Font size
WorksheetsNefrologi 1
Total questions: 85
Worksheet time: 43mins
Seorang pria usia 24 tahun datang dengan keluhan demam menggigil sejak 1 hari yang lalu. Pasien juga mengeluhkan mual dan BAK terasa nyeri. Dari hasil pemeriksaan didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 84x/menit, RR 20x/menit, Tax 38°C, nyeri ketok CVA (+). Pada pemeriksaan urin didapatkan warna urin keruh, leukosit (+), nitrat (+), eritrosit 0-5/LPB, leukosit 20-25/LPB. Diagnosis yang paling tepat pada pasien tersebut adalah...
Pyelonefritis
Nefrolithiasis
Sistitis
Vesikolithiasis
Uretritis
Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan utama sering kencing dengan volume sedikit dan tidak tuntas. Keluhan tersebut dirasakan sejak tadi malam. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, denyut nadi 76x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, suhu badan 39°C, nyeri perut bagian bawah. Pada pemeriksaan laboratorium urin ditemukan leukosit PMN 8-10/LPB, endapan calcium tak ditemukan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pasien tersebut?
Nefritis akut dengan komplikasi
Nefritis kronik spesifik
Pyelonefritis akut
Cystitis akut
Ureterolithiasis
Seorang perempuan berusia 62 tahun dibawa ke unit gawat darurat RS oleh keluarganya dengan keluhan demam tinggi sejak 3 hari sebelumnya. Keluhan demam disertai menggigil, mual muntah dan nyeri pinggang kanan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak sakit berat, tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi napas 28x/menit, denyut nadi 110x/menit, suhu 39°C. Terdapat nyeri ketok regio kostovertebralis dekstra. Hasil laboratorium leukosit 30.000/uL, ureum 30 mg/dL, kreatinin 0,8 mg/dL. Pada urinalisis ditemukan protein dan sediaan leukosit penuh. Apakah bakteri penyebab yang paling sering menyebabkan penyakit ini?
Klebsiella
Pseudomonas aeruginosa
Trichomoniasis
Treponema pallidum
Escherichia coli
Seorang anak perempuan umur 2 tahun, demam tinggi. Anak tampak sakit saat ingin berkemih. Pada pemeriksaan fisik dijumpai HR: 114x/i, RR: 25 x/i, T: 39°C. Dilakukan pemeriksaan urinalisis dijumpai eritrosit 3-5/LPB, leukosit 10-15/LPB. Apa pemeriksaan penunjang selanjutnya yang tepat?
Kultur urin
Darah lengkap
Urin rutin
ASTO
Gula darah
Anak 6 tahun dibawa kedua orang tuanya dengan keluhan sakit saat buang air kecil. Pasien menjadi malas buang air kecil. Pasien juga sebelumnya mengalami demam selama 3 hari, demam turun dengan obat penurun panas. Pada PF didapatkan keadaan umum baik, kesadaran kompos mentis, pemeriksaan fisik dan tanda vital dalam batas normal. Nyeri tekan daerah suprapubik (+). Pada pemeriksaan lab didapat leukosit 10-15/LPB dan eritrosit 1-2/LPB. Pemeriksaan baku emas untuk penyakit di atas adalah...
IVP
Kultur urin
USG ginjal dan kandung kemih
Urinalisis
Darah rutin
Anak 6 tahun diantar ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam hilang timbul yang dialami sejak 4 hari terakhir. Ibu juga mengatakan dalam seminggu terakhir anak jadi sering mengompol, padahal anak sudah terbiasa tidak mengompol lagi sejak usia 3 tahun. Pemeriksaan fisik dijumpai tanda vital baik, nyeri ketok CVA (+), nyeri suprapubik (-). Pengambilan sampel yang sesuai?
Urin pancar tengah
Urin tampung 24 jam
Urin dari urin kolektor
Urin kateter
Urin pagi hari
Wanita, 30 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan demam tinggi, nyeri kencing, kencing keruh. Hasil pemeriksaan fisik dijumpai TD: 120/80 mmHg, HR: 96x/i, RR: 20x/i, T: 38,9°C. Pengambilan urin paling tepat untuk menegakkan diagnosis?
Urin sewaktu
Urin 24 jam
Urin kateter
Pungsi suprapubik
Urin porsi tengah
Ny. W, 28 tahun datang dengan keluhan demam diserta nyeri pada saat berkemih. Oleh dokter pasien didiagnosis dengan ISK. Maka hasil laboratorium apakah yang mendukung diagnosis?
Dijumpai sedimen eritrosit
Dijumpai kristal asam urat
Dijumpai leukosit dalam urine > 20/LPB
Dijumpai proteinuria
Dijumpai sel epitel
Laki-laki 42 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan nyeri pinggang sejak 2 hari yang lalu. Pasien juga mengeluhkan demam dan menggigil, dan BAK lebih sering dari biasanya. Dari pemeriksaan fisik, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 90x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, suhu 38,5°C. Hasil urinalisis ditemukan hematuria, piuria dan bakteriuria. Berapa nilai minimal CFU sebagai tanda adanya infeksi yang diambil dari aliran tengah?
105
104
103
102
101
Seorang wanita usia 24 tahun, hamil 32 minggu datang ke puskesmas dengan keluhan sering buang air kecil dan nyeri saat berkemih sejak 2 hari terakhir. Mual (+), muntah (-), nyeri perut dirasakan kadang-kadang di regio suprapubis, tidak ada kelainan secret dari vagina. Nyeri ketok CVA (-), nitrit test (+), leukosit urin (++). Bagaimana pengelolaan yang paling tepat?
Periksa kultur urine, Ciprofloxacin 500 mg 2x/hari selama 7 hari
Periksa kultur urine, Cotrimoxazole forte 2x/hari selama 7 hari
Periksa kultur urine, Tetrasiklin 500 mg 3x/hari selama 7 hari
Periksa kultur urine, Amoksisilin 2000 mg/hari selama 7 hari
Periksa kultur urine, Levofloksasin 500 mg 1x/hari selama 7 hari
Seorang perempuan 25 tahun datang ke RS dengan keluhan demam sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai menggigil. Suhu 38°C. Nyeri tekan suprapubis (+). Pada pemeriksaan kultur urin ditemukan kuman E. coli 100.000 CFU/mikroliter. Pengobatan yang tepat?
Cefixim 2x100 mg selama 5 hari
Ampisilin 2x500 mg selama 7 hari
Cotrimoxazole 2x 480 mg selama 5 hari
Ciprofloxacin 2x 500 mg selama 7 hari
Amoxicillin clavulanat 4x 500 mg selama 5 hari
Tn Habib, 28 tahun, datang dengan keluhan utama kencing seperti anyang-anyangan sejak 1 minggu ini. Pasien tidak demam, namun mengeluh sering BAK dan terasa tak lampias. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik dijumpai nyeri suprapubik. Dari kultur didapatkan kuman batang gram negatif. Apakah terapi yang paling tepat diberikan pada pasien ini?
Kotrimoxazol oral 3 hari
Fluorokuinolon oral 7 hari
Fluorokuinolon oral 3 hari
Doksisiklin oral 3 hari
Ampicillin oral 5 hari
Anak laki-laki usia 5 tahun diantar ibunya ke Puskesmas dengan keluhan kencing berbau sejak 2 hari yang lalu disertai rewel dan menangis saat kencing. Pasien juga dikeluhkan demam sejak 3 hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 90x/m, RR 26x/m, Tax 38,7°C dan nyeri ketok costovertebrae. Pada pemeriksaan lab: Hb 11,6 g/dL, Hct 37%, Leukosit 22.000, Trombosit 356.000. Pada pemeriksaan urine rutin didapatkan kencing berwarna kuning keruh dan leukosit 60/LPB. Apakah pengobatan yang tepat?
Ciprofloxacin PO
Cefiksim PO
Ceftriaxon IV
Ampicillin IV
Gentamycin IV
Seorang anak usia 13 tahun dibawa ibunya ke dokter karena diare 3 hari dengan frekuensi 6-10 kali/hari. Diare berlendir dan berdarah. Keluhan juga disertai demam. Keadaan umum tampak sakit sedang, nadi 120x/m, rr 30x/m, Tax 38,5°C, mata cowong, turgor kulit menurun, perut cembung. Pada pemeriksaan penunjang feses lengkap didapatkan eritrosit +++, leukosit +++. Terapi yang tepat diberikan adalah?
Amoxycilin
Ciprofloxacin
Tetrasiklin
Metronidazol
Cotrimoxazole
Laki-laki 40 tahun datang nyeri saat berkemih sejak 2 hari ini disertai dengan mengejan saat berkemih, kadang mesti berpindah posisi agar dapat berkemih. Pada PF: TD 110/80 mmHg, frekuensi nafas 20 kali/menit, frekuensi nadi 80 kali/menit, nyeri tekan suprapubik. Laboratorium darah didapatkan leukosit 9000. Pemeriksaan urin didapatkan sedimen eritrosit 10–20, leukosit 5–6. Diagnosis yang tepat adalah?
ISK
Ureterolitiasis
Pielonefritis akut
Glomerulonefritis
Vesikolithiasis
Seorang pasien pria usia 30 tahun, datang ke Puskesmas mengeluh nyeri pinggang kiri sejak 3 hari yang lalu. Keluhan tanpa disertai demam dan mual. Pasien juga mengeluhkan kencingnya berwarna kemerahan. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80; nadi 80x/menit; RR 20x/menit; Tax 36°C; nyeri ketok CVA (+) kiri. Dari pemeriksaan mikroskopik didapatkan eritrosit 9/LPB dan foto abdomen didapatkan gambaran hipoekoik seperti tanduk rusa di paravertebra setinggi L2. Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus ini?
Pielonefritis
Nefrolitiasis
Sindroma nefritik
Uretrolitiasis
Ureterolitiasis
Tn. Callisto, berusia 40 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan utama berupa nyeri saat BAK. Nyeri sudah dirasakan sejak 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan nyeri pinggang. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 130/80 mmHg, HR 98x/mnt, RR 20x/mnt dan suhu 37°C. Pada pemeriksaan radiologi tidak didapatkan gambaran opasifikasi. Dokter menduga batu tersebut tidak dapat divisualisasi dengan foto rontgen biasa. Apakah kemungkinan komposisi batu saluran kemih tersebut?
Batu asam
Batu netral
Batu basa
Batu infeksi
Batu radioopak
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena tidak dapat BAK. Keluhan disertai nyeri perut bagian bawah. Diketahui bahwa pasien sudah mengeluhkan kencing menetes sejak 2 hari yang lalu, selalu ingin buang air kecil namun merasa kencing tidak puas dan nyeri. Pemeriksaan tanda vital didapatkan: tekanan darah 130/80 mmHg, HR: 90x/i, RR: 20x/i, suhu tubuh: 36,8°C, pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok regio flank kanan (+) dan ginjal kanan teraba membesar. Apakah pemeriksaan penunjang yang pertama kali dilakukan?
USG ginjal dan traktus urinarius
Foto polos abdomen (KUB)
Urografi intravena
CT-urografi
Sistoskopi
Laki-laki 45 tahun datang dengan keluhan nyeri saat BAK. Pasien juga mengeluhkan nyeri pinggang kanan yang menjalar hingga ke selangkangan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok kostovertebra (+). Pemeriksaan urin didapatkan hematuria. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien adalah…
Foto abdomen 3 posisi
Foto abdomen
CT scan abdomen
USG abdomen
BNO-IVP
Seorang laki-laki berusia 27 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS dengan keluhan tidak bisa buang air kecil sejak 8 jam yang lalu. Riwayat kencing sedikit-sedikit dialami 1 bulan ini dengan volume BAK hanya satu gelas aqua/hari. Riwayat mengalami keluhan yang sama 3 bulan yang lalu dan pernah mengalami BAK bercampur darah 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik dijumpai keadaan umum baik, konjungtiva anemis, tidak dijumpai tanda syok. TD 140/90 mmHg, denyut nadi 92x/menit, frekuensi napas 28x/menit. Apakah tindakan pertama yang dilakukan pada pasien ini?
Pemeriksaan colok dubur untuk menilai pembesaran prostat
Pemasangan kateter
USG ginjal dan saluran kemih
Pielografi intravena
Uretrografi
Seorang anak perempuan 12 tahun datang dengan keluhan bengkak pada seluruh tubuh sejak 3 hari yang lalu. Keluhan diawali 2 minggu yang lalu, bengkak dimulai dari bawah mata pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Keluhan semakin bertambah berat sampai saat ini bengkak dijumpai pada muka, perut, dan kedua kaki. Pada pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan: ureum 20mg/dl , kreatinin 0,6mg/dl , proteinuria +3 , leukosit 3/LPB , eritrosit 2/LPB , albumin 2,5g/dl . Diagnosis yang mungkin?
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritik
Gagal ginjal akut
Gagal ginjal kronik
Kwashiorkor
Pasien laki-laki 18 tahun, dibawa dengan keluhan bengkak seluruh tubuh. Pada awalnya pasien mengalami bengkak pada kemaluan dan buah zakar sejak 3 hari yang lalu tanpa disertai nyeri atau gangguan berkemih, kemudian saat bangun tidur keesokan harinya pasien terlihat bengkak seluruh tubuh. Pasien mempunyai riwayat keluhan yang sama berulang 4 kali sejak pertama kali pada tahun yang sama, terakhir kambuh sekitar 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik: TD 100/60 , denyut nadi 96x/menit , suhu 36∘C . Pemeriksaan laboratorium: Hb 11,7g/dl , leukosit 5400/μL , trombosit 250,000/μL , kolesterol total 730mg/dl , albumin 1,38g/dl , ureum 36mg/dl , kreatinin 0,8mg/dl , proteinuria +4 . Diagnosis yang tepat pada kasus ini?
Penyakit ginjal kronis
Sindroma nefrotik relaps jarang
Sindroma nefrotik relaps sering
Sindroma nefrotik dependen steroid
Sindroma nefritik
Pasien laki-laki 16 tahun, dibawa dengan keluhan bengkak seluruh tubuh. Pada awalnya pasien mengalami bengkak pada kemaluan dan buah zakar sejak 3 hari yang lalu tanpa disertai nyeri atau gangguan berkemih, kemudian saat bangun tidur keesokan harinya pasien terlihat bengkak seluruh tubuh. Pasien mempunyai riwayat keluhan yang sama berulang 3 kali sejak pertama kali 2 tahun yang lalu, terakhir kambuh sekitar 6 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik: TD 100/60 , denyut nadi 96x/menit , suhu 36∘C . Pemeriksaan laboratorium: Hb 11,7g/dl , leukosit 5400/μL , trombosit 250,000/μL , kolesterol total 730mg/dl , albumin 1,38g/dl , ureum 36mg/dl , kreatinin 0,8mg/dl , proteinuria +4 . Diagnosis yang tepat pada kasus ini?
Penyakit ginjal kronis
Sindroma nefrotik relaps jarang
Sindroma nefrotik relaps sering
Sindroma nefrotik dependen steroid
Sindroma nefritik
Seorang laki-laki 19 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak pada seluruh tubuh. Bengkak diawali pada kelopak mata dan kemudian berlanjut pada badan dan kedua tungkai. Pada pemeriksaan urine didapatkan proteinuria ++++ dan oval fat bodies (+). Apakah mekanisme yang menyebabkan keluhan pasien?
Malnutrisi
Autoimun
Hipoalbuminemia
Dislipidemia
Obstruktif
Perempuan 5 tahun datang ke RS dengan keluhan bengkak pada seluruh tubuh sejak 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pitting edema (+). Pada pemeriksaan urinalisa protein (+++). Albumin 2g/dl . Pemeriksaan penunjang apakah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut?
Darah lengkap
Profil lipid
Fungsi ginjal
Kultur urine
FNAB ginjal
Seorang laki-laki 22 tahun datang dengan edema pada orbita, tungkai, bengkak pada mata terutama pagi hari berkurang di sore hari. Tanda vital: TD 130/70mmHg . Pemeriksaan fisik: edema (+), asites (+), proteinuria ++++ , tungkai bengkak. Pemeriksaan penunjang selanjutnya yang dilakukan pada pasien tersebut adalah?
USG abdomen
Foto polos abdomen
IVU/BNO
Protein Esbach
CT scan abdomen
Seorang laki-laki usia 52 tahun datang dengan keluhan bengkak di seluruh tubuh, terutama di periorbita dan peritibial. Pasien mengeluh kencing 1 minggu ini berwarna keruh. Bengkak terutama pada malam hari. Pemeriksaan fisik: TD 130/80mmHg , nadi 100x/menit , RR 24x/menit , T 37,5∘C . Hasil pemeriksaan penunjang apakah yang mendukung diagnosis?
ASTO (+)
ANA test (+)
Penurunan kadar C3
Nitrit meningkat
Hiperlipidemia
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke poliklinik umum dengan keluhan pembengkakan tubuh. Pembengkakan dimulai dari kelopak mata, kemudian tangan dan kaki terutama saat bangun tidur, semakin besar selama seminggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema palpebra, efusi pleura, dan asites, serta pitting edema +/+. Apakah pemeriksaan laboratorium urin yang paling penting untuk menegakkan diagnosis?
Kadar glukosa
Kadar albumin
Kadar keton
Kadar nitrit
Kadar urobilin
Seorang anak laki-laki usia 10 tahun datang dengan keluhan bengkak pada wajah terutama pada pagi hari. Pasien tidak memiliki riwayat ISPA sebelumnya. Dari pemeriksaan didapatkan proteinuria (+++) dengan kolesterol > 400mg/dl . Apakah terapi yang dapat diberikan pada pasien tersebut?
Steroid dan fibrat
Steroid dan cairan kristaloid
Siklofosfamid dan cairan koloid
ACE inhibitor dan penisilin
Steroid, albumin, statin
Seorang anak 13 tahun datang dengan keluhan bengkak pada kaki dan BAK berwarna merah sejak 3 hari yang lalu. TD 140/70mmHg , HR 80x/menit , T 37,5∘C . Urinalisis: eritrosit 50 – 100/LPB , leukosit 0 – 3/LP , proteinuria +2 . Apakah diagnosis pasien tersebut?
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritik
Acute kidney injury
Chronic kidney injury
GNAPS
Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke dokter praktik umum dengan keluhan bengkak di bagian kelopak mata yang muncul di pagi hari dan menghilang di sore hari. Buang air kecil menjadi jarang. Sebelumnya pasien pernah mengalami nyeri tenggorokan dan sudah berobat ke dokter. Pemeriksaan fisik: kesadaran baik, TD 150/100mmHg , nadi 90x/menit , napas 20x/menit , suhu 37∘C , edema palpebra +/+. Pemeriksaan laboratorium: urin jernih, eritrosit 10 – 15/LPB , protein ++, epitel (−), leukosit 1 – 3/LPB , ureum 0,5mg/dl , kreatinin 50mg/dl . Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Sindrom nefrotik
Infeksi saluran kemih
Glomerulonefritis akut
Gagal ginjal akut
Gagal ginjal kronik
Seorang laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan bengkak-bengkak dan sering mengalami keluhan serupa sejak masih kecil. Tidak teratur minum obat. Tanda vital: TD 190/100mmHg , RR 24x/menit , nadi 100x/menit . Pemeriksaan fisik: edema pada tungkai kiri dan kelopak mata. Pemeriksaan laboratorium: Hb 5g/dl , ureum 250mg/dl , kreatinin 5,2mg/dl , GFR 20ml/menit , proteinuria (+). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah?
