinogen 300 mg/dl, dan trombosit 200.000/ul, AGD:

ph 7.3, BE-3, HCO3 24, PCO2 36. Pasien kemudian dipersiapkan untuk operasi dan

disediakan 8 PRC, 3 TC, dan 3 FFP. Pernyataan yang tidak tepat berkaitan dengan

penanganan kondisi pasien tersebut adalah?

a)

Pasien berisiko tinggi mengalami Transfusion-Associated Circulatory Overload

b)

Asam tranexamat dapat diberikan dosis loading 1 gram dalam 10 menit dan dilanjutkan tiap 8 jam atau 1 mg/kg/jam

c)

Lakukan damage control resuscitation dengan meningkatkan rasio produk darah menjadi 1:1:1 (PRC:plasma:platelet)

d)

Segera berikan kriopresipitat atau FFP

e)

Pasien berisiko tinggi mengalami Trauma-Induced Coagulopathy

27.

Seorang laki-laki usia 45 tahun dikonsulkan ke anestesi dengan striktur esofagus yang

akan direncanakan esofagoskopi. Setelah pemberian anestesi lokal ke daerah rongga

mulut dan faring, pasien merasakan nyeri kepala, sesak dan tampak biru. Dari

pemeriksaan didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 152 x/menit,

frekuensi napas 28 x/menit, suhu 36,5° C, saturasi oksigen 81% dan penurunan

kesadaran. Apakah sediaan obat anestetik lokal yang paling berpotensi menyebabkan

kondisi tersebut di atas?

a)

Ropivakain

b)

Lidokain

c)

Prilokain

d)

Dibukain

e)

Bupivakain

28.

Seorang perempuan usia 40 tahun dikonsulkan ke anestesi dengan Neoplasma ovarium

kistik yang akan direncanakan prosedur pembedahan Histerektomi total. Setelah 20

menit pemberian obat anestesi lokal melalui kateter epidural didapatkan pemeriksaan

fisis tekanan darah 70/50 mmHg, denyut nadi 40 x/menit, frekuensi napas 8 x/menit,

dengan evaluasi sensorik yang tidak adekuat (patchy). Apakah komplikasi regional

anestesi yang terjadi pada pasien tersebut?

a)

Spinal cord puncture

b)

Toksisitas anestesi lokal

c)

High spinal

d)

Subdural blok

e)

Injeksi intravaskuler

29.

Pasien anak-anak 5 tahun berat 20 kg dengan diagnosis otitis media kronis dialakukan

operasi timpanoplasti, induksi dilakukan dengan propofol, fentanyl, pelumpuh otot

untuk intubasi digunakan atracurium, rumatan anestesi dengan isoflurane +N20+

oksigen. Pembedahan lancar tanpa perubahan hemodinamik yang berarti. Dilakukan

ekstubasi dalam dan pasien agak batuk sedikit. Pasca bedah diberi dexametason dan

NSAID. Di ruangan diperiksa ternyata graft dari membran timpani tertarik ke dalam.

Kemungkinan penyebabnya adalah:

a)

Penggunaan NSAID dan steroid bersamaan

b)

Perdarahan telinga tengah karena gangguan faal pembekuan

c)

Ekstubasi kurang dalam sehingga pasien batuk

d)

Penggunaan nitrous oxide yang tidak tepat

e)

Selama pembedahan kedalaman anestesi kurang adekuat

30.

Wanita 32 tahun G2P1, melahirkan bayi laki-laki dengan BB lahir 4,3 kg pervaginam

dengan bantuan ekstraksi vakum. Setelah bayi lahir diberikan oxytosin dan 30 menit

setelah plasenta dilahirkan, ibu mengalami perdarahan sekitar 700 ml. Penyebab

tersering dari perdarahan postpartum adalah?

a)

Trauma vagina

b)

Coagulopathy

c)

Trauma perineum

d)

Retensi jaringan plasenta

e)

Atonia uteri

31.

