wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Medical Coding and Professionalism Worksheet

Total questions: 48

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Seorang PMIK melakukan reseleksi kode morbiditas dengan diagnosis utama Hematuria, diagnosis lain varices vena tungkai bawah, papillomata pada dinding belakang kandung kencing, dilakukan tindakan eksisi diatermi dari papillomata. Pasien ditangani oleh dokter spesialis urologi. Tetapi, koder memilih kode diagnosis utama yaitu D41.4 yaitu Neoplasma of uncertain or unknown behaviour of urinary organs Bladder. Apa alasan yang mendasari keputusan pada kasus tersebut?

a)

Kondisi minor direkam sebagai kondisi utama.

b)

Kekhususan pada kondisi utama memberikan informasi tentang suatu kondisi.

c)

Kondisi utama menggambarkan suatu gejala yang timbul akibat kondisi yang tertangani.

d)

Diagnosis utama sudah cukup informatif.

e)

Gejala direkam sebagai kondisi utama.

2.

Seorang PMIK melakukan pengkodean kasus rawat inap dengan kondisi ganda pada kondisi yang berhubungan dengan cidera. Pasien ditangani oleh spesialis orthopedi. Apa saran yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Memilih kode sebab akibat dalam pengkodean.

b)

Mengkode penyebab luar tidak harus dikode.

c)

Menggunakan sistem dagger asterisk.

d)

Memakai kode multiple sebagai kode utama jika tidak terdapat kondisi yang menonjol.

e)

Mengkode dengan kode kombinasi afar spesifik.

3.

Seorang PMIK sedang melakukan pengkodean tindakan operasi lobectomy hepatis. Pada laporan operasi tercantum informasi insisi transabdominal telah selesai dan akan dilakukan exploratory laparotomy, namun saat dokter mempersiapkan lobectomy, lampu mati dan genset tidak berfungsi sehingga operasi dijadwalkan ulang. Manakah prosedur tindakan yang akan dikode pada kasus tersebut?

a)

Reopening exploratory

b)

Exploratory

c)

Lobectomy

d)

Incisi

e)

Laparotomy

4.

Seorang PMIK sedang melakukan pengkodean pada rekam medis pasien. Tercantum diagnosis carcinoma ankle. PMIK menentukan sistem klasifikasi yang sesuai ICD. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menelusuri leadterm pada alphabetical index pada buku sesuai dengan sistem

b)

Mengikuti catatan (notes, includes, excludes)

c)

Melakukan reseleksi diagnosis utama berdasarkan aturan morbiditas

d)

Diagnosis pada rekam medis (lembar discharge summary/resume/ringkasan masuk dan keluar)

e)

Memilih kode yang didapatkan dari hasil penelusuran untuk dikroscek ke dalam tabular list

5.

Seorang PMIK ahli sedang memverifikasi ulang klaim berkas RM pasien rawat inap jaminan BPJS yang dikembalikan oleh verifikator. Dalam formulir klaim tertulis diagnosis Apendisitis dengan tindakan apendiktomi, namun tidak ditemukan lembar pemeriksaan radiologi rontgen foto polos abdomen 3 posisi. Klaim ditolak dan dikembalikan untuk diperbaiki sesuai ketentuan. Bagaimana sikap profesionalisme awal dari PMIK yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menanyakan pada bangsal perawatan terkait lembar penunjang

b)

Menghubungi verifikator untuk mengetahui detail permasalahan klaim dikembalikan

c)

Mengoreksi kembali kelengkapan berkas terkait perawatan pasien

6.

Seorang PMIK mencari kode untuk tindakan medis ESWL. Apakah leadterm yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Electric

b)

Wave

c)

Suture

d)

Extracorporeal

e)

Lithotripsy

7.

Seorang kepala UKRM memimpin rapat dan telah memberikan kesempatan kepada stafnya untuk memberikan tanggapan terhadap masalah banyaknya pending klaim pada rekam medis pasien rawat jalan yang berakibat pada kerugian rumah sakit. Salah satu PMIK menyampaikan bahwa rangkaian prosedur rawat jalan yang kompleks merupakan faktor yang memberikan teguran. Apa sikap mawas diri yang ditunjukkan oleh PMIK pada kasus tersebut?

a)

Tanggap dan menyadari perlunya kolaborasi

b)

Memahami dan menyadari adanya masalah

c)

Mengenali dan mengatasi masalah

d)

Mengakui kelalaian dan berjanji akan memperbaiki kesalahan yang dilakukan

e)

Menjelaskan bahwa ini adalah kesalahan pertama yang tidak perlu diperbesar

8.

Seorang koder mengalami kesulitan dalam mengkode penyakit karena adanya ketidaklengkapan pengisian diagnosis pada rekam medis. Dokter hanya menuliskan diagnosis masuk saja. Apa dampak yang dimaksud pada kasus tersebut?

a)

ketidaktepatan kode diagnosis

b)

mengurangi nilai akreditasi

c)

pengurangan tunjangan kinerja dokter

d)

riwayat pasien tidak bermutu

e)

tidak tercapai standar SPM

9.

Seorang PMIK mengkode tindakan medis pasien yang dilakukan partial gastrectomy akibat ulcus gaster perforasi. Pada RM tercantum catatan, saat insisi abdomen dilakukan, pasien mengalami distress respiration sehingga dokter menutup kembali jahitan dan pasien dipindahkan ke ruang ICU. Apa kode yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

K25.5 (Gastric Ulcer with Perforation)

b)

R06.0 (Distress respiratory)

c)

C. 180 (Adult respiratory distress syndrome)

d)

D. 48.39 (Gastrectomy Partial)

e)

E. 54.0 (Incision abdominal wall)

10.

Seorang PMIK sedang melakukan penginputan koding diaplikasi INA-CBG's. Pada saat melakukan grouping klaim terdapat masalah FAILED INVALID PARAMETERS. Apa kesimpulan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Ganti diagnosis sekunder menjadi Diagnosis primer

b)

Perhatikan data identitas pasien

c)

Tidak diinput kode ICD 10 dan ICD-9

d)

Diagnosa utama belum dipilih

e)

Jaringan internet tidak memadai

11.

Seorang PMIK ahli melakukan monitoring terhadap proses klaim pasien rawat jalan (BPJS) supaya tidak terjadi panding klaim. PMIK menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kode tidak akurat dan tidak sesuai dengan ketentuan pihak BPJS. Koder harus mampu mengatasinya supaya RS tidak mengalami kerugian. Apa hasil komunikasi yang ditunjukkan pada kasus tersebut?

a)

mampu membangun kerjasama tim

b)

mampu mengembangkan empati dalam membina komunikasi

c)

mampu berkomunikasi secara verbal dan non verbal

d)

mampu merumuskan dan menyampaikan informasi penting dan strategi yang dilakukan tim

e)

mampu mendorong tim untuk mengatasi masalah secara terbuka

12.

Seorang PMIK sedang menelaah rekam medis dengan diagnosis CKD stage 5. Pasien harus melakukan tindakan cuci darah secara berkala. Apa leadterm tindakan pada kasus tersebut?

a)

Injection

b)

Hemodialysis

c)

Transplantation

d)

Transfusion

e)

Donor

13.

Seorang PMIK sedang melakukan entry data di aplikasi Primary Care. Pada saat melakukan entry data diagnosis ditemukan kode diagnosis E11 (Non-insulin-dependent diabetes mellitus). Apa langkah selanjutnya yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menggunakan sistem klasifikasi yang sesuai (ICD-10)

b)

Menghubungi perawat ruangan terkait konfirmasi diagnosis

c)

Mengidentifikasi semua tindakan medis yang ada

d)

Melakukan konfirmasi kepada DPJP

e)

PMIK merubah kode ICD-10 karena belum lengkap

14.

Seorang PMIK mendapatkan kode grouping INA-CBGs sebagai berikut P-4-17-II. PMIK perlu menginterpretasikan untuk pengecekan kesesuaian jumlah tagihan. Apa interpretasi yang tepat sesuai gambaran pada kasus tersebut?

a)

Urutan karakter digit kedua menggambarkan spesifikasi kelompok kasus rawat inap

b)

Digit ketiga menggambarkan tipe kelompok kasus (case group)

c)

Angka romawi menunjukkan tingkat keparahan

d)

Kasus termasuk kelompok rawat inap

e)

Karakter pertama menggambarkan spesifikasi kasus

15.

Seorang PMIK sedang melakukan pengkodean kasus neoplasma. Kode morfologi yang ditetapkan adalah M8120/6. Apa makna kode digit terakhir pada kasus tersebut?

a)

Malignant primary

b)

In situ

c)

Benign

d)

Uncertain behavior

e)

Malignant secondary

16.

Seorang kepala UKRM mengaudit koding dan menemukan ketidaksesuaian kode penyebab luar pada karakter ke-4. Pada RM tercantum pasien terlindas dan terseret mobil namun tidak dinyatakan sebagai penumpang atau pengendara. Apa klasifikasi pasien yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Penumpang mobil

b)

Pengendara mobil

17.

Seorang PMK mengkaji rekam medis untuk menetapkan kode penyakit. Diagnosis yang terdokumentasi adalah fraktur humerus, radius, dan ulna. Pasien adalah pengendara motor yang tertabrak bus di jalan raya saat pulang dari kantornya. Apa huruf kode utama yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Z

b)

S

c)

V

d)

M

e)

T

18.

Saat mengkode diagnosis DHF grade II, seorang PMIK menemukan informasi bahwa pasien telah dilakukan pemeriksaan trombosit selama 5 hari, namun lembaran laboratorium tidak tersedia lengkap. Apa tindakan selanjutnya yang dilakukan PMIK pada kasus tersebut?

a)

Menyimpan RM pada rak penyimpanan

b)

Menginformasikan kepada kepala UKRM

c)

Melaporkan ke kepala keperawatan

d)

Menanyakan kepada perawat ruangan

e)

Mengkode sesuai data yang tersedia

19.

Seorang PMIK sedang melakukan pengkodean rekam medis rawat inap. Terdapat diagnosis DHF pada resume pasien, namun tanpa keterangan lanjutan. Langkah awal apa yang sebaiknya dilakukan oleh PMIK dalam kasus ini?

a)

Melakukan komunikasi dengan dokter jaga ruang perawatan tersebut

b)

Membandingkan dengan register rawat inap yang dibuat oleh perawat

c)

Mengkode dengan data yang tersedia di resume

d)

Mencari informasi lain pada lembaran awal sampai akhir rekam medis

e)

Memeriksa lembar pemeriksaan laboratorium

20.

Seorang PMIK akan melakukan kode diagnosis pada rawat jalan. Dalam rekam medis tertulis diagnosis sementara: sakit kepala mungkin karena stres atau sinusitis. Pasien ditangani oleh spesialis neurologi. PMIK bingung karena diagnosis yang dituliskan merupakan kode gejala. Apa saran yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menentukan kondisi gejala tetap sebagai kondisi utama.

b)

Memutuskan untuk menentukan diagnosis utama.

c)

Memilih kondisi utama disebabkan kondisi lain.

d)

Melakukan koordinasi dengan casemix.

e)

Menanyakan kepada dokter terkait kode diagnosis yang tepat.

21.

PMK mencari kode di ICD-10. Apa langkah tindakan awal yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Melihat kode pada kamus koding yang dipakai

b)

Mencari kode dengan melihat blok pada ICD 10 Volume 1

c)

Melakukan komunikasi dengan dokter yang merawat

d)

Menggunakan Google untuk mencari kode yang tepat

e)

Menerjemahkan diagnosis yang tepat dari riwayat pasien

22.

Seorang kepala UKRM menerima laporan bulan lalu yang menyatakan bahwa 28% dokumen klaim BPJS dikembalikan. Setelah diteliti ternyata 16% disebabkan karena kesalahan pemilihan kode diagnosis. Apa sikap mawas diri koder yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menyadari tugas koder penting

b)

Mengakui kesalahan untuk tidak mengulang lagi

c)

Mengusulkan koder senior untuk menggantikan

d)

Merasa tidak kompeten melaksanakan tugas

e)

Meminta dipindah ke bagian lain

23.

Seorang PMIK sedang menganalisis kasus koding di rekam medis. Kasus yang ditemui adalah pasien dengan luka bakar derajat II pada tangan kanan. Saat menelaah lembar IGD, PMIK menjumpai keterangan pasien terkena siram air keras (asam sulfat). Apa leadterm diagnosis utama pada kasus tersebut?

a)

Explosion (Ledakan)

b)

Injury (Luka)

c)

Corrosion (Korosi)

d)

Burn (Luka bakar)

e)

Accident (Kecelakaan)

24.

Seorang PMIK di RS sedang menentukan kode diagnosis kasus kebidanan. PMIK menjumpai diagnosis persalinan SC elektif bayi kembar 2. Mana kondisi utama yang dikode sebagai kode utama pada kasus tersebut?

a)

Obstructed labour due to locked twins (Persalinan sungsang karena kembar terkunci)

b)

Twin born in hospital (Kembar lahir di rumah sakit)

c)

Twins both liveborn (Kembar lahir hidup keduanya)

d)

Twin pregnancy (Kehamilan kembar)

e)

Delivery by caesarean section (Persalinan caesar)

25.

Seorang PMIK sedang melakukan pengkodean rekam medis. Pada bagian anamnesis tertulis keluhan nyeri perut dan saat buang air kecil dialami bawaan lahir. Lembar resume medis berisi diagnosis hydronephrosis atrophic. PMIK mencari kode diagnosis di bab 17 ICD-10 tahun 2016. Apa interpretasi yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Terjadi kesalahan pemilihan bab

b)

Bab yang dipilih sudah benar

c)

Reseleksi kondisi utama diperlukan

d)

Kode harus dicari di ICD-9-CM

26.

Seorang PMIK menemukan perbedaan diagnosis antara yang tercatat di formulir rekam medis dengan hasil pemeriksaan penunjang. Saat memeriksa catatan keperawatan, diagnosis yang tercatat juga berbeda. Apa tindakan awal yang paling tepat dalam situasi ini?

a)

Mengkode sesuai dengan diagnosis yang dokter berikan.

b)

Mencari kode diagnosis yang tepat dari riwayat pasien.

c)

Menetapkan kode sesuai dengan diagnosis yang ditulis perawat.

d)

Mengkonfirmasi dengan DPJP.

e)

Menelusuri Google terkait ketepatan diagnosisnya.

27.

Seorang PMIK akan menentukan kode diagnosis pada kasus THT. Diagnosis yang dituliskan dokter adalah OMC, myringitis, dan gendang telinga pecah. ICD-10 menyebutkan adanya catatan "Include myringitis and use additional code (H72), if desired, to identify presence of perforated tympanic membrane". Berapa jumlah kode yang seharusnya ditetapkan oleh petugas medis pada kasus tersebut?

a)

1

b)

3

c)

5

d)

2

e)

4

28.

Seorang PMIK melakukan analisis koding pada kasus persalinan. Ditemukan angka persalinan caesar sebanyak 70% dibandingkan kelahiran normal 30% pada satu tahun terakhir. Seorang PMIK menduga terdapat fraud (kecurangan) dalam kasus tersebut. Apa rekomendasi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Merevisi kebijakan RS.

b)

Menjadwalkan penyelidikan internal.

c)

Mengevaluasi kinerja dokter dan perawat.

d)

Melakukan audit medis.

e)

Merencanakan kegiatan edukasi dan pelatihan.

29.

Seorang PMIK melakukan kode diagnosis pada kasus rawat inap dengan kasus prosedur pasien dibatalkan sebelum dimulai. Tidak ada kode prosedur yang ditetapkan. Pasien batal operasi karena indikasi medis. Apa solusi yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

menggunakan kode diagnosis sebagai kode prosedur.

b)

memilih diagnosis utama sebagai kode prosedur.

c)

mengabaikan kode prosedur dalam koding.

d)

memberikan kode kontraindikasi.

e)

menanyakan pada dokter DPJD terkait kepastian prosedur.

30.

Kepala UKRM mengaudit kode pada rekam medis kasus bronchitis. Pasien seorang anak laki-laki usia 10 tahun, dan kode yang ditetapkan I40. Kode tersebut dinilai salah dan akan dilakukan koreksi dengan kode I20. Apa alasan yang mendasari koreksi pada kasus tersebut?

(a)  

31.

Seorang PMIK akan menetapkan kode penyakit. Dokter mendokumentasikan diagnosis penglihatan rabun karena faktor usia pada pasien yang berumur 65 tahun. Apa leadterm yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Hypermetropia

b)

Presbyopia

c)

Strabismus

d)

Myopia

e)

Astigmatism

32.

Seorang PMIK sedang menentukan kode ICD-10 pada diagnosis yang ditulis di rekam medis. Pada saat melakukan cross-check, PMIK mendapati tanda poin dash (-.). Apa makna tanda pada kasus tersebut?

a)

Melengkapi kode dengan tanda dagger dan asterisk

b)

Menunjukkan sinonim istilah penyakit/diagnosis

c)

Mengharuskan PMK menambahkan kode additional

d)

Menyarankan kode dilengkapi sampai digit ke-4

e)

Menjabarkan bahwa kode yang ditentukan termasuk unspecified

33.

Seorang PMIK sedang melakukan pengkodean rekam medis rawat inap dengan diagnosis adanya batu pada saluran empedu. Diberikan terapi percutaneous transhepatic cholangiogram (PTCA). PMIK menentukan leadterm yang paling tepat. Mana pernyataan pada kasus tersebut?

a)

Menggunakan istilah ichicsts dalam menentukan kode diagnosis

b)

PMK seharusnya menggunakan leadterm cholecystitis

c)

Seharusnya menggunakan leadterm choledocholithiasis

d)

Nephrolithiasis adalah leadterm yang paling tepat

e)

Leadterm yang paling tepat adalah cholelithiasis

34.

Berdasarkan evaluasi pengaihan klaim BPJS bulan lalu, persentase pengembalian tertinggi disebabkan karena kesalahan kode diagnosis. Kepala UKRM menelusuri masalah dan diketahui penyebabnya adalah petugas koder yang baru bekerja dan belum memiliki pengalaman kerja. Kepala UKRM meminta petugas koder senior untuk membimbing dan membenarkan kode diagnosisnya. Apa langkah berikutnya yang harus dilakukan kepala UKRM pada kasus tersebut?

a)

Memindahkan petugas pada bagian lain yang lebih mudah

b)

Membuat program kerja peningkatan kompetensi petugas

c)

Meminta petugas untuk lebih belajar lagi kepada senior

d)

Mengevaluasi kinerja pada saat rapat

e)

Melaporkan kepada bagian diklat untuk diusulkan pelatihan

35.

Seorang PMIK yang bertugas di unit coding menghadapi ke kepala UKRM untuk berkonsultasi tentang kecemasan yang timbul karena telah melakukan fraud. Kemudian kepala UKRM memberikan dukungan kepada PMIK agar tidak cemas dan segera membuat laporan dan meminta maaf kepada pimpinan. Akhirnya PMIK merasakan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Apakah komunikasi yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

intrapersonal

b)

informal

c)

terapeutik

d)

internal

e)

nonformal

36.

Seorang PMIK pada bagian koding melakukan kodefikasi, dimulai dengan menentukan jenis pernyataan atau diagnosa yang akan di kode dan menunjuk ke section yang sesuai pada indeks alfabet. Kemudian menentukan lokasi leadterm untuk penyakit atau cedera, membaca dan pedoman semua catatan yang terdapat di bawah lead term. Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan PMIK pada kasus tersebut?

a)

Ikuti dengan hati-hati setiap rujukan silang 'see' dan 'see also' didalam indeks.

b)

Baca semua term yang dikurung oleh parentheses setelah lead term.

c)

Pedomani setiap term inklusi dan eksklusi di bawah kode yang dipilih, atau di bawah judul bab, blok, atau kategori.

d)

Tentukan kode secara langsung.

e)

Rujuk daftar tabulasi (Volume I) untuk memastikan nomor kode yang dipilih.

37.

Seorang petugas medis informasi kesehatan (PMIK) sedang memeriksa rekam medis untuk diberikan kode penyakit. Mereka menemukan diagnosis "bibir sumbing". Apa Kata kunci yang paling tepat untuk mencari kode ICD-10 pada kasus ini adalah?

a)

Defect

b)

Congenital

c)

Fistula

d)

Cleft

e)

Fissure

38.

Seorang kepala UKRM sedang memeriksa dan mengoreksi kode yang diberikan pada diagnosis "urinary tract infection". Kode yang diberikan adalah kode tunggal N39. Apa kaidah pengkodean yang seharusnya diperhatikan dalam kasus ini?

a)

Kode dagger

b)

Kode morfologi

c)

Kode topografi

d)

Kode asterisk

e)

Kode ganda penyebab infeksi

39.

Seorang PMIK ahli diminta pimpinan untuk membantu melakukan sosialisasi pentingnya BPJS kepada masyarakat Desa X, dimana cakupan BPJS di desa tersebut masih rendah. Melalui wawancara mendalam PMIK dengan tokoh masyarakat, akhirnya bisa teridentifikasi masalah terkait ketidakikutsertaan masyarakat pada program BPJS. Apa hasil komunikasi yang terjadi pada kasus tersebut?

a)

mampu berkomunikasi secara verbal dan nonverbal

b)

mampu merumuskan informasi penting dan strategi yang harus dilakukan

c)

mampu mendorong klien untuk mengemukakan secara terbuka

d)

mampu merumuskan dan menyampaikan informasi penting

e)

mampu mengembangkan empati dalam membina komunikasi

40.

Seorang PMIK menetapkan kode HIV disease resulting in multiple diseases classified elsewhere (B22.7) pada RM pasien yang memiliki riwayat menggunakan jarum suntik bersama dan pergaulan bebas. Pasien positif terinfeksi HIV, memiliki TB aktif, penurunan berat badan signifikan, kelelahan kronis. Tidak ada satu kondisi yang mendominasi dari yang lain. Apa alasan yang mendasari penetapan kode pada kasus tersebut?

a)

Berat badan pasien turun drastis.

b)

Pasien ada riwayat pergaulan bebas.

c)

Pasien memiliki riwayat penggunaan jarum suntik bersama.

d)

Pasien positif terinfeksi HIV.

e)

Kondisi penyakit pasien tidak ada yang dominan.

41.

Seorang PMIK sedang melakukan pengkodean diagnosis dengan anamnesa pasien demam hingga 40°C, batuk berdahak dan berdarah, mudah merasa lelah dan bernapas dengan ritme pendek. Dokter menuliskan kondisi utama Pneumonia measles, di dalam resume medis tidak dituliskan kondisi lain dan tindakan. Dokter yang menangani dalam kasus tersebut yaitu spesialis paru. Apa kesimpulan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Dokter menuliskan kode tidak lengkap.

b)

Measles diperberat oleh pneumonia.

c)

Pneumonia pada penyakit virus yang diklasifikasikan di bagian khusus.

d)

Penyakit virus sebagai sequelae dari penyakit lainnya.

e)

Kasus tersebut merupakan kondisi ganda.

42.

Apa kesimpulan yang tepat pada kasus bayi lahir hidup, meninggal pada hari kedua dengan sertifikat kematian: A-, B-, C, D. Hydraminios. Urethritis dalam kehamilan?

a)

Kematian disebabkan oleh komplikasi kehamilan seperti hydraminios dan urethritis.

b)

Kematian disebabkan oleh infeksi neonatal.

c)

Kematian disebabkan oleh kelainan genetik.

d)

Kematian disebabkan oleh trauma saat persalinan.

43.

Seorang PMIK sedang mengkode rekam medis rawat jalan. PMIK mendapati diagnosis kontrol post-operasi pengangkatan payudara akibat kanker stadium 2. Apa Bab ICD-10 yang digunakan untuk kode utama pada kasus tersebut?

a)

Bab XIV (genitourinary system)

b)

Bab XVIII (signs and symptoms)

c)

Bab XV (pregnancy, childbirth, and puerperium)

d)

Bab II (neoplasm)

e)

Bab XXI (Factors influencing health status)

44.

Seorang PMIK sedang menelaah laporan bulanan puskesmas dan menemukan 2 kasus yang terdapat pada jenis penyakit kasus baru yaitu kanker serviks (C53.9) pada golongan umur 8-28 hari. Apa tindakan yang harus dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Menyajikan data tersebut pada pimpinan.

b)

Merekap jumlah kategori pada kasus.

c)

Membuka register kunjungan rawat jalan.

d)

Melanjutkan telaah pada kasus berikutnya.

e)

Mengolah data tersebut menjadi grafik.

45.

Seorang PMIK sedang melakukan entry data di aplikasi INA-CBG's. Pada saat melakukan grouping klaim, terdapat hasil kode INA-CBG's 1-4-10-III. PMIK menentukan tipe kasus yaitu Prosedur rawat inap. Apa kesimpulan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Sedang

b)

Rawat jalan

c)

Berat

d)

Rawat inap

e)

Ringan

46.

Seorang koder melakukan kodefikasi pada rekam medis pasien. Pada bagian anamnesis tertulis pasien ditabrak mobil dari arah samping dan jatuh dengan kepala terbentur. Diagnosis pasien adalah intracranial injury. Koder mencari kode cedera di bab 19 ICD-10 tahun 2016. Apa langkah (tindakan) awal yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menentukan leadterm injury sebagai kata kunci

b)

Menggunakan anatomi sebagai lokasi cedera

c)

Menggunakan istilah intracranial dalam menentukan kode diagnosis

d)

Melihat kode pada kamus koding yang dipakai

e)

Mencari kode dengan melihat blok pada ICD 10 Volume 1

47.

Seorang PMIK mengkode penyebab luar keracunan pasien karena minum baygon. Setelah ditelusuri kode tidak juga ditemukan. Apa saran yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menelusuri pada tabel obat dan zat kimia

b)

Menanyakan pada teman senior

c)

Mengonfirmasikan ke dokter

d)

Membuka ICD-10 volume 2

e)

Mencari leadterm pada kandungan zat generik baygon

48.

Seorang koder melakukan reseleksi diagnosis pada rekam medis pasien dengan urutan: 1) injury femur. 2) ISK. 3) fracture cruris. 4) fracture tibia 5 fracture fibula. Tindakan yang dilakukan pasang ORIF. PMIK Memverifikasi keakuratan diagnosis dan tindakan pada lembar-lembar rekam medis lain. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menentukan lead term diagnosis utama dan/atau diagnosis sekunder

b)

Melakukan reseleksi diagnosis utama berdasarkan aturan morbiditas.

c)

Mengidentifikasi semua tindakan medis (penunjang dan/atau operasi)

d)

Menggunakan sistem klasifikasi yang sesuai (ICD-10/ICD 9 CM/ICD 0)

e)

Menentukan Kode Diagnosis ICD-10 Sesuai aturan morbiditas