wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL UAS PENGANTAR FARMASI KLINIK KELAS III A,B DAN C

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien mendapatkan terapi dengan karbohidrat, protein dan lemak yang diberikan secara parenteral. Bagaimana cara pemberian terapi tersebut?

a)

Intra Vena

b)

Sub cutan

c)

Intra cutan

d)

Intra muskuler

e)

Intra peritoneal

2.

Penggunaan nutrisi parenteral pada pasien dilakukan dalam kondisi……

a)

Situasi saluran cerna dapat dilalui sebagian

b)

Situasi saluran cerna berfungsi sebagian

c)

Pasien gangguan saluran pencernaan

d)

Pasien gangguan jantung

e)

Pasien mual/muntah

3.

Seorang pasien mendapatkan nutrisi parenteral. Apa efek tidak diharapkan yang dapat dialami pasien akibat pemberian nutrisi tersebut terlalu banyak/lama?

a)

Emboli

b)

Thrombosis vena

c)

Infeksi karena kateter

d)

Gangguan pernapasan dan hati

e)

Masuknya gelembung udara ke pembuluh darah

4.

Sebuah instalasi farmasi di rumah sakit melakukan produksi sediaan nutrisi parenteral, tim manakah yang berperan dalam menilai stabilitas dan ketercampuran sediaan nutrisi parenteral?

a)

Dokter

b)

Perawat

c)

Farmasis

d)

Ahli gizi

e)

Pekerja sosial

5.

Seorang pasien mendapat terapi nutrisi parenteral 25% yang diberikan melalui central venous. Apa tipe nutrisi parenteral tersebut?

a)

Implanted catheter

b)

Internal vena jugularis

c)

Nutrisi parenteral sentral

d)

Nutrisi parenteral perifer

e)

Implanted vascular access device

6.

Seorang pasien mendapat nutrisi parenteral yang diberikan melalui peripheral vena selama 5 hari dengan karbohidrat dan protein dalam konsentrasi kecil. Apa tipe nutrisi parenteral tersebut?

a)

Implanted catheter

b)

Internal vena jugularis

c)

Nutrisi parenteral sentral

d)

Nutrisi parenteral perifer

e)

Implanted vascular access device

7.

Jenis nutrisi parenteral yang digunakan dalam komposisi nutrisi parenteral untuk regenerasi sel, enzyme dan visceral protein adalah………..

a)

Lipid

b)

Protein

c)

Karbohidrat

d)

Vitamin

e)

Glukosa

8.

Alur pelayanan TPN disebutkan instalasi farmasi rumah sakit sebagai berikut: 1. Penyimpanan dan pemberian 2. Pemeriksaan dan labeling 3. Form permintaan TPN 4. Perhitungan penyiapan TPN 5. Pencampuran larutan TPN Manakah urutan pelayan TPN yang tepat?

a)

A. 3-4-5-2-1

b)

B. 3-5-4-1-2

c)

C. 3-1-4-5-2

d)

D. 3-2-4-5-1

e)

E. 1-2-3-4-5

9.

Pemberian obat iv admixture melalui rute IV dapat diberikan secara…….

a)

Continuous infusion

b)

Intra muscular

c)

Intra peritoneal

d)

Intra cutan

e)

Sub cutan

10.

Pemberian iv admixture dengan volume kecil 5 ml diberikan dalam waktu 3-5 menit disebut……

a)

Infus

b)

Injeksi

c)

Infus kontinu

d)

Injeksi bolus

e)

Infus intermittent

11.

Tujuan pemberian iv admixture adalah………

a)

Digunakan pada pasien dengan luka bakar yang berat

b)

Menyediakan cairan bagi tubuh melalui intravena

c)

Mengencerkan larutan injeksi yang iritan

d)

Mempertahankan kebutuhan nutrisi

e)

Digunakan pada pancreatitis

12.

Seorang farmasis akan melakukan penyimpanan larutan nutrisi yang telah dicampur. Bagaimana penyimpanan larutan tersebut?

a)

Jalur/line TPN tidak perlu ditandai

b)

Disimpan pada suhu 2-6 derajat celcius

c)

Disimpan pada suhu kamar lebih dari 24 jam

d)

Ambil 1 jam dari lemari es sebelum pemberian TPN

e)

Ambil 4-6 jam dari lemari es sebelum pemberian TPN dan biarkan di suhu dingin

13.

