

Penentuan Bilangan Oksidasi
Presentation
•
Chemistry
•
10th Grade
•
Hard
Haslinda Mutiara
Used 6+ times
FREE Resource
8 Slides • 0 Questions
1
2
Bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi merupakan muatan suatu atom dalam suatu molekul atau ion akibat perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom dalam suatu molekul tersebut yang efeknya adalah distribusi elektron ikatan menjadi tidak merata. Hal inilah yang kemudian menyebabkan dalam suatu molekul ada atom yang cenderung bermuatan negatif dan ada yang cenderung bermuatan positif. Bilangan oksidasi lazim disingkat biloks (b.o). Beberapa atom hanya memiliki satu biloks, ada juga atom yang memiliki lebih dari satu biloks.
3
Untuk mempermudah mengidentifikasi bilangan oksidasi unsur kimia tersebut, ada beberapa aturan yang dapat dipergunakan.
Biloks unsur bebas dalam bentuk monoatomik, diatomik, triatomik, tetraatomik, dan seterusnya, memiliki harga nol. Contoh: Fe, C, H2, Cl2, F2, O2, P4, dan S8Fe.
Bilangan oksidasi atom F adalah -1.
Atom logam selalu memiliki bilangan oksidasi positif dengan harga sesuai dengan nomor golongannya, kecuali untuk logam transisi yang memiliki biloks lebih dari satu.
Biloks atom Li, Na, K, Rb, Cs adalah +1.
Biloks atom Be, Mg, Ca, Sr, Ba dan Ra adalah +2.
Biloks atom Al adalah +3.
Biloks atom H umumnya adalah +1, kecuali jika berikatan dengan unsur logam, seperti Na, bilangan oksidasi menjadi negatif (-1). Senyawa atom H dengan unsur logam disebut senyawa hidrida. Contoh: biloks H dalam senyawa natrium hidrida (NaH) adalah -1
4
Biloks atom O umumnya adalah -2, kecuali jika berikatan dengan atom F, atau dalam senyawa peroksida dan superoksida. Bilangan oksidasi atom O adalah +2 dalam OF2, dalam senyawa peroksida (misalnya H2O2) berharga -1. Adapun dalam senyawa superoksida (seperti KO2), biloks O bernilai -1/2.
Jumlah seluruh biloks atom-atom penyusun satu ion sama dengan muatan ion tersebut. Contoh biloks : S2− = -2; Fe3+ = +3; MnO4– = -1; dan Cr2O72− = -2.
Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur pembentuk senyawa netral sama dengan nol.
Dengan demikian, suatu atom dapat bernilai positif dan negatif akibat adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom - atom dalam suatu molekul yang kemudian didefinisikan sebagai bilangan oksidasi atau lebih dikenal dengan sebutan biloks.
5
Reaksi reduksi adalah reaksi penurunan bilangan oksidasi, sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi kenaikan bilangan oksidasi. Pada beberapa reaksi redoks, zat-zat yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator merupakan zat sama sehingga dinamakan reaksi autoredoks. Reduktor merupakan zat yang mengalami oksidasi sedangkan oksidator merupakan zat yang mengalami reduksi. Hasil oksidasi adalah zat yang dihasilkan pada reaksi yang mengalami oksidasi. Hasil reduksi adalah zat yang dihasilkan pada reaksi yang mengalami reduksi.
Langkah-langkah menentukan hasil reduksi oksidasi:
a. Menentukan bilangan oksidasi masing-masing unsur yang mengalami perubahan pada reaksi redoks.
b. Menentukan reaksi reduksi dan oksidasi pada reaksi redoks terssebut.
c. Menentukan hasil reduksi dan oksidasi.
6
Contoh:
0 +5 +2 +4
Cu + 4HNO3 → Cu(NO3)2 + 2NO2 + 2H2O
Tentukan bilangan oksidasi unsur-unsurnya terlebih dahulu:
- Biloks Cu pada Cu = 0, biloks Cu pada Cu(NO3)2 = +2
- Biloks N pada HNO3 = +5, biloks N pada NO2 = +4
- Biloks H pada HNO3 = +1, biloks H pada H2O = +1
- Biloks O pada HNO3, Cu(NO3)2, 2NO2 dan 2H2O = +2
Dari hasil di atas terlihat bahwa hanya Cu dan N yang mengalami perubahan bilangann oksidasi. Cu mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2, sedangkan N mengalami penurunan bilangan oksidasi dari +5 menjadi +4.
7
Pertemuan sebelumnya kita telah membahas mengenai konsep reaksi redoks, dan salah satu contoh reaksi redoks adalah fotosintesis pada tumbuhan.
Berdasarkan reaksi di atas:
a. Oksigen (O) mengalami reaksi oksidasi karena terjadi peningkatan biloks (-2 menjadi 0).
b. Karbon (C) mengalami reaksi reduksi karena terjadi penurunan biloks (+4 menjadi 0) Pada konsep ini, untuk menentukan suatu reaksi termasuk oksidasi atau reduksi perlu mengetahui aturan penentuan bilangan oksidasi untuk mengetahui reaksi yang mengalami kenaikan maupun penurunan bilangan oksidasi serta yang bertindak sebagai oksidator dan reduktor.
8
Identifikasilah masalah-masalah pada stimulus yang telah diberikan kemudian rumuskan beberapa pertanyaan terkait dengan tujuan pembelajaran! Serta rumuskan hipotesisnya!
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 8
SLIDE
Similar Resources on Wayground
8 questions
Interaktif Partikel Penyusun Atom
Presentation
•
10th Grade
3 questions
Menikmati Kimia-1
Presentation
•
10th Grade
10 questions
Materi Ciri-Ciri, Jenis dan Cara menuliskan reaksi kimia
Presentation
•
10th Grade
6 questions
Barisan dan Deret
Presentation
•
10th Grade
6 questions
Anekdot
Presentation
•
10th Grade
10 questions
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Presentation
•
10th Grade
7 questions
Deret Geometri
Presentation
•
10th Grade
6 questions
SISTEM PERIODIK UNSUR
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
How much do you know about our Portrait of an Eagle?
Quiz
•
10th Grade
10 questions
Fast Food Slogans
Quiz
•
6th - 8th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
Map Skills
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
5th Grade
Discover more resources for Chemistry
20 questions
electron configurations and orbital notation
Quiz
•
9th - 12th Grade
26 questions
Atomic Structure, Isotopes and Ions
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Periodic Trends
Quiz
•
10th Grade
5 questions
Atomic Theory Intro Video
Interactive video
•
10th Grade
20 questions
COUNTING ATOMS
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Practice: E-Con, Orbital Notation, Noble Gas Notation
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Ions
Quiz
•
10th Grade
22 questions
KMT & Gas Variables
Quiz
•
10th - 12th Grade