Search Header Logo
Unsur Intrinsik

Unsur Intrinsik

Assessment

Presentation

Special Education

12th Grade

Medium

Created by

Atik Nurhidayati

Used 5+ times

FREE Resource

8 Slides • 30 Questions

1

Unsur Intrinsik

by Atik Nurhidayati

media

2

Pengertian Unsur Intrinsik

Unsur instrinsik ialah unsur yang membangun suatu Cerita, baik itu Novel, Cerpen, drama dll . Dapat dikatakan, unsur ini ialah komponen yang terdapat di dalam suatu. Bagan- bagian yang membangun suatu cerita.

Intrinsik itu terdiri dari Unsur-Unsur seperti ialah

  • Tema

  • Penokohan

  • ​Alur/Plot

  • Sudut Pandang /point of veiw

  • Latar/Setting

  • ​Gaya Bahasa

  • Amanat

3

TEMA

Tema merupakan keseluruhan dari cerita yang dibuat tema adalah ide pokok yang menjadi dasar atau pokok utama dari sebuah cerita, baik novel, cerpen maupun drama dll. Dapat dikatakan tema sebagai “akar” pada suatu cerita. Dengan bertolakkan dari tema, unsur-unsur instrinsik cerita dikembangkan dan dikarang sedemikian rupa mengikuti tema yang telah ditentukan, seperti alur, pertokohan, latar, gaya bahasa, judul, dan lainya.

4

Plot

Plot atau Alur disebut juga sebagai jalan cerita yang disusun sedemikian rupa dari tahapan-tahaapan peristiwa sehingga membentuk rangkaian cerita. Tahapan-tahapan dalam alur meliputi

Tahapan awal, pada tahapan awal ini merupakan tahapan pengenalan tokoh- tokoh cerita serta perwatakan, latar, dan lain sebaginya.

Pemunculan konflik, tahap selanjutnya penonton diajak pada pengenalan konflik. Pada tahap ini, konflik yang merupakan bumbu

agar suatu drama lebih menarik akan terjadi. Konflik- konflik ini tentunya melibatkan semua pemain (tokoh).

Dalam tahap ini pula penonton akan mengenalalur dari cerita yang dibuat.

Komplikasi, tahap komplikasi atau tahap peningkatan konflik, semaki banyak insiden-insiden terjadi. Beberapa konflik pendukung

akan terjadi untuk menguatkan konflik utama pada alur cerita.

Klimaks, merupakan tahapan puncak dari konflik yang ada. Ditahapan ini merupakan tahap puncak dari ketegangan yang terjadi mulai dari awal cerita.

Resolusi, merupakan tahap yang menujukan jalan keluar dari setiap konflik yang ada. Teka teki pada setiap konflik yang terjadi

pada awal- awal cerita akan terungkap pada tahap ini. Sering kali, perwatakan yang aseli dari setiap tokoh akan muncul di tahapan ini.

Akhir, pada tahap ini adalahbagian the ending of the story, dalam tahap ini semua konfiks telah terpecahkan dan merupakan akhir dari cerita.

5

Macam-macam plot dalam suatu cerita yaitu:

  • Alur maju (prograsif), set cerita berjalan maju, mulai dari masa kini ke masa yang akan datang.

  • Alur mundur (regreasif), kebalikan dari alur progresif. Set cerita berjalan mundur, yang mana masa kini adalah sebuah hasil dari konflik-konflik yang terjadi pada masa lalu.

  • Alur campuran, alur cerita yang mencampurkan masa kini dengan masa lalu dan juga dengan masa depan. Di sebut juga alur bolak- balik. Cerita dengan alur ini mengungkakpakn konflik yang belum selesai dari masa lalu, masa sekarang, dan penyelesaian di masa depan. Saling terkait satu sama lain.

6

Tokoh cerita merupakan individu- individu yang memainkan peran, terlibat dalam cerita atau konflik pada sebuah Cerita.

Macam-macam Tokoh dalam sebuah cerita:

1. Berdasarkan peran: tokoh utama (central) merupakan tokoh yang dikuatkan atau tokoh utama dalam sebuah cerita atau drama. Sedangkan tokoh tambahan (figuran) merupakan tokoh yang membantu atau mendukung cerita. Dalam cerita, dapat memiliki beberapa tokoh utama, yang dapat dikenali dengan sering munculnya dalam cerita. Sedangkan tokoh figuran hanya muncul beberapa scene, kehadirannya hanya untuk menunjang cerita dari tokoh utama.

7

​2. Berdasarkan watak, tokoh antagonis adalah tokoh yang digambarkan sebagai sosok yang penuh keliciikan, jahat dan penyebab munculnya suatu konflik. Sedangkan tokoh protagonis, merupakan tokoh yang mengalami konflik bersama tokoh antagonis.

3. Berdasarkan perkembangan, tokoh statis yaitu tokoh yang relative tetp tidak megalami perubahan dari mulai cerita sampai akhir. Sedangkan tokoh yang berkembang ialah tokoh yang mengalami perubahan seiring dengan konflik- konflik yang terjadi pada alur cerita.

8

Latar

Unsur intrinsik cerpen selanjutnya adalah latar. Unsur ini mengacu pada latur waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar dalam unsur intrinsik cerpen bisa membuat pembaca cerpen lebih paham tentang kapan, dimana dan sedang apa tokoh yang diceritakan.

Setting merupakan unsur intrinsik cerpen berupa gambaran tentang peristiwa-peristiwa yang ada di dalam cerita. Latar termasuk unsur pembangun cerita yang vital.

Latar atau setting disebut unsur intrinsik cerpen sebagai landas tumpu, mengarah pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

Keberadaannya sangat penting untuk membangun suasana dalam cerita. Latar dalam unsur intrinsik cerpen dibagi menjadi beberapa macam, seperti waktu, tempat, sosial budaya, keadaan lingkungan, dan suasana.

9

Multiple Choice

Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita pendek

1

tema

2

tokoh

3

amanat

4

latar budaya pengarang

10

Multiple Choice

"Jadi, apa yang membawamu kemari?”

“Kenangan.”

“Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap sekitar 30 kilometer saja dari sini.”

Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.

Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jauh lebih tulus dan setia daripada saya.

Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.


Alur dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

1

A. Alur maju

2

B. Alur mundur

3

C. Alur campuran

4

D. Tidak menggunakan alur

11

Multiple Choice

Pelaku dalam sebuah cerita biasanya dikenal sebagai

1

Penokohan

2

tokoh

3

artis

4

figuran

12

Multiple Choice

“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.


“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.

(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")


Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....

1

A. penakut

2

B. pemberani

3

C. ragu-ragu

4

D. tidak percaya diri

13

Multiple Choice

Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!


Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …

1

sudut pandang orang pertama

2

sudut pandnag orang kedua

3

sudut pandang orang jamak

4

sudut pandang orang tunggal

14

Multiple Choice

Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)


Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

1

A. suka menghayal

2

B. cerdas

3

C. pemberani

4

D. peduli

15

Multiple Choice

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah

1

kereta api

2

jalan raya

3

bus

4

kapal laut

16

Multiple Choice

Mak Inang kembali memeras beberapa popok yang ia cuci. Telapak kaki tangannya yang kapalan cepat-cepat menampari betis kirinya begitu beberapa nyamuk membabi-buta di kulit keringnya. Bentol-bentol sebesar biji petai berderet-deret di kulit keringnya. Ia menggeram.


Gaya bahasa pada kalimat: Bentol-bentol sebesar biji petai berderet-deret di kulit keringnya, yaitu gaya bahasa....

1

A. personifikasi

2

B. hiperbola

3

C. litotes

4

D. simile

17

Multiple Choice

Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”


amanat kutipan cerita di atas adalah ...

1

jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir

2

Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup

3

orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya

4

sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua

18

Multiple Choice

Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.

“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.

Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.


Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....

1

A. pagi hari

2

B. siang hari

3

C. sore hari

4

D. malam hari

19

Multiple Choice

Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar. Jemuran pun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapanku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.


sudut pandang kutipan cerita di atas adalah

1

Orang pertama pelaku utama

2

Orang pertama pelaku sampingan

3

Orang ketiga sebagai pengamat

4

Orang ketiga sebagai pelaku serba tahu

20

Multiple Choice

Ketukan di pintu membuat Marwan bangkit dan ia mendapati Beningnya berdiri sayu menenteng kotak kayu. Itu kotak kayu pemberian Ren. Kotak kayu yang dulu juga dipakai Ren menyimpan kartu pos dari Ayahnya. Marwan melirik jam dinding kamarnya. Pukul 11.20.


