wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Butir Soal: Engine Cycles and Lubrication

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Seorang mekanik sedang membandingkan cara kerja mesin sepeda motor. Ia menyimpulkan bahwa salah satu mesin tidak memiliki klep (valveless) dan memerlukan campuran bensin dan oli di bahan bakarnya. Berdasarkan pernyataan tersebut, mesin yang dimaksud adalah mesin:

a)

Diesel 4 Tak

b)

4 Langkah (4 Tak)

c)

Rotary

d)

2 Langkah (2 Tak)

e)

Listrik

2.

Pada penggambaran diagram siklus kerja, seorang siswa diminta mengidentifikasi langkah yang terjadi setelah langkah kompresi pada mesin 4 tak. Langkah apa yang akan terjadi selanjutnya?

a)

Langkah Pembakaran (Power)

b)

Langkah Buang (Exhaust)

c)

Langkah Isap (Intake)

d)

Langkah Siklus (Cycle)

e)

Engine Starter (Starter)

3.

Analisis kerja mesin 2 tak membagi siklusnya menjadi dua bagian utama, yaitu ketika piston bergerak naik dan turun. Jika piston bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah), fungsi utamanya adalah melakukan:

a)

Isap dan Buang

b)

Kompresi dan Pembakaran

c)

Pembakaran dan Buang

d)

Isap dan Kompresi

e)

Pembereman dan Pelumasan

4.

Perbedaan mendasar antara mesin 2 tak dan 4 tak terletak pada sistem pembukaan saluran buang dan isap. Pada mesin 2 tak, buka tutup saluran ini diatur oleh:

a)

Gearbox

b)

Torque Limiter

c)

Klep dan Camshaft

d)

Lubang pada dinding silinder (Port) dan posisi piston

e)

Koil pengapian

5.

Sebuah sepeda motor mesin 4 tak membutuhkan putaran camshaft untuk menyelesaikan satu siklus kerja penuh. Berapa putaran crankshaft (kruk as) yang diperlukan untuk satu putaran penuh camshaft?

a)

8 Putaran

b)

4 Putaran

c)

Setengah Putaran

d)

2 Putaran

e)

1 Putaran

6.

Menyetel celah klep (valve clearance) sangat penting untuk performa mesin. Jika celah klep terlalu rapat (terlalu kecil), apa akibatnya pada mesin?

a)

Mesin sulit hidup pada kondisi panas

b)

Klep akan terbuka terlambat

c)

Suara klep akan nyaring (ngeblong)

d)

Tenaga mesin akan berkurang drastis

e)

Oli akan terbakar

7.

Pada saat menyetel celah klep menggunakan feeler gauge, posisi piston harus berada pada titik mati atas (TMA) pada langkah kompresi. Hal ini bertujuan untuk memastikan:

a)

Bahan bakar masuk ke ruang bakar

b)

Sistem pelumasan bekerja maksimal

c)

Klep sedang tertutup penuh

d)

Klep sedang terbuka penuh

e)

Piston tidak bergerak

8.

Urutan penyetelan celah klep yang benar pada mesin 4 tak DOHC (Double Over Head Camshaft) biasanya mengikuti urutan pengapian. Jika pengapian 1-3-4-2, maka urutan penyetelannya adalah:

a)

2-1-3-4

b)

4-3-2-1

c)

1-3-4-2

d)

1-2-3-4

e)

1-4-2-3

9.

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur celah klep dengan akurasi tinggi adalah:

a)

Busur derajat

b)

Feeler Gauge (Penggaris Ukur Tipis)

c)

Mikrometer

d)

Jangka sorong (Vernier Caliper)

e)

Dial Gauge

10.

Gejala suara "ngedumel" atau "ngedrop" pada bagian kepala silinder saat mesin hidup bisa disebabkan oleh klep yang:

a)

Terlalu rapat (celah terlalu kecil)

b)

Terlalu longgar (celah terlalu besar)

c)

Terbalik antara klep in dan ex

d)

Putus klep

e)

Terbakar

11.

Fungsi utama sistem pelumasan pada sepeda motor adalah untuk mencegah aus berlebihan dengan cara:

a)

Mengurangi gesekan dan membawa kotoran

b)

Memperbesar kompresi

c)

Menambah tenaga kuda

d)

Mendinginkan mesin

e)

Membersihkan bakar

12.

Oli mesin yang memiliki kode SAE 10W-30 memiliki arti bahwa viskositasnya:

a)

Hanya bisa digunakan pada suhu di atas 30 derajat

b)

Sangat kental untuk suhu rendah dan tinggi

c)

Sangat encer untuk semua suhu

d)

Campuran antara oli gardan dan transmisi

e)

Mudah mengalir pada suhu dingin (10W) dan cukup kental pada suhu kerja (30)

13.

Dalam sistem pelumasan "Wet Sump", di mana letak reservoir (penampungan) utama oli mesin?

a)

Di dalam crankcase (crankcase)

b)

Di dalam tangki oli terpisah (remote tank)

c)

Di dalam transmisi

d)

Di dalam radiator

e)

Di dalam knalpot

14.

Salah satu indikator kerusakan pada sistem pelumasan adalah tekanan oli rendah saat mesin berputar tinggi. Penyebab umum dari hal ini adalah:

a)

Klep terbuka terlalu lama

b)

Viskositas oli terlalu kental

c)

Filter oli tersumbat

d)

Piston terlalu kering

e)

Pompa oli (oil pump) aus atau kebocoran pada sistem

15.

Oli mesin yang sudah terkontaminasi bensin (berbau bensin) dan encer harus segera diganti karena:

a)

Oli menjadi kotor

b)

Warna oli menjadi gelap

c)

Tekanan angin berkurang

d)

Kekentalan oli turun drastis sehingga tidak bisa membentuk lapisan film pelumas

e)

Tidak bisa mendinginkan mesin

16.

Sistem pendingin pada sepeda motor bertujuan untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Sistem yang menggunakan sirip-sirip di sekeliling silinder untuk membuang panas disebut pendingin:

a)

Liquid Cooled (Cairan)

b)

Electric Cooled

c)

Nitrogen Cooled

d)

Air Cooled (Udara)

e)

Oil Cooled (Oli)

17.

Thermostat pada sistem pendingin cairan (liquid cooled) berfungsi untuk:

a)

Membuka saluran oli saat mesin panas

b)

Memompa air radiator

c)

Menutup saluran pendingin saat mesin dingin agar cepat panas

d)

Menyemprotkan air ke knalpot

e)

Memperbesar aliran air radiator saat mesin dingin

18.

Kipas radiator (fan) pada sistem pendingin otomatis menyala ketika:

a)

Speedometer menyala

b)

Suhu cairan pendingin mencapai set point tertentu

c)

Mesin dinyalakan

d)

Oli mesin habis

e)

Oli radiator habis

19.

Jika mesin sering overheat (kepanasan), salah satu efek yang paling berbahaya bagi komponen mesin adalah:

a)

Piston macet (ngepres) atau silinder mengepres

b)

Suara knalpot menjadi halus

c)

Kompresi menjadi naik

d)

Bensin irit

e)

Oli menjadi kental

20.

Pada sistem pendingin udara (air cooled), kotoran yang menempel pada sirip radiator dapat menghambat pelepasan panas. Tindakan perawatan yang tepat adalah:

a)

Mengolesi oli pada sirip

b)

Memanaskan mesin lebih lama

c)

Memperkecil celah klep

d)

Membersihkan sirip dari debu dan lumpur

e)

Memperbesar ukuran knalpot

21.

Fungsi utama sistem pemasukan bahan bakar adalah menyediakan campuran udara dan bahan bakar dengan rasio yang tepat. Pada karburator, rasio ini diatur oleh:

a)

Alternator

b)

Kunci kontak

c)

Main Jet dan Pilot Jet

d)

Gear rasio

e)

Busi

22.

