Search Header Logo
Unsur Kebahasaan Novel Sejarah

Unsur Kebahasaan Novel Sejarah

Assessment

Presentation

Other

12th Grade

Medium

Created by

afryani sadiah

Used 6+ times

FREE Resource

10 Slides • 6 Questions

1

Menganalisis Unsur Kebahasaan Novel Sejarah

2

​Unsur Kebahasaan Novel Sejarah

Kebahasaan Novel Sejarah

  1. Penggunaan kata kerja mental

  2. Menggunakan banyak dialog

  3. Penggunaan kata sifat

  1. Kalimat bermakna lampau

  2. Penggunaan konjungsi yang menyatakan urutan waktu

  3. Penggunaan kata kerja material

  4. Penggunaan kalimat tidak langsung

3

Kalimat bermakna lampau

Kata-kata yang sudah tidak umum digunakan pada zaman sekarang.​

Fungsi => ​menguatkan gambaran serta konteks latar waktu dan latar tempatnya.

Kebahasaan Novel Sejarah

Contoh kalimat:

​​Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama telah menyelesaikan tugasnya.

4

Penggunaan Konjungsi yang Menyatakan Urutan Waktu

​​Seperti: sejak saat itu, setelah itu, mula mula, kemudian

Kebahasaan Novel Sejarah

Contoh kalimat:

Setelah ​juara gulat itu pergi, Sang Adipati berjalan dengan tenang-tenang masuk ke kadipaten.

5

​Kata Kerja Material

​Di depan Ratu Biksuni Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari isi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu. Ketika para Ibu Ratu menangis yang menulari siapa pun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitikkan air mata. Manakala menatap segenap wajah yang hadir di ruangan itu, yang hadir dan melekat di benaknya justru wajah Rakrian Tanca. Ayunan tangan Gajah Mada yang menggenggam keris ke dada prajurit tampan itu masih terbayang melekat di kelopak matanya.

​Kebahasaan Novel Sejarah

Kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan

6

Penggunaan Kalimat Tidak Langsung

Sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Misalnya, mengatakan bahwa, menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan.

Kebahasaan Novel Sejarah

Contoh kalimat:

Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan Kendit Galih tentang masalah itu

7

Penggunaan Kata Kerja Mental

Kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, misalnya : merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, menganggap.

Kebahsaan Novel Sejarah

Contoh kalimat:

Gajah Mada sependapat dengan jalan pikiran Senopati Gajah Enggon.

8

Menggunakan banyak dialog

Ditandai dengan ​tanda petik ganda (”….”) dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.

Kebahasaan Novel Sejarah

Contoh kalimat:

”Bukankah bukan hanya surat saja telah kau terima? Adakah real Peranggi pernah kau terima juga?”

9

Menggunakan kata sifat

Kebahasaan Novel Sejarah

Contoh kalimat:

Gajah Mada mempersiapkan diri sebelum berbicara dan menebar pandangan mata menyapu wajah semua pimpinan prajurit, pimpinan dari satuan masing-masing. Dari apa yang terjadi itu terlihat betapa besar wibawa Gajah Mada, bahkan beberapa prajurit harus mengakui wibawa yang dimiliki Gajah Mada jauh lebih besar dari wibawa Jayanegara. Sri Jayanegara masih bisa diajak bercanda, tetapi tidak dengan Patih Daha Gajah Mada, sang pemilik wajah yang amat beku itu

​Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana

10

Multiple Choice

Kalimat di bawah ini yang menggunakan kalimat bermakna masa lampau adalah

1

Dikawal beberapa abdi dan prajuritnya, Raja Sunda Galuh kembali ke balairung didampingi Permaisuri”

2

Setelah juara gulat itu pergi Sang Adipati bangkit dan berjalan tenang-tenang masuk ke kadipaten.

3

”Mana surat itu?”

11

Multiple Choice

Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata menyatakan urutan waktu adalah

1

Menurut Sang Patih, Galeng telah periksa seluruh kamar Syahbandar dan ia telah melihat banyak botol dan benda-benda yang ia tak tahu nama dan gunanya

2

”Sejak sekarang kau sudah boleh membuat rancangan yang harus kaulakukan, Gagak Bongol. Sementara itu, di mana pencandian akan dilakukan, aku usahakan malam ini sudah diketahui jawabnya.

3

”Dan kalung, dan cincin mas, semua bermata zamrud dan mutiara. Bukan?”

12

Multiple Choice

Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata kerja mental adalah

1

“Kedudukannya sebagai panutan para gadis Sunda Galuh menyebabkan Dyah Pitaloka merasa terpenjara, terpasung kebebasannya”.

2

”Ada, Gusti real mas, Patik mohon ampun, karena tiada mengetahui adakah itu real Peranggi atau bukan.”

3

Gajah Mada sependapat dengan jalan pikiran Senopati Gajah Enggon.

13

Multiple Choice

Entah siapakah yang bercerita, kabut tebal itu memang sengaja oleh para dewa di kahyangan agar wajah cantik para bidadari yang turun dari dari kahyangan melalui pelangi jangan sampai dipergoki manusia.

unsur kebahasaan yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah

1

penggunaan kata sifat

2

penggunaan kata kerja mental

3

penggunaan kata kerja material

14

Multiple Choice

“sebelum puteri dari tanah Melayu ini menjadi istrinya yang kelima, Sang Prabu Kertarajasa Jayawardhana telah mengawini semua putri mendiang Raja Kertanegara.”

Unsur kebahasaan yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah

1

penggunaan kata kerja material

2

penggunaan kata sifat

3

penggunaan kata kerja mental

15

Open Ended

Apa yang dimaksud dengan makna kias?

16

Makna kias

Kebahasaan Novel Sejarah

​Makna yang memiliki arti yang tidak sebenarnya, dimana seseorang harus menerka maksud dari kata tersebut.

Menganalisis Unsur Kebahasaan Novel Sejarah

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE