Search Header Logo
YADNYA MENURUT MAHABHARATA

YADNYA MENURUT MAHABHARATA

Assessment

Presentation

Religious Studies

11th Grade

Medium

Created by

Yudi Arta

Used 14+ times

FREE Resource

13 Slides • 5 Questions

1

YADNYA DALAM MAHABHARATA

by Yudi Arta

2

 Pengertian dan Hakikat Yajña

​Menurut etimologi kata Yajña berasal dari kata yaj yang artinya memuja atau memberi pengorbanan atau menjadikan suci. Kata ini juga diartikan bertindak sebagai perantara. Dalam Ṛgveda VIII,Yajña artinya pengorbanan atau persembahan. Yajña merupakan suatu perbuatan dan kegiatan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan untuk melakukan persembahan kepada Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa yang pada pelaksanaan di dalamnya mengandung unsur Karya (perbuatan), Sreya (tulus ikhlas), Budhi (kesadaran), dan Bhakti (persembahan). Selama ini Yajña dipahami hanyalah sebatas piodalan atau menghaturkan persembahan (Banten). Arti Yajña yang sebenarnya adalah pengorbanan atau persembahan secara tulus. Yajamana artinya orang yang melakukan atau melaksanakan Yajña, sedangkan Yajus berarti aturan tentang Yajña.

3

Multiple Choice

Pilihlah gambar dibawah ini yang berkaitan dengan BHUTA YADNYA!

1
2
3
4

4

Ada beberapa perbuatan yang diajarkan oleh Veda sebagai bentuk pelaksanaan dari ajaran Manusa Yajña, antara lain:

a.     membantu orang tua, wanita atau anak-anak yang menyeberang jalan dalam kondisi lalu lintas sedang ramai;

b.     menjenguk dan memberikan bantuan teman yang sakit;

c.      melakukan bakti sosial, donor darah, dan pengobatan gratis;

d.     memberikan tempat duduk kita kepada orang tua, wanita atau anak-anak ketika berada di dalam kendaraan umum;

e.     memberikan sumbangan beras kepada orang yang tak mampu;

f.      membantu memberikan petunjuk jalan kepada orang yang tersesat;

g.     membantu fakir miskin yang sangat membutuhkan pertolongan

h.     membantu teman atau siapa saja yang sedang terkena musibah bencana alam, kerusuhan atau kecelakaan lalu lintas; dan

i.    memberikan jalan terlebih dahulu kepada mobil ambulan yang sedang membawa orang sakit.

5

Syarat-syarat dan Aturan dalam Pelaksanaan Yajña

Agar pelaksanaan Yajña lebih efisien, maka syarat pelaksanaan Yajña perlu mendapat perhatian, yaitu:

a.      SastraYajña harus berdasarkan Veda:

b.      SraddhaYajña harus dengan keyakinan:

c.       Lascarya, keikhlasan menjadi dasar utama Yajña:

d.      Daksina, memberikan dana kepada pandita:

e.      Mantra, puja, dan gita, wajib ada pandita atau pinandita:

f.        Nasmuta atau tidak untuk pamer, jangan sampai melaksanakan

b.      Yajña hanya untuk menunjukkan kesuksesan dan kekayaan: dan

c.       Anna Sevanam, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cara mengundang untuk makan bersama.

6

 Satwika Yajña:

Satwika Yajña adalah kebalikan dari Tamasika Yajña dan Rajasana Yajña bila didasarkan penjelasan Bhagawara Gita tersebut di atas. Satwika Yajña adalah Yajña yang dilaksanakan sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. 

​1.      Yajña harus berdasarkan sastra. Tidak boleh melaksanakan Yajña sembarangan, apalagi di dasarkan pada keinginan diri sendiri karena mempunyai uang banyak. Yajña harus melalui perhitungan hari baik dan buruk, Yajña harus berdasarkan sastra dan tradisi yang hidup dan berkembang di masyarakat.

7

​2.      Yajña harus didasarkan keikhlasan. Jangan sampai melaksanakan Yajña ragu-ragu. Berusaha berhemat pun dilarang di dalam melaksanakan Yajña. Hal ini mengingat arti Yajña itu adalah pengorbanan suci yang tulus ikhlas. Sang Yajamana atau penyelenggara Yajña tidak boleh kikir dan mengambil keuntungan dari kegiatan Yajña. Apabila dilakukan, maka kualitasnya bukan lagi sattwika namanya.

3.      Yajña harus menghadirkan Sulinggih yang disesuaikan dengan besar kecilnya Yajña. Kalau Yajñanya besar, maka sebaiknya menghadirkan seorang Sulinggih Dwijati atau Pandita. Tetapi kalau Yajñanya kecil, cukup dipuput oleh seorang Pemangku atau Pinandita saja.

8

4.      Dalam setiap upacara Yajña, Sang Yajamana harus mengeluarkan daksina. Daksina adalah dana uang kepada Sulinggih atau Pinandita yang muput Yajña. Jangan sampai tidak melakukan itu, karena daksina adalah bentuk dari Rsi Yajña dalam Panca Yajña.

5.      Yajña juga sebaiknya menghadirkan suara genta, gong atau mungkin Dharmagita. Hal ini juga disesuaikan dengan besar kecilnya Yajña. Apabila biaya untuk melaksanakan Yajña tidak besar, maka suara gong atau Dharmagita boleh ditiadakan.

