Search Header Logo
Ragam Bahasa Persuasif dalam Iklan

Ragam Bahasa Persuasif dalam Iklan

Assessment

Presentation

Other

University

Easy

Created by

Randi Ramliyana

Used 4+ times

FREE Resource

19 Slides • 7 Questions

1

Ragam Bahasa Persuasif dalam Iklan

Tim dosen Bahasa Indonesia for Communication 2021

Universitas Multimedia Nusantara

Slide image

2

Persuasi (KBBI)

  • Ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya; bujukan halus

  • Karangan yang bertujuan membuktikan pendapat

Slide image

3

Apa itu tulisan persuasif?

Tulisan yang bertujuan meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis sebab pikiran manusia dapat diubah.


Slide image

4

Tulisan Persuasi

  • Dalam tulisan persuasi, fakta-fakta yang relevan dan jelas harus diuraikan sedemikian rupa sehingga kesimpulannya dapat diterima secara meyakinkan. 


  • Beberapa jenis persuasi: persuasi iklan, persuasi politik, dan persuasi pendidikan. 


5

Persuasi Iklan

  • Bahasa iklan bersifat persuasif, selalu berusaha menggugah emosi pembaca atau pendengar.

  • Tujuannya agar yang menjadi sasaran iklan (konsumen) melakukan sesuatu atau bertindak sesuai dengan amanat iklan tersebut.

  • Pemanfaatan bahasa dalam iklan tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan demi tercapainya maksud iklan itu sendiri. 

  • Dalam bahasa iklan, kata-kata yang digunakan dalam bentuk rayuan, anjuran atau ajakan yang dapat menimbulkan rasa penasaran. 

  • Kemasan produknya dibuat menarik dan ditempatkan secara tepat, niscaya iklan itu akan berhasil memengaruhi pembaca atau pendengarnya.


Slide image

6

Persuasi Iklan

  • Terkadang bahasa iklan yang digunakan tidak bernalar atau tidak menggunakan bahasa Indonesia yang benar. 

  • “Mata merah hilang seketika”

    “Buat anak kok coba-coba”.

  • Untuk menyampaikan gagasannya, penulis iklan harus mengetahui aturan-aturan bahasa, seperti tata bahasa, kaidah-kaidahnya, idiom-idiomnya, nuansa, dan konotasi sebuah kata.

Slide image

7

Struktur Kata dalam Iklan

  • Menggugah: mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.

  • Informatif: kata-katanya harus jelas, bersahabat, komunikatif, tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.

  • Persuasif: rangkaian kalimatnya membuat konsumen nyaman, senang, terhibur.

  • Bertenaga gerak: komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.

Slide image

8

Multiple Select

Apa saja yang termasuk dalam struktur kata dalam iklan?

1

Menggugah

2

Menggairahkan

3

Informatif

4

Persuasif

5

Bertenaga gerak

9

Multiple Choice

Apa itu tulisan persuasi?

1

Tulisan yang bertujuan menggambarkan suatu objek

2

Tulisan yang bertujuan meyakinkan seseorang

3

Tulisan yang bertujuan memaparkan sesuatu

4

Tulisan yang bertujuan membuktikan kebenaran

10

Teknik Rough Selling

Cara berjualan dengan cara kasar dan menyakiti hati konsumennya. Penuh dengan jebakan dan trik-trik manipulatif. 

Slide image

11

Teknik Hard Selling

Mengomunikasikan produk dengan menunjukkan jenama dapat mudah dijangkau oleh target sasaran. Pendekatan ini mengomunikasikan secara langsung. Tujuannya dapat menunjukkan harga dan promo yang sedang diadakan.

Melalui pendekatan ini konsumen tidak perlu memikirkan nilai-nilai sebuah produk.

To the point

Take it or leave it!


Slide image

12

Contoh

Iklan dengan menggunakan teknik hard selling. Langsung jualan tanpa basa-basi.

Slide image

13

Open Ended

Buatlah iklan dengan teknik hard selling!

14

Teknik Soft Selling

Mengomunikasikan produk dengan memberikan nilai-nilai yang akan didapat dari jenama tersebut. Terkadang menggunakan cerita inspiratif yang memiliki pesan tersirat.

Konsumen diajak memikirkan kembali nilai-nilai yang akan didapat.

Elegan

Manner 


Slide image

15

Contoh Soft Selling

Akhir pekan ini saya jalan sama keluarga di sebuah pusat perbelanjaan. Seperti biasanya, saya harus menjaga anak saya ketika istri saya sedang memilih barang diskonan.

Menjaga anak itu susah gampang. Apalagi anak saya adalah anak yang sangat aktif dan suka berlari ke sana ke mari. Mengejar dia adalah hal biasa yang saya lakukan setiap minggunya. Namun hari ini, saya merasa sangat lelah sekali. Rasanya saya ingin duduk manis menunggu istri saya sedang berburu diskonan. Sayangnya, itu hal mustahil. Anak saya suka menyentuh dan menjatuhkan barang-barang yang ia lihat. Jadi, kalau saya tidak ikuti bisa berbahaya.


