Font size
WorksheetsUAS_Sistem Operasi
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Dalam sistem file, operasi truncate file secara efektif mengubah ukuran file menjadi nol tanpa menghapus entry direktori. Operasi dasar manakah yang paling mirip dengan truncate?
Delete file
Create file
Write file
Reposition file
Read file
Pada alokasi contiguous, masalah fragmentasi eksternal dapat diselesaikan dengan kompaksi. Namun, kompaksi memiliki kelemahan utama yaitu:
Memerlukan pengubahan semua pointer ke blok file
Membutuhkan waktu yang lama dan overhead yang besar
Hanya efektif untuk file kecil
Tidak kompatibel dengan alokasi linked
Menyebabkan kerusakan pada tabel alokasi
Dalam sistem file UNIX, inode menyimpan informasi tentang file termasuk pointer ke blok data. Untuk file yang sangat besar, digunakan pointer triple indirect. Jika ukuran blok adalah 4 KB dan setiap pointer membutuhkan 4 byte, berapa jumlah maksimum blok yang dapat diakses melalui triple indirect pointer?
10243
10242
1024
1024 * 1024 * 1024
1024+10242+10243
Pada struktur direktori acyclic-graph dengan hard links, penghapusan file yang memiliki multiple links dapat menyebabkan masalah dangling pointer. Solusi yang digunakan adalah dengan:
Menggunakan reference counting
Melarang hard links pada direktori
Menggunakan symbolic links saja
Menghapus semua links secara rekursif
Membuat backpointer untuk setiap link
Dalam implementasi sistem file, teknik free-behind dan read-ahead digunakan untuk mengoptimalkan akses sequential. Teknik ini umumnya diterapkan pada:
Disk cache
File allocation table
Inode cache
Directory structure
Bad block management
Pada sistem file FAT, file allocation table berisi entry untuk setiap blok disk. Jika terjadi kerusakan pada FAT, maka sistem biasanya memiliki salinan FAT. Namun, kelemahan FAT adalah:
Tidak mendukung direktori hierarkis
Tidak efisien untuk random access karena mungkin memerlukan banyak pembacaan tabel
Tidak dapat menangani file besar
Menggunakan terlalu banyak ruang untuk metadata
Tidak memiliki mekanisme proteksi
Dalam konteks mounting sistem file, mount point adalah:
Direktori dalam sistem file yang ada dimana sistem file lain di-attach
Titik awal partisi pada disk
Alamat fisik pertama dari sistem file
Tabel yang berisi informasi tentang sistem file yang terpasang
Proses mengaitkan sistem file dengan device driver
Pada proteksi file, Access Control List (ACL) memungkinkan spesifikasi izin untuk setiap user. Keuntungan ACL dibandingkan dengan metode kapabilitas adalah:
Lebih mudah untuk mengelola izin secara terpusat pada objek
Lebih cepat dalam pemeriksaan akses
Tidak memerlukan penyimpanan tambahan
Lebih aman karena tidak dapat diubah oleh user
Mendukung granularitas yang lebih halus
Dalam sistem file distributed seperti NFS, mekanisme file sharing melibatkan protokol jaringan. Salah satu tantangan dalam NFS adalah:
Menjaga konsistensi cache di berbagai klien
Tidak adanya dukungan untuk hard links
Keterbatasan panjang nama file
Tidak dapat menangani file besar
Harus menggunakan sistem file yang sama di semua klien
Pada alokasi indeks, jika ukuran blok adalah 1 KB dan setiap pointer membutuhkan 4 byte, maka satu blok indeks dapat menampung 256 pointer. Untuk file dengan ukuran maksimum, diperlukan multilevel index. Jika sistem menggunakan triple indirect index, berapa jumlah maksimum blok data yang dapat diakses (abaikan direct dan single/double indirect)?
