Search Header Logo
Aliran Jabariyah

Aliran Jabariyah

Assessment

Presentation

Social Studies, History

10th Grade - University

Hard

Created by

wito ponamon

Used 1+ times

FREE Resource

15 Slides • 0 Questions

1

Aliran Jabariyah

Kelompok 4 :

1. Wito Ponamon (202012039)

2. Desy Safitri Panigoro (202012029)

Slide image

2

A. Latar Belakang Munculnya Aliran Jabariyah

  • Menurut bahasa, kata Jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa, Sedangkan secara Istilah, Jabariyah adalah menolak adanya perbuatan dari manusia. dan menyandarkan semua perbuatan kepada Allah.

  • Menurut Harun Nasution Jabariyah adalah faham yang menyebutkan bahwa segala perbuatan manusia telah ditentukan qadha dan qadar Allah. Maksudnya adalah bahwa setiap perbuatan yang dikerjakan manusia tidak berdasarkan kehendak manusia, namun diciptakan oleh Tuhan dan dengan kehendaknya-Nya.

3

Slide image

4

Awal mula kemunculan faham Jabariyah adalah sejak awal periode islam. namun al-jabar sebagai suatu pola pikir atau aliran yang dianut,dipelajari, dan dikembangkan, baru terjadi pada masa pemerintahan Daulah Bani Umaya. Faham Jabariyah secara nyata menjadi aliran yang disebarkan kepada orang lain pada masa pemerintahan Bani Umayah.

Slide image

5

Pendapat yang lain mengatakan bahwa faham ini diduga telah muncul sejak sebelum agama islam datang ke masyarakat Arab. Bangsa Arab yang pada waktu itu bersifat serba sederhana dan jauh dari pengetahuan, terpaksa menyesuaikan hidup mereka dengan suasana padang pasir, dengan panasnya yang terik serta tanah dan gunungnya yang gundul. Dalam dunia yang demikian, mereka tidak banyak melihat jalan untuk mnegubah keadaan sekeliling mereka sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Hal ini membawa mereka pada sikap fatalistis.

Slide image

6

B. Dasar Pemikiran Aliran Jabariyah

- Q.S As-Shaffat : 96


وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ


Artinya: " Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat "


- Q.S Al-Insan : 30


وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۖ


Artinya: " Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila Allah kehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. "

7

c. Jabariyah Eskstrim dan Moderat

  • Jabariyah yang eskstrim mengatakan bahwa manusia lemah, tidak berdaya, terikat dengan kekuasaan dan kehendak Tuhan, tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimiliki oleh paham Qadariyah. Seluruh tindakan dan perbuatan manusia tidak boleh lepas dari scenario dan kehendak Allah. Segala akibat baik dan buruk yang diterima oleh manusia dalam perjalan hidupnya adalah merupakan ketentuan Allah.

  • Jabariyah moderat mengatakan bahwa Tuhan menciptakan perbuatan manusia, baik itu positif atau negatif, tetapi manusia mempunyai bagian didalamnya. Tenaga yang diciptakan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujudkan perbuatannya. Manusia juga tidak dipaksa, tidak seperti wayang yang dikendalikan oleh dalang dan tidak pula menjadi pencipta perbuatan, tetapi manusia memperoleh perbuatan yang diciptakan tuhan

8

D. Tokoh Aliran Jabariyah beserta pendapatnya

1. Jahm bin Shofwan

Nama lengkapnya adalah Abu Mahrus Jaham Bin Shafwan. Ia berasal dari Khurasan bertempat tinggal dikuffah. Ia seorang dai yang fasih dan lincah. Pendapat Jahm yang berkaitan dengan persoalan teologi adalah sebaagai berikut:


- Manusia tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri dan tidak mempunyai pilihan.

- Surga dan neraka tidak kekal, tidak ada yang kekal selain tuhan.

- Iman adalah ma'rifat atau membenarkan hati


9


2. Ja'ad bin Dirham

Beliau adalah seorang maulana bani hakim, tinggal di damaskus. Ia dibesarkan dalam lingkungan orang kristen yang senang membicarakan tentang teologi. Doktrin pokok Ja'ad secara umum sama dengan fikiran jahm AI-Ghuraby yang menjelaskan sebagai berikut:


- Al-quran itu adalah mahluk, oleh karena itu dia baru. Sesuatu yang baru itu tidak dapat disifatkan kepada Allah.

- Allah tidak mempunya sifat yang serupa dengan mahluk seperti berbicara, melihat dan mendengar

- Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala-galanya.


10

3. An-Najar

Nama lengkapnya adalah Husain bin muhammad an-najar, para pengikutnya disebut An-Najariyyah atau AI-Husainiyah. Diantaranya pendapat-pendapatnya adalah sebagai berikut:


- Tuhan menciptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia mengambil bagian atau peran dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan itu. itulah yang disebut kasab dalam teori Al-Asy'r.

- Tuhan tidak dapat dilihat diakhirat, akan tetapi ia menyatakan bahwa tuhan dapat saja memindahkan potensi hati pada mata sehingga manusia dapat melihat Tuhan.

11

4. Adh-Dhiar

Nama lengkapnya adalah Dhirar Bin Amr.


- Pendapatnya tentang perbuatan manusia sama dengan husein an- najjar, bahwa manusia tidak hanya merupakan wayang yang digerakan dalang, manusia mempunyai bagian dalam perwujudan perbuatannya dan tidak semata-mata dipaksa dalam melakukan perbuatanya

- Mengenai ru'yat tuhan diakhirat, Dhirar mengatakan bahwa Tuhan dapat dilihat diakhirat melalui indera keenam.

12

Perbedaan Jabariyah dan Qadariyah

  • Perbedaan antara jabariyah dan qadariyah yakni terletak pada pemikirannya. Qadariyah mempunyai pemikiran yang suka mendahulukan akal serta pemikiran dari pada prinsip ajaran Al-Quran dan Hadits sendiri, Al-Quran dan Hadits mereka tafsirkan hanya berdasarkan logika semata-mata.

Slide image

13


  • Aliran Qodariyah, yaitu aliran yang memandang bahwa Allah hanya menciptakan kita, Dia tidak menciptakan apa yang kita perbuat. Jadi apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, termasuk rezeki serta masa depan kita,maka kita sendiri yang tentukan dan Allah tidak memiliki peran didalamnya

Slide image

14

  • Sementara di sisi sebaliknya ada aliran Jabariyah. Orang Jabariyah menganggap bahwa Allah telah menciptakan kita dan seluruh apa yang kita kerjakan, baik hari ini atau esok. Orang yang ditakdirkan kaya maka dia akan kaya dan yang dilahirkan miskin maka dia akan miskin. Kita tidak memiliki peran apapun.

  •  Jabariyah mempunyai pemikiran bahwa manusia tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, tidak mempunyai kehendak sendiri, manusia tidak mempunyai pilihan dalam bertindak, manusia dipaksa dalam berbuat,dengan demikian manusia tidak mempunyai kekuasan bagi dirinya sendiri, perbuatan-perbuatan di ciptakan dari tuhan, jadi manusia hidup tak ubahnya seperti air yang mengalir kemuaranya.

15

SELESAI

TERIMAH KASIH

Aliran Jabariyah

Kelompok 4 :

1. Wito Ponamon (202012039)

2. Desy Safitri Panigoro (202012029)

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 15

SLIDE