
Materi Cerpen Kelas XI
Presentation
•
World Languages
•
3rd - 12th Grade
•
Medium
Tati Andriani
Used 2+ times
FREE Resource
19 Slides • 18 Questions
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Multiple Choice
Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
sudut pandang orang pertama
sudut pandnag orang kedua
sudut pandang orang jamak
sudut pandang orang tunggal
21
Multiple Choice
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah
kereta api
jalan raya
bus
kapal laut
22
Multiple Choice
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
23
Multiple Choice
Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar. Jemuran pun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapanku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.
sudut pandang kutipan cerita di atas adalah
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang ketiga sebagai pelaku serba tahu
24
Multiple Choice
”Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan tak semena-mena. Tidaklah sepatutnya hal itu kulaporkan?”
”Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus diutamakan ialah kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan dalam kampung. Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin tempo hari? Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain meringkuk di penjara.”
(Gerhana, Muhammad Ali)
Unsur intrinsik yang paling dominan dalam cerita di atas adalah
latar
tokoh
alur
amanat
25
Multiple Choice
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari berpendar
Ketika kerumunan tidak bersama
Mentari bersinar
Mentari di sebelah barat
26
Multiple Choice
Menyaksikan guyuran dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat lain kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, bertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.
Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerita di atas adalah...
orang pertama pelaku utama
orang ketiga
orang ketiga pengamat
orang pertama bukan pelaku utama
27
Multiple Choice
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cantik. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor...
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
28
Multiple Choice
Dua minggu sudah kau pergi. Meninggalkan jejak-jejak abadi di hidupku. Warnanya mulai kusam, sayang. Bukan mungkin lagi, karena usia kita sudah tua. Aku tak pernah menyangka bahwa minggu lalu adalah hari terakhir kita berkumpul bersama anak-anak yang kita cinta. Yang sudah kita besarkan dengan kasih sayang. Dari dekapan seorang ayah sepertimu. Itu sangat membuat kami tenang.
Seyuman Terindah Darimu
Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah….
kehilangan
kerinduan
kesepian
kesendirian
29
Multiple Choice
Kejadian begitu cepat. Aku pulang pukul 12 siang. Segera kuparkir motor bututku di halaman sekolah. Lalu, aku segera berlari ke tempat fotokopi. Wow, betapa terkejutnya diriku tatkala kulihat ada seorang gadis di situ. Mungkin dia karyawan baaru di tempat fotokopi ini. Rambutnya yang terurai panjang serasa memesona semua orang yang melihatnya.
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....
orang pertama pelaku utama
orang pertama sebagai pengamat
orang pertama dan orang ketiga
orang ketiga terarah
orang ketiga serba tahu
30
Multiple Choice
Tanah di pekuburan umum itu masih basah ketika para pelayat sudah pulang. Sementara aku masih duduk sambil sesekali menyeka air mata. Ibu yang selama ini paling aku hormati dan sayangi tadi malam telah menghadap Sang Pencipta.
Latar suasana yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….
haru
kecewa
sedih
khawatir
marah
31
Multiple Choice
Tiga hari sesudah itu, pada suatu pagi, Bagaskara memancarkan cahayanya bagaikan membasuh puncak Gunung Agung dengan Cut Emas, di alun-alun negara Gelgel telah penuh sesak orang. Mereka ingin menyaksikan para Arya berangkat dati kerajaan Gelgel yang oleh Sribaginda Bhatar Dalem dikirimkan ke negara Belambangan untuk membantu memecahkan kepungan Senopati dari Mataram.
Latar tempat kutipan cerpen di atas adalah ....
Mataram
Kerajaan Gelgel
Alun-alun negara Gelgel
puncak Gunung Agung
negara Belambangan
32
Multiple Choice
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari. Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
33
Multiple Choice
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu. Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …
pemberani
baik
sombong
egois
34
Multiple Choice
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
35
Multiple Choice
(1) Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya, ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.
Watak tokoh Badu pada kutipan novel tersebut adalah ...
pemalu
berjiwa besar
sombong
angkuh
36
Multiple Choice
“ Ya Allah, Gusti Allah, Bude,” Surastri terisak. “Kami semua mengira Bude sudah meniggal, ternyata Bude Humaini masih hidup. Alhamdulillah.”
Para mahasiswi yang kos di rumah sewa itu akhirnya tahu. Ternyata selama ini Astuti menyimpan bebannya sampai rapat. Tempat mengadunya hanya satu, yaitu Tuhan di atas sana. Mengaji membaca Al quran setiap malam yang dilakukan sampai menangis adalah cara yang dipilihnya dalam memohon Tuhan untuk mengembalikan ibunya. Segenap penghuni kos itu terhenyak, ketika mereka membayangkan, bagaimana kira-kira yang mereka rasakan jika merekalah yang mengalami peristiwa itu.
Watak Astuti dalam kutipan tersebut adalah …….
Pendiam
Sabar
Lemah hati
Teguh Hati
37
Multiple Choice
“Kemungkinan rambut Anda rontok setelah dikemoterapi,” kata dokter dengan lembut. “Saya siap, Dok. Demi kesehatan saya, Dok,” jawaban Fati.
“Oh iya, ketika obat kemoterapi disuntikkan, pada umumnya pasien merasa sakit,” lanjut dokter.
“Saya paham, Dok. Saya ingin sembuh.”
“Kalau begitu, selamat istirahat.”
Dokter meninggalkan ruang tempat Fati dirawat menuju ruang sebelah untuk memeriksa pasien-pasien lain.
Sikap terpuji dari tokoh Fati adalah ….
Kemauan keras untuk kemoterapi
Semangat untuk sembuh
Kemauan keras untuk disuntik
Semangat untuk berobat ke dokter
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 37
SLIDE
Similar Resources on Wayground
30 questions
Topik C: Pemanfaatan Kondisi Geografis demi Optimalisasi Potensi
Lesson
•
KG - University
30 questions
Materi Quizzizz 1
Lesson
•
KG - University
29 questions
Materi pai kls8 smt 1 Iman kpd kitab-kitab
Lesson
•
KG - University
31 questions
ALJABAR
Lesson
•
KG
26 questions
Presentasi Tanpa Judul
Lesson
•
KG
33 questions
BE0-Session 4
Lesson
•
KG
29 questions
Pendidikan Tinggi di Era Digital
Lesson
•
KG - University
37 questions
Kalimat langsung dan Tidak Langsung
Lesson
•
3rd Grade - University
Popular Resources on Wayground
10 questions
5.P.1.3 Distance/Time Graphs
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Fire Drill
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Hargrett House Quiz: Community & Service
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
4th Grade
Discover more resources for World Languages
20 questions
El Verbo IR Practice
Quiz
•
9th Grade
20 questions
EL PRETERITO/ Verbos irregulares
Quiz
•
11th Grade
20 questions
Preterite vs. Imperfect
Quiz
•
10th Grade
10 questions
Idioms
Quiz
•
3rd Grade
40 questions
Spanish Present Tense Verbs
Quiz
•
9th Grade
25 questions
Direct object pronouns in Spanish
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Preterite-Regular verbs
Quiz
•
9th Grade
17 questions
Ir a + Infinitive
Quiz
•
11th Grade