Perbedaan mendasar antara sistem karburator dan sistem injeksi (Fuel Injection) adalah:

a)

Injeksi menggunakan sistem elektronik (ECU) untuk mengatur suplai bensin, karburator menggunakan sistem vakum/mekanik

b)

Karburator menyemprotkan bensin, injeksi mencampur udara

c)

Karburator lebih modern

d)

Karburator tidak memerlukan oli

e)

Injeksi tidak memerlukan filter udara

23.

Filter udara basah (yang diolesi oli) pada sepeda motor berfungsi untuk:

a)

Menyaring debu halus secara lebih efektif

b)

Menambah asupan bensin

c)

Memperbesar suara mesin

d)

Memanaskan karburator

e)

Mendinginkan udara masuk

24.

Jika sepeda motor mengalami gejala "brebet" (tersendat) pada putaran tinggi, penyebab yang paling mungkin dari sistem pemasukan adalah:

a)

Knalpot mampet

b)

Filter udara tersumbat

c)

Oli mesin terlalu kental

d)

Celah klep terlalu rapat

e)

Busi basah

25.

Kelebihan sistem injeksi (FI) dibandingkan karburator adalah:

a)

Tidak memerlukan baterai

b)

Lebih murah dan sederhana

c)

Suara mesin lebih kencang

d)

Lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan

e)

Tidak memerlukan perawatan

26.

Pada sistem injeksi, komponen yang berfungsi mengubah sinyal elektrik dari ECU menjadi semprotan bensin adalah:

a)

Throttle Body

b)

Sensor O2

c)

Injector (Nozzle)

d)

Regulator Tekanan

e)

Fuel Pump (Pompa Bensin)

27.

Apa fungsi dari Pilot Jet pada sistem karburator?

a)

Mengatur suhu knalpot

b)

Menyaring kotoran bensin

c)

Memompa bensin dari tangki

d)

Mengatur putaran mesin maksimum

e)

Mengatur campuran bensin pada putaran idle (langsam)

28.

Gejala mesin tidak bisa hidup sama sekali (starter tidak bisa menyalakan) tetapi busi masih mengeluarkan percikan api, kemungkinan besar masalahnya ada pada sistem:

a)

Pengapian

b)

Sistem pemasukan (bahan bakar tidak masuk)

c)

Sistem pelumasan (oli kering)

d)

Sistem starter

e)

Sistem rem

29.

Akibat penggunaan bahan bakar dengan oktan (RON) yang terlalu rendah untuk mesin yang membutuhkan oktan tinggi adalah:

a)

Mesin menjadi lebih halus

b)

Terjadi gejala klep mengetuk (knocking/pre-ignition)

c)

Kipas radiator mati

d)

Oli menjadi encer

e)

Filter udara bersih

30.

Jika filter udara tersumbat parah, dampaknya terhadap rasio udara-bensin adalah:

a)

Campuran menjadi terlalu basah (bensin banyak)

b)

Tekanan oli meningkat

c)

Tidak ada pengaruh

d)

Campuran menjadi terlalu kering (udara sedikit)

e)

Sistem pendingin bekerja lebih keras

31.

Seorang mekanik sedang menangani mesin yang bunyi "ngedumel" parah di bagian kepala silinder, overheat, dan tenaga turun. Kombinasi masalah yang paling mungkin adalah:

a)

Filter udara bersih dan oli baru

b)

Starter hidup dan rem pakem

c)

Knalpot harum dan mesin halus

d)

Celah klep terlalu besar dan kipas radiator mati

e)

Busi baru dan aki tekor

32.

Dalam prosedur perbaikan, sebelum menyetel celah klep pada mesin 4 tak, mekanik harus memastikan kondisi mesin dingin. Hal ini dilakukan karena:

a)

Oli menjadi encer saat panas

b)

Mekanik tidak tahan panas

c)

Material logam mengalami pemuaian saat panas (memuai), mengubah celah klep

d)

Busi bisa meledak saat panas

e)

Sistem injeksi tidak bekerja saat panas

33.