Laki-laki usia 28 tahun akan menjalani operasi kraniotomi dasar tengkorak atas indikasi SOL di lobus temporal. Karena massa cukup besar dan risiko perdarahan banyak, untuk monitoring hemodinamik Anda memutuskan memasang monitor tekanan darah aterial invasif. Apa yang perlu diperhatikan pada pemasangan kateter aterial?

a)

Jika kulit kembali berwarna merah dalam waktu 10-15 detik saat Allen Test, kateter

arteri dapat dipasang di arteri radialis

b)

Pemasangan arteri ulna ipsilateral boleh dilakukan jika pemasangan di arteri radialis

gagal

c)

Arteri femoralis merupakan tempat terpilih karena paling mudah dan minimal risiko infeksi

d)

Pemasangan di arteri axillaris perlu mempertimbangkan mudahnya terjadi emboli

udara di otak saat flushing kateter arteri dnegan kuat

e)

Arteri dorsalis pedis memiliki bentuk gelombang yang sama dengan arteri radialis

gelombang distorted

32.

Laki-laki berusia 40 tahun direncanakan operasi kraniotomi tumor, hasu CT scan

menunjukan adanya peningkatan tekanan intrakranial. Doktor anestesi memutuskan

untuk menggunakan metode TIV A dengan obat thiopental. Keuntungan penggunaan

obat tersebut dalam bedah saraf adalah :

a)

Lebih cepat bangun dibanding propofol

b)

Meningkatkan aliran darah otak

c)

Menurunkan cerebral perfusion pressure

d)

Vasodilatasi pembuluh kapiler otak

e)

Vasokonstriksi pembuluh darah otak

33.

Wanita usia 18 tahun akan menjalani operasi kraniotomi epilepsi. Saat kunjunga

praoperasi didapatkan kulit pasien fotosensitif dan terdapat blister serta bercak

hiperpigmentasi pada kedua tangan dan kaki. Pilihan obat induksi yang paling aman

untuk pasien ini adalah

a)

Thiopental

b)

Etomidate

c)

Ketamine

d)

Penobarbital

e)

Pentothal

34.

Saat sedang melakukan pembiusan kuretase dengan TIV A, pasien bergerak dan terdengar

bunyi wheezing napasnya. HR pasien naik menjadi 110x/menit dan saturasi turun menjadi

94%. Pasien merupakan penderita asthma. untuk memfasilitasi tindakan kuretase, obat

sedasi yang punya efek menguntungkan untuk pasien tersebut adalah?

a)

Propofol

b)

Thiopental

c)

Etomidate

d)

Midazolam

e)

Ketamine

35.

Anak usia 15 tahun akan menjalani operasi tonsilektomi. Memiliki sakit asthma dan alergi

terhadap putih telur. Pilihan obat induksi yang ralatif aman untuk pasien ini adalah

a)

Thiopental

b)

Propofol

c)

Methohexital

d)

Etomidate

e)

Barbiturate

36.

Seorang wanita, 28 tahun dengan penyakit penyerta SLE, direncanakan untuk menjalani

operasi kolesistektomi per laparoskopi. Pasien diketahui memiliki riwayat menerima terapi

kortikosteroid prednisone per oral dengan dosis 5 mg/hari selama 6 bulan terakhir.

Pernyataan yang benar di bawah ini adalah…

a)

Direkomendasikan untuk mendapatkan hidrokortison sulfat 100 mg setiap 8 jam,

dimulai sejak pagi sebelum operasi

b)

Direkomendasikan untuk tetap mendapatkan terapi prednisone 5 mg per oral pada

pagi hari sebelum oeprasi

c)

Pasien tersebut tidak perlu mendapatkan terapi pengganti steroid

d)

Pasien tersebut masih dapat memberikan respons terhadap stress pembedahan

karena terapi prednisone yang didapatkan kurang dari 12 bulan

e)

Direkomendasikan untuk mendapatkan deksametason 8 mg per oral pada pagi hari

sebelum operasi

37.

Anda memeriksa anak usia 10 tahun dengan kelainan penyerta Down syndrome yang akan

dilakukan pembedahan appendektomi. Pemeriksaan menunjukkan ada bising pansistolik,

leukositosis, dan tanda-tanda sepsis. Pernyataan yang TIDAK SESUAI dengan kondisi tersebut

adalah

a)

Risiko dislokasi sendi atlanto-occipital

b)

Potensial terjadi emboli udara paradoksal akibat Eisenmenger syndrome

c)

Sering terjadi penyulit pasca bedah stridor karena kesalahan pemilihan ukuran pipa

endotrakeal

d)

Sering disertai kelainan berupa leher pendek, retardasi mental dan macroglossia

e)

Endocardial cushion defect dan ventricular septal defect merupakan kelainan jantung

bawaan yang tersering

38.

