
YADNYA MENURUT MAHABHARATA
Presentation
•
Religious Studies
•
11th Grade
•
Medium
Yudi Arta
Used 15+ times
FREE Resource
13 Slides • 5 Questions
1
YADNYA DALAM MAHABHARATA
by Yudi Arta
2
Pengertian dan Hakikat Yajña
Menurut etimologi kata Yajña berasal dari kata yaj yang artinya memuja atau memberi pengorbanan atau menjadikan suci. Kata ini juga diartikan bertindak sebagai perantara. Dalam Ṛgveda VIII,Yajña artinya pengorbanan atau persembahan. Yajña merupakan suatu perbuatan dan kegiatan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan untuk melakukan persembahan kepada Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa yang pada pelaksanaan di dalamnya mengandung unsur Karya (perbuatan), Sreya (tulus ikhlas), Budhi (kesadaran), dan Bhakti (persembahan). Selama ini Yajña dipahami hanyalah sebatas piodalan atau menghaturkan persembahan (Banten). Arti Yajña yang sebenarnya adalah pengorbanan atau persembahan secara tulus. Yajamana artinya orang yang melakukan atau melaksanakan Yajña, sedangkan Yajus berarti aturan tentang Yajña.
3
Multiple Choice
Pilihlah gambar dibawah ini yang berkaitan dengan BHUTA YADNYA!
4
Ada beberapa perbuatan yang diajarkan oleh Veda sebagai bentuk pelaksanaan dari ajaran Manusa Yajña, antara lain:
a. membantu orang tua, wanita atau anak-anak yang menyeberang jalan dalam kondisi lalu lintas sedang ramai;
b. menjenguk dan memberikan bantuan teman yang sakit;
c. melakukan bakti sosial, donor darah, dan pengobatan gratis;
d. memberikan tempat duduk kita kepada orang tua, wanita atau anak-anak ketika berada di dalam kendaraan umum;
e. memberikan sumbangan beras kepada orang yang tak mampu;
f. membantu memberikan petunjuk jalan kepada orang yang tersesat;
g. membantu fakir miskin yang sangat membutuhkan pertolongan
h. membantu teman atau siapa saja yang sedang terkena musibah bencana alam, kerusuhan atau kecelakaan lalu lintas; dan
i. memberikan jalan terlebih dahulu kepada mobil ambulan yang sedang membawa orang sakit.
5
Syarat-syarat dan Aturan dalam Pelaksanaan Yajña
Agar pelaksanaan Yajña lebih efisien, maka syarat pelaksanaan Yajña perlu mendapat perhatian, yaitu:
a. Sastra, Yajña harus berdasarkan Veda:
b. Sraddha, Yajña harus dengan keyakinan:
c. Lascarya, keikhlasan menjadi dasar utama Yajña:
d. Daksina, memberikan dana kepada pandita:
e. Mantra, puja, dan gita, wajib ada pandita atau pinandita:
f. Nasmuta atau tidak untuk pamer, jangan sampai melaksanakan
b. Yajña hanya untuk menunjukkan kesuksesan dan kekayaan: dan
c. Anna Sevanam, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cara mengundang untuk makan bersama.
6
Satwika Yajña:
Satwika Yajña adalah kebalikan dari Tamasika Yajña dan Rajasana Yajña bila didasarkan penjelasan Bhagawara Gita tersebut di atas. Satwika Yajña adalah Yajña yang dilaksanakan sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.
1. Yajña harus berdasarkan sastra. Tidak boleh melaksanakan Yajña sembarangan, apalagi di dasarkan pada keinginan diri sendiri karena mempunyai uang banyak. Yajña harus melalui perhitungan hari baik dan buruk, Yajña harus berdasarkan sastra dan tradisi yang hidup dan berkembang di masyarakat.
7
2. Yajña harus didasarkan keikhlasan. Jangan sampai melaksanakan Yajña ragu-ragu. Berusaha berhemat pun dilarang di dalam melaksanakan Yajña. Hal ini mengingat arti Yajña itu adalah pengorbanan suci yang tulus ikhlas. Sang Yajamana atau penyelenggara Yajña tidak boleh kikir dan mengambil keuntungan dari kegiatan Yajña. Apabila dilakukan, maka kualitasnya bukan lagi sattwika namanya.
3. Yajña harus menghadirkan Sulinggih yang disesuaikan dengan besar kecilnya Yajña. Kalau Yajñanya besar, maka sebaiknya menghadirkan seorang Sulinggih Dwijati atau Pandita. Tetapi kalau Yajñanya kecil, cukup dipuput oleh seorang Pemangku atau Pinandita saja.
8
4. Dalam setiap upacara Yajña, Sang Yajamana harus mengeluarkan daksina. Daksina adalah dana uang kepada Sulinggih atau Pinandita yang muput Yajña. Jangan sampai tidak melakukan itu, karena daksina adalah bentuk dari Rsi Yajña dalam Panca Yajña.
5. Yajña juga sebaiknya menghadirkan suara genta, gong atau mungkin Dharmagita. Hal ini juga disesuaikan dengan besar kecilnya Yajña. Apabila biaya untuk melaksanakan Yajña tidak besar, maka suara gong atau Dharmagita boleh ditiadakan.
9
Sesajen atau banten bukan makanan para dewa atau Tuhan, melainkan sarana umat dalam menyampaikan dan mewujudkan rasa bakti dan syukur kepada Brahman, Sang Hyang Widhi. Di dalam ajaran suci Veda, Santi Parwa atau Bhagavadgita disebutkan, mereka yang makan sebelum memberikan Yajña, maka orang itu pantas disebut pencuri. Ajaran Veda ini mengajarkan tentang etika sopan santun, mengingat semua yang ada di dunia ini berasal dari Sang Hyang Widhi, maka tentu sangat sopan apabila sebelum makan diwajibkan mengadakan penghormatan dengan persembahan kepada pemilik makanan sesungguhnya, yaitu Sang Hyang Widhi. Dengan demikian, Yajña itu adalah korban suci yang tulus ikhlas untuk menjaga keseimbangan alam dan keteraturan sosial. Yajña berarti persembahan, pemujaan, penghormatan, dan korban suci tanpa pamrih. Berdasarkan sasaran yang akan diberikan Yajña, maka korban suci ini dibedakan menjadi lima jenis, yaitu:
10
a. Dewa Yajña
Yajña jenis ini adalah persembahan suci yang dihaturkan kepada Sang Hyang Widhi dengan segala manisfestasi-Nya. Contoh Dewa Yajña dalam kesehariannya, melaksanakan puja Tri Sandya, sedangkan contoh Dewa Yajña pada hari-hari tertentu adalah melaksanakan piodalan/puja wali di pura dan lain sebagainya.
11
b. Rsi Yajña
Rsi Yajña adalah korban suci yang tulus ikhlas kepada para Rsi. Mengapa Yajña ini dilaksanakan, karena para Rsi sudah berjasa menuntun masyarakat dan melakukan puja surya sewana setiap hari. Para Rsi telah mendoakan keselamatan dunia alam semesta beserta isinya. Bukan itu saja, ajaran suci Veda juga pada mulanya disampaikan oleh para Rsi. Para Rsi dalam hal ini adalah orang yang disucikan oleh masyarakat. Ada yang sudah melakukan upacara dwijati disebut Pandita, dan ada yang melaksanakan upacara ekajati disebut Pinandita atau Pemangku. Umat Hindu memberikan Yajña terutama pada saat mengundang orang suci yang dimaksud untuk menghantarkan upacara Yajña yang dilaksanakan.
12
c. Pitra Yajña
Korban suci jenis ini adalah bentuk rasa hormat dan terima kasih kepada para Pitara atau leluhur karena telah berjasa ketika masih hidup melindungi kita. Kewajiban setiap orang yang telah dibesarkan oleh leluhur untuk memberikan persembahan yang terbaik secara tulus ikhlas. Ini sangat sesuai dengan ajaran suci Veda agar umat Hindu selalu saling memberi demi menjaga keteraturan sosial.