Seorang laki-laki 40 tahun mendapat terapi dengan obat captopril 12,5 mg tab diminum 3 x sehari 1 tab sebelum makan, setelah 2 hari mengkonsumsi obat tersebut ia mengalami batuk kering yang sangat mengganggu di waktu malam hari. Apakah sebutan untuk efek yang dialami pasien?

a)

Adverse drug reaction

b)

Drug interaction

c)

Therapeutic failure

d)

Overdose

e)

Adverse event

14.

Seseorang dikatakan mengalami adverse drug reactions jika mengalami respon terhadap suatu obat yang tidak diinginkan dan terjadi pada penggunaan dosis…..

a)

Lazim

b)

Lethal

c)

Toxic

d)

Minimum

e)

Maksimum

15.

Seorang anak 12 tahun diberikan Cefadroxil untuk pengobatan ISPA Non Pneumonia yang dialaminya. Pneumonia tersebut umumnya disebabkan oleh virus sehingga apa kategori ketidakrasionalan penggunaan obat tersebut?

a)

Pemilihan obat yang tidak tepat

b)

Dosis obat yang berlebihan

c)

Rute pemberian obat yang salah

d)

Waktu pemberian obat yang tidak sesuai

e)

Gagal menerima obat

16.

Seorang pasien datang ke apotek dengan keluhan batuk kering disertai pilek, TVF lalu memberikan obat Bodrex Flu dan batuk dengan kandungan Paracetamol, Phenylephrine HCl, Glyceryl Guaiacolate, Bromhexine HCl. Apa jenis DRPs yang terjadi?

a)

Pemilihan obat yang tidak tepat

b)

Dosis obat yang berlebihan

c)

Interaksi obat yang berbahaya

d)

Obat tidak tersedia di apotek

e)

Gagal menerima obat

17.

Seorang pasien bernama Siti, berusia 55 tahun, datang ke klinik dengan keluhan nyeri sendi yang parah, setelah pemeriksaan, dokter mendiagnosis Siti dengan osteoarthritis dan merekomendasikan terapi dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Namun, Siti menolak untuk menerima resep obat tersebut karena khawatir akan efek samping yang mungkin ditimbulkan. Apa jenis DRPs yang terjadi?

a)

Gagal menerima obat

b)

Dosis obat terlalu tinggi

c)

Interaksi obat yang berbahaya

d)

Obat tidak tersedia di apotek

e)

Indikasi yang tidak diobati

18.

Seorang pasien bernama Andi, berusia 28 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan mual, pusing, dan kebingungan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan bahwa Andi telah mengonsumsi obat analgesik yang diresepkan untuk mengatasi nyeri punggung, dengan dosis 500 mg setiap 8 jam oleh dokternya. Andi mengira bahwa untuk mengatasi nyerinya, ia dapat mengonsumsi satu tablet setiap 4 jam, sehingga total dosis yang dikonsumsi mencapai 3000 mg dalam 24 jam. Apa diagnosis yang paling mungkin pada kasus Andi?

a)

Over dosis

b)

Pemilihan obat yang tidak tepat

c)

Dosis subterapeutik

d)

Indikasi yang tidak diobati

e)

Reaksi obat yang merugikan

19.

Menjamin pasien mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kebutuhannya, untuk periode waktu yang adekuat dengan harga terjangkau dapat dilakukan dengan mengupayakan perbaikan dan intervensi. Yang termasuk upaya manajerial adalah

a)

Pengendalian kecukupan obat

b)

Keleluasaan sistem peresepan

c)

Peningkatan mutu calon dokter

d)

Keleluasaan dispensing obat

e)

Keleluasaan pembiayaan

20.