9

Sesajen atau banten bukan makanan para dewa atau Tuhan, melainkan sarana umat dalam menyampaikan dan mewujudkan rasa bakti dan syukur kepada Brahman, Sang Hyang Widhi. Di dalam ajaran suci Veda, Santi Parwa atau Bhagavadgita disebutkan, mereka yang makan sebelum memberikan Yajña, maka orang itu pantas disebut pencuri. Ajaran Veda ini mengajarkan tentang etika sopan santun, mengingat semua yang ada di dunia ini berasal dari Sang Hyang Widhi, maka tentu sangat sopan apabila sebelum makan diwajibkan mengadakan penghormatan dengan persembahan kepada pemilik makanan sesungguhnya, yaitu Sang Hyang Widhi. Dengan demikian, Yajña itu adalah korban suci yang tulus ikhlas untuk menjaga keseimbangan alam dan keteraturan sosial. Yajña berarti persembahan, pemujaan, penghormatan, dan korban suci tanpa pamrih. Berdasarkan sasaran yang akan diberikan Yajña, maka korban suci ini dibedakan menjadi lima jenis, yaitu:

10

a.      Dewa Yajña

Yajña jenis ini adalah persembahan suci yang dihaturkan kepada Sang Hyang Widhi dengan segala manisfestasi-Nya. Contoh Dewa Yajña dalam kesehariannya, melaksanakan puja Tri Sandya, sedangkan contoh Dewa Yajña pada hari-hari tertentu adalah melaksanakan piodalan/puja wali di pura dan lain sebagainya.

11

b.      Rsi Yajña

Rsi Yajña adalah korban suci yang tulus ikhlas kepada para Rsi. Mengapa Yajña ini dilaksanakan, karena para Rsi sudah berjasa menuntun masyarakat dan melakukan puja surya sewana setiap hari. Para Rsi telah mendoakan keselamatan dunia alam semesta beserta isinya. Bukan itu saja, ajaran suci Veda juga pada mulanya disampaikan oleh para Rsi. Para Rsi dalam hal ini adalah orang yang disucikan oleh masyarakat. Ada yang sudah melakukan upacara dwijati disebut Pandita, dan ada yang melaksanakan upacara ekajati disebut Pinandita atau Pemangku. Umat Hindu memberikan Yajña terutama pada saat mengundang orang suci yang dimaksud untuk menghantarkan upacara Yajña yang dilaksanakan.

12

c.       Pitra Yajña

Korban suci jenis ini adalah bentuk rasa hormat dan terima kasih kepada para Pitara atau leluhur karena telah berjasa ketika masih hidup melindungi kita. Kewajiban setiap orang yang telah dibesarkan oleh leluhur untuk memberikan persembahan yang terbaik secara tulus ikhlas. Ini sangat sesuai dengan ajaran suci Veda agar umat Hindu selalu saling memberi demi menjaga keteraturan sosial.

13

d.      Manusa Yajña

Manusa Yajña adalah pengorbanan untuk manusia, terutama bagi mereka yang memerlukan bantuan. Umpamanya ada musibah banjir dan tanah longsor. Banyak pengungsi yang hidup menderita. Dalam situasi begini, umat Hindu diwajibkan untuk melakukan Manusa Yajña dengan cara memberikan sumbangan makanan, pakaian layak pakai, dan sebagainya. Bila perlu terlibat langsung untuk menjadi relawan yang membantu secara sukarela. Dengan demikian, memahami Manusa Yajña tidak hanya sebatas melakukan serentetan prosesi keagamaan, melainkan juga donor darah dan membantu orang miskin juga Manusa Yajña. Namun, Manusa Yajña dalam bentuk ritual keagamaan juga penting untuk dilaksanakan. Karena sekecil apapun sebuah Yajña dilakukan, dampaknya sangat luas dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.

14

e.      Bhuta Yajña

Upacara Bhuta Yajña adalah korban suci untuk para bhuta, yaitu roh yang tidak nampak oleh mata tetapi ada di sekitar kita. Para bhuta ini cenderung menjadi kekuatan yang tidak baik, suka mengganggu orang. Contoh upacara bhuta Yajña adalah masegeh, macaru, tawur agung, panca wali krama. Tujuan bhuta Yajña adalah menetralisir kekuatan bhuta kala yang kurang baik  menjadi kekuatan bhuta hita yang baik dan mendukung kehidupan umat manusia.

15

Multiple Choice

apakah yang dimaksud dengan yajna

1

persembahan suci

2

wejangan suci

3

korban suci

4

haturan suci

16

Multiple Choice

tri sandya merupakan contoh dari.......

1

dewa yajna

2

rsi yadnya

3

pitra yajna

4

manusa yajna

17

Multiple Choice

upacara ngaben merupakan contoh dari....

1

dewa yajna

2

rsi yajna

3

pitra yajna

4

manusa yajna

18

Multiple Choice

Kata Yajna berasal dari bahasa Sanskerta, dari akar kata "yuj" berarti memuja, mempersembahkan dan ......

1

menghaturkan

2

mengorbankan

3

mendoakan

4

memberikan

YADNYA DALAM MAHABHARATA

by Yudi Arta

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 18

SLIDE