Wanita 32 tahun, G3P1A1 hamil usia 38 minggu dengan riwayat HNP , asma berat sedang

dalam serangan dan hipertensi tidak terkontrol dibawa ke RS karena prolaps tali pusat. Dari

pemeriksaan didapatkan tekanan darah 190/110 mmHg, HR 115x/menit, dan wheezing.

Menghadapi kasus prolaps tali pusat, manakah prosedur yang KURANG TEPAT untuk segera

dilakukan?

a)

Partus per vaginam jika diketahui janin tidak hidup

b)

Anestesia spinal dengan anestetik lokal beronset cepat agar pasien relaksasi dan tali

pusat tidak terjepit

c)

Mendorong bagian yang prolaps secara manual ke arah uterus

d)

Knee-chest position

e)

Sectio caesarea cito dalam anestesia umum

39.

Transmisi rangsang proprioseptif melalui…

a)

Serabut A-gamma

b)

Serabut A-alpha

c)

Serabut B

d)

Serabut C

e)

Serabut A-beta

40.

Puasa pada persiapan bedah elektif sangat penting untuk mencegah regurgitasi isi lambung,

rekomendasi puasa sebelum induksi adalah…

a)

4 jam setelah makan berat

b)

6 jam untuk semua jenis intake

c)

2 jam untuk susu formula

d)

2 jam untuk air bening

e)

4 jam setelah susu formula

41.

Pasien 86 tahun dengan fraktur femur, akan menjalani operasi ORIF. Pernyataan yang benar

mengenai pasien geriatric adalah :

a)

Usia yang sangat lanjut merupakan kontradiksi anestesia umum

b)

Usia di atas 80 tahun sangat signifikan memengaruhi risiko, dibanding usia di bawah

70 tahun

c)

Jika sudah melampaui 80 tahun, tidak ada perbedaan risiko antara pasien bedridden

dengan yang masih sering jalan-jalan ke mall

d)

Coexisting disease yang dimiliki pasien kurang berkorelasi dengan risiko anestesia

e)

Proses penuaan disertai juga dengan atrofi dari kelenjar saliva sehingga jarang

diperlukan antikolinergik untuk premedikasi

42.

Pasien wanita umur 56 tahun, berat badan 75 kg, menjalani operasi laparoskopi

kolesistektomi. Operasi berlangsung selama 2 jam, perdarahan selama operasi minimal, total

balance cairan selama operasi lebih kurang positif 200 cc. Dari pemantauan urine output

selama pemulihan pascaoperasi di ruang pulih, diketahui produksi urin sebanyak 30 cc

selama 2 jam. Pasien tidak ada riwayat gangguan ginjal sebelum operasi. Apakah mekanisme

yang menyebabkan terjadinya oligouria pascaoperasi laparoskopi?

a)

Kompresi parenkim renal

b)

Penurunan kadar renin plasma

c)

Meningkatnya cardiac output karena peningkatan venous return

d)

Kompresi arteri renalis

e)

Penurunan kadar ADH

43.

Laki-laki, 60 tahun menjalani operasi total hip arthroplasty. Pasien dinilai dengan ASA 2 dengan komorbid Reumatoid Artritis, anemia dengan Hb 11.0 dan imobilisasi. Pasien rutin diberikan obat golongan glukokortikoid dan antikoagulan selama beberapa bulan. Pasien direncanakan untuk anestesia combined spinal-epidural. Intraoperatif, pasien mengeluh pusing dan tidak nyaman setelah operator memasukkan polymethylmethacrylate. Saat dilakukan pemeriksaan TD 70/40 mmHg, nadi 120x/menit, RR 26-30x/menit, SpO2 95% dengan room air. Jika pasien diberikan LMWH profilaksis satu dosis per hari, kapan kateter epidural sebaiknya dilepaskan dari pasien dan kapan heparin dilanjutkan kembali?

a)

Kateter dilepaskan 6-10 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosis

heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

b)

Kateter dilepaskan 4-6 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosis

heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

c)

Kateter dilepaskan 4-6 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosis

heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian

d)

Kateter dilepaskan 10-12 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosis

heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian

e)

Kateter dilepaskan 10-12 jam pasca pemberian dosis terakhir, dan pemberian dosis

heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian

44.