Menjamin pasien mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kebutuhannya, untuk periode waktu yang adekuat dengan harga terjangkau dapat dilakukan dengan mengupayakan perbaikan dan intervensi. Yang termasuk upaya pendidikan adalah.......

a)

Keleluasaan sistem peresepan

b)

Penambahan jumlah dokter spesialis

c)

Pengendalian kecukupan obat

d)

Peningkatan mutu calon dokter

e)

Keleluasaan pembiayaan

21.

Seorang pasien dirawat di rumah sakit dan memerlukan akses vena untuk terapi cairan. Dokter mempertimbangkan jenis jalur, yaitu jalur perifer. Berikut adalah informasi terkait jalur tersebut: ..........

a)

Ujung kateter tetap berada dalam vena sentral

b)

Ujung kateter berada di arteri

c)

Ujung kateter berada di bawah kulit tanpa masuk ke pembuluh darah

d)

Larutan dengan osmolaritas >900 mOSm/L

e)

Larutan dengan osmolaritas <900 mOsm/L

22.

Apa definisi yang paling tepat dari IV Admixture?

a)

Sediaan obat yang hanya digunakan untuk rute pemberian subkutan (di bawah kulit) yang telah dicampur dengan pelarut non-steril.

b)

Campuran obat yang telah disiapkan sebelumnya dalam bentuk tablet atau kapsul untuk digunakan oleh pasien rawat jalan.

c)

Pencampuran obat-obatan yang dilakukan di luar lingkungan steril, seperti di ruang perawatan pasien, untuk tujuan terapi segera.

d)

Proses penggabungan satu atau lebih produk obat steril ke dalam larutan dasar intravena (IV) dengan teknik aseptik untuk diberikan kepada pasien.

e)

Larutan infus yang dibeli dari pabrik farmasi yang hanya mengandung satu jenis elektrolit tanpa bahan tambahan obat lainnya.

23.

Meskipun memiliki banyak manfaat, salah satu kerugian atau risiko terbesar yang harus diantisipasi secara ketat dalam proses pencampuran obat suntik adalah ..........

a)

Meningkatkan risiko kontaminasi mikroba, ketidakstabilan kimia, dan inkompatibilitas fisik yang dapat berakibat fatal jika sediaan tidak disiapkan dalam kondisi aseptik yang ketat.

b)

Meningkatkan efektivitas obat tanpa adanya efek samping.

c)

Mempercepat proses penyembuhan tanpa risiko tambahan.

d)

Menurunkan biaya produksi obat secara signifikan tanpa konsekuensi.

e)

Proses pencampuran hanya dapat dilakukan untuk obat-obatan non-sitotoksik, membatasi penggunaannya untuk obat kanker.

24.

Metode pemberian obat intravena (IV) yang paling umum digunakan untuk memberikan obat dalam waktu singkat (biasanya 5 hingga 15 menit), di mana obat ditambahkan ke dalam sejumlah kecil larutan infus sekunder, disebut sebagai:

a)

Parenteral Nutrisi Total (Total Parenteral Nutrition/TPN)

b)

Infus Intermiten (IV Piggyback/Mini-Bag)

c)

Injeksi Intramuskular (IM)

d)

Intravena Bolus (IV Push)

e)

Infus Intravena Kontinu (Continuous IV Infusion)

25.

Di antara peralatan dan kondisi berikut, manakah yang paling penting dan wajib ada untuk memastikan sterilitas mutlak selama proses penyiapan IV Admixture?

a)

Sistem Informasi Manajemen Farmasi yang terintegrasi.

b)

Sistem pendingin (kulkas) yang berfungsi untuk menyimpan semua obat pada suhu 2oC hingga 8oC.

c)

Sarung tangan lateks non-steril dan masker bedah biasa.

d)

Timbangan analitik digital yang memiliki akurasi sampai 0.0001 gram.

e)

Ruangan khusus dengan tekanan positif dan menggunakan Laminar Air Flow (LAF) atau Biological Safety Cabinet (BSC) yang tervalidasi.

26.