Sudut pandang pengarang pada kutipan cerpen tersebut....

1

A. sudut pandang orang ketiga

2

B. sudut pandang orang pertama

3

C. sudut pandang orang kedua

4

D. sudut pandang campuran

21

Multiple Choice

Kemudian, ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan. Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh. Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan. Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika merebutnya atau menerimanya dari orang lain. Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya. Dan kenyataan adalah di mana berada. Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi merenggut kebahagiannya. (Hujan, Yeni Puspita)


Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerita di atas adalah

1

orang pertama pelaku utama

2

orang pertama pelasku sampingan

3

orang ketiga sebagai pengamat

4

orang ketiga serba tahu

22

Multiple Choice

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”


Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....

1

A. (1) dan (2)

2

B. (1) dan (4)

3

C. (2) dan (5)

4

D. (3) dan (4)

23

Multiple Choice

”Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan semena-mena. Tidaklah sepatutnya hal itu kulaporkan?”

”Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus diutamakan ialah kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan dalam kampung. Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin tempo hari? Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain meringkuk di penjara.”

(Gerhana, Muhammad Ali)


Unsur intrinsik yang paling dominan dalam cerita di atas adalah

1

latar

2

tokoh

3

alur

4

amanat

24

Multiple Choice

Pukul 11.20

Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”

Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.

Ngantar ke mana? Pizza Hut?”

Beningnya menggeleng.

“Ke mana?”

“Ke rumah Pak Pos.”


Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

1

A. kamar tidur

2

B. dapur

3

C. ruang tamu

4

D. ruang makan

25

Multiple Choice

Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.


Gaya bahasa (majas) yang tercetak miring pada kutipan cerita pendek di atas adalah ....

1

ironi

2

metafora

3

personifikasi

4

litotes

26

Multiple Choice

Kutipan cerpen berikut untuk nomor 9-13

Mereka berdua menyatakan tak bersalah. Tak ada seorangpun di atas dunia ini yang mau disalahkan. Semua orang pasti mengaku baik. Mungkin semua orang memang baik. Tapi mereka telah melanggar hukum dan mereka dijebloskan ke dalam bui.

Aku tetap memeluk lutut di pojok. Malam merayap seperti kecoa-kecoa yang sia-sia mencari makanan. Tapi aku kehilangan waktu. Aku tak tahu jam berapa lampu tiba-tiba dimatikan. Kegelapan mengerikan menyelimuti diriku. Kesenyapan meraung-meraung dari keempat sudut sel.


Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

1

A. kantor polisi

2

B. penjara

3

C. gudang

4

D. pasar

27

Multiple Choice

Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bambu itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.


Gaya bahasa (majas) dalam kutipan cerita di atas adalah ....

1

personifikasi

2

metafora

3

hiperbola

4

litotes

28

Multiple Choice

Latar waktu kutipan cerpen tersebut....

1

A. siang hari

2

B. sore hari

3

C. malam hari

4

D. pagi hari

29

Multiple Choice

Bukti tokoh Aku memiliki watak menyesali perbuatannya terdapat pada kalimat....

1

A. Aku tetap memeluk lutut di pojok.

2

B. Aku tak tahu jam berapa lampu tiba-tiba dimatikan.

3

C. Kegelapan mengerikan menyelimuti diriku.

4

D. Tapi aku kehilangan waktu.

30

Multiple Choice

Sudut pandang pada kutipan cerpen tersebut....

1

A. Sudut pandang orang pertama

2

B. Sudut pandang orang kedua

3

C. Sudut pandang orang ketiga

4

D. Sudut pandang campuran

31

Multiple Choice

Malam merayap seperti kecoa-kecoa yang sia-sia mencari makanan.


Majas pada kutipan cerpen tersebut....

1

A. simile

2

B. personifikasi

3

C. litotes

4

D. sarkasme

32

Multiple Choice

“Huek, pahit, Nek. Dinda nggak suka. Nggak mau kopi ah!”

