Font size
WorksheetsObstetri 1
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Seorang wanita G1P0A0 datang ke poli kebidanan untuk pemeriksaan ANC. Pada pemeriksaan didapatkan panjang TFU 28 cm. Berapakah perkiraan usia kehamilan?
12-14 minggu
16-18 minggu
20-22 minggu
32-34 minggu
36-38 minggu
Seorang wanita G3P2A0 datang ke poli kebidanan untuk pemeriksaan ANC. Dari hasil anamnesis diketahui HPHT wanita tersebut 01 02 2020 dengan siklus menstruasi 28 hari. Kapankah taksiran tanggal persalinan wanita tersebut?
08-11-2020
08-11-2021
04-09-2020
04-09-2021
04-11-2021
Seorang wanita G2P1A0 datang ke poli kebidanan untuk pemeriksaan ANC. Dari hasil anamnesis diketahui HPHT wanita tersebut 07 07 2020 dengan siklus menstruasi 30 hari. Kapankah taksiran tanggal persalinan wanita tersebut?
14-04-2021
15-04-2021
16-04-2021
17-04-2021
18-04-2021
Seorang wanita G4P3A0 datang dengan keluhan mules mules ingin melahirkan, dari anamnesis diketahui 15 menit yang lalu keluar cairan bercampur darah. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 3 cm. Diagnosis ibu saat ini adalah?
kala 1 fase laten
kala 1 fase akselerasi
kala 1 fase dilatasi maksimal
kala 2
kala 3
Seorang wanita G4P3A0 datang dengan keluhan mules-mules ingin melahirkan, dari anamnesis diketahui 5 jam yang lalu keluar cairan bercampur darah. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 10 cm dan kepala janin telah menonjol di introitus vagina. Diagnosis ibu saat ini adalah?
kala 1 fase deselerasi
kala 1 fase akselerasi
kala 1 fase dilatasi maksimal
kala 2
kala 3
Seorang wanita G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke klinik dokter umum karena ingin melahirkan. Pada pemeriksaan didapatkan his 3-4x/10 menit dengan durasi 40 detik, ketuban sudah pecah, CPD (+) dan molase + 3, TTV ibu dalam batas normal, djj janin 150x/menit. Tatalaksana yang tepat adalah?
Pimpin persalinan
Injeksi oksitosin
Pemberian tokolitik
Rujuk untuk SC
Observasi
Seorang wanita G3P2A0 usia kehamilan 37 minggu datang ke klinik dokter umum karena ingin melahirkan. Pada pemeriksaan didapatkan his 3-4x/10 menit dengan durasi 40 detik, ketuban sudah pecah. Pada pemeriksaan dalam didapati pembukaan 3 cm. 2 jam berikutnya dilakukan pemeriksaan ulang dan didapati pembukaan 5 cm. TTV ibu dalam batas normal, djj janin 140x/menit. Tatalaksana yang sesuai adalah?
Pimpin persalinan
Injeksi oksitosin
Pemberian tokolitik
Rujuk untuk SC
Observasi
Seorang wanita G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke klinik dokter umum karena ingin melahirkan. Pada pemeriksaan didapatkan his 2x/10 menit dengan durasi 20 detik, ketuban sudah pecah. Pada pemeriksaan dalam didapati pembukaan 3 cm. 2 jam berikutnya dilakukan pemeriksaan ulang dan didapati pembukaan tetap 3 cm. molase (-). TTV ibu dalam batas normal, djj janin 140x/menit. Tatalaksana yang sesuai adalah?
Pimpin persalinan
Injeksi oksitosin
Pemberian tokolitik
Rujuk untuk SC
Observasi
Seorang wanita G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke klinik dokter umum karena ingin melahirkan. Pada pemeriksaan didapatkan his 1x/30 menit dengan durasi 20 detik, ketuban sudah pecah. Pada pemeriksaan dalam didapati pembukaan 1 cm. 2 jam berikutnya dilakukan pemeriksaan ulang dan didapati pembukaan tetap 2 cm. Penyebab lamanya pembukaan pada wanita tersebut adalah?
Inersia uteri primer
Inersia uteri sekunder
Atonia uteri
CPD
Ruptur uteri
Seorang wanita G1P0A0 usia kehamilan 37 minggu datang ke klinik dokter umum karena ingin melahirkan. Pada pemeriksaan didapatkan his 4x/10 menit dengan durasi 35 detik, ketuban sudah pecah. Pada pemeriksaan dalam didapati pembukaan 10 cm. Janin sudah berada di hodge 3 dengan presentasi belakang kepala. Saat dokter memimpin persalinan selama 30 menit, janin belum juga lahir. Ibu tampak sangat kelelahan dan tidak sanggup lagi untuk mengejan. Apakah tatalaksana yang tepat?
Injeksi oksitosin
Penggunaan alat bantu forcep
Penggunaan alat bantu vakum
Masase uterus
Sectio cecarea
Seorang wanita G1P0A0 usia kehamilan 24 minggu datang dengan keluhan sakit kepala dan pusing. Saat diperiksa dokter, pasien memiliki TD 160/110 mmHg, pasien mengaku tidak pernah memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan protein urin didapatkan hasil +3. Diagnosis pasien adalah?
Preeklampsia
Eklampsia
Hipertensi gestational
Hipertensi kronik
Superimposed preeklampsia
Seorang wanita hamil 18 minggu datang dengan keluhan sakit kepala dan pusing. Saat diperiksa dokter, pasien memiliki TD 140/110 mmHg, pasien mengaku memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan protein urin didapatkan hasil positif. Diagnosis pasien adalah?
Preeklampsia
Eklampsia
Hipertensi gestational
Hipertensi kronik
Superimposed preeklampsia
Seorang wanita hamil 28 minggu datang dengan keluhan sakit kepala hebat dan pusing. Saat diperiksa dokter, pasien memiliki TD 160/110 mmHg, pasien mengaku tidak pernah memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan protein urin didapatkan hasil +3. Tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah?
Bed rest dan diet rendah garam
Metildopa
Nifedipine
Nifedipine dan MgSO4
observasi
Seorang wanita hamil 24 minggu datang dengan tekanan darah tinggi. Saat diperiksa dokter, pasien memiliki TD 130/100 mmHg, pasien mengaku tidak pernah memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan protein urin didapatkan hasil negatif. Tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah?
