wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Endokrin 1.1

Total questions: 88

Worksheet time: 44mins

Name
Class
Date
1.

An. Jessi, berusia 13 tahun dirujuk dari puskesmas ke RS dengan keluhan sering ngompol sejak 5 bulan yang lalu. Pasien mengaku cepat haus dan berat badan turun 4 kg dalam 6 minggu. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 90x/menit, RR 22x/menit dan suhu 37°C. Hasil pemeriksaan lab didapatkan: GDP 160 mg/dL, IAA (+), C-peptide menurun. Diagnosis yang tepat pada pasien tersebut adalah....

a)

DM tipe 1

b)

DM tipe 2

c)

Resistensi insulin

d)

Diabetes insipidus central

e)

Diabetes insipidus nefrogenik

2.

Tn. Sherly, berusia 46 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan berat badan menurun sejak 6 bulan terakhir. Selain itu pasien mengeluh sering kencing pada malam hari dan kesemutan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80 mmHg, nadi 88x/ menit, laju pernafasan 20x/ menit, suhu 37°C. Pemeriksaan penunjang didapatkan hasil laboratorium Gula Darah Sewaktu 180 mg/dl, Gula Darah Puasa 130 mg/dl, Tes Toleransi Glukosa Oral 205 mg/dl. Apakah Diagnosis pada pasien ini adalah...?

a)

Normal

b)

Diabetes Melitus tipe I

c)

Diabetes Melitus tipe II

d)

Toleransi Glukosa Terganggu

e)

Gula Darah Puasa Terganggu

3.

Tn. Rafa, usia 40 datang ke Puskesmas untuk melakukan medical check up. Saat ini pasien tidak ada keluhan apapun. Ibu pasien menderita penyakit DM dan gagal ginjal. Pada pemeriksaan fisik TD 110/70mmHg, n: 90x/menit, RR 24x/menit, S 37,5°C. Pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 120mg/dl, GDP 122mg/dl. Pemeriksaan TTGO didapatkan hasil 195mg/dl. Diagnosis pasien ini adalah...

a)

Normal

b)

Prediabetes

c)

DM tipe II

d)

Latent Autoimmune Diabetes in Adult

e)

Gula darah puasa terganggu

4.

Ny. Torry Kelly, 21 tahun, datang ke RS dengan keluhan sering kencing dan haus. Pasien juga mengalami penurunan berat badan. Pada pemeriksaan didapatkan GDP 128 mg/dL, glukosa 2 jam post prandial 240 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik TD 120/90 mmHg, HR 80x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,5°C, liou rivamat DM dengan terapi insulin. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan mutasi pada gen glukokinase dan peningkatan kadar C peptide. Apa kemungkinan diagnosis pasien tersebut?

a)

DM tipe 1

b)

DM tipe 2

c)

Maturity-Onset Diabetes of the Young

d)

Latent Autoimmune Diabetes in Adult

e)

Toleransi Glukosa terganggu

5.

Ny. Elsa, usia 51 tahun, datang ke RS dengan keluhan sering BAK terutama di malam hari. Pasien juga merasa nafsu makan meningkat dan mengalami haus, panas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital TD 130/80mmHg, HR 89 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 36,8°C, status gizi normal. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan GDS 235 mg/dL, islet antibodies dan insulin autoantibodies (+), antibody glutamic acid decarboxylase (+). Diagnosis pasien tersebut adalah?

a)

DM tipe 1

b)

DM tipe 2

c)

Maturity-Onset Diabetes of the Young

d)

Latent Autoimmune Diabetes in Adult

e)

Toleransi Glukosa terganggu

6.

Ny. Berlin, usia 32 tahun, G2P1A0, UK 28 minggu datang untuk melakukan ANC rutin di rumah sakit. Pada kehamilan sebelumnya pasien pernah memiliki riwayat gula darah tinggi pada usia kehamilan 26 minggu. Tanda vital TD: 120/80 mmHg; N: 88x/menit; RR: 20x/menit; T: 36,6°C. Pada pemeriksaan lab : gula darah puasa didapatkan hasil 91 mg/dL. Saat dokter melakukan TTGO 75 mg didapatkan hasil 1 jam 190 mg/dL dan 2 jam 200 mg/dL. Apakah diagnosis yang tepat?

a)

Diabetes melitus tipe I

b)

Diabetes mellitus tipe II

c)

Resistensi insulin

d)

Diabetes melitus gestasional

e)

Diabetes Insipidus

7.

Tn. Carlos berusia 48 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sering kencing sejak 2 bulan yang lalu. Pasien mengaku sejak 2 bulan ini mengalami penurunan BB, sering kencing, sering haus, dan cepat lapar. Pada pemeriksaan tanda‑tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 90x/menit, RR 22x/menit dan suhu 37°C. Pemeriksaan lain dalam batas normal. Hasil pemeriksaan lab didapatkan: GDS 180 mg/dl. Tindakan yang tepat pada pasien tersebut adalah...

a)

Mulai OHO

b)

Periksa TTGO

c)

Cek ulang GDS

d)

Lakukan pemeriksaan kadar C peptide

e)

Edukasi pola hidup sehat dan observasi selama 5 bulan

8.

Tn. Ronald, usia 60 tahun, didiagnosis DM sejak satu tahun yang lalu. Pasien mendapat terapi metformin 2 x 500 mg. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80 mmHg, nadi 88x/ menit, laju pernafasan 20x/ menit, suhu 37°C. Pemeriksaan GDS 280 mg/dL. Dokter kemudian menambahkan terapi DM dengan glibenklamid. Untuk melihat efek terapi dalam jangka panjang, pemeriksaan apakah yang diperlukan adalah....

a)

GDP

b)

GDP2P

c)

GDS

d)

HbA1c

9.

An. Aqila, usia 12 tahun, datang bersama orang tuanya ke RS dengan keluhan lemas sejak 1 minggu yang lalu, disertai penurunan berat badan 5 kg dalam 1 bulan walaupun nafsu makan bertambah. Orang tua pasien memiliki riwayat DM. Tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/menit, RR 22x/menit dan suhu 37°C. Pada pemeriksaan gula darah didapatkan GDS 220 mg/dL. Apakah pemeriksaan penunjang yang dapat memastikan diagnosis pasien?

a)

TTGO, GDP dan GDP2P

b)

C-peptide

c)

Benedict test

d)

Keton darah

e)

HbA1c

10.

Ny. Umay usia 40 tahun datang ke Poli Penyakit Dalam untuk kontrol DM tipe 2 yang sudah diderita sejak 10 tahun yang lalu. Pasien mengeluhkan kedua tangan sering terasa kesemutan dan cepat lelah. RPT hiperkolesterolemia. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 120/80 mmHg., N: 80x/menit, RR: 18x/menit, S: 36,7°C. Pada pemeriksaan lab didapatkan HDL 40 mg/dl, LDL 220mg/dl, GDS 260 mg/dl dan HbA1c 10% saat ini pasien mendapatkan terapi insulin, metformin dan acarbose. Berapakah target HbA1C pada kasus tersebut?

a)

<6%

b)

<6,5%

c)

<7%

d)

<9%

e)

<10%

11.

Tn. Robert, berusia 43 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan badan terasa lemas sejak satu bulan yang lalu. Keluhan dirasakan meskipun makan banyak. Pasien juga mengeluh sering buang air kecil sehingga tidur malam terganggu. Pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 x/menit, frekuensi napas 16x/ menit, temperatur 37°C, berat badan 70 kg, tinggi badan 160 cm. Pemeriksaan GDP 308 mg/dL. Pasien telah diberikan obat oleh dokter tetapi pasien merasa lebih saat ini menjadi sesak nafas dan bengkak kedua kaki. Efek samping dari obat apakah pada kasus diatas?

a)

Glimepirid

b)

Metformin

c)

Acarbose

d)

Glibenklamid

e)

Tiazolidinedion

12.