16

Contoh Soft Selling

Saat itu, saya sempat kehilangan anak saya. Ia lari begitu cepat. Seingat saya dia lari ke toko mainan. Saya coba periksa ke sana. Sungguh terkejutnya saya. Ia sedang asyik duduk bersama teman baru memainkan Barbie keluaran terbaru. Barbie dengan seri karier sedang dimainkan dia dan teman barunya. Ternyata sedang ada acara bermain bersama Barbie: You Can be Anything.

Dengan 200 karier yang berbeda, anak saya memilih menjadi seorang astronaut dan berjalan di atas bulan. Ia bisa duduk manis dan bekerja sama dengan teman barunya membangun sebuah cerita petualangan di Bulan.

Untung ada Barbie, anak saya bisa duduk manis dan bermain, sementara saya bisa duduk manis menunggu istri saya belanja dan anak saya main.


Slide image

17

Open Ended

Buatlah iklan dengan teknik soft selling!

18

Teknik Covert Selling

Berjualan dengan menyembunyikan jenamanya. Konsumen tidak tahu dan tidak merasa bahwa itu sebuah iklan.

Covert Selling juga dapat memberikan pesan tersirat yang tanpa sadar memengaruhi pembacanya.

Curiousity

Ambiguity

Emotionaly

Slide image

19

Contoh Covert Selling (curiousity)

Setelah bermain sama boneka ini. Anak saya lancar bercerita di depan kelas. Dia lebih percaya diri dan tahu mau jadi apa nanti kalau sudah besar.

Awalnya dia tuh nangis dan ketakutan kalau disuruh guru cerita di depan kelas soal cita-citanya. Namun sekarang, setelah saya belikan boneka ini dia semakin mengenal ragam pekerjaan.


20

Open Ended

Buatlah iklan dengan teknik Covert Selling (curiousity)!

21

Contoh Covert Selling (ambiguity)

Baru liris fotonya di website. Seri terbaru dari boneka ini langsung banyak yang preorder.

Dengan tema Diversity and Equality. Stok boneka ini tinggal sedikit karena laris manis diburu para orang tua. Boneka ini keluar dengan 200 seri karier sehingga anak dapat mengenal dan memilih mau jadi apa mereka nanti ketika dewasa. 

22

Open Ended

Buatlah iklan dengan teknik Covert Selling (ambiguity)!

23

Contoh Covert Selling (emotionaly)

Saya adalah seorang guru dan juga seorang ibu. Saya memiliki seorang anak perempuan yang sedang duduk di kelas 3 SD. Awalnya sempat khawatir meninggalkan dia harus ke sekolah sendirian. Namun, saya harus percaya padanya untuk mandiri. Saya yakin dia akan menjadi wanita yang mandiri dan tangguh suatu saat nanti.

Anak saya ini sangat ceria dan pandai bergaul sehingga saya tidak perlu terlalu khawatir meninggalkan dia selama sekolah. Dia juga punya banyak teman. Guru-gurunya selalu memujinya karena ia termasuk anak yang pintar di kelas. Ketika duduk di kelas 1 SD, ia mendapatkan peringkat pertama di kelas. Betapa bahagianya saya mendengar cerita para guru.

24

Contoh Covert Selling (emotionaly)

Namun pada saat mengambil rapor kelas 2, pertama kali saya mendengar anak saya menangis di depan kelas. Saat itu juga saya merasa bersalah. Saya selalu membuatnya sibuk dengan segala les, dari les bahasa Inggris hingga les musik. Saya melupakan hal terpenting, bahwa anak saya adalah anak-anak yang butuh bermain.

Guru bercerita bahwa anak saya menangis ketika diminta bercerita di depan kelas mengenai cita-citanya. Ia terlihat bingung dan tidak tahu apa yang ia inginkan. Untungnya guru kelasnya memberitahu saya ada boneka yang baru rilis. Boneka dengan 200 karier yang dapat dipilih oleh anak-anak.

25

Contoh Covert Selling (emotionaly)

Sebagai penebusan rasa bersalah saya. Saya belikan boneka tersebut sebagai hadiah kenaikan kelas. Saya belum pernah melihatnya sesenang itu. Ia bermain dengan boneka tersebut setiap minggu. Beragam boneka karier yang saya belikan untuknya telah memberinya banyak imajinasi untuknya.

Sekarang saya semakin bangga dengannya. Ia terpilih mewakili sekolah mengikuti lomba mendongeng mengenai cita-citaku di tingkat nasional. Ia lebih percaya diri menceritakan kisah yang ia buat dengan boneka-boneka tersebut di depan banyak orang.

Kini ia bercita-cita ingin menjadi seorang pendongeng dan guru seperti saya.

Terima kasih


26

Open Ended

Buatlah iklan dengan teknik Covert Selling (emotionaly)!

Ragam Bahasa Persuasif dalam Iklan

Tim dosen Bahasa Indonesia for Communication 2021

Universitas Multimedia Nusantara

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 26

SLIDE