Bed rest dan diet rendah garam
Metildopa
Nifedipine
Nifedipine dan MgSO4
observasi
Seorang wanita hamil 28 minggu datang dengan keluhan sakit kepala hebat dan pusing. Saat diperiksa dokter, pasien memiliki TD 160/110 mmHg, pasien mengaku tidak pernah memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan protein urin didapatkan hasil +3. Tidak berapa lama setelah diperiksa, pasien mengalami serangan kejang. Tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah?
MgSO4 IV
Diazepam IV
Fenitoin IV
Fenobarbital IV
Nifedipine IV
Seorang wanita G1P0A0 kehamilan 12 minggu datang dengan keluhan muntah hebat. Pasien sebelumnya adalah pegawai bank, dan karena sakitnya maka pasien memutuskan untuk mengambil cuti. Pada pemeriksaan didapatkan TFU setinggi simfisis pubis, mata pasien cekung, lidah kering, pemeriksaan urin menunjukkan keton +, protein -. Diagnosis pasien adalah?
Emesis gravidarum
Hiperemesis gravidarum grade 1
Hiperemesis gravidarum grade 2
Hiperemesis gravidarum grade 3
Hiperemesis gravidarum grade 4
Seorang wanita G1P0A0 kehamilan 12 minggu datang dengan penurunan kesadaran. Pasien memiliki riwayat muntah muntah yang hebat. Pasien sebelumnya adalah pegawai bank, dan karena sakitnya maka pasien memutuskan untuk mengambil cuti. Pada pemeriksaan didapatkan TFU setinggi simfisis pubis, mata pasien cekung, lidah kering, pemeriksaan urin menunjukkan keton +, protein -. TD 90/60, HR 104 x/menit, RR 28x/menit, T 37 C. Tatalaksana awal yang tepat adalah?
Pemasangan infus
Injeksi doksilamin
Injeksi metoklopramid
Injeksi oksitosin
Rujuk
Seorang wanita G1P0A0 kehamilan 12 minggu datang ke poli kebidanan untuk pemeriksaan ANC. Dari hasil anamnesis didapatkan pasien mengalami mual dan muntah tapi tidak mengganggu aktivitas. Suplementasi yang sebaiknya dihindari untuk diberikan adalah?
Zink
Kalsium
Vitamin B6
Vitamin B9
Zat besi
Seorang wanita G1P0A0 kehamilan 12 minggu datang dengan keluhan muntah hebat. Pasien sebelumnya adalah pegawai bank, dan karena sakitnya maka pasien memutuskan untuk mengambil cuti. Pada pemeriksaan didapatkan TFU setinggi simfisis pubis, mata pasien cekung, lidah kering, pemeriksaan urin menunjukkan keton +, protein -. TTV masih dalam batas normal. Tatalaksana yang tepat adalah?
Pemasangan infus
Doksilamin
Metoklopramid
Oksitosin
Sulfat ferrosus
Seorang wanita G2P1A0 hamil 8 minggu datang untuk pemeriksaan ANC. Diketahui anak sebelumnya mengalami spina bifida. Dokter bermaksud untuk memberikan suplementasi. Suplemen yang sesuai adalah?
Asam folat 0,4 mg
Asam folat 4 mg
Sulfat ferrosus 100 mg
Sulfat ferrosus 200 mg
Zinc 10 mg
Wanita G3P2A0 datang karena ingin melahirkan. Riwayat keluar lendir bercampur darah dijumpai 6 jam yang lalu. Saat ini didapati TTV ibu dalam batas normal, pada pemeriksaan dalam diperoleh pembukaan lengkap, ketuban sudah pecah dan kontraksi adekuat. Ibu saat sudah merasakan mulas-mulas ingin mengejan. Tatalaksana yang tepat adalah?
Observasi
Injeksi oksitosin
Memimpin persalinan
Injeksi tokolitik
Sectio caesarea
Seorang wanita G1P0A0 datang untuk pemeriksaan ANC, didapatkan TFU setentang umbilikus. Perkiraan usia kehamilan wanita tersebut adalah?
12 – 14 minggu
16 – 18 minggu
22 – 24 minggu
28 – 30 minggu
32 – 34 minggu
Seorang wanita G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke klinik dokter umum karena ingin melahirkan. Pada pemeriksaan didapatkan his 4×/10 menit dengan durasi 40 detik, ketuban sudah pecah. Pada pemeriksaan dalam didapati pembukaan 10 cm, janin sudah berada di hodge 4 dengan presentasi UUK. Saat dokter memimpin persalinan selama 20 menit, janin belum juga lahir. Ibu tampak kelelahan tetapi masih sanggup untuk mengejan. Apakah tatalaksana yang tepat?
Pimpin persalinan
Ekstraksi forcep
Ekstraksi vakum
Injeksi oksitosin
Sectio caesarea
Seorang wanita hamil 28 minggu datang untuk pemeriksaan ANC. Saat diperiksa dokter, pasien memiliki TD 140/100 mmHg, pasien mengaku tidak pernah memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan protein urin didapatkan hasil +1 . Dokter ingin meresepkan tambahan suplemen. Suplementasi yang sesuai adalah?
Zink
Kalsium
Vitamin B6
Vitamin B9
Zat besi
Seorang wanita G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke klinik dokter umum karena ingin melahirkan. Pada pemeriksaan dalam didapati pembukaan 6 cm dan ketuban sudah pecah. 2 jam berikutnya dilakukan pemeriksaan ulang dan didapati pembukaan tetap 6 cm. Diagnosis pasien adalah?
Prolonged latent phase
Prolonged active phase
Arrest of dilatation
Arrest of descent
Prolonged second phase
Seorang wanita G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu datang ke klinik dokter umum karena ingin melahirkan. Pada pemeriksaan didapatkan his 4×/10 menit dengan durasi 40 detik, ketuban sudah pecah. Pada pemeriksaan dalam didapati pembukaan 7 cm, janin sudah berada di hodge 3 dengan presentasi UUK. Diagnosis pasien adalah?
Partus macet
Partus prematur
Partus normal
Ketuban pecah dini
Partus memanjang
Seorang wanita 25 tahun hamil 18 minggu mengalami perdarahan ± 5 hari yang lalu. Pasien merasa kesakitan dan demam. 3 hari yang lalu ia mengaku datang ke dukun dan diberi obat yang dimasukkan ke vagina. Pada pemeriksaan didapatkan suhu 39,0∘ C, gumpalan jaringan ( + ), bau ( + ), ostium terbuka. Diagnosis pasien ini adalah?