Seorang perempuan berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan perut kembung sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan sering buang angin dan kadang‑kadang diare setiap habis mengonsumsi obat yang didapatkan dari dokter. Pasien tidak ingat nama obat nya, namun obat tersebut diberikan 3 kali 15 menit sebelum makan. Riwayat penyakit sebelumnya DM yang baru diketahui 2 minggu lalu. Apakah kemungkinan obat yang dikonsumsi pasien tersebut?

a)

Glinid

b)

Penghambat Alfa Glukosidase

c)

Penghambat DPP IV

d)

Glitazon

e)

Incretin

13.

Ny. Dakota, usia 45 tahun datang ke RS dengan keluhan sering BAK sejak 1 bulan ini yang lalu. Keluhan disertai selalu haus dan lapar tetapi berat badan menurun. Pasien saat ini juga mengeluh nyeri perut di bagian bawah, dan BAK tidak lampias. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 110/80 mmHg, N: 80x/menit, RR: 18x/menit, S: 36,7°C. Pada pemeriksaan lab didapatkan GDP 200 mg/dl dan GDP2P 220 mg/dl. Terapi yang tidak boleh diberikan pada pasien tersebut adalah....

a)

Penghambat alfa glukosidase

b)

Sulfonilurea

c)

Metformin

d)

Penghambat SGLT‑2

e)

Penghambat DPP‑IV

14.

Tn. Jack, usia 53 tahun datang ke RS dengan keluhan kedua kaki bengkak sejak satu minggu yang lalu. Pasien memiliki riwayat DM, HT dan Gout Arthritis. Pasien rutin mengkonsumsi metformin, repaglinid, captopril, allopurinol, dan omeprazole. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/90mmHg, HR 89 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 36,7°C. Pemeriksaan lab didapatkan Na 138 mmol/L; K 4,4 mmol/L; Ureum 35 mg/dL; Kreatinin 4 mg/dL. Maka obat yang harus dihentikan pada pasien adalah...

a)

Metformin

b)

Captopril

c)

Repaglinid

d)

Allopurinol

15.

Ny. Anisa, usia 41 tahun datang ke RS dengan keluhan cepat lelah dan berat badan turun 6 kg dalam 1 bulan ini meskipun nafsu makan meningkat. Keluhan disertai selalu haus dan sering BAK pada malam hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 120/80 mm Hg., N:80x/menit; RR: 18x/menit; S: 36,7°C. Pada pemeriksaan lab didapatkan HDL 50 mg/dl, LDL 60 mg/dl dan HbA1c 7,4%. Terapi yang paling tepat pada pasien tersebut adalah...

a)

Metformin dimulai 1 x 500 mg

b)

Terapi insulin long acting dengan atau OHO

c)

Kombinasi 2 OHO

d)

Gaya hidup sehat + monoterapi metformin

e)

Edukasi diet rendah gula dan olahraga

16.

Tn Bombom, usia 46 tahun kontrol penyakitnya ke poliklinik penyakit dalam. Pasien diketahui mempunyai riwayat DM tipe 2 sejak 3 tahun yang lalu dan rutin mengonsumsi metformin 500 mg 3 kali sehari. Hasil pemeriksaan HbA1c 8,5% dan GDP 202mg/dL. Selanjutnya dokter menambahkan 1 macam OHO. Dua hari setelah minum obat tersebut pasien mengeluh sering lemas, berkeringat banyak, dan berdebar‑debar. Apakah obat tambahan yang diberikan dokter tersebut?

a)

Acarbose

b)

Pioglitazone

c)

Glimiperide

d)

Dapagliflozine

e)

Biguanid

17.

Tn. Miguel, usia 55 tahun datang ke RS dengan keluhan kedua kaki bengkak sejak 3 hari yang lalu. Pasien 3 bulan ini juga mengalami kelelahan dan lemah. Riwayat DM tidak terkontrol selama 10 tahun dan tidak rutin kontrol. Pada pemeriksaan fisik TD 140/90 mmHg, HR 80x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,5°C, TB 165 cm BB 80 Kg. Dari pemeriksaan lab GDS 300 mg/dl Hb:9,2% Ureum 120 mg/dl/ Cr 3.5 mg/ dl. Didapatkan proteinuria ++ hematuria +. Pasien belum pernah hemodialisa. Apakah komplikasi yang sedang terjadi pada pasien tersebut?

a)

Anemia penyakit kronis

b)

Makroangiopati

c)

Mikroangiopati

d)

Ulkus pedis

e)

Neuropati DM

18.

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan demam tinggi selama 4 hari. Pasien mengeluhkan luka di telapak kaki yang semakin membesar. Luka di kaki mulai ada sejak 3 minggu yang lalu. Pasien pernah dirawat di RS karena gula darah tinggi 2 minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik didapatkan anemis, dan tekanan darah 160/60 mmHg, suhu 38°C, denyut nadi 110 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit. Pemeriksaan tungkai didapatkan ulkus pada telapak kaki kanan dengan diameter 2 cm. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8 g/dL, lekosit 12000 /mm3, trombosit 550000 /mm3, GDS 450 mg/ dl. Apakah diagnosis penyakit kronik yang dapat terjadi pada kasus pasien?

a)

Obesitas

b)

Hiperurisemia

c)

Meningitis

d)

Nefropati diabetik

e)

Dislipidemia

19.

Seorang perempuan berusia 57 tahun datang ke poliklinik umum RS dengan keluhan nyeri dan dingin di kaki kanan disertai luka di ujung jempol kaki kanan sejak satu bulan yang lalu. Sebelumnya pasien pernah terkena paku di kaki kanan dan mengalami luka yang berbau serta tidak sembuh sampai sekarang. Pasien menderita diabetes melitus sejak 5 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik: Keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran kompos mentis, berat badan 80 kg, tinggi badan 165 cm. Status lokalis tungkai kanan tampak pucat, teraba hangat, nyeri tekan (+), non pitting oedem (+), tepi luka ireguler, dasar luka dan pemeriksaan arteri dorsalis pedis kanan lebih lemah dibandingkan kiri. Apakah diagnosis pasien tersebut?

a)

Ulkus Diabetes

b)

Luka tetanus

c)

Selulitis

d)

Ulkus Varikosum

e)

Chronic Venous Insuffisensi

20.

Tn McMahon, berusia 60 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan luka pada kaki sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengatakan luka berwarna hitam dan berbau. Pasien memiliki riwayat DM sejak 15 tahun yang lalu dan tidak rutin mengonsumsi obat. Pada pemeriksaan didapatkan tanda vital TD 140/90 mmHg, HR 80x/menit, RR 20x/ menit dan suhu 38°C. Dari hasil pemeriksaan rontgen tulang ditemukan gas dan destruksi tulang. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut?

a)

DM + miotitis pedis

b)

DM + selulitis pedis

c)

DM + osteomielitis pedis

d)

DM + gangren pedis

e)

DM + tinea pedis

21.

Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan luka pada tungkai kiri sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai bengkak di sekitar luka. Riwayat kencing manis sejak 5 tahun yang lalu dan tidak teratur minum obat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan luka menganga pada telapak kaki kiri, bau (+), pus (+), jaringan nekrotik (+). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 350 mg/dl, HbA1c 10 g/dL. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Therapeutic lifestyle changes

b)

Obat hipoglikemik oral

c)

Insulin drip

d)

Insulin sc

e)

Insulin Iv

22.