Glomerulonefritis akut
Glomerulonefritis akut pasca streptokokus
Glomerulonefritis kronis
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritik
Seorang laki-laki usia 18 tahun datang dengan keluhan kencing berwarna merah sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengaku memiliki riwayat demam disertai batuk dan pilek 1 minggu yang lalu, namun sudah sembuh dengan obat. TD 150/90mmHg , HR 84x/menit , RR 20x/menit , T 37∘C , edema periorbita (+). Pemeriksaan penunjang didapatkan proteinuria (+). Diagnosis yang mungkin pada pasien tersebut adalah…
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritik
GNAPS
Nefrolitiasis
Pielonefritis
Laki-laki 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan kaki membengkak yang dialami sejak 2 bulan dan tidak mengalami perbaikan. Riwayat kencing seperti “cuci daging” (makroskopik hematuria). Tanda vital: TD 140/90mmHg , HR 90x/menit , RR 18x/menit , T 37∘C . Pemeriksaan fisik dijumpai pitting edema. Apakah penyebab yang mendasari penyakit pasien tersebut?
Proses peradangan pada glomerulus yang disebabkan oleh infeksi bakteri
Proses peradangan yang terjadi pada glomerulus akibat reaksi kompleks antigen–antibodi
Terjadinya obstruksi pada saluran kemih sehingga mengganggu fisiologi glomerulus
Terjadinya perubahan tekanan onkotik pada intravaskular
Terjadinya kerusakan saluran kemih akibat sekresi asam yang berlebihan
Seorang anak usia 6 tahun dibawa orang tuanya dengan keluhan kencing berwarna seperti teh dan buang air kecil sedikit. Pasien memiliki riwayat sakit tenggorokan serta demam 1 minggu yang lalu namun sudah berobat ke dokter. TD 140/100mmHg . Pemeriksaan penunjang didapatkan azotemia, hematuria, dan proteinuria. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab keadaan di atas?
Biopsi ginjal
Swab tenggorokan
ASTO
Urin lengkap
Mikroskopik urin
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa orangtuanya ke UGD RS dengan keluhan utama bengkak pada kelopak mata sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai bengkak pada tungkai, nyeri kepala, mata berkunang-kunang dan urin berwarna gelap. Empat minggu sebelum bengkak pasien mengalami borok bernanah yang bekasnya masih tampak hingga saat ini. Pasien baru pertama kali sakit seperti ini. Apakah pengobatan yang paling tepat?
Steroid
Penicillin
ACE inhibitor
Antihistamin
Diuretik
Anak usia 8 tahun, datang ke IGD dengan keluhan bengkak. Awalnya bengkak pada daerah mata di pagi hari, lalu membaik di siang hari. Namun sejak 3 hari ini memberat, bengkak pada kaki dan tangan. Pasien juga mengeluh sesak nafas. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80 mmHg, nadi 130x/menit, RR 40x/menit, ronki basah halus pada kedua basal paru. Hasil pemeriksaan urinalisis: warna keruh, protein +++, eritrosit (-), leukosit (-). Pemeriksaan albumin darah 1,9 g/dl, ureum 20 mg/dl, creatinin 0,6 mg/dl. Penatalaksanaan awal yang perlu dilakukan pada pasien?
Penicillin intravena
Steroid intravena
Furosemide intravena
Prednison
Hemodialisa
Anak perempuan usia 10 tahun datang ke poliklinik bersama ibunya karena keluhan kencing berwarna merah. Keluhan dialami sejak 3 hari ini. Tidak ada keluhan serupa sebelumnya. Tidak ada keluhan demam. Riwayat pasien mengalami bisul-bisul di kulit 2 minggu yang lalu namun saat ini sudah sembuh. Pemeriksaan TD 130/90 mmHg, nadi 88x/menit, RR 24x/menit, suhu 36°C. Pemeriksaan fisik tidak didapatkan kelainan. Pemeriksaan urinalisa eritrosit +4, protein +2, leukosit (-). Apakah tatalaksana yang tepat?
Diet tinggi protein dan diuretik
Diet tinggi kalori dan antibiotik
Diet rendah kalori dan antibiotik
Diet rendah garam dan diuretik
Diet rendah garam dan antibiotik
An. Sintia usia 7 tahun datang dengan keluhan mata bengkak sejak 6 hari yang lalu. Pasien sebelumnya ada riwayat nyeri tenggorokan 2 minggu yang lalu. Saat itu pasien sudah berobat ke dokter dan sembuh. Tiga hari terakhir kencing pasien berwarna seperti kola. Pasien juga sering mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/100 mmHg, HR 20x/menit, Nadi 100x/menit. Pemeriksaan lab urinalisis: protein 1+, eritrosit 5+. Pemeriksaan lab peningkatan kadar ureum dan kreatinin. Apa tatalaksana yang tidak terindikasi terkait penyakit yang dialami oleh pasien ini?
Diet khusus
Metilprednisolon
ACE-inhibitor
Diuretik
Penisilin
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke poliklinik umum dengan keluhan pembengkakan tubuh. Pembengkakan dimulai dari kelopak mata, kemudian tangan dan kaki terutama saat bangun tidur, semakin besar selama seminggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema palpebra, efusi pleura dan asites, serta pitting edema +/+. Apakah pemeriksaan laboratorium awal yang paling penting untuk menegakkan diagnosis?
Kadar glukosa
Kadar protein
Kadar keton
Kadar nitrit
Kadar urobilin
Seorang laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan bengkak-bengkak, pasien sering mengalami keluhan serupa sejak masih kecil. Tidak teratur minum obat. Dari pemeriksaan tanda vital TD 190/100 mmHg, RR 24x/menit, nadi 100x/menit. Pemeriksaan fisik ditemukan edema pada tungkai kiri dan kelopak mata. Pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 5 g/dl, ureum 250 mg/dl, kreatinin 5,2 mg/dl, GFR 20, proteinuria (+). Apa pemeriksaan baku emas pada kasus ini?
Protein urin 24 jam
Kadar albumin
ASTO
Biopsi ginjal
USG ginjal dan saluran kemih
Nn. Y, 12 tahun datang dengan keluhan bengkak pada seluruh tubuh sejak 3 hari yang lalu. Keluhan diawali 2 minggu yang lalu, bengkak dimulai dari bawah mata pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Pemeriksaan ureum 30 mg/dl, kreatinin 0,5 mg/dl, proteinuria +4, leukosit 3/lpb, eritrosit 2/lpb. Apakah penyebab utama keluhan pasien tersebut?
