Search Header Logo
EMPAT PILAR PENDIDIKAN

EMPAT PILAR PENDIDIKAN

Assessment

Presentation

Education

University

Easy

Created by

Nurfadilah Nurfadilah

Used 5+ times

FREE Resource

14 Slides • 5 Questions

1

media

Pada pertemuah hari ini, topik yang akan menjadi pembahasan yaitu empat pilar pendidikan.

yuk >> kita mulai >>

2

media

SEBELUMNYA JANGAN LUPA BERDO'A SEMOGA YANG DIPELAJARI MENJADI BERKAH.

​BERDO'A DIMULAI >> BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

3

media

BERDO'A SELESAI >>>>

​PERHATIKAN BAIK-BAIK YAA!

4

Upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa tidak ada cara lain kecualimelalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu Unescomencanangkan empat pilar pendidikan sekarang dan masa depan yaitu: (1) learning to know; (2) learning to do; (3) learning to be; dan (4) learning to life together.

5

Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha untuk mencari agarmengetahui informasi yang dibutuhkan dan berguna bagi kehidupan. Penguasaanyang dalam dan luas akan bidang ilmu tertentu, termasuk di dalamnya learning to how. Untuk mengimplementasikan learning to know (belajar untuk mengetahui), pendidik (guru) harus mampu menempatkan dirinya sebagai fasilitator. Pendidik (guru) dituntut untuk dapat berperan sebagai kawan (teman senior) untuk berdialog bagi peserta didik dalam rangka mengembangkan penguasaan pengetahuannya.

​ Learning to know

6

Pendidikan juga merupakan proses belajar untuk bisa melakukan sesuatu (learning to do). Proses belajar menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif, peningkatan kompetensi serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan, perasaanserta kemauan untuk berbuat atau merspon suatu stimulus. Pendidikan membekali manusia tidak sekedar untuk mengetahui, tetapi lebih jauh untuk terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan. Belajar untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, bekerja sama dalam team, belajar memecahkan masalah dalam berbagai situasi.

​ Learning to do

7

Sekolah sebagai wadah masyarakat belajar seyogyanya memfasilitasisiswanya untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimiliki, serta bakat dan minatnya agar learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) dapat terealisasi. Sesungguhnya Bakat dan minat anak atau peserta didik sesungguhnya juga dipengaruhi oleh faktor hereditas (genetik) atau faktor keturunan. Tumbuh dan berkembangnya bakat serta minat anak (peserta didik) juga bergantung pada lingkungan yang salah satunya melalui Pendidikan. Seperti diketahui bersama bahwa keterampilan merupakan sarana untuk menopang kehidupan seseorang bahkan keterampilan lebih dominan daripada penguasaan pengetahuan semata.

​ Learning to do

8

Pilar ketiga yang dicanangkan Unesco adalah learning to be (belajar untuk menjadi seseorang). Penguasaan pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi diri sendiri (learning to be). Hal ini erat sekali kaitannya dengan bakat, minat, perkembangan fisik, kejiwaan, dan tipologi pribadi anak (peserta didik) serta kondisi lingkungannya. Misalnya bagi peserta didik yang agresif, akan menemukan jati dirinya bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi. Sebaliknya bagi peserta didik yang pasif, peran pendidik (guru) sebagai kompas penunjuk arah sekaligus menjadi fasilitator sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan potensi diri peserta didik secara utuh dan maksimal

​ Learning to be

9

Menjadi diri sendiri diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri. Belajar berperilaku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat, belajar menjadi orang yang berhasil/sukses, sesungguhnya merupakan proses pencapaian aktualisasi diri. Belajar untuk dapat mandiri, menjadi orang yang bertanggungjawab untuk mewujudkan tujuan bersama.

​ Learning to be

10

Belajar memahami dan menghargai orang lain, sejarah mereka dan nilainilaiagamanya. Terjadinya proses learning to life together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama), pada pilar keempat ini, kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima perlu dikembangkan di sekolah. Kondisi seperti inilah yang memungkinkan tumbuhnya sikap saling pengertian antara ras, suku, dan agama. Peserta didik sebagai individu dengan kemampuan yang dimiliki, sebagai hasil dari proses pendidikan, dapat dijadikan sebagai bekal untuk mampu berperan dalam lingkungan dimana individu tersebut berada, dan sekaligus mampu menempatkan diri sesuai dengan perannya. Pemahaman tentang peran diri dan orang lain dalam kelompok belajar merupakan bekal dalam bersosialisasi dimasyarakat (learning to life together). Seseorang juga akan mampu menempatkan posisi dengan benar di kehidupan bermasyarakat.

​ Learning to Life Together

11

Pendidikan dengan mengaplikasikan empat pilar tersebut di atas, diharapkan pendidikan yang berlangsung diseluruh dunia termasuk Indonesia dapat menjadi lebih baik dan berkualitas, namun yang menjadi masalah adalah dunia pendidikan yang masih minim fasilitas di Indonesia, terlebih lagi di daerah terpencil, belum meratanya fasilitas pendidikan tentu menjadi halangan dan kendala bagi peserta didik untuk mengembangkan dirinya. Untuk itu semua, pendidikan di Indonesia harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian, dan moral. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian, pada gilirannya akan menjadikan masyarakat Indonesia masyarakat yang bermartabat di mata masyarakat dunia. Adanya peningkatan anggaran pendidikan hingga 20% dari APBN di Indonesia, tentu menjadi tantangan dan peluang untuk bekerja keras meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia.

12

NAH, BAGAIMANA KEEMPAT PILAR TERSEBUT.. INGAT BAIK-BAIK YAA!

media

13

SILAHKAN JAWAB PERTANYAN BERIKUT;

media

14

Open Ended

Menurut saudara/i mengapa ilmu pendidikan mampu mencetak calon guru menjadi bijak atau arif?

15

Open Ended

Pendidikan yang bijak antara lain seperti apa? Berikan contoh!

16

Open Ended

Apakah pendidikan selalu berhasil? Buktikan!

17

Open Ended

Adakah orang yang tidak terdidik? Mengapa?

18

Open Ended

Sebaiknya pendidikan jangan pernah memaksakan kehendak, karena pendidikan yang benar adalah sesuai dengan prinsip Ki Hajar Dewantoro. Tuliskan dan jelaskan semboyannya!

19

​SEKIAN UNTUK PERTEMUAN HARI INI...

​TERIMA KASIH

media

Pada pertemuah hari ini, topik yang akan menjadi pembahasan yaitu empat pilar pendidikan.

yuk >> kita mulai >>

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 19

SLIDE