NEW
Font size
WorksheetsQuis SIstem Indra
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Kasus: Seorang perempuan berusia 72 tahun datang ke poliklinik mata dengan keluhan penglihatan kabur seperti tertutup asap sejak 1 tahun terakhir. Pasien mengatakan sering menabrak perabot rumah saat berjalan dan takut pergi ke kamar mandi sendiri. Hasil pemeriksaan fisik: lensa tampak keruh (leukokoria), visus mata kanan 1/60 dan mata kiri 2/60. Pasien berjalan dengan langkah ragu-ragu dan memegang dinding.
Pertanyaan: Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Gangguan persepsi sensori: Visual
Risiko jatuh
Ansietas
Defisit perawatan diri
Gangguan mobilitas fisik
Kasus: Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat dengan keluhan nyeri hebat pada area wajah terutama pipi dan dahi. Pasien mengatakan nyeri bertambah parah saat ia menunduk atau bersujud. Hidung tersumbat dan keluar sekret kental berwarna kehijauan. Tanda vital: TD 120/80 mmHg, N 88x/menit, S 37,8°C. Pasien terlihat meringis menahan sakit.
Pertanyaan: Apakah tindakan keperawatan non-farmakologis utama untuk mengurangi keluhan nyeri pada pasien tersebut?
Melakukan irigasi hidung dengan NaCl dingin
Memberikan posisi tidur Trendelenburg (kepala lebih rendah)
Memberikan kompres hangat pada area sinus (wajah)
Mengajarkan teknik napas dalam (relaksasi)
Menganjurkan minum air es
Kasus: Seorang perawat akan melakukan tindakan irigasi telinga pada pasien laki-laki berusia 28 tahun yang didiagnosa Serumen Prop pada telinga kanan. Pasien mengeluh pendengaran berkurang drastis. Sebelum memulai menyemprotkan cairan, perawat menarik daun telinga pasien untuk meluruskan liang telinga.
Pertanyaan: Bagaimanakah arah penarikan daun telinga yang benar pada kasus tersebut?
Ditarik ke arah bawah dan belakang
Ditarik ke arah atas dan belakang
Ditarik lurus ke arah depan
Ditarik ke arah bawah dan depan
Ditarik ke arah atas dan depan
Kasus: Seorang anak perempuan berusia 6 tahun dibawa ke poli anak dengan keluhan sariawan di lidah dan pipi bagian dalam yang tak kunjung sembuh selama 5 hari. Anak rewel dan menolak makan nasi karena perih. Perawat akan memberikan edukasi kepada orang tua terkait jenis makanan yang tepat untuk mendukung penyembuhan dan kenyamanan anak.
Pertanyaan: Manakah anjuran nutrisi yang paling tepat disampaikan perawat?
"Berikan makanan yang panas agar kuman mati."
"Berikan jus jeruk atau lemon hangat untuk asupan Vitamin C
"Berikan makanan bertekstur keras seperti biskuit untuk melatih gigi."
"Berikan makanan lunak dengan suhu dingin seperti es krim atau puding."
"Berikan makanan pedas untuk merangsang nafsu makan."
Kasus: Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun baru saja menjalani operasi katarak pada mata kanan 4 jam yang lalu. Perawat melakukan edukasi kesehatan sebelum pasien pulang (discharge planning) untuk mencegah peningkatan Tekanan Intraokular (TIO) yang dapat merusak jahitan operasi.
Pertanyaan: Aktivitas manakah yang harus dihindari oleh pasien tersebut?
Menonton televisi dengan jarak 2 meter
Berjalan santai di dalam rumah
Membungkuk untuk mengikat tali sepatu
Memakan makanan tinggi serat
Tidur terlentang menggunakan bantal
Kasus:
Seorang perempuan berusia 68 tahun dijadwalkan menjalani operasi katarak pagi ini. Saat perawat melakukan pengkajian di ruang persiapan, pasien tampak gelisah, tangan berkeringat dingin, dan berulang kali bertanya, "Apakah operasinya sakit? Saya takut mata saya malah buta selamanya." Hasil tanda vital: TD 160/95 mmHg (biasanya 130/80), N 100x/menit, R 24x/menit.
Pertanyaan:
Apakah masalah keperawatan prioritas yang harus segera ditangani agar operasi tidak ditunda?
Risiko cedera
Defisit pengetahuan
Ansietas
Nyeri akut
Gangguan proses pikir
Kasus:
Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke poli THT dengan keluhan hidung buntu dan nyeri kepala hebat. Perawat melakukan pemeriksaan fisik palpasi pada wajah untuk menentukan lokasi sinusitis. Perawat menekan area di bawah alis mata mendekati pangkal hidung, dan pasien berteriak nyeri.
Pertanyaan:
Di manakah lokasi peradangan sinus yang dicurigai berdasarkan pemeriksaan tersebut?
Sinus Maksilaris
Sinus Frontalis
Sinus Etmoidalis
Sinus Sfenoidalis
Sinus Mastoid
Kasus:
Seorang ibu membawa anaknya (usia 9 tahun) ke klinik karena telinga kiri terasa penuh kotoran. Perawat bersiap melakukan irigasi telinga. Saat melakukan anamnesa (tanya jawab), ibu mengatakan, "Dulu setahun yang lalu telinga kiri anak saya pernah keluar cairan nanah bercampur darah dan dokter bilang gendang telinganya robek."
Pertanyaan:
Apakah tindakan perawat yang paling tepat selanjutnya?
Tetap melakukan irigasi dengan tekanan air yang sangat pelan
Mengganti cairan irigasi dengan antiseptik agar tidak infeksi
Membatalkan tindakan irigasi dan melaporkan riwayat tersebut ke dokter
Menggunakan cotton bud steril untuk mengambil kotoran
Memberikan obat tetes pelunak serumen lalu menyuruh pasien pulang
Kasus:
Seorang balita laki-laki usia 3 tahun dirawat dengan diagnosa Stomatitis Herpetika. Ibu pasien melaporkan anaknya menangis terus dan menolak menyusu atau minum air putih sejak kemarin karena mulutnya sakit sekali. Saat diperiksa, anak tampak lemas, mata cekung, dan mukosa bibir sangat kering.
Pertanyaan:
Apakah data fokus yang menunjukkan komplikasi serius pada kasus tersebut?
Penurunan berat badan
Adanya luka sariawan yang banyak
Suara tangisan yang melengking
Tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, mukosa kering)
Peningkatan suhu tubuh
Kasus:
Perawat sedang memberikan edukasi kepada pasien laki-laki berusia 60 tahun yang baru saja selesai operasi katarak pada mata sebelah Kiri (OS). Pasien bertanya bagaimana posisi tidur yang aman nanti malam saat di rumah agar tidak mengganggu hasil operasi.
Pertanyaan:
Manakah instruksi posisi tidur yang benar untuk pasien tersebut?
Tidur telungkup dengan wajah menghadap bantal
Tidur miring ke sebelah Kiri (sisi yang dioperasi)
Tidur miring ke sebelah Kanan (sisi yang sehat) atau terlentang
Tidur setengah duduk (Semi-Fowler) sepanjang malam
Bebas tidur dengan posisi apa saja asalkan nyenyak
