

Tes Potensi Akademik (Bab 7-9)
Presentation
•
Mathematics, Professional Development
•
Professional Development
•
Hard
Akbar Saputra
Used 7+ times
FREE Resource
41 Slides • 3 Questions
1
Tes Potensi Akademik (Bab 7-9)
Bangun Datar dan Bangun Ruang
Proposisi Kategoris dan Hipotesis

2
Tips Mengerjakan Soal Bangun Datar dan Bangun Ruang
memvisualisasikan/menggambarkan bentuk bangun geometri
mengingat rumus
3
Memvisualisasikan
Tidak semuanya harus diselesaikan dengan rumus luas/keliling/volume, karena semuanya bisa dilogikakan.
Contohnya adalah latihan soal berikut ini:
4
Multiple Choice
Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan menanam pohon di sisi kiri dan kanan jalan Gatot Subroto yang berukuran panjang 3 kilometer. Pohon akan ditanam setiap 500 meter. Berapa total jumlah pohon yang akan ditanam?
12
13
14
15
16
5
Penjelasan Soal #1
Karena ditanami di kedua sisinya, maka cara menghitungnya tidak hanya dengan membagi panjang jalan dengan jarak antarpohon, tetapi setelah itu harus dikali dua (karena ada dua sisi). Selain itu, ingat bahwa jumlah pohon pada tiap sisi = (panjang jalan / jarak antarpohon) ditambah 1
6
Penjelasan Soal #1
Jumlah pohon pada tiap sisi jalan
= (panjang jalan / jarak antarpohon) + 1
= (3000 meter / 500 meter) + 1
= 7
Jumlah pohon pada kedua sisi jalan = 2 x 7 = 14
7
Mengingat Rumus
mengingat ≠ menghafal
Kelompokkan bangun yang sejenis
Bangun datar (2 dimensi): luas dan keliling
Bangun ruang (3 dimensi): volume dan luas permukaan
8
Bangun Datar
Lingkaran
Persegi, Persegi Panjang, dan Jajargenjang
Segitiga dan Trapesium
Belah Ketupat dan Layang-Layang
9
Lingkaran
Luas = πr2
Keliling = 2πr = πd
10
Persegi, Persegi Panjang, Jajargenjang
Luas = perkalian sisi dan sisi
sisi x sisi, panjang x lebar,
alas x tinggi
Keliling = penjumlahan seluruh sisi terluar
4 x sisi, 2 x (panjang + lebar), (2 x sisi mendatar) + (2 x sisi miring)
11
Segitiga dan Trapesium
Luas segitiga = 1/2 x alas x tinggi
Luas trapesium
= 1/2 x (sisi atas + sisi alas) x tinggi
Keliling = penjumlahan seluruh sisi terluar
12
Belah Ketupat dan Layang-Layang
Luas = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2
Keliling = penjumlahan seluruh sisi terluar
13
Contoh soal
Bagaimana menghitung luasnya?
Bagaimana menghitung kelilingnya?
14
Bangun Ruang
Bola
Kubus, Balok, Prisma, dan Tabung
Limas dan Kerucut
15
Bola
Volume = 4/3 πr3
Luas permukaan = 4πr2
16
Kubus, Balok, Prisma, dan Tabung
Volume = Luas alas x tinggi
Volume kubus = r x r x r
Volume balok = p x l x t
Volume prisma = luas alas segitiga x tinggi
Volume tabung = luas alas lingkaran x tinggi
17
Kubus, Balok, Prisma, dan Tabung
Luas permukaan = luas alas + luas selimut + luas tutup
Luas kubus = 6 x r x r
Luas balok = (2 x p x l) + (2 x l x t) + (2 x p x t)
Luas prisma = (2 x luas alas segitiga) + (3 x luas persegi panjang)
Luas tabung = 2πr2 + 2πrt = 2πr(r+t)
18
Limas dan Kerucut
Volume = 1/3 x luas alas x tinggi
Volume limas = 1/3 x luas alas persegi x tinggi
Volume kerucut = 1/3 x luas alas lingkaran x tinggi
19
Limas dan Kerucut
Luas = luas alas + luas selimut
Luas limas = luas alas persegi + 4 x luas segitiga sama kaki
Luas kerucut
= luas alas lingkaran + luas selimut
= πr2 + πrs = πr(r+s)
(s = panjang garis pelukis)
20
Rumus Phytagoras
a2 + b2 = c2
Tripel Phytagoras:
3, 4, 5
5, 12, 13
7, 24, 25
8, 15, 17
9, 40, 41
berlaku kelipatan
21
Multiple Choice
Kakek memiliki kebun berbentuk persegi panjang dengan keliling 120 meter. Panjang kebun tersebut dua kali lebarnya. Jika kebun tersebut akan diwariskan kepada kedua putranya, dengan ketentuan anak sulung memperoleh bagian kebun 3 kali lebih luas daripada anak bungsu, berapa m2 luas kebun yang akan diwariskan kepada anak bungsu?