Pilih pernyataan yang paling tepat menjelaskan keuntungan utama dari sistem IV Admixture yang dilakukan secara terpusat dan terkontrol oleh farmasis di rumah sakit:

a)

Memungkinkan perawat untuk meracik obat secara cepat di samping tempat tidur pasien, sehingga menghemat waktu.

b)

Meningkatkan akurasi dosis, memastikan sterilitas produk, dan memperpanjang stabilitas obat, yang secara kolektif meningkatkan keamanan pasien.

c)

Mengurangi biaya pengobatan secara keseluruhan karena semua obat dapat dibeli dalam bentuk massal.

d)

Mengubah rute pemberian obat dari intravena menjadi oral agar lebih nyaman bagi pasien rawat jalan.

e)

Menghilangkan kebutuhan akan monitoring interaksi obat oleh dokter karena semua sudah dicek oleh farmasis.

27.

Berdasarkan informasi berikut, manakah dari gejala berikut yang tidak terkait dengan monitoring nutrisi parenteral? Seorang pasien berusia 65 tahun yang menerima nutrisi parenteral mengalami beberapa gejala yang perlu dimonitor. Selama perawatan, perawat mencatat beberapa tanda dan gejala yang muncul. Pasien melaporkan merasa mual, mengalami peningkatan rasa haus, dan menunjukkan tanda-tanda demam. Selain itu, hasil laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi.

a)

Infeksi

b)

Hiperglikemia

c)

Kolestasis

d)

Gangguan pernafasan

e)

Berat Badan bertambah

28.

Seorang pasien perempuan berusia 21 tahun mengalami demam sehingga memerlukan obat antipiretik namun pasien menginginkan obat dengan bentuk sediaan sirup. Oleh TVF diberikan obat Sanmol forte sirup (paracetamol 250 mg/5 mL) dengan aturan pakai 3 dd 1 cth. Apa jenis DRPs yang terjadi?

a)

Pemilihan obat yang tidak tepat

b)

Dosis subterapeutik

c)

Indikasi yang tidak diobati

d)

Gagal menerima obat

e)

Reaksi Obat Yang Merugikan

29.

Seorang pasien bernama Andi, berusia 28 tahun, datang ke klinik dengan keluhan nyeri kepala yang sering terjadi. Setelah pemeriksaan, dokter menyarankan Andi untuk mencoba beberapa perubahan gaya hidup, seperti mengurangi stres dan meningkatkan hidrasi. Namun, Andi memutuskan untuk membeli obat analgesik (paracetamol) secara bebas tanpa berkonsultasi lebih lanjut. Apa jenis DRPs yang terjadi?

a)

Penggunaan obat tanpa indikasi

b)

Dosis subterapeutik

c)

Indikasi yang tidak diobati

d)

Over dosis

e)

Reaksi Obat Yang Merugikan

30.

Seorang pasien bernama Ahmad, berusia 50 tahun, menderita diabetes tipe 2 dan hipertensi. Ia memiliki jadwal pengobatan yang ketat dan rutin memeriksakan kondisinya ke dokter. Ahmad baru saja mendapatkan resep obat baru dari dokternya yang mencakup metformin untuk diabetes dan lisinopril untuk hipertensi. Namun, ketika sampai di apotek, ia diberitahu bahwa obat metformin yang diresepkan tidak tersedia. Apa jenis DRPs yang terjadi?

a)

Dosis subterapeutik

b)

Indikasi yang tidak diobati

c)

Over dosis

d)

Reaksi Obat Yang Merugikan

e)

Gagal menerima obat

31.

Seorang pasien bernama Andi, berusia 45 tahun, didiagnosis dengan hipertensi dan diabetes tipe 2. Dokter meresepkan Amlodipine - untuk menurunkan tekanan darah. Metformin - untuk mengontrol kadar gula darah. Simvastatin - untuk menurunkan kadar kolesterol. Setelah beberapa minggu menjalani pengobatan, Andi juga mengeluhkan mual yang kadang disertai pusing, terutama setelah mengonsumsi obat. Apa jenis DRPs yang terjadi?

a)

Pemilihan obat yang tidak tepat

b)

Dosis obat yang terlalu rendah

c)

Interaksi obat yang merugikan

d)

Kepatuhan pasien terhadap pengobatan rendah

e)

Reaksi obat yang merugikan

32.