Seorang laki‑laki berusia 67 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan luka pada tungkai kanan sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan bengkak di sekitar luka. Riwayat kencing manis sejak 5 tahun yang lalu dan tidak minum obat teratur. Pemeriksaan fisik didapatkan ulkus pada daerah tungkai bawah kanan, bau (+), pus (+), jaringan nekrotik (+). Apakah penanganan awal yang paling tepat?

a)

Fisioterapi

b)

Debridement

c)

Pemberian antibiotik

d)

Betel bekas luka

e)

Kontrol gula darah puasa

23.

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan demam tinggi selama 4 hari. Pasien mengeluhkan luka di telapak kaki yang semakin membesar. Luka di kaki mulai ada sejak 3 minggu yang lalu. Pasien pernah dirawat di RS karena gula darah tinggi 2 minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 160/60 mmHg, suhu 38°C, denyut nadi 110 x/menit, frekuensi nafas 22 x/menit. Pemeriksaan tungkai didapatkan ulkus pada telapak kaki kanan dengan diameter 2 cm. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8 g/dL, leukosit 12000 /mm3, trombosit 550000 /mm3, GDS 450 mg/dL. Bagaimana patofisiologi terjadinya ulkus pada pasien tersebut?

a)

Gula darah yang tinggi menyebabkan rusaknya jaringan kulit kaki

b)

Gangguan sistem mikrovaskular pada pasien diabetes

c)

Gangguan hemoreologi pada lokal tungkai kaki pasien diabetes

d)

Kelainan neurologi dan hematologi pada pasien diabetes

e)

Kaki pasien diabetes memiliki imunitas yang berbeda dengan orang normal

24.

Seorang perempuan berusia 75 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan demam tinggi selama 4 hari. Keluarga pasien mengeluhkan luka di sekitar pantat yang semakin membesar. Luka di pantat mulai ada sejak 3 minggu yang lalu. Pasien pernah dirawat di RS karena gula darah tinggi 1 minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/60 mmHg, suhu 38 °C, denyut nadi 110 ×/menit, frekuensi napas 22 ×/menit, dan konjungtiva anemis. Pada pemeriksaan status lokalis didapatkan ulkus dengan diameter 4 cm pada regio sakrum. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8 g/dL, leukosit 12000 /mm3, trombosit 550000 /mm3, GDS 450 mg/dL. Apakah patofisiologi utama penyebab ulkus pada pasien tersebut?

a)

Penekanan pada bokong

b)

Iskemik lokal

c)

Anemia

d)

Hiperglikemia

e)

Demam

25.

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan luka pada kaki kiri. Luka tidak pernah sembuh dan berbau. Pasien diketahui menderita kencing manis dengan riwayat pengobatan tidak teratur sejak 5 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik ditemukan kaki kiri tampak bengkak kemerahan dengan ulkus diameter 5 cm dengan jaringan sekitar nekrotik, pus (+) dan berbau. Pemeriksaan GDS 365 mg/dL, leukosit 12.000/mm3. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Kompres luka dengan larutan antibiotik

b)

Elastic bandage

c)

Pemasangan ortosis

d)

Amputasi

e)

Debridement

26.

Seorang perempuan berusia 75 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan demam tinggi selama 3 hari. Keluarga pasien mengeluhkan luka di sekitar pantat yang semakin membesar. Luka di pantat mulai ada sejak 3 minggu yang lalu. Pasien pernah dirawat di RS karena gula darah tinggi 1 minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/60 mmHg, suhu 38 °C, denyut nadi 110 ×/menit, frekuensi napas 22 ×/menit, dan konjungtiva anemis. Pada pemeriksaan status lokalis didapatkan ulkus dengan diameter 5 cm pada regio sakrum. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8 g/dL, leukosit 12000 /mm3, trombosit 550000 /mm3, GDS 450 mg/dL. Apakah tindakan preventif non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mencegah luka tersebut?

a)

Mengganti posisi tidur secara berkala

b)

Pembersihan daerah pantat dengan desinfektan

c)

Diet rendah garam

d)

Memberikan asupan diet yang kaya vitamin C

e)

Menghindari kelembaban kulit tubuh

27.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri betis saat berjalan jauh dan membaik saat istirahat. Pasien memiliki riwayat merokok sejak usia muda namun sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Apakah pemeriksaan yang dapat dilakukan segera untuk keluhan penderita tersebut?

a)

Ankle Brachial Index

b)

Rontgen pedis

c)

USG pedis

d)

Pemeriksaan angiografi pembuluh darah tungkai

e)

Pemeriksaan refleks fisiologis tungkai bawah

28.

Seorang perempuan berusia 65 tahun dibawa anaknya ke UGD RS dengan keluhan penurunan kesadaran. Pasien diketahui menderita DM sejak 10 tahun terakhir dan selama ini berobat tidak teratur. Riwayat Diabetes Mellitus pada orang tua pasien. Pasien memiliki riwayat merokok sejak usia muda namun sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berkeringat dingin, jantung berdebar dan badan terasa lemas sejak 2 jam. Pemeriksaan GDS 65 mg/dL. Apakah diagnosis kasus tersebut?

a)

Hipoglikemia ringan

b)

Hipoglikemia sedang

c)

Hipoglikemia berat

d)

Koma hipoglikemia non ketotik

e)

Krisis adrenal

29.

Seorang perempuan berusia 65 tahun dibawa anaknya ke UGD RS dengan keluhan kesadaran menurun sejak 1 jam yang lalu. Keluhan disertai keringat dingin, gemetar dan pandangan kabur. Pasien diketahui menderita kencing manis selama 7 tahun dan konsumsi 3 macam OAD. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 100 ×/menit, frekuensi napas 20 ×/menit, suhu 36 °C. Hasil pemeriksaan GDS 50 mg/dL. Manakah di antara golongan obat ini yang memiliki risiko paling besar menyebabkan kondisi di atas?

a)

Alfa glucosidase inhibitor

b)

Thiazolidinediones

c)

DPP IV inhibitor

d)

Biguanide

e)

Sulfonilurea

30.

Ny. Reyna, usia 55 tahun datang bersama anaknya ke puskesmas dengan keluhan pingsan sejak 1 jam yang lalu. Sebelumnya pasien mengeluh pusing dan berdebar-debar serta keringat dingin. Pasien memiliki riwayat mengonsumsi glimepiride dan metformin. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 80/palpas, HR 120 ×/menit, RR 18 ×/menit, T 36 °C, akral dingin. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 45 mg/dL. Terapi yang tepat untuk pasien adalah...

a)

NaCl 0,9% IV + bolus dextrose 40% 25 cc

b)

Ringer Laktat IV + bolus dextrose 40% 40 cc

c)

HES 0,9% IV + bolus dextrose 20% 25 cc

d)

NaCl 0,9% IV + bolus dextrose 20% 25 cc

e)

Ringer Laktat IV + bolus dextrose 10% 25 cc

31.

Tn. Osrer usia 59 tahun diantar keluarganya ke IGD dengan keluhan berbicara melantur sejak 2 jam yang lalu. Pasien mengeluhkan lemas dan berkeringat dingin. Pasien rutin mengonsumsi metformin dan glibenklamid. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran somnolen, TD 70/50 mmHg, HR 100 ×/menit, RR 24 ×/menit, T 36,6 °C. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan GDS 45 mg/dL. Terapi yang tepat untuk pasien tersebut adalah...

a)

NaCl 0,9% 0 cc

b)

Bolus D40% 50 cc

c)

Infus D10% 100 cc

d)

Infus D20% 50 cc

e)

Bolus D10% 150 cc

32.