Abortus imminens
Abortus insipien
Abortus inkomplet
Abortus komplet
Abortus septik
Wanita 25 tahun dengan G1P0Ab0 dengan mengaku usia kehamilan 12 minggu. Pasien mengaku ukuran perutnya semakin lama semakin mengecil. Hasil USG menyatakan tidak ada aktivitas jantung dengan perkiraan usia kehamilan 10 minggu. Apa diagnosanya?
Missed abortion
Abortus komplitus
Abortus inkomplitus
Abortus incipien
Abortus imminen
Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/70 mmHg, nadi 110× /mnt, frek nafas 24× /mnt. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek, teraba massa pada daerah adneksa kanan, Cavum Douglas menonjol dan didapatkan nyeri goyang servik. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Abortus insipien
Abortus imminens
Kehamilan ektopik terganggu
Torsi kista ovarium
Penyakit inflamasi pelvis
Seorang wanita G3P0A2 hamil 20 minggu datang ke IGD karena perdarahan dari jalan lahir. Pada pemeriksaan dalam didapatkan gumpalan jaringan di OUE dan OUE dalam keadaan terbuka. TTV wanita tersebut masih dalam batas normal. Diagnosis yang tepat adalah?
Missed abortion
Abortus komplitus
Abortus inkomplitus
Abortus insipien
Abortus habitualis
Seorang wanita G2P1A0 kehamilan 16 minggu datang ke IGD dengan keluhan keluar bercak-bercak darah dari jalan lahir. Pada pemeriksaan dalam didapatkan OUE tertutup, dan tidak dijumpai jaringan. DJJ janin ( + ). Tatalaksana yang tepat adalah?
Bed rest dan observasi
Kuretase tajam
Kuretase vakum
Induksi dengan oksitosin
Sectio caesarea
Seorang wanita G3P2A0 dengan usia kehamilan 30 minggu datang ke IGD dengan keluhan keluar cairan bening dari jalan lahir. Pada pemeriksaan didapatkan adanya his 3×/10 menit dengan durasi 30 detik. Pada pemeriksaan dalam didapati adanya pembukaan 2 cm. TTV ibu dalam batas normal. DJJ janin 130× /menit. Tatalaksana yang tepat adalah?
Pimpin persalinan dan observasi
Tokolitik dan pemberian pematangan paru
Injeksi oksitosin dan observasi
Sectio caesarea
Kuretase tajam
Seorang perempuan 25 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan sesak napas disertai suara napas berbunyi sejak 1 jam yang lalu. Keluhan sesak dirasakan setiap bulan sejak hamil. Pasien dengan G1P0A0, umur kehamilan 32 minggu, janin dalam keadaan sehat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mmHg, denyut nadi 80× /mnt, frekuensi napas 32× /mnt, wheezing, ekspirasi memanjang. Pasien kemudian dikonsulkan ke dokter obgyn dan diperkirakan akan terjadi persalinan dini. Apa obat yang diberikan untuk mencegah efek buruk dari persalinan dini?
Dexametason
Prednison
Methilprednisolon
Fludrokortison
Hidrokortison
Wanita G2P1A0 datang ke dokter dengan keluhan mual muntah hebat. Berdasarkan hasil anamnesis didapatkan usia kehamilan 16 minggu. Pasien juga memiliki riwayat keluar bercak darah dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan TFU setinggi umbilikus. Kemungkinan diagnosa pasien tersebut adalah?
Abortus
Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik terganggu
Mola hidatidosa komplit
Mola hidatidosa parsial
Seorang wanita G1P0A0 datang ke dokter karena ingin memeriksakan kehamilan. Pasien sering kali mengalami muntah-muntah dan pada pemeriksaan USG didapatkan gambaran snow storm. Diagnosa pasien tersebut adalah?
Abortus
Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik terganggu
Mola hidatidosa komplit
Mola hidatidosa parsial
Seorang wanita G3P2A0 dengan usia kehamilan 30 minggu datang ke dokter karena keluar darah dari jalan lahir. Dari anamnesa diketahui darah berwarna merah kehitaman dan pasien memiliki riwayat jatuh terduduk dari tangga. Pasien tampak sangat kesakitan, pada pemeriksaan fisik dijumpai abdomen tegang. Diagnosis pasien adalah?
Plasenta previa
Solutio plasenta
Ruptur uteri
Vasa previa
Kehamilan ektopik terganggu
Seorang wanita G2P0A1 hamil 25 minggu datang ke dokter karena keluar darah dari jalan lahir pada saat pagi hari sehabis bangun tidur. Dari anamnesa darah yang keluar sekitar 100 cc berwarna merah segar. Pasien tidak merasakan nyeri dan tidak memiliki riwayat trauma. Diagnosis pasien adalah?
Plasenta previa
Solutio plasenta
Ruptur uteri
Vasa previa
Kehamilan ektopik terganggu
Seorang wanita G3P2A0 hamil 34 minggu datang ke dokter dengan keluhan nyeri perut hebat. Pasien mengatakan nyeri terjadi setelah pasien dikusuk di daerah perutnya. Pada pemeriksaan dijumpai bundle ring sign ( + ). Diagnosis pasien adalah?
Plasenta previa
Solutio plasenta
Ruptur uteri
Vasa previa
Kehamilan ektopik terganggu
Seorang wanita baru saja melahirkan 1 jam yang lalu. Hingga saat ini masih terjadi perdarahan dari jalan lahir. Pada pemeriksaan, ibu tampak lemah, perdarahan aktif, TD 90/70 , HR 98× /menit, RR 22× /menit, T 37∘ C, TFU setinggi umbilikus dengan kontraksi lemah. Plasenta sudah lahir lengkap dan tidak dijumpai robekan jalan lahir. Diagnosis pasien adalah?
Atonia uteri
Retensio plasenta
Laserasi jalan lahir
Inversio uteri
Koagulopati
Seorang wanita datang ke IGD setelah melahirkan di bidan 45 menit yang lalu. Pasien dibawa karena masih terjadi perdarahan. Pada pemeriksaan didapatkan perdarahan aktif, TFU 2 jari di atas umbilikus, kontraksi adekuat, janin telah lahir dan tali pusat sudah terpotong. Tidak dijumpai laserasi jalan lahir. Plasenta belum lahir. Kemungkinan diagnosa pasien adalah?