150
200
250
300
350
22
Penjelasan Soal #2
Keliling = 2 x (p + l)
Karena panjang kebun dua kali lebarnya, maka panjang = 2 x lebar
Maka keliling = 2 x (2 x lebar + lebar) = 2 x (3 x lebar) = 6 x lebar
120 = 6 x lebar
Lebar = 20 meter
Berarti panjang kebun = 2 x lebar = 2 x 20 = 40 meter.
Berarti luas kebun = panjang x lebar = 40 x 20 = 800 meter persegi.
Jika luas kebun si sulung berbanding si bungsu = 3 : 1, maka luas yang diperoleh bungsu = 1 / 4 x 800 = 200 m2.
23
Proposisi Kategoris dan Proposisi Hipotesis
Pengambilan Kesimpulan
Penalaran Analitis
24
Pengambilan Kesimpulan
Modus Ponens
Modus Tollens
Silogisme
25
Modus Ponens
Modus Ponens menyatakan bahwa jika A maka B, lalu diketahui A, maka kesimpulannya B.
Contoh:
Jika saya lapar, maka saya makan
Ternyata saya lapar
Berarti kesimpulannya saya makan
26
Modus Tollens
Modus Tollens menyatakan bahwa jika A maka B, dan diketahui bukan B, maka kesimpulannya adalah bukan A
Contoh:
Jika saya lapar, maka saya makan
Ternyata saya tidak makan
Berarti saya tidak lapar
27
Modus Silogisme
Silogisme menyatakan bahwa jika A maka B, dan diketahui bahwa jika B maka C, maka kesimpulannya adalah jika A maka C.
Contoh:
Jika saya berolahraga, maka saya lapar
Jika saya lapar, maka saya makan
Berarti kesimpulannya, jika saya berolahraga, maka saya makan
28
Tips Mengerjakan Soal Pengambilan Kesimpulan
29
Pertama
Kesimpulan tidak boleh lagi mengulang bagian kalimat yang sudah muncul beberapa kali.
Sebagai contoh:
- Jika saya lapar, maka saya makan
- Ternyata saya tidak makan
Nah, pada kesimpulan tidak boleh lagi ada kata “makan”, karena kata tersebut sudah muncul beberapa kali. Berarti, dalam kesimpulan seharusnya memuat kata “lapar”: "Saya lapar"
30
Kedua
Ada kalanya premis yang satu dengan premis yang lain itu tidak nyambung/tidak berkaitan. Kesimpulan dari premis-premis yang tidak nyambung ini diperoleh dengan cara menjumlahkan premis-premis tersebut.
Sebagai contoh:
- Pak Agus mengajar matematika
- Bu Rini mengajar matematika
Nah dua kalimat ini tidak saling berkaitan. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah “Pak Agus dan Bu Rini mengajar matematika”
31
Ketiga
Dalam penarikan kesimpulan, kesimpulan yang diperoleh harus relevan dengan premis pada soal. Artinya, kesimpulan yang diperoleh harus sejalan dengan premisnya. Jangan sampai kesimpulan dan premis tidak nyambung.
Sebagai contoh:
Premis 1: Semua pengendara motor mengenakan helm
Premis 2: Semua pekerja bangunan mengenakan helm
Kesimpulan salah: Semua pengendara motor adalah pekerja bangunan
Kesimpulan benar: Semua pengendara motor dan semua pekerja bangunan mengenakan helm
32
Keempat
Ada kalanya teman-teman dihadapkan pada lebih dari dua premis. Kesimpulan yang diperoleh dari tiga atau lebih premis pada soal harus komprehensif dan mewakili semua premis yang tersedia.