2563
2562
256
256 + 256^2 + 256^3
256 256 256
Dalam sistem I/O, interrupt-driven I/O lebih efisien dibandingkan polling karena:
CPU dapat melakukan tugas lain saat menunggu I/O selesai
Tidak memerlukan controller device
Mengurangi jumlah interupsi
Mempercepat transfer data
Menghilangkan kebutuhan akan DMA
Direct Memory Access (DMA) digunakan untuk transfer data besar antara perangkat I/O dan memori. Selama transfer DMA, peran CPU adalah:
Menginisialisasi transfer, kemudian ter-interrupt saat transfer selesai
Mengirimkan setiap byte data ke device
Mengatur alamat memori untuk setiap byte
Menjaga cache koherensi
Menjalankan program lain tanpa interupsi sama sekali
Dalam subsistem kernel I/O, buffering digunakan untuk mengatasi perbedaan kecepatan antara device dan proses. Salah satu keuntungan double buffering adalah:
Memungkinkan device dan proses beroperasi secara paralel tanpa menunggu
Mengurangi penggunaan memori
Menghilangkan kebutuhan untuk blocking I/O
Meningkatkan kecepatan transfer dengan kompresi
Menyederhanakan penanganan interrupt
Pada mekanisme I/O asynchronous, proses dapat melanjutkan eksekusi tanpa menunggu I/O selesai. Namun, ini lebih sulit diprogram karena:
Proses harus memeriksa status I/O secara periodik
Sistem operasi harus menyediakan mekanisme notifikasi seperti signal
Data mungkin tidak tersedia ketika dibutuhkan
Hanya berlaku untuk perangkat tertentu
Tidak didukung oleh kebanyakan bahasa pemrograman
Dalam konteks device driver, lapisan abstraction device driver bertujuan untuk:
Menyembunyikan detail perangkat keras dari kernel I/O subsystem
Mempercepat akses dengan caching
Mengurangi jumlah system call
Memungkinkan aplikasi berkomunikasi langsung dengan device
Menyediakan interface yang sama untuk semua perangkat, terlepas dari tipe
Pada arsitektur I/O, memory-mapped I/O memiliki kelebihan dibandingkan dengan port-mapped I/O yaitu:
Instruksi CPU biasa dapat digunakan untuk mengakses device
Lebih aman karena terisolasi dalam ruang alamat khusus
Tidak memerlukan controller
Lebih cepat karena tidak melalui bus
Dapat diakses hanya oleh kernel
Dalam penanganan interrupt, interrupt vector digunakan untuk:
Menyimpan alamat dari interrupt handler yang sesuai
Mengatur prioritas interupsi
Menyimpan status CPU saat interupsi terjadi
Mengidentifikasi device yang menyebabkan interupsi
Menyimpan data yang ditransfer
Untuk meningkatkan kinerja I/O, teknik zero-copy I/O dilakukan dengan:
Menghindari penyalinan data antara buffer kernel dan buffer aplikasi
Menggunakan DMA untuk semua transfer
Mengurangi jumlah interupsi
Menggabungkan beberapa request I/O
Menggunakan polling daripada interrupt
Dalam sistem I/O, spooling digunakan untuk:
Mengelola akses eksklusif ke device yang shared, seperti printer
Meningkatkan kecepatan transfer ke disk
Mengurangi fragmentasi pada memori
Menyimpan sementara data dari device yang lambat
Mengatasi perbedaan ukuran blok
Dalam penjadwalan disk algoritma C-SCAN, arm disk bergerak dari satu ujung ke ujung lain dan melayani request di sepanjang perjalanan, kemudian langsung kembali ke ujung awal tanpa melayani request saat kembali. Keuntungan C-SCAN dibanding SCAN adalah:
Waktu tunggu yang lebih seragam untuk request di dekat ujung disk
Seek time yang lebih pendek
Tidak perlu mengubah arah gerak arm
Lebih sedikit perhitungan yang diperlukan