Atonia uteri
Retensio plasenta
Laserasi perineum
Inversio uteri
Endometritis
Seorang wanita datang ke dokter dengan keluhan terdapat massa yang keluar dari jalan lahir. Dari anamnesis diketahui pasien baru saja melahirkan 30 menit yang lalu. Pada pemeriksaan dalam didapatkan massa dengan permukaan kasar yang keluar dari portio, perdarahan (+). Kemungkinan diagnosa pasien adalah?
Atonia uteri
Retensio plasenta
Laserasi perineum
Inversio uteri
Endometritis
Seorang wanita datang ke IGD dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir. Pasien baru saja melahirkan 1 jam yang lalu. Dari hasil pemeriksaan dijumpai TFU setinggi umbilikus, kontraksi adekuat, plasenta lahir lengkap, pada pemeriksaan dijumpai robekan di antara vagina dengan anus sampai ke sfingter ani eksterna namun kurang dari 50%. Diagnosa pasien adalah?
Laserasi perineum grade 2
Laserasi perineum grade 3A
Laserasi perineum grade 3B
Laserasi perineum grade 3C
Laserasi perineum grade 4
Seorang wanita G2P1A0 hamil 30 minggu datang ke dokter dengan keluhan keluar cairan bening dari jalan lahir. Dari hasil pemeriksaan dijumpai tinggi TFU 2 jari di atas umbilikus, tidak ada riwayat trauma, kontraksi tidak dijumpai. Hasil uji lakmus menunjukkan hasil (+). Tatalaksana pasien yang tepat adalah?
Induksi persalinan dengan oksitosin
Observasi dan tirah baring
Antibiotik dan pematangan paru
Pemberian tokolitik
Sectio caesarea
Seorang wanita dibawa ke IGD karena bayi belum dapat lahir sejak 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan didapati ibu tampak lemah, his adekuat, tanda vital masih dalam batas normal, turtle sign (+). Diagnosa yang tepat adalah?
Cephalopelvic disproportion
Distosia bahu
Laserasi perineum
Atonia uteri
Inersia uteri
Seorang wanita dibawa ke IGD karena keluar tali pusat sebelum janin lahir. Dari pemeriksaan didapatkan pulsasi (+), selaput ketuban masih utuh, DJJ 160×/menit. Tatalaksana awal yang tepat adalah?
Posisi trendelenburg
Induksi persalinan
Pemasangan infus
Manuver McRoberts
Sectio caesarea
Wanita usia 41 tahun, G6P6A0 dibawa bidan ke IGD RS dalam keadaan syok setelah melahirkan 4 jam yang lalu, dengan perdarahan yang tidak dapat berhenti. Menurut bidan yang mengantar, wanita tersebut melahirkan dengan kala I dan kala II yang memanjang dan akhirnya dibantu dengan forseps. Lahir bayi laki-laki 3950 gram cukup bulan Apgar score 6/7. Menurut bidan, ia juga tidak pasti apakah plasenta telah lahir lengkap atau belum. Dari pemeriksaan dijumpai TD 90/50 mmHg, HR 126×/i, kontraksi uterus teraba lunak, perdarahan mengalir dari jalan lahir. Kemungkinan penyebab perdarahan adalah?
Ruptur uteri
Laserasi jalan lahir
Atonia uteri
Plasenta accreta
Solusio plasenta
Seorang wanita datang ke tempat praktik, dia menyatakan bahwa tanggal 9 Juli 2010 adalah hari pertama haid terakhir, haid berakhir tanggal 16 Juli 2010. Setelah itu tidak pernah haid lagi. Siklus menstruasinya 28 hari. Kapan tanggal perkiraan lahirnya?
16 April 2011
16 Maret 2011
16 Juni 2001
23 April 2011
12 April 2011
Seorang perempuan 20 tahun G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut bagian bawah teratur setiap 3–4 menit selama 60 detik. Pada pemeriksaan dalam: pembukaan 3 cm, pendataran 90%, ketuban utuh. DJJ 144–153×/menit, satu jam berikutnya pada pemeriksaan dalam: pembukaan 5 cm, ketuban pecah, air ketuban berwarna jernih. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat?
Pimpin mengejan
Beri induksi persalinan dengan oksitosin
Melakukan epidural anestesi untuk mengurangi rasa nyeri
Tidak dilakukan intervensi, kemajuan persalinan normal
Dilakukan SC karena kemajuan persalinan tidak adekuat
Wanita, 31 tahun, G3P1A1, sejak 2 hari yang lalu mengalami perdarahan pervaginam. Ini merupakan perdarahan yang ketiga kalinya dalam kehamilan ini. TTV dalam batas normal, tidak ada nyeri, tidak ada riwayat trauma, pasien tidak anemis. Pada pemeriksaan obstetri TFU sesuai umur kehamilan 32–34 minggu, tampak darah merembes dari OUE, ostium tertutup. Yang menyebabkan perdarahan adalah?
Merupakan tanda-tanda kematian janin
Tali pusat yang terputus
Terbentuknya plasenta di bagian terbawah rahim
Robeknya plasenta di tempat menempelnya
Terbentuknya kantung gestasi tanpa mudigah
Seorang perempuan berusia 26 tahun G2P1A0. Hamil 18 minggu diantar ke IGD RS dengan keluhan perdarahan pervaginam sedikit-sedikit sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/60 mmHg, denyut nadi 82×/menit, RR 20×/menit, dan suhu 36,8 °C, tinggi fundus uteri 2 jari di bawah umbilikus, DJJ 120×/menit. Pemeriksaan in spekulo OUE tertutup. Tatalaksana yang sebaiknya dilakukan adalah?
Kuretase sisa konsepsi
Rawat inap dan antibiotik spektrum luas
Istirahat tirah baring
Pemberian magnesium sulfat
Operasi laparotomi darurat
Seorang perempuan 30 tahun P5A0, baru melahirkan bayi laki-laki 3000 gram di Puskesmas. Plasenta dilahirkan spontan tanpa ada kesulitan 15 menit setelah bayi lahir. Dalam 1 jam observasi tampak perdarahan aktif dari vagina. Tanda vital: TD 90/70, HR 115×/i. Pasien tampak pucat, lemah, pada perabaan uterus kontraksi (−), nyeri perut (−). Bagaimanakah penatalaksanaan awal yang paling tepat?