Seorang farmasis sedang melakukan monitoring terhadap pasien yang baru saja memulai pengobatan dengan obat baru. Ia ingin memastikan bahwa pasien tidak mengalami efek samping yang serius. Apa tujuan utama dari monitoring efek samping obat dalam konteks ini?

a)

Menemukan efek samping obat (ESO) sedini mungkin, terutama yang berat dan tidak dikenal, serta frekuensinya jarang.

b)

Mengurangi biaya produksi obat secara signifikan.

c)

Meningkatkan penjualan obat di pasaran.

d)

Mempercepat proses distribusi obat ke apotek.

e)

Meningkatkan efektivitas obat dengan menyesuaikan jadwal pemberian.

33.

Seorang farmasis di sebuah rumah sakit menerima laporan dari seorang perawat mengenai seorang pasien yang mengalami efek samping setelah menerima pengobatan. Pasien tersebut adalah seorang lansia dengan riwayat penyakit jantung dan diabetes. Farmasis tersebut harus melakukan beberapa langkah untuk menangani situasi ini. Apa langkah pertama yang harus diambil dalam kegiatan monitoring efek samping obat untuk pasien ini?

a)

Mengisi laporan Efek Samping Obat

b)

Memberikan obat tambahan tanpa konsultasi dokter

c)

Menghentikan semua pengobatan pasien secara langsung

d)

Mengabaikan laporan dari perawat

e)

Mengidentifikasi obat-obatan dan pasien yang mempunyai risiko tinggi mengalami efek samping obat

34.

Seorang tenaga kesehatan bernama Dr. Andi merawat seorang pasien yang baru saja mulai mengonsumsi obat antihipertensi. Setelah beberapa hari, pasien melaporkan mengalami pusing yang cukup parah dan mual. Dr. Andi merasa bahwa gejala ini mungkin merupakan efek samping dari obat yang diberikan. Kapan Dr. Andi sebaiknya melaporkan kejadian efek samping obat (ESO) yang dialami oleh pasien tersebut?

a)

Segera setelah pasien melaporkan gejala pusing dan mual.

b)

Setelah pasien sembuh total dari efek samping.

c)

Hanya jika efek samping sangat parah dan mengancam jiwa.

d)

Saat kunjungan berikutnya ke rumah sakit.

e)

Ketika ada pasien lain yang mengalami gejala serupa

35.

Seorang TVF menjelaskan kepada pasien mengenai penggunaan obat yang tepat. Apa yang dimaksud dengan penggunaan obat rasional?

a)

Penggunaan obat berdasarkan pengalaman pribadi

b)

Penggunaan obat tanpa resep dokter

c)

Penggunaan obat secara sembarangan

d)

Penggunaan obat sesuai dengan diagnosis dan kebutuhan pasien

e)

Penggunaan obat hanya berdasarkan iklan

36.

Dalam sebuah seminar, seorang ahli farmasi menjelaskan tujuan penggunaan obat rasional. Apa tujuan utama dari penggunaan obat rasional?

a)

Meningkatkan keuntungan bagi farmasi

b)

Mengurangi efek samping obat

c)

Meningkatkan efektivitas dan keamanan terapi obat

d)

Mempercepat proses perawatan pasien

e)

Mempromosikan obat baru

37.

Dalam sebuah seminar, seorang ahli farmasi menjelaskan tujuan penggunaan obat rasional. Yang bukan merupakan tujuan dari penggunaan obat rasional?

a)

Untuk meningkatkan keuntungan farmasi

b)

Untuk mengurangi efek samping obat

c)

Untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan terapi obat

d)

Untuk mempercepat proses perawatan pasien

e)

Untuk mempromosikan obat baru

38.

Sebuah rumah sakit melakukan program edukasi untuk pasien tentang penggunaan obat. Apa upaya yang paling efektif untuk mengatasi penggunaan obat yang tidak rasional?

a)

Meningkatkan jumlah obat yang tersedia

b)

Mengadakan seminar tentang iklan obat

c)

Menyediakan obat tanpa resep

d)

Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien mengenai obat

e)

Mengurangi biaya obat

39.