Nenek Aida tetap tersenyum. Ia teruskan kegiatannya membuat kopi. Setelah dua cangkir kopi itu jadi, dengan enggan kubantu nenek membawa salah satu cangkir kopi itu ke ruang tamu.

“Dinda nggak mau kopinya, Nek... pahit... kopi Dinda buat Nenek aja deh....”

“Dalam kehidupan ini mungkin kita mengalami berbagai kejadian. Tahukah Dinda, semua kepedihan dan kebahagiaan itu menjadikan hidup lebih istimewa. Mengerti?”


Pesan dalam kutipan cerpen tersebut yaitu....

1

A. Dalam kehidupan ini kita akan mengalami berbagai kejadian yang menyenangkan.

2

B. Hidup yang istimewa adalah hidup yang dapat menerima kepedihan.

3

C. Kita harus menerima kenyataan bahwa dalam hidup ada peristiwa membahagiakan dan menyedihkan.

4

D. Dalam hidup dengarkanlah nasehat orang tua yang sudah berpengalaman dalam hidup.

33

Multiple Choice

Ren merawat kartu pos itu seperti merawat kenangan. “Mungkin aku memang jadul. Aku hanya ingin Beningnya punya kebahagiaan yang aku rasakan…”


Gaya bahasa pada kalimat yang bercetak miring kutipan cerpen tersebut yaitu....

1

A. personifikasi

2

B. ironi

3

C. litotes

4

D. personifikasi

34

Multiple Choice

Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana seseorang bisa yakin akan sesuatu tanpa dasar-dasar yang jelas. Aku merasa pemikiran tentang tamu benar-benar menggangguku. Jangan-jangan tamu yang akan datang benar-benar membawa bencana.


Watak tokoh Aku pada kutipan cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" yaitu....

1

A. penakut

2

B. pemarah

3

C. ragu-ragu

4

D. tidak percaya pada tahayul

35

Multiple Choice

Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.


Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....

1

A. damai

2

B. ketakutan

3

C. sedih

4

D. sepi

36

Multiple Choice

Mata Beningnya berkaca-kaca, diakhiri dengan kemunculan cahaya yang terang keperakan di kamar Beningnya dan cahaya tersebut menjadi penanda sebagai kedatangan mama Beningnya ke hadapan anaknya. Ironisnya Beningnya belum mengetahui tentang kematian ibunya. Arwah Ren datang menemui Beningnya.


Latar suasana pada kutipan cerpen "Kartu Pos dari Surga" yaitu....

1

A. sedih

2

B. gembira

3

C. sepi

4

D. ketakutan

37

Multiple Choice

Nisan namamu merindingkan bulu kuduk yang menghantam ulu hatiku, sahabat. Seharusnya, aku tak telat untuk segera mengantarmu, mencium gumpalan tanah terakhirmu. Sedetik saja, maka akan kucium kening pucatmu untuk yang terakhir. Peristiwa kematianmu ini, akan membuatku terus mengingatmu. Aku jatuh mengenangmu, sahabat. Tidak ada yang sepeduli kau di kehidupan ini. Aku benci pada tanah yang mengurukmu.


Latar tempat pada kutipan cerpen tersebut yaitu....

1

A. pasar

2

B. gudang

3

C. candi

4

D. kuburan

38

Multiple Choice

“Siti, aku minta maaf. Selama ini aku selalu memusuhimu hanya karena kamu tidak mau memberi jawaban saat ulangan. Aku merasa bersalah. Ternyata kamu sahabat sejatiku. Meskipun aku sudah menyakitimu, kau tetap mau menolongku saat aku kecelakaan,”kata Dina sambil mengulurkan tangan ketika sampai di rumah.


Pesan pada cerpen tersebut yaitu....

1

A. Jangan hanya mengaku sahabat ketika mendapat jawaban saat ulangan.

2

B. Jangan percaya kepada teman.

3

C. Sayangilah temanmu seperti kamu menyayangi keluargamu.

4

D. Tolonglah orang lain meskipun ornag tersebut pernah menyakitimu.

Unsur Intrinsik

by Atik Nurhidayati

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 38

SLIDE