Reposisi uterus
Memberikan oksitosin
Resusitasi cairan
Merujuk pasien ke RS
Kompresi bimanual interna
Seorang wanita usia 20 tahun G1P0A0 merasa hamil 7 bulan datang ke poli untuk pemeriksaan rutin. ANC sebelumnya di bidan 2 kali, terakhir 3 bulan yang lalu. Berat badan sebelum hamil 45 kg, dan tidak ada riwayat penyakit berat sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik ditemui TD 140/90 mmHg, edema ringan pada kedua kaki. Pada pemeriksaan Leopold didapatkan letak anak sungsang TFU 26 cm dan DJJ 142×/menit reguler. Pemeriksaan laboratorium dengan pemanasan urine didapatkan kesan protein 1+. Diagnosis yang tepat adalah?
Hipertensi kronis
Transient hipertensi
Hipertensi esensial
Preeklampsia ringan
Eklampsia
Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/70 mmHg, nadi 110×/menit, frekuensi napas 24×/menit. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek, teraba massa pada daerah adneksa kanan, Cavum Douglas menonjol dan didapatkan nyeri goyang serviks. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Abortus insipien
Abortus imminens
Kehamilan ektopik terganggu
Torsi kista ovarium
Penyakit inflamasi pelvis
Seorang G1P0A0 umur 35 tahun, hamil 40 minggu, datang ke rumah sakit karena sudah dalam persalinan. Pada waktu datang di kamar bersalin, pembukaan serviks 4 cm, dan 4 jam kemudian pembukaan 4 cm. Pada evaluasi 4 jam berikutnya, pembukaan tetap 4 cm, interval his 5–6 menit, lemah dan durasi 10–15 detik. Apakah diagnosis yang paling sesuai pada kasus ini?
Inkoordinasi rahim
Inersia uteri primer
Disproporsi kepala panggul
Inersia uteri sekunder
Obstruksi persalinan
Seorang perempuan 26 tahun G3P2A0 hamil 36 minggu diantar ke kamar bersalin dirujuk karena kejang-kejang sejak 3 jam yang lalu. Tidak ada riwayat kejang sebelumnya. Pada pemeriksaan didapatkan kesadaran somnolen, TD 160/110 mmHg, HR 98×/menit, RR 22×/menit. Pemeriksaan obstetri didapatkan tinggi fundus 32 cm janin presentasi kepala tunggal. Tidak ada his, denyut jantung janin 144×/menit. Pemeriksaan protein urin didapatkan (+++). Apakah penatalaksana yang sesuai?
Diazepam 10 mg IV
Magnesium sulfat 1 gram IV bolus
Magnesium sulfat 4 gram IV bolus
Phenytoin 600 mg IV bolus
Kalsium glukonat 1 gram IV bolus
Wanita 25 tahun G1P0A0 umur kehamilan 34 minggu, datang dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahirnya, bening, tidak berbau. Pemeriksaan tanda vital tidak dijumpai kelainan. Menurut pengakuan pasien ia baru saja pulang dari perjalanan jauh mudik ke kampung halaman. Apakah pemeriksaan yang tepat harus dilakukan?
IVA test
Nitrazin test
Amin test
Pap smear
Shake test
Seorang wanita 34 tahun dirawat di kamar RS dengan G4P3A0, usia kehamilan 39 minggu dengan diabetes melitus gestasional. Pada waktu proses persalinan saat kepala janin lahir, bahu tidak dapat dilahirkan. Pada pemeriksaan tanda vital ibu dan janin normal. Maneuver apakah yang bisa dipakai pada kasus ini?
Maneuver Klasik
Maneuver Ritger
Seorang perempuan G1P0A0, usia 21 tahun dibawa ke puskesmas dengan nyeri perut sejak 2 jam yang lalu. Nyeri hilang timbul makin lama makin kuat. Usia kehamilan 38 minggu. Pada pemeriksaan obstetrik didapatkan denyut jantung janin 140x/menit, kontraksi uterus 3–6x/jam. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan cervix 1 jari. Dilakukan observasi 24 jam tapi pembukaan cervix tidak ada kemajuan. Diagnosis pada pasien ini adalah?
False Labor
Prolonged Latent Phase
Protracted Active Phase
Arrest of Dilatation
Arrest of descent
Pasien hamil 32 minggu datang dengan bengkak di kedua kaki. Pemeriksaan tekanan darah 160/100, protein +2, nyeri kepala dijumpai, mual tidak ada, muntah tidak ada, pandangan kabur tidak ada. Terapi yang harus dilakukan?
MgSO4 + diazepam profilaksis kejang
MgSO4 + Ca glukonas
MgSO4 dan siapkan terminasi kehamilan
MgSO4 + nifedipin
MgSO4 dan istirahat tirah baring
Seorang wanita berumur 29 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan perdarahan banyak dari kemaluan sejak 6 jam yang lalu banyaknya 4 kali ganti pembalut disertai mules pada perut. Pasien mengaku terlambat haid 3 bulan, disertai sering mual muntah dan payudara tegang. Pemeriksaan abdomen didapatkan uterus sebesar kehamilan. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan OUE terbuka, tidak dijumpai jaringan. Apakah diagnosis pada kasus tersebut?
Abortus imminens
Abortus insipien
Kehamilan ektopik
Hiperemesis gravidarum
Mola hidatidosa
Wanita G1P0A0 usia 20 tahun dengan usia kehamilan 30 minggu mengalami perdarahan kehitaman sejak 5 jam yang lalu. TD 100/60 mmHg, nadi 88x/menit, RR 22x/menit, suhu 37,0°C. Pada pemeriksaan perut tegang dan janin tidak teraba. Apakah kemungkinan diagnosisnya?
Plasenta previa
Solusio plasenta
Kehamilan ektopik terganggu
Mola hidatidosa
Abortus inkomplet
Pasien perempuan telah melahirkan 1 jam yang lalu, dijumpai perdarahan dari jalan lahir. Kontraksi uterus baik, dan tidak dijumpai laserasi jalan lahir. Saat diperiksa plasenta tidak lengkap. Kesadaran CM, TD 110/70 mmHg, HR 100x/i, RR 20x/i. Tindakan apa yang harus dilakukan?
Pertahankan jalan napas
Infus NaCl 0,9%
Peregangan tali pusat terkendali
Oksitosin drips
Manual plasenta
Seorang wanita 34 tahun dirawat di kaber RS dengan G4P3A0, usia kehamilan 39 minggu dengan diabetes mellitus gestasional. Pada waktu proses persalinan saat kepala janin lahir, bahu tidak dapat dilahirkan. Pada pemeriksaan tanda vital ibu dan janin normal. Maneuver apakah yang bisa dipakai pada kasus ini?
