WorksheetsHipertensi
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Manakah definisi paling tepat untuk hipertensi pada orang dewasa?
Peningkatan sementara tekanan arteri sesekali
Peningkatan tekanan darah arteri yang menetap
Penurunan tekanan darah arteri berkepanjangan
Fluktuasi tekanan darah normal saat aktivitas
Berdasarkan klasifikasi standar, tekanan darah 128/78 mmHg pada orang dewasa termasuk kategori apa?
Normal menurut ambang standar dewasa
Elevated dengan sistolik 120–129 mmHg
Hipertensi tahap 2 dengan diastolik ≥90
Hipertensi tahap 1 dengan diastolik 80–89
Seorang pasien memiliki BP 134/86 mmHg. Kategori yang paling tepat adalah?
Normal karena diastolik <80 mmHg
Elevated karena sistolik 130–139 mmHg
Hipertensi tahap 1 sesuai ambang sistolik atau diastolik
Hipertensi tahap 2 karena sistolik ≥140 mmHg
Dalam metode SOAP untuk penatalaksanaan kasus hipertensi, informasi yang termasuk pada komponen "Objective" adalah?
Penilaian risiko kardiovaskular total
Rencana diet rendah natrium mingguan
Tekanan darah 150/92 mmHg terukur
Keluhan pasien tentang pusing berdenyut
Seorang pria 65 tahun datang dengan TD 149/90 mmHg, nadi 72/menit, RR 22/menit, suhu 37°C. Parameter vital mana yang paling menyimpang dari rentang normal dewasa?
Denyut nadi 72 kali per menit
Tekanan darah 149/90 mmHg
Suhu tubuh 37 derajat Celcius
Laju napas 22 kali per menit
Hasil laboratorium menunjukkan Na 183 mmol/L, K 1,35 mEq/L, Cl 112 mmol/L. Interpretasi yang paling tepat adalah:
Kalium rendah dan klorida rendah
Natrium normal dan kalium normal
Hiponatremia dan hiperkalemia
Hipernatremia dan hipokalemia
BUN 25 mg/dL dan SCr 1,55 mg/dL. Perbandingan ini paling mungkin menunjukkan:
Kesalahan laboratorium tanpa makna
Gangguan perfusi prarenal ringan
Fungsi ginjal sepenuhnya normal
Cedera ginjal akut intrinsik
Obat mana pada regimen pasien yang langsung menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II?
Clopidogrel per oral harian
Furosemide injeksi pompa
Captopril per oral harian
Simvastatin per oral harian
Berdasarkan patofisiologi, efek utama angiotensin II yang menaikkan tekanan darah adalah:
Inhibisi renin dan penurunan ADH
Vasokonstriksi arteri dan sekresi aldosteron
Penurunan tahanan perifer total
Vasodilatasi vena dan natriuresis
Dengan hipokalemia 1,35 mEq/L dan hipernatremia, intervensi prioritas yang paling aman adalah:
Restriksi cairan dan diuretik kuat
Pemberian natrium tambahan segera
Tidak lakukan koreksi elektrolit apapun
Koreksi kalium terkontrol dan cairan hipotonik
Pada aktivasi RAAS yang berlebihan, angiotensin II menimbulkan efek utama yang berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.
Penurunan kontraktilitas miokard dan diuresis ringan
Penurunan tonus simpatis dan bradikardia
Peningkatan natriuresis dan penurunan curah jantung
Vasokonstriksi arteriol dan retensi cairan
Vasodilatasi arteriol sistemik dan diuresis
Pernyataan yang PALING tepat mengenai perbedaan hipertensi primer dan sekunder adalah:
Primer memiliki penyebab spesifik teridentifikasi jelas
Sekunder terkait penyakit komorbid atau obat tertentu
Sekunder terjadi terutama karena faktor gaya hidup umum
Primer lebih jarang terjadi dibandingkan sekunder
Sekunder tidak dapat diperbaiki dengan mengatasi penyebab
Seorang pasien dengan penyakit ginjal kronis dan tekanan darah tinggi kemungkinan besar mengalami tipe hipertensi berikut:
Hipertensi primer karena aktivitas simpatis
Hipertensi sekunder karena disfungsi ginjal
Hipertensi sekunder karena hipovolemia akut
Hipertensi primer karena konsumsi garam tinggi
Hipertensi primer karena faktor genetik dominan
Manakah kombinasi faktor yang termasuk faktor risiko hipertensi primer menurut teks?