Jika oli mesin bocor dari bagian crankshaft seal (garis potong crankcase), dan diikuti dengan performa mesin yang menurun karena panas berlebih, masalah utama yang paling mungkin adalah:

a)

Tidak ada hubungan langsung

b)

Kebocoran cairan pendingin menyebabkan oli panas

c)

Pompa oli macet

d)

Kampas kopling habis

e)

Gear rasio rusak

34.

Analisis kasus: Sepeda motor 4 tak tenaga turun setelah lama tidak servis. Saat diperiksa, filter udara sangat kotor dan celah klep tidak distel. Mana yang memberikan pengaruh terbesar terhadap turunnya tenaga?

a)

Kopling slip

b)

Oli kotor

c)

Lampu mati

d)

Ban kempes

e)

Filter udara kotor (sumbatan udara) dan celah klep salah (gangguan volumetrik/thermal efficiency)

35.

Pada sistem pelumasan mesin 4 tak, fungsi oli selain melumasi juga membantu mendinginkan dan membersihkan. Jika oli terasa encer dan bau bensin, penyebab teknisnya adalah:

a)

Seal klep bocor

b)

Bensin merembes masuk ke bak oli melalui silinder (piston ring aus)

c)

Filter oli tersumbat

d)

Oli terlalu kental

e)

Pompa oli rusak

36.

Menyetel celah klep yang benar memerlukan alat ukur dan teknik tertentu. Jika mesin membutuhkan celah in 0.10mm dan ex 0.15mm, sedangkan mekanik menggunakan celah 0.15mm untuk klep in dan 0.10mm untuk klep ex, apa efeknya?

a)

Mesin tidak bisa distarter

b)

Tidak ada efek

c)

Klep in terlalu rapat, klep ex terlalu longgar

d)

Klep in terlalu longgar, klep ex terlalu rapat

e)

Oli tumpah

37.

Perbedaan siklus kerja antara 2 tak dan 4 tak pada sistem pembuangan adalah:

a)

Keduanya sama

b)

4 tak buang saat piston naik, 2 tak buang saat piston turun

c)

2 tak tidak membuang gas

d)

2 tak buang setelah kompresi, 4 tak buang setelah usaha

e)

2 tak buang saat piston di TMB, 4 tak buang saat piston di TMA (akhir)

38.

Sistem pendingin cairan (liquid cooled) menggunakan water pump (pompa air) untuk sirkulasi. Jika water pump macet, maka:

a)

Suara mesin akan hilang

b)

Mesin akan mati mendadak

c)

Oli akan menjadi kental

d)

Suhu mesin akan naik sangat cepat (overheat)

e)

Tenaga mesin akan bertambah

39.

Indikator penggantian oli mesin yang ideal bukan hanya berdasarkan jarak tempuh, tetapi juga kondisi:

a)

Suara mesin

b)

Warna knalpot

c)

Kecepatan motor

d)

Bensin

e)

Warna dan kekentalan oli

40.

Ketika mesin 4 tak menyala, urutan kerja klep yang benar adalah (I = Inlet, E = Exhaust): A. I buka -> E buka -> I tutup -> E tutup. B. I buka -> E buka -> I tutup -> E tutup. C. I buka -> E tutup -> I tutup -> E buka. D. I buka -> I tutup -> E buka -> E tutup. E. E buka -> I buka -> E tutup -> I tutup. Pilih urutan yang benar berdasarkan siklus 4 tak standar (Isap, Kompresi, Usaha, Buang):

a)

A (Sejajar buka/tutup)

b)

B (Buka bareng, tutup bareng)

c)

C (I buka saat kompresi/E buka saat usaha - Salah)

d)

D (I buka dan tutup sebelum buang - Benar jika I tutup akhir kompresi, E buka akhir usaha)

e)

E (Terbalik)