Maneuver Klasik
Maneuver Ritger
Maneuver Lovset
Maneuver Kristeller
Maneuver McRobert
Seorang perempuan 30 tahun P5A0, baru melahirkan bayi laki-laki 3000 gr di PKM. Plasenta dilahirkan spontan tanpa ada kesulitan 15 menit setelah bayi lahir. Dalam 1 jam observasi tampak perdarahan aktif dari vagina. Tanda vital menunjukkan TD 90/70, HR 115x/i. pasien tampak pucat, lemah, pada perabaan uterus kontraksi (−), nyeri perut (−). Bagaimanakah penatalaksanaan awal yang paling tepat?
Reposisi uterus
Memberikan oksitosin
Resusitasi cairan
Merujuk pasien ke RS
Kompresi bimanual interna
Pasien wanita usia 30 tahun dengan G3P2A0 dan usia kehamilan 40 minggu, datang ke pelayanan primer dengan keluhan mules-mules seperti ingin melahirkan. Dari hasil pemeriksaan dalam yang dilakukan, didapatkan bahwa ketuban masih intak, pembukaan 5 cm. Setelah 5 jam kemudian dilakukan observasi, didapatkan bahwa ketuban sudah pecah spontan, pembukaan lengkap, DJJ 146x/menit. Tindakan apa yang paling tepat pada pasien?
Bantuan mengejan
Episiotomi
Amniotomi
Suntik steroid
Augmentasi dengan oksitosin
Pasien hamil G1P0A0 datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir. Pasien merasa terlambat haid sudah tiga bulan. Vital sign stabil. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TFU antara proc. Xyphoideus dengan umbilikus. Apakah diagnosisnya?
Mola hidatidosa
Blighted ovum
Abortus iminen
Abotus insipien
Endometrosis
Wanita 22 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan ingin mengontrol kehamilan. Pada pemeriksaan didapatkan janin tunggal hidup, punggung kiri, letak kepala. Apa pemeriksaan yang menentukan punggung janin?
Leopold I
Leopold II
Leopold III
Leopold IV
Leopold V
Seorang wanita 28 tahun G5P2A0 hamil 36 minggu. Riwayat persalinan normal. Dari pemeriksaan leopold 1 perabaan keras, leopold 2 punggung di sebelah kanan, leopold 3 perabaan lunak. USG bokong janin berada di atas mulut rahim dengan kedua kaki tertekuk sempurna. Presentasi janin menurut USG adalah?
Incomplete breech
Complete breech
Frank breech
Presentasi sefalik
Transfer pregnancy
Seorang wanita berumur 29 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan perdarahan banyak dari kemaluan sejak 6 jam yang lalu banyaknya 4 kali ganti pembalut disertai mules pada perut. Pasien mengaku terlambat haid 3 bulan, disertai sering mual muntah dan payudara tegang. Pemeriksaan abdomen didapatkan uterus sebesar kehamilan. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan OUE terbuka, tidak terlihat jaringan. Apakah diagnosis pada kasus tersebut?
Abortus imminens
Abortus insipien
Kehamilan ektopik
Hiperemesis gravidarum
Mola hidatidosa
Seorang perempuan sedang memasuki post partum kala 3. Kemudian dilakukan tarikan secara perlahan. Saat dilakukan tarikan didapatkan adanya massa menonjol dengan permukaan kasar pada introitus vagina. Tidak teraba uterus pada palpasi abdomen bawah. Keadaan tersebut merupakan kondisi?
Inersia uteri
Prolaps uteri
Inversio uteri
Atonia uteri
Ruptur uteri
Seorang wanita 28 th G5P2A0 hamil 36 minggu. Riwayat persalinan normal. Dari pemeriksaan leopold 1 perabaan keras, leopold 2 punggung di sebelah kanan, leopold 3 perabaan lunak. USG bokong janin berada di atas mulut rahim dengan kedua kaki lurus ke atas. Presentasi janin menurut USG adalah?
Incomplete breech
Complete breech
Footling breech
Presentasi sefalik
Transfer pregnancy
Wanita 20 tahun datang ke puskesmas dengan perdarahan akibat luka perineum yang luas. Setelah melahirkan bayi 4300 gram bayi tidak menangis, kontraksi uterus (+) plasenta lahir (+). Agar tidak terjadi kejadian seperti di atas tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah?
Episiotomi
Ekstraksi vacum
Ekstraksi forcep
Induksi oksitosin
Mendorong ringan uterus
Wanita 22 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan ingin mengontrol kehamilan. Pada pemeriksaan didapatkan janin tunggal hidup, punggung kiri, letak kepala. Apa pemeriksaan yang menentukan bagian terendah janin adalah?
Leopold I
Leopold II
Leopold III
Leopold IV
Leopold V
Seorang wanita, usia 26 tahun, datang ke praktek dokter dengan keluhan tidak datang bulan. Pada pemeriksaan urine HCG test (+). Pada pemeriksaan fisik TFU teraba setentang simfisis pubis. Usia kehamilanya?
8 minggu
12 minggu
16 minggu
20 minggu
24 minggu
Seorang wanita G2P1A0 usia kehamilan 30 minggu datang ke dokter dengan keluhan keluar cairan bening dari jalan lahir. Dari hasil pemeriksaan dijumpai tinggi TFU 2 jari di atas umbilikus, tidak ada riwayat trauma, kontraksi tidak dijumpai. Hasil uji lakmus menunjukkan hasil (+). Diagnosa pasien yang tepat adalah
PROM
PPROM
KET
Solutio plasenta
Plasenta previa
Seorang perempuan 28 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 34 minggu. Datang ke rumah sakit dengan keluhan keluar lendir darah dari jalan lahir. Keluhan disertai nyeri perut bagian bawah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, denyut nadi 88 x/menit, frekuensi nafas 18 x/menit dan suhu 36,5°C. Pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 3 cm, pada membran teraba kepala di tepi bawah simfisis pubis yang sejajar dengan garis khayal antara tepi atas simfisis pubis hingga ke promontorium. Hodge berapakah?
