WorksheetsPage 1
Total questions: 10
Worksheet time: 15mins
Menyesal (Karya: Ali Hasjmi)
Pagiku hilang melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Berdasarkan keseluruhan isi puisi di atas, tema tersirat yang paling tepat menggambarkan kondisi "aku" lirik adalah...
. Keindahan masa muda yang tidak akan pernah terulang kembali.
Pentingnya menabung harta benda untuk menghadapi masa tua.
Kesadaran yang terlambat akibat menyia-nyiakan waktu di masa lalu.
Perjuangan seseorang dalam mencari ilmu di hari tua yang sunyi.
Ketakutan manusia dalam menghadapi kematian yang kian mendekat
Perhatikan larik "Kini hidup meracun hati / Miskin ilmu, miskin harta". Perasaan yang ingin ditekankan penyair melalui penggunaan diksi "meracun hati" adalah...
Kemarahan kepada nasib yang tidak berpihak padanya.
Kepedihan mendalam yang menyakitkan akibat rasa bersalah.
Kebingungan menentukan arah hidup di sisa usia yang ada.
Kebencian terhadap orang-orang yang tidak membantunya.
Kepasrahan total terhadap takdir yang telah digariskan Tuhan.
Jika dikaitkan dengan konteks kehidupan masa kini, pesan yang paling relevan dari puisi tersebut adalah...
Masa tua harus diisi dengan kegiatan ibadah yang khusyuk.
Ilmu pengetahuan lebih berharga daripada harta kekayaan semata.
Kesuksesan di masa depan hanya ditentukan oleh faktor keberuntungan.
Kedisiplinan dalam menggunakan waktu muda menentukan kualitas masa tua.
Jangan pernah menoleh ke belakang jika ingin melangkah ke depan.
Doa (Karya: Chairil Anwar)
tuhanku
dalam termangu
aku masih menyebut namamu
biar susah sungguh
mengingat kau penuh seluruh
cayamu panas suci
tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Melalui larik "tinggal kerlip lilin di kelam sunyi", nada yang dibangun oleh penyair dan suasana yang dirasakan pembaca adalah...
Nada menggurui; suasana mencekam dan penuh ketakutan.
Nada meratap; suasana sedih yang sangat menyayat hati.
Nada kontemplatif; suasana khidmat dalam kesunyian yang dalam.
Nada penuh amarah; suasana tegang antara hamba dan Pencipta.
Nada sombong; suasana tenang karena merasa paling benar.
Citraan visual "cayamu panas suci / tinggal kerlip lilin" menunjukkan bahwa perasaan penyair terhadap Tuhannya adalah...
Merasa jauh dan kehilangan arah karena cahaya Tuhan mulai meredup.
Merasa kecil dan rapuh namun tetap berusaha menjaga iman di tengah kesulitan.
Merasa yakin bahwa Tuhan akan selalu memberikan keajaiban secara instan.
Merasa ragu akan eksistensi Tuhan di tengah dunia yang makin gelap.
Merasa bangga karena mampu menjadi "lilin" bagi orang lain di sekitarnya.
Doa (Karya: Chairil Anwar)
tuhanku
dalam termangu
aku masih menyebut namamu
biar susah sungguh
mengingat kau penuh seluruh
cayamu panas suci
tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Makna terdalam dari kata "termangu" pada bait pertama dalam konteks religiusitas puisi tersebut adalah...
C.
D.
E.
Kondisi fisik yang sangat lelah karena bekerja seharian.
Sikap tidak peduli terhadap aturan agama yang berlaku.
Kebimbangan manusia dalam memilih antara dunia dan akhirat.
Proses refleksi diri yang mendalam di tengah keterbatasan manusia.
Ketidakmampuan manusia untuk berbicara di hadapan orang lain.
Sajak Sebatang Lisong (Karya: WS Rendra)
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar lagu duka.
Melihat awan mengumpul di atas Jogja.
Berarak menuju Jakarta.
Melihat pelangi, cakrawala yang indah.
Namun di bawahnya,
orang-orang mati di jalanan.Nada yang digunakan Rendra ketika menyandingkan "cakrawala yang indah" dengan "orang-orang mati di jalanan" adalah...
Memuji keindahan alam Indonesia yang tak tertandingi.
Sinis dan sarkastis terhadap kontradiksi keindahan alam dan realitas sosial.
Romantis karena menggambarkan pelangi di atas kota-kota besar.
Netral karena hanya melaporkan kejadian apa adanya di lapangan.
Optimis bahwa kematian di jalanan akan segera berakhir indah.
Sajak Sebatang Lisong (Karya: WS Rendra)
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar lagu duka.
Melihat awan mengumpul di atas Jogja.
Berarak menuju Jakarta.
Melihat pelangi, cakrawala yang indah.
Namun di bawahnya,
orang-orang mati di jalanan.
Tema utama yang diusung dalam kutipan puisi tersebut berkaitan dengan...
Keindahan panorama alam Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Kesenjangan sosial dan ketidakpedulian penguasa terhadap rakyat kecil.
Prosedur perjalanan awan dari daerah menuju ke ibu kota negara.
Kenikmatan seseorang saat bersantai menghisap cerutu di sore hari.
Upacara pemakaman orang-orang yang berjasa bagi kemajuan bangsa.
Sajak Sebatang Lisong (Karya: WS Rendra)
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar lagu duka.
Melihat awan mengumpul di atas Jogja.
Berarak menuju Jakarta.
Melihat pelangi, cakrawala yang indah.
Namun di bawahnya,
orang-orang mati di jalanan.
Larik "mendengar lagu duka" mewakili perasaan penyair yang berupa...
Ketakutan akan datangnya bencana alam yang dahsyat.
Simpati dan empati yang mendalam terhadap penderitaan rakyat.
Kebosanan mendengar keluhan orang-orang di sekitarnya.
Kegembiraan karena bisa mengubah duka menjadi sebuah lagu.
Penyesalan karena telah meninggalkan kampung halamannya.
Sajak Sebatang Lisong (Karya: WS Rendra)
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar lagu duka.
Melihat awan mengumpul di atas Jogja.
Berarak menuju Jakarta.
Melihat pelangi, cakrawala yang indah.
Namun di bawahnya,
orang-orang mati di jalanan.
Pesan moral yang ingin disampaikan penyair melalui kontras visual dalam puisi tersebut adalah...
Kita harus tetap menikmati hidup (menghisap lisong) meskipun dunia kacau.
Jangan hanya terpesona pada keindahan fisik tanpa peduli pada masalah kemanusiaan.
Wisatawan sebaiknya mengunjungi Jogja dan Jakarta untuk melihat pelangi.
Lagu duka harus dinyanyikan agar pemerintah sadar akan tugas-tugasnya.
Awan yang mengumpul di atas Jogja adalah pertanda keberuntungan bagi Jakarta.