Seorang wanita berusia 50 tahun akan menjalani prosedur pembedahan akibat glaucoma. Pasien memiliki riwayat terapi dengan obat antiglaucoma. Pasien diintubasi dengan  menggunakan  obat  pelumpuh  otot  suksinil  kolin.  Pada  monitoring intraoperative didapatkan pemanjangan efek durasi dari suksinilkolin. Obat tetes mata yang digunakan pasien adalah

a)

Acetazolamide

b)

Scopolamine

c)

Timolol

d)

Echotiophate

e)

Cyclopentate

45.

Protein plasma yang mempunyai peran terbesar pada tekanan osmotic koloid plasma adalah

a)

Albumin

b)

Alfa 2 globulin

c)

Gamma globulin

d)

Alfa 1 globulin

e)

Beta globulin

 

46.

Pria 55 tahun datang ke igd karena mengalami kecelakaan lalu lintas, pasien mengalami syok hipovolemik dan dicurigai mengalami perdarahan inta abdomen. Pasien memiliki Riwayat penyakit jantung dan mengkonsumsi obat-obat jantung secara rutin. Karena syok berat dan kesulitan melakukan kanulasi vena, maka tim jaga mempertimbangkan untuk memasang infus melalui akses intraosseus sambil menunggu konsidi memungkinan untuk dapat dipasang akes vena definitive pemasangan akses intraoseus harus dihindari pada keadaan

a)

Pulmonary hypertension

b)

Cardiogenic shock

c)

Left to right shunt

d)

Arterial hypertension

e)

Penyakit jantung coroner

47.

Laki-laki 50 tahun dengan diagnose meningioma, dari pemeriksaan fisik didapatkan statusfisik ASA 3 dengan peningkatan TIK kronis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg, N 60x/menit, RR, 20x/I, suhu 37 C. pemeriksaan laboratorium dalam batas normaldengan faal haemostasis dalam batas normal. Direncanakan dilakukan kraniotomi. Hal yang tidak mempengaruhi tekanan intrakranial adalah

a)

Aliran darah vena

b)

Aliran darah ke serebral

c)

Cairan serebro spinal

d)

Massa otak

e)

Cairan limfe

48.

Pria 60 tahun mengalami penyulit laryngospasme pada satu hari pertama pasca bedah thyroidectomy total karena carcinoma thyroid. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnose penyebab laryngospasme dab terapi yang paling sesuai untuk pasien tersebut adalah

a)

Serum magnesium

b)

Eletrokardiogram

c)

Serum calcium

d)

Serum TSH

e)

Nasondoscopy

49.

Seorang wanita 25 tahun dengan berat badan 50 kg. tinggi badan 150cm direncanakan akan menjalani tindakan kauterisasi skin tag di area sternum. Pasien tersebut memiliki kebiasaan tidur mendengkur dan sesekali terbangun. Selama tindakan berlangsung pasien menginginkan tidur. Dokter ahli kulit memperkirakan lama operasinya hanya 5 menit. Untuk pembiusan, sebaiknya anda mempersiapkan alat dan Teknik

a)

Oksigen masker non-rebreathing dan Teknik TIVA

b)

Oksigen laryngeal mask airway (LMA) dan Teknik TIVA

c)

Oksigen masker rebreathing dan Teknik TIVA

d)

Oksigen sungkup/facemask dan Teknik TIVA

e)

Oksigen nasal kanul dan Teknik total intravenous anesthesia (TIVA)

50.

Yang bukan termasuk fisiologis transmisi nyeri akut nosiseptif adalah

a)

Descending tract bersifat modulasi transmisi nyeri akut nociceptive

b)

Second order neuron terhubung (synaps) dengan third order neuron di thalamus

c)

Transmisi cepat dari rangsang nyeri akut nociceptive dihantarkan oleh serabut A delta

d)

Jalur nyeri di medulla spinalis melalui tractus spinothalamicusventralis

e)

Serabut saraf nyeri dan kepala antara lain dibawa oleh N. Trigeminus dan facialis