Hodge I
Hodge II
Hodge III
Hodge IV
Hodge V
Seorang perempuan usia 24 tahun, G1P0A0, datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut tembus ke belakang disertai lendir dan darah dari vagina. Pemeriksaan: tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36,5 C. Pemeriksaan dalam: pembukaan serviks 3 cm dengan ketuban menonjol; 15 menit kemudian pembukaan 4 cm, ketuban pecah dan tali pusat keluar serta teraba berdenyut. Apakah diagnosis yang tepat?
Tali pusat terkemuka
Tali pusat melilit
Prolaps tali pusat
Vasa previa
Ketuban pecah dini
Seorang perempuan usia 37 tahun, P5A0, dirujuk dengan perdarahan mengalir dari jalan lahir setelah melahirkan; plasenta dikatakan sudah lahir lengkap. Pemeriksaan: tekanan darah 80/60 mmHg, nadi 130 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, suhu 36,5 C, akral dingin. Fundus uteri 1 jari di atas umbilikus, teraba lembek; pemeriksaan dalam tidak didapatkan sisa plasenta. Apakah terapi mekanik yang paling tepat?
Kristaloid intravena
Kompresi bimanual interna
Kompresi bimanual eksterna
Asam traneksamat
Oksitosin
Seorang perempuan usia 32 tahun, P3A0, datang dengan perdarahan dari jalan lahir 1 jam setelah persalinan dibantu. Tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 94 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 37,2 C. Kontraksi uterus baik, plasenta lahir lengkap. Pemeriksaan didapatkan laserasi jalan lahir mengenai lebih dari 50% musculus sfingter ani eksterna. Berapakah derajat ruptur perineum pada kasus ini?
Ruptur perineum derajat 2
Ruptur perineum derajat 4
Ruptur perineum derajat 3A
Ruptur perineum derajat 3B
Ruptur perineum derajat 3C
Seorang perempuan usia 28 tahun melahirkan anak pertama di puskesmas. Plasenta lahir 15 menit setelah bayi lahir. Pemeriksaan: tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36,5 C. Tampak perdarahan dari robekan jalan lahir dari garis tengah sampai perineum, laserasi mengenai otot perineum transversal namun tidak mencapai sfingter ani. Apa tatalaksana yang tepat?
Rujuk dokter spesialis
Jahit perineum
Tampon perdarahan
Injeksi asam traneksamat
Masase uterus
Seorang perempuan usia 30 tahun datang 1 jam postpartum dengan perdarahan. Bidan perujuk tidak yakin seluruh plasenta telah keluar. Pemeriksaan: tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 88 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 36,5 C. Ditemukan laserasi jalan lahir dan kontraksi uterus jelek. Apakah penatalaksanaan awal yang paling tepat?
Pemberian uterotonika
Ekstraksi manual plasenta
Jahit laserasi jalan lahir
Transfusi darah
Histerektomi
Seorang perempuan usia 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 36 minggu, datang ke IGD dengan perdarahan pervaginam merah segar tanpa nyeri perut. Pemeriksaan: tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36,5 C. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Solusio plasenta
Abortus inkomplet
Plasenta previa
Ruptur uteri
Abortus imminens
Seorang perempuan usia 38 tahun, G5P3A1, usia kehamilan 33 minggu, mengeluh nyeri perut hebat menjalar ke belakang. Pemeriksaan: tekanan darah 180/110 mmHg, nadi 80 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, suhu 36,7 C. Laboratorium: protein urin 500 mg/dL, Hb 6 g/dL, SGOT 150, SGPT 120, trombosit 80.000/µL. Apakah diagnosis yang tepat?
Sindrom HELLP
Preeklamsia ringan
Preeklamsia berat
Preeklamsia dengan ITP
Eklamsia
Seorang perempuan usia 35 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ANC rutin tanpa riwayat hipertensi sebelumnya. Pemeriksaan: tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 88 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 37,5 C. Laboratorium: proteinuria negatif. Apakah diagnosis yang tepat?
Hipertensi gestasional
Preeklamsia
Hipertensi kronis
Superimposed preeklamsia
Impending eklamsia
Seorang perempuan usia 35 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 38 minggu, dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Dari keterangan suami, 1 jam sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami kejang. Pemeriksaan: tekanan darah 210/110 mmHg, nadi 110 x/menit, frekuensi napas 28 x/menit, suhu 36,2 C. Laboratorium: protein urin +3. Apakah terapi definitif pada pasien ini?
Terminasi kehamilan
Pemberian MgSO4 selama 24 jam
Deksametason 6 mg IM tiap 12 jam selama 2 hari
Metildopa 2 x 250 mg
Observasi kemajuan persalinan
Seorang perempuan usia 34 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 36 minggu, dengan diagnosis preeklamsia berat sedang mendapat MgSO4. Pemeriksaan: tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 72 x/menit, frekuensi napas 14 x/menit, suhu 36,5 C. Ditemukan refleks patela hilang. Apakah penatalaksanaan awal yang tepat?
Turunkan dosis MgSO4 menjadi 1 g
Naikkan dosis MgSO4 menjadi 5 g
Berikan kalsium glukonat 1 g
Dialisis
Ganti MgSO4 dengan diazepam 10 mg
Perempuan 28 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 37–38 minggu, mengeluh keluar cairan dari jalan lahir sejak 15 jam lalu. Pemeriksaan: TD 130/90 mmHg, N 96 x/menit, RR 20 x/menit, S 38,5 C; TFU sesuai usia kehamilan; belum ada pembukaan; nitrazin (+); cairan ketuban kental berwarna hijau berbau; DJJ 168 x/menit. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
Salpingitis karena KPD
Sepsis berat karena KPD
Vulvovaginitis karena KPD
Korioamnionitis karena KPD
KPD pada persalinan preterm
Ny. April, 28 tahun, G1P0A0, gravid 30–31 minggu, kontrol kehamilan. Keluhan bengkak pada kedua tungkai sejak 3 hari. Pemeriksaan: TD 180/110 mmHg, edema pretibial pitting +/+, DJJ 152 x/menit. Urinalisis: proteinuria +3. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
Eklamsia
Hipertensi kronis
Preeklamsia ringan
Preeklamsia berat
Superimposed preeklamsia
Ny. Arini, 36 tahun, G3P1A1, usia kehamilan 32–33 minggu, mengalami perdarahan pertama kali tanpa nyeri. Tidak ada cairan ketuban keluar, kontraksi tidak ada, dan tidak ada riwayat trauma. USG menunjukkan tepi plasenta < 5 cm dari pinggir ostium uteri internum. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
Plasenta letak rendah
Plasenta previa totalis
Plasenta previa marginalis
Plasenta previa lateralis
Plasenta previa partial
Ny. Lusiana, 25 tahun, G2P1A0, gravid 37–38 minggu, datang kontrol ke puskesmas. Sejak 10 jam yang lalu keluar cairan kental berwarna hijau dari jalan lahir; kontraksi teratur belum dirasakan. Tanda vital dalam batas normal, pembukaan 3 cm, TFU sesuai usia kehamilan, DJJ 172 x/menit, tes nitrazin (+). Diagnosis yang paling mungkin adalah…
PPROM
PROM
Kontraksi prematur
Endometritis
His palsu
Ny. Juni, 38 tahun, P5A0, mengalami perdarahan dari jalan lahir 2 jam setelah melahirkan. Pemeriksaan: kesadaran menurun; TD 80/palpasi, nadi 116 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36 C, akral dingin. Fundus uteri tidak teraba dan teraba massa di dalam vagina. Tatalaksana definitif yang harus dilakukan adalah…
Pemberian drip oksitosin
Pemasangan tampon uterus
Histerektomi total
Histerektomi parsial
Percobaan reposisi manual
Wanita 28 tahun, usia kehamilan 34 minggu. Pemeriksaan VT menunjukkan pembukaan 3 cm dan kepala janin sejajar dengan spina ischiadica. Hodge berapakah yang dimaksud?