Infeksi akut, alergi musiman, defisiensi vitamin
Hipovolemia, diet rendah lemak, anemia
Tumor adrenal, penyakit ginjal, hiperkalemia
Obesitas, konsumsi garam, merokok
Usia muda, hipertiroid, stenosis arteri renalis
Jika seorang pasien mengalami kenaikan curah jantung dan tahanan perifer total akibat peningkatan aktivitas simpatis dan vasopresin, mekanisme patofisiologi yang paling sesuai adalah:
Peningkatan natriuresis oleh aldosteron ginjal
Vasodilatasi perifer akibat prostasiklin meningkat
Aktivasi RAAS menyebabkan pelepasan ADH dan vasokonstriksi
Penekanan sistem saraf simpatis oleh baroreseptor
Penurunan RAAS dengan inhibisi renin ginjal
Golongan obat lini pertama untuk hipertensi yang bekerja mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II sehingga terjadi vasodilatasi, memiliki efek samping batuk kering dan hiperkalemia adalah
Diuretik tiazid dengan hipokalemia umum
ACE inhibitor dengan efek batuk kering konsisten
ARB dengan risiko pusing dominan
CCB dengan edema perifer dominan
ARB menurunkan tekanan darah terutama melalui mekanisme
Menghambat reseptor AT1 memicu vasodilatasi
Menghambat konversi renin menjadi angiotensin
Memblok kanal kalsium arteriol perifer
Meningkatkan ekskresi natrium melalui ginjal
Efek samping yang paling sering terkait dengan CCB dihidropiridin adalah
Asam urat meningkat jelas
Hiperkalemia simtomatik sering
Batuk kering persisten berat
Edema perifer dan sakit kepala
Diuretik tiazid menurunkan tekanan darah dengan cara utama
Memblokade reseptor mineralokortikoid aktif
Menghambat pembentukan angiotensin II langsung
Menghambat reseptor adrenergik beta perifer
Meningkatkan ekskresi Na+/air menurunkan resistensi
Pasien hipertensi tahap 2 yang baru didiagnosis paling tepat memulai terapi
Vasodilator langsung sebagai pilihan awal
Satu obat lini kedua dahulu saja
β‑blocker tunggal selalu cukup
Kombinasi dua obat lini pertama sebaiknya
Manakah pasangan obat–golongan yang benar
Indapamide – loop diuretik kuat
Captopril – ARB reseptor AT1
Losartan – ACE inhibitor klasik
Amlodipine – CCB dihidropiridin
Efek samping yang perlu dipantau pada terapi diuretik tiazid adalah
Edema paru dan hiponatremia berat
Hiperkalemia dan batuk kering
Bradikardia dan bronkospasme
Hipokalemia dan asam urat meningkat
Kapan β‑blocker diprioritaskan dalam pengobatan hipertensi menurut ringkasan ini
Menggantikan seluruh agen lini pertama
Pada indikasi tertentu mendesak atau kombinasi
Sebagai lini pertama semua pasien baru
Hanya bila gagal ginjal kronis berat
Pada pasien hipertensi dengan risiko ASCVD 10 tahun ≥10%, ambang batas memulai terapi obat adalah
≥140/80 mmHg dengan target <140/80 mmHg
≥130/90 mmHg dengan target <130/90 mmHg
≥130/80 mmHg dengan target <130/80 mmHg
≥140/90 mmHg dengan target <140/90 mmHg
Intervensi gaya hidup yang terbukti menurunkan tekanan darah TIDAK termasuk
Diet DASH dengan garam 1,5 g natrium/hari
Penurunan berat badan bila obesitas
Berhenti merokok segera dan total
Aktivitas fisik aerobik 90–150 menit/minggu
Seorang pria 65 tahun datang sesak, riwayat hipertensi 10 tahun tidak teratur obat. Tanda vital: 149/90 mmHg, nadi 72/menit, RR 22/menit, suhu 37°C. Temuan yang paling menyimpang dari normal adalah
Tekanan darah 149 per 90 mmHg
Denyut nadi 72 kali per menit
Laju napas 22 kali per menit
Suhu tubuh 37 derajat Celsius
Data laboratorium menunjukkan Na 183 mmol/L dan K 1,35 mEq/L. Komplikasi elektrolit yang paling mungkin terjadi adalah
Hipernatremia dengan hipokalemia berat
Hiponatremia dengan hiperkalemia ringan
Hipernatremia dengan kalium normal
Hiponatremia dengan kalium normal
Dalam penatalaksanaan SOAP, komponen 'Assessment' pada kasus ini PALING tepat mencakup
Rencana terapi farmakologis detail harian
Hasil laboratorium mentah tanpa interpretasi
Diagnosis kerja gagal jantung dan hipertensi tidak terkontrol
Ringkasan keluhan subjektif pasien saja
Obat IGD yang diberikan mencakup captopril, nitrat infus, furosemid IV, statin, dan clopidogrel. Penghentian asam asetilsalisilat (aspilet) dipertimbangkan karena
Risiko nefropati melalui vasokonstriksi aferen
Risiko hiperkalemia melalui blok kanal natrium
Risiko perdarahan melalui inhibisi siklooksigenase
Risiko hipoglikemia melalui stimulasi insulin
Untuk pasien hipertensi stadium 2 dengan BP ≥140/90 mmHg tanpa kontraindikasi, rekomendasi awal yang paling kuat adalah
Hanya modifikasi gaya hidup tiga bulan
Monoterapi diuretik tiazid dosis rendah
Observasi tanpa intervensi satu bulan
Kombinasi dua obat antihipertensi berbeda kelas