Tekanan hidrostatik menurun
Tekanan osmotik koloid menurun
Tekanan osmotik koloid meningkat
Tekanan hidrostatik meningkat
Viskositas vaskular meningkat
Seorang wanita 27 tahun datang dengan keluhan bengkak pada kedua tungkai disertai rasa sesak sejak 5 hari yang lalu. Riwayat sariawan kumat-kumatan dan nyeri sendi yang berpindah-pindah (+). Pasien sering pingsan jika terkena terik matahari dan muncul ruam kemerahan di kisaran tangan dan tempat terpapar sinar matahari. Dari pemeriksaan fisik TD 160/95 mmHg, RR 32x/menit, HR 110x/menit, T 37,5°C. Ronkhi kedua lapang paru (+). Dari pemeriksaan laboratorium Hb 13 g/dl, ureum 100 mg/dl, kreatinin 3,5 mg/dl, proteinuria (++), ANA test (+). Apa kemungkinan diagnosis pasien saat ini?
Acute cutaneous lupus
Chronic cutaneous lupus
Discoid lupus
Rheumatoid arthritis
Lupus nefritis
Wanita 70 tahun ke UGD RSUD dengan keluhan muntah-muntah sudah 3 hari. Keluhan disertai diare lebih dari 5 kali dan BAK berkurang menjadi sedikit sejak kemarin. Tidak nyeri dan tidak panas saat BAK. Kesadaran compos mentis, TB 156 cm, BB 53 kg, TD 120/60 mmHg, nadi 124 x/menit reguler isi kurang, RR 34 x/menit dalam, T 36°C. Pupil isokor, refleks cahaya +/+, kaku kuduk (-), paru ronki (-), bunyi jantung normal, peristaltik meningkat, turgor kurang. Lab: Hb 14,2 g/dl, leukosit 11.000, hematokrit 52, trombosit 364.000, ureum 62 mg/dl, kreatinin 1,4 mg/dl. Diagnosa pada kasus ini?
Ensefalopati uremikum
Penyakit ginjal kronis
Acute kidney injury
Chronic renal failure
Infeksi saluran kemih
Seorang perempuan 26 tahun datang dengan keluhan tidak BAK sejak kemarin pagi. Pasien tampak sesak, mata cowong dan mulut kering, turgor kulit kembali lambat. Dari pemeriksaan fisik TD 90/60 mmHg, RR 32x/menit, nadi 100x/menit. Pasien sudah 2 hari diare lebih dari 10x/hari. Pemeriksaan laboratorium Hb 14,5 g/dl, leukosit 9.600, trombosit 254.000, ureum 65 mg/dl, kreatinin 3,1 mg/dl. Diagnosa pasien?
Gagal ginjal akut tahap loss
Gagal ginjal akut tahap risk
Gagal ginjal akut tahap injury
Gagal ginjal akut tahap failure
Gagal ginjal kronis
Laki-laki 56 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak. Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan didapatkan diagnosa pasien gagal jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum dalam darah. Pasien mengatakan baru pertama kali mengalami hal seperti ini, riwayat hipertensi dan diabetes mellitus sebelumnya disangkal. Kemungkinan diagnosa sekunder pada kasus ini adalah?
Acute on Chronic Kidney Disease
AKI ec prerenal
AKI ec renal
DKD
AKI ec postrenal
Pasien 40 tahun dibawa oleh keluarga akibat diare, diare sebanyak 26 kali. Diare encer dan cair tanpa ada darah. Pasien mual apabila makan. Kencing pasien sedikit. Pada pemeriksaan didapatkan mata cekung, turgor lambat, kesadaran somnolen. Pemeriksaan tanda vital dijumpai TD 90/70 mmHg, nadi 110x/menit, nafas 28x/menit, T afebris. Pada pemeriksaan penunjang dijumpai Hb 12 mg/dl, leukosit 8000/mm³, PLT 250.000/mm³, ureum 80 mg/dl, kreatinin 5 mg/dl. Apakah kemungkinan diagnosis pasien di atas?
Gastroenteritis
Diare dehidrasi ringan sedang
Gagal ginjal akut
Gagal ginjal kronik
Tubular nekrosis akut
Pria, 45 tahun, datang ke dokter karena keluhan nyeri pada pinggang yang menjalar ke selangkangan, hilang timbul. Dokter mencurigai pasien mengalami batu di ureter. Kemungkinan komplikasi yang timbul setelahnya adalah...
Gagal ginjal akut renal
Nefritis interstisial
Gagal ginjal akut post-renal
Nekrosis tubular akut
Gagal ginjal akut pre-renal
Seorang laki-laki usia 26 tahun dibawa ke UGD dengan perdarahan pada paha sejak 30 menit yang lalu. Keluhan disertai lemah dan tidak keluar kencing. Riwayat kecelakaan motor. Riwayat penyakit ginjal sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan: kesadaran apatis, tensi 90/palpasi, denyut nadi 120 x/menit cepat dan lemah, akral dingin, konjungtiva anemis, luka pada regio paha ukuran 5x5 cm. Lab: Hb 7,5 g/dl, BUN 320 mg/dl, kreatinin 5,2 mg/dl. Pasien didiagnosis sebagai luka terbuka dan AKI. Apakah jenis cedera ginjal akut pada kasus di atas?
Prerenal
Renal
Post renal
Supra renal
Infra renal
Laki-laki 45 tahun keluhan kencing sedikit-sedikit sejak 3 hari. Pasien dalam pengobatan bronkopneumonia mendapat terapi ampicillin dan gentamycin selama 10 hari. Pemeriksaan fisik: tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 84 x/menit, laju pernapasan 20 x/menit, suhu 38°C. Pemeriksaan laboratorium elektrolit Natrium 145 meq/L, kalium 5,2 meq/L, Clorin 110 meq/L, BUN 45 mg/dl, kreatinin serum 3,5 mg/dl. Diagnosa?
Gagal ginjal akut
Pyelonefritis akut
Gagal ginjal kronis
Glomerulonefritis akut
Glomerulonefritis kronis
Pasien laki-laki berusia 30 tahun dapat ke UGD dengan keluhan oliguria sejak 3 jam SMRS. Sebelumnya sempat didapatkan urin berwarna kemerahan, lalu produksi urin hilang sama sekali. Pasien sebelumnya mengalami kelelahan, kehausan dan nyeri otot ekstrem di bagian betis setelah melakukan kegiatan olahraga berat seharian tanpa cukup minum. Ditemukan dengan ureum dan kreatinin meningkat. Diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut adalah…
Drug induced oligouria
IgA nefrotik
Gagal ginjal kronik
Gagal ginjal akut
Tubular nekrosis akut
Laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan buang air kecil menjadi sangat sedikit sekali. Keluhan disertai sesak. Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan didapatkan diagnosa pasien hipertropi prostat. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum dalam darah. Pasien mengatakan baru pertama kali mengalami hal seperti ini, riwayat hipertensi dan diabetes mellitus sebelumnya disangkal. Kemungkinan diagnosa pada kasus ini adalah?
