
Aqidah Akhlaq XII, Etika bergaul dalam Islam
Presentation
•
Religious Studies
•
12th Grade
•
Hard
ahl allah
FREE Resource
6 Slides • 0 Questions
1
Aqidah Akhlaq XII, Etika bergaul dalam Islam
Etika ialah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban.
Dalam Bahasa Arab, etika biasa disebut dengan adab yaitu kebiasaan atau aturan tingkah laku praktis yang mempunyai muatan baik yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Menurut al-Jurjani, adab adalah pengetahuan yang dapat menjauhkan seseorang dari kelalaian. Sedangkan bergaul ialah berbaur dengan individu atau kelompok lain.
Jadi yang dimaksud dengan etika bergaul adalah aturan tingkah laku untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama manusia sehingga terjalin hubungan tingkah laku yang baik antar individu.
Islam mengajarkan untuk mengusahakan etika bergaul yang baik. Seperti etika berjalan, Islam mengajarkan kerendahan hati ketika berjalan dan menjawab sapaan dengan baik meskipun dari orang-orang jahil. Allah Swt. berfirman dalam surat al-Furqon ayat 63:
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
Selain itu Islam juga melarang untuk berbuat permusuhan. Permusuhan bisa terjadi ketika perbuatan keji, kejelekan, dan keburukan dilakukan dalam bergaul. Allah Swt berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. an-Nahl [16] : 90)
2
Macam-macam etika bergaul dan praktiknya
Dalam bergaul kita sering berinteraksi dengan orang dewasa, teman sebaya, anakanak, dan lawan jenis. Dalam interaski tersebut, kita menemukan beberapa perbedaan cara berinteraksi dengan mereka. Terkadang seseorang berkata dengan menggunakan wibawanya, terkadang pula orang akan berkata dengan riang gembira ketika bertemu dengan anak-anak.
Berdasarkan segi umur lawan bicara, etika bergaul ada tiga yaitu; etika bergaul dengan orang yang lebih tua, dengan sebaya dan dengan yang lebih muda
3
Etika bergaul dengan orang yang lebih tua.
Dalam agama Islam orang tua ada tiga yaitu, bapak dan ibu kandung, kedua mertua, dan guru.
Dalam al-Qur`an, kita diajarkan untuk seyogyanya betingkah laku sebagai berikut:
Sopan
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil" (QS. Al Isrā’ [17]: 24)
Santun
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” (QS. Al Isrā’ [17]: 23)
Menolak perintah buruk dengan halus
wajib bagi kita hukumnya untuk mengerjakan semua yang sudah diperintahkan oleh orang tua/ guru. keculai perintah tersebut melanggar syariat Islam, contoh perintah untuk berbuat ma'siyat dan berbuat syirik. Allah berfirman
وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Luqmān [31]: 15)
Menghormati dengan penuh kasih sayang
Mendahulukan Orang yang Lebih tua
4
Etika bergaul dengan teman sebaya
Teman sebaya adalah orang yang bersama-sama karena adanya kesetaraan umur.
Sebelum berbicara tentang bagaimana cara memperlakukan teman sebaya dengan baik, kita sebaiknya memilih teman. Pemilihan teman ini bukan berarti memusuhi teman yang tak termasuk pada pilihan terbaik melainkan tetap berteman kepada siapa saja namun dengan prioritas yang berbeda.
Ibaratnya jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kita akan terkena harumnya. tapi jika berteman dengan pande besi maka bersiap-siaplah terkena percikan api
Dalam al-Qur`an, kita diajarkan untuk seyogyanya betingkah laku sebagai berikut
Tolong-menolong
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. (QS. Al Maidah [5]: 2)
Berkata yang baik
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
“Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”. (QS. Al Isrā’ [17]: 53)
Menjaga persaudaraan
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselilih) dan bertakwalah kepada Allahagar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurāt [49]: 10)
5
Sedangkan segi gender, etika bergaul ada 2 yaitu etika bergaul dengan sesama jenis dan dengan lawan jenis.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beretika pada sesama maupun lawan jenis, yaitu:
Bersahabat karena Allah
ingatlah hadits nabi tentang manisnya iman;
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ
Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda: "Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka."
Menjaga Aurat
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Aḥzāb [33]: 59).
Menjaga kemaluan
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
(QS. an-Nūr [24]: 30)
6
Etika bergaul dengan orang yang lebih muda
Orang yang lebih muda adalah orang yang berumur lebih muda dari kita, bisa anak, adik kandung, adik kelas, dan lain sebagainya.
Sebagai seseorang yang lebih tua, kita seharusnya memperlakukannya dengan cara
a. Menyayangi orang yang lebih muda
b. Membimbing kepada arah kebaikan
c. Memberikan teladan yang baik
d. Memberikan apresiasi atas pencapaian berharganya
Aqidah Akhlaq XII, Etika bergaul dalam Islam
Etika ialah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban.
Dalam Bahasa Arab, etika biasa disebut dengan adab yaitu kebiasaan atau aturan tingkah laku praktis yang mempunyai muatan baik yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Menurut al-Jurjani, adab adalah pengetahuan yang dapat menjauhkan seseorang dari kelalaian. Sedangkan bergaul ialah berbaur dengan individu atau kelompok lain.
Jadi yang dimaksud dengan etika bergaul adalah aturan tingkah laku untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama manusia sehingga terjalin hubungan tingkah laku yang baik antar individu.
Islam mengajarkan untuk mengusahakan etika bergaul yang baik. Seperti etika berjalan, Islam mengajarkan kerendahan hati ketika berjalan dan menjawab sapaan dengan baik meskipun dari orang-orang jahil. Allah Swt. berfirman dalam surat al-Furqon ayat 63:
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
Selain itu Islam juga melarang untuk berbuat permusuhan. Permusuhan bisa terjadi ketika perbuatan keji, kejelekan, dan keburukan dilakukan dalam bergaul. Allah Swt berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. an-Nahl [16] : 90)
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 6
SLIDE
Similar Resources on Wayground
3 questions
Hidup Manusia Yang Bermakna
Presentation
•
12th Grade - University
3 questions
Hati Nurani: Memilih yang Benar
Presentation
•
12th Grade
3 questions
MATERI PERILAKU BAIK
Presentation
•
12th Grade
6 questions
KIAMAT
Presentation
•
12th Grade
6 questions
GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH YANG BARU
Presentation
•
12th Grade
4 questions
Iman kepada kitab kitab Allah
Presentation
•
12th Grade
4 questions
Pendidikan Agama Islam
Presentation
•
12th Grade
7 questions
Multikultur dalam Alkitab Bagian 2
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
Main Idea and Supporting Details
Quiz
•
3rd - 6th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
25-26 SY 8th Grade EOY Benchmark
Quiz
•
8th Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
21 questions
EOY Grade 6 Benchmark Assessment - Content Skills
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
Discover more resources for Religious Studies
8 questions
Writing Equations from Verbal Descriptions
Quiz
•
9th - 12th Grade
14 questions
Attributes of Linear Functions
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Types of Credit
Quiz
•
9th - 12th Grade
59 questions
Bio Final Exam Sem 2 with marathon runner
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Ameoba Sisters: Introduction to cells
Interactive video
•
9th - 12th Grade
11 questions
Graph Match
Quiz
•
9th - 12th Grade
29 questions
Antibiotic Resistance
Quiz
•
9th - 12th Grade
6 questions
Solving Rational Equations 1
Quiz
•
10th - 12th Grade