Seorang bayi usia 1 hari lahir secara sectio caesarea dari ibu G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu dengan berat lahir 4000 gram. Ibu dengan riwayat DM gestasional sejak 8 bulan yang lalu dan sebelumnya terdiagnosis diabetes melitus sejak 1 tahun sebelum kehamilan. Pada saat lahir bayi langsung menangis kuat dan tonus otot baik. Pada pemeriksaan awal bayi diketahui kadar gula darah 20 mg/dL. Penatalaksanaan apa yang tepat diberikan pada bayi?

a)

Menyusui segera

b)

Pemberian larutan gula per oral

c)

Bolus dextrose 10% 6 mL

d)

Memberikan D10% 8 mL

e)

Memberikan D10% 16 mL

33.

Ny. Emil, usia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas sejak 2 minggu. Keluhan disertai dengan keringat dingin, berdebar, pandangan kabur. Pasien didiagnosis DM sejak 1 tahun yang lalu dan rutin mengonsumsi obat glibenklamid dan metformin, sebelum keluhan muncul pasien diketahui mengonsumsi obat dan tidak makan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan GCS 456, TD 120/80, HR 90 ×/menit, RR 18 ×/menit, T ax 36 °C. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 60 mg/dL. Terapi yang tepat untuk pasien adalah...

a)

D40% 2 flakon

b)

D20% 2 flakon

c)

D40% 1 flakon

d)

Pemberian air gula per oral

e)

Normal saline

34.

Ny. Gita, berusia 50 tahun dibawa oleh keluarganya ke unit gawat darurat RS dengan kesadaran menurun yang dialami 1 hari yang lalu. Keluhan disertai luka pada kaki sejak 1 bulan yang lalu. Riwayat DM sejak 10 tahun dan tidak teratur minum obat. Pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 450 mg/dL. Pemeriksaan Analisa gas darah didapatkan hasil pH 6,3, HCO3 rendah dan pemeriksaan elektrolit didapatkan anion gap yang tinggi. Apakah diagnosis yang mungkin?

a)

Krisis adrenal

b)

Ketoasidosis diabetik

c)

Ketidakseimbangan elektrolit

d)

Koma hiperosmolar hiperglikemik non ketotik

e)

Syok hiperglikemia

35.

Tn. Toni berusia 60 tahun dibawa oleh keluarga ke RS dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu. Sebelumnya pasien mengeluh lemas, mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/ mmHg, HR 110 ×/menit, RR 40 ×/menit, suhu 37,5 °C. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 645 mg/dL, osmolaritas 340 (275–295 mOsm/Kg), kreatinin 0,7 mg/dL, natrium 138 mEq/L, kalium 3,8 mEq/L, klorida 98 mEq/L. Apakah diagnosis pasien tersebut?

a)

Syok hiperglikemik

b)

Syok kardiogenik

c)

Ketoasidosis diabetikum

d)

Ketoasidosis hiperosmolar non ketotik

e)

Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik

36.

An. Charliese usia 12 tahun diantar keluarganya ke IGD karena penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu, keluhan disertai keringat dingin dan gemetar. Sejak 3 hari terakhir pasien mengeluh mual muntah. Pemeriksaan fisik: kesadaran E3M5V3, TD 100/70 mmHg, N 100 ×/menit, RR 18 ×/menit, T 37,2 °C. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan GDS 402 mg/dL, keton (+) pada urin. Diagnosis pasien tersebut adalah...

a)

Diabetes insipidus sentral

b)

Diabetes Mellitus tipe 1

c)

Ketoasidosis pada DM tipe 1

d)

Ketoasidosis pada DM tipe 2

e)

Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik

37.

Seorang perempuan berusia 55 tahun dibawa anaknya ke UGD RS dengan keluhan penurunan kesadaran. Kesadaran menurun diketahui 1 jam sebelum masuk rumah sakit dan disertai sesak hebat. Tiga hari sebelumnya pasien merasakan panas badan dan ditemukan luka terbuka di tumit kiri akibat terkena batu. Pasien diketahui menderita diabetes selama 3 tahun dan mendapat terapi insulin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, GCS E2V2M4 tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 120 ×/menit, frekuensi napas 28 ×/menit cepat dan dalam, suhu tubuh 38,0 °C. Pemeriksaan GDS 550 mg/dL. Apakah penatalaksanaan farmakologi awal yang paling tepat?

a)

Pemberian vasopressor

b)

Terapi antiplatelet

c)

Terapi cairan kristaloid

d)

Terapi natrium bikarbonas

e)

Terapi cairan koloid

38.

Ny. Salma, usia 50 tahun, datang ke RS dengan keluhan tidak sadarkan diri. 2 hari sebelumnya pasien mengeluhkan muntah dan nyeri perut. Pasien memiliki riwayat DM sejak 5 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 100 kali/menit, RR 40 kali/menit, pola nafas dalam dan cepat, suhu 38,2 °C. Dokter melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu dengan hasil 400 mg/dL. Pemeriksaan Kalium didapatkan hasil 2,9 mEq/L. Pada analisis gas darah didapatkan pH 7,1, PCO2 16,8 mmHg, PaO2 107,2 mmHg, BE –21,8 mmol/L, HCO3 5,3 mmol/L, SpO2 98%. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien ini?

a)

Turunkan gula darah secepatnya dengan insulin

b)

Amankan jalan napas dengan melakukan cricotiroidotomi

c)

Netralkan pH darah dengan menggunakan bikarbonat

d)

Infus Hartmann's Solution 1 L/jam

e)

Infus Normal Saline 1 L/jam

39.

Tn. Angga usia 40 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sulit dibangunkan sejak 2 jam yang lalu. Pasien merupakan penderita DM selama 5 tahun dan dalam terapi insulin namun sudah 1 minggu ini pasien tidak rutin digunakan karena sedang sibuk urusan kantor. Sebelumnya pasien sempat mengeluh sesak nafas dan sempat muntah. Dari pemeriksaan TV 80/60 mmHg, suhu tubuh 30 ×/menit cepat dan dalam, HR 110 ×/menit, sklera dan mukosa bibir kering. Dari pemeriksaan lab didapatkan GDS 450 mg/dL, dan pH 7,25, anion gap meningkat, hipokalemia. Apa tatalaksananya paling tepat untuk pasien saat ini?

a)

Rehidrasi NaCl 0,9%, pemberian insulin, koreksi kalium sampai target gula darah 200–300 mg/dL

b)

Rehidrasi NaCl 0,9%, pemberian insulin, koreksi kalium 75 mEq per 6 jam

c)

Rehidrasi NaCl 0,9%, koreksi bikarbonat, koreksi kalium 25 mEq per 6 jam

d)

Rehidrasi cairan koloid, segera bolus insulin 0,1 U/kgBB

e)

Rehidrasi cairan koloid, koreksi kalium 50 mEq per 6 jam, koreksi bikarbonat

40.

Tn. Ditto, usia 54 tahun, dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran sejak 6 jam. Sebelumnya, pasien sempat berbicara melantur, kemudian semalam lemas semakin tidak sadar. Pasien memiliki riwayat DM dengan pengobatan menggunakan insulin, namun pasien tidak rutin menggunakannya. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 102 ×/menit, RR 30 ×/menit, T 37 °C, BB 50 kg. Pada pemeriksaan darah, didapatkan GDS 620 mg/dL, pH 7,15, HCO3 15, hipokalemia. Pada urinalisis, tidak ditemukan keton. Kemudian dokter IGD melakukan rehidrasi pasien. Tatalaksana selanjutnya yang tepat adalah...

a)

Koreksi bikarbonat, berikan insulin setelah kalium bikarbonat terkoreksi

b)

Koreksi kalium, berikan insulin setelah kalium terkoreksi

c)

Segera berikan insulin, kemudian koreksi kalium dilakukan

d)

Segera berikan insulin, kemudian lakukan koreksi bikarbonat

e)

Terapi kombinasi metformin 3×500 mg dan glimepirid 1×2 mg

41.