Seorang pasien dengan diabetes tipe 2 diberi resep metformin, tetapi hanya meminum setengah dari dosis yang direkomendasikan. Apa yang mungkin terjadi jika pengobatan tidak dilakukan dengan tepat?

a)

Kadar gula darah stabil

b)

Terjadi komplikasi diabetes

c)

Pasien merasa lebih sehat

d)

Tidak ada perubahan pada kesehatan

e)

Pasien tidak perlu kontrol gula darah

40.

Seorang wanita hamil mendapatkan resep untuk suplemen zat besi. Namun, dokter hanya meresepkan suplemen selama 2 minggu, padahal seharusnya 3 bulan. Apa dampak yang mungkin terjadi akibat pemberian yang tidak memadai ini?

a)

Kadar zat besi normal

b)

Peningkatan energi

c)

Tidak ada dampak kesehatan

d)

Kesehatan janin terjaga

e)

Anemia defisiensi besi

41.

Seorang pasien bernama Budi datang ke klinik dengan keluhan batuk dan pilek yang sudah berlangsung selama tiga hari. Dokter yang menangani Budi memberikan resep yang berisi:

  1. Antibiotik: Amoksisilin 500 mg, 3 kali sehari selama 7 hari.

  2. Antihistamin: Cetirizin 10 mg, 1 kali sehari.

  3. Obat Batuk: Dextromethorphan, 3 kali sehari.

  4. Obat Penurun Demam: Paracetamol 500 mg, 3 kali sehari jika diperlukan.

  5. Obat Herbal: Ekstrak Jahe, 2 kali sehari.

Setelah membaca resep tersebut, Anda mengamati bahwa Budi tidak memiliki gejala infeksi bakteri yang memerlukan antibiotik.

Pertanyaan: Apa kategori penggunaan obat yang dapat diidentifikasi dari kasus ini?

a)

Penggunaan obat rasional

b)

Peresepan berlebihan

c)

Penggunaan obat sesuai indikasi

d)

Penggunaan obat generik

e)

Peresepan minimal

42.

Seorang pasien bernama Budi datang ke klinik dengan keluhan batuk kering yang sudah berlangsung selama dua minggu. TVF memberikan obat ambroxol syrup. Setelah satu minggu, Budi kembali ke klinik karena batuknya tidak kunjung membaik. TVF kemudian meresepkan obat batuk yang mengandung dextrometorphan

Pertanyaan:

Kategori penggunaan obat yang tidak rasional adalah:

a)

Penggunaan obat keras

b)

Peresepan obat tanpa diagnosis yang jelas

c)

Penggunaan obat generik yang tidak terstandarisasi

d)

Penggunaan obat dengan dosis yang berlebihan

e)

Peresepan obat yang tidak sesuai dengan pedoman terapi

43.

Seorang pasien bernama Budi datang ke klinik dengan keluhan demam, batuk, dan nyeri tenggorokan. Dokter yang menangani Budi memutuskan untuk meresepkan beberapa obat sekaligus, yaitu:

  1. Paracetamol 500 mg untuk demam

  2. Amoxicillin 500 mg untuk infeksi

  3. Salbutamol inhaler untuk sesak napas

  4. Antihistamin untuk alergi

  5. Ibuprofen 400 mg untuk nyeri

Pertanyaan:

Dari situasi di atas, kategori penggunaan obat yang ditunjukkan oleh peresepan dokter adalah:

a)

Penggunaan obat rasional

b)

Peresepan majemuk yang tidak sesuai indikasi

c)

Penggunaan obat tunggal

d)

Peresepan obat sesuai pedoman terapi

e)

Penggunaan obat generik

44.

Seorang pasien bernama Budi berusia 45 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri kepala yang sudah berlangsung selama beberapa hari. Setelah pemeriksaan, dokter memberikan resep obat penghilang rasa sakit. Namun, Budi juga membawa beberapa obat yang dibeli tanpa resep, termasuk antibiotik dan obat herbal. Ia mengaku sering menggunakan obat-obatan ini untuk mengatasi berbagai keluhan, meskipun tidak semua sesuai dengan diagnosa yang tepat.