Sebagai contoh:
Premis 1: Rajin berolahraga membuat tubuh sehat
Premis 2: Tubuh yang sehat akan terhindar dari penyakit
Premis 3: PNS Kemenkeu rajin berolahraga
Kesimpulan salah: PNS Kemenkeu memiliki tubuh sehat
Kesimpulan benar: PNS Kemenkeu terhindar dari penyakit
33
Kelima
Ingat bahwa kesimpulan yang teman-teman ambil harus hanya berdasarkan premis-premis yang tertera pada soal, tidak melibatkan pengetahuan umum (common knowledge) yang tidak tertulis pada soal, walaupun pengetahuan tersebut sudah sangat umum diketahui.
Sebagai contoh:
Premis 1: Jika Rina mendapat pekerjaan, Rina akan menikah
Premis 2: Rina dikaruniai seorang anak
Kesimpulan salah: Rina mendapat pekerjaan
34
Multiple Choice
Jika hujan, sungai meluap.
Jika sungai meluap, sebagian pekerja tidak dapat berangkat kerja
Kesimpulannya:
Jika hujan, semua pekerja tidak dapat berangkat kerja
JIka hujan, semua pekerja dapat berangkat kerja
Jika tidak hujan, semua pekerja dapat berangkat kerja
Jika tidak hujan, sebagian pekerja dapat berangkat kerja
Jika tidak hujan, semua pekerja tidak dapat berangkat kerja
35
36
Ralat :)
Kuantor Universal: "semua", "seluruh", "setiap"
Kuantor Eksistensial: "beberapa", "sebagian", "ada"
Negasi kalimat berkuantor universal = kalimat berkuantor eksistensial + negasi predikatnya (begitupun sebaliknya)
Contoh: Semua siswa memakai seragam
Negasi: Beberapa siswa tidak memakai seragam
37
Ralat :)
Implikasi: jika p, maka q
Konvers: jika q, maka p
Invers: jika negasi p, maka negasi q
Kontraposisi: jika negasi q, maka negasi p
Implikasi ekuivalen dengan Kontraposisi.
Konvers ekuivalen dengan Invers.
(Ekuivalen artinya memiliki nilai kebenaran yang sama)
38
Ralat :)
Jadi, pada soal ini, kesimpulan yang tepat adalah:
Jika hujan maka sebagian pekerja tidak dapat berangkat kerja.
atau ekuivalennya (kontraposisi):
Jika semua pekerja dapat berangkat kerja, maka tidak hujan.
39
Penalaran Analitis
Logika Posisi/Teka-teki logika
40
41
42
43
44
Terimakasih
Semoga sukses :)
Tes Potensi Akademik (Bab 7-9)
Bangun Datar dan Bangun Ruang
Proposisi Kategoris dan Hipotesis

Show answer
Auto Play
Slide 1 / 44
SLIDE
Similar Resources on Wayground
39 questions
Trigonometry -30-05-2025
Presentation
•
Professional Development
39 questions
MATERI QUIZIZZ - SMP II LH
Presentation
•
Professional Development
39 questions
optimalisasi komunitas belajar
Presentation
•
Professional Development
38 questions
Prediksi 2
Presentation
•
Professional Development
40 questions
PERSAMAAN GARIS LURUS
Presentation
•
7th - 9th Grade
36 questions
Publikasi Bahan Pembelajaran : YouTube
Presentation
•
Professional Development
36 questions
Webinar QUIZIZZ dlm IKM
Presentation
•
Professional Development
Popular Resources on Wayground
16 questions
Grade 3 Simulation Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
19 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_1 2526sy
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Cinco de Mayo Trivia Questions
Interactive video
•
3rd - 5th Grade
17 questions
HCS Grade 4 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
4th Grade
24 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
5th Grade
13 questions
Cinco de mayo
Interactive video
•
6th - 8th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
30 questions
GVMS House Trivia 2026
Quiz
•
6th - 8th Grade