Tn. Adrian, berusia 52 tahun datang ke klinik dokter umum untuk kontrol kesehatan rutin. Pasien mengaku mempunyai riwayat hipertensi yang sudah lama dan tidak terkontrol. Riwayat penyakit keluarga: ayah pasien diketahui meninggal dunia karena serangan jantung. Pasien memiliki riwayat kebiasaan merokok, gemar makan gorengan, dan jarang berolahraga. Pada pemeriksaan fisik diperoleh BB 79 kg, TB 160 cm, TD 140/90 mmHg, denyut nadi 89 ×/menit, frekuensi napas 17 ×/menit, dan suhu 36,5 °C. Lain-lain dalam batas normal. Pada pemeriksaan laboratorium diperoleh kadar kolesterol total 250 mg/dL, LDL 130 mg/dL, HDL 30 mg/dL, dan trigliserida 200 mg/dL. Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Dislipidemia

b)

Hiperkolesterolemia

c)

Diabetes Mellitus tipe 1

d)

Diabetes Mellitus tipe 2

e)

Sindroma metabolik

42.

Th. Tontawi, usia 55 tahun, datang ke RS untuk kontrol penyakitnya. Pasien merupakan penderita kencing manis, tidak rutin berobat. Saat ini pasien mengeluhkan nyeri tengkuk dan sering kebas pada kedua tangannya. Pemeriksaan fisik ditemukan TD 140/90 mmHg, HR 78 kali/menit, RR 20 kali/menit, T 36,7C. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil HDL 47 mg/dl, LDL 105 mg/dl, dan Trigliserol 530 mg/dl. Tatalaksana farmakologis yang paling tepat adalah...

a)

Fenofibrat

b)

Pravastatin

c)

Probenecid

d)

Allopurinol

e)

Rosuvastatin

43.

Tn. Cole, usia 52 tahun datang ke Rumah sakit untuk medical check up. Saat ini pasien sering mengeluhkan kebas-kebas pada kedua tangannya. Diketahui pasien suka sekali makan gorengan dan makanan bersantan. Pasien tidak memiliki riwayat kolesterol sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: TD 120/80 mmHg, N 88x/menit, RR 20x/menit, T 36,6C; hasil laboratorium didapatkan LDL 50 mg/dl dan trigliserida 502 mg/dl. Terapi yang tepat adalah...

a)

Gemfibrozil

b)

Gemfibrozil

c)

Niasin

d)

Atorvastatin dan fenofibrat

e)

Rosuvastatin

44.

Ny. Ruth usia 53 tahun datang ke RS dengan keluhan leher tengak sejak 6 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat DM dan hipertensi sejak 10 tahun yang lalu. Pasien sering memakan makanan berlemak, merokok dan jarang berolahraga. 3 bulan yang lalu pasien memeriksakan diri ke puskesmas, diberikan obat berupa insulin, valsartan, dan simvastatin yang dikonsumsi secara rutin. Satu bulan lalu pasien mengalami serangan jantung. Tanda vital ditemukan TD 160/90 mmHg, HR 105x/menit, RR 24x/menit, T 37,4C. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan GDS 189, kolesterol total 240 mg/dl, HDL 40 mg/dl, LDL 180 mg/dl, trigliserida 250 mg/dl. Tatalaksana hiperkolesterolemia yang tepat adalah...

a)

Simvastatin 1x10 mg

b)

Simvastatin 1x20 mg

c)

Gemfibrozil 2x600 mg

d)

Rosuvastatin 1x10 mg

e)

Atorvastatin 1x40 mg

45.

Tn. Liam usia 50 tahun datang ke Rumah sakit dengan keluhan tengkuk terasa berat sejak 1 hari sebelumnya. Keluhan disertai kepala dengan tangan sering terasa kebas saat minggu ini. Pasien selama ini suka mengonsumsi makanan berlemak. Riwayat DM disangkal. Diketahui pasien memiliki riwayat serangan jantung 2 bulan yang lalu. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 160/90, HR 94x/menit, RR 18x/menit, T 36,5C. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 135, kolesterol total 260 mg/dl, LDL 180 mg/dl, TG 210 mg/dl, HDL 30 mg/dl. Target penurunan LDL pada pasien tersebut adalah...

a)

<70 mg/dL

b)

<100 mg/dL

c)

<115 mg/dL

d)

<160 mg/dL

e)

<200 mg/dL

46.

Tn. Surya, usia 47 tahun datang ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan rutin. Pasien sering mengeluhkan nyeri kepala bagian belakang. Pasien terdiagnosis diabetes saat mengalami serangan jantung sekitar 2 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 80x/menit, RR 14x/menit, suhu 37,5C dan lainnya dalam batas normal. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 185 mg/dl, kolesterol total 214 mg/dl, HDL 34 mg/dl, LDL 124 mg/dl, trigliserida 300 mg/dl. Apakah tatalaksana yang tepat yang akan diberikan pada pasien tersebut?

a)

Terapi statin + target penurunan LDL <130%

b)

Terapi statin + target penurunan LDL <100%

c)

Terapi statin + target penurunan LDL <70%

d)

Terapi fibrat + target penurunan LDL <100%

e)

Terapi niacin + target penurunan LDL <100%

47.

Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke RS dengan keluhan kelelahan dan kram nyeri pada tulang belakang yang datang saat menyusui anak pertamanya. Riwayat operasi tiroidektomi sekitar 2 tahun yang lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 96 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit dan suhu badan 36,5C. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Hipokalsemi

b)

Hipokalemi

c)

Hiponatremi

d)

Hipertermia

e)

Defisiensi vitamin C

48.

Ny Eldina berusia 41 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri kolik pada perut kanan atas. Keluhan diawali, muntah serta sulit BAB. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 90x/menit, RR 26x/menit, Suhu 38C. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kalsium 12,6 mg/dL (8,8–10,3 mg/dL) dan kadar hormon paratiroid 222,8 pg/mL (10–65 pg/mL). Pada pemeriksaan radiologis didapatkan densitas tulang osteoporosis. Pada USG ada batu kantung empedu dan nefrolithiasis bilateral. Apa penyebab dari kasus tersebut?

a)

Peningkatan kadar hormon paratiroid

b)

Penurunan kadar kalsium

c)

Penurunan kadar tiroid

d)

Peningkatan EPO

e)

Peningkatan kalsitonin

49.

Tn. Pablo, usia 49 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri hebat di lengan bawah kanan setelah menabrak lemari sejak 1 hari. Pasien juga merasakan lemas dan tidak nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, HR 82x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,5C, status lokalis: ekstremitas didapatkan fraktur 1/3 distal radius. Pemeriksaan laboratorium: parathyroid hormon 90 (N: 10–65), kalsium 14 mg/dL (N: 8–10,2) dan fosfat menurun. Kemungkinan diagnosis pasien tersebut adalah...

a)

Hipoparatiroid

b)

Hiperparatiroid primer

c)

Hiperparatiroid sekunder

d)

Hiperparatiroid tersier

e)

Hipotiroid

50.

Ny. Morlin, usia 50 tahun datang ke Rumah sakit dengan keluhan nyeri pada tulang panjang yang dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Pasien sehari hari hanya makan nasi dan kecap saja. Tercatat riwayat operasi pengangkatan massa tiroid 1 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80, HR 110x/menit, RR 20x/menit, T 37,2C. Terdapat fleksi pada tangan saat dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Pada pemeriksaan EKG ditemukan pemanjangan QT interval. Penyebab kondisi di atas adalah?

a)

Hiponatremi

b)

Hipokalsemi

c)

Hiperkalemi

d)

Hiperkalsemi

e)

Hipofosfatemia

51.