Tidak ada starvation
Dalam manajemen disk, low-level formatting membagi disk menjadi sektor-sektor yang dapat dibaca/ditulis oleh disk controller. Setiap sektor biasanya memiliki:
Header, data area, trailer dengan error-correcting code
Alamat logikal dan fisik
Tabel partisi
Informasi sistem file
Boot block
Untuk menangani bad block, sistem dapat menggunakan sector sparing atau sector slipping. Pada sector slipping:
Bad block dilewati dan semua sektor setelahnya digeser
Bad block digantikan oleh sektor cadangan di area khusus
Bad block ditandai dan tidak digunakan lagi
Bad block diperbaiki secara otomatis
Bad block di-remapping oleh controller
Dalam sistem penyimpanan tersier (tertiary storage), akses latency untuk tape drive jauh lebih lama daripada disk drive karena:
Tape harus digulung ke posisi yang benar secara sequential
Head dapat melakukan secara acak sangat cepat seperti pada disk
Transfer rate tape selalu lebih rendah daripada disk
Penjadwalan controller tape lebih kompleks daripada disk
Tape drive harus dipasang terlebih dahulu
RAID level 1 (mirroring) memberikan keandalan dengan menduplikasi data pada dua disk. Kelemahan utama RAID 1 adalah:
Biaya penyimpanan efektif hanya 50%
Performa write lebih lambat karena harus menulis dua kali
Tidak dapat mentolerir kegagalan lebih dari satu disk
Membutuhkan kontroler yang kompleks
Tidak meningkatkan kecepatan read
Dalam konteps hierarchical storage management (HSM), file yang inaktif akan dipindahkan ke tertiary storage. Hal ini dilakukan untuk:
Mengosongkan ruang di primary storage untuk file yang lebih aktif
Meningkatkan keandalan data
Mempermudah backup
Mengurangi biaya penyimpanan secara keseluruhan
Meningkatkan kecepatan akses untuk file aktif
Pada algoritma penjadwalan disk, SSTF (Shortest Seek Time First) dapat menyebabkan starvation karena:
Request yang jauh dari posisi head mungkin tidak pernah dilayani jika selalu ada request yang dekat
Request dari proses prioritas rendah diabaikan
Hanya melayani request dari satu proses
Tidak memperhatikan rotational latency
Arm disk hanya bergerak satu arah
Dalam manajemen swap space, swap space dapat diimplementasikan sebagai partisi terpisah atau file dalam sistem file. Keuntungan menggunakan partisi terpisah adalah:
Tidak mengalami fragmentasi internal seperti file system
Lebih mudah dikelola
Dapat diubah ukurannya dinamis
Lebih cepat karena tidak melalui sistem file
Dapat di-backup seperti file biasa
Pada RAID level 5, data dan parity didistribusikan di semua disk. Jika sebuah disk gagal, data dapat direkonstruksi dari parity. Namun, kelemahan RAID 5 adalah:
Performa write yang lambat karena harus menghitung dan menulis parity
Tidak dapat mentolerir kegagalan lebih dari satu disk
Membutuhkan minimal empat disk
Tidak meningkatkan kecepatan read
Biaya per megabyte tinggi
Dalam sistem disk, rotational latency adalah waktu yang dibutuhkan untuk memutar disk hingga sektor yang diinginkan berada di bawah head. Rata-rata rotational latency adalah setengah dari waktu satu putaran penuh. Jika disk berputar pada 10.000 RPM, berapa rata-rata rotational latency dalam milidetik?
3 ms
6 ms
10 ms
12 ms
15 ms
Dalam keamanan sistem, tiga aspek utama adalah kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Manakah yang merupakan ancaman terhadap integritas?