ACKD
AKI ec prerenal
AKI ec renal
CKD
AKI ec postrenal
Seorang wanita berusia 35 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan kencing sangat sedikit sejak 6 jam yang lalu. Pasien memiliki riwayat mengonsumsi semur jengkol pada 6 jam yang lalu dan 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien di atas adalah…
CKD stage V
Pyelonephritis
Intoksikasi asam jengkolat
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritik
Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke UGD dengan keluhan mual muntah hebat sejak 8 jam yang lalu. Pasien memiliki riwayat konsumsi jengkol dalam jumlah banyak 10 jam yang lalu. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/70 mmHg, HR 110×/menit, RR 24×/menit, T 36°C. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan ureum kreatinin meningkat dan urin output sebesar 80 cc/6 jam. Terapi awal yang dapat diberikan pada pasien adalah…
Restriksi cairan
Karbon aktif
Bilas lambung
Hidrasi
Forced diuresis
Pasien 60 tahun datang dengan tidak bisa buang air kecil sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai lemas, dan kedua kaki bengkak. Saat dilakukan kateter urin yang keluar hanya 50 cc. Riwayat DM 5 tahun. Pemeriksaan tanda vital TD 150/90 mmHg, ureum 80 mg/dl, kreatinin 9 mg/dl, proteinuria (+++), Hb 5 g/dl. Diagnosis?
Gagal ginjal akut
Gagal ginjal kronis
Sindrom nefrotik
Sindrom nefritis akut
Glomerulonefritis
Tuan Koko, 46 tahun, mengeluh buang air kecil sedikit-sedikit sejak 2 minggu lalu. Pasien mengeluhkan buang air kecil hanya sedikit walaupun sudah minum banyak. Tidak dijumpai nyeri saat berkemih. Sebelumnya pasien pernah sakit tenggorokan dan diobati dengan membeli obat herbal di warung. Dari pemeriksaan laboratorium dijumpai ureum 215 mg/dl, kreatinin 7,9 mg/dl. Diagnosinya?
Acute Kidney Injury
Chronic Kidney Disease
Glomerulonefritis akut
Glomerulonefritis kronik
Glomerulonefritis kronik pasca infeksi Streptococcus
Seorang wanita berusia 30 tahun, dengan berat badan 60 kg, mempunyai keluhan sesak dan muntah. Tekanan darah 160/100 mmHg, frekuensi pernapasan 28 kali/menit. Didapatkan edema pada kedua kaki dan didapatkan rales pada kedua basal paru. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin 7,3 g/dl, MCV dan MCHC normal, ureum 421 mg/dl, kreatinin 32 mg/dl. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan ukuran kedua ginjal mengecil, densitas korteks meningkat, dan batas korteks medula kabur. Diagnosis fungsional ginjal untuk pasien ini adalah?
Penyakit ginjal kronik stadium V
Penyakit ginjal kronik stadium II
Gagal ginjal akut
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritis akut
Seorang wanita, 30 tahun, berat badan 60 kg, dengan keluhan sesak dan muntah. Tekanan darah 160/100 mmHg, frekwensi nafas 28 kali/menit. Edema kedua kaki, didapatkan rales pada kedua basal paru. Pemeriksaan darah: kadar hemoglobin 7,3 g/dl, MCV dan MCHC normal, ureum 421 mg/dl, kreatinin 32 mg/dl. Pemeriksaan ultrasonografi didapatkan ukuran kedua ginjal mengecil, densitas cortex meningkat, batas medulla cortex kabur. Diagnosis fungsional ginjal untuk pasien tersebut adalah?
End Stage Renal Disease
Acute Renal Failure
Nephrotic Syndrome
Sindroma nefritik akut
GNAPS
Laki-laki usia 55 tahun datang ke UGD dengan muntah dan sesak. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 180/110 mmHg, HR 100×/menit, RR 32×/menit. Didapatkan edema tungkai kanan kiri, rales di kedua basal paru. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7,5, MCV dan MCHC normal, Ureum 220 mg/dl, Cr 5,7 mg/dl. GFR 20. Dari pemeriksaan USG didapatkan ginjal tampak mengecil, densitas korteks meningkat, batas korteks dan medulla memudar. Diagnosis yang paling tepat adalah…
CKD stage 1
CKD stage 2
CKD stage 3
CKD stage 4
CKD stage 5
Laki-laki usia 60 tahun ke UGD RS keluhan buang air kecil sedikit sejak 5 hari yang lalu disertai badan lemas dan nyeri pinggang sejak 6 bulan yang lalu. Sebelumnya pasien pernah mengalami keluhan serupa dan didiagnosa dengan batu ginjal. Pemeriksaan fisik tanda vital tekanan darah 190/100 mmHg, denyut nadi 90×/menit, laju pernapasan 20×/menit. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,9 g/dl. Pemeriksaan penunjang awal untuk menegakkan diagnosa?
Globulin
BUN/kreatinin
Albumin
Gamma GT
SGOT/SGPT
Ny. Rabiah, 54 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan tidak dapat BAK selama 2 hari. Keluhan disertai mual, muntah, lemas, dan kedua tungkai edema. Setelah dipasang kateter keluar urin 50 cc. Konjungtiva anemis (+), TD 100/70 mmHg, HR 80×/menit, RR 28×/menit, T 37,5°C. Pemeriksaan lab: HB 5 g/dl, GDS 300 mg/dl, Ureum 180 mg/dl, Kreatinin 8 mg/dl, Asam Urat 10 mg/dl. Bagaimana terapinya?
Dialisis
Alopurinol oral
Metformin oral
Inj. Furosemide
Insulin
Wanita usia 70 tahun, dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran sejak 2 jam sebelumnya. Pasien riwayat mual muntah sudah 3 hari. Pemeriksaan fisik: GCS 3-4-5, TB 150 cm, BB 48 kg, TD 130/80, nadi 124 ×/menit reguler isi kurang, RR 30 ×/menit dalam, T 36°C. Ronki basah di kedua lapang paru, peristaltik meningkat, turgor kurang, akral dingin, edema di kedua tungkai. Pemeriksaan laboratorium Hb 8,2; leukosit 11.000; hematokrit 52; trombosit 364.000; ureum 210 mg/dl; kreatinin 5,4 mg/dl. Diagnosis yang paling mungkin adalah?