Ny. Luhur, 30 tahun, datang dengan keluhan sering merasa dada berdebar-debar tanpa sebab yang jelas sejak 1 minggu. Keluhan lain yang dirasakan yaitu gelisah, sulit tidur, mudah lelah dan diare. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital TD 130/90 mmHg, HR 110x/menit, RR 21x/menit, suhu 37,5C, terdapat pembesaran tiroid difus dan akral hangat. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut...

a)

Graves disease

b)

Hyperthyroid subklinis

c)

Hashimoto thyroiditis

d)

De quervain thyroiditis

e)

Adenoma thyroid

52.

Tn. Mark, usia 26 tahun datang ke IGD dibawa keluarganya dengan keluhan berdebar-debar sejak 2 jam. Keluhan disertai nyeri kepala. Pasien memiliki riwayat benjolan dileher sejak 7 bulan yang lalu namun tidak mau rutin minum obat. Saat diperiksa didapatkan tanda vital: TD 170/100, HR 170x/menit, T 37,7C. Dokter kemudian memeriksa EKG pasien dan didapatkan gambaran Atrial fibrilasi. Pemeriksaan lab didapatkan TSH menurun, T4 meningkat. Diagnosis yang tepat adalah ...

a)

Krisis tiroid

b)

Hipertiroid primer

c)

Hipertiroid subklinis

d)

Hipertiroid sekunder

e)

Miksedema

53.

Ny. Castille, usia 40 tahun, datang ke RS dengan keluhan badan terasa lemas berdebar-debar. Pasien juga merasa cemas (+), nafsu makan meningkat namun berat badan menurun. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan tanda vital TD 110/70, HR 100x/menit, RR 22x/menit, suhu 37,4C. Pemeriksaan laboratorium menunjukan hasil TSH 0,25 uIU/mL (TSH 0,4–4,2 uIU/mL), fT4 1,5 ng/dL (fT4 0,8–2,7 ng/dL). Diagnosis yang paling tepat adalah...

a)

Hipotiroid subklinis

b)

Struma difusa toksik

c)

Hipertiroid subklinis

d)

Goiter nodusa nontoksik

e)

Hipertiroid klinis

54.

Ny. Yana, usia 55 tahun, datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan. Awalnya muncul 2 bulan yang lalu, semakin besar sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai berkeringat banyak dan tangan gemetar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/70, HR 92 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37,0C. Pada pemeriksaan leher terdapat massa berukuran 5x5 cm yang ikut bergerak ketika menelan, berpindah-benjol, tidak nyeri. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut?

a)

Graves disease

b)

Hyperthyroid subklinis

c)

Hashimoto thyroiditis

d)

De quervain thyroiditis

e)

Adenoma thyroid

55.

Ny. Liodra, usia 43 tahun, datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan sakit kepala yang hilang timbul sejak 2 bulan. Pasien juga mengeluh tidak haid. Terdapat penurunan berat badan, berdebar-debar dan gangguan penglihatan. Pasien menarche pada usia 12 tahun dan riwayat menstruasi teratur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/60 mmHg, HR 103x/menit, BB 62 kg (setahun yang lalu 75 kg). Pada pemeriksaan leher didapatkan pembesaran simetris yang tidak nyeri pada kelenjar tiroid. Pemeriksaan auskultasi jantung menunjukkan takikardia dengan irama reguler. Pada tangan pasien didapatkan tremor halus. Hasil pemeriksaan lab didapatkan T3 222 ng/dL, Serum T4 13,9 ug/dL dan serum TSH 6 uU/mL. Apakah kemungkinan diagnosis pasien ini?

a)

Adenoma hipofisis

b)

Hipertiroid primer

c)

Graves disease

d)

Hyperthyroid subklinis

e)

Koma Miksedema

56.

Ny. Lea, usia 30 tahun datang ke IGD dengan keluhan benjolan leher berdebar sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai nyeri kepala hilang timbul sejak 2 bulan SMRS. Pasien juga mengeluh tidak haid, penurunan berat badan dan gangguan penglihatan. Menarche 13 tahun, riwayat menstruasi teratur. Tanda vital TD 130/80 mmHg, HR 100x/menit, RR 20x/menit, T 37C. Pemeriksaan fisik teraba pembesaran simetris, nyeri (-) pada kelenjar tiroid. Tremor halus (+). Pada pemeriksaan laboratorium fT4 normal dan TSH rendah. Pemeriksaan selanjutnya yang dilakukan oleh dokter adalah...

a)

Pemeriksaan EKG

b)

USG Tiroid

c)

AGDA

d)

Pemeriksaan kadar free T3

e)

Pemeriksaan skintigrafi tiroid

57.

Ny. Foy, usia 37 tahun datang ke IGD dengan keluhan jantung berdebar-debar dan tangannya berkeringat sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai benjolan di leher sebesar bola pingpong sejak 1 tahun yang lalu. Saat ini eksophtalmus (+). Benjolan di leher difus, konsistensi kenyal, tidak gerakan menelan, tidak ada tanda inflamasi, nyeri tekan (-). Bunyi jantung S1 dan S2 irregular. Hasil penunjang yang sesuai adalah...

a)

Kadar TRH dan TSH rendah, T3 dan T4 tinggi

b)

Kadar TRH dan TSH tinggi, T3 dan T4 rendah

c)

Kadar TRH dan TSH yang tinggi, T3 dan T4 tinggi

d)

Kadar TRH, TSH, T3 dan T4 dalam batas normal

e)

Kadar TRH dan TSH rendah, T3 dan T4 rendah

58.

Ny. Dannia, usia 42 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan muncul benjolan di lehernya sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan disertai berdebar-debar dan penurunan berat badan. Pasien tinggal di daerah pegunungan dan jarang mengonsumsi garam beryodium. Tanda vital 120/80 mmHg, HR 70x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,7C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pembesaran seluruh kelenjar. Dari pemeriksaan laboratorium: fT4 dan fT3 normal. Diagnosis yang tepat untuk pasien tersebut adalah........

a)

Struma nodosa toksik

b)

Struma difusa toksik

c)

Goiter endemik

d)

Struma nodosa non toksik

e)

Graves disease

59.

Nn. Jade, usia 20 tahun, G1P0A0 hamil 16 minggu datang ke poliklinik obstetri untuk kontrol kehamilan. Sebelumnya, pasien memeriksakan kehamilannya di bidan secara teratur, namun bidan merujuk pasien dikarenakan memiliki riwayat Graves’ disease dengan pengobatan yang adekuat. Saat ini masih mengonsumsi obat PTU. Pemeriksaan tanda vital TD 110/90 mmHg, HR 82x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,5C. Kemungkinan yang akan terjadi pada janin?

a)

Hypoparathyroid kongenital

b)

Hipotiroid kongenital

c)

Pituitary hipertiroid

d)

Hyperparathyroid kongenital

e)

Hipertiroid kongenital

60.

Tn. Moeldoko, usia 49 tahun dibawa keluarga ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran disertai dengan demam tinggi. Riwayat pasien sering mengeluh berdebar-debar dan tangan gemetar yang dialami sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan disertai BAB cair 2–3 kali/hari, kadang membaik dan susah tidur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 110x/menit, RR 24x/menit dan suhu 40C. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan eksoftalmus (+). Tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah...

a)

O2, rehidrasi, PTU loading dose 600 mg, propanolol 40 mg, paracetamol 1 gr

b)

O2, rehidrasi cairan, PTU loading dose 300 mg, propanolol 40 mg, paracetamol 1 gr

c)

O2, rehidrasi, metimazole loading dose 20 mg, paracetamol 1 gr

d)

O2, rehidrasi cairan, PTU 200 mg tiap 4 jam, propanolol 40 mg

e)

O2, rehidrasi cairan, PTU loading dose 300 mg, paracetamol 1 gr

61.