Pertanyaan:

Apa faktor yang paling mungkin mempengaruhi penggunaan obat yang tidak rasional oleh Budi?

a)

Kurangnya pengetahuan tentang penggunaan obat yang benar

b)

Pengaruh dari teman dan keluarga

c)

Iklan obat di media massa

d)

Akses mudah ke berbagai jenis obat

e)

Semua pilihan jawaban benar

45.

WHO menyusun indikator penggunaan obat rasional. apa saja yang termasuk indikator inti penggunaan obat rasional?

a)

% pasien yang diterapi tanpa obat

b)

% biaya untuk antibiotik

c)

% biaya untuk suntikan

d)

% pasien puas dengan pelayanan

e)

Rerata jumlah item obat tiap resep

46.

Apa yang dimaksud dengan farmakovigilans?

a)

Proses pengembangan obat baru yang melibatkan uji klinis.

b)

Pengawasan dan penilaian efek samping obat setelah diluncurkan ke pasar.

c)

Teknik untuk meningkatkan efektivitas obat melalui modifikasi dosis.

d)

Metode untuk mengurangi biaya pengobatan di rumah sakit.

e)

Proses edukasi pasien mengenai penggunaan obat yang benar.

47.

Seorang TVF sedang menjelaskan kepada seorang mahasiswa farmasi tentang pentingnya monitoring efek samping obat. Dalam penjelasannya, TVF tersebut menyatakan bahwa monitoring efek samping obat adalah proses yang sangat penting untuk memastikan keamanan pasien selama pengobatan. Mahasiswa tersebut kemudian bertanya, "Apa sebenarnya yang dimaksud dengan monitoring efek samping obat?"

a)

Proses untuk menentukan dosis obat yang tepat bagi pasien.

b)

Proses pemantauan dan evaluasi efek samping yang ditimbulkan oleh obat selama terapi.

c)

Proses pengujian obat baru di laboratorium sebelum dipasarkan.

d)

Proses untuk menghentikan penggunaan obat jika terjadi reaksi alergi.

e)

Proses pembuatan laporan mengenai semua obat yang digunakan oleh pasien.

48.

Seorang apoteker di rumah sakit menerima laporan dari perawat bahwa seorang pasien yang sedang dirawat mengalami reaksi alergi setelah mendapatkan obat antibiotik baru. Apoteker tersebut bertanggung jawab untuk melakukan monitoring efek samping obat.

Pertanyaan:
Apa tahapan terakhir dalam kegiatan monitoring efek samping obat ini?

a)

Mengisi laporan efek samping obat

b)

Mengidentifikasi obat-obatan dan pasien yang mempunyai risiko tinggi mengalami efek samping

c)

Mengevaluasi laporan efek samping obat

d)

Melaporkan ke pusat monitoring efek samping obat nasional

e)

Menghubungi dokter untuk mengganti obat pasien

49.

Seorang pasien berusia 65 tahun datang ke rumah sakit setelah mengalami pusing dan mual setelah mengkonsumsi obat antihipertensi baru selama satu minggu. Pasien sebelumnya tidak memiliki riwayat pusing atau mual. Dokter curiga bahwa gejala ini mungkin merupakan efek samping dari obat yang baru diberikan.

Pertanyaan:
Apa yang perlu dilaporkan oleh dokter terkait kejadian ini?

a)

Hanya efek samping yang sudah diketahui dari obat tersebut.

b)

Semua kejadian yang dicurigai sebagai efek samping, baik yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui hubungan kausalnya.

c)

Hanya kejadian yang terjadi pada pasien yang berusia di atas 60 tahun.

d)

Hanya kejadian yang menyebabkan rawat inap pasien.

e)

Hanya efek samping yang terjadi setelah penggunaan obat selama lebih dari satu bulan.

50.


Apa langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk melaporkan efek samping obat secara online?

a)

Menghubungi dokter yang meresepkan obat tersebut.

b)

Mencari informasi lebih lanjut tentang efek samping obat di internet.

c)

Mengunjungi situs https://e-meso.pom.go.id/ untuk mengisi formulir laporan.

d)

Menunggu sampai efek sampingnya hilang sebelum melaporkan.

e)

Mengabaikan efek samping karena merasa tidak terlalu serius.