Hodge I
Hodge II
Hodge III
Hodge IV
Hodge V
Seorang perempuan usia 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 33 minggu, mengeluhkan keluarnya cairan bening dari vagina sejak 8 jam. Pemeriksaan: tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 88 x/menit, frekuensi napas 16 x/menit, suhu 36,5 C. Pemeriksaan inspekulo: cairan jernih menggenang di fornix posterior; tes lakmus (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Abortus imminens
Abortus inkomplet
Kala I fase aktif
Kala I fase laten
Ketuban pecah dini (KPD)
Cairan ketuban berwarna kehijauan. Pada tekanan darah 110/60 mmHg, denyut nadi 112 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, dan suhu 38,4oC. Nyeri palpasi fundus uteri dan his (-). DJJ 170 x/menit. Pemeriksaan laboratorium leukosit 17.000. Apakah diagnosis yang tepat untuk pasien tersebut?
Kematian janin
Kelahiran prematur
Perdarahan post partum
Endometritis
Korioamnionitis
Wanita 40 tahun, P4A0 datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir setelah melahirkan 2 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran menurun, TD 70/palpasi, N 120 x/menit, RR 22 x/menit, S 36oC, akral dingin. Fundus uteri tidak teraba, teraba massa dalam vagina. Tatalaksana awal pasien ini adalah?
Lakukan reposisi manual
Rujuk untuk laparotomi
Rujuk untuk histerektomi
Pemasangan tampon pada uterus
Resusitasi cairan
Seorang perempuan 20 tahun G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut bagian bawah teratur setiap 3–4 menit selama 60 detik. Pada pemeriksaan dalam: pembukaan 3 cm, pendataran 90%, ketuban utuh. DJJ 144–153 x/menit; satu jam berikutnya pada pemeriksaan dalam: pembukaan 5 cm, ketuban pecah, air ketuban berwarna jernih. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat?
Pimpin mengedan
Beri induksi persalinan dengan oksitosin
Melakukan epidural anestesi untuk mengurangi rasa nyeri
Tidak dilakukan intervensi, kemajuan persalinan normal
Dilakukan SC karena kemajuan persalinan tidak adekuat
Wanita 31 tahun, G3P1A1, sejak 2 hari yang lalu mengalami perdarahan pervaginam. Ini merupakan perdarahan yang ketiga kalinya dalam kehamilan ini. TTV dalam batas normal, tidak ada nyeri, tidak ada riwayat trauma, pasien tidak anemis. Pada pemeriksaan obstetri TFU sesuai umur kehamilan 32–34 minggu, tampak darah merembes dari OUE, ostium tertutup. Yang menyebabkan perdarahan adalah?
Merupakan tanda-tanda kematian janin
Tali pusat yang terputus
Terbentuknya plasenta di bagian terbawah rahim
Robeknya plasenta di tempat menempelnya
Terbentuknya kantung gestasi tanpa mudigah
Seorang perempuan berusia 26 tahun G2P1A0. Hamil 18 minggu diantar ke IGD RS dengan keluhan perdarahan pervaginam sedikit-sedikit sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/60 mmHg, denyut nadi 82 x/menit, RR 20 x/menit, dan temp 36,8oC. Tinggi fundus uteri 2 jari di bawah umbilikus, DJJ 120 x/menit. Pemeriksaan in spekulo OUE tertutup. Tatalaksana yang sebaiknya dilakukan adalah?
Kuretase sisa konsepsi
Rawat inap dan antibiotik spektrum luas
Istirahat tirah baring
Pemberian magnesium sulfat
Operasi laparotomi darurat
Seorang perempuan 30 tahun P5A0, baru melahirkan bayi laki-laki 3000 g di PKM. Plasenta dilahirkan spontan tanpa ada kesulitan 15 menit setelah bayi lahir. Dalam 1 jam observasi tampak perdarahan aktif dari vagina. Tanda vital TD 90/70, HR 115 x/menit. Pasien tampak pucat, lemah; pada perabaan uterus kontraksi (-), nyeri perut (-). Bagaimanakah penatalaksanaan awal yang paling tepat?
Reposisi uterus
Memberikan oksitosin
Resusitasi cairan
Merujuk pasien ke RS
Kompresi bimanual interna
Seorang wanita usia 20 tahun G1P0A0 merasa hamil 7 bulan datang ke poli untuk pemeriksaan rutin. ANC sebelumnya di bidan 2 kali, terakhir 3 bulan yang lalu. Berat badan sebelum hamil 45 kg, dan tidak ada riwayat penyakit berat sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik ditemui TD 140/90 mmHg, edema ringan pada kedua kaki. Pada pemeriksaan Leopold didapatkan letak anak sungsang, TFU 26 cm, dan DJJ 142 x/menit reguler. Pemeriksaan laboratorium dengan pemanasan urine didapatkan kesan protein 1+. Diagnosis yang tepat adalah?
Hipertensi kronis
Transient hipertensi
Hipertensi esensial
Preeklampsia ringan
Eklampsia
