Search Header Logo
SEJARAH INDONESIA

SEJARAH INDONESIA

Assessment

Presentation

History

11th Grade

Hard

Created by

Darma Susanti

Used 4+ times

FREE Resource

6 Slides • 0 Questions

1

PERANG PATIMURA

KELAS 11 H.S KUSALAMITRA


Slide image

2

PERNAHKAH ANDA MALIHAT PERANG?

Bagaimana pendapatmu tentang perang?

3

KAPITEN PATIMURA

Thomas Matulessy lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun, juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura, atau Pattimura adalah Pahlawan nasional Indonesia dari Maluku. Menurut buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M. Wikipedia


Kelahiran: 8 Juni 1783, Haria

Meninggal: 16 Desember 1817, Kota Ambon

Nama lengkap: Thomas Matulessy

Perang/pertempuran: Perang Pattimura

Lahir: 8 Juni 1783; Haria, Saparua, Maluku, Hindia Belanda

Orang tua: Frans Matulessia, Fransina Tilahoi

Slide image

4

KEADAAN SAAT MALUKU DIPEGANG INGGRIS (Reffles)

  • maluku lebih tenang

  • kegiatan kerja rodi dikurangi

  • pemuda maluku berkesempatan kerja di dinas angkatan perang Inggris

5

KEADAAN SAAT MALUKU DIPEGANG KOLONIAL BELANDA

  • Kegiatan monopoli diperketat

  • beban rakyat semakin berat

  • kerja paksa

  • ikan asin, dendeng dan kopi harus diserahkan

  • banyak guru diberhentikan

  • pemuda maluku dijadikan tentara luar maluku

  • produksi perahu olehrakyat maluku yang tidak dibayar

6

Kronologi & Sejarah Terjadinya Perang Pattimura / Maluku

Perang Pattimura / Maluku ini terjadi tahun 1817 merupakan reaksi & perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh Kapitan Pattimura (Thomas Matulessy) yang dibantu beberapa pejuang antara lain Philip Latumahina, Thomas Pattiwael , Anthony Reebok & Christina Martha Tiahahu.


Rakyat Maluku memulai perlawanan pada tanggal 15 Mei 1817 dengan melakukan serangan malam ke Pos Perahu di Pelabuhan Porto dan berhasil membakar perahu-perahu milik pemerintahan Belanda tersebut. Di keesokan harinya Pasukan Pattimura menyerang & mengepung Benteng Duurstede. Tidak berselang lama akhirnya benteng tersebut dapat dikuasai & membunuh Residen Van Den Berg dan perwira lainya.

Benteng Duurstade

Setelah terjadinya penyerangan tersebut, pemerintah Belanda tidak tinggal diam. Belanda mengirim pasukan bersenjata lengkap dibawah pimpinan Mayor Beetjess dan di tanggal 20 Mei 1817 terjadi pertempuran di daerah Saparua antara Pasukan Pattimura dengan Pasukan Belanda. Akhirnya kemenangan memihak ke kubu Pasukan Pattimura & Mayor Beetjess pun mati tertembak dan pasukan Belanda dapat ditumpas habis .

Perlawanan Pasukan Pattimura terus berkobar dengan gigih sampai akhirnya Pasukan Belanda meminta bantuan pasukan dari Ambon. Setelah datangnya pasukan bantuan dari Ambon yang dipimpin Kapten Lisnet & Mayer, di bulan November 1817, Belanda melakukan serangan besar-besaran ke daerah pertahanan Pasukan Pattimura dan Benteng Duurstede.

Pasukan Pattimura yang terdesak akhirnya terpaksa mengosongkan benteng tersebut. Pasukan Pattimura mundur & benteng ditempati Belanda. Banyak daerah yang jatuh ke tangan Belanda. Satu persatu pimpinan Pasukan Pattimura tertangkap sampai akhirnya Pattimura sendiri tertangkap. Pattimura diajak berunding oleh Belanda namun menolak. Akhirnya pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di Benteng New Victoria Ambon. Sebelum digantung, Pattimura sempat berkata “Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi sekali waktu kelak Pattimura-Pattimura muda akan bangkit”.

Slide image

PERANG PATIMURA

KELAS 11 H.S KUSALAMITRA


Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 6

SLIDE