Ny. Susan, usia 30 tahun datang ke RS dengan keluhan benjolan pada lehernya sejak 3 bulan yang lalu. Pasien merasa peningkatan berat badan, mudah lelah, mudah lupa, konstipasi, menstruasi tidak teratur, kulit kering. Pemeriksaan tanda vital TD 100/70 mmHg, HR 80x/menit, RR 22x/menit, suhu 37C. Saat pemeriksaan dilakukan benjolan difus di leher bergerak saat menelan. Kemudian dilakukan biopsi pada benjolan dan didapatkan germinal center, tampak sel hurthle dan beberapa folikel atrofik. Diagnosis yang tepat pada pasien adalah?

a)

Hashimoto thyroiditis

b)

De quervain thyroiditis

c)

Graves disease

d)

Subacute lymphocytic thyroiditis

e)

Granulomatous Thyroiditis

62.

Ny. Viona, usia 35 tahun datang ke RS dengan keluhan berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Berat badan dirasa turun drastis padahal banyak makan. Pasien memiliki riwayat batuk pilek sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, nadi 120x/menit, RR 20x/menit suhu afebris. Teraba benjolan difus di leher bergerak saat menelan, benjolan terasa nyeri. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis dengan limfosit dominan. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus di atas?

a)

Goiter endemis

b)

Tiroiditis de Quervain

c)

Tiroiditis Hashimoto

d)

Grave disease

e)

Tiroiditis Riedel

63.

Seorang pasien datang dengan riwayat nyeri tenggorokan yang sudah sembuh. Status lokalis: pada leher sisi depan, teraba benjolan yang ikut bergerak saat menelan, difus, dan terdapat nyeri tekan. Pemeriksaan laboratorium didapatkan T3 dan T4 normal, laju endap darah 60 mm/jam. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah

a)

Tirotoksikosis

b)

Tiroiditis granulomatosa subakut

c)

Tiroiditis Hashimoto

d)

Karsinoma tiroid

e)

Graves disease

64.

Perempuan 42 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan wajah semakin membulat dan berat badan bertambah sejak 3 bulan. Pasien lemas dan muncul garis-garis merah pada perut. Pemeriksaan fisik: IMT 30, TD 180/100 mmHg, N 70x/menit, RR 20x/menit, S 36,6°C, striae (+). Pada saat diberikan deksametason dosis tinggi didapatkan penurunan kortisol. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?

a)

Cushing disease

b)

Hiperkortisolisme

c)

Cushing syndrome

d)

ACTH ektopik

e)

Addison disease

65.

Perempuan 46 tahun datang dengan peningkatan berat badan sejak 2 bulan, cepat lelah, dan menstruasi tidak teratur. Pasien memiliki asma sejak usia 20 tahun dan rutin mengonsumsi steroid per oral sejak 5 tahun tanpa resep dokter. Pemeriksaan fisik: TD 160/80 mmHg, N 88x/menit, RR 16x/menit, moon face dan striae pada abdomen. Pemeriksaan laboratorium yang mungkin didapatkan pada pasien ini adalah

a)

Hormon ACTH dalam batas normal, hormon kortisol dalam batas normal

b)

Hormon ACTH meningkat, hormon kortisol menurun

c)

Hormon ACTH menurun, hormon kortisol meningkat

d)

Hormon ACTH menurun, hormon kortisol menurun

e)

Hormon ACTH meningkat, hormon kortisol meningkat

66.

Perempuan 64 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan peningkatan berat badan sejak 6 bulan dan pingsan saat berkebun. Pasien selama 2 tahun rutin mengonsumsi metilprednisolon untuk osteoartritis tanpa resep dokter. Dari pemeriksaan ditemukan hiponatremia, hipoglikemia, dan hipotensi. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini?

a)

Krisis adrenal

b)

Krisis tiroid

c)

Addison disease

d)

Tirotoksikosis

e)

Koma mixedema

67.

Perempuan 58 tahun ke puskesmas dengan peningkatan berat badan 6 bulan terakhir, moon face, buffalo hump, jerawat, dan hipertensi. Laboratorium: kortisol urin 24 jam 205 mcg/24 jam (normal 20–90), kadar kortisol pagi meningkat, ACTH basal 59 pg/dL (normal 10–60). Setelah tes supresi deksametason dosis tinggi terjadi penurunan kortisol. Kemungkinan diagnosis pasien tersebut?

a)

Cushing disease

b)

Hiperkortisolisme

c)

Cushing syndrome

d)

ACTH ektopik

e)

Addison disease

68.

Perempuan 29 tahun datang dengan wajah membulat, buffalo hump, dan hipertensi. Tes supresi deksametason dosis tinggi menunjukkan ACTH tinggi dan kortisol tinggi. Pasien memiliki riwayat batuk berdarah 1 tahun, dan foto toraks menunjukkan massa pada lapang paru kanan. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?

a)

Cushing disease

b)

Hiperkortisolisme

c)

Cushing syndrome

d)

ACTH ektopik

e)

Addison disease

69.

Laki-laki datang ke IGD dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam, riwayat mual muntah dan nyeri perut serta muntah 4 hari, serta mengonsumsi prednison 10 tablet per hari sejak 10 tahun. Pemeriksaan menunjukkan hiperpigmentasi pada telapak tangan, hiperkalemia, hiponatremia, dan penurunan kadar kortisol. Terapi yang tepat adalah

a)

Rehidrasi NaCl 0,9% + hidrokortison IV 100 mg, dilanjutkan 200 mg per 24 jam

b)

Rehidrasi NaCl 0,9% + hidrokortison oral 50 mg pagi, 50 mg malam

c)

Rehidrasi D10% + hidrokortison oral 100 mg pagi, 50 mg malam

d)

Rehidrasi NaCl 0,9% + metilprednisolon IV 62,5 mg single dose

e)

Rehidrasi NaCl 0,9% + metilprednisolon IV 125 mg single dose

70.

Perempuan datang ke RS dengan keluhan tidak nafsu makan, berat badan menurun, sering merasa haus, hipotensi, dan hiperpigmentasi pada kulit. Laboratorium: GDS 8080 mg/dL, kalium 5,75{,}7 mmol/L (normal 3,73{,}75,25{,}2 mmol/L). Diagnosis yang mungkin pada pasien adalah

a)

Penyakit Addison

b)

Penyakit Cushing

c)

Hipotiroid

d)

Hipertiroid

e)

Krisis adrenal

71.

Anak perempuan usia 8 tahun dibawa ke puskesmas karena kedua payudara membesar sejak setengah tahun lalu, tumbuh rambut pubis sejak 1 tahun, dan akhir-akhir ini kadang keluar flek. Diagnosis yang tepat?

a)

Akromegali

b)

Gigantisme

c)

Pubertas prekoks sentral

d)

Pubertas prekoks perifer

e)

Delayed puberty

72.

Anak perempuan 7 tahun mengalami tumbuh rambut ketiak dan kemaluan sejak 3 bulan, pertumbuhan pesat, nyeri kepala, muntah, dan gangguan penglihatan. Pemeriksaan: rambut ketiak dan pubis Tanner stage 2, payudara Tanner stage 3, bone age 2 tahun di atas usia, kadar FSH dan LH meningkat. Etiologi penyakit pasien yang tepat adalah

a)

Peningkatan GnRH

b)

Penurunan GnRH

c)

Peningkatan adrenal

d)

Peningkatan growth hormone

e)

Penurunan growth hormone

73.