Ensefalopati uremikum
Chronic kidney disease
Acute kidney injury
Acute renal failure
Sindroma nefritik
Wanita usia 70 tahun, dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran sejak 2 jam sebelumnya. Pasien riwayat mual muntah sudah 3 hari. Pemeriksaan fisik: GCS E3V4M5, TB 150 cm, BB 48 kg, TD 130/80 mmHg, nadi 124 ×/menit reguler isi kurang, RR 30 ×/menit cepat dan dalam, T 36°C. Ronki basah di kedua lapang paru, peristaltik meningkat, turgor kurang, akral dingin, edema di kedua tungkai. Pemeriksaan laboratorium Hb 8,2 gr/dl; leukosit 11.000; hematokrit 52; trombosit 364.000; ureum 210 mg/dl; kreatinin 8,4 mg/dl. Apakah penyebab keluhan yang muncul pada pasien?
Sindrom overload cairan
Hiperkreatinin
Anemia berat
Toksiknya urem ke otak
Sindrom gagal nafas
Laki-laki, usia 66 tahun, diantar keluarganya ke IGD karena tidak sadar sejak 2 hari. Riwayat sebelumnya pasien sesak dan BAK sedikit-sedikit sejak 2 minggu lalu. Pasien memiliki riwayat DM dan HT sejak ±12 tahun lalu. Pemeriksaan fisik GCS E2V2M4; TD 160/90 mmHg; nadi 100×/menit; RR 30×/menit; ronki kasar (+) di kedua lapang paru; edema tungkai (+) minimal. Pemeriksaan lab Hb 8,2 g/dl; leukosit 7100; trombosit 200.000; Ht 27%; ureum 210 mg/dl; kreatinin 6,9 mg/dl. Tata laksana yang paling tepat untuk pasien adalah?
Mengatasi edema paru dengan loop diuretik IV
Menurunkan tekanan darah dengan diltiazem IV
Mengatasi anemia dengan transfusi PRC
Mengatasi hiperuremia dengan hemodialisis
Memperbaiki kesadaran dengan rehidrasi RL
Seorang laki-laki usia 63 tahun diantar ke UGD RS dengan keluhan sesak nafas yang makin memberat. Keluarga pasien mengaku BAK pasien sedikit sekali dan sering gatal di seluruh tubuh. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 180/110 mmHg, HR 100×/menit, RR 30×/menit, konjungtiva anemis, didapatkan edema tungkai kanan kiri, rhonki di kedua basal paru. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6,6 g/dL, Hct 19,6%, MCV 83 fl, MCH 28,1 pg, leukosit 11.100/µL, trombosit 188.000/µL, ureum 236 mg/dL, kreatinin 14 mg/dL, natrium 136, kalium 4,2. Tata laksana awal yang tepat pada pasien tersebut?
Kombinasi insulin dan dextrose intravena untuk menurunkan kalium
Nebuliz er beta adrenergik untuk mengurangi sesak
Hemodialisa untuk mengatasi sindrom uremikum
Diuretik untuk mengatasi overload cairan
ACE inhibitor untuk menurunkan tekanan darah
Seorang pria 52 tahun datang dengan keluhan sesak sejak 2 hari. Pasien tidak bisa BAK sama sekali disertai bengkak kedua tungkai. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus dan hipertensi sejak 8 tahun yang lalu tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 180/100 mmHg, HR 120×/menit, RR 32×/menit, suhu 37,3°C. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan ureum 320 mg/dL, kreatinin 12 mg/dL, GFR <15, Hb 7,8 gr/dL. Terapi untuk mengatasi anemia pada pasien ini adalah…
Hemodialisa
CAPD
Sulfas ferosus dosis tinggi
Eritropoietin
Spironolakton
Tn. Eko 35 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri pada tengkuk. Keluhan dialami sejak 2 tahun ini. Keluhan dirasakan memberat ketika beraktivitas berat dan berkurang ketika istirahat. Riwayat trauma (-). Riwayat merokok sejak 20 tahun yang lalu (+). Dari pemeriksaan tanda vital dijumpai TD 150/90 mmHg, nadi 90 kali/menit, frekuensi nafas 20 kali/menit, suhu 37°C. Status generalisata dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang KGDS 120 mg/dl, profil lipid dalam batas normal. EKG dalam batas normal. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Tension type headache
Cluster headache
Hipertensi esensial
Meningitis
Ensefalitis
Seorang wanita berumur 50 tahun dengan riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang tidak terkontrol. Pasien kadang-kadang minum obat thiazide atau beta bloker, datang ke poliklinik untuk pemeriksaan kesehatan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 157 cm, berat badan 72 kg dan tekanan darah 170/100 mmHg. Terdapat kardiomegali. Apakah klasifikasi diagnosis berdasarkan JNC VII yang paling tepat?
Prehipertensi
Hipertensi stadium 1
Hipertensi stadium 2
Hipertensi stadium 3
Hipertensi sistolik terisolasi
Pria 35 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri pada tengkuk. Keluhan dialami sejak 2 tahun ini. Keluhan dirasakan semakin memberat ketika beraktivitas berat dan berkurang ketika istirahat. Riwayat trauma (-). Riwayat merokok sejak 20 tahun yang lalu (+). Dari pemeriksaan tanda vital dijumpai TD 150/90 mmHg, nadi 90 kali/menit, frekuensi nafas 20 kali/menit, suhu 37°C. Status generalisata dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang KGDS 110 mg/dl, profil lipid dalam batas normal. EKG dalam batas normal. Apakah terapi yang tepat untuk kasus tersebut?
B-Blocker
HCT
Amlodipin
Seorang laki-laki usia 40 tahun datang dengan keluhan nyeri pada tengkuk leher sejak 3 hari lalu. Hasil pemeriksaan tekanan darah 150/90 mmHg telah terkonfirmasi sebanyak empat kali pada waktu kontrol yang berbeda. Tatalaksana yang paling tepat untuk pasien ini adalah?
Amlodipin
Bisoprolol
Isosorbid Dinitrat
Spironolakton
Verapamil
Pasien laki-laki usia 50 tahun datang untuk cek rutin diabetes. Ia didiagnosis DM tipe 2 dan hiperlipidemia, serta mengonsumsi glibenklamid, metformin, asam salisilat, dan simvastatin. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg , gula darah puasa 122 mg/dL , dan 2 jam postprandial 188 mg/dL . Obat hipertensi manakah yang terbaik diberikan untuk pasien?
Captopril
Nifedipin
Amlodipin
Bisoprolol
Furosemid
Wanita G3P1A0 usia 40 tahun, hamil 30 minggu, datang memeriksakan kehamilan. Tanda vital lain normal kecuali tekanan darah 150/90 mmHg . Tidak ada riwayat hipertensi sebelumnya. Obat yang tepat untuk diberikan pada pasien?