13
d. Manusa Yajña
Manusa Yajña adalah pengorbanan untuk manusia, terutama bagi mereka yang memerlukan bantuan. Umpamanya ada musibah banjir dan tanah longsor. Banyak pengungsi yang hidup menderita. Dalam situasi begini, umat Hindu diwajibkan untuk melakukan Manusa Yajña dengan cara memberikan sumbangan makanan, pakaian layak pakai, dan sebagainya. Bila perlu terlibat langsung untuk menjadi relawan yang membantu secara sukarela. Dengan demikian, memahami Manusa Yajña tidak hanya sebatas melakukan serentetan prosesi keagamaan, melainkan juga donor darah dan membantu orang miskin juga Manusa Yajña. Namun, Manusa Yajña dalam bentuk ritual keagamaan juga penting untuk dilaksanakan. Karena sekecil apapun sebuah Yajña dilakukan, dampaknya sangat luas dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.
14
e. Bhuta Yajña
Upacara Bhuta Yajña adalah korban suci untuk para bhuta, yaitu roh yang tidak nampak oleh mata tetapi ada di sekitar kita. Para bhuta ini cenderung menjadi kekuatan yang tidak baik, suka mengganggu orang. Contoh upacara bhuta Yajña adalah masegeh, macaru, tawur agung, panca wali krama. Tujuan bhuta Yajña adalah menetralisir kekuatan bhuta kala yang kurang baik menjadi kekuatan bhuta hita yang baik dan mendukung kehidupan umat manusia.
15
Multiple Choice
apakah yang dimaksud dengan yajna
persembahan suci
wejangan suci
korban suci
haturan suci
16
Multiple Choice
tri sandya merupakan contoh dari.......
dewa yajna
rsi yadnya
pitra yajna
manusa yajna
17
Multiple Choice
upacara ngaben merupakan contoh dari....
dewa yajna
rsi yajna
pitra yajna
manusa yajna
18
Multiple Choice
Kata Yajna berasal dari bahasa Sanskerta, dari akar kata "yuj" berarti memuja, mempersembahkan dan ......
menghaturkan
mengorbankan
mendoakan
memberikan
YADNYA DALAM MAHABHARATA
by Yudi Arta
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 18
SLIDE
Similar Resources on Wayground
13 questions
Sistem Ekskresi
Presentation
•
11th Grade
14 questions
Kolonialisme Barat di Indonesia
Presentation
•
11th Grade
18 questions
PEL 11 - SOLAT SUNAT ISTIKHARAH (UNIT 1 )
Presentation
•
11th Grade
13 questions
Akhlak Terpuji dalam Pergaulan Remaja
Presentation
•
11th Grade
16 questions
Deutsch
Presentation
•
11th Grade
11 questions
FIKIH XI MIPA 1-HADANAH DAN RUJUK
Presentation
•
11th Grade
13 questions
ANUITAS
Presentation
•
11th Grade
14 questions
Yesus Teladanku
Presentation
•
11th - 12th Grade
Popular Resources on Wayground
6 questions
Secondary Safety Quiz
Presentation
•
9th - 12th Grade
10 questions
MyPath Diagnostic Overview
Presentation
•
6th - 8th Grade
20 questions
Lab Safety Quiz
Quiz
•
6th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Adding and Subtracting Decimals
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
21 questions
Lab Safety
Quiz
•
10th Grade
Discover more resources for Religious Studies
6 questions
Secondary Safety Quiz
Presentation
•
9th - 12th Grade
10 questions
Fact Check Ice Breaker: Two truths and a lie
Quiz
•
5th - 12th Grade
9 questions
Scientific method
Interactive video
•
9th - 12th Grade
20 questions
Flinn Lab Safety Quiz
Quiz
•
9th - 12th Grade
19 questions
Classify Types of Real Numbers
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Scientific Method & Variables
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Lab Equipment and Safety Quiz
Quiz
•
10th - 12th Grade
20 questions
Spanish alphabet
Quiz
•
9th - 12th Grade