Remaja 16 tahun datang dengan keluhan sedih, murung, payudara tidak tumbuh, dan belum pernah menstruasi. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Diagnosis yang paling tepat adalah

a)

Hipogonadisme hipogonadotropik

b)

Hipogonadisme hipergonadotropik

c)

Sindrom insensitivitas androgen

d)

Kehamilan

e)

Hiperprolaktinemia

74.

Pria 25 tahun mengeluh sering buang air kecil sejak 4 minggu, banyak minum, dan penglihatan kabur. Water deprivation test: serum osm 360360 mOsm/kg, urin osm 128128 mOsm/kg; setelah desmopresin urin osm meningkat menjadi 300300 mOsm/kg. Penyebab keluhan pasien adalah

a)

Peningkatan hormon prolaktin

b)

Defisiensi insulin

c)

Defisiensi antidiuretic hormone (ADH)

d)

Penurunan hormon aldosteron

e)

Resistensi insulin

75.

Pria 40 tahun keluhan sering kencing terutama malam hari. Tes pembatasan cairan diikuti pemberian vasopresin menunjukkan peningkatan osmolalitas urin yang minimal. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut?

a)

Diabetes melitus tipe 2

b)

Diabetes insipidus sentral

c)

Diabetes insipidus nefrogenik

d)

Inkontinensia urin

e)

Polidipsia psikogenik

76.

Pria 51 tahun datang dengan keluhan lemas, banyak minum, dan sering buang air kecil terutama malam hari. CT-scan menunjukkan space-occupying lesion di area hipofisis. Diagnosis pada pasien adalah

a)

Diabetes melitus tipe 1

b)

Diabetes melitus tipe 2

c)

Polidipsia psikogenik

d)

Diabetes insipidus tipe nefrogenik

e)

Diabetes insipidus tipe neurogenik

77.

Pria 26 tahun sering buang air kecil 6–7 kali pada malam hari. Pasien mengonsumsi lithium karena gangguan bipolar. Water deprivation test: serum osm 360360 mOsm/kg, urin osm 145145 mOsm/kg. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut?

a)

Diabetes melitus tipe 2

b)

Diabetes melitus tipe 1

c)

Diabetes insipidus sentral

d)

Diabetes insipidus nefrogenik

e)

Sindrom sekresi ADH tidak adekuat (SIADH)

78.

Pria 40 tahun mengalami pembesaran jari-jari tangan dan kaki, cincin menjadi sempit, ukuran sepatu bertambah, sakit kepala, dan penurunan lapang pandang bitemporal. Diagnosa yang mungkin pada pasien adalah

a)

Dwarfisme

b)

Gigantisme

c)

Kretinisme

d)

Akromegali

79.

Anak laki-laki 12 tahun tampak tumbuh lebih cepat dari teman sebayanya. Pemeriksaan: kepala, tangan, dan kaki besar, kulit tebal dan kasar. Kemungkinan kondisi pada pasien ini?

a)

Akromegali

b)

Stunted

c)

Gigantisme

d)

Akondroplasia

e)

Kretinisme

80.

Anak laki-laki 12 tahun dibawa orang tuanya karena tinggi badan lebih besar dari teman seusia, proporsi tubuh normal. Etiologi yang tepat adalah

a)

Peningkatan sekresi somatostatin saat lempeng epifisis belum menutup

b)

Peningkatan sekresi somatotropin saat lempeng epifisis sudah menutup

c)

Peningkatan sekresi somatotropin saat lempeng epifisis belum menutup

d)

Penurunan sekresi somatotropin saat lempeng epifisis sudah menutup

e)

Peningkatan sekresi kortikotropin

81.

Anak 2 tahun dengan keterlambatan perkembangan, ditemukan hipotonia, makroglosia, perawakan pendek, dan IQ 65. Apakah diagnosis yang sesuai untuk kasus ini?

a)

Dwarfisme

b)

Kretinisme

c)

Akromegali

d)

Gigantisme

e)

Retardasi mental berat

82.

Bayi 3 bulan dibawa ke puskesmas dengan keluhan nafsu makan menurun sejak 2 minggu, disertai diare dan konstipasi bergantian. Pemeriksaan fisik: wajah khas, makroglosia, akral dingin. Apakah diagnosis yang tepat?

a)

Hipotiroid kongenital (kretinisme)

b)

Achondroplasia, hipertiroid kongenital

c)

Dwarfisme akibat hipotiroid kongenital

d)

Dwarfisme akibat defisiensi growth hormone

e)

Keterlambatan tumbuh akibat growth hormone

83.

Pria 42 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas dan sulit bangun dari duduk. Frekuensi kencing meningkat. Tanda vital: TD 100/60 mmHg, denyut nadi 96 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36,5°C. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Defisiensi vitamin B12

b)

Hiponatremia

c)

Defisiensi vitamin C

d)

Defisiensi vitamin A

e)

Hipokalemia

84.

Pria 30 tahun datang ke UGD dengan kelemahan di kedua tungkai dan kedua tangan sejak 3 hari. Sehari sebelumnya pasien diare 2 kali. Pemeriksaan neurologis: refleks fisiologis menurun dan kekuatan otot melemah. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk kasus ini?

a)

Kadar natrium serum

b)

Kadar hemoglobin darah

c)

Kadar kalsium serum

d)

Kadar kalium serum

e)

Kadar glukosa darah

85.

Pria 37 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gangguan penglihatan pada malam hari dan BAB feses berminyak. Riwayat konsumsi alkohol sedang. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Apa kemungkinan penyebab kelainan pada pasien tersebut?

a)

Kekurangan vitamin A

b)

Kekurangan vitamin D

c)

Kekurangan vitamin E

d)

Kekurangan vitamin K

e)

Kekurangan vitamin C

86.

Perempuan 65 tahun dengan keluhan bercak pada kulit yang semakin banyak sejak 3 bulan, disertai mudah lelah dan mual. Awalnya bintik kecil di tungkai bawah, melebar, luka sukar sembuh, dan gusi mudah berdarah. Riwayat tidak makan buah dan telur atau ikan. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, petechie multiple pada tungkai bawah dan ekimosis pada dorso tungkai atas. Defisiensi vitamin yang terjadi pada kasus adalah

a)

Vitamin A

b)

Vitamin C

c)

Vitamin E

d)

Vitamin B

e)

Vitamin D

87.

Bayi perempuan 15 bulan dengan kulit kemerahan pada tangan, kaki, sekitar mulut, pipi, dan bokong selama 3 hari, disertai diare 4 kali per hari tanpa demam. Tidak mendapat ASI sejak 1 bulan. Pemeriksaan: lesi dengan krusta, skuama, erosi, batas tegas pada regio akral, perioral, dan anogenital. Defisiensi apakah yang dialami bayi pada kasus tersebut?

a)

Magnesium (Mg)

b)

Vitamin B12

c)

Iodium (I)

d)

Seng (Zn)

e)

Molibden (Mo)

88.

Bayi laki-laki 1 tahun tampak lebih pendek dan kecil dibandingkan seusianya. Asupan energi sekitar 269 kkal/hari, protein 19,9 gram/hari. Pemeriksaan fisik: BB/U 4,5 kg (<–3 z-score WHO 2006), PB/U 65 cm (<–3 z-score). Apakah defisiensi yang dialami oleh bayi pada kasus tersebut?

a)

Vitamin B12

b)

Magnesium (Mg)

c)

Molibden (Mo)

d)

Iodium (I)

e)

Seng (Zn)