Atenolol
HCT
Losartan
Nifedipine
Propranolol
Seorang laki-laki usia 40 tahun kontrol hipertensi mengeluhkan batuk kering. Tekanan darah 150/90 mmHg , nadi 85 x/menit, RR 18 x/menit, afebris. Tidak didapatkan rhonki maupun wheezing. Obat antihipertensi apakah yang paling mungkin menyebabkan keluhan pasien?
Amlodipin
Bisoprolol
Isosorbid Dinitrat
Lisinopril
Diltiazem
Laki-laki usia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mudah lelah. Riwayat hipertensi 15 tahun namun tidak pernah kontrol dan hanya minum obat herbal. Tanda vital: TD 170/90 mmHg , RR 20 x/menit, nadi 90 x/menit, suhu 36,5 C. EKG memberi kesan pembesaran jantung. Tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah?
Tiazid
ACE-inhibitor
Diuretik loop
Beta bloker
Alfa bloker
Laki-laki usia 65 tahun datang dengan bengkak di kedua kaki. Riwayat DM dan hipertensi. Pemeriksaan fisik: BB 68 kg, TD 160/90 mmHg , edema pitting tungkai; laboratorium: gula darah 110 mg/dL , Hb 7,2 g/dL , ureum 70 mg/dL , kreatinin 3,6 mg/dL . Obat antihipertensi yang paling sesuai diberikan adalah?
Furosemid
Klonidin
Tiazid
Telmisartan
Spironolakton
Laki-laki usia 45 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas yang memberat saat bekerja dan mereda saat istirahat. Riwayat hipertensi 5 tahun. Pemeriksaan: TD 160/90 mmHg , nadi 100 x/menit, RR 20 x/menit; tidak ada rhonki/wheezing, namun terdapat edema di kedua tungkai. Obat hipertensi yang disarankan untuk pasien ini adalah?
Amlodipin
Nicardipin
Furosemid
Bisoprolol
Diltiazem
Laki-laki usia 50 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri menjalar ke lengan atas sejak tadi malam. Riwayat hipertensi lama. Saat ini pasien mengeluh nyeri pada daerah jari kaki yang tampak merah. Pemeriksaan: TD 160/90 mmHg , HR 88 x/menit, RR 18 x/menit, T 37 C. Obat antihipertensi yang dapat memperparah keluhan tersebut adalah?
Valsartan
Hidroklorotiazid
Captopril
Nifedipin
Propranolol
Tn. A usia 44 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Tidak ada nyeri dada, riwayat DM dan hipertensi disangkal. Tanda vital: TD 160/90 mmHg , HR 110 x/menit ireguler, RR 24 x/menit, suhu 37 C. Obat anti-hipertensi apakah yang dianjurkan untuk dikombinasikan dengan diuretik?
Captopril
Propranolol
Valsartan
Verapamil
Tiazid
Laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan lemas badan sejak 2 bulan. Riwayat hipertensi dan DM 5 tahun. Pemeriksaan fisik: TD 140/90 mmHg , nadi 90 x/menit, RR 20 x/menit. Laboratorium: GDP 120 mg/dL , GDPP 250 mg/dL , ureum 70 mg/dL , kreatinin 1,9 mg/dL . Obat antihipertensi yang paling tepat pada pasien ini adalah?
Propranolol
Bisoprolol
Diltiazem
Kandesartan
Hidroklorotiazid
Laki-laki usia 40 tahun datang dengan keluhan leher terasa tegang. Pasien menderita hipertensi selama 1 tahun dan asma sejak kecil. Pemeriksaan fisik TD 160/90 mmHg . Obat anti hipertensi yang kontraindikasi untuk pasien ini adalah?
Beta blocker
ACE inhibitor
Calcium channel blocker
HCT
Angiotensin receptor blocker
Seorang perempuan 70 tahun datang kontrol tanpa keluhan. Riwayat hipertensi dan diabetes sejak 5 tahun, menggunakan satu obat antihipertensi dan obat antidiabetes oral. Pemeriksaan fisik: tekanan darah 170/90 mmHg , nadi 80 x/menit, respirasi 16 x/menit, afebris. Target tekanan darah pasien menurut JNC VIII adalah?
<140/80 mmHg
<140/90 mmHg
<150/90 mmHg
<120/80 mmHg
<160/90 mmHg
Pasien laki-laki usia 55 tahun datang dengan nyeri pada tengkuk disertai nyeri kepala dan dada. Riwayat hipertensi ada. Biasanya tekanan darah 150/90 mmHg , namun saat ini TD 220/110 mmHg , HR 90 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 36,5 C. Pemeriksaan fisik menunjukkan rhonki pada basal paru. Diagnosis paling tepat adalah?
Pre-hipertensi
Hipertensi grade 1
Hipertensi grade 2
Hipertensi emergensi
Hipertensi urgensi
Pria 35 tahun datang karena nyeri berat pada tengkuk sejak 2 tahun, memberat saat aktivitas dan berkurang ketika istirahat. Tidak ada riwayat trauma. Perokok sejak 20 tahun. Tanda vital: TD 190/110 mmHg , nadi 90 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 37 C. Status generalis dalam batas normal, pemeriksaan penunjang: KGDS 110 mg/dL , profil lipid normal, EKG normal. Terapi paling tepat untuk kasus ini adalah?
Pre-hipertensi
Hipertensi grade 1
Hipertensi grade 2
Hipertensi emergensi
Hipertensi urgensi
Laki-laki 62 tahun datang dengan sesak napas sejak beberapa jam terakhir, bahkan saat istirahat. Diketahui DM tidak terkontrol selama 15 tahun. Pemeriksaan fisik: TD 220/120 mmHg , nadi 120 x/menit, RR 40 x/menit, ronki di seluruh lapangan paru. Diagnosis pada pasien ini adalah?
Hipertensi urgensi + edema paru kardiogenik
Hipertensi urgensi + gagal jantung kiri
Hipertensi emergensi + edema paru kardiogenik
Hipertensi emergensi + gagal jantung kiri
Hipertensi emergensi + syok kardiogenik
Perempuan 60 tahun datang dengan keluhan utama mendadak nyeri kepala dan pandangan buram. Riwayat hipertensi dan kolesterol. Pemeriksaan fisik: TD 210/130 mmHg , nadi 86 x/menit, RR 18 x/menit. Tatalaksana yang tepat adalah?
Nicardipin intravena
ISDN intravena
Captopril sublingual
Amlodipin oral
Valsartan oral