Modifikasi data oleh pihak yang tidak berwenang
Penyadapan data
Serangan denial of service
Pencurian identitas
Virus yang menghapus file
Model keamanan Bell–La Padula dirancang untuk menjaga kerahasiaan dengan aturan star property. Aturan tersebut menyatakan bahwa:
Subjek tidak dapat membaca objek dengan tingkat keamanan lebih tinggi (no read up)
Subjek tidak dapat menulis ke objek dengan tingkat keamanan lebih rendah (no write down)
Subjek dapat membaca objek dengan tingkat keamanan lebih rendah
Subjek dapat menulis ke objek dengan tingkat keamanan lebih tinggi
Subjek dengan clearance tertentu dapat mengakses semua objek di bawahnya
Dalam autentikasi pengguna, metode biometrik memiliki kelebihan karena didasarkan pada sesuatu yang melekat pada pengguna. Namun, kelemahan metode biometrik adalah:
Dapat memberikan false positive atau false negative
Mudah dibagikan kepada orang lain
Dapat dicuri melalui jaringan
Membutuhkan perangkat keras khusus yang mahal
Tidak dapat diubah jika terkompromi
Virus tipe polymorphic sulit dideteksi karena:
Mengenkripsi kodenya dan mengubah bentuknya setiap infeksi
Menyembunyikan diri di boot sector
Menginfeksi file tanpa mengubah ukurannya
Menonaktifkan program antivirus
Menyebar melalui jaringan dengan cepat
Mekanisme proteksi dengan access control list (ACL) berbeda dengan kapabilitas. Pada kapabilitas, hak akses dikaitkan dengan:
Proses, yang memegang token (capability) untuk mengakses objek
Objek, yang memiliki daftar subjek yang diizinkan
Sistem operasi, yang memelihara tabel global
Pengguna, yang memiliki ID dan password
Domain proteksi yang statis
Dalam konteks trusted computing base (TCB), reference monitor adalah komponen yang:
Menegakkan kebijakan akses pada setiap permintaan akses ke objek
Memonitor semua system call
Mengaudit semua aktivitas pengguna
Mengelola memori dan proses
Menangani interupsi dan eksepsi
Serangan denial of service (DoS) bertujuan untuk:
Membuat sumber daya sistem tidak tersedia bagi pengguna yang sah
Mendapatkan akses tidak sah ke data
Mengubah data tanpa izin
Menyembunyikan aktivitas jahat
Menyebar malware ke sistem lain
Model Biba dirancang untuk menjaga integritas. Salah satu aturan dalam model Biba adalah:
Subjek tidak dapat membaca objek dengan tingkat integritas lebih rendah (no read down)
Subjek tidak dapat menulis ke objek dengan tingkat integritas lebih tinggi (no write up)
Subjek dapat membaca objek dengan tingkat integritas lebih tinggi
Subjek dapat menulis ke objek dengan tingkat integritas lebih rendah
Subjek dengan tingkat integritas rendah tidak dapat mengakses objek dengan tingkat tinggi
Dalam konteks keamanan jaringan, ancaman dari kode yang ditransfer ke mesin target dan dieksekusi (seperti virus) dapat dikurangi dengan:
Membatasi eksekusi kode dari sumber tidak tepercaya
Menggunakan firewall saja
Mengenkripsi semua komunikasi
Mematikan layanan jaringan
Memperbarui sistem operasi secara teratur
Untuk mencegah brute force attack pada password, sistem dapat menerapkan countermeasures seperti:
Membatasi jumlah percobaan login dan menggunakan delay antara percobaan
Menyimpan password dalam bentuk terenkripsi
Memaksa pengguna mengganti password secara berkala
Menggunakan password yang panjang
Menyimpan hash password dengan salt
Ketika sebuah proses membuat blocking I/O request, status proses berubah dari running menjadi waiting. Manakah yang tidak benar tentang situasi ini?
Proses akan ditempatkan dalam antrian wait untuk device tersebut
Proses mungkin akan dikontekst switch
Interrupt dari device akan mengembalikan proses ke ready queue
Proses akan menunggu hingga I/O selesai
Proses akan di-terminate jika I/O timeout
